cover
Contact Name
Setio Dharma
Contact Email
skenoo.jurnal@sttia.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
skenoo.jurnal@sttia.ac.id
Editorial Address
Jl. Johor No. 47, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
ISSN : -     EISSN : 27983048     DOI : https://doi.org/10.55649/skenoo
Teologi: Teologi Sistematika, Pengajaran Tabernakel, Tahbisan, Berita Mempelai. Penelitian Biblikal: Tafsir Perjanjian Lama, Tafsir Perjanjian Baru, Pengembangan Metode Tafsir, Teologi Perjanjian Lama, Teologi Perjanjian Baru. Misi dan Pertumbuhan Gereja: Teologi Penginjilan, Strategi Penginjilan, Misiologi, Pelayanan Lintas Budaya, Pertumbuhan Gereja, Misi Kontekstual, Pembinaan Warga Gereja, Sejarah Gereja. Pastoral: Teologi Pastoral, Pastoral Konseling, . Kepemimpinan: Teologi Kepemimpinan, Etika Kristen atau Gereja, Manajemen Gereja Pendidikan Agama Kristen : Pendidikan Kristiani dalam Keluarga, Sekolah, Gereja dan Masyarakat, Teologi PAK, Strategi Pembelajaran, Manajemen PAK
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 68 Documents
Urgensi Konstruksi Generasi Penerus Bagi Gereja Hengki Irawan Setia Budi
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.182 KB) | DOI: 10.55649/skenoo.v1i2.14

Abstract

Gereja sebagai pencetak spiritualitas jemaat tidak hanya berfokus pada jemaat senior, melainkan untuk semua generasi. Kenyataannya, gereja seringkali abai untuk melakukan penjangkauan, pemberdayaan dan pemaksimalan generasi muda sebagai pilar gereja dimasa akan datang. Gereja masih menganggap bahwa generasi muda dipandang sebagai generasi yang tidak penting, generasi muda yang banyak masalah, memiliki tingkat spiritualitas yang rendah dan tidak bisa diberikan beban tanggung jawab yang lebih. Tujuan penelitian ini adalah mengajak gereja untuk mempersiapkan generasi penerus yang nantinya berguna sebagai penjangkau generasi dibawahnya menuju Kristus. Metode yang dipergunakan adalah pendekatan penelitian pustaka, disertai pengamatan peneliti di lapangan saat melakukan seminar dengan subjek Next Generation. Diperoleh kesimpulan bahwa gereja banyak yang abai tentang hal ini. Peneliti mengusulkan segera melakukan konstruksi menjangkau generasi dengan cara “pemahaman” dan “penerimaan” terhadap generasi dan membuka wadah komunitas dan pemuridan yang sehat dan relevan guna membangun kedewasaan spiritualitas yang baik.
Profesionalitas Guru Pendidikan Agama Kristen di Era Society 5.0 Andrias Pujiono
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.492 KB) | DOI: 10.55649/skenoo.v1i2.15

Abstract

Era Society 5.0 telah terjadi integrasi antara dunia maya dan nyata.  Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah bagaimana pendidikan dilakukan, termasuk praktik Pendidikan Agama Kristen (PAK). Dengan metode studi kepustakaan, penulis menemukan bahwa penggunaan teknologi dalam pembelajaran sudah menjadi kebutuhan. Profesionalitas guru PAK di era ini ditentukan dengan penguasaan kompetensi Abad 21. Guru PAK yang profesional memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, inovatif, kolaboratif dan literasi digital. Salah satu tolok ukur, guru profesional di era 5.0  mampu memanfaatkan berbagai teknologi dalam meningkatkan kualitas proses maupun hasil belajar peserta didik.
Sebuah Refleksi Misi Berdasarkan Pemikiran Abraham Kuyper Kasieli Zebua; Melianus Hura
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.6 KB) | DOI: 10.55649/skenoo.v2i1.20

Abstract

Abraham Kuyper merupakan seorang tokoh gereja Reform yang berkebangsaan Belanda. Pemikiran teologinya telah memberikan pengaruh besar pada jamannya bahkan hingga saat ini, pemikirannya masih terus dilestarikan dalam gereja Tuhan. Etika mandat kultural merupakan upaya dalam merealisasikan bahwa Kristus adalah Raja segala bidang kehidupan. Gereja Tuhan harus mempersembahkan segala sesuatu kepada Allah dalam Kristus Yesus. Yesus adalah Anak Allah yang kekal dan Dialah yang menciptakan segala sesuatu, sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis, yakni analisis historis-teologis dan teks Alkitab, artikel ini berupaya memaparkan pemikiran dan pemahaman dari Kuyper yang meliputi: Kristus, Anugerah Umum (Common Grace), Gereja dan Politik dengan harapan dapat memberikan implikasi pada gereja di Indonesia dalam menjalankan misi. Sehingga gereja menjadi terang dan garam dalam seluruh aspek kehidupan, baik dalam bidang sosial, budaya, seni, politik, ilmu pengetahuan, teknologi, kerohanian, dan sebagainya bagi kemuliaan Kristus.
Dimensi Etis-Teologis Kegagalan Kepemimpinan Raja Saul: Sebuah Antisipasi bagi Pemimpin Kristen Masa Kini Romelus Blegur; Meldaria Manihuruk; Leniwan Darmawati Gea
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.379 KB) | DOI: 10.55649/skenoo.v2i1.22

Abstract

Kepemimpinan merupakan bagian tak terpisahkan dari hidup manusia, dan sejak semula manusia sudah terhubung dengan soal-soal kepemimpinan dengan berbagai persoalannya. Kadang sejarah menyuguhkan kepada kita tentang kisah-kisah sukses seorang pemimpin, tetapi di pihak lain kisah-kisah kegagalan pemimpin pun menjadi perhatian yang tidak kalah penting. Diantara kedua hal tersebut, penelitian ini terfokus pada kegagalan pemimpin yang masih menjadi problem hingga masa kini. Hal tersebut penting karena, dengan memahami seluk-beluk penyebab kegagalan kepemimpinan maka, masalah tersebut dapat diantisipasi dan tidak diulangi lagi pada masa kini dan masa yang akan datang. Diantara sekian banyak kisah-kisah kegagalan, penulis memilih kisah kegagalan Raja Saul sebagai acuannya. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan menggunakan sumber-sumber pustaka yang relevan. Metode ini digunakan untuk membangun wacana intelektual tentang kegagalan kepemimpinan yang mendasari penyimpangan-penyimpangan yang secara umum dilakukan oleh para pemimpin.
Telaah Tabernakel Dalam Perspektif Filosofis Ilmu Arsitektur Ester Widiyaningtyas; Mario Gani
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.707 KB) | DOI: 10.55649/skenoo.v2i1.23

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dan mengetahui perencanaan konsep rancang bangun pembangunan Tabernakel apakah sejalan dengan pemahaman filosofis ilmu arsitektur, dan kaitannya dengan nilai-nilai simbolik yang menjadi pemahaman rohani umat Kristen. Allah menunjuk Musa untuk memimpin pembangunan Tabernakel tersebut. Sudut pandang Tabernakel secara fisik memberikan indikasi penting agar Allah berdiam di tengah umat-Nya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pendekatan analisis deskriptif digunakan untuk menjabarkan konsep Tabernakel dari sumber primer penjelasan Alkitab dan literatur teologis pendukung sebagai sumber sekundernya. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa perencanaan konsep pembangunan Tabernakel merupakan obyek arsitektur yang memiliki karakter dan tujuan yang kuat, nilai-nilai estetika serta simbol-simbol kerohanian, juga berbagai makna yang terkandung di dalamnya, yang bermanfaat bagi umat Kristiani.
Analisis Ulangan 19 : 1-13 “Kota-kota Perlindungan” Janes Sinaga; Daniel Siswanto; Stepanus Pelawi; Max Lucky Tinenti; Juita Lusiana Sinambela
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.854 KB) | DOI: 10.55649/skenoo.v2i1.24

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk menganalisis dan menguraikan mengenai “kota-kota perlindungan” berdasarkan Ulangan 19:1-13.  Teks-teks Perjanjian Lama masih relevan dengan keadaan gereja saat ini. Perlunya melihat dan menemukan makna teologis dari teks-teks tersebut apakah masih berlaku bagi kehidupan saat ini. Pemahaman makna kata dari “kota-kota perlindungan” sebenarnya memiliki kesamaan dengan hukum pidana di Indonesia, khususnya dalam KUHAP mengenai tahanan kota. Perbedaannya terletak pada motivasi dalam melakukan tindakan kriminal dan penggagas dari aturan tersebut. Dalam teks Ulangan 19:1-13, pelaku pembunuhan mendapat perlindungan dalam “kota-kota perlindungan” karena motivasi pembunuhan yang dilakukannya secara tidak sengaja. Jika peraturan mengenai “Rutan” digagas oleh peraturan pemerintah, “kota-kota perlindungan” diprakarsai langsung oleh TUHAN Allah yang menunjukkan bahwa Ia sangat memerhatikan umat-Nya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan data serta menganalisisnya menjadi data yang komprehensif dari berbagai daftar Pustaka buku-buku, Alkitab dan media online. Melalui penelitian ini diharapkan mamahami makna kota perlindungan dalam penerapan masa kini.
Korelasi Tipe Kepribadian Sanguin Terhadap Penginjilan Andriko Andriko; Andrias Pujiono
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.234 KB) | DOI: 10.55649/skenoo.v2i1.28

Abstract

Tipe Kepribadian adalah jenis karakteristik individu yang dapat menggambarkan respon dalam pikiran, perasaan dan tindakan.  Setiap manusia memiliki tipe kepribadian unik, yang dalam fungsinya merupakan dasar dalam berperilaku.  Dengan mengetahui tipe kepribadian jemaat diharapkan mampu diperoleh informasi siapa saja orang yang cenderung melakukan penginjilan. Untuk mengetahui hubungan tipe kepribadian sanguinis terhadap penginjilan maka dilakukan penelitian tentang kedua variabel tersebut. Dengan pendekatan kuantitatif, teknik pengambilan data melalui angket dengan skala Likert, dan pengolahan data menggunakan SPSS diperoleh angka korelasi 0,588. Berdasarkan tabel koefisien korelasi, angka tersebut termasuk dalam kategori sedang. Artinya, adanya korelasi yang cukup kuat antara variabel tipe kepribadian sanguinis (X) dan penginjilan (Y). Sedangkan untuk melihat berapa sumbangan variabel X terhadap Y, dilakukan uji Koefisien determinan dan mendapatkan angka sebesar 34,6%. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa tipe kepribadian sanguinis memiliki peranan penting dalam penginjilan.
Analisis Kritis Mengenai Gerakan Pentakosta Ketiga Pandir Manurung; Ribka Dian Agatha
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.4 KB) | DOI: 10.55649/skenoo.v2i1.29

Abstract

“Pentakosta ke-3” merupakan fenomena yang sedang merebak di kalangan gereja akhir-akhir ini, semangat yang membara dari kalangan gerakan pelopor gerakan “Pentakosta ke-3” membuat gaungnya semakin terdengar keras. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai konsep Pentakosta menurut Kisah Para Rasul 2. Peneliti akan mengkritisi pandangan gerakan tersebut, dasarnya baik secara biblika, sejarah maupun teologis, dengan tujuan untuk melihat apakah yang diajarkan tersebut sesuai dengan kebenaran Alkitab atau tidak. Penelitian ini akan menggunakan metode kajian teologis dengan pendekatan studi kritis teologis. Penelitian ini menemukan adanya kesalahan interpretasi ayat-ayat Alkitab, menilai sejarah dan pendekatan teologi yang digunakan gerakan “Pentakosta ke-3” dalam dasar pemahaman mereka. Oleh sebab itu, penting bagi para pemimpin gereja bahkan bagi semua orang percaya untuk mau dengan kerendahan hati belajar kembali mengenai kebenaran Firman Allah sehingga hal-hal seperti ini tidak terjadi berulang kali dalam gereja.
Studi Eksegesis Ulangan 6:4-9 Bagi Pendidikan Anak Yuni Karlina Panjaitan
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.357 KB) | DOI: 10.55649/skenoo.v2i1.31

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya banyak keluarga yang mengabaikan pendidikan anak sejak dini, kurangnya kesadaran tempat pendidikan yang sesungguhnya sehingga guru dianggap sebagai pemeran utama dalam pendidikan anak. Pendidikan anak mula-mula dalam kitab Ulangan yang dapat menjadi contoh pendidikan anak bagi keluarga Kristen masa kini. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk memaparkan prinsip-prinsip yang digunakan dalam Kitab Ulangan 6:4-9 mengenai pendidikan anak. Adapun metodologi penelitian yang digunakan adalah kualitatif Kajian Pustaka dengan pendekatan Eksegesis. Hasil temuan eksegesis Ulangan 6:4-9 adalah adanya prinsip-prinsip pendidikan anak mula-mula yang diberikan Tuhan kepada Musa, untuk diteruskan kepada generasi ke generasi bangsa Israel yaitu: (1) pendidikan anak yang berpusatkan Allah merupakan wujud kasih kepada Allah. (2) pendidikan anak harus dimulai sedini mungkin. (3) pendidikan anak harus dimulai oleh keluarga. (4) pendidikan anak harus dilakukan secara berulang-ulang. (5) pendidikan anak harus diintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Tinjauan Biblika Mengenai Perkawinan Poligami: Studi Kasus Pernikahan Abraham Dengan Hagar Dalam Kejadian 16:1-16 Dwiyono Dwiyono; Kasieli Zebua
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.5 KB) | DOI: 10.55649/skenoo.v2i2.21

Abstract

Artikel ini ditulis untuk melakukan tinjauan biblika terhadap masalah perkawinan poligami. Kejadian 16:1-16 merupakan narasi tentang perkawinan Abraham dengan Hagar, budak Sara. Namun kisah ini oleh sebagian orang dijadikan sebagai dasar pembenaran bagi pernikahan poligami. Kegiatan penelitian ini termasuk dalam ranah penelitian kualitatif dengan metode Hermeunetik yaitu penafsiran terhadap teks Alkitab yang sedang dibahas. Melalui penelitian ini didapati bahwa pernikahan Abraham dan Hagar adalah murni atas inisiatif Sara bukan atas perintah Allah. Allah tidak merancang pernikahan poligami, jadi ini tidak dapat dijadikan pembenaran bagi pernikahan poligami. Sebab fakta menunjukkan bahwa pernikahan poligami menimbulkan konflik yang besar dalam keluarga Abraham dan Sara. Kehadiran Hagar dan kemudian Ismael telah menimbulkan berbagai problem hingga mereka diusir menjadi pengembara di padang gurun Bersyeba.