cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 2,161 Documents
STUDI KARAKTERISTIK TANAH PADA TRANSEK LERENG DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT DI DESA SABUNG KECAMATAN SUBAH KABUPATEN SAMBAS Rini, Feryanto Joni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9100

Abstract

ABSTRAK Klasifikasi tanah adalah penggolongan secara sistematis tanah-tanah pada berbagai kategori berdasarkan persamaan sifat-sifat tanah. Klasifikasi tanah dapat menjadi sarana untuk mengungkapkan bagaimana sifat tanah tersebut, sehingga dapat dilakukan interpretasi terhadap tanah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat kimia, fisik dan morfologi tanah dalam suatu transek lereng dan mengklasifikasikannya menurut sistem klasifikasi tanah USDA. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai bagaimana cara mengelola tanah secara tepat dan upaya untuk mengembangkan lokasi penelitian menjadi lahan yang produktif bagi tanaman kelapa sawit serta guna pengelolaan yang lebih baik. Berdasarkan hasil pengamatan penelitian di lapangan dan hasil analisis laboratorium, kondisi fisik tanah di seluruh areal penelitian seluas 25 Ha dengan ciri-ciri lokasi pada Pedon 1 kelas lereng datar 0-3% mempunyai 3 lapisan warna tanah, bertekstur lempung liat berpasir dan lempung berliat, memiliki drainase agak baik, terdapat air tanah pada kedalaman 90 cm dan memiliki jenis tanah (Typic Endoaquepts). Pedon 2 kelas lereng 3-8% berombak, mempunyai 3 lapisan warna tanah, bertekstur lempung liat berpasir, berdrainase baik dengan air tanah > 150 cm dan memiliki jenis tanah (Typic Dystrudepts). Pedon 3 dan Pedon 4 kelas lereng bergelombang 8-15% mempunyai 3 lapisan warna tanah, bertekstur lempung liat berpasir, mempunyai drainase baik dengan air tanah >150 cm dan memiliki jenis tanah (Typic Dystrudepts). Lokasi penelitian ini memiliki status kesuburan tanah yang rendah, hal ditunjukkan dengan pH tanah masam dan sangat masam, serta memiliki Kapasitas Tukar Kation, Kejenuhan Basa, C-organik, P-tersedia, K-dd, Na-dd, Ca-dd dan Mg-dd, tergolong rendah sampai sangat rendah pada semua pedon. Kata kunci : Transek Lereng, Klasifikasi Tanah, karakteristik tanah, Kelapa Sawit.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PEPAYA CALIFORNIA DI KECAMATAN PONTIANAK UTARA KOTA PONTIANAK Muttaqin, Unwanul; Suyatno, Adi; Komariyati, Komariyati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9159

Abstract

Pepaya merupakan tanaman holtikultura yang mempunyai potensi untuk dikembangkan. Kecamatan Pontianak Utara Kota Pontianak merupakan daerah potensial untuk perkembangan pepaya california karena berada pada daerah tropis basah. Pepaya California di Kecamatan Pontianak Utara mengalami fluktuasi sehingga perlu dilakukan analisis faktor produksi agar peningkatan produksi dapat terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh secara nyata terhadap pertumbuhan produksi pepaya California di Kecamatan Pontianak Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja yaitu di Kecamatan Pontianak Utara dengan pertimbangan bahwa daerah ini merupakan sentra produksi pepaya di Kota Pontianak. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani pepaya California di Kecamatan Pontianak Utara Kota Pontianak yang berjumlah 57 orang. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini mencangkup bibit, tenaga kerja luar keluarga, pupuk kandang, pupuk urea, pupuk KCL, abu dan herbisida. Penelitian ini menggunakan analisis fungsi produksi Cobb-Douglass, data diolah menggunakan program SPSS versi 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan faktor produksi bibit menunjukkan nilai probabilitas 0,000 yang berarti berpengaruh nyata terhadap produksi dengan koefisien regresi 0,971. Faktor produksi pupuk kandang menunjukkan nilai probabilitas 0,011 yang berarti berpengaruh secara nyata dengan koefisien regresi 0,007. Nilai probabilitas pupuk KCL adalah 0,040 yang berarti faktor produksi pupuk KCL berpengaruh secara nyata terhadap produksi pepaya California di Kecamatan Pontianak Utara. Sedangkan faktor produksi tenaga kerja luar keluarga, pupuk urea, abu dan herbisida tidak berpengaruh secara nyata terhadap produksi pepaya California di Kecamatan Pontianak Utara Kota Pontianak. Kata kunci : Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi, Produksi Pepaya, Pepaya California.
UJI EFEKTIFITAS BAKTERI Bradyrhizobium japonicum DAN UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI DI TANAH GAMBUT Homnizar, Eni; Inpurwanto, Inpurwanto; Umran, Ismahan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas bakteriBradyrhizobium japonicum, urea, serta interaksi B. japonicum dan urea terhadappertumbuhan dan hasil kedelai di tanah gambut. Penelitian ini menggunakanrancangan acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari dua faktor denganfaktor pertama adalah bakteri B. japonicum (R) terdiri dari dua level dan faktorkedua adalah dosis pupuk urea (U) yang terdiri dari empat level. Kombinasinyamenjadi 8 perlakuan yakni, r0u0 (tanpa B. japonicum+ urea 0 kg /ha), r0u1 (tanpaB. japonicum+ urea 25 kg/ha), r0u2 (tanpa B. japonicum+ urea 50 kg /ha), r0u3(tanpa B. japonicum+ urea 75 kg /ha), r1u0 (B. japonicum+ urea 0 kg /ha), r1u1(B. japonicum+ urea 25 kg /ha), r1u2 (B. japonicum+ urea 50 kg /ha), r1u3 (B.japonicum+ urea 75 kg /ha). Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, kadarklorofil daun, jumlah bintil akar, berat basah bintil akar, berat kering tanaman,berat kering akar, jumlah polong per tanaman, berat biji kering per tanaman, danbobot 100 biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bakteri B.japonicum memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar klorofil daun, jumlahpolong per tanaman, dan berat biji kering per tanaman. Perlakuan ureamemberikan pengaruh yang nyata terhadap terhadap berat kering tanaman.Interaksi perlakuan B. japonicum dan urea memberikan pengaruh yang nyataterhadap tinggi tanaman, jumlah bintil akar, berat basah bintil akar, dan berat bijikering per tanaman.Kata kunci: B. japonicum, Kedelai, Tanah gambut, Urea.
HUBUNGAN BAHAN ORGANIK TANAH DARI BEBERAPA TIPE PEMANFAATAN LAHAN TERHADAP POPULASI BAKTERI DAN FUNGI TANAH sartita, sartita; umran, ismahan; hayati, rita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9410

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan bahan organic tanah dari beberapa tipe pemanfaatan lahan terhadap populasi bakteri dan fungi tanah. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode analisis data korelasi. Variabel yang diamati meliputi populasi bakteri, populasi fungi, bahan organic, pH Bakteri, Populasi Fungi, Bahan Organik, Tipe Pemanfaatan Lahan Tanaman Kacang Panjang tanah, temperature tanah, kelembaban tanah, C/N organic dan kadar air. Hasil isolasi dari setiap tipe pemanfaatan lahan menunjukkan bahwa jumlah populasi bakteri pada tipe pemanfaatan lahan kacang panjang 6 x 107, fungi 5 x 103, lahan ubi kayu bakteri 1,1 x 108, fungi9 x 103, lahan karet bakteri 8 x 107, fungi2,6 x 104, lahan rambutan bakteri 1,5 x 108, fungi 2,9 x 104, lahan durian 1,1 x 108 fungi 3,5 x 104 dan lahan gaharu 7 x 107 tanah fungi 2,5 x 104. Hasil penelitian menunjukan bahwa populasi bakteri dan fungi ditemukan pada semua sampel tanah pada beberapa tipe pemanfaatan lahan tersebut. Hasil analisis korelasi antara bahan organic dengan populasi bakteri yaitu 0,733 tergolong kuat sedangkan korelasi antara bahan organic dengan fungi yaitu 0,395 tergolong lemah. Kata-kata kunci : Populasi, Ubi Kayu, Karet, Rambutan, Durian dan Gaharu.
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT Adenium sp ASAL BIJI Agita, Rendi; Budi, Setia; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9563

Abstract

This experiment aims to determine the composition of the best growing media for the growth of seedling of Adenium sp originated from seed. It was conducted on February 3rd 2014 to October 6th 2014 at on Jalan Budi Utomo, Komplek Surya Kencana II Block G.8, District of North Pontianak. The experiment used a completely randomized design (CRD), which consists of 4 treatments with 6 replicates and each treatment consisted of 3 samples that contained 72 plants sampled plants. Such treatment is peat: sand: chicken manure (1: 1: 1 v / v / v), husk fuel: sand: chicken manure (1: 1: 1 v / v / v), cocopeat : sand : chicken manure (1: 1: 1 v / v / v), sawdust: sand: chicken manure (1: 1: 1 v / v / v). The increase of variables measured were plant height (cm), the increase of leaf number (strands), total leaf area (cm2), stem diameter (cm), and root volume (cm3). Result showed that composition growth media has significant effect on increase plant height at months 2nd, 3rd, and root volume while stem diameter, and the increase of leaf number at months 1st. 2nd, 3rd does not significant effect. Keywords: Adenium sp, peat, roasted husks, cocopeat, sawdust, sand, chicken manure.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN RAWA PASANG SURUT UNTUK TANAMAN PADI DI DESA BANYU ABANG KECAMATAN TELUK BATANG KABUPATEN KAYONG UTARA SETIAWAN, HENDRA APRIS; gunawan, joni gunawan; krisnohadi, ari krisnohadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9597

Abstract

Evaluasi lahan merupakan suatu pendekatan atau cara menilai potensi sumber daya lahan. Hasil evaluasi lahan akan memberikan informasi dan arahan penggunaan lahan yang diperlukan, dan akhirnya nilai harapan produksi yang kemungkinan akan diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala-kendala untuk tanaman padi, membuat klasifikasi kesesuaian lahan pasang surut untuk tanaman padi, serta membuat rekomendasi pengelolaan lahan pasang surut. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Banyu Abang Kecamatan Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara, yang kemudian dilanjutkan dengan analisis sampel tanah di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian ini dimulai dari November 2014 sampai dengan Januari 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua Satuan Peta Tanah yaitu Sulfic Endoaquents dan Typic Sulfaquents. Kesesuaian lahan aktual pada jenis tanah Sulfic Endoaquents (SPT 1) adalah sesuai marginal (S3) dengan faktor pembatas retensi hara (pH tanah) dan kedalaman sulfidik (S3fx) dan jenis tanah Typic Sulfaquents (SPT 2) memiliki kelas kesesuaian tidak sesuai permanen (N2) dengan faktor pembatas retensi hara (pH tanah) dan kedalaman sulfidik (N2fx). Rekomendasi perbaikan pada SPT 1 dan SPT 2 adalah drainase dan tata saluran air, pemupukan serta pengapuran dengan tingkat pengolahan tinggi, maka kesesuaian lahan potensial SPT 1 menjadi cukup sesuai dengan media perakaran dan hara tersedia sebagai faktor pembatas (S2rn) sedangkan SPT 2 menjadi sesuai marginal dengan kedalaman sulfidik sebagai faktor pembatas (S3x). Kata kunci : evaluasi kesesuaian lahan, kayong utara, padi.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA TAMBAK IKAN BANDENG DI DESA JELU AIR KECAMATAN JAWAI SELATAN KABUPATEN SAMBAS Riyandi, Dewa Nyoman Try; Ani Muani, Ani Muani; Adi Suyatno, Adi Suyatno
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9604

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha tambak ikan bandeng di Desa Jelu Air Kecamatan Jawai Selatan Kabupaten Sambas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja yaitu di Desa Jelu Air Kecamatan Jawai Selatan. dengan pertimbangan bahwa Desa Jelu Air Kecamatan Jawai Selatan merupakan salah satu daerah sentral perikanan tambak sistem monokultur dan pengolahannya dilakukan secara tradisional. Penelitian ini merupakan penelitian populasi dengan jmlah responden sebanyak 37 petani tambak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengusaha tambak ikan bandeng di Desa Jelu Air Kecamatan Jawai Selatan Kabupaten Sambas layak untuk diusahakan. Nilai NPV yang diperoleh Rp20.476.431, IRR 30,20 persen, dan Net B/C Rasio 1,52. Adapun waktu pengembalian modalnya selama tiga tahun empat bulan. Kenaikan biaya operasional dan penurunan benefit sebesar 6,97 persen (berdasarkan rata-rata inflasi Bank Indonesia tahun 2013) usaha ini tetap layak untuk diusahakan. Usaha tambak ikan bandeng ini sensitif terhadap perubahan harga produksi.
BIO AKTIVITAS EKSTRAK BIJI KEBEN Barringtonia asiatica TERHADAP RAYAP TANAH Coptotermes curvignathus HOLMGREN Harnani Husni, Mirna Edy Syahputra
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9627

Abstract

Insektisida botani merupakan insektisida yang sumber bahannya berasal dari tumbuhan yang memenuhi syarat digunakan untuk mengendalikan serangga hama. Penelitian bertujuan mengevaluasi aktivitas insektisida botani ekstrak biji keben B. asiatica terhadap mortalitas dan penghambat makan terhadap rayap C. curvignathus. Pengujian dilakukan dengan metode residu pada penghambat pakan. Pemberian pakan perlakuan selama 21 hari. Pengamatan mortalitas serangga dilakukan setiap hari setelah perlakuan hingga 21` hari setelah perlakuan. Hubungan konsentrasi-mortalitas dianalisis dengan probit.. Pengujian antifeedant dilakukan dengan metode pilihan dan tanpa pilihan. Ekstrak diuji pada konsentrasi setara LC25, LC50 dan LC75. Luas kertas yang dikonsumsi rayap dihitung selanjutnya ditentukan persentase penghambatan makan serangga. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak biji B. asiatica memiliki aktivitas insektisida yang kuat terhadap rayap C. curvignathus dengan LC50 sebesar 0,17%. Aktivitas penghambatan makan ekstrak biji B. asiatica tersebut pada selang konsentrasi 0,05%-0,56% sebesar 47,77%-82,99%.
Studi Status Unsur Hara Nitrogen, Fosfor dan Kalium Pada Lahan Sawah Bukaan Baru Di Desa Retok Kecamatan Kuala Mandor B Kabupaten Kubu Raya Pustada, Valentinus Palasfe
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 5 No. 1 (2016): April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i1.11629

Abstract

Tanah mempunyai banyak sekali manfaat dan peranan diberbagai sektor, satu diantaranya adalah di sektor pertanian, dimana tanah dapat diolah menjadi berbagai bentuk usaha tani dalam menunjang kebutuhan masyarakat. Satu diantara pengelolaan tanah di bidang pertanian yaitu pembukaan lahan sawah. Satu diantara fungsi tanah dalam hubungannya dengan kebutuhan hidup tanaman adalah sebagai penyedia unsur hara yang cukup untuk pertumbuhan tanaman. Beberapa unsur hara yang mempunyai peran penting dalam perkembangan dan pertumbuhan tanaman seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Berdasarkan hasil penelitian di peroleh bahwa reaksi tanah pada lokasi penelitian bersifat sangat masam dengan kisaran pH rata-rata 4,16, kandungan N total tergolong sangat tinggi dengan nilai rata-rata 0,85%, P tersedia tergolong sangat rendah dengan nilai rata- rata 9.95 ppm serta kandungan K-dd yang tergolong tinggi dengan nilai rata-rata 0,82 cmol/kg. Unsur hara N,P dan K sangat berperan penting dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi. Sehingga perlu penambahan pupuk seperti 205,65 Kg Urea /Ha, 151,19 Kg SP36/Ha dan 57,65 Kg KCl/Ha
Analisis Perbandingan Pendapatan Usahatani Mentimun Dan Terong Di Lahan Pekarangan Di Desa Mamek Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak Philipus, Philipus; Kusrini, Novira; Kurniati, Dewi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 5 No. 1 (2016): April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i1.12046

Abstract

Salah satu daerah yang warganya memanfaatkan lahan pekarangan adalah di Desa Mamek Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pendapatan antara usahatani mentimun dengan pendapatan usahatani terong di lahan pekarangan. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive). Populasi penelitian ini adalah masyarakat di Desa Mamek, Sampel dipilih menggunakan Metode Survey dengan jumlah sampel berjumlah 32 responden, terdiri dari 20 reponden untuk petani mentimun dan 12 responden untuk petani terong. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan uji independen sampel T-test (Uji-t). Uji independen sampel T-test (Uji-t) merupakan analisis statistic yang dapat digunakan untuk menguji hipotesis komperatif, khususnya perbedaan rata "“ rata dua kelompok sampel yang tidak saling berhubungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata "“ rata pendapatan petani Mentimun sebesar Rp. 8.580.222,22 /Ha/Musim tanam sedangkan pendapatan petani Terong sebesar Rp. 2.053.476,85 /Ha/Musim tanam. dari hasil analisis uji "“ t dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan nyata terhadap pendapatan petani yang menanam tanaman mentimun dan petani yang menenam terong di lahan pekarangan. Kata kunci : Pemanfaatan Lahan Pekarangan, Usahatani Mentimun dan Terong, Pendapatan Usahatani.