cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 38 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2: Agustus 2015" : 38 Documents clear
ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP BUAH JERUK SIAM PONTIANAK (Citrus microcarpa) DI KECAMATAN NGABANG KABUPATEN LANDAK Januarti, Dwi; Dolorosa, Eva; Imelda, Imelda
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap buah jeruk siam Pontianak (Citrus microcarpa) berdasarkan atribut rasa buah, ukuran buah dan warna kulit buah. Responden diambil pada 10 (sepuluh) lokasi pemasaran buah jeruk siam Pontianak (Citrus microcarpa) di Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak dengan jumlah sebanyak 75 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling dan dianalisis dengan analisis konjoin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang menjadi preferensi konsumen terhadap buah jeruk siam Pontianak (Citrus microcarpa) adalah buah dengan rasa yang manis sedikit asam, berukuran grade B dan berwarna kulit kuning kehijauan. Nilai tingkat kepentingan relatif preferensi konsumen terhadap buah jeruk siam Pontianak secara berturut-turut adalah atribut rasa buah, warna kulit buah dan ukuran buah.   Kata Kunci: Jeruk siam Pontianak, Analisis Konjoin, Preferensi Konsumen, Atribut Produk   ANALYSIS OF CONSUMER PREFERENCE FOR CITRUS FRUIT “SIAM PONTIANAK” (Citrus microcarpa) By Dwi Januarti1, Eva Dolorosa1, Imelda1 1)Agribussiness Department of Agriculture Faculty,University of Tanjungpura     The main aim of this study was to investigate consumer preferences for extrinsic attributes of citrus fruit siam Pontianak (Citrus microcarpa), based on attributes of the flavours, size and color of citrus peel. A sample of 75 consumers of citrus fruit “Siam Pontianak” was recruited in Ngabang Sub District Landak Regency. Conjoint analysis were applied to analyse data. Results show that the most preferred products for the consumer sample as a whole were a citrus fruit with a sweet taste slightly sour, grade B sized and peel colored of greenish yellow, while  the relative importance of each attribute were the fruit flavours, color of citrus peel and size of the fruit. Keywords: Citrus “Siam Pontianak”, Conjoint Analysis, Consumer Preferences, Product Attribute.
PEMANFAATAN LUMPUR LAUT TERHADAP KETERSEDIAAN UNSUR HARA N, P, DAN K UNTUK BUDIDAYA TANAMAN JAGUNG PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Subhi Subhi; Denah Suswati; Rini Hazriani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i2.11128

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian lumpur laut terhadap ketersediaan unsur hara N, P dan K untuk budidaya tanaman jagung pada tanah Podsolik Merah Kuning (PMK). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor perlakuan yaitu faktor pemberian lumpur laut (L) terdiri 8 taraf perlakuan yaitu L0 (tanpa lumpur laut), L1 (60 g/polibag), L2 (120 g/polibag), L3 (180 g/polibag), L4 (240 g/polibag), L5 (300 g/polibag), L­6 (360 g/polibag) dan L7 (420 g/polibag). Parameter penelitian terdiri dari pH tanah, N-total tanah,  P-tersedia tanah, ketersediaan K tanah, berat kering bagian atas tanaman jagung. Acuan  kriteria kesuburan tanah yaitu Staf Pusat Penelitian Tanah tahun 1983. Hasil penelitian menunjukkan reaksi tanah (pH tanah) N-total tanah dan ketersediaan K tanah berpengaruh nyata, tetapi P-tersedia tanah berpengaruh tidak nyata sedangkan berat kering bagian atas tanaman jagung berpengaruh nyata.Kata Kunci: Jagung, Lumpu Laut, Podsolik Merah Kuning
ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN MASYARAKAT NELAYAN DI DESA SUNGAI JAWIKECAMATAN MATAN HILIR SELATAN KEBUPATEN KETAPANG Rasawandi, Feri; Muani, Ani; Komariyati, Komariyati
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah “untuk mengetahui tingkat kesejahteraan masyarakat nelayan di Desa Sungai Jawi Kecamtan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang’’. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survey deskriptif. Lokasi penelitian dipilih secara purposive sampling  (sengaja).  Objek dalam penelitian ini adalah kepala rumah tangga, sampel penelitian ini berjumlah 37 orang responden.  Tingkat kesejahteraan dianalisis menggunakan pentahapan kesejahteraan BKKBN dan kriteria kemiskinan setara beras (Sayogyo). Hasil analisis tingkat kesejahteraan nelayan di Desa Sungai Jawi berdasarkan tahap kesejahteraan BKKBN yaitu Keluarga Prasejahtera 30% nelayan, Keluarga Sejahtera Tahap I sebanyak 43% nelayan, Keluarga Sejahtera Tahap II sebanyak 8% nelayan, Keluarga Sejahtera Tahap III sebanyak 19% nelayan. Pengukuran dengan status kemiskinan setara beras yaitu dengan kriteria miskin sebanyak 24%, cukup sebanyak 49% dan kaya sebanyak 27%.   Kata kunci : Nelayan, BKKBN, Kemiskinan, Tingkat Kesejahteraan.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KUBIS BUNGA DENGAN PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR MOL LIMBAH IKAN PADA TANAH ALLUVIAL Agus Arianto; Purwaningsih Purwaningsih; Asnawati Asnawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i2.10375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari konsentrasi Mol limbah ikan yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga pada tanah alluvial. Penelitian ini mengguna kan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan diulang sebanyak lima kali, setiap ulangan terdiri dari tiga sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu k1 : 100 ml/l, k2 : 150 ml/l, k3 : 200ml/l, k4 : 250 ml/l, k5 : 300 ml/l. Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, berat bunga dan diameter bunga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa MOL mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga. Konsentrasi MOL sebesar 250 ml/l (k4) merupakan konsentrasi terbaik dalam menunjang hasil yang tertinggi pada diameter bunga dan berat bunga.
PENGARUH KOMPOS LIMBAH TAOGE TERHADAP PERTUMBUHAN KELAPA SAWIT DI PRE NURSERY PADA TANAH ALLUVIAL Yosua Edi Sukartono; Henny Sulistyowati; - Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i2.10489

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis terbaik kompos limbah taoge untuk pertumbuhan kelapa sawit di pre nursery pada tanah aluvial. Penelitian di laksanakan di Kota Pontianak, terhitung mulai bulan Oktober 2014 sampai Januari 2015. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan, masing-masing perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga terdapat 100 tanaman. Perlakuan tersebut adalah tanpa kompos limbah taoge/polibag, setara dengan 11,48% bahan organik dalam tanah, 170 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 15% bahan organik dalam tanah, 250 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 30% bahan organik dalam tanah, 460 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 45% bahan organik dalam tanah, 670 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 60% bahan organik dalam tanah. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, volume akar, berat kering, luas permukaan daun, dan muncul daun ke empat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos limbah taoge berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, volume akar, berat kering, luas permukaan daun, dan muncul daun ke empat. Penambahan 460 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 45% bahan organik dalam tanah memberikan pertumbuhan terbaik kelapa sawit di pre nursery pada tanah alluvial.
Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Ayam dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi dengan Metode SRI Kiswan Muhammad, Kiswan; Nurjani, Nurjani
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang ayam dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi dengan metode SRI. Penelitian ini menggunakan metoda eksperimen lapangan dalam bentuk faktorial dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor yaitu pupuk kandang ayam (P) yang terdiri dari 2 taraf yaitu P1 (2 ton/ha) dan P2 (3 ton/ha), dan pupuk NPK (V) yang terdiri dari 5 taraf yaitu V1 (20% rekomendasi), V2 (40% rekomendasi), V3 (60% rekomendasi), V4 (80% rekomendasi) dan V5 (100% rekomendasi). Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 3 sampel, sehingga terdapat 30 satuan perlakuan dan 90 tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah anakan maksimum (anakan), jumlah anakan produktif (anakan), persentase gabah isi per malai (%), kerapatan malai (bulir/cm), berat 1000 biji gabah (g) dan barat gabah per rumpun (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kandang ayam berpengaruh tidak nyata terhadap semua variable pengamatan. Pupuk NPK berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan. Interaksi pupuk kandang ayam dan pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman minggu ke-6. Perlakuan pupuk kandang ayam 18,75 g/ember setara dengan 3 ton/ha dan pupuk NPK 40% rekomendasi yaitu Urea 0,225 g/ember, SP36 0,30 g/ember dan KCl 0,13 g/ember atau setara dengan Urea 36kg/ha, SP36 48kg/ha dan KCl 21,6kg/ha memberikan pertumbuhan terbaik terhadap variabel tinggi tanaman minggu ke-6 yaitu 67,33 cm meskipun di bawah rerata deskripsi. Pada komponen hasil berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan. Namun rerata jumlah anakan produktif mencapai 15,10 anakan dan sama seperti yang tertera dalam deskrispi. Persentase gabah isi per malai tergolong rendah yaitu 75,55 % gabah isi. Kerapatan malai juga tergolong rendah yaitu 3,97 bulir/cm. Hal ini terlihat dari rerata jumlah gabah per malai yang tergolong rendah yaitu 85,62 bulir sementara pada deskripsi 157 bulir dan panjang malai yang tergolong sedang dengan rerata yaitu 21,52 cm. Barat 1000 bulir gabah tergolong rendah dengan rerata 26,48 g sementara pada deskripsi 28 g. Hal ini disebabkan oleh serangan hama penggerek batang padi atau biasa di sebut beluk.
KAJIAN KEFIR EKSTRAK KECAMBAH KACANG HIJAU UNTUK MENGURANGI KADAR ASAM FITA Saena, Saena
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama waktu perkecambahan biji kacang hijau untuk mengurangi senyawa asam fitat dalam pembuatan kefir ekstrak kecambah kacang hijau. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuan yaitu berdasarkan tingkat perkecambahan biji kacang hijau (p), dimana p1 (satu hari perkecambahan), p2 (dua hari perkecambahan), p3 (tiga hari perkecambahan), p4 (empat hari perkecambahan), p5 (lima hari perkecambahan). Variabel pengamatan meliputi total asam, total gula, asam fitat, kadar alkohol, pH, viskositas dan uji sensori (tingkat keasaman, tingkat kemanisan, aroma dan kesukaan). Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan uji F (Anova) dengan tarf uji 5%. jika perlakuan berpengaruh nyata, dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT) dengan taraf 5% sedangkan untuk perlakuan kontrol (tanpa perkecambahan) dan perlakuan dari nilai perlakuan terbaik tertinggi akan dibandingkan dengan uji T berpasangan. Uji sensori dianalisis menggunakan metode Kurskall-Wallis, selanjutnya untuk mendapatkan perlakuan terbaik dilakukan uji indeks efektifitas metode De Garmo. Perlakuan terbaik pada penelitian ini yaitu ;ima hari perkecambahan dengan total asam 0,83%, total gula 14,48%, kadar alkohol 0,43%, kandungan asam fitat 0,48 mg/g, pH 3,67, viskositas 0,19 dPa-S serta memiliki nilai karakteristik tingkat keasaman 3,68 (agak asam), tingkat kemanisan 2,76 (tidak manis), aroma 3,36 (agak bau alkohol) dan tingkat kesukaan 2,40 (tidak suka).Kata Kunci: Asam Fitat, Biji Kacang Hijau, Kefir, Perkecambahan, khasiat kefir.
TINGKAT SERANGAN PENYAKIT SIGATOKA PADA PISANG KEPOK DAN BARANGAN DI KEBUN MASYARAKAT Fitriani, Aulia; suswanto, iman; sarbino, sarbino
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan pada kebun pisang masyarakat di Desa Punggur Kecil Kecamatan Sungai Kakap. Identifikasi patogen dilakukan di laboratorium penyakit Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian bertujuan untuk mengetahui penyebab penyakit bercak daun pisang, tingkat keparahan penyakit, dan mengetahui akibat yang ditimbulkan oleh penyakit. Pengambilan data dilakukan dengan metode survey. Pengambilan sampel dilakukan secara sistematik random sampling. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa penyakit bercak daun disebabkan oleh beberapa jenis cendawan yaitu Cordana sp., Phyllosticta sp., Cladosporium sp., Helmintosporium sp,  Mycosphaerella sp.,  Fusarium sp., dan  Pestalotia sp. Secara umum, tingkat keparahan semakin meningkat dengan bertambahnya umur tanaman. Perkembangan penyakit pada pisang barangan lebih tinggi dibandingkan pada pisang kapok. Tingginya tingkat serangan penyakit tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pisang.
PENGARUH BOKASHI LIMBAH AMPAS BATANG TEBU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT PADA TANAH ALLUVIAL Yusthiani, Fransiska; Nurjani, Nurjani; Sarbino, Sarbino
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kendala sifat fisik tanah alluvial yang mampat dapat diatasi dengan pemberian bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis bokashi limbah ampas batang tebu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada tanah alluvial. Penelitian dilaksanakan di Pontianak menggunakan rumah plastik mulai bulan Agustus sampai dengan bulan Desember 2012. Metode penelitian ini adalah eksperimen lapang Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan satu faktor yaitu dosis bokashi limbah ampas batang tebu (T) yang terdiri dari enam taraf perlakuan. Masing-masing taraf perlakuan diulang empat kali dan terdiri dari empat sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah T0 (tanpa penambahan bokashi limbah ampas batang tebu), T1 (dosis bokashi 28 g/polybag), T2 (dosis bokashi 428 g/polybag), T3 (dosis bokashi 828 g/polybag), T4 (dosis bokashi 1.228 g/polybag) dan T5 (dosis bokashi 1.628 g/polybag). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokashi limbah ampas batang tebu pada tanah alluvial dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat, tetapi tidak dapat meningkatkan hasil tanaman tomat. Hasil panen tanaman tomat terendah diperoleh dari perlakuan T0 (tanpa penambahan bokashi) yaitu 200,18 g per tanaman dan hasil panen tomat tertinggi diperoleh dari perlakuan T4 (dosis bokashi 1.228 g/polybag) yaitu 260,04 g per tanaman atau setara dengan 5,98 ton per hektar. Kata kunci: Bokashi, Ampas Batang Tebu, Pertumbuhan, Hasil, Tanaman Tomat, Tanah Alluvial
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN SAWAH TADAH HUJAN UNTUK TANAMAN PADI ( Oryza sativa L) DAN SEMANGKA (Citrullus Lanatus Tunb) DI DESA TEMPAPAN KUALA KECAMATAN GALING KABUPATEN SAMBAS HADALI HADALI; JONI GUNAWAN; ARI KRISNOHADI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i2.10812

Abstract

Evaluasi lahan merupakan suatu pendekatan atau cara menilai potensi sumber daya lahan. Hasil evaluasi lahan akan memberikan informasi dan arahan penggunaan lahan yang diperlukan, dan akhirnya nilai harapan produksi yang kemungkinan akan diperoleh. Penelitian ini mengidentifikasi karakteristik serta faktor pembatasnya untuk tanaman padi dan tanaman semangka di Desa Tempapan Kuala Kecamatan Galing Kabupaten Sambas dan membuat kelas kesesuaian lahan aktual dan potensial untuk tanaman padi dan semangka di Desa Tempapan Kuala Kecamatan Galing Kabupaten Sambas. Penelitian ini dilaksanakan di di Tempapan Kuala yaitu salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Galing, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, yang kemudian dilanjutkan dengan analisis sampel tanah di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian ini dimulai dari Desember 2014 sampai dengan Februari 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua Satuan Peta Tanah yaitu Pada SPT 1 klasifikasi tanahnya termasuk ke dalam sub group Sulfic Endoaquents dan SPT 2 Typic Sulfaquents. Kelas kesesuaian lahan aktual pada lokasi penelitian adalah S3, rc, nr pada SPT 1 dan N, rc pada SPT 2 untuk tanaman padi dan S3, rc, nr, fh pada SPT 1 dan N, rc pada SPT 2 untuk tanaman semangka.Faktor penghambat untuk tanaman padi yaitu kedalaman tanah (rc) yang dangkal dan pH (nr) yang rendah pada SPT 1 dan untuk SPT 2 faktor penghambatnya adalah kedalaman tanah (rc) yang dangkal, dan faktor penghambat untuk tanaman semangka adalah kedalaman tanah (rc) yang dangkal, pH (nr) yang rendah dan genangan dan tinggi banjir (fh). Rekomendasi  adalah perbaikan drainase dan tata air serta pengapuran. Selain drainase dan tata air serta pengapuran yang direkomendasikan juga ada hal yang tidak bisa dilupakan dan dianggap remeh yaitu penggunaan bibit atau benih unggul untuk menunjang produksi tanaman padi dan semangka.

Page 1 of 4 | Total Record : 38