cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,903 Documents
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KALE PADA TANAH GAMBUT Firmansyah, Ari; Zulfita, Dwi; Safwan, Mulyadi
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 10, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Pupuk Organik Cair Herbafarm dan mencari konsentrasi terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kale pada tanah gambut. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 22 april  2020 – 22 mei 2020. Penelitian dilaksanakan di Jalan Reformasi Gang Struktur Untan Pontianak. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan lima ulangan, setiap ulangan terdiri dari empat sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu pupuk organik cair 1 ml/l  (p1), 1,5 ml/l (p2), 2 ml/l (p3), 2,5 ml (p4) dan 3 ml/l (p5). Variabel pengamatan meliputi : jumlah daun, kadar klorofil, volume akar, luas daun, berat kering tanaman, dan berat segar tanaman. Hasil analisis keragaman pemberian berbagai konsentrasi Pupuk Organik Cair Herbafarm memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap komponen pertumbuhan tanaman kale pada tanah gambut yaitu variabel jumlah daun, kadar klorofil, volume akar, luas daun, berat kering tanaman, dan berat segar tanaman. Pada penelitian ini ditemukan konsentrasi Pupuk Organik Cair Herbafarm yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kale pada tanah gambut yaitu konsentrasi 2 ml/l. Kata Kunci :  pupuk organik cair herbafarm, kale, gambut
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL KECIPIR TERHADAP PEMBERIAN PUPUK POSFAT DAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) KEONG MAS PADA TANAH GAMBUT Theodora Theodora; Ir. Eddy Santoso, M.Agr; Muhammad Pramulya S.P, M.Si
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45419

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara pupuk posfat dan pupuk organik cair (POC) keong mas serta untuk mengetahui dosis pupuk posfat dankonsentrasi pupuk organik cair (POC) keong mas yang terbaik bagi pertumbuhan danhasil kecipir pada tanah gambut. penelitian dilaksanakan mulai dari tanggal 15Desember 2018 sampai dengan 23 April 2019 di kebun percobaan Fakultas PertanianUniversitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian menggunakan metode eksperimen faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktoryaitu pupuk posfat (p) dan pupuk organik cair (POC) keong mas (k). Pupuk posfatterdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu p1 (0,7 g/polybag), p2 (1,4 g/polybag), dan p3 (2,2g/polybag), faktor pupuk organik cair (POC) keong mas terdiri dari 3 taraf perlakuanyaitu k1 (15 ml/l air), k2 (30 ml/l air), dan k3 (45 ml/l air), terdapat 9 kombinasiperlakuan dengan 3 ulangan dan tiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel.Kombinasi perlakuan yang adalah p1k1, p1k2, p1k3, p2k1, p2k2, p2k3, p3k1, p3k2,dan p3k3. Variabel pengamatan yang diamati yaitu kadar kehijauan daun (spad unit),volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah buah pertanaman (buah), panjangbuah pertanaman (cm) dan berat buah pertanaman (g). Hasil penelitian menunjukanbahwa terjadi interaksi antara perlakuan pupuk posfat dan pupuk organik cair (POC)keong mas pada tanah gambut, namun didapatkan dosis efektif yang mampumeningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kecipir yaitu 0,7 g/polybag pupukposfat dan 15 ml/l air pupuk organik cair (POC) keong mas. Kata kunci : gambut, kecipir, pupuk organik cair (POC)keong mas, pupuk posfat.
PENGARUH SUHU DAN KETEBALAN LAPISAN PENGERINGAN TERHADAP SIFAT FISIK PATI SAGU (Metroxylon sagu Rotbb.) ratina ratih; sholahuddin huddin; yohana sri kusuma dewi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.18847

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlakuan suhu dan ketebalan lapisan pengeringan terbaik terhadap sifat fisik pati sagu. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak dimulai pada bulan Juli sampai September 2016. Rancangan penelitian ini menggunakan metode percobaan faktorial dalam RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan 2 faktor perlakuan yaitu suhu (45 oC, 55 oC, 65 oC) dan ketebalan (1 cm, 2 cm, 3 cm) dengan 4 ulangan. Alat pengering yang digunakan adalah pengering tipe rak. Variabel meliputi: laju pengeringan (kg/jam), daya serap air (%), daya pengembangan, kelarutan (obrix) dan kecerahan warna. Berdasarkan hasil analisis menunjukan perlakuan suhu mempengaruhi semua variabel pengamatan sedangkan ketebalan  mempengaruhi daya serap air, daya pengembangan dan kecerahan warna. Suhu pengeringan 55 oC dan ketebalan 2 cm memberikan hasil pengeringan yang terbaik untuk sifat fisik pati sagu.
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN CABAI BESAR (Capsicum annum L) PADA TINGKAT RUMAH TANGGA DI KOTA PONTIANAK SUPRAPTI, GUSNI; DOLOROSA, EVA; IMELDA, IMELDA
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze factors that affect demand of red pepper and to analyze the elasticity of demand for prices in Pontianak city. This study was conducted in Pontianak traditional market ie Dahlia Market, Flamboyan Market, Kemuning Market and Teratai Market. There were 100 respondent which has been determined purposively. The data were analyzed by using the transformed multiple regression analysis with an SPSS software program. Independent variables are price of red pepper, price of red onion, frequency of purchase, income of household. The result showed factors that significantly affect the demand of red pepper is price of red pepper, frequency of purchase and income of household, while price of red onion is not affect to demand of red pepper. The elasticity of demand for the price of red peppers is inelastic, meaning the percentage change in quantity demanded is less than the price change. Cross-price elasticity of demand is positive to shows that red union is not complement commodity. Income elasticity of demand is negative to shows that red pepperas an inferiorcommodity. 
Pengaruh metode ekstraksi terhadap viabilitas benih kakao ( Theobroma Cacao L) Karunia Alpa Novando Sitanggang; Purwaningsih Purwaningsih; Elly Mustamir
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45822

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahan ekstraksi mana yang terbaik yang dapat menjaga viabilitas benih kakao tetap tinggi. Penelitian ini dimulai dari 20 Maret sampai 18 April 2020 di Jalan Gusti Hamzah Gang Nur 2, Pontianak. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan berbagai bahan ekstraksi benih kakao, yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 6 ulangan yang masing-masing menggunakan 25 benih. Perlakuan yang dimaksud adalah (p1) pengupasan pulp dengan perendaman air kapur 20 g /liter, (p2) Pengupasan pulp dengan abu gosok 5 g/benih, (p3) Pengupasan pulp dengan ilalang, dan (p0) Tanpa dilakukan pengupasan. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah daya berkecambah, kecepatan tumbuh, dan keserempakan tumbuh. Selain itu juga dilakukan pengamatan kondisi suhu (oC) dan kelembaban udara (%), dan curah hujan. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa perlakuan ekstraksi benih kakao menggunakan abu sekam padi dan kapur tohor dapat menghasilkan viabilitas benih kakao terbaik. Kata kunci: abu, benih kakao, kapur, ilalang 
Pengaruh POC Kulit Pisang Kepok terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung Putih pada Tanah Gambut Rommy Yoshua Herlando Pakpahan; Ir. Rahmidiyani, MS Ir. Rahmidiyani, MS; Ir. Maulidi, SP., M.Sc Ir. Maulidi, SP., M.Sc
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i1.43738

Abstract

Tanaman terung (Solanum melongena L) termasuk salah satu tanaman sayursayuran. Di dalam kehidupan sehari-hari buah terung dapat digunakan sebagaisayur lodeh, opor, lalap segar ataupun lalap masak karena cita rasanya yang enak,selain itu dapat juga dibuat terung asinan dan manisan. Dalam dunia kesehatanterung dikenal sebagai penurun kolesterol, mengandung zat anti kanker, sertaalat kontrasepsi. Dalam buah terung terkandung gizi yang cukup tinggi yaitudalam setiap 100 g bahan buah terung segar terdapat 24 kalori; 1,1 g protein; 0,2 glemak; 5,5 g karbohidrat; 15,0 mg kalsium; 37,0 mg fosfor; 0,4 mg besi; 4,0 SIvitamin A; 5 mg vitamin.C; 0,04 vitamin B1; dan 92,7 g air. Pengembanganbudidaya terung putih di Kalimantan Barat perlu dilakukan karena tingginyapermintaan pasar dan terjadinya penurunan produksi. Usaha peningkatan produksitanaman terung putih dengan perluasan lahan budidaya pada tanah gambut harusdiimbangi dengan usaha intensifikasi yaitu dengan pemberian POC kulit pisngkepok sebagai usaha dalam meningkatkan kesuburan tanah. Penelitian inibertujuan untuk mendapatkan konsentrasi POC kulit pisang yang terbaik padatanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di kebun Fakultas Pertanian UniversitasTanjungpura Pontianak. Penelitian dimulai dari tanggal 4 maret – 15 mei 2020(2,5 bulan). Metode yang digunakan adalah Racangan Acak Lengkap satu faktoryaitu pemberian berbagai konsentrasi POC kulit pisang dengan 5 perlakuan ( p1=5 ml/L; p2 = 15 ml/L; p3 = 25 ml/L; p4 = 35 ml/L; p5 = 50 ml/L). Semuaperlakuan diulang sebanyak 5 kali, dan terdiri dari 4 sampel tanaman. Variabelpengamatan yang diamati adalah tinggi tanaman, volume akar, luas daun, klorofildaun, berat kering, jumlah buah, diameter buah, panjang buah, berat buah perbuahdan berat buah pertanaman. Konsentrasi POC kulit pisang yang paling efisienuntuk pertumbuhan dan hasil tanaman terung putih adalah dengan konsentrasi 15ml/L.
PEMANFAATAN PLANKTON DAN PERIPHYTON SEBAGAI BIOINDIKATOR LIMBAH ORGANIK RUMAH TANGGA DI MUARA SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA KALIMANTAN BARAT Patrisia Marniati; Mardan Adijaya; Widadi Padmarsari
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i4.43551

Abstract

The Kakap River estuary is a densely populated estuary with various kinds of community activities, which have the impact of reducing water quality and causes pollution. To see the level of pollution in these waters, one of the methods used is using plankton and periphyton as bioindicators. The purpose of this study was to determine the class composition, and saprobic coefficient for plankton and periphyton in the Kakap River Estuary, Kubu Raya Regency, West Kalimantan. The method used was purposive random sampling. The research location is divided into 4 stations based on the estimated opportunity opportunities information. The research was conducted in March, April and June 2020 at the Kakap River Estuary, Kubu Raya Regency, West Kalimantan. Based on the research, the plankton composition found consisted of 10 phytoplankton classes and 8 classes including zooplankton. The periphyton composition found consisted of 8 classes. The saprobic coefficient of plankton is in the α / β-mesosaprobic phase with moderate pollution levels of organic and inorganic materials. The saprobic coefficients of the periphyton phase are in the α – mesosaprobic phase and the poly- microbic phase with the pollution level of heavy enough to very heavy organic matter. Key words: Plankton, Periphyton, Bioindicators, Organic Waste.
RESPON TANAMAN KEDELAI TERHADAP PEMBERIAN PUPUK KANDANG DI TANAH GAMBUT Pinem, Rezky D.A; Sulistyowati, Henny; Budi, Setia
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk kandang kotoran ayam yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai di tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianakberlangsung dari tanggal 3 Juli 2014 - 12 Oktober 2014, menggunakan metode eksperimen dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan, 4 ulangan, perlakuan tersebut adalah : k1 = pupuk kandang ayam 200 g/polybang setara dengan 10 ton/ha, k2 = pupuk kandang ayam 300 g/polybag setara dengan 15 ton/ha, k3 = pupuk kandang ayam 400 g/polybag setara dengan 20 ton/ha, k4 = pupuk kandang ayam 500 g/polybag setara dengan 25 ton/ha, k5 = pupuk kandang ayam 600 g/tanaman setara dengan 30 ton/ha. Variabel pengamatan meliputi : tinggi tanaman, berat kering tanaman, jumlah polong per tanaman, berat biji kering pertanaman, berat 100 biji kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam memberikan pengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman dan berat kering tanaman, berpengaruh nyata terhadap jumlah polong, berat biji per tanaman dan berat 100 biji kering. Pemberian pupuk kandang ayam 400 g/polybag setara dengan 20 ton/ha merupakan dosis yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai pada tanah gambut. Kata kunci : gambut, kedelai, pupuk kandang ayam
Karakteristik Minyak Kasar Biji Mentawa (Artocarpus anisophyllus) dengan Metode Ekstraksi Maserasi Menggunakan Pelarut Heksan dan Petroleum Eter David Rikardo; Sulvi Purwayantie
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45654

Abstract

Mentawa adalah salah satu buah lokal yang dikonsumsi dengan biji buah dan menghasilkan limbah biji yang sangat banyak. Biji mentawa mengandung minyak akan tetapi sampai saat ini belum diketahui karakteristik dari minyak biji mentawa. Salah satu cara ekstraksi minyak dapat dilakukan dengan menggunakan pelarut nonpolar. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik minyak kasar biji mentawa terbaik dari ekstraksi menggunakan pelarut heksan dan petroleum eter (PE). Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 1 (satu) faktor perlakuan yaitu rasio kombinasi pelarut heksan dan pelarut PE (5 taraf perlakuan yaitu 100:0, 75:25, 50:50, 25:75, 0:100; 3 kali ulangan). Data yang diperoleh dianalisis dengan anova 5%.  Jika perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan uji beda nyata jujur (BNJ) 5%, Penentuan hasil terbaik pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode De Garmo. Kombinasi heksan dan PE pada rasio 0:100 merupakan perlakuan terbaik. Kualitas minyak kasar biji mentawa yang dihasilkan yaitu rendemen sebesar 17,39 %, angka penyabunan 231,36 mg KOH/g, berat jenis 0,981 g/mL, angka iodin 24,04 g Yod/100g dan pH 8,57.Kata Kunci: Minyak kasar, Maserasi, Heksan, PE, Karakteristik.
KARAKTERISTIK FISIKA TANAH PADA TIGA TIPE LUAPAN LAHAN PASANG SURUT DI KEBUN LANGSAT DESA PUNGGUR KECIL KABUPATEN KUBU RAYA Junaidi, Rini Hazriani, Arman Nursyaba
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i1.44122

Abstract

ABSTRAKLahan rawa pasang surut terletak pada topografi datar, sehingga sering terluapi dan tergenang air secara periodik. Desa Punggur Kecil yang merupakan satu diantara Desa di Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya, yang termasuk kedalam lahan pasang surut. Penelitian ini bertujuan mempelajari perbedaan karakteristik fisika tanah pada tiga tipe luapan lahan. Sampel tanah pada setiap lahan diambil 5 titik pengamatan yang masing-masing titik mewakili luasan ± 1 ha. Masing-masing sampel tanah yang diambil disetiap lahan sebanyak 15 sampel tanah terganggu dan 15 sampel tanah utuh di kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm. Jumlah keseluruhan sampel pada ketiga tipe luapan lahan sebanyak 30 sampel tanah utuh. Hasil penelitian menunjukkan tekstur tanah tipe luapan B-C dan B-D bebeda tidak nyata pada fraksi pasir, debu dan liat, tipe luapan lahan C-D berbeda tidak nyata pada fraksi pasir, berpengaruh nyata pada fraksi debu dan liat, parameter bobot isi tanah kedalaman 0-30 cm tipe luapan B-C dan C-D berbeda nyata, luapan B-D berbeda tidak nyata, pada kedalaman 30-60 cm tipe luapan B, C dan D berbeda tidak nyata, parameter porositas total tanah  kedalaman 0-30 cm tipe luapan B-C dan B-D berbeda nyata, luapan lahan C-D berpengaruh tidak nyata, pada kedalaman 30-60 cm tipe luapan B, C dan D berpengaruh tidak nyata, parameter kadar air tanah parameter permeabilitas tanah kedalaman 0-30 cm 30-60 cm tipe luapan B, C dan D berpengaruh tidak nyata. Nilai rerata bobot isi tanah berkisar 0,89%-1,17% (g/cm3) (sedang), porositas tanah berkisar 35,30-54,16 (buruk, baik hingga kurang baik), permeabilitas tanah berkisar 2,60%-14,17% (cm/jam) (sedang hingga cepat), kadar air kapasitas lapangan berkisar 51,19%-57,55%, reaksi tanah berkisar 3,56-4,01, (sangat masam), C-organik berkisar 1,11%-8,37% (rendah, sedang hingga sangat tinggi), N-total berkisar 0,15%-0,89% (rendah, sedang hingga sangat tinggi), C/N berkisar 7,12-9,40% (rendah). Kata kunci : Tipe Luapan Lahan, Karakteristik Fisika Tanah, Kebun Langsat.