cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,903 Documents
Response Growth And Yield Of Sweet Corn Cultivated On Peat Soil As Influence Of Coffee Skin Ash And Cow Manure Application Dina Lestari; Setia Budi; Siti Hadijah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i1.36105

Abstract

The research is aimed to determine the effect of ash and cow manure on growth and yield of sweet corn cultivated on peat soil. Ash applied in this study was prepared from coffee skin. The research was carried out from April 8 to July 19, 2019,This research was conducted in Pontianak West Kalimantan. The experiment is arranged  according to factorial randomize block design with two factors, i.e., dosage of ash (Factor A) and dosage of cow manure (Factor B). Factor A consists of three levels is, a1 (30 ton/ha equivalent to 15 kg/plot), a2 (40 ton/ha equivalent to 20 kg/plot), a3 (50 ton/ha equivalent to 25 kg/plot) and factor B also consists of b1 (10 ton/ha equivalent to 5 kg/plot), b2 (20 ton/ha equivalent to 10 kg/plot), b3 (30 kg/ha equivalent to 15 kg/plot). Each treatments is replicated 4 times, and each of this experimental unit has 8 sample crops. The results showed that the applicaros of 50 ton/ha of coffee husk ash and 30 ton/ha of beef cattle fertilizer was the best dose togrowth and yield of sweet corn on peat soil.  Keywords: cow manure, coffee husk ash, peat soil, sweet corn.
PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI PUPUK KANDANG AYAM DAN PUPUK KNO3 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH DI TANAH GAMBUT Sakdan Sakdan; Rini Susana; Purwaningsih Purwaningsih
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.59574

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kombinasi dosis pupuk kandang ayam dan pupuk KNO3 yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil bawang merah di tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan dikebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak dan waktu penelitian 5 bulan, mulai dari 20 febuari s/d 20 juli 2022. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu dosis kombinasi pupuk kandang ayam dan pupuk KNO3. Terdapat 7 kombinasi perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali, setiap ulangan terdiri 4 tanaman sampel sehingga tanaman berjumlah keseluruhan 112 tanaman. Perlakuan k1=pupuk kandang ayam 10 ton/ha + pupuk  KNO3 200 Kg/ha, k2=pupuk kandang ayam 10 ton/ha + pupuk KNO3 600 Kg/ha, k3=pupuk kandang ayam 15 ton/ha + pupuk KNO3 500 Kg/ha, k4=pupuk kandang ayam 20 ton/ha + pupuk KNO3 400 Kg/ha, k5=pupuk kandang ayam 25 ton/ha + pupuk KNO3 300 Kg/ha, k6=pupuk kandang ayam 30 ton/ha + pupuk KNO3 200 Kg/ha, k7=pupuk kandang ayam 30 ton/ha + pupuk KNO3 600 Kg/ha. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun per rumpun, jumlah anakan, jumlah umbi per rumpun, berat basah umbi per rumpun. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan, kombinasi pupuk kandang ayam dan KNO3 dosis 30 ton/ha + 600 kg/ha, merupakan dosis terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah di tanah gambut. Kata Kunci     : bawang merah, gambut,  pupuk kandang ayam, pupuk KNO3
PENGARUH PUPUK KOTORAN KAMBING DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH ALUVIAL Januar Aldi; Tatang Abdurrahman; Agus Hariyanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.59040

Abstract

Kedelai edamame merupakan komoditas tanaman pangan yang memiliki nilai ekonomis di Indonesia. Kedelai edamame memiliki biji dengan rasa yang manis serta mengandung protein nabati dan gizi yang tinggi. Kedelai edamame dapat tumbuh subur dengan pemberian pupuk yang tepat. Pupuk kotoran kambing dapat memperbaiki sifat fisik tanah, seperti menggemburkan tanah, meningkatkan porositas, aerasi, dan mikroorganisme tanah, sehingga akar didalam tanah dapat berkembang dengan baik. Pupuk NPK berfungsi sebagai penyuplai unsur hara makro untuk memenuhi kebutuhan unsur hara bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara pupuk kotoran kambing dan NPK serta mengetahui dosis terbaik pupuk kotoran kambing dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jl. Reformasi, gang Matematika, Pontianak, penelitian ini berlangsung dari tanggal 5 Februari 2022 - 27 April 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yaitu pemberian pupuk kotoran kambing dan NPK. Penelitian ini terdapat 2 faktor dan masing-masing faktor terdiri dari 3 taraf perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali, setiap perlakuan ada 4 sampel tanaman, sehingga total keseluruhan terdapat 108 tanaman. Faktor pertama pupuk kotoran kambing (k): k1 = 10 ton/ha, k2 = 20 ton/ha, k3 = 30 ton/ha. Faktor kedua pupuk NPK (p): p1 = 150 kg/ha, p2 = 300 kg/ha, p3 = 450 kg/ha. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah cabang, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong per tanaman, bobot polong segar per tanaman, jumlah polong isi, jumlah polong hampa, dan bintil akar. Berdasarkan hasil penelitian menujukkan bahwa pengaruh pupuk kotoran kambing dan NPK terdapat interaksi pada variabel berat kering tanaman dan bobot polong segar per tanaman. Pemberian pupuk kotoran kambing dosis 20 ton/ha dan NPK dosis 300 kg/ha merupakan dosis terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kedelai edamame. Kata Kunci : Aluvial, Edamame, Kedelai, NPK, Pupuk Kotoran Kambing
KEANEKARAGAMAN JENIS IKAN HASIL TANGKAPAN NELAYAN TRAWL DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN PELABUHAN KENMDAWANGAN KABUPATEN KETAPANG Januarti, Dea; SM, Ahmad Mulyadi; Kurniadi, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.71165

Abstract

ABSTRAKKetapang merupakan salah satu Kabupaten yang memiliki ketersediaan sumber daya laut yang tinggi salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Ketapang adalah Kecamatan Kendawangan, dimana mayoritas masyarakat bekerja sebagai nelayan. Nelayan di Kendawangan masih menggunakan alat tangkap trawl (jarring tarik) untuk menangkap ikan. trawl merupakan alat tangkap ikan yang terbuat dari jaring, berbentuk kerucut (cone shape net) dengan salah satu ujung terbuka lebar sebagai mulu dan semakin kecil ujung yang lain sebagai kantong yang dapat dibuka atau ditutup, jaring berbentuk kerucut ini ditarik di sepanjang dasar perairan dengan kecepatan dan jangka waktu tertentu, untuk menangkap ikan-ikan demersal (Nadelec Prako 1990). Penelitian terkait keanekaragaman ikan di laut kendawangan berdasarkan alat tangkap trawl yang banyak digunakan nelayan untuk melaut dan menangkap ikan. Hal ini mendorong peneliti untuk mengkaji lebih lanjut tentang keanekaragaman ikan di laut Kendawangan menggunakan alat tangkap trawl. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui keanekaragaman ikan yang tertangkap dan nilai ekonomi setiap jenis ikan hasil tangkapan nelayan trawl di Pangkalan Pendaratan Ikan Pelabuhan Kendawanagan Kabupaten Ketapang. Pengambilan sampel dari 2 kapal nelayan dilakukan dengan metode purposive sampling dengan mengambil 10% ikan dari setiap keranjang dan jumlah keranjang yang diambil sebanyak 2 keranjang jadi per keranjang diambil 5%. Setelah melakukan pengambilan sampel sebanyak 10% ikan dipisahkan sesuai jenisnya setelah itu dihitung, didokumentasikan serta diidentifikasi dan hasil dicatat. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 6 kali dengan selang waktu 2 minggu sekali selama 3 bulan. Berdasarkan hasil penelitian, ikan yang tertangkap di Pangkalan Pendaratan Ikan Pelabuhan Kendawangan Kabupaten Ketapang selama penelitian diperoleh 21 spesies ikan yang terdiri dari 13 famili Di antara spesies tersebut terdapat 2 jenis ikan yang paling banyak ditemukan yaitu ikan gembung (Rastrelliger kanagurta), dan ikan mayong (Plicofollis argyropleuron).Berdasarkan hasil tangkapan nelayan selama penelitian terdapat dua jeis ikan dengan koposisi jenis tertinggi yaitu, ikan gembung (Rastrelliger kanagurta), dan ikan mayong (Plicofollis argyropleuron).Ikan gembung merupakan ikan yang bergerombol yang hidup diluat tropis pada rentang kedalaman 20 hingga 90 m, tersebar di wilayah indopasifik barat, yaitu dari Afrika Timur hingga Indonesia (Teleng, 2010). Ikan mayong (Plicofollis argyropleuron) hidup di perairan estuari dan laut. Indeks keanekaragaman di Pangkalan Pendaratan Ikan Pelabuhan Kendawangan (H"™) sebesar 2,40 menunjukan keanekaragaman tergolong sedang. Nilai indeks keseragaman (E"™) dari semua hasil tangkapan nelayan selama penelitian berkisar antara 0,77 berdasaekan nilai keseragaman tersebut dikategorikan populasinnya tinggi hal ini dapat diartikan adannya variasi yang besar dari nilai struktur komunitas ikan. Dan indeks dominansi selama penelitian (C) sebesar 0,13 yang berada pada kategori tidak ada jenis ikan yang mendominansi Dalam melakukan aktivitas penangkapan, nelayan di Kendawangan Kabupaten Ketapang menggunakan Alat tangkap trawl atau biasa di sebut pukat harimau atau pukat hela. Jenis alat tangkap yang digunakan nelayan tidak menentukan jenis dan ukuran ikan yang tertangkap.
EFEKTIVITAS BERBAGAI DOSIS HERBISIDA CAMPURAN ATRAZIN DAN MESOTRION UNTUK MENGENDALIKAN GULMA DI LAPANGAN Ari Darmawan; Sarbino Sarbino; Indri Hendarti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49361

Abstract

Gulma yang tumbuh di lahan budidaya merupakan tumbuhan pengganggu dan menjadi salah satu kendala di dalam budidaya tanaman, sehingga perlu upaya pengendalian, salah satunya dengan campuran herbisida Mesotrion dan Atrazin. Pencampuran herbisida yang berbeda dapat meningkatkan efektivitas dan memperluas spektrum pengendalian gulma. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas herbisida campuran Mesotrion dan Atrazin dalam mengendalikan gulma di lapangan. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, dimulai dari bulan Februari-Juni 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu Rancangan Acak Kelompok dengan 5 taraf perlakuan yaitu campuran herbisida Mesotrion dan Atrazin p0(kontrol); p1 (1,00 l/ha); p2 (1,50 l/ha); p3 (2,00 l/ha); p4 (2,50 l/ha). Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali terdiri dari 1 unit satuan perlakuan. Variabel pengamatan terdiri dari analisis vegetasi, persentase kematian gulma, dan bobot kering gulma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaplikasian dosis herbisida campuran Mesotrion dan Atrazin sebanyak 2,50 l/ha efektif dalam mengendalikan gulma di lapangan dengan SDR gulma jenis daun lebar 22,13%, SDR gulma jenis rumput 42,45%, SDR gulma jenis teki 35,42%.Kata kunci : atrazin, gulma, mesotrion
Pengaruh Naungan Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kubis Bunga Filipus Meidias Prabowo
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i1.4499

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui presentase naungan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga. Penelitian ini menggunakan metoda eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor yaitu kerapatan naungan (N) yang terdiri dari 4 taraf yaitu n0 (naungan 0%), n1 (naungan 50%), n2 (naungan 60%), dan n3 (naungan 70%). Setiap perlakuan terdiri dari 6 ulangan. Setiap perlakuan terdiri dari 4 sampel, sehingga terdapat 24 satuan perlakuan dan 96 tanaman. Penelitian ini menggunakan tanah gambut sebagai media penanaman dan pupuk kotoran sapi sebagai pupuk dasar penanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman (cm), kehijauan daun (SPAD), luas daun total (cm2), dan berat krop kubis bunga (g). Hasil penelitian menunjukan bahwa presentase kerapatan naungan tidak memberikan berpengaruh yang nyata terhadap semua variabel pengamatan. Perlakuan naungan 60% memberikan rata-rata tertinggi pada variabel tinggi tanaman yaitu 92,17 cm. perlakuan naungan 50% memberikan rata-rata tertinggi pada variabel pengamatan kehijauan daun yaitu 130,60 SPAD. Perlakuan naungan 70% memberikan rata-rata tertinggi pada variabel luas daun total yaitu 4.817,67 cm2. Perlakuan naungan 0% memberikan rata-rata tertinggi pada variabel berat krop kubis bunga yaitu 311,47 gram. Kata kunci : Gambut, Kubis Bunga, Naungan, Pupuk Kotoran Sapi
Penggunaan Biochar Sekam Padi dan Pupuk KCl terhadap Pertumbuhan dan Hasil Cabai Peranggi pada Tanah Aluvial Alfin Abdurrafi; Maulidi Maulidi; Eddy Santoso
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50691

Abstract

Tanah aluvial yang digunakan sebagai media tanam cabai peranggi memiliki kekurangan berupa tekstur tanah yang liat dan pejal sehingga mengurangi potensi akar untuk berkembang, selain itu kandungan kalium yang rendah juga mengurangi kemampuan tanaman dalam menghasilkan buah. Penggunaan biochar sekam padi dan pupuk KCl sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai peranggi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh biochar  sekam padi dan pupuk KCl terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai peranggi di tanah aluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan yaitu pemberian biochar sekam padi dan pupuk KCl yang masing-masing terdiri dari 0 g/tanaman + 6,8 g/tanaman (b0), 225 g/tanaman + 5,6 g/tanaman (b1), 450 g/tanaman + 4,5 g/tanaman (b2) dan        675 g/tanaman + 3,4 g/tanaman (b3). Setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan dan 3 sampel. Jumlah unit percobaan sebanyak 60 tanaman. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman (cm), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah cabang produktif (batang), jumlah buah per tanaman (buah) dan berat buah per tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan pemberian biochar sekam padi sebesar 450 g/tanaman setara 15 ton/ha dan pupuk KCl sebesar 4,5 g/tanaman setara 150 kg/ha merupakan perlakuan terbaik pada variabel volume akar dan berat buah per tanaman.Kata Kunci : Aluvial, Biochar, Cabai Peranggi, KCl
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI YANG MEMPENGARUHI BUDIDAYA PEMBESARAN IKAN NILA (Oreochromis sp) DI DESA BUNGKANG KECAMATAN SEKAYAM KABUPATEN SANGGAU Vinna Desta Nur Dewi Ningsih; Novira Kusrini; Ilmelda Ilmelda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 2: Agustus 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i2.5299

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor produksi yang mempengaruhi budidaya pembesaran ikan nila. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja yaitu di Desa Bungkang dengan pertimbangan bahwa daerah tersebut merupakan daerah (desa) sentra produksi ikan nila dengan budidaya pembesaran ikan nila. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 responden yang seluruhnya diambil dari jumlah pembudidaya yang membudidayakan pembesaran ikan nila. Hasil uji regresi menunjukkan berdasarkan hasil analisis uji F terhadap faktor-faktor produksi secara simultan atau bersamaan berpengaruh nyata terhadap budidaya pembesaran ikan nila. Sedangkan hasil analisis uji T menunjukkan bahwa secara parsial, bahwa benih, tenaga kerja luar keluarga, pakan 888, pupuk urea dan kapur berpengaruh nyata terhadap budidaya pembesaran ikan nila di Desa Bungkang dengan taraf kesalahan 1%, 5% dan 10%. Kata kunci : ikan nila, faktor produksi, regresi linier berganda
KARAKTERISASI BEBERAPA GENOTIPE JAGUNG DI LAHAN GAMBUT hendri kasno; hidayat hidayat; asnawati asnawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 2: Agustus 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i2.6597

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi beberapa genotipe jagung F13 di lahan gambut. Penelitian ini dilaksanakan di lahan gambut Rasau Jaya II dari tanggal 7 April sampai 26 Oktober 2013. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari tujuh genotipe jagung F13 sebagai perlakuan dan dua varietas pembanding yaitu varietas Arjuna dan Sukmaraga. Setiap perlakuan dikelompokkan menjadi lima kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar karakter beberapa genotipe jagung F13 telah relatif sama dengan varietas pembanding. Karakter kualitatif yang berbeda adalah arah cabang lateral malai genotipe E dan F, karakter kuantitatif yang berbeda nyata yaitu karakter tinggi tanaman genotipe D, karakter lingkar tongkol dan bobot biji per tongkol genotipe G, serta karakter panjang tongkol genotipe H.
PENGARUH PEMBERIAN POC BATANG PISANG DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBHAN DAN HASIL CABAI MERAH PADA TANAH GAMBUT Joko Candra; Eddy santoso; Dwi Zulfita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57948

Abstract

Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu komoditas sayuran yang penting di Indonesia karena banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Pemanfaatan tanah gambut sebagai media tumbuh tanaman memiliki beberapa kendala seperti sifat kimia dan biologi tanah yang kurang baik untuk pertumbuhan tanaman. Tanah gambut juga mempunyai kadar pH yang rendah, kandungan basanya rendah dan kapasitas tukar kation yang tinggi (KTK), sifat ini yang mengakibatkan kertersedian unsur hara menjadi rendah. Upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki masalah tersebut ialah dengan pemberian POC batang pisang dan pupuk NPK karena POC batang pisang mengandung unsur hara makro maupun mikro serta mengandung mikroorganisme berfungsi membantu dekomposisi tanah gambut. Sementara itu pemberian pupuk NPK membantu menambah ketersedian unsur hara N, P dan K dalam tanah gambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui inetraksi dan dosis terbaik antara pemberian POC batang pisang dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil cabai merah pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Sepakat 2 Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat pada tanggal 14 Januari - 26 April 2022. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan dan 9 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan. Faktor pertama adalah POC batang pisang yang terdiri dari 3 taraf yaitu 500 ml/polybag, 400 ml/polybag dan 300 ml/polybag. Faktor kedua adalah pupuk NPK yang terdiri dari 3 taraf yaitu 800 kg/ha, 650 kg/ha dan 500 kg/ha. Variabel yang diamati pada penelitian ini meliputi tinggi tanaman, volume akar, klorofil daun, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman dan berat buah per buah. Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi antara POC batang pisang dan pupuk NPK pada variabel volume akar dan berat kering tanaman. Pemebrian POC batang pisang dengan dosis 500 ml/polybag dan pupuk NPK 800 kg/ha memberikan hasil terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil cabai merah pada tanah gambut.