cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 2,161 Documents
Pengaruh Pupuk Kotoran Kambing Pada Berbagai Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Di Tanah Aluvial Yanti, Yesi; Zulfita, Dwi; maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 3 No. 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7475

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk kotoran kambing yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis di tanah aluvial dan Mengetahui jarak tanam yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil jagung manis di tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 16 Desember 2013 sampai dengan tanggal 16 Mei 2014. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksprimen lapangan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) yang terdiri dari tiga ulangan dan setiap ulangan terdiri dari empat tanaman sampel. Perlakuan yang diberikan adalah jarak tanam (J) sebagai main plot (petak utama) dan pupuk kotoran kambing (K) sebagai sub plot (anak petak). Jarak tanam terdiri dari J1 ( 90 x 40 cm), J2 (90 x 25 cm), J3 (80 x 40 cm), dan J4 (80 x 25 cm). Pupuk kotoran kambing terdiri dari K1 (10 ton/ha setara dengan 6,4 kg/petak), K2 (20 ton/ha setara dengan 12,8 kg/petak), dan K3 (30 ton/ha setara dengan 19,2 kg/petak). Variabel pengamatan terdiri dari volume akar (cm3), klorofil daun, luas daun (cm2), berat kering (g), tinggi tanaman (cm), berat tongkol (g), panjang tongkol (cm), dan diameter tongkol (cm). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kotoran kambing mempengaruhui pertumbuhan tanaman. Dosis yang terbaik adalah 30 ton/ha setara dengan 19,2 kg/petak, pengaturan jarak tanam mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Jarak tanam yang terbaik adalah 90 cm x 40 cm, dan pemberian pupuk kotoran kambing dan pengaturan jarak tanam tidak mempengaruhi hasil. Kata kunci: jagung, jarak tanam, pupuk kotoran kambing, tanah aluvial.
UJI BERMACAM CAIRAN MIKRO ORGANISME LOKAL DAN DOSIS PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI KERITING PADA TANAH ALLUVIAL Assayuti, Jalaluddin; Santoso, Eddy; Warganda, Warganda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 3 No. 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7515

Abstract

Uji Bermacam Cairan Mikro Organisme Lokal dan Dosis Pupuk Kandang Sapi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Keriting Pada Tanah Alluvial Jalaluddin Assayuti1) Eddy Santoso dan Warganda2) 1)Mahasiswa, 2)Dosen Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis cairan MOL dan dosis pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi keriting pada tanah alluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial, perlakuan yang terdiri dari pemberian MOL (P) dengan 4 taraf: MOL Daun Gamal (p1), MOL Buah-buahan (p2), MOL Sayur-sayuran (p3), MOL Buah Maja (p4) dan dosis pupuk kandang sapi (K) dengan 3 tingkatan dosis: 0,5 kg/petak (k1), 0,75 kg/petak (k2), 1 kg/petak (k3) dengan 3 kali ulangan setiap ulangan terdiri dari 9 sampel tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi: luas daun (cm2), berat segar (g), volume akar (cm3), klorofil daun (Spad Unit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa cairan MOL memberikan hasil terbaik pada variabel klorofil daun sedangan dosis pupuk kandang sapi sebanyak 1 kg/petak (k3) memberikan hasil terbaik pada berat segar dan klorofil daun. Interaksi MOL dan pupuk kandang sapi terjadi pada klorofil daun yaitu pada perlakuan cairan MOL Buah-buahan dengan dosis pupuk kandang 1 kg (p2k3) sebesar 29,58 SPAD Unit. Kata kunci: Mikro Organisme Lokal (MOL), Pupuk Kandang Sapi, Sawi Keriting, Tanah Alluvial The Experiment on Various Local Microorganism and Dose of Cow Manure Toward Growth and Yield of Curly Mustard in Alluvial Soil Jalaluddin Assayuti1) Eddy Santoso dan Warganda 1)Student, 2) Lecturer Faculty of Agriculture University of Tanjungpura ABSTRACT The aim of this research is to know thw effect of the various types of MOL liquid and the dose of cow manure toward growth and yield of curly mustard. This research used factorial pattern Randomized Group Design, the treatment consists of giving MOL (p) with 4 levels : Gamal Leaves MOL (p1), Fruits MOL (p2), Vegetables MOL (p3), Maja MOL (p4) and cow Manure dose (K) with 3 dose levels : 0,5 kg/plot (k1), 0,75 kg/plot (k2), 1 kg/plot (k3) with 3 times of repetitions, every repetition consists of 9 sample plant. The variables observed in this research consist of : leaf area (cm2), netto (g), root volume (cm3), leaf chlorophyll (Spad Unit). The research finding shows that MOL liquid gives the best result of chlorophyll where as 1 kg/plot (k3) dose of cow manure gives best result of netto and chlorophyll. The interaction between MOL and cow manure occured on the chlorophyll in the treatment of MOL liquid. MOL of Fruits with 1 kg/plot (p2k3) dose of cow manure amounted to 29,58 SPAD unit. Keywords : Local Organism Micro (MOL), Cow Manure, Curly Mustard, Alluvial Soil.
Bawang Daun, Pupuk kotoran Bebek, Tanah Gambut. Saragih, Pasinda Domision
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 3 No. 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7546

Abstract

Tanaman bawang daun (Allium fistulosum L.) merupakan salah satu jenis sayuran bumbu yang digunakan oleh masyarakat sebagai campuran berbagai jenis masakan. Tanah gambut mempunyai unsur hara yang rendah karena belum terdekomposisi sempurna. Salah satu usaha untuk menciptakan media tumbuh yang sesuai bagi tanaman bawang daun, adalah dengan memperbaiki sifat fisik dan kimia pada tanah gambut dengan penambahan bahan organik berupa pupuk kandang kotoran bebek. Penelitian ini bertujuan untuk mencari dosis pupuk kandang kotoran bebek yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman daun bawang pada tanah gambut dan mengetahui jarak tanam yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman daun bawang pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Wajok Hulu Teluk Dalam, dimulai dari tanggal 5 Februari sampai dengan 28 Maret 2014. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dalam Rancangan Petak Terbagi( Split Plot Design ) yang terdiri dari dua faktor yaitu jarak tanam sebagai petak utama ( main plot) dan pupuk kandang kotoran bebek sebagai anak petak ( sub plot ) dengan 3 ulangan. Petak utama (main plot) j1 = Jarak tanam 10 cm x 10 cm j2 = Jarak tanam 20 cm x 20 cm j3 = Jarak tanam 30 cm x 30 cm dan Anak petak ( sub plot ) p1 = 10 ton/ha setara dengan 1500 g/bedeng, p2 = 20 ton/ha setara dengan 3000 g/ bedeng, p3 = 30 ton/ha setara dengan 4500 g. Variabel yang diamati tinggi tanaman, jumlah daun per rumpun, jumlah anakan per rumpun, Berat segar tanaman per rumpun, Berat tanaman per bedeng. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan yang efektif pada pemberian pupuk kandang kotoran bebek sebanyak 20 ton/ha dan perlakuan jarak yang efektif yaitu jarak tanam 20 cm x 20 cm memberikan hasil yang baik pada hasil tanaman bawang daun.
UJI KUALITAS AIR UNTUK IRIGASI PADA DESA KAYU ARA KECAMATAN MANDOR KABUPATEN LANDAK ansumeh, paulinus arnando
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 3 No. 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7592

Abstract

ABSTRAK Pemanfaatan sumberdaya alam yang biasa dilakukan dalam sektor pertanian adalah saluran irigasi, baik saluran irigasi pada permukaan, saluran irigasi bawah permukaan, saluran irigasi dengan pemancaran dan saluran irigasi dengan tetesan. Salah satu saluran irigasi yang umum dilakukan adalah saluran irigasi pada permukaan. Umumnya masyarakat tidak mengetahui kulitas air untuk irigasi, sehingga dapat menimbulkan dampak bagi pertumbuhan tanaman di daerah irigasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air untuk irigasi pada Desa Kayu Ara Kecamatan Mandor Kabupaten Landak. Pengukuran kualitas air untuk irigasi yaitu pengukuran karakteristik fisik dan pengukuran karakteristik kimia air, karakteristik fisik air meliputi temperatur, debit aliran, kecerahan,kandungan sedimen, sedangkan karakteristik kimia air meliputi pH, salinitas dan DHL ( Daya Hantar Listrik ), Boron, Ca2+, Mg2+ dan Na+, alkalinitas, Nisbah Serapan Sodium (SAR/ Sodium Absrobtion Ratio) dan RSC ( residual sodium carbonat ). Hasil pengamatan menunjukan bahwa Kualitas air yang ada di Desa Kayu Ara Kecamatan Mandor Kabupaten Landak sesuai untuk irigasi. Kata Kunci: Kualitas air, Saluran Irigasi ABSTRACT Use of the natural resources is usually can be conducted in the agricultural sector is irrigation, irrigation well on the surface, subsurface irrigation canals, irrigation channels and transmitting channel with drip irrigation. One of the common irrigation is irrigation canals on the surface. Generally people do not know the quality of their water for irrigation, which can cause impact on plant growth in irrigated areas. The objective of this study was to know the quality of water for irrigation in the Kayu Ara Village Mandor District Landak Regency. Water quality parameters for irrigation is the measurement of physical characteristics and measurements of the characteristics of water chemistry, physical characteristics of water include temperature, flow rate, brightness, sediment content, while the chemical characteristics of water include pH, salinity and DHL (Electrical Conductivity), Boron, Ca2 +, Mg2 + and Na +, alkalinity, sodium Absorption Ratio (SAR / sodium Absrobtion Ratio) and RSC (residual sodium carbonate). The results showed that the water quality in the Kayu ara village mandor District landak regency is suitable for irrigation. Key Word: Water quality, Irrigation
PENGARUH BOKASI LIMBAH CINCAU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SELEDRI PADA TANAH ALUVIAL linda, marlinda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 3 No. 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7601

Abstract

PENGARUH BOKASI LIMBAH CINCAU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SELEDRI PADA TANAH ALUVIAL Marlinda (1), Dwi Zulfita (2), Ahmad Mulyadi(2) (1)Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2)Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan dosis terbaik limbah cincau terhadap pertumbuhan seledri di tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian berlangsung dari tanggal 12 Juli 2014 sampai dengan tanggal 18 Agustus 2014. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali, setiap ulangan terdiri dari 4 sampel sehingga tanaman seluruhnya berjumlah 96 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah b0 = tanpa pemberian bokasi limbah cincau, b1 = 5% bokasi limbah cincau, b2 = 10 % bokasi limbah cincau, b3 = 15 % bokasi limbah cincau, b4 = 20 % bokasi limbah cincau, dan b5 = 25 % bokasi limbah cincau. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah volume akar (cm3), luas daun (cm2), jumlah tangkai daun (tangkai), berat segar (g) dan berat kering (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokasi limbah cincau dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil seledri. Dosis efektif pemberian bokasi limbah cincau terhadap pertumbuhan dan hasil seledri adalah 10 % atau 750 g/polybag. Kata kunci : bokasi limbah cincau, tanah aluvial, seledri.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI DESA SAHAM KECAMATAN SENGAH TEMILA KABUPATEN LANDAK Ari Krisno Hadi, herdianus Feira Budiarsyah Arief
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 3 No. 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7617

Abstract

ABSTRAK Tanaman kelapa sawit adalah tanaman yang bernilai tinggi yang akan dikelola menjadi minyak nabati atau VCO. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelas kesesuaian lahan di lokasi penelitian dalam pengembangan tanaman kelapa sawit (Elaeis Guinesis Jacq) beserta kendala dan rekomendasi perbaikannya, dengan metode survey tanah, klasifikasi dan kriteria kesesuaian lahan. Berdasarkan hasil pengamatan penelitian di lapangan dan hasil analisis laboratorium, dipadukan dengan syarat tumbuh tanaman kelapa sawit, sehingga diperoleh kelas kesesuaian lahan, menunjukan bahwa faktor pembatas pada SPT 1 (Typic Dystrudepts) dengan penilaian kelas kesesuaian lahan aktual S3n-3 yaitu sesuai marginal dengan faktor pembatas K2O yang sangat rendah, sedangkan kesesuaian lahan aktual pada SPT 2 (Typic Haplorthods) adalah N2r-3 yaitu tidak sesuai permanen dengan faktor pembatas pH yang sangat masam dan S3n-3 yaitu K2O yang sangat rendah. Derajat kemasaman tanah yang sesuai untuk tanaman kelapa sawit berkisar antara pH 4,0 sampai dengan 5,0. Upaya perbaikan lahan yang dapat dilakukan adalah perlu didukung dengan pemberian rekomendasi pengelolaan antara lain adalah rekomendasi pengapuran dan rekomendasi pemupukan. Setelah adanya rekomendasi perbaikan tersebut maka kelas kesesuaian lahan potensialnya menjadi S2 (cukup sesuai) pada SPT 1, sedangkan pada SPT 2 menjadi S3 (sesuai marginal). Kata Kunci : Kelapa Sawit, Evaluasi Kesesuaian Lahan
PEMETAAN STATUS UNSUR HARA FOSFOR (P) DAN KALIUM (K) PADA LAHAN KELAPA SAWIT MENGHASILKAN DI WILAYAH PERKEBUNAN PT.KARYASUKSES UTAMA PRIMA Susanto, Ery; Listiawati, Agustina; Basuni, Basuni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.8175

Abstract

Perlunya inventarisasi status unsur hara P dan K untuk mengetahui sebaran beserta luasan yang terapat di PT. KSUP merupakan latar belakang dari penelitian ini. Status unsur hara di dalam tanah dapat diketahui melalui survei langsung dan analisis di laboratorium kemudian disajikan dalam bentuk peta untuk mengetahui sebaran dan luasannya. Tujuan penelitian untuk mengetahui dan mendeskripsikan status unsur hara P dan K yang terdapat di lokasi penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei lapangan dengan mengambil sampel tanah secara komposit yang yang kemudian dilanjutkan dengan analisis laboratorium. Sampel tanah diambil pada kedalaman 0-30 cm sebanyak 32 titik sampel, yaitu 31 titik diperoleh dari blok dan 1 titik pada area sekitar kebun (hutan).Hasil penelitian menunjukkan reaksi tanah (pH) lokasi penelitian sangat asam hingga asam 3,93-4,64, P-tersedia sangat rendah hingga rendah 6,42-25,24 ppm, P-total berkriteria sangat rendah hingga sangat tinggi 2,36-93,85 ppm, K-dd berkriteria sangat rendah hingga sedang 0,04-0,45 mg/100gr dan K-total berkriteria sangat rendah hingga sedang 3,01-30,28 mg/100gr. Hasil overlay menunjukkan status dengan kriteria sangat rendah hingga rendah yang didominasi oleh status sangat rendah 249 Ha (56,28 %). Kata kunci : Pemetaan Unsur Hara, Unsur Hara Fosfor dan Kalium, Tanaman Kelapa Sawit, Sistem Informasi Geografis
Studi Kesesuaian Lahan Pada Tanah Inceptisol Untuk Pengembangan Tanaman Jagung (Zea Mays L.) Di Desa Sahan Kecamatan Seluas Kabupaten Bengkayang darwis, donisius
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 3 No. 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.8334

Abstract

Studi Kesesuaian Lahan Pada Tanah Inceptisol Untuk Pengembangan Tanaman Jagung (Zea Mays L.) Di Desa Sahan Kecamatan Seluas Kabupaten Bengkayang Darwis (1), Ir.asmahan Akhmad, M.P (2) dan, Ir.H.Feira Budiarsyah Arief,M.Si(2) ABSTRAK Lahan merupakan sumber daya alam yang terbatas dan tidak dapat diperbaharui, sedangkan jumlah penduduk yang memerlukan lahan semakin hari semakin bertambah. Evaluasi sumberdaya lahan merupakan sebuah metode yang dapat menyajikan seperangkat data obyektif yang dapat membantu dalam proses pengambilan keputusan dalam bidang perencanaan, sehingga lahan dapat digunakan secara lebih efisien. Lingkup Penelitian hanya dibatasi pada aspek sifat fisik dan kimia tanah untuk penentuan kelas kesesuaian lahan dan mengetahui kendala pengembangan tanaman jagung di Desa Sahan Kecamatan Seluas Kabupaten Bengkayang. Kelas kesesuaian lahan dikaji dengan membuat 20 titik pengamatan sebagai pewakil dengan luas lokasi penelitian ± 100 Ha. Berdasarkan hasil analisis data lapangan dan laboratorium di lokasi penelitian terdapat 2 ( Dua ) jenis tanah yaitu SPT 1 Typic dystrudepts dengan luas 25,68 Ha, dan SPT 2 Ruptic-Ultic dystrudeps dengan luas 74,32 Ha. Berdasarkan hasil intrepretasi data hasil klasifikasi kesesuaian lahan di lapangan serta laboratorium, maka diperoleh hasil penilaian kelas kesesuaian lahan aktual pada SPT 1 adalah S3fne atau sesuai marginal dengan faktor pembatas terberat pada retensi hara, hara tersedia dan erosi sedangkan kelas kesesuaian lahan aktual pada SPT 2 S3fn yaitu sesuai marginal dengan faktor pembatas terberat pada retensi hara dan hara tersedia. Kata Kunci: Studi Kesesuaian Lahan Pada Tanah Inceptisol Untuk Pengembangan Tanaman jagung (Zea Mays L)
PENGARUH FAKTOR PSIKOLOGIS KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK SAYURAN DI PASAR MODERN KOTA PONTIANAK SP, Romi; SP. MM, Dr. Nurliza; SP. M.Sc, Imelda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 3 No. 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.8380

Abstract

Sayuran sangat berperan penting dalam penyuplai serat bagi tubuh manusia. Saat ini sayuran tersedia di mana-mana pasar tradisional dan lainnya, namun ada sebagian konsumen lebih memilih membeli sayuran di pasar modern di karenakan selain pendapatan meningkat, gaya hidup berubah, juga keterbatasan waktu berbelanja, selain itu juga dipengaruhi oleh faktor psikologis konsumen yaitu motivasi, persepsi, pembelajaran dan kepercayaan dan sikap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor psikologis yang paling dominan mempengaruhi keputusan pembelian sayuran di pasar modern Kota Pontianak dengan metode deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian dipilih di tujuh pasar modern Kota Pontianak yang merupakan sentra pasar modern yang menawarkan produk sayuran yang segar dan higeinis dengan purposive sampling sebanyak 100 sampel yang dianalisis dengan analisis Konjoin. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang paling tinggi pengaruhnya terhadap keputusan pembelian sayuran di pasar modern Kota Pontianak adalah faktor persepsi dikarenakan tingginya tingkat perhatian konsumen terhadap kemasan dan tempat (rak) sayuran, pemahaman konsumen terhadap kriteria kesegaran dan higeinis sayuran sehingga sebagian besar konsumen mempersepsikan kemasan dan tempat (rak) sayuran dan kriteria kesegaran dan higeinis sayuran di pasar modern Kota Pontianak sudah baik dan sesuai untuk menarik perhatian konsumen. Kata kunci: Faktor Psikologis Konsumen, Keputusan Pembelian, Sayuran, Pasar Modern, Analisis Konjoin.
PENGARUH FAKTOR PSIKOLOGIS KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK SAYURAN DI PASAR MODERN KOTA PONTIANAK Romi, agri; Nurliza, Dr; Imelda, Ir
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 3 No. 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.8382

Abstract

Sayuran sangat berperan penting dalam penyuplai serat bagi tubuh manusia. Saat ini sayuran tersedia di mana-mana pasar tradisional dan lainnya, namun ada sebagian konsumen lebih memilih membeli sayuran di pasar modern di karenakan selain pendapatan meningkat, gaya hidup berubah, juga keterbatasan waktu berbelanja, selain itu juga dipengaruhi oleh faktor psikologis konsumen yaitu motivasi, persepsi, pembelajaran dan kepercayaan dan sikap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor psikologis yang paling dominan mempengaruhi keputusan pembelian sayuran di pasar modern Kota Pontianak dengan metode deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian dipilih di tujuh pasar modern Kota Pontianak yang merupakan sentra pasar modern yang menawarkan produk sayuran yang segar dan higeinis dengan purposive sampling sebanyak 100 sampel yang dianalisis dengan analisis Konjoin. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang paling tinggi pengaruhnya terhadap keputusan pembelian sayuran di pasar modern Kota Pontianak adalah faktor persepsi dikarenakan tingginya tingkat perhatian konsumen terhadap kemasan dan tempat (rak) sayuran, pemahaman konsumen terhadap kriteria kesegaran dan higeinis sayuran sehingga sebagian besar konsumen mempersepsikan kemasan dan tempat (rak) sayuran dan kriteria kesegaran dan higeinis sayuran di pasar modern Kota Pontianak sudah baik dan sesuai untuk menarik perhatian konsumen. Kata kunci: Faktor Psikologis Konsumen, Keputusan Pembelian, Sayuran, Pasar Modern, Analisis Konjoin.PENGARUH FAKTOR PSIKOLOGIS KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK SAYURAN DI PASAR MODERN KOTA PONTIANAK