cover
Contact Name
Setio Dharma
Contact Email
skenoo.jurnal@sttia.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
skenoo.jurnal@sttia.ac.id
Editorial Address
Jl. Johor No. 47, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
ISSN : -     EISSN : 27983048     DOI : https://doi.org/10.55649/skenoo
Teologi: Teologi Sistematika, Pengajaran Tabernakel, Tahbisan, Berita Mempelai. Penelitian Biblikal: Tafsir Perjanjian Lama, Tafsir Perjanjian Baru, Pengembangan Metode Tafsir, Teologi Perjanjian Lama, Teologi Perjanjian Baru. Misi dan Pertumbuhan Gereja: Teologi Penginjilan, Strategi Penginjilan, Misiologi, Pelayanan Lintas Budaya, Pertumbuhan Gereja, Misi Kontekstual, Pembinaan Warga Gereja, Sejarah Gereja. Pastoral: Teologi Pastoral, Pastoral Konseling, . Kepemimpinan: Teologi Kepemimpinan, Etika Kristen atau Gereja, Manajemen Gereja Pendidikan Agama Kristen : Pendidikan Kristiani dalam Keluarga, Sekolah, Gereja dan Masyarakat, Teologi PAK, Strategi Pembelajaran, Manajemen PAK
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 68 Documents
Tantangan Pendidikan Kristen di Tengah Kehadiran Gereja dan Solusinya Bagi Sekolah Menengah Atas Gabriel Dhandi; Yusak Tanasyah; Sutrisno
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 3 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v3i1.51

Abstract

Kehadiran gereja yang beragam di Indonesia merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi orang percaya. Tetapi hal ini juga dapat menjadi suatu kendala atau tantangan bagi pendidikan Kristen di sekolah. Salah satu pertanyaan perihal doktrinal, aliran sinode mana yang digunakan dalam pendidikan Kristen di sekolah? Bentuk liturgi mana yang akan dipakai saat mengajar pendidikan Kristen di sekolah? Dari sudut pola pengajaran, pola mana yang dipakai? Pola vertikal (evangelical church) atau pola horizontal (ekumenical church)? Karena itu tujuan dari penelitian ini disusun untuk menunjukkan solusi bagi pendidikan Kristen yaitu untuk mencapai tujuan dasar dari pendidikan Kristen tetap berjalan dan tercapai, sekalipun berada di tengah-tengah doktrin dan aliran gereja yang beragam. Metode kualitatif dengan pendekatan literature research, digunakan dalam penelitian ini. Kesimpulan yang didapatkan, pelaksanaan pendidikan Kristen di sekolah harus dengan tujuan dan motivasi yang benar, bersifat terbuka, dapat menerima semua perbedaan  dan keanekaragaman gereja agar tercapai kesatuan dan keesaan gereja di Indonesia.
Prinsip Integritas Guru Pendidikan Agama Kristen Menurut 1 Timotius 4:16 Bimo Setyo Utomo
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 3 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v3i1.52

Abstract

Guru pendidikan agama Kristen yang memiliki integritas tinggi akan memperlihatkan karakteristik seperti jujur, adil, bertanggung jawab, disiplin, rendah hati, dan sabar dalam mentransformasi hidup siswa. Dalam perkembangannya perlu diakui bahwa integritas guru pendidikan agama Kristen dapat terpengaruh oleh beberapa faktor seperti ketidakjujuran, pengabaian tugas, kurangnya komitmen pada ajaran agama Kristen, serta tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai spiritual dan moral yang diajarkan. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk menemukan prinsip integritas guru pendidikan agama Kristen menurut 1 Timotius 4:16. Penelitian ini merupakan kajian pustaka dari teks 1 Timotius 4:16 dengan pendekatan leksikal dan gramatikal yang dielaborasi untuk dijadikan sebuah prinsip integritas yang harus dimiliki oleh guru pendidikan agama Kristen. Hasil penelitian ini mencakup tiga prinsip, yaitu: integritas dalam memperhatikan cara hidup, integritas dalam memperhatikan ajaran, dan integritas dalam mengerjakan keselamatan bagi orang lain.
Perspektif Kristosentris Terhadap Perabotan dan Perkakas Tabernakel: Suatu Makna Rohani Bagi Orang Percaya Paulus Budiono; Setio Dharma Kusuma; Sri Ayu Dyah Utami; Edi Sugianto; Sion Saputra
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 3 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v3i1.56

Abstract

Penyataan Tabernakel yang cukup mendominasi dalam Alkitab menunjukkan pentingnya studi perihal Tabernakel. Pembahasan akademis literatur bahasa Indonesia tentang Tabernakel masih sangat sedikit dibandingkan dengan pembahasan secara praktika khotbah. Penyataan Allah ini perlu dipahami gereja dalam menghidupi kehendak Tuhan. Tabernakel memberikan suatu gambaran keselamatan Allah dalam Yesus Kristus. Karena itu, artikel ini bertujuan untuk membahas perabotan dan perkakas Tabernakel dari perspektif Kristosentris sebagai pembelajaran rohani bagi orang percaya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan kajian pustaka teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Allah melalui Tabernakel menyatakan diri-Nya dan diam di tengah-tengah umat-Nya. Pelayanan dalam Tabernakel merupakan gambar bayang keselamatan yang dikerjakan-Nya dalam Yesus Kristus. Ketiga belas perabotan dan perkakas yang ada di dalam Tabernakel memiliki makna rohani masing-masing yang menunjuk pada Yesus Kristus (Kristosentris). Orang percaya perlu menghidupi makna rohani yang dinyatakan. Sementara itu, penelitian lebih lanjut tentang Tabernakel perlu dilakukan guna pemahaman yang semakin progresif & komprehensif.
Titik Temu Teologi Paulus dan Yakobus Mengenai Pembenaran Hanya Melalui Iman Yuni Karlina Panjaitan; Exsanti Marani; Daud Balang
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 3 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v3i2.41

Abstract

Ungkapan Paulus dalam surat Roma 3:28 dan ungkapan Yakobus dalam Yakobus 2:24 mengenai konsep pembenaran melalui iman dikesankan bersifat kontradiksi. Hal tersebut berdampak pada aplikasi praktis dari kehidupan orang percaya. Artikel ini bertujuan untuk melihat bagaimana titik temu teologi Paulus dan Yakobus mengenai konsep pembenaran hanya melalui Iman. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif teologis kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua ajaran tersebut saling meneguhkan. Paulus dalam surat Roma menegaskkan bahwa pembenaran sepenuhnya adalah anugerah dari Allah di dalam Yesus Kristus dan hanya diterima melalui iman. Sedangkan Yakobus dalam suratnya menyatakan bahwa orang percaya harus menunjukkan imannya melalui perbuatan pengamalan iman. Titik temu dari ajaran tersebut adalah konsep tetang anugerah keselamatan (pembenaran) hanya melalui iman di dalam Yesus Kristus, dan selanjutnya dinyatakan di dalam perbuatan pengalaman iman yang mengasihi Allah dan sesama manusia.
Peranan Konseling Behavior dalam Menangani Dampak Adiksi dari Game Online Ester Widiyaningtyas; Clive Johday Welan; Dony Wijaya
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 3 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v3i2.45

Abstract

Adiksi game online menjadi marak terjadi dikalangan anak-anak kecil sampai dewasa. Bermain game online memang memiliki beberapa dampak positif seperti meningkatkan konsentrasi, meningkatkan kemampuan dalam berbahasa Inggris, mengembangkan daya berpikir, menghibur, dan mendapatkan teman baru. Namun terdapat dampak negatifnya yaitu: kecanduan, menurunkan kebugaran tubuh, sulit berkonsentrasi saat proses belajar, menurunnya motivasi belajar, merusak mata dan berkurangnya sosialisasi. Hal ini mengakibatkan munculnya masalah dalam pendidikan di sekolah karena anak-anak menjadi tidak bertanggungjawab terhadap tugas dan tidak fokus di pembelajaran. Konseling behavior diharapkan dapat menyelesaikan masalah ini. Teknik konseling behavior yang paling baik untuk masalah perilaku ini adalah covert sensitization karena konseli harus memikirkan dampak negatif dari tingkah laku yang sudah dilakukannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif karena penelitian ini merupakan studi literature review. Melalui penelitian ini diharapkan dapat melihat konseling seperti apa yang dapat diberikan kepada anak-anak yang adiksi game online.
Pengaruh Metode Active Learning dalam Pengajaran Alkitab terhadap Pemahaman Anak Kelas Pratama di GMIT Jemaat Efata Rote Ndao Mersi Langga; Yuni Karlina Panjaitan
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 3 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v3i2.55

Abstract

Gereja berperan membimbing dan memberikan pengajaran dasar Firman Allah kepada generasi penerus. Namun hal tersebut terkadang terlalaikan karena metode yang digunakan guru belum efektif di dalam mengajarkan Firman Allah kepada anak-anak. Hal ini terjadi di pelayanan sekolah minggu Gereja Masehi Injil di Timor (GMIT) Jemaat Efata Rote Ndao. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi pengaruh metode active learning dalam pengajaran Alkitab terhadap pemahaman anak kelas pratama di GMIT Jemaat Efata Rote. Metode yang digunakan adalah penelitian survei yang bersifat kuantitatif non eskperimental, bersifat korelasional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode Active Learning dalam pengajaran Alkitab yang kreatif memiliki signifikansi pengaruh yang baik sehingga dapat meningkatkan pemahaman akan Firman Tuhan di anak sekolah minggu kelas pratama GMIT Jemaat Efata Rote. Dengan demikian, metode active learning dapat menjadi sebuah referensi bagi gereja dalam mengajarkan firman Tuhan kepada anak-anak sekolah minggu sehingga bertumbuh dalam iman sesuai dengan kehendak Allah.
Kajian Prinsip-prinsip Penggembalaan yang Efektif dalam Yohanes 10:1-21 dan Implikasinya pada Keberadaan Jemaat Modern Ronaldinno Zet Ronaldinno Zet
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 3 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v3i2.58

Abstract

Penggembalaan dalam konteks jemaat modern menjadi semakin penting dalam mengembangkan komunitas yang sehat dan memenuhi kebutuhan spiritual anggota jemaat. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji prinsip-prinsip penggembalaan yang ditemukan dalam Yohanes 10:1-21 dan menganalisis implikasinya pada keberadaan jemaat modern. Integrasi antara hasil analisis eksposisi dan temuan dari studi pustaka memberikan landasan yang kokoh untuk mengembangkan pemahaman yang lebih luas tentang penggembalaan yang efektif dan relevansinya bagi keberadaan jemaat modern. Dengan mengaitkan prinsip-prinsip penggembalaan yang ditemukan dalam Yohanes 10:1-21 dengan konteks keberadaan jemaat modern, artikel ini menyoroti pentingnya membangun hubungan yang penuh kasih, memberikan perhatian yang tulus, dan memperjuangkan kebutuhan spiritual anggota jemaat. Implikasi dari kajian ini dapat menginspirasi langkah-langkah konkret dalam memperkuat penggembalaan yang efektif dan melayani jemaat dengan lebih baik, sesuai dengan panggilan penggembalaan yang Kristus teladankan.
Dinamika Tantangan Iman Generasi Muda Masa Kini dan Strategi Pastoral untuk Mendorong Pertumbuhan Kerohanian Risky Rannu; Ririn Novita Sari
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 3 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v3i2.62

Abstract

Salah satu isu pastoral yang tampak dalam kehidupan bergereja saat ini adalah banyaknya tantangan yang dihadapi oleh generasi muda, seperti tantangan mencari jadi diri, gagal menemukan identitas diri sebagai pemuda Kristen, bahkan hilangnya gairah terlibat dalam persekutuan. Tantangan ini membuat generasi muda menghindarkan diri dari persekutuan gereja, dan tidak jarang menghambat pertumbuhan kerohanian. Menyikapi isu tersebut, maka gereja harus melaksanakan pelayanan pastoral yang efektif sebagai upaya menolong pemuda dalam menghadapi berbagai tantangan iman dan membawa pada pertumbuhan/kedewasaan rohani penuh dalam Yesus. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan penelitian pustaka melalui pengumpulan data berupa buku literatur dan karya tulis ilmiah terkait dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan pastoral bagi generasi muda menjadi pelayanan yang penting untuk membangun relasi dan pengenalan yang baik akan Allah. Namun gereja kadangkala gagal, hal ini  karena kurangnya pemahaman tentang kehidupan generasi muda secara holistik.
Pengaruh Ibadah Online terhadap Ketertarikan Beribadah Pasca Pandemi di Kalangan Kaum Muda GPT Kristus Gembala Surabaya Evendy Tobing; Clive Johday Welan; Mario Gani; Yusuf Agus Sugiantoro
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 3 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v3i2.65

Abstract

Ibadah dalam agama apapun selalu dinyatakan dalam bentuk pertemuan umat pada tempat ibadah tertentu. Demikian juga agama Kristen memiliki kebiasaan pertemuan ibadah semenjak  gereja awal. Namun pandemi Covid-19 merubah segalanya. Sejarah mencatat, manusia dilarang berkumpul untuk mencegah tersebarnya wabah penyakit tersebut. Pemerintah memberlakukan protokol kesehatan dengan ketat dan menghimbau pertemuan ibadah dialihkan secara online. Ibadah hanya diikuti melalui siaran youtube ataupun media sosial lainnya. Setelah berjalan lebih dari 1 tahun, metode ibadah online ini menjadi kebiasaan baru, dimana umat merasakan beberapa manfaat positifnya, yaitu kemudahan dan efisiensi waktu. Namun dampak negatifnya, yang diduga mempengaruhi ketertarikan umat untuk kembali beribadah di gereja pasca pandemi. Penelitian ini akan membuktikan dampak tersebut di kalangan kaum muda GPT. Kristus Gembala, Surabaya dengan menggunakan metode kuantitatif yang didukung dengan data dari kuesioner yang disebarkan ke komunitas tersebut. Hasilnya, dugaan tersebut tidak terbukti. Fasilitas ibadah online tidak mengurangi minat kaum muda untuk kembali beribadah secara onsite.
Figur Gembala Sidang sebagai Cerminan bagi Pendidikan Karakter Jemaat dan Implikasi Praktisnya Ronald Nersada Eryono Aulu; Romelus Blegur; Leniwan Darmawati Gea; Stephanie Selan; Dinar Br Karo
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 3 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v3i2.71

Abstract

Gembala sidang adalah figur yang khusus karena ia berpartisipasi dalam karya penggembalaan yang dimulai oleh Allah. Hal tersebut sekaligus menekankan bahwa posisi serta tugas gembala sangat istimewa. Melalui gembala, jemaat dapat hidup sebagaimana mestinya sebagai jemaat Allah. Figur gembala merupakan cerminan hidup yang diharapkan di tengah jemaat, namun realitas mempertontonkan kehadiran gembala tidak turut menghadirkan kompetensi spiritual yang seharusnya menjadi paket lengkap dari kehadirannya. Beberapa gembala kehilangan fungsi teologisnya karena penyalahgunaan keuangan, terjerumus dalam tindakan asusila dengan jemaat, hedonis dan sumber konflik, menjadi faktor penyebab. Penelitian ini bertujuan mengemukakan pentingnya figur gembala sebagai teladan yang dapat mendidik karakter jemaat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kepustakaan dengan menggunakan sumber-sumber berupa buku dan artikel jurnal. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa sebagai figur bagi jemaat, gembala harus menghamba dalam hidup dan pelayanan, berintegritas, serta menjadi penjaga kawanan domba.