Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Integrasi Nilai Tradisi Bara’an Melayu Bengkalis Sebagai Sumber Penguatan Karakter Dalam Pembelajaran IPS Piki Setri Pernantah; Mifta Rizka; Bedriati Ibrahim; Amirul Syafiq
Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE) Vol 3, No 2 (2021): JULI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ijsse.v3i2.5939

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk membahas tentang tradisi Bara’an masyarakat Bengkalis dan nilai-nilai karakter yang terkandung dalam ini dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran IPS, khususnya untuk sumber penguatan karakter pada anak didik di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis-deskriptif. Lokasi penelitian berada di Desa Pambang Baru, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Data dikumpulkan dengan cara melakukan studi lapangan, studi literatur, dan wawancara yang kemudian dianalisis sesuai tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Bara'an ini mirip dengan “halal bi halal” yang banyak dilakukan masyarakat Nusantara, tetapi khusus di Bengkalis dilaksanakan dalam bentuk yang berbeda, yakni diawali dengan bersalaman dan saling memaafkan dengan tuan rumah, mencicipi hidangan yang disediakan, pembacaan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW yang disebut dengan “Marhaban” dan di akhiri dengan pembacaan doa selamat oleh seorang imam atau pemimpin rombongan. Nilai-nilai karakter yang muncul dari tradisi bara’an berupa nilai religus, nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas yang direlevankan dengan upaya penguatan karakter oleh pemerintah Indonesia. Nilai-nilai karakter yang telah direkontruksi dari tradisi bara’an dapat diintegrasikan dalam materi pembelajaran IPS dengan desain pembelajaran IPS terpadu tematik berdasarkan topik yang tersedia.
Peran Lembaga Adat Kampar Dalam Mempertahankan Nilai Budaya Lokal Di Kabupaten Kampar Firmansyah Firmansyah; Isjoni Isjoni; Asril Asril; Bedriati Ibrahim
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.386 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i2.4139

Abstract

Lembaga Adat Kampar (LAK) merupakan lembaga yang berkaitan erat dengan usaha pelestarian nilai-nilai budaya daerah, maka lembaga inilah yang memiliki peran besar dalam melestarikan budaya daerah Kampar. Faktanya di Kampar saat ini banyak mengalami perubahan dan pergeseran nilai-nilai budaya dalam masyarakat akibat kemajuan ilmu dan teknologi, yang selanjutnya memberi peluang semakin terabaikannya adat dan budaya Kampar itu sendiri. Bertitik tolak dari hal di atas, dirasakan perlu diketahui dan menarik untuk dilihat lebih jauh, sejauh mana peranan lembaga adat Kampar dalam mempertahankan atau melestarikan budaya lokal, khususnya dalam pelestarian budaya masyarakatnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif kualitatif. Menurut Helaluddin dan Hengki Wijaya (2019) untuk mencapai keabsahan data, berikut tekniknya meliputi uji: uji kredibilitas, keteralihan, kebergantungan, dan kepastian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran Lembaga Adat Kampar Dalam Mempertahankan Nilai Budaya Lokal Di Kabupaten Kampar adalah sebagai berikut: 1) Membangun kerja sama dengan pemerintah Kampar dalam usaha kemajuan Kampar. 2)Mendukung program pemerintah daerah dalam upaya memajukan masyarakat Kampar, dengan tidak meninggalkan nilai-nilai budaya lokal Kampar sebagai identitas masyarakat Kampar. 3)Mengadakan sosialisasi budaya Kampar kepada generasi muda dengan cara mengadakan berbagai macam perlombaan pada acara ulang tahun Kampar seperti perlobaan basiacuong, perlombaan pantun batobo, perlombaan, perlombaan calempong oguong dan lain sebagainya. 4)Adapun upaya lain yang dilakukan Lembaga Adat Kampar adalah dengan mengadakan pelatihan diantaranya yaitu pelatihan prosesi perkawinan adat Kampar, pelatihan rias pengantin dan pelatihan tata cara penyelesaian silang sengketa.
Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Pelajaran Sejarah Melalui Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining di Kelas X IPS 3 SMA Negeri 1 Bantan Wulan Sari; Bedriati Ibrahim; Asil Asil
CHRONOLOGIA Vol 3 No 3 (2022): Chronologia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jhe.v3i3.8848

Abstract

Rendahnya hasil belajar peserta didik kelas X IPS 3 SMA Negeri 1 Bantan disebabkan karena guru hanya sekedar menyampaikan materi pembelajaran tanpa adanya model pembelajaran yang efektif sehingga siswa kurang aktif saat mengikuti proses pembelajaran dan pada akhirnya mengakibatkan rendahnya pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran sejarah. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui aktivitas guru, aktivitas belajar siswa setelah menggunakan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining terhadap hasil belajar pelajaran sejarah Kelas X IPS 3 SMA Negeri 1 Bantan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain penelitian one group pretest-posttest design. Pengambilan sampling penulis menggunakan sampling jenuh, kelas unit yang dipilih kelas X IPS 3 SMA Negeri 1 Bantan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pada observasi siklus I nilai aktivitas siswa adalah 76 dan mengalami peningkatan pada siklus II yaitu 84,6. Dalam hal ini dapat dibuktikan bahwa adanya peningkatan nilai aktivitas belajar siswa dari siklus I dan siklus II yaitu 8,6. Aktivitas guru pada siklus I memperoleh nilai sebesar 62,5% (cukup) dan meningkat pada siklus II menjadi 85,4 % dengan kiteria baik. Sedangkan untuk hasil belajar pada post test siklus I rata-rata ketuntasan diperoleh yaitu 30% sebanyak 9 siswa yang melebihi KKM yang telah ditentukan, pada sisklus II rata-rata ketuntasan post test adalah 86,7% sebanyak 24 siswa nilai nya yang melebihi KKM. Kata Kunci: Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining, Pelajaran Sejarah, Hasil Belajar.
ANALISIS PENGETAHUAN KOMPETENSI PROFESIONAL MAHASISWA CALON GURU SEKOLAH DASAR Syinta Auliaturrahmah; Suroyo Suroyo; Neni Hermita; Jesi Alexander Alim; Bedriati Ibrahim
Tunjuk Ajar: Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jta.v4i2.170-190

Abstract

This study aims to describe and find out how professional competency knowledge of elementary school teacher candidates for PGSD FKIP Riau University students. The research method in this study is a survey method. The type of data used is quantitative data in the form of numbers and primary data obtained through a distributed google form questionnaire. Data collection techniques are carried out by distributing questionnaires or questionnaires that have previously been validated by the validator. The data analysis technique in this research is descriptive quantitative with statistical analysis. The data taken is then calculated the percentage of data from each indicator, then interpret the percentage score and analyze each indicator. This research involved 120 active students of class 2017, 2018, 2019, and 2020 PGSD FKIP Riau University. The results of the overall data recapitulation of each indicator of professional competence knowledge of prospective elementary school teacher students are 68.01% with a good category. It can conclude that the knowledge of the professional competence of prospective elementary school teacher students can be categorized as good. This research can be expected to become a guideline and evaluation for related parties in need. The results of this study are also expected to be used as study material for other researchers in analyzing the professional competence knowledge of prospective elementary school teachers.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MATERI FPB DI SEKOLAH DASAR Nila Safitri; Jesi Alexander Alim; Eddy Noviana; Bedriati Ibrahim; Neni Hermita
Tunjuk Ajar: Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jta.v4i2.118-139

Abstract

This study aims to develop a valid and practical interactive instructional media to teach the GCD in elementary schools. This study is the Research and Development, and the reseachers applied the Plomp model consisting of three phases: preliminary research phase, development phase, dan assessment phase.The developed instructional media was validated by 3 experts consisting of media experts and material experts. To test the practicality, the researchers distributed questionnaires to the teacher and students. The data in this study were collected through interviews, observations, and questionnaires. The collected data were then analyzed quantitatively and qualitatively. The developed instructional media was very valid with an average score of 83.96% and was very practical category with an average score of 87.86% from the students and 96.7% from the teachers. Therefore, the interactive instructional media to teach the GCD can be used by elementary students and teachers.
HUBUNGAN ANTARA MINAT MENJADI GURU SEKOLAH DASAR DENGAN KESIAPAN MENGAJAR MAHASISWA CALON GURU SEKOLAH DASAR Ulyani Lizamil Haqqi; Gustimal Witri; Suroyo Suroyo; Bedriati Ibrahim; Neni Hermita
Tunjuk Ajar: Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jta.v4i2.151-162

Abstract

This study aims to find out the relationship between the interest in becoming an elementary school teacher and the teaching readiness of PGSD FKIP UNRI students. This study uses a quantitative approach with a survey method. This research was conducted at PGSD FKIP UNRI which involved 118 active students of PGSD FKIP UNRI class of 2018. The data collection technique in this study used a questionnaire with a sampling technique, namely total sampling. Total sampling is a sampling technique in which all members of the population are sampled in order to obtain representative research results. The validity test of the questionnaire used the product moment correlation technique, while the reliability test used the Alpha Cronbach formula. As for the prerequisite analysis test, the normality test and linearity test were carried out. Then do the hypothesis testing with the product moment correlation test. The level of significance of the analysis results was set at 5%. This data analysis technique was carried out with the help of the SPSS version 21 program. The results in this study can be concluded that there is a positive and significant relationship between interest in being an elementary school teacher and Teaching Readiness of PGSD FKIP UNRI students class of 2018 which is shown by the results of the correlation coefficient r count (0,506) > r table (0,180).
Problematika Guru Sejarah Dalam Pembelajaran Jarak Jauh (Pjj) Kelas XII SMAN 1 Bantan Tahun Ajarann 2020/2021 Dina Roza; Bedriati Ibrahim; Suroyo Suroyo
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.775 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i3.4723

Abstract

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) merupakan pembelajaran yang dilakukan secara virtual tanpa adanya pertemuan didalam kelas. Pembelajaran jarak jauh merupakan salah satu proses pembelajaran alternatif dimasa pandemi covid-19. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui proses pelaksanaan, probematika, serta upaya yang dilakukan guru sejarah dalam meningkatkan proses pembelajaran Jarak Jauh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara langsung serta dokumentasi. Adapun subjek penelitian ini adalah guru bidang studi pendidikan sejarah dengan teknik analisis dimaulai dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan dalam proses pelaksanaan pembelajaran secara daring guru memanfaatkan media pembelajaran Zoom dan Google Classroom. Selama kegiatan belajar mengajar secara daring tentu terdapat kendala dan hambat yang dialami oleh guru dan peserta didik seperti: 1) keterbatasan sarana dan prasarana 2) guru kesulitan berkomunikasi 4) timbulnya rasa jenuh 5) peserta didik kurang aktif dan berkerja 6) serta longgarnya kedisplinan selama pembelajaran jarak jauh. Keberhasilan kegiatan belajar mengajar secara daring tentu harus ada upaya yang dilakukan dalam menghadapi kendala dan hambatan untuk meningkatkan proses belajar mengajar menjadi lebih baik dan efektif.
Penerapan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray Dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas XI IPS 2 SMAN 2 Pekanbaru Wiwen Indayani; Bedriati Ibrahim; Suroyo Suroyo
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.061 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i3.4748

Abstract

Keaktifan belajar siswa merupakan salah satu unsur dasar yang paling penting bagi keberhasilan proses pembelajaran, didalamnya berisi aktivitas peserta didik melalui berbagai interaksi dan pengalaman belajar di kelas, Guru dituntut agar memiliki kemampuan dalam mengelola pola pengajaran dengan menggunakan atau menerapkan model-model pembelajaran yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui aktivitas guru dengan penggunaan model Two Stay Two Stray dalam pembelajaran sejarah di SMA N 2 Pekanbaru, (2) Untuk mengetahui aktivitas siswa dalam pembelajaran sejarah dengan diterapkannya model pembelajaran Two stay two stray SMA N 2 Pekanbaru, (3) Untuk melihat keaktifan siswa pada mata pelajaran sejarah setelah diterapkannya model pembelajaran Two Stay Two Stray di SMA N 2 Pekanbaru. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah siswa dan siswi kelas XI IPS 2 SMA N 2 Pekanbaru. Teknik analisis data menggunakan lembar observasi siswa, lembar observasi guru, dan lembar observasi keaktifan belajar siswa. Prosedur penelitian ini terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan keaktifan belajar siswa setelah di terapkannya model pembelajaran Two Stay Two Stay, dengan presentase aktivitas belajar siswa pada siklus 1 mencapai 59,23% dan pada siklus 2 aktivitas belajar siswa mencapai 84,37% aktivitas guru siklus 1 68,5% aktivitas guru pada siklus 2 mencapai 92%. Sedangkan keaktifan belajar siswa pada siklus 1 mencapai 40,69% dan siklus 2 mencapai 77,08% dan sudah memenuhi kategori tinggi dengan indikator keberhasilan 75%.
Peranan Teddy S.Supangat Sebagai Pejuang Trikora Irian Barat Tahun 1962-1963 Aldiana Aldiana; Isjoni Isjoni; Bedriati Ibrahim
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.256 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i3.4980

Abstract

Teddy S.Supangat merupakan salah satu tokoh di bidang militer, Tentara Indonesia Angkatan Darat yang beroperasi trikora di Irian Barat tahun 1962-1963. Teddy S.Supangat lahir di Tebing Tinggi, 19 September 1942 dari orangtua yang bernama Sudarmo dan Nasira. Teddy S.Supangat merupakan anak ke dua dari tujuh bersaudara dan mempunyai peranan pada operasi trikora di Irian Barat. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui riwayat hidup Teddy S.Supangat, untuk mengetahui Peranan Teddy S.Supangat dalam operasi trikora Irian Barat, dan untuk mengetahui penghargaan yang pernah diberikan pemerintah kepada Teddy S.Supangat. analisis data menggunakan metode penulisan sejarah yang terdiri dari beberapa bagian yakni: heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil dari penelitian adalah Teddy S.Supangat mengikuti pendidikan di BDI MATAI 13 kota Raja, Aceh. Tahun 1961 Teddy S.Supangat juga mengikuti pendidikan kualifikasi Raider di PLP Air Tawar, Padang. Setelah pulang dari pendidikan Raider tahun 1962 Teddy S.Supangat berangkat ke Irian Barat untuk operasi Trikora. Ia ditigaskan untuk menempati dan melindungi daerah penyanggah (buffer zone). Setelah pulang dari operasi trikora Teddy S.Supangat pension dan pindah ke Pekanbaru. Kemudian bergabung di Organisasi Legiun Veteran RI.
Sejarah Perkembangan Pendidikan Di Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan 1999-2019 Isnaini Umi Sholeha; Bedriati Ibrahim; Asril Asril
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.705 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i3.5015

Abstract

Pemekaran Kecamatan Pangkalan Kuras pada tahun 1999 menyebabkan pembangunan pendidikan berkurang. Pemerintah Kabupaten Pelalawan telah memindahkan wilayah Kecamatan Pangkalan Kuras menjadi tiga wilayah. Setelah pemekaran wilyah perkembangan pendidikan mulai membaik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sejarah, perkembangan dan peran Korordinator Wilayah Bidang Pendidikan dalam proses perkembangan pendidikan di Kecamatan Pangkalan Kuras pada tahun 1999-2019. Jenis metode yang digunakan adalah metode historis. Tehnik pengumpulan data penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi dengan instrumen angket pertanyaan wawancara Hasil dari penelitian ini sejarah pendidikan di Kecamatan Pangkalan Kuras memiliki 42 sekolah sebelum pemekaran wilayah dan sebelum menjadi bagian wilayah Kabupaten Pelalawan. Pendidikan di Kecamatan Pangkalan Kuras berkembang setelah adanya pemekaran wilayah pada tahun 1999 dan sampai tahun 2019 banyak fasilitas pendidikan telah didirikan dikarenakan bertambahnya jumlah penduduk dan kesadaran masyarakat atas pentingnya pendidikan bagi anak mereka. Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Pangkalan Kuras membantu dalam pembangunan dan pengawasan serta pelatihan untuk tenaga pendidik.