cover
Contact Name
Setio Dharma
Contact Email
skenoo.jurnal@sttia.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
skenoo.jurnal@sttia.ac.id
Editorial Address
Jl. Johor No. 47, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
ISSN : -     EISSN : 27983048     DOI : https://doi.org/10.55649/skenoo
Teologi: Teologi Sistematika, Pengajaran Tabernakel, Tahbisan, Berita Mempelai. Penelitian Biblikal: Tafsir Perjanjian Lama, Tafsir Perjanjian Baru, Pengembangan Metode Tafsir, Teologi Perjanjian Lama, Teologi Perjanjian Baru. Misi dan Pertumbuhan Gereja: Teologi Penginjilan, Strategi Penginjilan, Misiologi, Pelayanan Lintas Budaya, Pertumbuhan Gereja, Misi Kontekstual, Pembinaan Warga Gereja, Sejarah Gereja. Pastoral: Teologi Pastoral, Pastoral Konseling, . Kepemimpinan: Teologi Kepemimpinan, Etika Kristen atau Gereja, Manajemen Gereja Pendidikan Agama Kristen : Pendidikan Kristiani dalam Keluarga, Sekolah, Gereja dan Masyarakat, Teologi PAK, Strategi Pembelajaran, Manajemen PAK
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 68 Documents
Transformasi Kurikulum Pendidikan Agama Kristen: Kompetensi Guru PAK pada Implementasi Kurikulum Merdeka Berbasis Digital Frimsi Wohon; Ristan Rakim; Eva Wahyuni; Anita Grays Freidelien Pantow; Hermin Ranting
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v5i1.155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran kompetensi guru PAK dalam penerapan Kurikulum Merdeka berbasis digital melalui studi literatur yang menganalisis kompetensi guru, perubahan kurikulum, dan integrasi teknologi dalam pembelajaran. Tulisan ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa kompetensi guru PAK mencakup aspek pedagogis, profesional, sosial, dan pribadi yang mendukung efektivitas pembelajaran digital. Selain itu, guru berperan penting dalam membimbing siswa untuk memahami serta mengaplikasikan nilai-nilai Kristen dalam kehidupan sehari-hari, meskipun menggunakan media digital. Selanjutnya, blended learning dipakai untuk mengimplementasikan pada kurikulum merdeka. Kendala utama dalam implementasi kurikulum ini meliputi keterbatasan infrastruktur teknologi dan kesenjangan dalam pelatihan guru. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi digital guru PAK serta penyediaan dukungan teknis yang memadai menjadi faktor utama dalam keberhasilan penerapan Kurikulum Merdeka berbasis digital dalam pendidikan agama Kristen.
Menggagas Kepemimpinan Model “Recovil” Terhadap Hambatan Menjalankan Praktik Gereja Sehat Hengki irawan Setia Budi; Samuel Sirait
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v5i2.141

Abstract

Dalam menjalankan kepemimpinan Kristen memiliki makna penting dalam mencapai sebuah kondisi Gereja yang sehat. Kendatipun dihadapkan banyak tantangan tersendiri, tidak jarang Gereja mengalami kegagalan paling utama adalah konflik berkepanjangan sampai terjadi perpecahan, kejatuhan dalam integritas menjadikan ini menjadi isu yang pelik. Penelitian ini bertujuan menawarkan model RECOVIL sebagai model yang bisa diadaptasi dan sebagai bahan renungan kepemimpinan, dengan harapan pemimpin dengan sadar mengetahui celah kelemahan dan perbaikannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka. Adapun hasil temuan adalah kepemimpinan Kristen akan mampu merefleksikan diri melalui metode RECOVIL (Regeneration-Evangelism-Conflict-One Man Show-Vision-Integrity-Leadership) serta mampu mengantisipasi hal-hal negatif yang kelak menghambat pertumbuhan gereja yang sehat.
Apakah Allah Pilih Kasih? Memahami Frasa “Aku mengasihi Engkau Yakub tetapi Membenci Esau” dalam Maleakhi 1:2-3 Serepina Yoshika Hasibuan; Ardi Irwanto Nuban; Seprianus Tuka
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v5i2.142

Abstract

Pemaknaan tentang “namun Aku mengasihi Yakub tetapi membenci Esau” dalam Maleakhi 1:2-3 acapkali disalahartikan oleh beberapa orang dengan anggapan bahwa Allah pilih kasih. Artikel ini bertujuan untuk menjawab isu tersebut dengan pertanyaan retorik apakah benar Allah pilih kasih? Ulasan frasa tersebut akan diteliti mulai dari kisah langsungnya tentang Esau dan Yakub hingga konteks Maleakhi. Dengan melakukan penelitian kualitatif deskriptif melalui pendekatan studi pustaka, peneliti menelusuri buku-buku dan artikel jurnal dan secara spesifik menggunakan analisis konteks sejarah dan sastra untuk menjawab isu tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genre kitab Maleakhi adalah nubuat dan konteks ucapan Maleakhi perlu dipahami dengan baik berdasarkan pesan nubuatannya sehingga frasa tersebut adalah bagian dari nubuatan terhadap Edom yang telah berbuat jahat dan melanggar perintah Tuhan bukan menyudutkan Esau secara personal. Pemakaian kata “Yakub” dan “Esau” merupakan gaya sastra majas pars pro toto yang menyebutkan sebagian untuk menunjukkan keseluruhan objeknya. Selain itu kata ‘benci’ dipahami dalam konteks kekejian Tuhan terhadap dosa bukan terhadap pribadi (bdk.Mal. 2:16).
Penyaliban Yesus dalam Perspektif Biblika dan Historiografi Non-Kristen: Sebuah Kajian Kritis Yakup Hariyanto; Yunita Karolina Panjaitan
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v5i2.161

Abstract

Penyaliban Yesus menjadi perdebatan teologis yang tidak kunjung selesai hingga saat ini. Para polemikus Islam menyanggah bahwa Yesus tidak mati disalib. Semua teks Alkitab dan naskah sejarah tentang penyaliban Yesus telah ditolak pihak Islam. Karya ilmiah ini bertujuan untuk memberikan penjelasan secara Biblika dan historika serta mengcounter isu sumbang tentang penyaliban Yesus dari agama lain. Metode yang digunakan ialah kualitatif yang berpusat pada kajian kepustakaan. Sehingga, semua data dapat dilacak dan dilihat dari kepustakaan yang ada. Dari penelitian karya ilmiah ini ditemukan bahwa penyaliban Yesus dapat dilacak kebenarannya melalui Alkitab, data-data sejarah dan pembuktian medis. Kajian pada teks Alkitab tentang penyaliban Yesus merupakan salah satu bukti yang tidak dapat dibantah kebenarannya. Kajian teks Biblika, catatan para sejarawan dan bukti catatan medis terkait penyaliban Yesus ini, benar-benar telah menjadi sebuah kebenaran yang tidak dapat diragukan dan dibantah kebenarannya. Sejarawan dan catatan medis telah merekam kebenaran tersebut berdasarkan kajian yang bersifat objektif, tanpa membawa sebuah keyakinan agama tertentu.
Rekonstruksi Pela Gandong dalam Teologi Sosial dan Pendidikan Agama Kristen Berbasis Kearifan Lokal untuk Perdamaian Amirrudin Zalukhu
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v5i2.162

Abstract

Pela Gandong merupakan kearifan lokal masyarakat Maluku yang berperan sebagai mekanisme sosial dalam membangun persaudaraan dan rekonsiliasi antar komunitas. Penelitian ini merekonstruksi Pela Gandong sebagai paradigma teologi sosial dalam manajemen konflik serta mengintegrasikannya dalam model Pendidikan Agama Kristen   berbasis kearifan lokal. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode studi literatur, observasi, dan analisis fenomenologi untuk memahami bagaimana nilai-nilai Pela Gandong dapat diterapkan dalam Pendidikan Agama Kristen guna memperkuat perdamaian berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pela Gandong selaras dengan nilai-nilai teologi sosial Kristen, terutama dalam membangun harmoni sosial, pengampunan, dan solidaritas. Dengan merancang kurikulum yang mengakomodasi prinsip Pela Gandong, Pendidikan Agama Kristen dapat menjadi lebih kontekstual dan relevan dalam masyarakat multikultural. Model ini berimplikasi pada penguatan karakter inklusif peserta didik serta menawarkan prinsip-prinsip dalam pengembangan studi teologi sosial dan pendidikan agama. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pengintegrasian Pela Gandong dalam sistem Pendidikan Agama Kristen untuk membangun masyarakat yang lebih damai dan harmonis.
“Kota yang Kuat”: Resiprokal Unsur-unsur Pembentukan Karakter mengenai Strata Sosial (Paralelisme Kitab Amsal 10:15 dan 18:11) Farel Yosua Sualang; Aska Aprilano Pattinaja
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v5i2.165

Abstract

Kitab Amsal banyak mengungkapkan suatu paralelisme antara topik dari satu ayat kepada ayat lainnya pada lingkup kumpulan-kumpulan Amsal 10-29. Tidak terkecuali paralelisme antara Amsal 10:15 dan 18:11 yang membahas tentang gambaran “kota yang kuat” pada konteks kekayaan dan kemiskinan. Sejauh ini para penafsir telah menemukan bahwa interpretasi paralelisme Amsal 10:15 dan 18:11 berfokus pada interpretasi teologis, pengalaman individu, persepsi budaya, respon emosional, pola penalaran, tetapi tidak berintegrasi kepada unsur-unsur pembentukan karakter. Oleh sebab itu, dengan penggunaan metode kualitiatif dengan sub interpretative design sastra hikmat yang secara khusus mengamati terjemahan teks, strktur paralelisme dan gaya bahasa kiasan, penelitian ini menemukan bahwa gambaran “kota yang kuat” dalam Amsal 10:15 dan 18:11 dapat diintegrasikan pada unsur-unsur pembentukan karakter yaitu evaluasi karakter, konsistensi pada perilaku hikmat dan pengambilan keputusan. Kontribusi riset ini dapat memberikan suatu hubungan bijak dan etika sosial antara orang kaya dan orang miskin sebagai suatu peradaban etis dalam lingkungan komunitas masyarakat.
Teologi Trauma: Hubungan Tuhan, Resiliensi, dan Solidaritas Otniel Aurelius Nole
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v5i2.166

Abstract

Trauma merupakan isu penting yang terus mendapat perhatian karena tetap menjadi bagian nyata dalam pengalaman hidup manusia sehingga memiliki signifikansi dalam ranah akademis. Kendati demikian, trauma dalam perspektif teologis masih minim untuk dianalisis secara ilmiah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengintroduksi teologi trauma melalui analisis hubungan antara Tuhan, resiliensi, dan solidaritas. Melalui studi reviu literatur, peneliti menegaskan bahwa Tuhan adalah sumber pertolongan manusia yang memberikan daya bagi manusia untuk bangkit dan bertahan hidup. Tuhan senantiasa mencurahkan kasih-Nya kepada manusia agar mereka tetap menerima anugerah dengan menggerakkan partisipasi pertolongan insan lain. Kasih tersebut memampukan mereka untuk memperoleh kekuatan dan membangun kemampuan untuk melewati masa-masa sulit menuju pemulihan demi kesehatan dan kesejahteraan. Kontribusinya ialah memperkuat diskursus teologis mengenai trauma.
Dari Logos ke Like: Interseksi Teologi Komunikasi dan Budaya Media Sosial Elkria Juanta
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v5i2.185

Abstract

Artikel ini mengkaji hubungan antara konsep teologis Logos dan budaya media sosial kontemporer. Dengan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dan analisis hermeneutis, penelitian ini menelaah bagaimana pesan iman yang mendalam ditransformasikan dalam komunikasi digital yang instan dan visual. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial mengubah penyampaian pesan keagamaan dari formal dan panjang menjadi ringkas dan mudah diakses, sehingga membuka peluang misiologis baru. Namun, budaya yang berorientasi pada Like dan viralitas ini juga berisiko mereduksi kedalaman teologis, memfragmentasi makna, dan mengkomodifikasi iman. Terjadi ketegangan fundamental antara Logos sebagai komunikasi inkarnasional yang transformatif dan logika digital yang dangkal. Dalam penelitian ini mendapatkan bahwa perlunya pengembangan teologi komunikasi yang etis dan relevan, yang mampu menghadirkan pesan Injil secara otentik tanpa kehilangan substansi spiritualnya di era digital.