cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,903 Documents
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI BUBUK CINCALOK DENGAN PENAMBAHAN MALTODEKSTRIN SEBAGAI BAHAN PENGISI ANI MIMI FAPERTA
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i2.38796

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi maltodekstrin terhadap karakteristik fisikokimia dan sensori bubuk cincalok yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan rancanganu acak kelompok (RAK) dengan 2 faktor perlakuan yaitu bahan yang digunakan (ekstrak dan ampas) dan konsentrasi maltodekstrin (0%, 5%, 10% dan 15%), masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Analisa data fisik dan kimia menggunakan ANOVA (α=0,05) dan uji lanjut BNJ (α=0,05), sedangkan analisa data sensoris menggunakan uji friedman (α=0,05). Hasil perlakuan terbaik bubuk cincalok dari kombinasi ekstrak 200 ml dan konsentrasi maltodekstrin 5% dengan nilai rendemen 16,59%, kadar air 11,60%, total asam 2,40%, total garam 12,32%, TAAB  6,14% dan karakteristik sensori yaitu rasa 4,77 (suka), warna 4,90 (suka) dan aroma 4,40 (agak suka).
PENGARUH BOKASHI KOTORAN AYAM DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU PADA TANAH ALUVIAL Ridha Nugraha; Basuni Basuni; Nurjani Nurjani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57938

Abstract

Kacang hijau (Vigna  radiata L.) merupakan salah satu bahan pangan yang dapat memenuhi kebutuhan dasar manusia karena mengandung unsur makro, mikro, asam amino yang dapat memperlancar peredaran darah, kaya akan serat, mengobati kolesterol, baik untuk ibu hamil, mengandung asam folat, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, protein, karbohidrat, kalsium, dan fosfor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis terbaik dari interaksi pemberian bokashi kotoran ayam dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanian Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian dilaksanakan pada 6 Desember 2021 - 19 Maret 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu bokashi kotoran ayam sebanyak 3 taraf perlakuan dan faktor kedua pupuk NPK sebanyak 3 taraf perlakuan sehingga total kombinasi perlakuan sebanyak 9 dan diulang 3 kali. Setiap kombinasi perlakuan terdiri dari 4 sampel tanaman sehingga jumlah seluruh tanaman sampel 108 tanaman. Faktor pertama yaitu bokashi kotoran ayam (B) :b1 = 10 ton/ha (setara dengan 80 g/polybag), b2 = 15 ton/ha (setara dengan 120 g/polybag), b3 = 20 ton/ha (setara dengan 160 g/polybag). Faktor kedua yaitu pupuk NPK (N) : n1 = 200 kg/ha (setara dengan 1,6 g/polybag), n2 = 300 kg/ha (setara dengan 2,4 g/polybag) n3 = 400 kg/ha (setara dengan 3,2 g/polybag). Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman (cm), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah polong per tanaman (polong), jumlah biji per polong (biji), berat biji kering per tanaman (g) dan berat 100 biji kering (g). Peningkatan dosis bokashi kotoran ayam dan pupuk NPK memberikan pertumbuhan dan hasil yang baik pada kacang hijau. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah diduga terdapat pengaruh pemberian bokashi kotoran ayam 15 ton/ha dan pupuk NPK 200 kg/ha merupakan dosis terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau pada tanah aluvial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokashi kotoran ayam 20 ton/ha dan pupuk NPK 400 kg/ha memberikan rerata tertinggi terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau pada tanah aluvial.Kata Kunci : Aluvial, Bokashi Kotoran Ayam, Kacang Hijau, NPK
Pengaruh Pemberian Kompos Ampas Tebu dan Pupuk Kandang Kambing Terhadap Serapan Hara N, P, dan K Serta Hasil Terung Ungu (Solanum Melongena L.) di Tanah Ultisol Rahmi, Nelsa Putri Aulia; Sulakhudin, Sulakhudin; Manurung, Rinto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.72881

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) mengandung banyak khasiat bagi kesehatan, sehingga terung menjadi potensi untuk dikembangkan sebagai penyumbang terhadap keanekaragaman bahan sayuran bergizi bagi penduduk. Sebaran Tanah Ultisol banyak dijumpai di Indonesia yang sebagian besarnya banyak dijumpai terutama di Kalimantan Barat dengan luas sekitar 21.938.000 hektar (BPS Kalbar, 2020). Tanah Ultisol sering disebut tanah yang bermasalah karena relatif kurang subur, untuk mengatasi permasalahan kualitas tanah dapat melalui penggunaan bahan pembenah tanah seperti pemberian bahan organik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis terbaik dari interaksi pemberian kompos ampas tebu dan pupuk kandang kambing terhadap serapan hara dan hasil terung ungu pada Tanah Ultisol. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu kompos ampas tebu sebanyak 3 taraf perlakuan A0 (0 g/polibag), A1 (300 g/polibag), A2 ( 600 g/polibag) dan faktor kedua pupuk kandang kambing sebanyak 3 taraf perlakuan K0 (0 g/polibag), K1 (204 g/polibag), K2 (408 g/polibag) sehingga total kombinasi perlakuan sebanyak 9 dan diulang 3 kali sehingga terdapat 27 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai dosis kompos ampas tebu dan pupuk kandang kambing menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap serapan hara tanaman dan hasil produksi terung ungu. Interaksi perlakuan A2K2 (600 g/polibag kompos ampas tebu dan 408 g/polibag pupuk kandang kambing) dapat meningkatkan serapan fosfor bagian atas tanaman, panjang buah terung ungu, berat buah terung ungu, dan diameter buah terung ungu.
EVALUASI KEMAMPUAN LAHAN DESA SONGGA KECAMATAN MENYUKE KABUPATEN LANDAK Rini Hazriani Riduansyah Darmawan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49188

Abstract

ABSTRAKKemampuan lahan merupakan potensi lahan untuk penggunaan berbagai sistem pertanian secara umum untuk penggunaan lahan berkelanjutan. Kemampuan lahan adalah salah satu metode untuk mengetahui daya dukung lahan. Desa Songga merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak yang sebagian besar mata pencaharian penduduknya adalah sebagai petani. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengidentifikasi karakteristik lahan, menentukan sub kelas kemampuan lahan, dan memberikan saran penggunaan lahan berdasarkan sub kelas kemampuan lahan di Desa Songga Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak. Lokasi penelitian di Desa Songga Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak. Metode yang digunakan adalah metode survey. Parameter yang di amati dan dianalisis pada penilitian ini meliputi iklim, lereng, tekstur tanah, permeabilitas, kedalaman efektif tanah, drainase tanah, bahaya erosi, batuan/kerikil, ancaman banjir/genangan, dan reaksi tanah (pH).Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat satuan lahan, yang terdiri dari satu kelas kemampuan lahan, yaitu kelas kemampuan lahannya kelas IV, dengan sub kelas kemampuan lahan IV-es, dimana faktor penghambat daerah perakaran, erosi tidak ada, ringan sampai sedang, dan kelerengan. Kata kunci : Desa Songga Kabupaten Landak, Evaluasi Kemampuan Lahan, Karakteristik Lahan, Satuan Lahan
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANMAN GAMBAS DENGAN PEMBERIAN PUPUK NPK DAN PUPUK ORGANIK CAIR PADA MEDIA GAMBUT Veronika Gita Waroki; Asnawati Asnawati; Dwi Zulfita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.63141

Abstract

Gambas merupakan tanaman yang merambat, gambas juga  dapat dibudidayakan di dataran rendah maupun tinggi dan banyak ditemukan di daerah tropis. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi gambas dan mengatasi masalah pada tanah gambut adalah dengan kombinasi pupuk NPK dan POC dengan dosis dan konsentrasi yang sesuai kebutuhan tanaman. penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi  antara pupuk NPK dan  POC  yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman gambas pada tanah gambut. Penelitian ini akan dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini berlangsung dari 11 Mei sampai 23 Juli tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap ( RAL), dengan 2 factor  perlakuan. faktor pertama adalah konsentrasi POC TOP G2 yang terdiri dari 3 taraf (a1 = POC TOP G2 5 ml/polybag, a2 = POC TOP G2 3 ml/polybag, a3 = POC TOP G2 1 ml/polybag) dan factor kedua yaitu pupuk NPK yang terdiri dari 3 taraf (b1 = NPK 200 kg/ha, b2  = NPK 300 kg/ha,b3 = NPK 400 kg/ ha). Totalnya adalah 9 kombinasi perlakuan yang di ulang 3 kali dimana setiap satuan unit percobaan terdiri dari  4 sampel tanaman, sehingga total keseluruhan 108 tanaman.Variabel pengamatan yang diamati yaitu Volume Akar (cm³), Berat Kering Tanaman (g), Jumlah Buah per Tanaman (buah), Berat Buah per Tanaman, Panjang Buah (cm), Diameter buah (cm), Berat Buah Perbuah (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pupuk NPK dosis 200 kg/ha dan POC Top G2 dosis 1 ml/L air memberikan pertumbuhan dan hasil  yang optimal pada tanah gambut. Hasil penelitian dapat disimpulkan interaksi pupuk NPK dan POC memberikan rerata tertinggi terhadap volume akar, berat kering, jumlah buah pertanaman, Panjang buah dan diameter buah, dengan dosis yang optimal yaitu NPK 200 kh/ha, 300 kg/ha, 300 kg/ha dan POC1 ml/ L menunjukkan bertumbuhan  dan hasil tanaman gambas yang optimal pada tanah gambut.
PENGARUH KOMBINASI PUPUK HAYATI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Emanuel Wendi Santyago; Dwi Zulfita; Maulidi Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i1.43971

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari kombinasi pupuk hayati dan pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian dimulai dari bulan April sampai dengan bulan Agustus 2020 dilokasi yang terletak di Jalan Parit Demang Dalam, Gang Kulang Kulit kota Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian menggunakan metode eksperimen pola Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari satu faktor (P) yaitu 4 perlakuan dan 6 ulangan. Setiap perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud yaitu p1=pupuk hayati + NPK (100 kg/ha setara dengan 3 g/polibag), p2=pupuk hayati + NPK (200 kg/ha setara dengan 6 g/polibag), p3=pupuk hayati + NPK  (300 kg/ha setara dengan 9 g/polibag) + pupuk hayati, p4= NPK (400 kg/ha setara dengan 12 g/polibag) tanpa pupuk hayati. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi pupuk hayati dan pupuk NPK yang secara keseluruhan mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman terung pada tanah PMK dengan perlakuan pemberian kombinasi pupuk hayati + pupuk NPK (200 kg/ha setara dengan 6 g/polibag) mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman terung pada tanah PMK. Pemberian kombinasi pupuk hayati dan pupuk NPK dapat meningkatkan efisiensi dan mampu mengurangi penggunaan pupuk anorganik NPK hingga 50%.
PEMANFAATAN DAUN GAMAL SEBAGAI BOKASHI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BUNCIS PADA TANAH ULTISOL Erikson Rambe; Rahmi diyani; Eddy Santoso
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7258

Abstract

Pemanfaatan Daun Gamal Sebagai Bokashi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Buncis Pada Tanah Ultisol Erikson Rambe1) Rahmidiyani dan Eddy Santoso2) 1)Mahasiswa, 2)Dosen Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mencari dosis bokashi daun gamal yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman buncis pada tanah ultisol. Penelitian ini menggunakan percobaan lapangan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktorial, perlakuan terdiri dari pemberian bokashi daun gamal (P) dengan enam taraf yaitu: = tanpa pemberian bokashi, = 14,54 kg/bedengan setara dengan 6 % bahan organik, = 28,37 kg/bedengan setara dengan 8 % bahan organik,  = 42,20 kg/bedengan setara dengan 10 % bahan organik,                    = 56,03 kg/bedengan setara dengan 12 % bahan organik,                                   = 69,86 kg/bedengan setara dengan 14 % bahan organik dengan empat kali ulangan setiap ulangan terdiri dari lima sampel tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah berat kering (g), volume akar (cm3), jumlah polong per tanaman (polong), berat polong per tanaman (g), berat polong per bedengan (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokashi daun gamal memberikan pengaruh nyata terhadap berat kering tanaman, volume akar tanaman, jumlah polong per tanaman, berat polong per tanaman dan berat polong per bedengan. Pemberian bokashi daun gamal dengan dosis 69,86 kg/bedengan setara dengan   14 % bahan organik memberikan pertumbuhan dan hasil yang terbaik pada tanaman buncis pada tanah ultisol. Kata kunci:  Bokashi daun gamal, buncis, tanah ultisol  Utilization gamal leaf as bokashi to the growth and result of the bean on the ultisol soil Erikson Rambe1) Rahmidiyani dan Eddy Santoso2) 1)Students, 2) Faculty of Agriculture, University of Tanjungpura ABSTRACT This study aimed at exploring the dose of  Gamal Bokashi leaf which is best for the growth and crop of beans in ultisols. This study used field experiment with one factorial randomized block design (RBD), a treatment comprising administering Bokashi Gamal leaves (P) with six levels : () = without giving bokashi, () = 14.54 kg / bed equivalent to 6% organic materials,                    () = 28.37 kg / bed equivalent to 8% organic materials, () = 42.20 kg / bed equivalent to 10% organic materials, () = 56.36 kg / bed equivalent to 12% organic materials, () = 69,86 kg / bed equivalent to 14% organic materials, with four replication. Each replications consisted of five samples of plants. Observed variables in the study include: dry weight (g), root volume (cm3), number of pods per plant (pods), weight of pods per plant (g), weight of pods per seedbed (g). The result show that the administration of bokashi gamal leaves has a significant effect on plant dry weight of pod weight per bed. Giving bokashi of gamal leaves with a dose of 69.86 kg / beds equivalent to 14 % of organic ingredients provide the growth and crops to ultisols. Keyword : gamal’s leaf bokashi, bean, ultisol soil
APLIKASI KOMPOS KULIT PISANG DAN TRICHODERMA SP SEBAGAI BIO-AKTOVATOR PADA TANAH ULTISOL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI Anik Handayani; Purwaningsih Purwaningsih; Maulidi Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58202

Abstract

Cabai rawit merupakan salah satu tanaman hortikultura dari famili Solanaceae yang memiliki nilai ekonomi tinggi tetapi juga juga karena buahnya yang memiliki kombinasi warna, rasa dan nilai nutrisi yang lengkap. Tanaman cabai rawit dapat tumbuh di setiap jenis tanah. Tanah ultisol merupakan satu diantara jenis tanah yang berpotensi untuk dijadikan media tanam hanya saja tanah jenis ultisol memiliki kekurangannya seperti sifat fisik dan biologi.  Upaya yang dapat dilakukan agar tanah ultisol ini dapat menjadi media tanam yang baik bagi tanaman cabai rawit perlu di tambahkan bahan organik seperti penggunaan kompos kulit pisang dan penambahan Trichoderma sp. Tujuan utama penelitian ini adalah melihat interaksi antara kompos kulit pisang dan Trichoderma sp pada tanaman cabai rawit. Penelitian ini dilaksanakan di KIPS Agro Sungai Raya Dalam ujung. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL Faktoria). Kompos kulit pisang sebagai taraf perlakuan terdiri dari 4 taraf yaitu k1= 300 gram/plybag, k2= 600 gram/plybag, k3= 900 gram/polybag, k4= 1200 gram/polybag dan Trichoderma sp sebagai taraf kedua terdiri dari dua taraf perlakuan yaitu b1= tanpa Trichoderma sp serta b2= 15 gram/polybag, sehingga terdapat 8 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali dan disetiap ulangan memiliki 3 sampel. Variabel yang diamatai adalah tinggi tanaman, jumlah cabang, volume akar, berat kering tanaman, julmah buah per tanaman, berat buah per tanmaan dan berat buah per buah. Hasil penelitian menunjukan bahwa interaksi terjadi pada volume akar dan berat kering tanaman, secara mandiri kompos kulit pisang berpengaruh nyata pada variabel jumlah cabang umur 9 MST, volum akar, berat kering dan jumlah buah per tanaman. Kesimpulan penelitian ini yaitu pertumbuhan tanaman cabai rawit yang baik diperoleh dengan pemberian kompos kulit pisang 900 gram/polybag dan Trichoderma sp 15 gram/polybag. Pemberian kompos kulit pisang dengan dosis diatas 600 gram/polybag memberikan pengaruh yang baik untuk pertumbuhan tanaman cabai rawit yaitu pada jumlah cabang dan pada dosis diatas 300 gram/polybag memberikan pengaruh yang baik pula pada hasil tanaman cabai rawit yaitu pada jumlah buah pertanaman.
KAJIAN STATUS KESUBURAN TANAH SAWAH UNTUK TANAMAN PADI DI DESA TEMPURUKAN KECAMATAN MUARA PAWAN Suryanti, Tassa Ananda; Suswati, Denah; Hazriani, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.71399

Abstract

Tanaman padi (Oryzae sativa, L.) merupakan satu diantara makanan pokok di Indonesia.Sekitar 90% masyarakat Indonesia mengkonsumsi beras yang merupakan hasil olahan padisebagai makanan utamanya, oleh karena itu padi menjadi tanaman pangan yang banyakdiusahakan di Indonesia. Pengembangan pertanian di lahan sawah berbagai kendala dalampeningkatan produktivitas budidaya tanaman padi salah diantaranya tingkat kesuburantanah sawah yang semakin menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui statuskesuburan tanah pada lahan sawah dan saran pemupukan pada tanaman padi di DesaTempurukan, Kecamatan Muara Pawan. Sampel tanah komposit pada lahan sawah di DesaTempurukan ditentukan secara diagonal dengan 5 titik sampel pada kedalaman 0-20 cmsetelah diperoleh sampel tanah maka diambil kurang lebih 2 kg untuk setiap sampel tanahkomposit. Jumlah sampel tanah yang dianalisis 4 sampel tanah komposit. Hasil penelitianini menunjukkan tingkat kesuburan tanah sawah di Desa Tempurukan Kecamatan MuaraPawan pada 4 lokasi penelitian menunjukkan status kesuburan tanah dengan kriteria rendah(R). Saran pemupukan pada lahan sawah A diperlukan penambahan Urea 343,38 kg/ha, SP-36 100 kg/ha, KCl 75 kg/ha, pada lahan sawah B diperlukan penambahan Urea 239,22kg/ha, SP-36 100 kg/ha, KCl 50 kg/ha, pada Lahan sawah C diperlukan penambahan Urea271,51 kg/ha, SP-36 100 kg/ha, KCl 50 kg/ha dan pada lahan sawah D diperlukanpenambahan Urea 285,05 kg/ha, SP-36 100 kg/ha, KCl 50 kg/ha.
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH KULIT NANAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT PADA TANAH ALUVIAL Aprianus Yoan Collastiko; Dini Dini Anggorowati; Setia Setia Budi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i3.47610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi POC limbah kulit nanas yang dapat memberikan pertumbuhan dan hasil tomat yang terbaikdi Tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 12 Desember 2019 sampai dengan 05 Maret 2020 di lokasi yang terletak Jalan silat baru, komplek untan. Kota Pontianak. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor, yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 ulangan dan tiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah k1 = 10% POC limbah kulit nanas, k2 = 15% POC limbah kulit nanas, k3= 20% POC limbah kulit nanas, k4= 25% POC limbah kulit nanas, k5 = 30% POC limbah kulit nanas. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, volume akar, berat keringtanaman, Jumlah Buah Per tanaman, Berat Buah PerTanaman, dan Berat Per Buah. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pemberian POC limbah kulit nanas dengan konsentrasi 15% dan 20% menunjukkan pertumbuhan yang baik pada tinggi tanaman 1 dan 2 minggu setelah tanam. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa dari pemberian POC limbah kulit nanas tidak ditemukan konsentrasi yang terbaik tetapi konsentrasi yang efisien untuk pertumbuhan dan hasil tomat yaitu 10% POC limbah kulit nanas.