cover
Contact Name
Setio Dharma
Contact Email
skenoo.jurnal@sttia.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
skenoo.jurnal@sttia.ac.id
Editorial Address
Jl. Johor No. 47, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
ISSN : -     EISSN : 27983048     DOI : https://doi.org/10.55649/skenoo
Teologi: Teologi Sistematika, Pengajaran Tabernakel, Tahbisan, Berita Mempelai. Penelitian Biblikal: Tafsir Perjanjian Lama, Tafsir Perjanjian Baru, Pengembangan Metode Tafsir, Teologi Perjanjian Lama, Teologi Perjanjian Baru. Misi dan Pertumbuhan Gereja: Teologi Penginjilan, Strategi Penginjilan, Misiologi, Pelayanan Lintas Budaya, Pertumbuhan Gereja, Misi Kontekstual, Pembinaan Warga Gereja, Sejarah Gereja. Pastoral: Teologi Pastoral, Pastoral Konseling, . Kepemimpinan: Teologi Kepemimpinan, Etika Kristen atau Gereja, Manajemen Gereja Pendidikan Agama Kristen : Pendidikan Kristiani dalam Keluarga, Sekolah, Gereja dan Masyarakat, Teologi PAK, Strategi Pembelajaran, Manajemen PAK
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 68 Documents
Nilai Hospitalitas Budaya Raputallang Sebagai Upaya Gereja Dalam Moderasi Beragama Pada Relasi Islam-Kristen di Toraja Alvary Exan Rerung
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.232 KB) | DOI: 10.55649/skenoo.v2i2.34

Abstract

Tulisan ini fokus berbicara tentang memelihara kerukunan dan mencegah kekerasan dalam relasi antara agama Islam dan Kristen di Toraja. Toraja belum pernah mencatat terjadinya konflik antaragama dan menyebabkan tindakan kekerasan di daerahnya. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa dengan adanya suasana politik, ekonomi, dan keadaan sosial juga bisa memantik terjadinya konflik di Toraja kapan saja. Itulah sebabnya, daerah Toraja, secara khusus Gereja harus aktif berfungsi dalam melihat potensi masalah tersebut. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi pustaka, tulisan ini menawarkan sikap hospitalitas Kristen yang diambil dari budaya raputallang. Raputallang memberikan setidaknya empat hal penting yang berkenaan dengan sikap hospitalitas Kristen, antara lain, sebagai simbol penyelesaian masalah, intropeksi diri, penguat relasi, dan simbol kontrol sosial. Keempat ini mengandung sikap keramahtamahan seperti saling menolong, mengingatkan, keterbukaan, lemah-lembut, saling menerima dan tidak membeda-bedakan antara satu dengan yang lainnya. Hal ini tentu bisa menjadi tameng dalam menjaga kerukunan dan menghindari kekerasan beragama di Toraja.
Gereja dan Kaum Termarginalkan: Suatu Tinjauan Biblika Berdasar Kitab Keluaran 22:21-27 Franky Franky
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344 KB) | DOI: 10.55649/skenoo.v2i2.35

Abstract

Ketimpangan sosial merupakan realitas permasalahan hidup yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya ketimpangan hidup, kesetaraan hidup berusaha dikaburkan dan sebaliknya perbedaan ekonomi, sosial dan ras ditonjolkan secara tajam serta membiarkan perbedaan tersebut berkeliaran di luar arena kesetaraan. Hal ini menimbulkan penolakan antar sesama manusia dan bukannya saling merangkul satu dengan yang lainnya. Menanggapi permasalahan ini, keberadaan gereja di tengah dunia sebagai mandataris Tuhan, dituntut untuk dapat meresponinya. Gereja dapat menunjukkan sikap yang benar terhadap kaum termarginalkan serta memahami dampak yang diakibatkan apabila bertindak sewenang-wenang terhadap kelompok tersebut di tengah kehidupan bersama berdasar Keluaran 22:21-27. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan penekanan pada kajian pustaka. Teknik pengumpulan data menggunakan metode penelitian pustaka dan hermeneutika alkitabiah melalui analisis naratif. Pada akhirnya, gereja perlu memaknai perutusannya ke dunia untuk mengerjakan tugas panggilannya dalam meresponi perintah Tuhan dengan setia. Serta mewujudkan kasih kepada sesama terkhusus bagi mereka yang dianggap termarginalkan di tengah masyarakat.
Retraksi: Mengurai Problematika Manajemen Pendidikan Kristen Berbasis Paralelitas Teori Motivasi: Herzeberg dan Abraham Maslow Jhonnedy Kolang Nauli Simatupang
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1267.213 KB) | DOI: 10.55649/skenoo.v2i2.36

Abstract

Artikel ini dikembalikan kepada penulis karena terjadi double publish.
Menilik Efektivitas Konseling Pranikah Terhadap Pencegahan Disharmoni Dalam Rumah Tangga Kristen Romelus Blegur; Leniwan Darmawati Gea
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.694 KB) | DOI: 10.55649/skenoo.v2i2.37

Abstract

Artikel ini difokuskan pada persoalan disharmoni rumah tangga Kristen yang rentan terjadi, serta upaya pencegahannya melalui konseling pranikah. Sejauh ini gereja telah melaksanakan konseling pranikah untuk mempersiapkan pasangan yang akan memasuki kehidupan rumah tangga, namun berdampingan dengan itu kasus ketidakharmonisan keluarga pun terus mengalami peningkatan. Berdasarkan keadaan tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menilik efektivitas konseling pranikah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif guna menggambarkan fenomena terkait topik penelitian tersebut. Fenomena tersebut diperoleh melalui sumber-sumber literatur, karena itu menggunakan kajian Pustaka dengan acuan kepada buku dan artikel jurnal. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa konseling pranikah efektif bagi pencegahan disharmoni rumah tangga Kristen, sebab melaluinya pasangan Kristen dibimbing untuk masuk dalam kehidupan rumah tangga dengan dasar yang kokoh sesuai dengan kehendak Allah.
Model Pembelajaran Orang Dewasa di Era Masyarakat 5.0 Marthen Mau; Saenom Saenom; Ina Martha; Gundari Ginting; Samuel Sirait
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.768 KB) | DOI: 10.55649/skenoo.v2i2.38

Abstract

Model pembelajaran merupakan suatu studi pendekatan yang dipilih bagi pembelajaran orang dewasa, baik lewat pendidikan formal maupun informal. Alasan orang dewasa mengikuti pembelajaran karena orang dewasa memiliki animo yang tinggi untuk mengetahui sesuatu pengetahuan yang belum diketahui, meningkatkan kompetensi, kualifikasi, dan menerima motivasi eksternal untuk memperbaiki dirinya agar ke depan semakin melakukan perubahan peningkatan kinerjasitas. Tujuan orang dewasa mengikuti proses pembelajaran ialah untuk meningkatkan perilaku, pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman; serta mengembangkan pengalaman hidup menuju ke arah kehidupan yang semakin baik. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan menjadi pilihan dalam penulisan artikel ini. Hasil penelitian ialah orang dewasa harus terus-menerus belajar dengan menggunakan berbagai model pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan kompetensi, kualifikasi, dan mendapatkan pengalaman hidup dari pendidik dan sumber-sumber belajar supaya bersaing secara sehat di era masyarakat 5.0.
Peran Gaya Komunikasi Orang Tua Dalam Membentuk Kompetensi Sosial Anak Renita Yuliani; Andrias Pujiono
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.516 KB) | DOI: 10.55649/skenoo.v2i2.39

Abstract

Komunikasi merupakan hal penting dalam kehidupan manusia, baik itu di lingkungan keluarga, sekolah, dan di tengah masyarakat. Keluarga merupakan suatu lembaga pertama dan utama untuk menanamkan berbagai kompetensi kepada anak, termasuk kemampuan berkomunikasi. Di tengah keluarga, orang tua menjadi role model bagi kehidupan anak, sehingga bagaimana cara komunikasi orang tua dapat berpengaruh pada kompetensi sosial anak. Dalam penelitian ini penulis ingin meneliti tentang peran gaya komunikasi orang tua terhadap kompetensi sosial anak. Penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan studi kepustakaan, yang meneliti berbagai sumber tertulis yang relevan dengan judul di atas. Penelitian penulis memilih dan memilah berbagai sumber yang relevan untuk mengetahui peran komunikasi orang tua terhadap kompetensi sosial anak. Dari hasil penelitian ini penulis menemukan bahwa gaya komunikasi orang tua memiliki peran penting terhadap kompetensi sosial anak.
Kajian Teologis Konsep Kenosis dan Implikasinya Terhadap Penempatan Pendeta di Gereja Toraja Mamasa Meriani Bintoen
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 3 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v3i1.42

Abstract

Para pendeta dalam lingkup pelayanan Gereja Toraja Mamasa (GTM) kemungkinan besar memiliki rasa khawatir ketika dimutasi ke tempat yang lebih sederhana. Hal ini dikarenakan sebagian besar tempat pelayanan GTM berada di daerah pelosok. Berdasarkan hal tersebut, artikel ini berupaya membahas bagaimana implikasi konsep kenosis terhadap penempatan pendeta di GTM. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan studi pustaka. Hasil penelitian menyatakan bahwa teologi kenosis berimplikasi terhadap penempatan Pendeta di GTM. Pertama, setiap pendeta perlu menyadari bahwa kenosis Kristus menjadi teladan bagi setiap pelayan Tuhan. Kedua, ketaatan kepada Sinode yang memiliki otoritas memutasi pendeta di tempat yang lain adalah wujud kenosis. Ketiga, kenosis mengajarkan sikap rendah hati dalam menerima penempatan dan berusaha menyesuaikan diri dengan hal-hal yang ada di tempat pelayanan yang baru. Keempat, kenosis juga mengajarkan sikap penyangkalan diri untuk siap menerima segala situasi, termasuk kesederhanaan tempat pelayanan.
Mencegah Konflik Dalam Gereja Dengan Penerapan Prinsip-prinsip Pelayanan Berdasarkan Analisis Teologis Efesus 4:11-16 Juwita Georgina Menanga; Alvary Exan Rerung
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 3 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v3i1.43

Abstract

Realitas sebuah komunitas seperti gereja tentu tidak akan terlepas dari yang namanya sebuah konflik. Gereja diisi oleh orang-orang yang memiliki latar belakang kehidupan berbeda-beda yang menjadi pemicu utama terciptanya sebuah konflik dalam sebuah komunitas. Melihat realitas masalah tersebut, tulisan ini dengan menggunakan metode kualitatif dan studi pustaka berdasarkan analisis teologis Efesus 4:11-16. Teks ini berisi dua hal penting bisa dijadikan dasar rekonsiliasi konflik di gereja: Pertama: Paulus menasihati jemaat yang ada di Efesus agar memiliki kesatuan iman. Kesatuan iman di sini harus dibaca sebagai sebuah kesetaraan dan tidak dibeda-bedakan. Tidak ada yang harus dilupakan, semua orang harus diperlengkapi, dibangun, dinasehati, karena satu dalam sebuah persekutuan. Kedua: Paulus mengatakan bahwa ketika jemaat di Efesus telah mencapai kesatuan iman, maka jemaat telah memperoleh kedewasaan penuh di dalam Kristus. Kedewasaan iman ini akan membuat jemaat untuk terus melangkah maju dengan terus mengedepankan kesatuan komunitas dan menghindari hal-hal yang akan memicu konflik.
Penerapan Kepemimpinan Karismatik Dalam Meningkatkan Spiritualitas Pemuda GPSDI Jemaat Gratia Pattengko Kecamatan Tomoni Timur Yudit Akka; Orin Devisa
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 3 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v3i1.44

Abstract

Pemuda adalah generasi dan masa depan gereja. Di pundak pemuda diberi tanggung jawab besar atas panggilan Tuhan sebagai generasi Kristen. Dalam spiritualitas ibadah pemuda di GPSDI Jemaat Gratia Pattengko, sebagian pemuda kurang terlibat aktif dalam pelayanan ibadah di gereja dan pemuda hanya mementingkan kepentingan diri sendiri. Oleh karena itu pemuda perlu memiliki iman yang teguh, sehingga tidak mudah terpengaruh  diombang ambingkan oleh berbagai ajaran dan berupa halangan yang dapat membawa kehidupan tidak sesuai dengan iman Kristen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penarapan kepemimpinan karismatik dalam meningkatkan spiritualitas ibadah pemuda. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam meningkatkan spiritualitas ibadah pemuda adalah dengan mengarahkan pemuda untuk tetap berdoa, membangun relasi dengan Tuhan, mengadakan pendekatan, membangun komunikasi dengan baik, serta melakukan bimbingan konseling bagi pemuda.
Tugas Orang Kristen Menghadapi Perubahan Zaman: Refleksi Teologis dari Injil Matius Ruat Diana; Thia Monika; Jois Efendi; Afgrita Fendy Christiawan
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 3 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v3i1.47

Abstract

Perubahan dan perkembangan zaman memiliki pengaruh yang bersifat positif maupun negatif bagi pola pikir manusia, termasuk orang Kristen. Artikel ini bertujuan memaparkan tugas orang Kristen dalam menghadapi perubahan zaman berdasarkan refleksi teologis dari Injil Matius. Metode penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan hermeneutik Alkitab. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa untuk menghadapi perubahan zaman, orang percaya diperlengkapi dengan pokok-pokok iman dan dilatih untuk melayani. Orang percaya diberi tugas untuk menjadi penjala manusia sehingga dapat menjadikan segala bangsa murid Kristus. Orang percaya dijadikan garam dan terang bagi dunia. Orang percaya yang telah diampuni di dalam Yesus Kristus harus memiliki perspektif bahwa kasih dapat memberikan tujuan hidup yang abadi. Kasih mestinya menjadi bagian paling utama yang harus dipraktekan. Selain itu, orang Kristen perlu hikmat Tuhan dan diikuti dengan keteladanan hidup yang benar. Oleh sebab itu setiap orang percaya harus menyadari identitas dirinya sendiri dalam menyikapi transformasi yang terjadi dalam masyarakat.