cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,903 Documents
PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI PAGODA TERHADAP KONSENTRASI NUTRISI AB MIX DENGAN SISTEM HIDROPONIK SUMBU Marselina Acing; Iwan Sasli; Agus Hariyanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58368

Abstract

Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi dengan cara ekstentifikasi sawi, dapat ditempuh dengan memanfaatkan lahan perkarangan, penanaman sawi yang cocok dipekarangan adalah penanaman secara hidroponik. Sistem sumbu merupakan teknik hidroponik yang sederhana menggunakan prinsip kapilaritas air yang mana larutan nutrisi akan mengalir menuju perakaran melalui sumbu. Teknik hidroponik sistem sumbu ini sederhana dan lebih menguntungkan karena mudah dalam perawatannya dan tidak perlu melakukan penyiraman.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi nutrisi yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil sawi pagoda dengan sistem hidroponik sumbu. Penelitian dilaksanakan di Jl. Purnama Agung VII Parit Tokaya Kota Pontianak, penelitian berlangsung dari 23 Januari - 29 Februari 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor yaitu pupuk AB mix (P) dengan 5 taraf perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali dimana unit perlakuan terdapat 3 sampel tanaman sehingga total keseluruhan ada 75 sampel tanaman. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan nutrisi AB Mix Good plant. Calnit, Flex G, Mag S, Map Variabel pengamatan yang diamati yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), berat segar tanaman (g), berat kering tanaman (g), kadar klorofil daun (spad unit) dan volume akar (cm3). hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi memberikan pengaruh sebesar 17% dan konsentrasi terbaik 1087,56 ppm untuk berat segar tanaman yaitu 80,63 g. pemberian konsentrasi memberikan pengaruh sebesar 17% dan konsentrasi terbaik 1087,56 ppm untuk berat segar tanaman yaitu 80,63 g.
PERANAN PEMBERIAN BOKASHI AMPAS TEBU TERHADAP SERAPAN HARA N, P, K DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) DI TANAH GAMBUT Afiza, Anisa; Suswati, Denah; Arief, Feira Budiarsyah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.76681

Abstract

Budidaya tanaman tomat di tanah gambut memiliki beberapa kendala seperti rendahnya tingkat ketersediaan unsur hara, kapasitas tukar kation (KTK) tinggi, kejenuhan basa (KB) rendah dan masam (pH rendah), untuk mengatasi hal tersebut memerlukan sejumlah perbaikan yang dapat meningkatkan kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bokashi ampas tebu terhadap serapan hara N, P, K dan hasil tanaman tomat di tanah gambut. Penelitian ini dilakukan dari bulan Maret hingga Juni 2023, dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 dosis perlakuan menggunakan bokashi ampas tebu yaitu : T1 = 500gr ; T2 = 1000gr ; T3 = 1500gr T4 = 2000gr; T5 = 2500gr, T6 = 3000gr. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan bokashi ampas tebu pada T5 (2500 gr/polybag) dapat meningkatkan berat kering bagian atas tanaman sebesar 19,03%, serapan hara P 0,32%, serapan hara K 0,50%, dan berat buah 169,41% dibandingkan dengan perlakuan T1 (500 gr/polybag).
HUBUNGAN POPULASI MIKROBA PELARUT FOSFAT TERHADAP KETERSEDIAAN FOSFOR (P) PADA LAHAN SAWAH TADAH HUJAN DI DESA AMBAWANG KUALA KABUPATEN KUBU RAYA Ismahan Umran Abdul Mujib Alhaddad Agnes Risky Yolanda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.47624

Abstract

ABSTRAKAktivitas mikoorganisme dipengaruhi oleh ketersediaan P di dalam tanah maka P untuk sumber nutrisi aktivitas MPF perlu diberikan kedalam tanah. Kepadatan populasi yaitu aktivitas MPF dan kepadatan populasinya dalam tanah ditentukan oleh perubahan pada masing-masing lahan sawah dan berdasarkan kondisi tersebut perlu dilakukan kegiatan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui korelasi/hubungan populasi mikroba pelarut fosfat terhadap ketersediaan fosfor (P) pada lahan sawah tadah hujan di Desa Ambawang Kuala Kabupaten Kuburaya. Pengambilan sampel dengan menggunakan sistem diagonal pada 7 lokasi penelitian dengan 5 titik yang dikompositkan, jumlah sampel pada 7 lokasi penelitian sebanyak 7 sampel. Parameter penelitian meliputi parameter utama dan parameter penunjang. Tahapan penelitian meliputi penentuan lokasi, pengambilan sampel, analisis sampel dan karakteristik MPF di laboratorium, penentuan analisis statistik regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan hubungan populasi bakteri pelarut fosfat terhadap ketersediaan fosfor (P) pada lahan sawah tadah hujan adalah r = 0,602 dan r2 = 0,362 dan hasil analisis korelasi menunjukkan hubungan yang “kuat”, sedangkan hubungan populasi cendawan pelarut fosfat terhadap ketersediaan fosfor (P) pada lahan sawah tadah hujan adalah r = 0,429 dan r2 = 0,184, menunjukkan hubungan yang “cukup kuat”.  Kata kunci : Lahan Sawah Tadah Hujan, Mikroba Pelarut Fosfat, Ketersediaan Fosfor
Uji Banding Pengaruh Pupuk Kotoran Ayam dan Tanpa Pupuk terhadap Sifat Fisika Tanah Sawah dan Produksi Padi di Desa Sungai Awan Kanan Kecamatan Muara Pawan Kabupaten Ketapang Indra Wahyudi; Bambang Widiaraso; Urai Suci Yulies
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.66271

Abstract

Tanaman  padi  (Oryzae  sativa L.)  merupakan  tanaman  pangan  sebagai  sumber energi yang umumnya dikonsumsi masyarakat Indonesia.Padi lokal yang berkembang di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat adalah Argo Pawan. Peningkatan produksi tanaman, khususnya padi adalah dengan menggunakan pupuk yaitu pupuk urea dan kotoran ayam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sifat fisika tanah pertumbuhan dan produksi padi sawah di Desa Sungai Awan Kanan, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang lahan padi sawah yang dipupuk dengan kotoran ayam dan pupuk urea. Penelitian dilaksanakan di Desa Sungai Awan kanan bertempat di DEM Area Percontohan Pertanian Terpadu Kecamatan Muara Pawan pada tanah Entisol / Aluvial di areal tanaman padi sawah dengan varietas lokal Argo pawan, serta di Laboratorium Fisika dan Konservasi Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, dengan lama penelitian berlangsung selama 3 bulan. Titik pengamatan pada tanah sawah yang ditanami padi tersebut terdiri satu petak sawah yang ditanami padi dengan menggunakan pupuk kotoran ayam dan  pupuk urea. Pengukuran sampel tanaman yang terdapat pada areal sawah dengan ukuran 1 ha digunakan metode diagonal yang diambil 5 titik sampel yaitu empat sisi dan di tengah masing masing 6 petakan sehingga dalam 1 ha lahan areal sawah terdapat 30 petakan dengan ukuran 2,5 m x 2,5 m. Parameter penelitian yaitu sifat fisika tanah yang meliputi tekstur tanah, bobot isi tanah, porositas total tanah,  kadar air tanah kapasitas lapang dan permeabilitas tanah, sifat kimia tanah yang diamati meliputi reaksi pH tanah, C-Organik, N dan C/N sedangkan pertumbuhan tanaman padi meliputi tinggi tanaman dan jumlah anakan padi, produksi padi yang diamati meliputi berat bobot kering panen (BKP), berat bobot kering giling (BKG), bobot 1000 butir gabah dan hasil gabah ubinan. Hasil penelitian menunjukkan Pemberian pupuk kotoran ayam berbeda tidak nyata dibandingkan pemberian pupuk urea dalam memperbaiki sifat fisika tanah yang meliputi tekstur tanah, bobot isi tanah, porositas tanah, kadar air tanah kapasitas lapang, permeabilitas tanah dan kimia tanah yang meliputi pH, C-Organik, N total dan C/N rasio lahan sawah di Desa Sungai Awan Kanan, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang. Pemberian pupuk kotoran ayam berbeda nyata dibandingkan pemberian pupuk urea terhadap pertumbuhan dan produksi padi di Desa Sungai Awan Kanan, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang.
PENGARUH PENGGUNAAN HERBISIDA SISTEMIK TERHADAP PENGENDALIAN GULMA DIPERKEBUNAN KELAPA RAKYAT PADA LAHAN GAMBUT DI PADANG TIKAR KECAMATAN BATU AMPAR ERPIANI ERPIANI; SARBINO SARBINO; RAHMIDIYANI RAHMIDIYANI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7615

Abstract

Pengaruh Penggunaan Herbisida Sistemik  Terhadap Pengendalian Gulma Di Perkebunan Kelapa Rakyat Pada Lahan Gambut Di Padang Tikar Kecamatan Batu Ampar Erpiani(1), Sarbino(2), Rahmidiyani(2) (1)Mahasiswa, (2) Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan herbisida sistemik terhadap pengendalian gulma di perkebunan kelapa dan konsentrasi yang tepat dalam pengendalian gulma yang tumbuh di perkebunan kelapa rakyat pada lahan gambut di Padang Tikar Kecamatan Batu Ampar. Penelitian dilakukan dengan analisis vegetasi dengan menggunakan metode kuadrat berukuran 1m x 1m sebelum dan sesudah penyemprotan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 1 kontrol dan 5 taraf konsentrasi herbisida yaitu P0 (secara mekanis yaitu dengan cara ditebas), P1 (konsentrasi 4 cc/l setara dengan dosis 2 l/ha), P2 (konsentrasi 5 cc/l setara dengan dosis 2,5 l/ha, P3 (konsentrasi 6 cc/l setara dengan dosis 3 l/ha), P4 (konsentrasi 7 cc/l setara dengan dosis 3,5 l/ha), dan P5 (konsentrasi 8 cc/l setara dengan dosis 4 l/ha). Hasil pengamatan menunjukkan terdapat 11 jenis gulma dari 8 family yang ditemukan di lokasi penelitian. Jenis gulma dominan yang terdapat di lokasi penelitian sebelum penyemprotan adalah gulma Scleria sumatrensis dengan nilai SDR 15,94%, tetapi setelah penyemprotan gulma yang dominan menjadi gulma Stenochlaena palustris dengan nilai SDR 30,29%. Gulma yang mampu bertahan terhadap penyemprotan adalah Stenochlaena palustris, Nephrolepsis bisserata, Gleichenia linearis, dan Scleria sumatrensis.   Kata Kunci : Gleichenia linearis, gulma, herbisida sistemik, Nephrolepsis bisserata , Scleria sumatrensis, dan Stenochlaena palustris. EEFECT OF THE USE SYSTEMIC HERBICIDE TO THE WEEDS CONTROL AT PEOPLE’S COCONUT PLANTATION IN PEATLANDS IN PADANG TIKAR DISTRICT OF BATU AMPAR Erpiani(1), Sarbino(2), Rahmidiyani(2) (1)Student, (2) Lecturers of Agriculture Faculty Tanjungpura University Pontianak ABSTRACT This study aims to determine the effect of the use of systemic herbicides to control weeds in coconut plantations and the appropriate concentration in the control of weeds that grow on people’s coconut plantations on peatland in Padang Tikar District of Batu Ampar. The study was conducted with vegetation analysis using the least squares method measuring 1m x 1m before and after spraying. The research was conducted using a randomized block design (RBD) with 1 control and 5 herbicide concentration level, are P0 ( mechanically by means of cut down), P1 (concentration of 4 cc/l dose equivalent to 2 l/ha), P2 (concentration of 5 cc/l is dose equivalent to 2.5 l/ha, P3 (concentration of 6 cc/l dose equivalent to 3 l/ha), P4 (concentration of 7 cc/l dose equivalent to 3.5 l/ha), and P5 (concentration of 8 cc/l dose equivalent to 4 l/ha). The results showed there are 11 types of weeds from 8 family found at the location. The dominant weed species found in the research location before spraying weeds is Scleria sumatrensis with the SDR value 15.94%, but after spraying weeds became dominant is Stenochlaena palustris with the SDR value 30.29%. Weeds are able to survive after spraying is Stenochlaena palustris, Nephrolepsis bisserata, Gleichenia linearis, and Scleria sumatrensis.   Keywords: Gleichenia linearis,weeds, systemic herbicide, Nephrolepsis bisserata, Scleria sumatrensis, and Stenochlaena palustris.
RESPON PERTUMBUHN DAN HASIL KALE TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR REBUNG BAMBU SECARA HIDROPONIK Lilis Fajar Wiraningsih; Iwan Sasli Sasli; Setia Budi Budi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i4.42325

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil kale terhadap pemberian pupuk organik cair rebung bambu secara hidroponik dan mendapatkan konsentrasi terbaik pupuk organik cair rebung bambu untuk tanaman kale. Penelitian ini dilaksanakan di Green House Fakultas Pertanian berlangsung dari 4 Februari – 30 Maret 2020. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) 5 perlakuan dan 5 ulangan dengan 3 sampel tanaman, perlakuan POC rebung bambu adalah p0=tanpa POC, p1=150 ml/L air, p2=200 ml/L air, p3=250 ml/L air, p4=300 ml/L air. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar tanaman, berat kering tanaman dan volume akar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa uji regresi polinomial yang ditujukan untuk melihat pengaruh perlakuan terhadap variabel yang diamati menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi POC rebung bambu memberikan pengaruh terhadap semua variabel yang diamati dengan pola kurva kuadratik, pemberian POC rebung bambu dengan pengaruh 39% dan 224,38 ml/L merupakan konsentrasi terbaik pada variabel berat segar tanaman.Kata kunci : hidroponik, kale, POC rebung bambu, nutrisi AB-Mix
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS JAGUNG MANIS DENGAN PEMBERIAN PUPUK HAYATI PADA LAHAN GAMBUT Gusti Safriansyah; Dwi Zulfita; Agus Hariyanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.60349

Abstract

Produktivitas jagung manis di masyarakat masih rendah. Hal ini disebabkan di Kalimantan Barat pada umumnya dibudidayakan petani di lahan gambut. Peneitian dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jl. Reformasi Gg. Recana Untan Kecamatan Pontianak Tenggara. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 9 Mei – 15 Agustus 2022. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan 3 ulangan dan masing-masing kombinasi perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel. Sebagai Petak Utama (Main Plot) adalah varietas jagung   ketan (V) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan dan sebagai Anak Petak (Sub Plot) adalah pupuk Hayati Petrobio (P) yang terdiri dari 3 perlakuan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), berat kering tanaman (g), luas daun total (cm2), volume akar (cm3), berat per tongkol berkelobot (g), berat per tongkol tanpa kelobot (g), panjang tongkol (cm), diameter tongkol (cm) dan berat tongkol/petak (kg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua varietas yang digunakan dalam penelitian ini (Rasanya F1, Kumala F1 dan Jutawan F1) menunjukkan pertumbuhan dan hasil yang sama pada tanah gambut. Pemberian pupuk hayati petrobio dengan dosis 30 kg/ha menunjukkan pertumbuhan dan hasil yang terbaik terhadap beberapa varietas jagung manis pada tanah gambut. Interaksi antara penggunaan jagung manis varietas Rasanya F1 dan pemberian pupuk hayati petrobio dosis 30 kg/ha atau setara dengan 0,56 g/tanaman menunjukkan pertumbuhan dan hasil terbaik pada tanah gambut.Kata Kunci : Varietas, Jagung Manis, Pupuk Hayati, Petrobio, Gambut
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KRATOM TERHADAP JENIS TANAH YANG BERBEDA Rossalinda, Berliana; Astina, Astina; Palupi, Tantri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.77021

Abstract

Kratom merupakan tanaman lokal yang ada di Kapuas Hulu yang digunakan sebagai obat herbal yang dapat dimakan mentah, diseduh seperti teh atau diubah menjadi bubuk, kapsul, tablet maupun cairan. Kratom merupakan tanaman endemik yang tumbuh subur di daerah dekat aliran sungai pada jenis tanah aluvial yang kaya bahan organik, pertumbuhan bibit kratom di habitat yang berbeda dengan asalnya merupakan hal yang sulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan bibit kratom yang terbaik pada media tanah yang berbeda yaitu, pada tanah aluvial, gambut, dan podsolik merah kuning (PMK). Penelitian ini dilaksanakan di Kota Pontianak sejak Februari sampai dengan Mei 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga taraf perlakuan uji. Perlakuan yang dimaksud adalah sebagai berikut : t1 = tanah aluvial, t2 = tanah gambut, dan t3 = tanah PMK. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 9 kali. Setiap unit percobaan ada 5 sampel tanaman yang berarti ada 135 tanaman. Pelaksanaan penelitian meliputi persiapan media tanam, persiapan benih kratom, penanaman, dan pemeliharaan. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, volume akar, dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kratom dapat tumbuh dengan baik di mana jenis tanah sangat mempengaruhi pertumbuhan bibit kratom yaitu pada tinggi tanaman dan jumlah daun 2, 5, 8, 11 dan 14 minggu setelah tanam, volume akar dan berat kering tanaman. Media tanam tanah gambut dengan penambahan pupuk kandang ayam dan kapur dolomit memberikan pertumbuhan bibit kratom yang lebih baik dibandingkan dengan media tanam tanah aluvial dan PMK.
THE FORMULATION OF WHEAT FLOUR AND BREADFRUIT (Arthocarpus altilis) PASTE ON PHYSICOCHEMICAL PROPERTIES OF DONUTS Asri Hudailmi Khatimah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i3.33518

Abstract

The diversification of donut making from wheat flour and breadfruit paste formulations has been carried out. This study was aimed to determine the best formulations of wheat flour and breadfruit paste on properties of physicochemical. The experiment was designed using Rendomized Block Design with one factor formulation of wheat flour : breadfruit paste (100:0 g, 90:10 g, 80:20 g, 70:30 g, 60:40 g, 50:50 g). The best result of the study showed formulation of wheat flour and breadfruit paste 60% : 40% which is moisture content (26.47%), ash content (1.85%), fat content (14.33%), protein content (7.29%), carbohydrate content (50.89%), and improving degree (12.57%).
PENGARUH KOMBINASI PUPUK KANDANG SAPI DAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA HIJAU PADA TANAH ALUVIAL Veronika Tika; Eddy Santoso; Basuni Basuni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i2.62075

Abstract

Selada (Lactuca sativa L.) merupakan salah satu komoditi sayuran hortikultura yang banyak dikonsumsi masyarakat. Selada banyak dipilih oleh masyarakat karena tekstur dan warna yang membuat penampilan makanan menjadi menarik sehingga mampu menambah selera makan. Pupuk kandang sapi dapat memperbaiki sifat fisik tanah, seperti menggemburkan tanah, meningkatkan porositas, aerasi, dan mikroorganisme tanah, sehingga akar didalam tanah dapat berkembang dengan baik. Pupuk urea berfungsi sebagai penyuplai unsur N bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik kombinasi pupuk kandang sapi dan pupuk urea terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada hijau pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 15 Agustus 2022 - 17 September 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang menggunakan faktor tunggal yaitu kombinasi pupuk kandang sapi dan pupuk Urea (P). Terdapat 4 taraf yang terdiri dari 6 ulangan dan 4 sampel tanaman pada setiap perlakuan sehingga total keseluruhan ada 96 sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah sebagai berikut P1 0 ton + 300 kg/ha, P2 10 ton + 200 kg/ha, P3 20 ton + 100 kg/ha, P4 30 ton + 0 kg/ha. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, volume akar, berat segar tanaman, dan berat kering tanaman. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa kombinasi pupuk kandang sapi 10 ton/ha dengan urea 200 kg/ha memberikan dosis terbaik terhadap berat segar tanaman dan berat kering tanaman. Sedangkan terhadap volume akar, tinggi tanaman dan jumlah daun tanaman memberikan respon yang sama pada tanaman selada hijau.