cover
Contact Name
Arif Bijaksana Putra Negara
Contact Email
arifbpn@untan.ac.id
Phone
+62811578624
Journal Mail Official
editor_justin@informatika.untan.ac.id
Editorial Address
Sekretariat Justin Gedung Informatika Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura Jl. Prof. Dr. Hadary Nawawi Pontianak 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JUSTIN (Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi)
ISSN : 24603562     EISSN : 26208989     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/justin
Core Subject : Science,
JUSTIN aims to publish research results and thoughts among academics, researchers, scientists, and practitioners in the field of informatics/computer science so that they are freely available to the public, and support the exchange of knowledge. The scope of JUSTIN is but is not limited to the following: theory and information science, information systems, information security, data processing and structure, programming and computing, software engineering, informatics, computer science, computer engineering, architecture and computer networks, robotics, parallel and distributed computing, operating systems, compilers and interpreters, games, numerical methods, mobile computing, natural language processing, data mining, cognitive systems, speech processing, machine learning, artificial intelligence, expert systems, geographical information systems, computational theory, and informatics applications in various fields.
Articles 661 Documents
Tinjauan Kesejahteraan di Daerah Perbatasan Republik Indonesia Tahun 2021: Penerapan Analisis Klaster K-Means dan Hierarki Az-Zahra, Afifah; Wijayanto, Arie Wahyu
JUSTIN (Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi) Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Informatika Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/justin.v12i1.69040

Abstract

Kesejahteraan menjadi salah satu tujuan utama pemerintahan yang perlu ditinjau secara multidimensi. Di Indonesia, program-program pembangunan banyak menyasar Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Daerah terdepan dan terluar merupakan daerah yang berada di garis perbatasan negara dengan banyak ancaman terhadap kesejahteraan. Oleh karena itu, diperlukan analisis klaster sebagai gambaran kesejahteraan di daerah perbatasan, yang diharapkan dapat membantu proses monitoring dan evaluasi program pembangunan. Indikator-indikator kesejahteraan yang digunakan bersumber dari publikasi Statistik Kesejahteraan Rakyat 2021, tabel Badan Pusat Statistik, Buku Saku Hasil Suvei Status Gizi Indonesia 2021, dan tabel FSVA Nasional 2021 di 204 kabupaten/kota di 13 provinsi perbatasan. Penelitian ini membandingkan dua metode analisis klaster, yaitu partitioning dengan K-Means dan hierarki dengan Ward"™s Method berdasarkan kriteria validitas internal dan stabilitas klaster. Hasilnya diperoleh bahwa ukuran sampel 2 memberikan klaster paling yang optimal dan metode K-Means menghasilkan kinerja yang lebih baik. Secara umum, kabupaten/kota yang tergabung ke dalam klaster kedua memiliki indikator kesejahteraan yang lebih tinggi dibandingkan klaster pertama.  
Analisis Klasifikasi 7 Jenis Dry Beans dengan Penerapan Metode Naïve Bayes Liantoni, Febri; Sukmaningrum, Agy Hafidzah; Qurin, Milani Tanya; Putri, Nanditya Vianti
JUSTIN (Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi) Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Informatika Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/justin.v12i2.73034

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengklasifikasikan jenis Dry Beans dengan menggunakan algoritma Naïve Bayes dengan bantuan alat analisis data RapidMiner. Dataset yang terlibat mencakup sejumlah atribut, termasuk Area, Perimeter, MajorAxisLength, MinorAxisLength, AspectRation, Eccentricity, ConvexArea, EquivDiameter, Extent, Solidity, Roundness, Compactness, ShapeFactor2, ShapeFactor3, ShapeFactor4, serta atribut target Class yang menunjukkan jenis Dry Beans. Dataset ini dibagi menjadi dua bagian: data training sebanyak 9528 data dan data uji sebanyak 4083 data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model klasifikasi Naïve Bayes berhasil mencapai tingkat akurasi sebesar 90.01% dalam mengklasifikasikan jenis Dry Beans. Hasil ini menandakan bahwa model tersebut memiliki kemampuan yang baik dalam membuat prediksi yang sesuai dengan data asli. Dengan demikian, analisis ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam identifikasi, manajemen, dan pemanfaatan jenis-jenis Dry Beans secara efisien.
Penentuan Ketua Program Studi Dengan Menerapkan Metode Simple Additive Weighting (SAW) Hamidah, Hamidah; Rizan, Okkita
JUSTIN (Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi) Vol 12, No 3 (2024)
Publisher : Jurusan Informatika Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/justin.v12i3.78746

Abstract

Program studi adalah salah satu bagian dari fakultas pada suatu Universitas. Pada beberapa perguruan tinggi, ketua program studi langsung dipilih oleh Yayasan dan Rektor. Ketua program studi berhak atas penyelenggaraan program studi. Perguruan tinggi terkadang mengalami permasalahan dalam menentukan ketua jurusan. Permasalahan yang sering terjadi yaitu kebingungan memilih calon kandidat yang akan dijadikan ketua program studi. Ketua program studi merupakan suatu tugas yang diamanahkan kepada seseorang untuk melaksanakan kegiatan program studi dalam suatu perguruan tinggi. Seperti kita ketahui bahwa ketua program studi sangat pengting bagi setiap program studi dikarenakan akan menjadi motor penggerak jalannya suatu program studi. Keberhasilan suatu program studi tergantung kepada ketua program studi. Untuk itu, penelitian ini akan membuat sistem penunjang keputusan. Penelitian ini dibuat dengan metode SAW (Simple Additive Weighting). Hasil Keputusan pemilihan ketua program studi yaitu hasil penelitian menunjukkan hasil alternatif terbaik yang terpilih adalah kandidat 4 dengan nama Joni dengan nilai sebesar 0,987. Joni akan ditetapkan sebagai alternatif terpilih.A study program is one part of a faculty at a university. At some universities, the head of the study program is directly elected by the Foundation and the Chancellor. The head of the study program has the right to administer the study program. Universities sometimes experience problems in determining department heads. The problem that often occurs is confusion in choosing the candidate who will become head of the study program. The head of a study program is a task entrusted to someone to carry out study program activities in a tertiary institution. As we know, the head of the study program is very important for each study program because he will be the driving force behind the running of a study program. The success of a study program depends on the head of the study program. For this reason, this research will create a decision support system. This research was made using the SAW (Simple Additive Weighting) method. The results of the decision to elect the head of the study program, namely the results of the research, showed that the best alternative selected was candidate 4 with the name Joni with a score of 0.987. Joni will be designated as the chosen alternative.
Perbandingan Pengelompokkan Provinsi di Indonesia Menurut Kualitas Lingkungan Hidup Menggunakan Metode Hierarki dan Partisi Ikhsanudin, Muhammad Rafi; Wijayanto, Arie Wahyu
JUSTIN (Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi) Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Informatika Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/justin.v12i1.71495

Abstract

Lingkungan hidup merupakan kesatuan ruang antara manusia, hewan, tumbuhan, air, dan komponen lainnya yang berdampak pada kehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat bahwa pada tahun 2020 nilai IKLH Indonesia telah melampaui target RPJMN yang ditetapkan. Akan tetapi, pada tahun tersebut masih terdapat 8 provinsi yang belum memenuhi target yang ditetapkan. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini ialah untuk melakukan pengelompokkan tingkat kualitas lingkungan hidup sebagai dasar pengambilan keputusan sesuai dengan kondisi lingkungan hidup di setiap daerah. Berdasarkan hasil validasi cluster, metode clustering terbaik yang diterapkan ialah metode K-Means dengan dua cluster. Hasil akhir diperoleh bahwa cluster 1 beranggotakan sebanyak 12 provinsi dengan tingkat kualitas lingkungan hidup tinggi dan cluster 2 beranggotakan sebanyak 22 provinsi dengan tingkat kualitas lingkungan hidup rendah. Karakteristik hasil pengelompokkan menunjukkan bahwa indikator lingkungan hidup terkait sampah, air, dan air laut perlu diperhatikan secara lebih intensif oleh pemerintah daerah karena nilai rata-rata yang diperoleh cukup rendah.
Pemanfaatan Metode Sinkron-Asinkron Komunikasi Data Dengan Flutter Sebagai Solusi Layanan Aplikasi Untuk Daerah Dengan Keterbatasan Sinyal Internet Hermanto, Agus; Utama, Aditya Nanda; Muflihah, Yusrida; Januantoro, Ardy; Kusnanto, Geri
JUSTIN (Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi) Vol 12, No 3 (2024)
Publisher : Jurusan Informatika Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/justin.v12i3.75164

Abstract

Dalam era digital yang semakin maju, tantangan pengumpulan data di daerah dengan keterbatasan sinyal internet menjadi semakin mendesak. Infrastruktur yang minim di daerah-daerah terpencil atau terpinggirkan membatasi akses yang konsisten ke internet, mengakibatkan masalah serius dalam efisiensi pengumpulan dan pengiriman data. Ketika sinyal lemah atau tidak ada sama sekali, pengguna rentan kehilangan data, menimbulkan risiko pengulangan pekerjaan, atau mengalami penundaan informasi yang krusial. Untuk mengatasi tantangan ini, aplikasi yang memanfaatkan metode Sinkron-Asinkron telah dikembangkan. Ketika pengguna beroperasi dalam kondisi sinyal terbatas, data yang diinput disimpan secara lokal di perangkat. Hal ini memungkinkan kelancaran pekerjaan tanpa risiko kehilangan data. Namun, penggunaan metode sinkronisasi saja memiliki kelemahan yang perlu diperhatikan. Gangguan pada proses sinkronisasi, baik karena putusnya koneksi internet atau kegagalan server, dapat menyebabkan kehilangan data yang telah disimpan secara lokal. Selain itu, proses sinkronisasi yang lambat juga bisa mengakibatkan penundaan dalam mengakses atau memperbarui informasi terbaru, mengganggu produktivitas dan efisiensi kerja secara keseluruhan. Oleh karena itu, penggunaan kombinasi metode sinkron-asinkron menjadi solusi yang lebih holistik. Dengan memanfaatkan kedua metode secara bersamaan, aplikasi dapat memberikan pengguna pengalaman yang lebih baik dalam mengumpulkan dan mengelola data, terutama di daerah dengan keterbatasan sinyal internet.
Desain Aplikasi Mobile Smart Farming dengan Pendekatan Design Thinking untuk Meningkatkan Produktivitas Pertanian Muaziz, Imam; Utomo, Fandy Setyo; Krisbiantoro, Dwi; Setiawan, Ito
JUSTIN (Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi) Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Informatika Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/justin.v12i2.75319

Abstract

Di era transformasi digital, sektor pertanian Indonesia masih dihadapkan dengan sejumlah, seperti produktivitas yang rendah, kualitas produk yang   buruk, dan kurangnya akses informasi dan teknologi, hal ini menyebabkan dampak negatif   yang cukup signifikan terhadap produktivitas pertanian, oleh karena itu penerapan smart farming sebagai sistem pertanian yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas pertanian. Fokus   penelitian ini adalah perancangan desain User Interface (UI) dan User Experience (UX) untuk aplikasi mobile smart farming. Penelitian ini menggunakan metode design thinking   yang meliputi empathize, define, ideate, prototype, dan testing. Pengujian dilakukan dengan   wawancara langsung dan kuisioner Single   East   Question (SEQ), dan dihitung menggunakan System Usability Scale (SUS), hasil pengujian memperoleh rata-rata 85.5, dimana angka ini menunjukkan bahwa desain UI/UX telah memenuhi kebutuhan pengguna dengan baik. Dengan demikian penerapan metode design thinking membantu pengembang aplikasi dalam memahami kebutuhan pengguna untuk menciptakan solusi yang tepat sebelum aplikasi disebarluaskan.
Identifikasi Penyakit Daun pada Tanaman Padi Menggunakan Ekstraksi Fitur Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM) dan Metode K-Nearest Neighbour (KNN) Rustanto, Diki Wahyudi; Liantoni, Febri; Prakisya, Nurcahya Pradana Taufik
JUSTIN (Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi) Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Informatika Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/justin.v12i1.69752

Abstract

Negara Indonesia merupakan salah satu negara agrikultur, di mana bidang pertanian berperan penting dalam menjaga keberlangsungan hidup. Hal ini dikarenakan, sebagian besar masyarakat Indonesia menggunakan beras sebagai bahan pangan pokok mereka. Sedangkan ketersedian bahan pangan pokok masyarakat sudah berkurang, karena adanya alih fungsi lahan-lahan pertanian menjadi perumahan, industry, dan lain-lain. Bukan hanya itu saja, permasalahan lain yang dapat menurunkan ketersediaan bahan pangan yaitu seperti, kondisi iklim atau cuaca, system pengairan, serangan hama dan masih banyak lagi permasalahan yang dapat mengakibatkan panen menjadi kurang maksimal. Penggunaan teknologi dalam bidang pertanian seharusnya menjadi lebih mudah dan membantu para petani dalam mendeteksi penyakit yang menyerang daun padi. Karena itu, deteksi dan klasifikasi hama pada daun padi perlu dilakukan untuk mengevaluasi akurasi, presisi, dan recall menggunakan perhitungan matriks kebingungan (confusion matrix) dengan menerapkan algoritma K-Nearest Neighbors (KNN). Dari hasil klasifikasi tersebut menghasilkan nilai akhir akurasi paling tinggi yaitu sebesar 73% pada jarak piksel (d) yaitu 5 dan nilai tetangga (k) yaitu 3 pada offset 0 °. Hal ini menunjukkan bahwa algoritma KNN cukup baik dalam melakukan klasifikasi.
ANALISIS DAN PERANCANGAN UI/UX SISTEM RECALL DENGAN METODE DESIGN THINKING DAN REMOTE USABILITY TESTING Dewa, Raldi Fitra; Suratno, Tri; Utomo, Pradita Eko Prasetyo
JUSTIN (Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi) Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Informatika Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/justin.v12i2.74013

Abstract

Learning for preparation of college (RECALL) merupakan upaya peningkatan mutu kualitas pendidikan di SMA Global Islamic Boarding School (GIBS) untuk mempersiapkan siswa menghadapi ujian masuk perguruan tinggi dengan program try out. Untuk proses try out masih menggunakan sistem Ujian Tulis Berbasis Kertas (UTBC). Dimana proses ini masih memiliki kekurangan, yaitu proses membutuhkan banyak waktu terutama proses penilaian oleh guru. Untuk menyelesaikan masalah tersebut dibutuhkan sebuah sistem try out berbasis website yang dapat memudahkan proses pelaksanaan try out. Dengan penerapan sistem try out berbasis website dapat meningkatkan proses penilaian yang lebih efisien dan efektif. Untuk menyelesaikan masalah tersebut dilakukan pendekatan design thinking untuk proses merancang user interface dan user experience pada sistem try out berbasis website yang diberi nama sistem learning for preparation of college (RECALL). Dengan metode design thinking proses perancangan mampu menggambarkan permasalahan dan menghasilkan rancangan desain solusi untuk menyelesaikan permasalahan. Hasil rancangan desain solusi akan diuji menggunakan metode remote usability testing dengan bantuan tools maze. Hasil testing pada siswa dengan 69 responden menghasilkan usability score sebesar 90, testing pada guru dengan 10 responden menghasilkan usability score sebesar 80, sedangkan 5 responden admin mendapatkan hasil usability score sebesar 84. Dari tahap evaluasi perancangan UI/UX dapat disimpulkan hasil desain website RECALL memiliki rancangan pengalaman pengguna yang optimal dan sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Pengelompokan Data Status Pertanahan Letter C menggunakan Algoritma Partitioning Around Medoids KARINA, PUTRI MERLY DELEO; SANTI, INDYAH HARTAMI; PUSPITASARI, WAHYU DWI
JUSTIN (Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi) Vol 12, No 3 (2024)
Publisher : Jurusan Informatika Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/justin.v12i3.79285

Abstract

Letter C merupakan pengarsipan data pertanahan yang dikelola oleh desa. Pengelolaan data status pertanahan Letter C di Desa Pandanarum masih dilakukan secara manual yaitu dengan menuliskan history jual beli kedalam buku Letter C. Pada Desa Pandanarum terdapat 3960 data Letter C sehingga dapat mempengaruhi dalam proses pelayanan kepada warga. Pada penelitian ini menggunakan data sampel menggunakan teori Slovin sebesar 363 data dan diambil dari buku ketiga Letter C. Penelitian ditujukan untuk pengelompokan status pertanahan buku Letter C. Pengelompokan dilakukan dengan menggunakan algoritma Partitioning Around Medoids dengan 6 atribut yaitu persil, kelas desa, luas tanah, luas beli, luas jual, dan keterangan. Data Status Pertanahan Letter C dikelompokan kedalam 3 cluster yaitu sudah terjual, belum terjual, dan habis terjual. Dari hasil pengelompokan diperoleh 6 data pada cluster sudah terjual, 344 data pada cluster belum terjual, dan 4 data pada cluster habis terjual dengan nilai Davies Bouldin Index sebesar 0,7804. Dengan pengelompokan Partitioning Around Medoids ini diharapkan dapat membantu petugas desa dalam melakukan pelayanan dan dapat menjaga kondisi dari buku Letter C.
"Super App Precision" Sebagai Bentuk Pelayanan Publik di Era Masyarakat 5.0 Sumirat, Jauhar Rizqullah; Syahputra, Alfin Reza
JUSTIN (Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi) Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Informatika Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/justin.v11i3.65162

Abstract

Revolusi industri keempat telah mengubah cara hidup manusia. Penelitian ini mengeksplorasi Super App Precision. Satuan kerja dan teritorial Polri membuat 25 aplikasi internet yang unik sebelum bergabung menjadi satu. Temuan menunjukkan bahwa petugas kepolisian di Baintelkam belum dapat menyesuaikan diri dengan keterhubungan layanan SKCK, data yang terkait dengan keamanan data, atau legitimasi otoritas lokal. Selain itu, salah satu kendala dalam penerapan Super App adalah belum dikembangkannya SIM Online secara nasional, belum adanya fasilitas moderasi, dan akses yang perlu dialokasikan secara merata dari sisi kesiapan personel. Terkait dengan sistem back-office dari pusat ke polres untuk membantu operasional dan digitalisasi layanan kepolisian di Super App Precision, hanya Divisi Teknologi Informasi, Baharkam, dan Bareskrim yang sudah siap dengan layanan data Pos Polisi dan panggilan darurat di Super App Precision.