cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 42 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1" : 42 Documents clear
AKTIVITAS HERBISIDA CAMPURAN GLIFOSAT DAN 2,4 D DALAM MENGENDALIKAN GULMA DEANELLA SP Mita, Rusmita; Sarbino, Sarbino; Suswanto, Iman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.73085

Abstract

Gulma merupakan salah satu masalah utama dalam budidaya perkebunan, salah satunya gulma dianella yang menjadi permasalahan di lahan perkebunan kelapa sawit milik PT. Bumi Pratama Khatulistiwa. Gulma deanella ini tergolong gulma yang sulit untuk dikendalikan pengendalian gulma deanella menggunakan  herbisida tunggul tidak efektif, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengendalikan gulma Denaella  menggunakan herbisida campuran glifosat dan 2,4-D. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas herbisida campuran dengan bahan aktif glifosat dan 2,4 - D terhadap gulma Deanella sp, serta sifat campuran herbisida tersebut antagonis atau tidak antagonis dalam mengendalikan gulma Deanella sp. Penelitian ini telah dilaksanakan kurang lebih 3 bulan dari bulan Januari sampai April di Lahan Praktikum dan Laboratorium Hama Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 7 perlakuan, 5 ulangan. Variabel yang diamati yaitu gejala keracunan dan bobot kering deanlla setelah aplikasi herbisida. Hasil penelitian menunjukkan herbisida campuran berbahan aktif glifosat + 2,4-D menunjukkan nilai indeks  kombinasi sebesar 0,99 (IK ≤ 1) sehingga herbisida campuran bersifat tidak antagonis
PENGARUH MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN ANAKAN NEPENTHES MIRABILIS Wahyuni, Rini; Listiawati, Agustina; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.72378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan media tanam terbaik untuk pertumbuhan anakan Nepenthes mirabilis. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Nanga Mahap, Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau dengan ketinggian tempat 10-1000 m di atas permukaan laut dan berlangsung pada tanggal Januari "“ Maret 2023 atau selama 4 bulan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan faktor perlakuan yaitu kombinasi media tanam (P) yang terdiri dari 8 tingkat perlakuan dan 4 ulangan, setiap ulangan terdiri dari 3 sampel tanaman sehingga jumlah keseluruhan tanaman yaitu 96 polibag. Kombinasi media tanam yang dimaksud adalah A : Tanah gambut, B : Tanah gambut + Pupuk kotoran ayam 1 : 1 (v:v), C : Tanah gambut + Arang sekam 1:1 (v:v), D : Tanah gambut + Pupuk kotoran ayam + Arang sekam 1:1:1 (v:v), E : Tanah aluvial, F : Tanah aluvial + Pupuk kotoran ayam 1:1 (v:v), G : Tanah aluvial + Arang sekam 1:1 (v :v) dan H : Tanah aluvial + Pupuk kotoran ayam + Arang sekam 1:1:1 (v:v). Variabel pengamatan meliputi: pengamatan persentase tanaman yang hidup (%), pertambahan tinggi tanaman (cm), pertambahan jumlah daun (helai) dan pertambahan jumlah kantong yang terbentuk pertanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam Tanah gambut + Pupuk kotoran ayam + Arang sekam 1:1:1 merupakan media tanam terbaik terhadap pertumbuhan anakan Nepenthes mirabilis dan semua media variabel tinggi tanaman 12 MST, pertambahan jumlah daun 4-16 MST, dan pertambahan jumlah kantong 4 dan 16 MST bisa menggantikan tanah gambut.
PERAN KEABSTRAKLOMPOK TANI TERHADAP PRODUKTIVITAS PADI SAWAH DI DESA PAUH KECAMATAN SOMPAK KABUPATEN LANDAK (THE ROLE OF FARMER GROUP ON RICE PRODUCTIVITY IN PAUH VILLAGE, SOMPAK DISTRICT LANDAK DISTRICT) Bayo, Oktovorus; Suyatno, Adi; Fitrianti, Wanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.69935

Abstract

Kelompok Tani adalah kumpulan manusia yang merupakan kesatuan beridentitas dengan adat istiadat dalam sistem norma yang mengatur pola-pola, dan mengatur interaksi antara manusia. Peraturan menteri pertanian, nomor : 273/Kpts/OT.160/4/2007, tentang pembinaan kelembagaan petani bahwasanya kelompok tani mempunyai pengertian sebagai kumpulan petani, peternak, perkebunan yang dibentuk atas dasar kesamaan kondisi lingkungan (sosial, ekonomi, sumber daya) dan keakraban untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha anggota. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk Menganalisis peran kelompok tani tehadap produktivitas padi sawah di Desa Pauh Kecamatan Sompak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dilakukan dengan metode survey. Tingkat peranan kelompok tani diukur dengan menggunakan 3 indikator yang diperoleh dari tingkat kemampuan kelompok tani untuk pembinaan kelompok tani. Tingkat kemampuan kelompok diukur dengan 3 tolak ukur. Penggunaan tiga indikator kemampuan untuk mengukur tingkat peranan kelompok tani tersebut menggunakan metode Likert, yaitu menjabarkan ketiga Indikator tersebut menjadi beberapa item pertanyaan yang telah disusun dalam kuisioner dan setiap item pertanyaan diberikan skor sesuai dengan pilihan responden.     Peran kelompok tani tani tergolong berperan yaitu dengan persentase 60% atau 20 orang petani yang memilih bahwa kelompok tani berperan dalam produktivitas usahatani para petani, dengan demikian terdapat hubungan yang signifikan antara peranan anggta kelompok tani dengan produktivitas petani padi sawah di Desa Pauh. Tingkat produktivitas usahatani di kelompok tani tergolong sedang yaitu pada kriteria sedang dengan dengan rata rata produtivitas 1.455 kg/ha dengan persentase 60% yang berjumlah 20 orang petani.Kata Kunci: Kelompok Tani, Produktivitas, Padi Sawah
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH TERHADAP PEMBERIAN PGPR DAN PUPUK PHOSPAT DI TANAH ALUVIAL Silalahi, Cipta Weldi; Budi, Setia; Asnawati, Asnawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.67196

Abstract

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) adalah salah satu tanaman penghasil biji-bijian yang merupakan tanaman pangan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi karena kandungan gizinya terutama protein dan lemak yang tinggi. Produksi kacang tanah dapat dikatakan masih rendah dalam skala nasional, oleh sebab itu perlu peningkatan produksi kacang tanah dengan program intensifikasi dan ekstensifikasi. Ekstensifikasi yang dilakukan dengan memanfaatkan tanah aluvial sebagai media tumbuh tanaman kacang tanah. Tanah aluvial umumnya memiliki kendala seperti liat cukup tinggi, aerasi kurang baik dan daya ikat air yang rendah. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menambahkan PGPR dan pupuk Phospat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi dari pemberian PGPR dan pupuk Phospat dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah pada tanah aluvial. Penelitian ini dimulai dari 01 September sampai 04 Desember 2021 di Desa Kalimas Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama pemberian Konsentrasi PGPR terdiri dari 3 taraf yaitu a1 = 10 ml/L, a2 = 20 ml/L, a3 = 30 ml/L, dan faktor kedua yaitu pemberian dosis pupuk Phospat terdiri dari 3 taraf yaitu b1 = 125 kg/ha, b2 = 250 kg/ha, b3 = 375 kg/ha. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong per tanaman, berat biji kering per tanaman, berat 100 biji, dan berat biji kering per petak. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pemberian kombinasi PGPR dan SP-36 dosis 20 ml/l + 125 kg/ha adalah dosis yang paling efektif dalam penelitian ini.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI RAWIT TERHADAP PEMBERIAN RED MUD DAN PUPUK NPK PADA TANAH GAMBUT Tambunan, Deva Julianty; Hadijah, Siti; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.63705

Abstract

Cabai rawit merupakan tanaman hortikultura yang buahnya dimanfaatkan untuk keperluan aneka pangan. Produksi cabai rawit di Kalimantan Barat masih di bawah produksi nasional dengan produktivitas rata-rata Indonesia 6,59 ton/ha, oleh karena itu, produksi cabai di Kalimantan Barat perlu ditingkatkan agar dapat memenuhi kebutuhan pasar. Usaha untuk meningkatkan produktivitas cabai dapat dilakukan dengan melalui intensifikasi pada lahan yang potensial, salah satunya pada lahan gambut dengan memperbaiki kualitas tanah/lahan dengan pemberian red mud serta pemupukan NPK.   Penelitian ini bertujuan untuk mendapat dosis interaksi terbaik dari pemberian red mud dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit pada tanah gambut. Metode rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman. Faktor pertama adalah pemberian red mud yang terdiri dari 3 taraf yaitu: a1 = red mud dosis 16 ton/ha, a2 = red mud dosis 18 ton/ha, a3 = red mud dosis 20, dan faktor kedua adalah pemberian pupuk NPK dengan 3 taraf perlakuan yaitu: b1 = pupuk NPK 200 Kg/ha, b2 = pupuk NPK 250 Kg/ha dan b3 =pupuk NPK 300 Kg/ha. Pelaksanaan penelitian meliputi: persiapan tempat penelitian, penyiapan media, semai dan persemaian, persiapan media tanam, penanaman, pemupukan NPK, pemeliharaan tanaman dan pemanenan. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Tinggi Tanaman (cm), Volume Akar (cm3), Berat Kering Tanaman (g), Jumlah Buah Per Tanaman (buah) dan Berat Buah Per Tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antar red mud dan pupuk NPK, perlakuan faktor tunggal red mud dengan dosis 20 ton/ha dan pupuk NPK 300 kg/ha merupakan dosis terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil cabai rawit pada tanah gambut.
BIOLOGI REPRODUKSI IKAN SWANGGI (PRIACANTHUS TAYENUS) YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PEMANGKAT KABUPATEN SAMBAS KALIMANTAN BARAT Sylviandari, Irsa; Mulyadi, Ahmad; Rahayu, Sri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.69971

Abstract

Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pemangkat di Kabupaten Sambas merupakan salah satu sentra kegiatan perikanan tangkap di Kalimantan Barat. PPN Pemangkat berperan dalam pengembangan usaha perikanan tangkap. Salah satu jenis ikan yang didaratkan di PPN Pemangkat yaitu ikan swanggi (Priacanthus tayenus) merupakan salah satu jenis ikan demersal dan biasanya terdapat di daerah karang atau terumbu karang dengan karakteristik khusus berwarna merah muda, memiliki mata besar dan pada sirip perutnya terdapat bintik berwarna ungu kehitam-hitaman. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui biologi reproduksi ikan swanggi meliputi rasio kelamin, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, dan fekunditas. Penelitian dilakukan selama 2 bulan, Pengambilan sampel ikan dan penentuan kapal menggunakan purposive random sampling. Hasil tangkapan ikan swanggi (Priacanthus tayenus) yang diperoleh selama penelitian sebanyak 127 ekor, terdiri dari 66 ekor ikan jantan dan 61 ekor ikan betina. Tingkat kematangan gonad ikan swanggi jantan dan betina di lokasi penelitian diperoleh TKG I-V. Nilai indeks kematangan gonad ikan jantan keseluruhan berkisar antara 0.15-4.62% lebih kecil jika dibandingkan dengan nilai keseluruhan indeks kematangan gonad ikan betina berkisar antara 0.23-8.20%. Hasil penelitian fekunditas total ikan swanggi secara keseluruhan berkisar antara 9780-23127 butir telur dengan rata-rata 14482.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG DAUN TERHADAP PEMBERIAN KOMPOS ECENG GONDOK DAN UREA PADA TANAH ALUVIAL Rohim, Mulyadi; Surachman, Surachman; Gusmayanti, Evi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70024

Abstract

Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam memperbaiki tanah aluvial untuk budidaya tanaman adalah pemberian kompos eceng gondok sebagai amelioran dan pemberian urea sebagai perbaikan hara tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi dan mendapatkan dosis interaksi kompos eceng gondok dan urea yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura dimulai dari Maret - Mei 2023. Penelitian menggunakan rancangan Faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari dua faktor, yaitu dosis kompos eceng gongok (k) dan dosis pupuk urea (n). masing-masing factor terdiri dari tiga taraf dan pada setiap kombinasi perlakuan terdapat empat tanaman sampel, sehingga terdapat 108 tanaman. Perlakuan kompos eceng gondok yaitu k₁ = 40 ton/ha, kâ‚‚ = 50 ton/ha, dan k₃ = 60 ton/ha, sedangkan dosis urea terdiri dari n₁ = 150kg/ha, nâ‚‚ = 200kg/ha, dan n₃ = 250kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi pemberian kompos eceng gondok dan urea terhadap pertumbuhan bawang daun pada tanah aluvial. Hasil penelitian menunjukan tidak ditemukan dosis interaksi antara kompos eceng gondok dan urea terhadap pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah aluvial, namun interaksi kompos eceng gondok dosis 50 ton/ha setara dengan 150 g/polybag dan urea 150 kg/ha setara dengan 0,75 g/tanaman sudah efektif untuk pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah aluvial.  
PENGARUH KOMBINASI PUPUK NPK DAN AZOTOBACTER TERHADAP KETERSEDIAAN UNSUR N, P, K DAN HASIL TANAMAN SORGUM BIOGUMA PADA TANAH ALUVIAL Maulana, Muhammad Kharis; Suswati, Denah; Hazriani, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70924

Abstract

Tanaman sorgum (Sorghum bicolor {L} Moench.) adalah tanaman asli dari wilayah tropis dan subtropis. . Pemanfaatan tanah aluvial sebagai media tumbuh tanaman dihadapkan pada berbagai kendala, yaitu sifat fisika, kimia dan biologi yang tidak mendukung untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk NPK dan bakteri Azotobacter terhadap ketersediaan unsur hara N, P, K dan hasil tanaman sorgum bioguma pada tanah aluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua Faktorial dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan sehingga terdapat 24 perlakuan. Pemberian perlakuan kombinasi (P1A1) menghasilkan hasil yang sebanding dengan penggunaan pupuk (P3A0). Terdapat peningkatan pada parameter pH tanah sebesar 8,96%, karbon organik tanah sebesar 6,76%, kalium tanah sebesar 10,71%, diameter tanaman sebesar 1,01%, tinggi tanaman sebesar 4,75%, panjang malai sebesar 6,61%, serta berat basah biji per malai sebesar 16,93%. Sementara itu, terdapat penurunan pada parameter N-total tanah sebesar 1,33%, P-tersedia tanah sebesar 22,58%, dan bobot 100 biji/tanaman sebesar 0,60%.
Pengaruh Pemberian Berbagai Jenis Bokashi dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Pada Tanah PMK Kristina, Yayuk; Radian, Radian; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.71379

Abstract

Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu komoditas pangan utama terpenting setelah padi. Upaya untuk meningkatkan produksi jagung di Kalimantan Barat dapat dilakukan dengan menggunakan tanah podsolik merah kuning sebagai media tanam. Pemberian bahan organik berupa bokashi bertujuan untuk memperbaiki kondisi tanah yang perlu dibarengi dengan penggunaan pupuk NPK. Tujuan penelitian yaitu mengetahui interaksi antara beberapa jenis bokashi dan pupuk NPK, mendapatkan jenis bokashi yang dapat memberikan pengaruh terbaik dan mendapatkan dosis pupuk NPK yang dapat memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung di tanah PMK. Penelitian dilakukan di lahan milik kelompok tani di Jalan Sekayok, Kelurahan Sebalo, Kabupaten Bengkayang pada bulan Oktober 2022 sampai dengan Februari 2023. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah jenis bokashi yang terdiri dari 3 taraf yaitu k1= bokashi limbah pasar 10 ton/ha setara 5 kg/petak, k2=bokashi eceng gondok 10 ton/ha setara 5 kg/petak, dan k3=bokashi sekam padi 10 ton/ha setara 5 kg/petak. Faktor kedua adalah pupuk NPK yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu n1=150 kg/ha setara 75 g/petak, n2= 300 kg/ha setara 150 g/petak, dan n3= 450 kg/ha setara 225 g/petak. Variabel pengamatan terdiri dari tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, diameter tongkol, panjang tongkol, jumlah baris biji per tongkol, dan berat kering biji per petak. Berdasarkan hasil penelitian tidak terjadi interaksi antara pemberian jenis bokashi dengan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung di tanah PMK serta tidak ditemukan jenis terbaik pada perlakuan bokashi dan dosis pupuk NPK, namun pemberian dosis pupuk NPK 450 kg/ha memberikan hasil tertinggi pada jumlah daun jagung.  
PENGARUH KOMBINASI LUMPUR LAUT DAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG PADA TANAH PASIR PANTAI Rusdiyanto, Rusdiyanto Rusdiyanto; Maulidi, Maulidi; Suswati, Denah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.68701

Abstract

Lahan pasir pantai tidak dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan pertanian karena minim bahan organik, unsur hara, sukar mengikat air dan perubahan suhu drastis. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemanfaatan lahan pasir pantai, untuk kegiatan pertanian dengan menganalisis dosis kombinasi lumpur laut dan pupuk kandang sapi yang sesuai terhadap pertumbuhan dan hasil budidaya pertanian. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sebagai metode perlakuan tanaman dengan parameter pengamatan yaitu 1) Tinggi, 2) Diameter batang, 3) Jumlah daun, 4) Panjang Tongkol, 5) Diameter tongkol, 6) Jumlah biji pertongkol, 7) Berat pipil pertongkol dan 8) Berat serratus biji pertongkol. Data hasil pengamatan diuji menggunakan Uji F guna mengukur tingkat pengaruh perlakuan terhadap tanaman. Hasil penelitian menunjukkan pemberian kombinasi lumpur laut dosis 1000 g/polybag dan pupuk kandang sapi dosis 1.500 g/polybag masing-masing untuk hasil jagung pada tanah pasir pantai secara signifikan dapat meningkatkan diameter tongkol, panjang tongkol, jumlah biji, berat pipilan dan berat per 100 biji pertongkol. Namun tidak dapat meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman, diameter batang tanaman dan jumlah daun tanaman secara signifikan.