cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,903 Documents
THE EFFECTIVENESS OF ADDING ORGANIC INGREDIENTS OF PURPLE SWEET POTATO EXTRACT TO THE GROWTH OF IN VITRO CUTTINGS OF Macodes petola ORCHIDS Gani Nurtriyani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.31877

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the effect of some medium concentration of purple sweet potato (Ipomoea batatas L) extract on growth of Macodes petola and to know the best of concentration on the growth of Macodes petola. The method used was Completely Random Design consisted of 6 treatments, 4 replications and each replication consist of 2 plant samples. Purple sweet potato extract concentration is as follows: without the addition of purple sweet potato extract, 75 ml/l, 150 ml/l, 225 ml/l, 300 ml/l and 375 ml/l. Observed parameters are the number of leaves, number of roots, the number of shoots, time when shoots appear and when roots arise. The results showed that the sweet potato extract give the same result without additions of the sweet potato extract for the period of shoot emergence and time to root emergence time to. Without additions of the sweet potato extract more effective for the number of leaves, the number of roots and the number of shoots.Keywords: Extract Of Purple Sweet Potato (Ipomoea Batatas L), Orchids Macodes petola, Tissue Culture.
PENGARUH FREKUENSI PENYEMPROTAN INSEKTISIDA PROFENOFOS UNTUK MENGENDALIKAN LALAT BUAH Bactrocera spp PADA TANAMAN CABAI hendra, Hendra; Sarbino, Sarbino; Syahputra, Edy
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 10, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bactrocera spp merupakan hama penting pada tanaman cabai. Larva Bactrocera spp dapat mengakibatkan gagal panen sehingga hama ini perlu dikendalikan. Pengendalian hama ini umumnya menggunakan insektisida, salah satu insektisida yang direkomendasi untuk mengendalikan hama ini adalah profenofos. Frekuensi penyemprotan pestisida pada tanaman cabai, rata-rata akan meningkat ketika musim hujan dibandingkan dengan musim kemarau, petani lebih sering melakukan penyemprotan 1 kali/minggu pada saat musim kemarau, sedangkan sebanyak 2-3 kali/minggu pada saat musim hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pada frekuensi berapa penyemprotan insektisida berbahan aktif prefonofos sudah mampu untuk mengendalikan hama lalat buah Bactrocera spp sehingga dapat diterapkan untuk mengendalikan hama lalat buah dan dapat lebih efisien dalam penggunaan insektisida. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan 25 hari di Lahan Praktikum Hama Tanaman. Tanaman cabai ditanam didalam pot dan  dirawat sampai berbuah di lahan sehingga dapat mengundang hama Bactrocera spp. Tanaman yang telah berbuah disemprotkan insektisida profenofos dengan berbagai frekuensi penyemprotan yaitu, 0 (kontrol), 6 hari sekali, 4 hari sekali, 3 hari sekali dan 2 hari sekali. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan. Dosis insektisida profenofos yang digunakan yaitu 3 ml/l sesuai dengan dosis anjuran yang tertera dilabel kemasan insektisida. Hasil penelitian menunjukan bahwa rerata intensitas serangan tertinggi pada kontrol sebesar 22,90 % dan intensitas serangan terendah pada perlakuan disemprot 2 hari sekali sebesar 0,20 %. Rerata jumlah buah panen tertinggi pada perlakuan disemprot 2 hari sekali sebesar 22,00 buah/tanaman dan rerata jumlah buah panen terendah pada kontrol sebesar 15,75 buah/tanaman. Rerata populasi larva tertinggi pada kontrol sebesar 10,60 larva/tanaman dan rerata populasi larva terendah pada perlakuan disemprot 2 hari sekali sebesar 0,25 larva/tanaman.
Diversity of Fishermen Catches in Fishing Port of Sungai Raya Kepulauan in Bengkayang District Agus Agus; inpurwanto inpurwanto; yeni hurriyani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i4.42235

Abstract

Sungai Raya Kepulauan Sub-district is a coastal area located on the north coast of West Kalimantan bordered by the South China Sea and Natuna Sea. This sub-district has three Fishing Port namely, TPI Sungai Keran, TPI Sungai Raya, and TPI Karimunting. This research aims to identify the diversity index, uniformity index, dominance index, and composition of fishermen catches in TPI Sungai Raya Kepulauan, Bengkayang District. It used census method for the determination of collectors. The research was conducted in October - January 2020. The research found that the catches in TPI Sungai Raya Kepulauan covered of 34 fish species consisting of 17 families, namely Aridae, Balistidae, Caesionidae, Clupeidae, Dasyatidae, Gymnuridae, Haemulidae, Lethridae, Lethridae , Lutjanidae, Mullidae, Nemipteridae, Polynemidae, Rachycentridae, Scombridae, Serranidae, and Sphyraenidae with a total of 4991 fishes. The composition of fish species in the three stations was the highest, namely mackerel fish (Rastrelliger kanagurta) 10.82%, kerisi fish (Nemipterus furcocus) 9.84% and geronggong  fish (Megalasfis cordyla) 8.76%.The diversity index (H’) covered moderate to high categories with a value of 2.947 – 3.079, while the uniformity index value ranges from 0.850 –0.886 in the high category. The last, the dominance index (C) value ranges from 0.059 – 0.069 in the low category.
KAJIAN STATUS KESUBURAN TANAH PASCA PENAMBANGAN EMAS TANPA IZIN DI DESA KELAKAR KECAMATAN HULU GURUNG KABUPATEN KAPUAS HULU Rifky Zulmi Ramadhan, Rossie Wiedya Nusantara Sulakhudin
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 10, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDesa Kelakar Kabupaten Kapuas Hulu termasuk daerah yang mempunyai lahan pasca tambang yang cukup luas. Kurangnya informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang dampak yang ditimbulkan akibat dari penambangan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, serta penurunan keadaan status kesuburan lahan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi status kesuburan tanah bekas PETI. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menunjukkan kriteria status kesuburan tanah bekas PETI di lokasi penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kelakar, Kecamatan Hulu Gurung, Kabupaten Kapuas Hulu pada tiga periode penambangan, yaitu  dibawah 5 tahun, 6-10 tahun, diatas 10 tahun. Analisis tanah dilakukan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura dengan penentuan status kesuburan tanah didasarkan pada Kriteria Status Kesuburan Tanah menurut Pusat Penelitian Tanah dengan parameter Kapasitas Tukar Kation (KTK), Kejenuhan Basa (KB), K-total, P-total, dan C-organik  (PPT, 2005). Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa status kesuburan tanah di Desa Kelakar, Kecamatan Hulu Gurung, Kabupaten Kapuas Hulu pada 3 periode penambangan <5 tahun, 6-10 tahun, dan  >10 tahun memiliki kriteria sangat rendah. Faktor utama yang menyebabkan sangat rendahnya status kesuburan tanah pada lahan pasca PETI yaitu, lahan 1. KB, P-total, K-total, C-organik. Lahan 2. KB, K-total, C-organik. Lahan 3. KB, K-total. Selain itu, kandungan hara N, P, K, Ca, Mg, dan Na di tanah PETI Desa Kelakar tergolong sangat rendah-rendah.kata kunci : kelakar, kesuburan tanah, PETI, C-organik, K-total, P-total
Pengaruh Kombinasi Bokashi Kulit Pisang dan Abu Pelepah Kelapa terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Seledri (Apium graveolens L.) pada Tanah Gambut Fitrianto, Bimo Satrio; Susana, Rini; Syafiuddin, Wasian
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 10, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya untuk memperbaiki kesuburan dan pH tanah gambut dapat dilakukan dengan pemberian bokashi kulit pisang dan abu pelepah kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis kombinasi bokashi kulit pisang dan abu pelepah kelapa yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman seledri pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di lahan milik masyarakat di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo Pontianak Kota pada bulan November 2019 sampai dengan Januari 2020. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 6 taraf perlakuan kombinasi bokashi kulit pisang dan abu pelepah kelapa yaitu b1 (120 g Bokashi kulit pisang + 84,9 g Abu pelepah kelapa), b2 (120 g Bokashi kulit pisang + 129,5 g Abu pelepah kelapa), b3 (160 g Bokashi kulit pisang + 84,9 g Abu pelepah kelapa), b4 (160 g Bokashi kulit pisang + 129,5 g Abu pelepah kelapa), b5 (200 g Bokashi kulit pisang + 84,9 g Abu pelepah kelapa). b6 (200 g Bokashi kulit pisang + 129,5 g Abu pelepah kelapa). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, berat basah, berat kering, dan volume akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi 200 g bokashi kulit pisang dan 85 g abu pelepah kelapa adalah kombinasi terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman seledri.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI JAGUNG MANIS (ZEA MAYS SACCHARATA) LAHAN GAMBUT DI DESA RASAU JAYA 1 KECAMATAN RASAU JAYA KABUPATEN KUBU RAYA MUSTAQIM, MUSTAQIM; KURNIATI, DEWI; MASWADI, MASWADI
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 9, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi jagung manis lahan gambut di Desa Rasau Jaya I Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Sampel dalam penelitian ini adalah petani jagung manis yang berjumlah 42 orang petani. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, kuisioner, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan sofware SPSS 21.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan faktor produksi benih, Insektisida, pupuk urea, pupuk kandang, pupuk NPK, pupuk SP 36, dan tenaga kerja berpengaruh positif terhadap produksi usahatani jagung manis sedangkan faktor produksi luas lahan, herbisida dan fungisida berpengaruh negatif terhadap produksi usahatani jagung manis  di Desa Rasau Jaya 1 Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya.   Kata Kunci : Faktor Produksi, Produksi, Usahatani Jagung Manis.
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS KARYAWAN PANEN KELAPA SAWIT DI PT CIPTA USAHA SEJATI MABALI I KABUPATEN KAYONG UTARA Iskandar, Joni; Suyatno, Adi; Kusrini, Novira
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 10, No 2 (2021): April 2021
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi produktivitas karyawan panen kelapa sawit di PT Cipta Usaha Sejati Mabali I ( Divisi V) Kabupaten Kayong Utara. Penelitian ini dilaksanakan di PT Cipta Usaha Sejati Mabali I (Divisi V) Kabupaten Kayong Utara pada bulan Desember 2019. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja dengan reponden berjumlah 33 orang karyawan panen kelapa sawit. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survei berupa data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui informasi yang dihimpun dari responden meliputi identitas responden dan faktor – faktor yang diduga berpengaruh terhadap produktivitas karyawan panen kelapa sawit yaitu : dari umur, jumlah tanggungan, masa kerja, dan status migran. Sedangkan data sekunder diperoleh dari badan pusat statistik dan instansi terkait. Hasil penelitian berdasarkan analisis regresi secara parsial variabel jumlah tanggungan, dan status migran berpengaruh signifikan terhadap produktivitas, sedangkan variabel umur dan masa kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas.
PERAN PENYULUH PERTANIAN TERHADAP KEAKTIFAN ANGGOTA KELOMPOK TANI DI DESA RASAU JAYA DUA KECAMATAN RASAU JAYA KABUPATEN KUBURAYA Eka Wahyu Ningsih; Abdul Hamid A Yusra; Adi Suyatno
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45048

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis peran penyuluh, menganalisis keaktifan anggota kelompok tni, dan menganalisis hubungan peran penyuluh terhadap keaktifan anggota kelompok tani di Desa Rasau Jaya Dua Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. Metode yangh digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan lokasi penelitian di Desa Rasau Jaya Dua Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kuburaya. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling yaitu dengan sampel responden yang berjumlah 42 orang. Untuk menganalisis hubungan antara peran penyuluh terhadap keaktifan anggota kelompok tani digunakan uji Korelasi Spearman Rank dengan program SPSS 17.0 for windows.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Peran penyuluh yang ada di Desa Rasau Jaya Dua Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kuburaya baik sebagai pembimbing (54,76%), sebagai edukator (47,62%), sebagai mediator (40,48%), sebagai pendidik (61,91%), sebagai komunikator (59,53%), sebagai konsultan (59,52%) adalah sangat berperan terhadap petani. 2) Keaktifan anggota kelompok tani baik keaktifan anggota kelompok tani dalam mengikuti pertemuan sebesar (45,23%) dengan kategori sangat aktif, keaktifan anggota kelompok tani dalam mengikuti penyuluhan sebesar (40,47%) dengan kategori sangat aktif, dan partisipasi pada pelaksanaan kegiatan penyuluh sebesar (42,85%) dengan kategori aktif. 3) Terdapat hubungan antara peran penyuluh terhadap keaktifan anggota kelompok tani di Desa Rasau Jaya Dua Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kuburaya.Kesimpulan dari penelitian ini adalah 1) Peran penyuluh yang ada di Desa Rasau Jaya Dua Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Rasau Jaya baik sebagai pembimbing, sebagai edukator, sebagai mediator, sebagai pendidik, sebagai komunikator, dan sebagai konsultan adalah sangat berperan terhadap petani. 2) Keaktifan anggota kelompok tani dalam mengikuti pertemuan dan keaktifan anggota kelompok tani dalam mengikuti penyuluhan adalah dalam kategori sangat aktif, sedangkan partisipasi pada pelaksanaan kegiatan penyuluhan adalah dalam kategori aktif. 3) Terdapat hubungan antara peran penyuluh terhadap keaktifan anggota kelompok tani di Desa Rasau Jaya Dua Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kuburaya. Kata Kunci: Peran Penyuluh, Keaktifan, Kelompok Tani, Korelasi Rank Spearman 
Respon Pertumbuhan Aglaonema dud anjamani Pada Berbagai Komposisi Media Tanam Indra Indra Indra; Agustina Listiawati Listiawati; Setia Budi Budi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i4.42371

Abstract

Aglaonema membutuhkan media tanam yang baik untuk mendapatkan pertumbuhan yang optimal. Medianya harus porous, gembur dan berpori agar akar yang baru mampu menembus media untuk mencari makanan. Pertumbuhan dan kualitas Aglaonema  dipengaruhi oleh  beberapa faktor, salah satunya media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mencari komposisi media tanam yang terbaik terhadap pertumbuhan Aglaonema dud  anjamani. Penelitian ini dilaksanakan di Screen house Laboratorium Ekofisiologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura Pontianak dari tanggal 16 Februari sampai dengan 15 Mei 2020. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 9 taraf perlakuan komposisi media tanam dengan 3 ulangan. Taraf perlakuan yang dimaksud adalah perbandingan komposisi media tanam (arang sekam:cocopeat:zeolit) menggunakan perbandingan volume v1:v2:v3 mulai dari perbandingan  2:1:2, 2:2:1, 2:2:2, 3:1:2, 3:2:1, 3:2:2, 4:1:2, 4:2:1, 4:2:2. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), lebar daun (cm), panjang daun (cm) dan volume akar (cm3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua komposisi media tanam arang sekam, cocopeat, zeolit menunjukkan pertumbuhan panjang daun Aglaonema dud anjamani sama baiknya. Komposisi media tanam arang sekam, cocopeat dan zeolit dengan perbandingan 2:2:1, ditinjau dari segi efesiensi dan ekonomis lebih baik dibandingkan dengan perlakuan komposisi media tanam lainnya. Kata Kunci : Aglaonema dud anjamani, Komposisi Media Tanam  
PENGARUH RESIDU AMELIORAN BEKAS TANAMAN JAGUNG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT DENGAN SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR DI TANAH ALUVIAL JULIANTO, ARI; SAFWAN, MULYADI; NURJANI, NURJANI
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 10, No 2 (2021): April 2021
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya permintaan tomat oleh masyarakat perlu diimbangi dengan peningkatan produksi, salah satunya dengan memanfaatkan lahan bekas tanaman jagung yang telah diberikan amelioran.Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh residu amelioran yang telah diberikan terdahulu dalam budidaya tanaman jagung terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat dengan sistem budidaya jenuh air pada tanah aluvial. Lokasi penelitian terletak di Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Waktu penelitian mulai dari bulan Desember 2019 sampai  Maret 2020. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok dengan 5 taraf residu amelioran bekas tanaman jagung, A (Residu pupuk kandang ayam 7,5 ton/ha); B (Residu pupuk kandang kambing 7,5 ton/ha); C (Residu Kapur 4 ton/ha + Pupuk kandang kambing 7,5 ton/ha); D (Residu abu 15 ton/ha + Pupuk kandang kambing 7,5 ton/ha); E (Residu pupuk kandang ayam 15 ton/ha). Masing-masing diulang sebanyak  5 kali, dan terdiri dari 5 sampel tanaman. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman minggu ke-1, 2, dan 3, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman dan berat per buah. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa residu amelioran bekas tanaman jagung yang digunakan dalam budidaya tanaman tomat dengan sistem BJA memberikan pengaruh terhadap tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah dan berat buah per tanaman, namun tidak memberikan pengaruh nyata terhadap berat buah per buah. Residu amelioran dari pupuk kandang ayam 15 ton/ha dan residu dari abu 15 ton/ha + pupuk kandang kambing 7,5 ton/ha merupakan perlakuan dengan hasil yang sama baiknya dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Kata Kunci : budidaya jenuh air, residu amelioran, tanah aluvial, tanaman tomat