cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,903 Documents
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY TERHADAP PEMBERIAN POC PADA MEDIA GAMBUT Analisa Papela; Rahmidiyani Rahmidiyani; Surachman Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i3.47437

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjung Pura Pontianak. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 19 Juni sampai 8 Agustus 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 ulangan dimana tiap ulangan terdiri dari 4 sampel. Jadi total keseluruhan yang diperoleh 5 x 5 x 4 = 100 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah p1 = POC Nasa dengan konsentrasi 10 ml/liter air. p2 = POC Nasa dengan konsentrasi 15 ml/liter air. p3 = POC Nasa dengan konsentrasi 20 ml/liter air. p4 = POC Nasa dengan konsentrasi 25 ml/liter air. p5 = POC Nasa dengan konsentrasi 30 ml/liter air. Variabel pengamatan yang diamati dalam penelitian yaitu jumlah daun (helai), luas daun total (cm2) ,volume akar (cm3), berat segar tanaman (g) dan berat kering tanaman (g). Variabel pengamatan pendukung terhadap  kondisi lingkungan yaitu pH tanah, suhu udara harian (0C), kelembaban udara harian (%) dan curah hujan harian (mm). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan POC Nasa berpengaruh nyata terhadap luas daun total namun berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun, volume akar, berat segar tanaman dan berat kering tanaman. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa pemberian POC Nasa dengan konsentrasi 30 ml/liter air memberikan pertumbuhan dan hasil pakcoy terbaik pada tanah gambut. Kata kunci : Aluvial, POC, pakcoy
PENGARUH BOKASI BATANG PISANG DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Atirsa Kitri; Maulidi Maulidi; Agustina Listiawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.62091

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura tergolong sayuran rempah yang banyak dikonsumsi sebagai bumbu masakan. Selain itu bawang merah juga dijual dalam bentuk olahan seperti ekstrak bawang merah, minyak atsri, bawang goreng bahkan sebagai obat untuk menurunkan kadar kolesterol, tekananan darah, gula darah dan mencegah penggumpalan darah. Sebagai komoditas yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat maka perlu diupayakan untuk produksi bawang merah, satu diantaranya dengan pemanfaatan lahan PMK sebagai areal tanam bawang merah. Tanah Podsolik Merah Kuning (PMK) memiliki beberapa masalah berupa rendahnya ketersedian bahan organik tanah dan unsur hara. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas lahan PMK adalah dengan pemberian bokasi batang pisang dan pupuk NPK. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dosis interaksi pemberian bokasi batang pisang dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah PMK. Penelitian dilaksankan pada lahan di Jl. Milenium Perumahan Grand Arfiz No.34a Sungai Ambawang. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan faktor pertama yaitu bokasi batang pisang dan faktor kedua adalah pupuk NPK. Hasil penelitian ini menunjukkan terjadi interaksi terhadap pemberian bokasi batang pisang dosis 320 ton/ha dan pupuk NPK 300 kg/ha pada variabel berat kering angin umbi per umbi yaitu 7,81 g.
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI RAWIT PADA TANAH ALUVIAL Umi Naumi; Warganda Warganda; Dini Anggorowati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57832

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan tanaman hortikultura yang sangat diminati di kalangan masyarakat Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari interaksi dari pemberian pupuk hayati dan pupuk NPK yang memberikan pertumbuhan dan hasil cabai rawit yang terbaik pada tanah aluvial, untuk mencari konsentrasi pupuk hayati yang memberikan pertumbuhan dan hasil cabai rawit yang terbaik pada tanah aluvial, dan untuk mencari dosis pupuk NPK yang memberikan pertumbuhan dan hasil cabai rawit yang terbaik pada tanah aluvial.Penelitian ini dilaksanakan di lahan yang berlokasi di Gang Sospol, Bansir Darat, Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat pada tanggal 6 Januari – 31 Maret 2022. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola factorial dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah konsentrasi pupuk hayati yang terdiri dari 3 taraf yaitu h1 = pupuk hayati sebanyak 1%, h2 = pupuk hayati sebanyak 2% dan h3 = pupuk hayati sebanyak 3%, sedangkan faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK (16:16:16) yang terdiri dari 3 taraf yaitu n1 = 225 kg/ ha, n2 = 150 kg/ha and n3 = 75 kg/ ha. Sehingga jumlah total kombinasi perlakuan sebanyak 9 dan diulang 3 kali sampel perlakuan. Setiap perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga terdapat 108 unit percobaan. Variabel yang diamati dalam penelitian meliputi tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, berat buah pertanaman, jumlah buah pertanaman dan berat perbuah. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pupuk hayati dan pupuk NPK berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit. Pemberian pupuk hayati berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman, volume akar berat kering tanaman dan jumlah buah, Pemberian pupuk NPK berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit pada tanah aluvial. Pemberian pupuk hayati sebanyak  1% dapat meningkatkan meningkatkan volume akar, berat kering tanaman dan tinggi tanaman cabai rawit. Pada konsentrasi 2% berpengaruh nyata pada variabel jumlah buah per tanaman.Kata Kunci : Cabai Rawit,Pupuk Hayati, Pupuk NPK dan Tanah Aluvial
PENGARUH KOMBINASI PUPUK NPK DAN AZOTOBACTER TERHADAP KETERSEDIAAN UNSUR N, P, K DAN HASIL TANAMAN SORGUM BIOGUMA PADA TANAH ALUVIAL Maulana, Muhammad Kharis; Suswati, Denah; Hazriani, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70924

Abstract

Tanaman sorgum (Sorghum bicolor {L} Moench.) adalah tanaman asli dari wilayah tropis dan subtropis. . Pemanfaatan tanah aluvial sebagai media tumbuh tanaman dihadapkan pada berbagai kendala, yaitu sifat fisika, kimia dan biologi yang tidak mendukung untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk NPK dan bakteri Azotobacter terhadap ketersediaan unsur hara N, P, K dan hasil tanaman sorgum bioguma pada tanah aluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua Faktorial dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan sehingga terdapat 24 perlakuan. Pemberian perlakuan kombinasi (P1A1) menghasilkan hasil yang sebanding dengan penggunaan pupuk (P3A0). Terdapat peningkatan pada parameter pH tanah sebesar 8,96%, karbon organik tanah sebesar 6,76%, kalium tanah sebesar 10,71%, diameter tanaman sebesar 1,01%, tinggi tanaman sebesar 4,75%, panjang malai sebesar 6,61%, serta berat basah biji per malai sebesar 16,93%. Sementara itu, terdapat penurunan pada parameter N-total tanah sebesar 1,33%, P-tersedia tanah sebesar 22,58%, dan bobot 100 biji/tanaman sebesar 0,60%.
PENGARUH KOMPOS TANKOS KELAPA SAWIT DAN AZOTOBACTER TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Yubelia Madeanne Khateha; Radian Radian; Tatang Abdurrahman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.62231

Abstract

Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan kantor BPP Kabupaten Bengkayang. Waktu penelitian berlangsung dari Juli 2021 sampai November 2021. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos TKKS dan Azotobacter terhadap pertumbuhan hasil jagung pada PMK serta untuk mendapatkan perlakuan terbaik dari aplikasi kompos TKKS dan Azotobacter terhadap pertumbuhan jagung pada tanah PMK. Penelitian ini menggunakan rancangan Petak Terbagi (Split plot) dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama penggunaan Azotobacter yang terdiri dari 2 taraf perlakuan sebagai petak utama, yaitu : a0 =tanpa Azotobacter dan a1 = dengan Azotobacter. Faktor kedua adalah dosis kompos TKKS yang terdiri dari 4 taraf perlakuan sebagai anak petak, yaitu k0 = tanpa kompos TKKS, k1 = kompos TKKS 3 ton/ha, k2 =kompos TKKS 6 ton/ha, dan k3 = kompos TKKS 9 ton/ha. Perlakuan di ulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 24 unit percobaan. Variabel pegamatan meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, panjang tongkol, jumlah baris per tongkol, berat tongkol kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, dan berat biji kering per petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Azotobacter belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung pada tanah Podsolik Merah Kuning dan pemberian kompos TKKS dosis 6 ton/ha dapat meningkatkan tinggi tanaman dan diameter batang tanaman jagung pada tanah Podsolik Merah Kuning.
ANALISIS FINANSIAL USAHA PEMBENIHAN LOBSTER AIR TAWAR (Cherax sp) DI DESA KAPUR KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA Rini Astuti; Ani Muani; Adi Suyatno
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7119

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha Pembenihan Lobster Air Tawar ( Cherax Sp) Di Desa Kapur Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja yaitu di Di Desa Kapur Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya dengan pertimbangan bahwa daerah ini merupakan satu-satu Desa yang baru melakukan usaha penbenihan lobster air tawar ini. Populasi yang menjadi objek penelitian ini adalah seluruh petani lobster air tawar sebanyak 2 kelompok terdiri dari 12 petani yaitu 6 orang dari kelompok Mina Sungai Kapuas dan 6 orang dari kelompok Karya Bahari. Penelitian ini menggunakan analisis finansial dengan 5 kriteria yaitu Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP) dan Analisis Sensitivitas. Hasil penelitian menggunakan discount factor 12% menunjukan NPV pada kelompok Mina sungai Kapuas sebesar Rp. 3.771.983,10,- Net B/C  sebesar 1,48 dan IRR sebesar 28,03%. Payback Period menunjukan bahwa pengembalian investasi yaitu 3 tahun 2 bulan, sedangkan NPV pada kelompok Karya Bahari sebesar Rp. 5.557.181,05 ,- Net B/C  sebesar 1,65 dan IRR sebesar 31,67%. Payback Period menunjukan bahwa pengembalian investasi yaitu 2 tahun 10 bulan. Berdasarkan kegiatan tersebut usaha pembenihan lobster air tawar ini layak untuk diusahakan secara finansial. Sementara hasil Analisis Sensitivitas didapatkan bahwa kenaikan biaya operasional 10% dan penurunan benefit 5% masih  layak diusahakan dan dikembangkan.   Kata kunci: Usaha Pembenihan Lobster Air Tawar, Finansial,Lobster Air Tawar
PENGARUH PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS PADA TANAH GAMBUT Rama Tri Putra; Rini Susana; Eddy Santoso
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58199

Abstract

Jagung manis dapat berproduksi dengan baik dilahan gambut apabila dilakukan perbaikan terhadap sifat-sifat kimia, fisika, dan biologi seperti peningkatan pH, pemupukan untuk meningkatkan ketersediaan hara, meningkatkan bobot isi, serta memperbaiki tingkat dekomposisi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan menggunakan pemupukan pupuk hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi pupuk hayati yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manispada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Pontianak Tenggara dari tanggal 08 Mei-17 Juli 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 taraf perlakuan konsentrasi pupuk hayati dan diulang sebanyak 5 kali, setiap ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman maka jumlah tanaman adalah 100 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah p0 = tanpa pemberian pupuk hayati, p1 = konsentrasi 2,5 ml/l, p2 = konsentrasi 5 ml/l, p3 = konsentrasi 7,5 ml/l, p4 = konsentrasi 10 ml/l. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, klorofil daun, volume akar, hasil per petak, berat tongkol dengan kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol, dan diameter tongkol. Hasil analisis keragaman pengaruh pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada tanah gambut berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman 4, 6, 8, mst, jumlah daun 4, 6, 8, mst klorofil daun, volume akar, hasil per petak, berat tongkol dengan kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol, dan diameter tongkol. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan maka dapat disimpulkan tidak ditemukan konsentrasi pupuk hayati yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada tanah gambut.
Pengaruh Pemberian Berbagai Jenis Bokashi dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Pada Tanah PMK Kristina, Yayuk; Radian, Radian; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.71379

Abstract

Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu komoditas pangan utama terpenting setelah padi. Upaya untuk meningkatkan produksi jagung di Kalimantan Barat dapat dilakukan dengan menggunakan tanah podsolik merah kuning sebagai media tanam. Pemberian bahan organik berupa bokashi bertujuan untuk memperbaiki kondisi tanah yang perlu dibarengi dengan penggunaan pupuk NPK. Tujuan penelitian yaitu mengetahui interaksi antara beberapa jenis bokashi dan pupuk NPK, mendapatkan jenis bokashi yang dapat memberikan pengaruh terbaik dan mendapatkan dosis pupuk NPK yang dapat memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung di tanah PMK. Penelitian dilakukan di lahan milik kelompok tani di Jalan Sekayok, Kelurahan Sebalo, Kabupaten Bengkayang pada bulan Oktober 2022 sampai dengan Februari 2023. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah jenis bokashi yang terdiri dari 3 taraf yaitu k1= bokashi limbah pasar 10 ton/ha setara 5 kg/petak, k2=bokashi eceng gondok 10 ton/ha setara 5 kg/petak, dan k3=bokashi sekam padi 10 ton/ha setara 5 kg/petak. Faktor kedua adalah pupuk NPK yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu n1=150 kg/ha setara 75 g/petak, n2= 300 kg/ha setara 150 g/petak, dan n3= 450 kg/ha setara 225 g/petak. Variabel pengamatan terdiri dari tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, diameter tongkol, panjang tongkol, jumlah baris biji per tongkol, dan berat kering biji per petak. Berdasarkan hasil penelitian tidak terjadi interaksi antara pemberian jenis bokashi dengan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung di tanah PMK serta tidak ditemukan jenis terbaik pada perlakuan bokashi dan dosis pupuk NPK, namun pemberian dosis pupuk NPK 450 kg/ha memberikan hasil tertinggi pada jumlah daun jagung.  
PREDIKSI EROSI DENGAN METODE USLE PADA LAHAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT MASYARAKAT DI GUNUNG SEHAK KECAMATAN SENGAH TEMILA KABUPATEN LANDAK PETRUS ROIMAI JACK; URAI EDI SURYADI; BAMBANG WIDIARSO
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i1.11628

Abstract

Lokasi penelitian merupakan hutan sekunder dengan bentuk wilayah yang sangat curam. Sejak tahun 2008 sampai sekarang telah terjadi pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit masyarakat dengan cara tebang bakar dan dikelola dengan tidak melakukan tindakan konservasi, sehingga perubahan penggunaan lahan ini turut mempercepat degradasi tanah melalui erosi tanah yang berujung pada kehilangan hara serta kelestarian/umur lahan. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi besarnya erosi dan tingkat bahaya erosi yang terjadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari (1) Persiapan penelitian meliputi kegiatan penelaahan data sekunder (pra lapangan) antara lain : studi pustaka dan penentuan titik pengamatan; (2) Penelitian dan pengamatan lapangan yaitu menentukan titik – titik koordinat pengamatan, pengecekan hasil interpretasi peta kelas lereng untuk melengkapi data kemiringan dan panjang lereng, usaha konservasi yang telah dilakukan, sistem pengelolaan lahan dan vegetasi yang ada di lokasi penelitian, serta pengambilan contoh tanah; (3) Analisis contoh tanah di laboratorium; (4) Analisis data dan penyajian hasil penelitian mengenai prediksi erosi dengan metode USLE pada lahan perkebunan kelapa sawit masyarakat di Gunung Sehak Desa Aur Sampuk Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak. Prediksi laju erosi mencapai 4397,50 sampai 13171,32 ton/ha/tahun. Nilai erosi yang dapat ditoleransi berkisar antara 29,05 sampai 51,74 ton/ha/tahun. Nilai prediksi erosi sangat besar dibandingkan dengan nilai erosi yang dapat ditoleransi dan tingkat bahaya erosi berada pada status sangat berat pada semua lahan. Perencanaan dan penanggulangan bahaya erosi yang sesuai adalah hutan alami (primer) yang berkembang baik dengan seresah tinggi atau mengembalikan lahan sebagai hutan alami, dan jika lahan masih ingin dipertahankan maka direkomendasikan penerapan tindakan konservasi untuk menekan besarnya erosi yaitu mengombinasikan: secara vegetatif (penanaman LCC (Leguminosa Cover Crops)) dan secara mekanik (pembuatan teras bangku konstruksi baik; teras bangku konstruksi sedang; teras bangku konstruksi kurang baik; teras bangku teras tradisional; teras bangku teras tradisional yang dilengkapi dengan rorak; dan pembuatan parit yang memotong lereng menurut garis kontur).
IMPACTS OF FOREST CONVERSION TO CROPLAND ON VILLAGES DEVELOPMENT CASE OF HUTAN PROTECTED FOREST PINANG LUAR – KUBU RAYA DISTRICT handayani handayani; Abdul Hamid A.Yusra; Wanti Fitrianti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7503

Abstract

Forest conversion activities into non forestry purposes impacts on decreasing of forest function as a main role sustainable development, especially as water regulators and as carbon storage. Therefore, deforestation not only causes a direct loss of forest habitat but also leads to indirect impacts as ecosystem services deteriorate or fail.  Forests provide ecosystem services that include the regulation of weather and climate at local, regional and even global levels.  Existence of protected forest Pinang Luar  ± 3.228 acres take an important part and people living in the area has a high dependency on the forest. Farming activities become a treat to the forest and their indications show that cropland and palm estate already in the forest area. Land cover changes in protected forest Pinang luar at 2003 – 2012 impacts on villages at ring 1 area hierarchy decrease cause by population growth are not followed by the additional of infrastructures in economy, health and education. It is also caused by land conversion that occurred in the protected forest Pinang Luar. In the period 2003 - 2012, the villages directly affected (ring 1) have a level area hierarchy is much worse compared to villages that are not directly affected (Ring 2). And it affected to the development of the villages in the ring 2 which is better than the village at ring 1. These conditions happen because at the village in ring 1 change only on land not on the impact on the level of development that could affect the region hierarchy. This is in contrast with the ring 2 villages where the changes occur not only on land but also on its impact on the development so as to enhance the region hierarchy in ring 2 villages. Key words : Forest conversion, Hierarchy Level, Ring 1 Village, Ring 2 Village.