cover
Contact Name
Diah Astika
Contact Email
jaf@malahayati.ac.id
Phone
+6285269630720
Journal Mail Official
jurnal.analisfarmasi@gmail.com
Editorial Address
JL. Pramuka No 27 Kemiling Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JAF (Jurnal Analis Farmasi)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2503233X     EISSN : 26567598     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal ini berisikan hasil penelitian di bidang analisa obat, obat tradisional, makanan, minuman, kosmetik. Jurnal ini diharapkan dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan dan masyarakat umum yang ingin mengetahui mengenai informasi mengenai keamanan obat, bahan pangan, kosmetik,serta informasi nilai gizi pangan dan informasi terkait lainnya
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2023)" : 16 Documents clear
PROFIL TATALAKSANA TERAPI PADA PASIEN TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19 DI WILAYAH KOTA BANDAR LAMPUNG Julaiha, Siti; Khoirunnisa, Annisa; Indriyani, Dwi May
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i1.9160

Abstract

COVID-19 saat ini telah menjadi masalah kesehatan dunia. Tingkat penyebaran virus COVID-19 cukup pesat di berbagai negara. Di Indonesia, Kasus terkonfirmasi per 3 desember 2021 sebanyak 4,257,243 kasus. Provinsi Lampung memiliki urutan ke-18 tertinggi di Indonesia dari 34 provinsi dengan jumlah kasus terkonfirmasi yaitu sebanyak 49.721 kasus per tanggal 4 Desember 2021. Saat ini belum terdapat terapi atau pengobatan spesifik untuk COVID-19. Namun, beberapa obat yang potensial telah digunakan walaupun masih dalam status obat uji. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil tatalaksana terapi pada pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di wilayah Kota Bandar Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan dengan memberikan kuesioner melalui google form, kemudian hasil data disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase pasien terkonfirmasi COVID-19 paling banyak adalah pasien dengan derajat ringan (62%), memiliki komorbid (16%). Komorbid terbanyak berupa gangguan imun (42,1%). Sebagian besar pasien melakukan isolasi mandiri di rumah (86%) dan  pengobatan mandiri (55%). Jenis terapi utama terbanyak digunakan berupa multivitamin (73%). Jenis tindakan preventif terbanyak yang dilakukan pasien berupa memakai masker (11,6%), jenis tindakan medis terbanyak yang diterima pasien berupa monitor saturasi oksigen (23,9%). Jenis informasi terbanyak yang didapatkan pasien adalah informasi terkait nama obat (24,6%) dan cara pakai obat (23,3%). 
FORMULASI DAN UJI SIFAT FISIK SEDIAAN LOTION EKSTRAK DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI GLISERIL MONOSTEARAT Sasmita, Aldilla Puteri; Azzahra, Fara
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i1.8676

Abstract

Ekstrak daun alpukat diketahui mengandung senyawa kimia berupa flavonoid yang memiliki aktivitas antibakteri. Untuk memudahkan penggunaan ekstrak daun alpukat sebagai antibakteri maka dibuat sediaan lotion. Tujuan penelitian ini melakukan formulasi dan uji sifat fisik lotion ekstrak daun alpukat dengan variasi konsentrasi basis gliseril monostearat. Ekstrak daun alpukat dibuat dalam sediaan lotion menggunakan basis gliseril monosetarat dengan variasi konsentrasi F1(10%), F2(12,5%), dan F3(15%), kemudian dilakukan pengujian sifar fisik, meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH dan uji diameter sebar. Hasil uji organoleptis dan uji homogenitas dianalisis secara deskriptif, sedangkan uji pH dan diameter sebar dianalisis menggunakan uji One Way Anova yang dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil pengujian organoleptis menunjukkan lotion warna hijau kecoklatan, bau khas, bentuk F1 agak kental, F2 kental, F3 sangat kental. Uji homogenitas menunjukkan F1 homogen, F2 tidak homogen dan F3 homogen. Uji pH menujukkan F1(6,88±0,05) F2(7,08±0,02) F3(7,26±0,05). Uji diameter sebar menunjukkan F1(8,32±0,07cm) F2(7,81±0,06cm) F3(6,30±0,05cm). Pengujian lotion ekstrak daun alpukat F1, F2, dan F3 memenuhi persyaratan pada uji organoleptis, homogenitas, pH dan diameter sebar, sedangkan pada F2 tidak memenuhi syarat pada pengujian homogenitas, serta F3 tidak memenuhi syarat pada uji diameter sebar. 
UJI EFEKTIVITAS ANTIINFLAMASI DALAM SEDIAAN SALEP LIDAH BUAYA (Aloevera L) TERHADAP KELINCI JANTAN (Oryctolagus cuniculus) Falsianingrum, Mupi; Retnaningsih, Agustina; Feladita, Niken
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i1.9915

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas salep antiinflamasi ekstrak lidah buaya (Aloevera L) terhadap kelinci jantan. Perlakuan dilakukan pada tiga kelompok kelinci, setiap kelompok terdiri dari dua ekor kelinci. Kelompok pertama diberikan sediaan salep dengan konsentrasi ekstrak 10%. Kelompok kedua diberikan sediaan salep dengan konsentrasi ekstrak 15% dan kelompok ketiga diberikan sediaan salep dengan konsentrasi ekstrak 20%. Pengolesan dilakukan satu kali sehari dan pengamatan penyembuhan radang dilakukan selama tujuh hari. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, pada sediaan salep dengan konsentrasi ekstrak 20% menunjukan efektivitas penyembuh peradangan terhadap kelinci jantan pada hari ke-4, salep dengan konsentrasi ekstrak 15% menunjukkan efektivitas penyembuh peradangan terhadap kelinci jantan pada hari ke-4 dan ke-5 untuk salep dengan konsentrasi ekstrak 5% menunjukkan efektivitas penyembuh peradangan terhadap kelinci jantan pada hari ke-6. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa sediaan salep ekstrak lidah buaya (Aloevera L) efektif dalam penyembuhan peradangan, sediaan salep yang paling efektif yaitu pada sediaan salep dengan konsentrasi ekstrak 20%.
STABILITAS FISIK LOTION KOMBINASI MAGNESIUM OIL DAN MORINGA SEED OIL (Moringa Oleifera L) Yulyuswarni, Yulyuswarni; Mulatasih, Endah Ratnasari
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i1.8985

Abstract

Defisiensi magnesium dapat mengakibatkan migrain, insomnia, kaki kram, anxiety, aritmia. Pola konsumsi dan life style masyarakat, membuat sulit memenuhi  kebutuhan magnesium hanya dengan suplementasi oral, sehingga dibutuhkan intake magnesium melalui transdermal ataupun intravena. Minyak biji kelor (Moringa Oleifera seed oil) yang kaya nutrisi, mudah diserap kuliat,  memiliki khasiat sebagai anti oksidan, anti aging, anti inflamasi. Lotion kombinasi magnesium oil dan moringa seed oil akan memberikan intake magnesium sekaligus bersifat antioksidan bagi kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas fisik sediaan lotion kombinasi magnesium oil dan moringa seed oil. Stabilitas fisik yang diamati meliputi warna, aroma, tekstur, homogenitas, pH, daya sebar dan penampilan emulsi (kemungkinan terjadinya pemisahan emulsi), mulai hari pertama pembuatan, dibandingkan setelah penyimpanan 30 hari pada suhu kamar (280C ) dan suhu 400C. Hasil evaluasi menunjukkan keseluruhan formula tidak mengalami  perubahan warna, tekstur dan pH tetapi mengalami perubahan aroma, dan terjadinya creaming yang bersifat reversible pada F3
FORMULASI DAN UJI EVALUASI FISIK SEDIAAN LOSIO DARI EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum africanum L.) SEBAGAI PENOLAK NYAMUK Aedes aegypti Nofita, Nofita; Yuliana, Dewi; Angin, Martianus Perangin
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i1.9398

Abstract

Daun kemangi (Ocimum africanum L.) memiliki kandungan metabolit skunder seperti flavonoid, saponin, tanin dan minyak atsiri yang berpotensi sebagai penolak nyamuk Aedes aegypti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak daun kemangi efektif sebagai penolak nyamuk Aedes aegypti yang dibuat menjadi sediaan losio dengan variasi konsentrasi asam stearat yaitu 2%, 3% dan 5%. Ekstraksi daun kemangi menggunakan metode perkolasi dengan pelarut etil asetat. Hasil ekstraksi daun kemangi diperoleh rendemen 6,4%, kemudian diformulasikan menjadi sediaan losio dan di uji evaluasi fisik sediaan. Hasil evalusi sediaan losio ekstrak daun kemangi dari ketiga formulasi memenuhi persyaratan homogenitas, pH, daya sebar dan iritasi. Uji efektivitas sebagai penolak nyamuk Aedes aegypti, formulasi 1 efektif pada jam ke 1 sampai jam ke 5 dengan persyaratan persentase daya tolak nyamuk >80%.. Data yang didapat lalu diuji menggunakan uji Repeated Measures ANOVA diperoleh nilai (sig) 0,000 <0,05 sehingga diketahui adanya pengaruh dari waktu-waktu dan waktu-perlakuan. Kata Kunci : Daun Kemangi (Ocimum africanum L.), losio, repellan, Aedes aegypti.
ANALISIS PENGAWET NATRIUM BENZOAT, NATRIUM METABISULFIT DAN NATRIUM SIKLAMAT PADA SAOS DI PASARAN Nofita Nofita
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i1.9926

Abstract

Saos digunakan masyarakat sebagai bahan pendamping berbagai makanan. Saos dapat ditambahkan pengawet seperti natrium benzoat, natrium metabisulfit dan natrium siklamat. Penggunaan pengawet harus dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku karena dapat merugikan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kandungan natrium benzoat, natrium metabisulfit, dan natrium siklamat pada 10 merek saos kemasan plastik yang beredar di pasar Bandar Lampung. Penetapan kadar natrium benzoat dan natrium siklamat dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis, sedangkan natrium metabisulfit dengan iodimetri. Hasil penelitian ini ditemukan 10 sampel yang positif mengandung pengawet natrium benzoat, dan 1 sampel positif natrium siklamat, dan 4 sampel mengandung natrium metabisulfit. Kadar pengawet yang didapatkan pada 10 sampel tidak melebihi batas kadar yang diperbolehkan pada Peraturan Kepala BPOM RI Nomor 36 Tahun 2013 yaitu 1 mg/kg untuk natrium benzoat, 0-0,07 mg/kg natrium metabisulfit, dan 0-2 mg/kg natrium siklamat.

Page 2 of 2 | Total Record : 16