cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,903 Documents
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL PAKCHOI TERHADAP PENGGUNAAN BIOURINE KAMBING PADA MEDIA GAMBUT Martati Umi Martati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i4.42439

Abstract

This study aimed at getting the best concentrasion of goat biourine to on the growth and yield of pakchoi in peat soils. The research was conducted is located at Kecamatan pontianak Tenggara start from 14th March 2020 until 29th  April 2020.  The completely Randomized Design (CRD) was used in this experiment with 5 levels concentration of goat biourine with 5 replications. The intended concentration treatment were 50; 75; 100; 125; and 150 ml/l. The observed are variable the root volume, chlorophyll content, leaf area, dry weight of the plant, number of leaves and the fresh weight of the plant. The results showed that the use of goat biourine with a concentration of 100 ml / l showed the highest mean value of all observed variables in the growth and yield of pakchoi by using goat biourine on peat soils media, but the efficient concentrate to on the growth and yield of pakchoi is shown by giving goat biourine 75 ml/l.
Pengaruh Frekuensi Aplikasi Trichoderma sp. untuk Menekan Penyakit Hawar Pelepah Rhizoctonia solani Kuhn pada Tanaman Padi MA'RUF MUHLISIN; IMAN SUSWANTO; SARBINO SARBINO
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45200

Abstract

Rhizoctonia solani Kuhn penyebab penyakit hawar pelepah daun padi merupakan salah satu faktor penghambat peningkatan produktivitas tanaman padi. Penggunaan Trichoderma sp. merupakan salah satu pengendalian yang ramah lingkungan dan mudah untuk diaplikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Trichoderma sp. dalam menekan serangan patogen R. solani sekaligus pengaruhnya terhadap sifat agronomi tanaman dan mendapatkan frekuensi aplikasi terbaik dalam menekan penyakit hawar pelepah padi. Penelitian ini dilaksanakan di rumah kasa menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 7 ulangan.  Faktor yang diteliti ialah pemanfaatan agen hayati Trichoderma sp. dengan menguji 3 frekuensi aplikasi yaitu 1 x dosis 10 ml/rumpun , 2 x dosis 5 ml/rumpun, 3 x dosis 3,33 ml/rumpun dan 1 perlakuan pembanding tanpa pemberian agens hayati Trichoderma sp. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penggunaan Trichoderma sp. dengan cara di semprotkan ke tanaman mampu menekan serangan penyakit hawar pelepah padi hingga 55,73%. Penggunaan Trichoderma sp. juga dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah anakan dan anakan produktif. Frekuensi aplikasi terbaik terdapat pada perlakuan dosis 5 ml/rumpun dengan 2 kali aplikasi .
SIFAT SIFAT AGRONOMI DAN POTENSI HASIL BEBERAPA VARIETAS JAGUNG (Zea mays L.) DI LAHAN GAMBUT safitri safitri safitri; sarbino sarbino sarbino; rahmidiyani rahmidiyani rahmidiyani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i4.42698

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat agronomi dan potensi hasil beberapa varietas jagung (Zea mays L.) di lahan gambut. Penelitian dilaksanakan di lahan perkebunan di Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat dari bulan Maret - Juli 2019. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu : A = varietas Pioneer 21, B = varietas Bisi 18, C = varietas Pertiwi 3 dan D = varietas Petro Hi-Corn. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan setiap petak terdiri dari 30 sampel tanaman. Apabila hasil analisis berpengaruh nyata, dilakukan uji lanjut menggunakan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf yang sama. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman (cm), diameter batang (cm), umur tasseling (HST), jumlah tongkol pertanaman, panjang tongkol (cm), diameter tongkol (cm), bobot biji per tanaman (gr), bobot biji per tanaman tertinggi (gr), bobot 1000 biji (gr), hasil pipilan kering (ton/ha), potensi hasil (ton/ha), bentuk batang, warna batang, bentuk ujung daun, bentuk tongkol, tipe biji dan warna biji. Hasil penelitian menunjukkan varietas Pioneer 21 memberikan pertumbuhan yang lebih baik yaitu pada variabel tinggi tanaman, diameter batang, panjang tongkol dan bobot biji per tanaman. Varietas Bisi 18 menghasilkan potensi hasil lebih tinggi yaitu 9.37 ton/ha kemudian diikuti oleh varietas Pioneer 21, varietas Pertiwi 3 dan varietas Petro Hi-Corn masing-masing 8.90 ton/ha, 8.75 ton/ha, 6.50 ton/ha. 
Respon Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Gambas Akibat Pemberian Poc Kulit Pisang Pada Tanah Gambut vicky vijay; putu dupa bandem; maulidi maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45478

Abstract

Gambas (Luffa acutangula L Roxb), tanaman ini termasuk dalam famili Cucurbitaceae, berasal dari India, namun telah beradaptasi dengan baik di Asia Tenggara termasuk Indonesia. Kandungan nutrisi yang terdapat dalam 100 gram buah gambas adalah kalori  18 kal, protein 0,8 g, lemak 0,2 g, karbohidrat 4,1 g, kalsium 19 mg, fosfor 33mg, besi 0,9 mg, (Sunarjo 2000). Buah gambas berkhasiat sebagai pengobatan radang telinga, batuk, batuk rejan, bronchitis, terkilir/keseleo dan kudis. Di indonesia tanaman gambas masih belum menjadi komoditi utama para petani khususnya kalimantan barat sehingga sulit untuk menentukan sentra tanaman gambas, luas panen dan besarnnya produksi.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan maret sampai juni 2020 di Pontianak, jalan ahmad yani gg rigin sari 2. dengan metode ral dengan 5 perlakuan pemberian poc kulit pisang pada tanaman gambas di tanah gambut dengan konsentrasi P1 (5 ml/liter air), P2 (10 ml/liter air), P3 (15 ml/liter air), P4 (20 ml/liter air), P5 (25 ml/liter air) . Dengan variable pengamatan yaitu volume akar, berat buah pertanaman, Panjang buah, diameter buah dan jumlah buah pertanaman.dan hasil dari penelitian tersebut adalah dengan pemberian POC limbah kulit pisang dengan konsentrasi 25 ml/liter air dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil gambas. Namun konsentrasi yang efektif yaitu 15ml/liter air.
The Effect of Banana Peel Compost on the Growth and Yield of Spring Onion in Alluvial Soil ANGELINA ANGELINA; SITI HADIJAH; DINI ANGGOROWATI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i2.25258

Abstract

The Effect of Banana Peel Compost on the Growth and Yield of Spring Onion in Alluvial SoilAnggelina1, Siti Hadijah2, Dini Anggorowati3 1Agriculture; Faculty University of Tanjungpura2Agriculture; Faculty University of Tanjungpura3Agriculture; Faculty University of Tanjungpurae-mail*anggelina.lina888@gmail.com  ABSTRAKSpring Onion (Allium fistulosum L) is one of prospective horticultural crops, which can be  cultivated intensively in West Kalimantan. Alluvial soil is the soil type that can be used to cutivate this crop. However, this soil type should be enriched with organic compost, such as compost which was made of banana “Kepok” feel, in order to improve the soil structure, which then can help to increase the growth of onion spring. This treatment expected to make the  soil structure be more optimum for the plant root development and growth. This research aimed to determine the best dosage of banana peel compost for the growth and yield of onion spring on alluvial soil. This research has been conducted at the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, from December 20th, 2017 to January 31st, 2018.  This research has been designed in a Completely Randomized Design (CRD). The treatment was set in 5 level doses of banana peel compost, with 5 replications, which were P0 = without compost, P1= 250 g compost/polybag or equal to 10 ton compost/ha, P2 = 375 g compost/polybag or equal to 15 tons/ha, P3 = 500g compost/polybag or equivalent 20 tons/ha, and P4 = 625 g compost/polybag or equivalent to 25 tons/ha. The observed variables in this study were plant height, number of leaves, number of tillers, root volume and fresh weight of the plant. The results showed that application of banana peel compost on alluvial soil showed good response significantly to the plant height variable, but showed an average good response to the other observed variables of leaf numbers, number of seedlings, root volumes and fresh weight of the plant.Keywords: Alluvial, Banana peel, Compost, Spring Onion
KAJIAN SUHU PENGERINGAN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI PADA TEH HERBAL KULIT BUAH NANAS (Ananas comosus (L.) Merr.) Theresia Oktavia Triprastika Dewi; Yohana Sutiknyawati Kusuma Dewi; Sholahuddin Sholahuddin
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i3.46227

Abstract

Teh herbal adalah produk minuman yang dapat dibuat dengan infusi air dari akar, daun, bunga, kulit dan bagian komponen lain dari berbagai spesies tanaman yang sangat beragam. Saat ini, kulit buah nanas merupakan limbah yang berpotensi dikembangkan menjadi teh herbal. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan suhu pengeringan yang menghasilkan karakteristik fisikokimia dan orgnalopetik teh herbal kulit buah nanas terbaik. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok, suhu pengeringan sebagai perlakuan yang terdiri dari 3 taraf suhu yaitu 50, 60 dan 70°C. Data dianalisis dengan ANOVA, jika berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ). Data organoleptik dianalisis menggunakan uji Friedman. Penentuan hasil terbaik melalui uji Indeks Efektifitas. Hasil penelitian menunjukkan suhu pengeringan 60°C merupakan suhu pengeringan yang menghasilkan karakteristik fisikokimia dan organoleptik teh herbal kulit buah nanas terbaik. Karakteristik fisikokimia yang dihasilkan yaitu rendemen 20,84%, kadar air 5,00%, kadar abu 2,83%, total fenol 53,77 mg GAE/g ekstrak, aktivitas antioksidan 82,33%, karakteristik organoleptik yaitu warna 2,80 (tidak suka), aroma 3,27 (agak suka) dan rasa 3,00 (agak suka).
PENGARUH KOMBINASI PUPUK KANDANG AYAM DAN NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG PADA SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR M HARDIAN; basuni basuni; mulyadi safwan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i1.43861

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis yang tepat pada kombinasi pupuk kandang ayam dan nitrogen terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pada sistem budidaya jenuh air. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kalimas Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya yang dimulai pada tanggal 02 Agustus – 17 Oktober 2017. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan. Variabel pengamatan terdiri dari tinggi tanaman, panjang daun, jumlah daun, volume akar, berat kering akar, berat kering tanaman, bobot tongkol berkelobot, bobot tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol, diameter tongkol dan baris biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam dan nitrogen pada tanaman jagung memberikan pengaruh yang nyata pada semua variabel pengamatan  kecuali pada variabel pengamatan jumlah baris biji. Hasil penelitian yang berpengaruh nyata menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan pupuk kandang ayam memberikan hasil yang berbeda nyata jika dibandingkan dengan perlakuan yang tidak diberikan pupuk kandang ayam. Pemberian 7,5 dan 15 ton/ha pupuk kandang ayam yang ditambahkan pupuk urea maupun tidak, memberikan hasil yang lebih baik jika dibandingkan dengan perlakuan pupuk urea tanpa pemberian pupuk kandang ayam.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG PUYUH DAN ABU KAYU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG UNGU PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Lidia Negata Rahayu; Tatang Abdurrahman; Rini Susana
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh interaksi antara pemberian pupuk kandang puyuh dan abu kayu yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian dilaksanakan di lahan KEP’S (Kampung English Poernama) Agro Jl. Sungai Raya Dalam, sejak dari tanggal 31 Juli sampai 8 Oktober 2020. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah pupuk kandang puyuh (P), terdiri dari 3 taraf, yaitu p1=300 g/polybag setara dengan 10 ton/ha, p2=450g/polybag setara dengan 15 ton/ha, p3=600 g/polybag setara dengan 20 ton/ha dan faktor kedua adalah abu kayu (A), terdiri dari 3 taraf, yaitu a1=8 g/polybag setara dengan 1,6 ton/ha, a2=16 g/polybag setara denga 3,2 ton/ha, a3=24 g/polybag setara dengan 4,8 ton/haHasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk kandang puyuh dan abu kayu dapat meningkatkan volume akar, berat kering tanaman, panjang buah dan diameter buah dan berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman 1, 2, 3 minggu setelah tanam dan jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, berat buah per buah. Pemberian pupuk kandang puyuh dengan dosis 15 ton/ha setara dengan 450 g/polybag dan abu kayu dosis 3,2 ton/ha setara dengan 16 g/polybag memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu pada tanah podsolik merah kuning. Kata kunci : abu kayu, podsolik merah kuning, pupuk kandang puyuh, terung                        ungu  
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMSI DAGING AYAM BROILER (PEDAGING) DI KECAMATAN PONTIANAK UTARA KOTA PONTIANAK Mufadilah Mufadilah; Ibrahim Isytar; Abdul Hamid A Yusra
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i1.43192

Abstract

ABSTRAKHarga daging ayam broiler cenderung meningkat sepanjang tahun namun kecenderungan peningkatan harga ini tidak selalu diikuti oleh penurunan permintaan daging ayam broiler sehingga perlu dianalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi permintaan daging ayam broiler. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor seperti pendapatan, harga daging ayam, harga daging sapi, harga ayam buras, harga daging kambing dan harga telur terhadap permintaan daging ayam broiler di Kecamatan Pontianak Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS 18 for windows, menggunakan satu variabel terikat dan enam variabel bebas. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan agustus 2019. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pendapatan, harga daging ayam dan harga kambing secara parsial memberikan pengaruh nyata terhadap permintaan daging ayam broiler di Kecamatan pontianak utara pada tingkat kepercayaan 95% dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,610. Nilai koefisien pendapatan yaitu sebesar 0,655. Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan harga daging ayam broiler sebesar 10% dapat menyebabkan peningkatan permintaan daging ayam  sebesar 6,55%. Nilai koefisien harga daging ayam yaitu sebesar 0,199. Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan harga daging ayam sebesar 10% dapat menyebabkan peningkatan permintaan daging ayam broiler sebesar 1,99%. Nilai koefisien daging kambing yaitu sebesar 0,206. Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan harga daging ayam broiler sebesar 10% dapat menyebabkan peningkatan permintaan daging ayam sebesar 2,06%. Kata Kunci : Permintaan, Daging Ayam Broiler, Pontianak Utara    
STUDI BAKTERI PENGIKAT NITROGEN BEBAS PADA LAHAN LADANG DI KECAMATAN SOMPAK KABUPATEN LANDAK Sutarman Gafur Ismahan Umran Natalia Deriana
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i3.47515

Abstract

ABSTRAK             Jumlah populasi bakteri pengikat nitrogen bebas pada lahan ladang berpindah lebih tinggi dari populasi bakteri ladang menetap (intensif diolah). Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui jumlah populasi bakteri pengikat nitrogen bebas pada lahan ladang berpindah dan ladang menetap (intensif diolah). Pengambilan sampel dengan menggunakan sistem diagonal pada 6 lokasi, masing-masing lokasi diambil 5 titik pengamatan setelah dikompositkan jadi yang diambil masing-masing 3 sampel sehingga total terdapat 18 sampel tanah. Parameter penelitian meliputi parameter utama yaitu menghitung jumlah populasi dan jenis bakteri yang tumbuh serta parameter penunjang berupa parameter sifat kimia dan fisika tanah. Tahapan penelitian meliputi persiapan penelitian, pengamatan kondisi lingkungan, pengambilan sampel tanah, persiapan dan sterilisasi peralatan serta media di laboratorium, isolasi bakteri pengikat nitrogen bebas dari tanah, perhitungan kelimpahan bakteri pengikat nitrogen bebas dan analisis statistik dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukan jumlah populasi ladang berpindah lebih banyak yaitu sebesar 1,204x1010 cfu/cc dari jumlah populasi bakteri di ladang menetap (intensif diolah) sebesar 8,33x109 cfu/cc. Namun demikian secara statistik nilai tersebut antara ladang berpindah dan ladang menetap (intensif diolah) berbeda “tidak nyata”. Keberadaan populasi bakteri Azotobacter sp. tersebut dipengaruhi oleh bahan organik, sistem pengolahan lahan dan perawatan tanaman.  Kata kunci : Azotobacter sp., Bakteri Pengikat Nitrogen Bebas, Jumlah Populasi, Ladang Berpindah dan Ladang Menetap.