cover
Contact Name
Sorni Paskah Daeli
Contact Email
redaksi@kemenkopmk.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi@kemenkopmk.go.id
Editorial Address
Jl. Medan Merdeka Barat No. 3, Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta, 10110
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
ISSN : 28075560     EISSN : 28075447     DOI : https://doi.org/10.55480/saluscultura
Core Subject : Social,
Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan is a journal that publishes current original research on social sciences, human development issues and cultural development.
Articles 65 Documents
Dana Filantropi Islam dan Pencegahan Stunting: Studi Kasus pada Program CCT Baitul Maal Aceh Husnul Mirzal; Irham Zaki
Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55480/saluscultura.v3i1.74

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan pada tumbuh kembang anak yang mendapatkan perhatian khusus dari negara-negara di dunia. Hal ini karena stunting bukan hanya memberikan dampak buruk pada sektor kesehatan tetapi juga pada sektor ekonomi dengan meningkatkan angka pengangguran, kemiskinan dan ketimpangan. Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat prevalensi stunting yang sangat tinggi, dibutuhkan berbagai inovasi untuk menurunkan angka stunting menjadi terkendali. Conditional Cash Transfer (CCT) merupakan salah satu model distribusi dana bantuan sosial yang terbukti mampu menurunkan angka stunting. Baitul Maal Aceh merupakan satu- satunya lembaga filantropi Islam berperan dalam mendistribusikan dana zakat dengan model CCT untuk mencegah stunting di Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana bentuk dari distribusi dana zakat dengan model CCT untuk mencegah stunting pada Baitul Maal Aceh. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Baitul Maal Aceh menerapkan beberapa karakteristik CCT dalam distribusi dana zakat. Karakteristik tersebut terdapat pada latar belakang program, kriteria penerima bantuan, persyaratan penerima bantuan, jenis dan nominal bantuan, serta tahapan implementasi program. Hasil dari penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi stakeholder yang berkecimpung dalam pengendalian stunting baik dalam dunia akademik maupun praktik.
Kesejahteraan berbasis Pemberdayaan Filantropi Zakat: Analisis pada Aspek Ekonomi, Sosial, Pendidikan, dan Kesehatan Ainul Fatha Isman
Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55480/saluscultura.v3i1.83

Abstract

Konsep filantropi merupakan salah satu model pemberdayaan yang mengarah kepada tercapainya kesejahteraan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pemberdayaan berbasis filantropi zakat melalui instrumen zakat pada aspek sosial, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) sebagai sampel atau objek penelitian yaitu LAZ Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), LAZ Yatim Mandiri, LAZ Panti Yatim Indonesia, LAZ Baitul Maal Muamalat (BMM), dan LAZ Mizan Amanah. Hasil penelian menunjukkan bahwa pemberdayaan menggunakan filantropi zakat telah dan mencakup aspek ekonomi, sosial, pendidikan dan kesehatan. Pemberdayaan yang dilakukan bervariatif dan berbeda-beda, tetapi masing-masing lembaga zakat memiliki kesamaan program pemberdayaan pada setiap bidang. Pemberdayaan aspek ekonomi dengan mengakomodir usaha-usaha masyarakat dalam akses permodalan, pemberdayaan sosial berupa berbasis penanganan bencana, memberikan bantuan biaya akses pendidikan serta bantuan akses kesehatan masyarakat.
Philosophy of Pacu Jalur: Sustainable of Character Development in Pacu Jalur Values on the Pancasila Student Profile Suroyo Suroyo; Bima Maulana Putra; Bedriati Ibrahim; Antonia Soriente
Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55480/saluscultura.v3i1.89

Abstract

Pacu Jalur is a rowing competition which is held every year in Kuantan Singing District, Riau Province. The values contained in the runway have a picture that can become the prevailing values in society. This research is descriptive qualitative research with interview technique as the research data instrument, besides that observation and documentation are also conducted to support the data collected by interview technique. The population of this research is the people who take part in the track race, while the key informants of this study are the participants of the spur-of-the-road festival using purposive sampling as a sampling technique. The results show that the values of sustainable character development that are being promoted by the Ministry of Education and Culture regarding the profile of Pancasila students, where character education focuses more on the values listed in Pancasila, so that the values on the Pancasila student profile have the values contained in the philosophical values. contained in the track race. This is also because the Pacu Jalur has adopted the values of the ancestors that contain social meaning and high integrity, so that the philosophical values in Pacu Jalur have a similar meaning to the profile of Pancasila students.
Gerakan Kemanusiaan dan Amal Jaringan Gusdurian Peduli di Era Covid-19 dan Transisi menuju Endemi Mursalat Mursalat
Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55480/saluscultura.v3i1.99

Abstract

Gus Dur sangat berperan dalam gerakan kemanusiaan serta memberikan sumbangsih terhadap pendidikan yang humanis. Upaya itu diteruskan oleh Jaringan Gusdurian yang dapat mengedapankan toleransi dan perdamaian serta keadilan dan kemanusiaan. Memiliki usia yang relatif muda, Jaringan Gusdurian mampu menarik simpati dari banyak publik dengan mengangkat isu yang relatif berbeda dari gerakan yang ada sejauh ini. Oleh sebab itu, riset ini berupaya mengangkat tentang ketertarikan publik terhadap organisasi Jaringan Gusdurian serta perannya dalam meneruskan misi dari Gus Dur, baik pada segi social maupun upaya dalam merawat toleransi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan netnografi. Teknik Analisis Media Siber (AMS) digunakan melalui empat level, yakni level ruang media, dokumen media, objek media, dan pengalaman. Sejumlah data diambil dari akun yang digunakan oleh Jaringan Gusdurian, seperti @jaringangusdurian, gusdurian.net, dan gusdurianpeduli.org. Hasil penilitian menunjukkan dalam konteks kehidupan beragama Jaringan Gusdurian mampu menerapkan dan menjaga toleransi sebagaimana yang dilakukan oleh Gus Dur. Sementara, Jaringan Gusdurian di era Covid-19 cukup berperan dalam membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 dengan terjun sebagai gerakan filantropi pada situasi tersebut.
Does Local Government’s Spending Effective in Improving Human Development Index? Study in Underdeveloped Region Siswantoro Siswantoro
Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55480/saluscultura.v3i1.102

Abstract

The purpose of this study was to examine each local government expenditure in the health, education, and economic functions against three indicators forming the Human Development Index (HDI) as a measure to assess community welfare, namely health, education, and economic indicators in 122 underdeveloped regions in Indonesia from 2015-2018 period. The HDI health indicator is measured using Life Expectancy (UHH), the education indicator is represented by School Year Expectation (HLS), and the economic indicator is represented by Population Expenditure per Capita (PPK). In addition, other variables that can affect HDI are included, namely poverty and population growth. The research method used multiple linear regression analysis with the selected model, namely the fixed effect model (FEM). This study used 488-panel data consisting of a combination of 122 cross-sectional data originating from 122 underdeveloped regencies/cities in Indonesia and time series data for 4 years from 2015-2018. The results showed that only local government expenditures in economic function had a positive and significant effect on the HDI economic indicators, namely PPK. If government spending on economic functions increases by 1%, it can increase the expenditure per capita of residents in underdeveloped areas in 2015-2018 by 0.03102%. Meanwhile, local government spending in the health function does not have a significant effect on UHH, and local government spending in the education function does not have a significant effect on HLS. Another result shows that the poverty variable has a negative and significant effect on all HDI indicators in underdeveloped areas.
Creative Industry and Women Writers as Labor in the Platform Economy Zulfa Ruhama; Ary Nilandari
Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55480/saluscultura.v3i1.109

Abstract

Starting from non-commercial, user-generated content, grassroots alternative to the industry-controlled major publishers, web-novel writing in Indonesia has formalized business model and grown bigger with the influx of capital. Very little is known about the mutually shaping relationship of the online creative writing market in Indonesia for women in the wider context of the creative labor debate. This paper will analyze the inception of online writing jobs in Indonesia, before probing the formalization process, taking into account all the associated precarity of informal labor. It then looks into its economic and socio-cultural implications, such as the impact on the formal market and how it can improve employment conditions for creative labor. The findings suggest that writing in the platform economy is typecast as women jobs, with many web novel platforms marketing strategies caters to women audiences. Its further growth and expansion will lead to the empowerment and employment of more women in the platform economy. However, women writer working in platform economy in Indonesia are very vulnerable, with most of them occupying the middle-low payment jobs that require complex skills. The proper regulation establishment from government and education about basic employee rights can improve employment conditions for women writers in platform economy.
Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga dalam Mempercepat Perubahan Perilaku Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan Sabinus Beni
Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55480/saluscultura.v3i2.97

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Teriak Kabupaten Bengkayang sebagai tindak lanjut dari kegiatan pertemuan peningkatan kesejahteraan keluarga (P2K2) pada program keluarga harapan (PKH) yang dilakukan oleh para pendamping sosial sebagai upaya peningkatan perubahan perilaku, apakah dengan dilakukannya kegiatan tersebut sudah menjawab harapan pemerintah dan menjawab tujuan dari adanya program keluarga harapan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah masih banyaknya masyarakat yang berharap mendapat bantuan PKH dan menjadikan bantuan sebagai sesuatu yang harus diterima. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mengevaluasi bagaimana penerapan kegiatan P2K2 dalam mempercepat perubahan perilaku masyarakat yang menjadi KPM PKH. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode kualitatif dengan menggunakan wawancara mendalam serta pengamatan langsung terhadap perilaku warga penerima bantuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya kegiatan P2K2 secara rutin dan konsisten melalui lima modul pertemuan dapat mempercepat perubahan perilaku masyarakat dari yang menganggap bahwa kesejahteraan merupakan tanggung jawab pemerintah, berubah menjadi tanggung jawab setiap masyarakat untuk bekerja keras merubah perilaku. Kesimpulannya, kegiatan P2K2 sangat efektif dalam merubah dan mempercepat perubahan perilaku masyarakat penerima bantuan PKH untuk dapat lebih sejahtera baik dengan ada atau tidaknya bantuan sosial.
Analysing Mental Health Problems among Pregnant Women: A Literature Review Marya Yenita Sitohang
Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55480/saluscultura.v3i2.103

Abstract

This study aims to investigate evidence on perinatal mental health problems in low-middle income countries (LMICs). Pregnancy that changes women’s physical condition may give unexpected mental health burden to women during and after the pregnancy. While prevalence of perinatal mental health problems higher in LMICs than developed countries, exploration of this issue in LMICSs is still limited. Using narrative literature review, this study provides critical analysis on existing literature about perinatal mental health problems. Findings shows the prevalence of perinatal mental health problems in LMICs is quite high with complex risk factors. Risk factors for pregnant women experiencing mental health problems can come from individuals, families, and communities, including biological and social factors. Social factors determine perinatal mental health problems often related to gender. Therefore, this study proposes gender analysis of perinatal mental problems in LMICs and how gender transformative approach can contribute to promote health of mothers, fathers, and children during the perinatal period.
Intervensi Diversifikasi Pangan Lokal dalam Menurunkan Prevalensi Stunting di Kabupaten Batang: Analisis Kajian Politik Keamanan Non-tradisional Hendy Setiawan; Choirunnisa Choirunnisa
Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55480/saluscultura.v3i2.112

Abstract

Data SSGI tahun 2022, dari 58.000 balita di Kabupaten Batang yang diambil sampel, hanya 719 balita atau 1,2% hasilnya meningkat 1%.  Angka ini tentu sangat tinggi melebihi batas toleransi yang diizinkan oleh WHO yakni tidak melebihi batas 20%. Sementara instruksi Presiden Joko Widodo, setiap daerah harus menurunkan stunting dengan batas paling tinggi 14% bahkan bila perlu zero stunting. Masih tingginya angka stunting di Kabupaten Batang sampai saat ini harus membuat Pemerintah Daerah untuk mampu mendayagunakan sumber daya pangan lokal yakni pangan lokal. Selama ini sektor ini cukup diam tidak ada mobilisasi dalam diversifikasi pangan lokal. Padahal ketersediaan pangan lokal di Kabupaten Batang cukup tinggi, mulai dari ubi-ubian, biji-bijain, buah-buahan, hingga ikan laut. Oleh karena itu, ketersediaan pangan lokal yang cukup harusnya dapat dijadikan sebagai sumber daya aktif dalam rangka membangun keamanan manusia demi terciptanya kesehatan pada derajat yang paripurna. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendiskusikan bagaimana diversifikasi pangan lokal dalam mengintervensi kasus stunting melalui pendekatan politik keamanan manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan. Sementara itu, teknik analisis data menggunakan konsep Creswell. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingginya kasus stunting di Kabupaten Batang diakibatkan oleh cara pandang pemerintah setempat yang belum komprehensif akan ketersediaan pangan lokal setempat. Banyaknya sumber pangan lokal belum dioptimalkan pemanfaatannya, salah satunya melalui diversifikasi pangan lokal dalam mengatasi bentuk ketidakamanan manusia ini (stunting). Padahal ketersediaan pangan lokal ini harus dilakukan intervensi dengan cara mengidentifikasi sumber pangan lokal yang kandungannya banyak nutrisi dan gizi, dan selanjutnya digalakkan sebagai gerakan pangan lokal yang beragam di masyarakat.
Keterlibatan Komunitas dalam Pemberdayaan dan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem: Membangun Kesejahteraan Sosial-ekonomi melalui Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Dwi Nugroho
Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55480/saluscultura.v3i2.117

Abstract

Kemiskinan ekstrem menjadi permasalahan di seluruh wilayah Indonesia. Keterbatasan anggaran menyebabkan penyelesaian permasalahan kemiskinan membutuhkan waktu yang cukup lama. Pemberdayaan dari bawah ke atas memungkinkan untuk membangun kemandirian warga negara dan menyelesaikan permasalahan kemiskinan di tingkat akar rumput. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana komunitas pemberdayaan melakukan inovasi dan pemberdayaan masyarakat lokal dalam mengembangkan destinasi wisata desa dan sinergi seperti apa yang dibangun dengan pihak-pihak pemangku kepentingan sehingga dapat mendukung kegiatan pemberdayaan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menemukan bukti fenomena yang terjadi di Desa Rigis Jaya, Lampung Barat. Pertama, pemberdayaan wisata desa dengan inovasi pemberdayaannya membawa perubahan positif dan signifikan terhadap pemerataan pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan ekstrem. Kontribusi masyarakat antara lain meningkatkan kemampuan warga lokal sebagai tuan rumah dan pihak yang bertanggung jawab dalam pengelolaan pariwisata, mendorong pelestarian alam dan budaya sebagai daya tarik wisata, serta mengoptimalkan media sosial yang melibatkan generasi muda sebagai sarana promosi. Sementara itu, komunitas pemberdayaan juga mampu membangun sinergi dengan pemangku kepentingan. Kedua, meski bersifat pasif, namun pemangku kepentingan seperti pemerintah mempunyai peran yang cukup penting dalam mendongkrak popularitas pariwisata dan memperkuat gerakan pemberdayaan melalui kebijakan yang diambil. Pemberdayaan dengan mengoptimalkan potensi lokal, seperti pariwisata, merupakan gerakan yang berdampak pada penyelesaian masalah kemiskinan ekstrem. Pemberdayaan bisa dilakukan di berbagai tempat, oleh semua pihak, dan dengan modal sosial tersedia. Penelitian ini masih dimungkinkan untuk dilanjutkan dengan menggunakan sudut pandang dan kerangka berpikir yang lebih luas.