cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,903 Documents
PENILAIAN STATUS KESUBURAN TANAH SAWAH DI DESA PAUH KECAMATAN SOMPAK KABUPATEN LANDAK Wiko, Rita Hayati, Junaidi,
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.51134

Abstract

ABSTRAKTanah merupakan tubuh alam hasil dari berbagai proses dan faktor pembentuk tanah yang berbeda. Tanah mempunyai karakteristik yang berbeda salah satu ordo (jenis) tanah yang tersebar secara luas di Indonesia adalah Inceptisols. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Status Kesuburan Tanah Sawah  di Desa Pauh Kecamatan Sompak Kabupaten Landak dan rekomendasi spesifik pemupukan untuk menjaga produksi Padi yang optimal. Penelitian ini menggunakan metode pengambilan sampel tanah secara diagonal, terdapat 30 titik sampel pengamatan dan dikompositkan menjadi 6 sampel tanah serta tanah utuh untuk pengukuran Bobot isi sebanyak 6 sampel, sampel tanah diambil pada kedalaman 0-30 cm pada lapisan atas, bahan pendukung penelitian lainnya seperti peta administrasi, peta penggunaan lahan, peta jenis tanah, peta titik pengamatan, dan peta kelerengan, data curah hujan 2016-2020 serta bahan-bahan kimia yang digunakan untuk menganalisis sifat fisik, sifat kimia dan kesuburan tanah di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan kandungan pH tergolong masam, C-organik, K-total tanah, KTK  dan Kejeuhan Basa tanah tergolong rendah, N-total tergolong sedang, P-total tergolong sedang sampai tinggi dan kejenuhan Al tergolong tinggi. Tingkat kesuburan tanah pada lokasi 1 dan lokasi 3 menunjukkan status kesuburan tanah dengan  kriteria rendah (R). Lokasi 2 menunjukan status kesuburan tanah kriteria sedang (S). Dosis pemupukan spesifik lokasi untuk Lokasi 1 adalah Urea 347,1 kg/ha, SP36 50 kg/ha dan KCL 50 kg/ha; Lokasi 2  Urea 433,54  kg/ha, SP36 50 kg/ha,  dan KCl 50 kg/ha; Lokasi 3 Urea 371 kg/ha,  SP36 75 kg/ha dan KCl 50 kg/ha dengan masing masing lokasi dilakukan penambahan jerami 5 ton /ha.Kata Kunci :Status Kesuburan Tanah, Sifat Kimia Tanah, Tanah Sawah
Analisis Kelayakan Finansial Usahatani Kelapa Sawit Swadaya di Lahan Gambut di Kabupaten Kubu Raya Armansyah Armansyah Armansyah; Adi Suyatno Suyatno; Maswadi Maswadi Maswadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i1.36858

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kelayakan finansial kelapa sawit swadaya dengan pemilihan lokasi Studi Kasus di Desa Mekar Sari Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Jumlah sampel yang  digunakan dalam penelitian ini adalah 42 Petani kelapa sawit swadaya di Desa Mekar Sari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini  NPV (Net Presen Value), B/C Ratio, IRR (Internal Rate Of Return), PP (Payback Period) dan Analisis Sensitivitas. Hasil analisis pada penelitian ini berdasarkan metode  NPV, B/C Ratio dan IRR menunjukkan usahatani kelapa sawit swadaya layak untuk di jalankan setelah melalui analisis sensitivitas yang menggunakan 2 (dua) skenario baik saat harga pupuk naik maupun saat harga jual Tandan Buah Segar (TBS) turun. Dengan  waktu pengembalian modal (payback periode)  selama 7 tahun 1 bulan.Kata kunci : Kelapa Sawit, Analisis Kelayakan Finansial, Analisis Sensitivitas.
THE EFFECT OF RICE HUSK BIOCHAR AND NPK FERTILIZER ON THE GROWTH AND YIELD OF RADISH IN RED YELLOW PODSOLIC SOIL Yopianus Yayat; Darussalam Darussalam; Rini Susana
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.60499

Abstract

Radish (Raphanus sativus L.) is an annual plant, In Podsolic Soil. Utilization red-yellow podsolic soil as a growing medium is fact with the characteristics of dense soil and high clay content, low organic matter content, moderate to high base saturation, generally low nutrient content of N, P, K, and low pH. Efforts to improve the physical and chemical properties of red-yellow podzolic soil can be carried out by giving balanced organic matter and inorganic fertilizers so that it is expected to increase soil productivity. One of the organic materials that can be used was rice husk biochar. NPK anorganik fertilizer is an important macro nutrient needed by plants in large quantities so it must be available in sufficient quantities contain the growing media. This study aims were to find the interaction of biochar and NPK fertilizer on the growth and yield of radish on Red Yellow Podsolik soil. This research was conducted from 27 April – 30 May 2022, in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak. The study used a factorial Completely Randomized Design (CRD) consisting of 2 factors. The first factor consisted of planting media, namely husk charcoal biochar (A) which consisted of 3 treatment levels and the second factor was NPK fertilizer (P) with 3 treatment levels. Each treatment combination was repeated 3 times and each experimental unit contained 4 sample plants, so there were 108 plants. The variables observed in this study were the number of leaves, plant fresh weight, plant dry weight, tuber length, tuber diameter and tuber fresh weight. The results showed that the dose of 10 tons/ha of biochar and 400 kg/ha of NPK fertilizer gave the best results on the growth and yield of radish on red-yellow podzolic soil. Keywords : Fertilizer, Radish, Rice Husk Biochar, Red-Yellow Podzolic Soil, Response.
PENGARUH KOMBINASI ARANG SEKAM PADI PUPUK KANDANG AYAM DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI RAWIT PADA TANAH ALUVIAL Vivien Vivien; Mulyadi Safwan; Nurjani Nurjani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.48887

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis kombinasi arang sekam padi, pupuk kandang ayam dan pupuk NPK yang paling tepat untuk tanaman cabai rawit pada lahan alluvial. Penelitian ini dilaksanakan di lahan KEP’S Agro yang terletak Jl. Raya Paret Rintis, Desa Punggur Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kuburaya dari bulan Desember 2020 hingga Maret 2021. Penelitian ini menggunakan kombinasi dengan  pola Faktorial Acak Lengkap (RAL) yang terdiri kombinasi arang sekam padi (ASP), pupuk kandang ayam (PKA) dan pupuk NPK majemuk sebanyak 8 taraf kombinasi, 3 ulangan yang terdiri dari 4 sampel, sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 96 tanaman. Kombinasi terdiri dari perlakuan  (A) 20 ton/ha ASP + 20 ton/ha PKA + 600 kg/ha  NPK, (B) 20 ton/ha  ASP + 10 ton/ha PKA + 600 kg/ha NPK, (C) 10 ton/ha ASP +  20 ton/ha PKA + 600 kg/ha NPK, (D) 10 ton/ha ASP + 10/ha ton PKA + 600 kg/ha NPK, (E) 20 ton/ha ASP + 20 ton/ha PKA + 300 kg/ha  NPK, (F) 10 ton/ha ASP + 20 ton/ha PKA + 300 kg/ha  NPK, (G) 20 ton/ha ASP + 10 ton/ha PKA + 300 kg/ha  NPK dan (H) 10 ton/ha ASP + 10 ton/ha PKA + 300 kg/ha  NPK. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, volume akar, berat kering, berat perbuah, jumlah buah pertanaman dan berat buah pertanaman. Pemberian kombinasi arang sekam padi, pupuk kandang ayam dan pupuk NPK dengan dosis 10 ton/ha ASP +  20 ton/ha PKA + 600 kg/ha NPK memberikan pertumbuhan terbaik untuk tanaman cabai rawit pada tanah alluvial. Kata kunci : alluvial,  arang sekam padi, cabai rawit, pupuk kandang ayam, pupuk NPK
Penggunaan Berbagai Jenis Bioaktivator pada Pembuatan Bokasi Limbah Ampas Tahu terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai pada Tanah Aluvial Astri Monica; Maulidi Maulidi; Dwi Zulfita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49523

Abstract

Kedelai merupakan komoditas pangan utama di Indonesia setelah padi dan jagung, dimana produk olahan dari kedelai seperti tahu, tempe, dan kecap. Kebutuhan kedelai di Indonesia setiap tahun meningkat seiring dengan pertambahan penduduk dan perbaikan pendapatan perkapita. Namun, sampai saat ini kebutuhan kedelai di Indonesia belum dapat mencapai swasembada kedelai, sehingga terpaksa diimpor setiap tahun. Maka untuk memenuhi kebutuhan kedelai sekitar 2 juta ton/tahun pemerintah mengimpor sekitar 60% dari kebutuhan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis bioaktivator pada pembuatan bokasi limbah ampas tahu yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai pada tanah alluvial. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian  selama 11 minggu. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen lapangan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima taraf perlakuan berbagai jenis bioaktivator. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak lima kali, setiap ulangan terdiri dari empat tanaman sampel. Jenis bioaktivator yang diberikan dalam taraf perlakuan (A, B, C, D, E) terdiri dari: A = Bioaktivator EM-4, B = Bioaktivator M-21, C = Bioaktivator BeKa, D = Bioaktivator Yakult, E = Bioaktivator Trichoderma sp. Variabel yang diamati meliputi volume akar, kadar klorofil daun, luas daun, berat kering tanaman, tinggi tanaman, jumlah polong, berat 100 biji kering dan berat kering biji pertanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian bokasi limbah ampas tahu dengan berbagai jenis bioaktivator berpengaruh nyata terhadap volume akar, berat 100 biji kering, berat biji kering pertanaman namun berpengaruh tidak nyata terhadap kadar klorofil daun, luas daun, berat kering tanaman, tinggi tanaman, dan jumlah polong isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jenis bioaktivator pada proses pembuatan bokasi limbah ampas tahu dengan bioaktivator M-21, BeKa, Yakult dan Trichoderma sp. sama baiknya dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai pada tanah aluvial.
KEPUASAN ANGGOTA CREDIT UNION TERHADAP KUALITAS PELAYANAN CU KELING KUMANG DI BATU BUIL Mariani mariani; Eva Dolorosa; Anita Suharyani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.43975

Abstract

Koperasi Credit Union (CU) Keling Kumang merupakan salah satu lembaga keuangan yang menyediakan simpan pinjam bagi masyarakat yang berada di Batu Buil, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi yang memiliki Visi dari CU Keling Kumang yaitu menjadi credit union pilihan utama masyarakat di Kalimantan Barat yang mengutamakan pemberian kualitas pelayanan yang prima, unggul dalam inovasi dan pengembangan sumber daya, produk yang bermanfaat bagi anggota, dan menyentuh semua segmen pasar menjadikan CUKK sebagai pilihan utama. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kepuasan anggota terhadap pelayanan CU Keling Kumang. penelitian ini menggunakan 95 responden yang diambil secara random di CU Keling Kumang Batu Buil. Analisis data menggunakan Importance performance analysis (IPA) dan Customer satisfaction indeks (CSI) menggunakan software Ms. Excel. Hasil penelitian ini menunjukan indeks kepuasan anggota CU Keling Kumang Batu Buil sebesar 0,74 atau 74% yang berarti anggota CU Keling Kumang sudah merasa puas dengan pelayanan CU Keling Kumang Batu Buil.
PENGARUH PEMBERIAN KOTORAN AYAM TERHADAP KETERSEDIAAN N, P, K DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS PADA TANAH GAMBUT welly denah ismahan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i1.4501

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kotoran ayam terhadap reaksi tanah, nitrogen total tanah, fosfor tersedia tanah, kalium tersedia tanah dan hasil tanaman jagung manis pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percontohan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak selama 6 bulan mulai bulan maret sampai agustus 3013. Metode yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Yang terdiri dari 7 perlakuan yaitu: A0 tanpa kotoran ayam, A1 (60 gram/polybag), A2 (120 gram/polybag), A3 (180 gram/polybag), A4 (240 gram/polybag), A5 (300 gram/polybag), A6 (360 gram/polybag). Adapun Variabel pengamatan pada penelitian ini terdiri dari Reaksi (pH) tanah, nitrogen (N) total tanah, fosfor (P) tersedia Tanah, kalium (K) tersedia tanah dan hasil berat tongkol pertanaman (gram). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan kotoran ayam tidak berpengaruh nyata terhadap reaksi (pH) tanah dan nitrogen (N) total tanah, sedangkan fosfor (P) tersedia tanah, kalium (K) tersedia tanah dan berat tongkol pertanaman berpengaruh nyata denagan perlakuan kotoran ayam. Kata kunci: tanah gambut, jagung manis, kotoran ayam.
KARAKTERISASI PADI BERAS HITAM BELIAH DI LAHAN SAWAH Sodiqin Sodiqin; Tantri Palupi; Wasi'an Wasi'an
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50733

Abstract

Padi Beras Hitam Beliah Kabupaten Bengkayang belum teridentifikasi dengan baik, maka perlu pengembangan lebih lanjut sebagai varietas padi lokal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakter agronomi dan morfologi pertumbuhan padi beras hitam Beliah pada fase vegetatif sampai fase generatif yang ada di Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang. Penelitian ini dilaksanakan dilahan sawah tadah hujan Desa Naram, Kota Singkawang dimulai pada tanggal 25 Februari sampai 21 Agustus 2020. Pada pengamatan karakteristik tanaman mengunakan 100 sampel tanaman dengan jarak tanam 25 x 25 cm. Beberapa hasil dari penelitian ini kemapuan menghasilkan akan sebanyak 13 anakan, tinggi tanaman 144 cm, memiliki warna helaian daun hijau muda Yellow-Green Group (144A), bentuk lidah daun 2-cleft, sangat bervariasi baik dari sifat agronomi maupun morfologinya. Menghindari terjadinya kelangkaan padi beras hitam Beliah maka perlu untuk dilakukan karakterisasi agronomi dan morfologi yang bertujuan untuk menginventarisasi sifat-sifat agronomi maupun morfologi padi beras hitam Beliah. Setelah diketahui sifat-sifat agronomi maupun morfologi diharapkan bisa memberikan informasi kepada pemerintah, perguruan tinggi maupun para pemulia agar bisa melestarikan atau melakukan pemuliaan terhadap padi beras hitam ini.
Karakterisistik Pertumbuhan Vegetatif Padi Beras Hitam (Podi Itam) Asal Simpang Hulu Kabupaten Ketapang FRANSISKUS FRANSISKUS DIVANI; fransiskus fransiskus divani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.44876

Abstract

Karakteristik Padi Beras Hitam Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang belum teridentifikasi dengan baik, maka perlu pengembangan lebih lanjut sebagai varietas padi lokal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakter morfologi pertumbuhan padi beras hitam (podi itam) pada fase vegetatif yang ada di Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang. Penelitian ini dilaksanakan dilahan sawah tadah hujan Sui Raya Dalam, Kab. Kubu Raya dimulai pada tanggal 15 Maret sampai 17 Juli 2020. Pada pengamatan karakteristik tanaman mengunakan 100 sampel tanaman dengan jarak tanam 25 x 30 cm. Hasil dari penelitian menunjukkan rata-rata tinggi bibit yaitu 39,29 cm, panjang daun 59,27 cm,lebar daun 1,76 cm, permukaan daun yang tidak berambut, sudut daun bendera 37,65°, warna leher daun yang berwarna hijau muda, warna helain daun Green Group 143 C, warna pelepah berwarna Green Group 143 B, bentuk lidah daun 2-cleft, warna lidah daun Yellow Green Group 145 A, tinggi tanaman berkisar 141,55 cm, jumlah anakan 14, dan sudut batang yaitu 42°.   
OPTIMALISASI USAHATANI TUMPANG SARI UNTUK MEMAKSIMUMKAN KEUNTUNGAN TANAMAN JAHE DAN MENTIMUN PADA LAHAN GAMBUT DI DESA MEKAR SARI KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA Shinwani Shinwani; Novira Kusrini; maswadi maswadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i1.4898

Abstract

Abstrak Shinwani, Optimalisasi Usahatani Tumpangsari Untuk Memaksimumkan Keuntungan Tanaman Jahe Dan Mentimun Pada Lahan Gambut Di Desa Mekar Sari Kecamatan Sungai Raya. Dibawah bimbingan Dr. Novira Kusrini, SP,M.Si dan Maswadi, SP,M.Sc. Semua petani menginginkan hasil produksi yang lebih maksimal dengan keterbatasan sumber daya yang dimiliki. Masalah yang sering dialami oleh petani adalah kesulitan dalam menentukan luasan lahan (jumlah produksi) yang optimal yang disebabkan karena belum diterapkannya suatu metode yang dapat menghitung kombinasi terbaik luasan lahan (jumlah produksi) untuk tanaman jahe dan mentimun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai keuntungan maksimal yang diperoleh petani dengan melakukan pola tanam tumpang sari jahe dan mentimun di Desa Mekar Sari. Outputnya berupa alokasi luas lahan yang optimal untuk dikembangkan oleh petani sehingga mendapatkan keuntungan yang lebih optimal. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan menggunakan alat analisa Linear Programming untuk menghitung keuntungan yang diperoleh petani. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan dari hasil analisis keuntungan usahatani bahwa petani yang melakukan pola tanam tumpang sari dengan tanaman jahe serta mentimun sudah dalam keadaan optimal. Tingkat keuntungan optimal yang diperoleh petani adalah sebesar Rp 29.071.930 lebih besar dari keuntungan aktual sebesar Rp 27.959.498,61. Keuntungan optimal ini diperoleh dengan cara menanam jahe 0,6828 ? 0,68 hektar dan mentimun 2,3767 ? 2,37 hektar. Petani menghadapi kendala-kendala dalam upaya memaksimalkan keuntungan, berupa keterbatasan sumber daya ketersediaan lahan, ketersediaan jam tenaga kerja akan tetapi untuk ketersediaan modal tidak terpakai semua. Dari hasil analisis sensitivitas yaitu keuntungan jahe akan dapat dicapai pada rentang Rp 7.529.548 sampai dengan Rp 27.494.470 sedangkan keuntungan mentimun berada pada rentang Rp 3.225.062 sampai dengan Rp 11.776.450, dengan syarat: Luas lahan yang dipergunakan antara 0,7144 Ha sampai dengan 2,6087 Ha.Tenaga kerja dipergunakan pada rentang 78,9283 HOK sampai 154,5411 HOK.Sedangkan untuk modal dipergunakan hanya Rp 17.051.230 sedangkan modal yang ada Rp.18.855.560 artinya modal yang tersedia dari Rp.18.855.560 masih tersisa Rp.1.504.330 sampai Kata Kunci : optimalisasi, tumpangsari, keuntungan maksimal, model Linear Programming