cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 2,161 Documents
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BUNCIS TEGAK TERHADAP PUPUK NITROGEN PADA TANAH ALUVIAL Firdaus, Dian; Anggorowati, M.Sc, Ir. Dini; Mustamir, M.Sc, Ir. Elly
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 3 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i3.46475

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis Pupuk Urea yang memberikanpertumbuhan dan hasil buncis tegak yang terbaik pada tanah aluvial.Penelitian inidilaksanakan di Betang Center, Jl Tran Kalimantan,Kec. Sungai Amabawang,Kabupaten Kubu Raya dimulai dari tanggal 20 Juni "“ 16 Juli 2020. RancanganPenelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri satu faktoryaitu dosis Pupuk urea dengan 5 taraf perlakuan dan 4 ulangan, masing-masingulangan terdiri dari 4 sampel tanaman sehingga dihasilkan 80 tanaman,perlakuanyang dimaksud adalah n0 = tanpa pupuk urea (0 g), n1 = 125 kg/ha pupuk urea, n=250 kg/ha pupuk urea, n3 = 375 kg/ha pupuk urea, n= 500 kg/ha.Variabel yangdiamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman,volume akar, berat polong, beratkering, jumlah polong, jumlah cabang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwapemberian pupuk urea dengan dosis 125 kg/ha, merupakan dosis yang efektif dalammeningkatkan pertumbuhan dan hasil pada buncis tegak.Kata kunci : Aluvial, Buncis Tegak, Pupuk Urea. 4 2
HUBUNGAN POPULASI MIKROBA PELARUT FOSFAT TERHADAP KETERSEDIAAN FOSFOR (P) PADA LAHAN SAWAH TADAH HUJAN DI DESA AMBAWANG KUALA KABUPATEN KUBU RAYA Agnes Risky Yolanda, Ismahan Umran Abdul Mujib Alhaddad
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 3 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i3.47663

Abstract

ABSTRAK Aktivitas mikoorganisme dipengaruhi oleh ketersediaan P di dalam tanah maka P untuk sumber nutrisi aktivitas MPF perlu diberikan kedalam tanah. Kepadatan populasi yaitu aktivitas MPF dan kepadatan populasinya dalam tanah ditentukan oleh perubahan pada masing-masing lahan sawah dan berdasarkan kondisi tersebut perlu dilakukan kegiatan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui korelasi/hubungan populasi mikroba pelarut fosfat terhadap ketersediaan fosfor (P) pada lahan sawah tadah hujan di Desa Ambawang Kuala Kabupaten Kuburaya. Pengambilan sampel dengan menggunakan sistem diagonal pada 7 lokasi penelitian dengan 5 titik yang dikompositkan, jumlah sampel pada 7 lokasi penelitian sebanyak 7 sampel. Parameter penelitian meliputi parameter utama dan parameter penunjang. Tahapan penelitian meliputi penentuan lokasi, pengambilan sampel, analisis sampel dan karakteristik MPF di laboratorium, penentuan analisis statistik regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan hubungan populasi bakteri pelarut fosfat terhadap ketersediaan fosfor (P) pada lahan sawah tadah hujan adalah r = 0,602 dan r2 = 0,362 dan hasil analisis korelasi menunjukkan hubungan yang "kuat", sedangkan hubungan populasi cendawan pelarut fosfat terhadap ketersediaan fosfor (P) pada lahan sawah tadah hujan adalah r = 0,429 dan r2 = 0,184, menunjukkan hubungan yang "cukup kuat". Kata kunci : Lahan Sawah Tadah Hujan, Mikroba Pelarut Fosfat, KetersediaanFosfor
HUBUNGAN POPULASI MIKROBA PELARUT FOSFAT TERHADAP KETERSEDIAAN FOSFOR (P) PADA LAHAN SAWAH TADAH HUJAN DI DESA AMBAWANG KUALA KABUPATEN KUBU RAYA Agnes Risky Yolanda, Ismahan Umran Abdul Mujib Alhaddad
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 3 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i3.47714

Abstract

ABSTRAK Aktivitas mikoorganisme dipengaruhi oleh ketersediaan P di dalam tanah maka P untuk sumber nutrisi aktivitas MPF perlu diberikan kedalam tanah. Kepadatan populasi yaitu aktivitas MPF dan kepadatan populasinya dalam tanah ditentukan oleh perubahan pada masing-masing lahan sawah dan berdasarkan kondisi tersebut perlu dilakukan kegiatan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui korelasi/hubungan populasi mikroba pelarut fosfat terhadap ketersediaan fosfor (P) pada lahan sawah tadah hujan di Desa Ambawang Kuala Kabupaten Kuburaya. Pengambilan sampel dengan menggunakan sistem diagonal pada 7 lokasi penelitian dengan 5 titik yang dikompositkan, jumlah sampel pada 7 lokasi penelitian sebanyak 7 sampel. Parameter penelitian meliputi parameter utama dan parameter penunjang. Tahapan penelitian meliputi penentuan lokasi, pengambilan sampel, analisis sampel dan karakteristik MPF di laboratorium, penentuan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan hubungan populasi bakteri pelarut fosfatterhadap ketersediaan fosfor (P) pada lahan sawah tadah hujan adalah r = 0,602 dan r2 =0,362 dan hasil analisis korelasi menunjukkan hubungan yang "kuat", sedangkan hubungan populasi cendawan pelarut fosfat terhadap ketersediaan fosfor (P) pada lahan sawah tadah hujan adalah r = 0,429 dan r2 = 0,184, menunjukkan hubungan yang "cukup kuat".Kata kunci : Lahan Sawah Tadah Hujan, Mikroba Pelarut Fosfat, Ketersediaan Fosfor
PEMETAAN STATUS KESUBURAN TANAH PADA LAHAN BUDIDAYA KRATOM (Mitragyna Speciosa) DI DESA NANGA MENTEBAH, KECAMATAN MENTEBAH, KABUPATEN KAPUAS HULU Marsudi Jurae, Ari Krisnohadi Urai Edi Suryadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.47815

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan, menganalisis dan memetakan tanah dengan mengelompokkan tanah-tanah yang sama dan hampir sama sifatnya ke dalam satuan peta tanah tertentu dengan mengamati sifat dan karakteristik tanah Di Desa Nanga Mentebah Kecamatan Mentebah Kabupaten Kapuas Hulu. Tahapan penelitian dimulai dari persiapan, survei pendahuluan, penentuan lokasi penelitian, penentuan titik pengamatan, Pengamatan dan pengukuran dilapangan dan pengambilan sampel tanah di lapangan, pengolahan data dan penyajian hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Status kesuburan tanah pada lokasi A dan B dengan total luas 14,04 ha (72,67%) mempunyai status kesuburan tanah rendah, dengan produksi bekisar antara 1,2 - 1,9 ton/bulan, lokasi C dan D dengan total luas 5,28 ha (27,33%) mempunyai status kesuburan sedang, dengan produksi bekisar antara 1,5 "“ 2,1 ton/bulan. Kata kunci: Pemetaan Kesuburan Tanah, Lahan Kratom
MULTIPLIKASI TUNAS ANGGREK HITAM SECARA IN VITRO DENGAN PENAMBAHAN PUPUK DAUN DAN EKSTRAK RAGI PADA MEDIA ½ MS Fatinah, Anisa Fitri; Asnawati, Asnawati; Listiawati, Agustina
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.48491

Abstract

Anggrek hitam merupakan jenis anggrek endemik Kalimantan dan Papua yang saat ini kelestariannya terancam karena habibatnya rusak. Salah satu cara untuk melestarikannya dengan perbanyakan secara in vitro. Kombinasi pupuk daun dan ekstrak ragi dapat digunakan sebagai media modifikasi MS agar biaya produksi dapat berkurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh interaksi antara pupuk daun dan ekstrak ragi serta untuk mendapatkan konsentrasi terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dua faktor yaitu pupuk daun dengan 3 taraf konsentrasi dan ekstrak ragi dengan 4 taraf konsentrasi yang diulang sebanyak 4 kali dan masing-masing ulangan terdiri dari 3 sampel sehingga terdapat 144 unit percobaan. Perlakuan tersebut adalah hâ‚€râ‚€ = 0 g/l pupuk daun + 0 g/l ekstrak ragi, hâ‚€r₁= 0 g/l pupuk daun + 0,75 g/l ekstrak ragi, hâ‚€râ‚‚= 0 g/l pupuk daun + 1,25 g/l ekstrak ragi, hâ‚€r₃= 0 g/l pupuk daun + 1,50 g/l ekstrak ragi, h₁râ‚€= 1 g/l pupuk daun + 0 g/l ekstrak ragi, h₁r₁= 1 g/l pupuk daun + 0,75 g/l ekstrak ragi, h₁râ‚‚= 1 g/l pupuk daun + 1,25 g/l ekstrak ragi, h₁r₃= 1 g/l pupuk daun + 1,50 g/l ekstrak ragi, hâ‚‚râ‚€= 2 g/l pupuk daun + 0 g/l ekstrak ragi, hâ‚‚r₁= 2 g/l pupuk daun + 0,75 ekstrak ragi, hâ‚‚râ‚‚= 2 g/l pupuk daun + 1,25 g/l ekstrak ragi, hâ‚‚r₃= 2 g/l pupuk daun + 1,50 g/l ekstrak ragi. Variabel yang diamati adalah waktu muncul akar (mst), waktu muncul tunas (mst), jumlah akar (helai), jumlah tunas (tunas), dan pertambahan jumlah daun (helai). Konsentrasi yang efektif bagi waktu muncul akar yaitu 1 g/l pupuk daun dan 1,50 g/l ekstrak ragi. Konsentrasi yang efektif bagi waktu muncul tunas dan pertambahan jumlah daun yaitu 1 g/l pupuk daun dan 1,25 g/l ekstrak ragi. Konsentrasi pupuk daun 2 g/l dan ekstrak ragi 1,25 g/l merupakan konsentrasi terbaik bagi pertumbuhan jumlah akar anggrek hitam.Kata Kunci: Anggrek Hitam, Ekstrak Ragi, Media ½ Ms, Pupuk Daun.
PENGARUH ABU KAYU TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN TALAS PADA TANAH GAMBUT Ermiwati, Ermiwati; Radian, Radian; Budi, Setia
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.48657

Abstract

Pemanfaatan umbi talas sebagai bahan pangan alternatif belum dapat segera terpenuhi akibat rendahnya produktivitas umbi talas selama ini. Beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab rendahnya hasil tersebut antara lain adalah umumnya tanaman talas ditanam di lahan pekarangan sebagai tanaman sampingan dengan asupan nutrisi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis abu kayu yang paling tepat untuk tanaman talas pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Pontianak dari bulan Oktober 2020 hingga Februari 2021. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan pola Faktorial Rancangan Acak Kelompok (RAK). Penelitian ini memiliki satu faktor yaitu dosis abu kayu sebanyak 6 taraf dan 4 ulangan, sehingga dihasilkan 24 petakan. Setiap petakan memiliki 4 tanaman sampel, dihasilkan 96 tanaman sampel. Faktor dosis abu kayu (A) yaitu : A1 5 ton/ha, A2 15 ton/ha, A3 25 ton/ha, A4 35 ton/ha, A5 45 ton/ha, dan A6 55 ton/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, berat kering tanaman bagian atas, dan berat basah umbi. Pemberian abu kayu dengan dosis 55 ton/ha atau setara dengan 19 kg/petak dapat meningkat pertumbuhan dari variabel berat kering tanaman dan jumlah daun. Pemberian abu kayu dosis 55 ton/ha menghasilkan nilai rerata tertinggi terhadap pertumbuhan tanaman talas pada tanah gambut. Kata kunci : abu kayu, gambut, talas.
PENGARUH BOKASI Hydrila verticilata L. TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KALE PADA TANAH ALUVIAL Pujianto, Pujianto; Maulidi, Maulidi; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.48784

Abstract

Kale adalah jenis sayuran yang memiliki nilai gizi cukup komplit yaitu kalori, lemak, natrium, kalium, kabohidrat, protein, vitamin A, vitamin C, kalsium, zat besi dan magnesium. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis bokasi Hydrilla verticillata L. yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil kale pada tanah aluvial.Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Penelitian Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak dengan ketinggian tempat 2 meter dpl. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 5 Maret - 22 April 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 6 taraf perlakuan dan 4 kali ulangan. Masing-masing unit perlakuan terdiri dari 4 sampel tanaman dengan total keseluruhan 96 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah b0= tanpa bokasi Hydrilla verticillata L., b1= 300 g/polybag bokasi Hydrilla verticillata L., b2= 600 g/polybag Hydrilla verticillata L., b3= 900 g/polybag Hydrilla verticillata L., b4= 1200 g/polybag Hydrilla verticillata L., b5= 1500 g/polybag Hydrilla verticillata L.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokasi Hydrilla verticillata L. pada berbagai dosis berpengaruh nyata terhadap berat kering tanaman dan berpengaruh tidak nyata terhadap variabel volume akar, kadar kehijaun daun, jumlah daun dan berat segar tanaman. Dimana diketahui bahwa berat kering pada pemberian bokasi Hydrilla verticillata L. dosis 1500 g/polybag berbeda nyata dengan pemberian bokasi Hydrilla verticillata L. dosis 0 g/polybag tetapi berbeda tidak nyata dengan dosis 300 g/polybag, 600 g/polybag, 900 g/polybag dan 1200 g/polybag. Pada umumnya semua dosis bokasi Hydrilla verticillata L. yang diujikan pada penelitian ini sama baiknya dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kale pada tanah aluvial, tetapi dosis efektif bokasi Hydrilla verticillata L. adalah 300 g/polybag.Kata kunci : Kale, bokasi Hydrilla verticillata L., tanah aluvial
Pengaruh Konsentrasi POC Limbah Batang Pisang terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis pada Tanah Gambut Candra, Candra; Mustamir, Elly; Susana, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.48796

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi POC limbah batang pisang yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung manis pada tanah gambut. Penelitian ini dilakukan di lahan gambut dengan tingkat kematangan saprik yang terletak di Jl. Reformasi Kecamatan Pontianak Tenggara. Waktu penelitian berlangsung dari 10 Februari s/d 2 Mei. Metode yang digunakan adalah eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari 5 perlakuan pemberian POC batang pisang dengan taraf konsentrasi berbeda yaitu P1= 20 ml/ liter air, P2= 40 ml/ liter air, P3= 60 ml/ liter air, P4= 80 ml/ liter air, P5= 100 ml/ liter air. Variabel pengamatan yaitu tinggi tanaman, volume akar, berat kering, berat tongkol dengan kelobot per petak, berat tongkol dengan kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, diameter tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol tanpa kelobot. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukan konsentrasi terbaik dari POC batang pisang dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung manis pada tanah gambut, tetapi konsentrasi POC batang pisang yang efektif ditunjukkan dengan perlakuan POC batang pisang konsentrasi 40 ml/liter air.Kata kunci : Gambut, Jagung Manis, POC
PENGARUH PEMBERIAN KAPUR DOLOMIT DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KUBIS BUNGA (BRASSICA OLERACEA L) PADA TANAH ALUVIAL Ranting, Natalis; Hadijah, Siti; Purwaningsih, Purwaningsih
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.48886

Abstract

Pengembangan tanaman kubis bunga pada tanah aluvial di Kalmantan Barat mempunyai prospek yang tinggi, namun memiliki kendala seperti pH yang rendah. Tujuan penelitian untuk mengetahui interaksi kapur dengan pupuk NPK yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga. Penelitian dilaksanakan di rumah plastik fakultas pertanian UNTAN, berlangsung selama 3 bulan (11 Desember 2020 - 23 Febuari 2021). Penelitian menggunakan rancangan faktorial acak lengkap yang terdiri dari dua faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu kapur (K) yang terdiri dari k1 = 1,428 g/polibag; k2 = 2,628 g/polibag dan k3 = 3,828 g/polibag dan pupuk NPK majemuk (P), terdiri dari p1 = 2 g/polibag; p2 = 4 g/polibag dan 6 g/polibag. Pengamatan terdiri jumlah daun pada umur 2 minggu dan 4 minggu setelah tanam, klorofil daun, volume akar, diameter bunga dan berat segar bunga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi kapur dan pupuk NPK berpengaruh tidak nyata pada semua variabel pengamatan, hanya kapur berpengaruh nyata terhadap volume akar.Kata Kunci : Kapur, kubis bunga, pupuk NPK, tanah aluvial
PENGARUH ABU BOILER DAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI KERITING PADA TANAH GAMBUT HAKIM, M NUR RIF'AN; , MP, Ir. Hj ASTINA; , M.Sc, Ir. RINI SUSANA
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.48911

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi Abu Boiler dan pupuk organik cair (POC) Biotogrow Gold serta mengetahui dosis Abu Boiler dan konsentrasi pupuk organik cair Biotogrow Gold yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil sawi keriting pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, kota Pontianak, dengan waktu penelitian 16 Agustus 2020 hingga 17 September 2020. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah Abu Boiler dengan 3 taraf perlakuan dan faktor kedua adalah POC Biotogrow Gold dengan 3 taraf perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali, setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 108 tanaman. Perlakuan yang dimaksud terdiri dari perlakuan Abu Boiler yaitu a1= Abu Boiler 100,56 g/polibag setara dengan 8 ton/ha, a2= Abu Boiler 121,62 g/polibag setara dengan 9,7 ton/ha, a3= Abu Boiler 142,68 g/polibag setara dengan 11,4 ton/ha dan perlakuan POC Biotogrow Gold yaitu b1 = POC Biotogrow Gold 2 ml /liter air, b2 = POC Biotogrow Gold 3 ml /liter air, b3 = POC Biotogrow Gold 4 ml /liter air. Variabel pengamatan yang diamati dalam penelitian ini yaitu jumlah daun (helai), luas daun (cm2 ), volume akar (cm3 ), berat segar tanaman (g), berat kering tanaman (g). Pengaruh Abu Boiler dan POC Biotogrow Gold dapat meningkatkan volume akar, berat kering tanaman, luas daun, namun tidak dapat meningkatkan jumlah daun tanaman sawi keriting dan berat segar tanaman. Berdasarkan efisiensi, pemberian Abu Bolier dengan dosis 11, 4 ton/Ha dan konsentrasi POC Biotogrow Gold 2 ml/l merupakan kombinasi yang menghasilkan pertumbuhan dan hasil terbaik.