cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 2,161 Documents
PREDIKSI EROSI TANAH ULTISOL PADA TIGA PENGGUNAAN LAHAN DI DESA RABA KECAMATAN MENJALIN KABUPATEN LANDAK Rezalius Reza, Junaidi, Bambang Widiarso,
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49989

Abstract

ABSTRAKPraktek pertanian pada lahan kering khususnya tanah Ultisol dengan kondisi berlereng, solum tanah yang dangkal dan sedikit berbatu sebagian besar dilakukan oleh petani perladangan berpindah. Kondisi ini secara tidak langsung untuk memenuhi kecukupan dan stabilitas ketersediaan bahan pangan sebagai komponen yang harus dipenuhi dalam mencapai kondisi ketahanan pangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan erosi hasil prediksi dan erosi yang diperbolehkan, mengetahui tingkat bahaya erosi dan memberikan upaya tindakan konservasi untuk menekan besarnya erosi aktual pada lahan ladang berpindah (Tanaman ubi kayu), perkebunan kelapa sawit dan hutan yang ada di Desa Raba, Kecamatan Menjalin, Kabupaten Landak. Sampel tanah diambil dengan metode survei lapangan pada kedalaman 0-30 cm sebanyak 15 titik sampel pada masing-masing penggunaan lahan. Hasil analisis laboratorium dan lapangan dihitung dengan persamaan USLE untuk menentukan nilai prediksi erosi. Prediksi erosi pada penggunaan lahan hutan sekunder rata-rata 0,52 ton/ha/thn, perladangan berpindah 245,14 ton/ha/thn dan perkebunan kelapa sawit 209,30 ton/ha/thn. Batas toleransi pada hutan sekunder rata-rata adalah 22,00 ton/ha/thn, lahan perladangan berpindah 22,68 ton/ha/thn dan perkebunan kelapa sawit rata-rata 25,64 ton/ha/thn. Tingkat bahaya erosi hutan sekunder tergolong sangat ringan (SR) yaitu rata-rata 0,02 ton/ha/thn, perkebunan kelapa sawit tergolong sangat ringan (SR) yaitu rata-rata 8,16 ton/ha/thn dan penggunaan lahan perladangan berpindah tergolong sangat ringan (SR) yaitu rata-rata 10,81 ton/ha/thn. Tindakan koservasi untuk menekan nilai prediksi erosi pada penggunaan lahan perladangan berpindah (menjadi pertanian menetap) yaitu menanam ubi kayu+kacang tanah dengan nilai C 0,02. Sedangkan untuk perkebunan kelapa sawit agar nilai prediksi erosi lebih kecil atau sama dengan nilai erosi toleransi maka lahan perkebunan kelapa sawit tersebut harus diteras bangku dengan kontruksi baik yaitu nilai P 0,04. Kata kunci: Prediksi Erosi, Ultisol, Ladang Berpindah, Sawit, Hutan Sekunder.
Pengaruh Kombinasi Pupuk Kandang Kotoran Sapi dan Kapur Dolomit terhadap Pertumbuhan dan Hasil Pakcoy pada Tanah Gambut Kurniawan, Chandra Chandra; Anggorowati, Dini; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50105

Abstract

Pemanfaatan tanah gambut sebagai media tumbuh pakcoy pada umumnya dihadapkan pada permasalahan rendahnya pH tanah, rendahnya kandungan unsur hara yang tersedia dalam tanah diantaranya adalah unsur hara N, P dan K, dan rendahnya aktivitas mikroorganisme di dalam tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan dosis kombinasi pupuk kandang sapi dan kapur dolomit yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil pakcoy pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Jln Aloevera Kelurahan Bansir Darat, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak mulai dari tanggal 23 Mei sampai 23 Juni 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu rancangan acak lengkap (RAL). Peralakuank1 = 20 ton/ha pupuk kandang kotoran sapi setara dengan 250 g/polybag 11,25 ton/ha kapur dolomit setara dengan 45 g/polybag, k2 = 20 ton/ha pupuk kandang kotoran sapi setara dengan 250 g/polybag 15 ton/ha kapur dolomit setara dengan 60 g/polybag, k3 = 20 ton/ha pupuk kandang kotoran sapi setara dengan 250 g/polybag 18,75 ton/ha kapur dolomit setara dengan 75 g/polybag,k4 = 30 ton/ha pupuk kandang kotoran sapi setara dengan 375 g/polybag 11,25 ton/ha kapur dolomit setara dengan 45 g/polybag, k5 = 30 ton/ha pupuk kandang kotoran sapi setara dengan 375 g/polybag 15 ton/ha kapur dolomit setara dengan 60 g/polybag, k6 = 30 ton/ha pupuk kandang kotoran sapi setara dengan 375 g/polybag 15 ton/ha kapur dolomit setara dengan 75 g/polybag, k7 = 40 ton/ha pupuk kandang kotoran sapi setara dengan500 g/polybag 11,25 ton/ha kapur dolomit setara dengan 45 g/polybag, k8 = 40 ton/ha pupuk kandang kotoran sapi setara dengan 500 g/polybag15 ton/ha kapur dolomit setara dengan 60 g/polybag, k9 = 40 ton/ha pupuk kandang kotoran sapi setara dengan 500 g/polybag 18,75 ton/ha kapur dolomit setara dengan 75 g/polybag. Variabel yang diamati yaitu jumlah daun, luas daun, volume akar, berat kering tanaman, berat segar tanaman, dan kadar klorofil daun. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian kombinasi pupuk kandang kotoran sapi 40 ton/ha dan dolomit dosis 15 ton/ha merupakan perlakuan yang terbaik tehadap pertumbuhan dan hasil pakcoy pada tanah gambut tetapi kombinasi pupuk kandang kotoran sapi 40 ton/ha dan dolomit dosis 11,25 ton/ha sudah efektif terhadap pertumbuhan dan hasil pakcoy pada tanah gambut.
KAJIAN SIFAT KIMIA TANAH PADA LAHAN PASCA PERTAMBANGAN EMAS DESA MONTERADO KECAMATAN MONTERADO KABUPATEN BENGKAYANG Respati Suryokusumo, Asrifin Aspan, Rossie W. Nusantara,
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.50145

Abstract

ABSTRAKLahan pasca PETI merupakan salah satu lahan marginal yang jika diperbaiki dapat berpotensi sebagai lahan pertanian, seperti tanah-tanah marginal lainnya, tanah pasca PETI memiliki keterbatasan pada sifat fisika, kimia dan biologi tanah. Tanah pasca PETI umumnya adalah pasiran, kandungan bahan organik yang rendah, serta tingkat kesuburan yang rendah. Pemanfaatan lahan pasca PETI menjadi lahan pertanian memerlukan upaya perbaikan agar menjadi lebih produktif. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji sifat kimia tanah dan kriteria status hara pada lahan pasca PETI Dusun Goa Boma Desa Monterado Kecamatan Monterado Kabupaten Bengkayang. Pengambilan sampel tanah dilakukan dengan menggunakan metode diagonal sebanyak 4 sampel komposit dengan kedalaman 0-30 cm dan sampel tanah akan dianalisis di Laboratorium. Penelitian ini berlangsung dari bulan Februari - Juli 2021. Beberapa sifat kimia tanah yang dianalisis pada penelitian ini meliputi pH, C-organik N-total, P-tersedia, K-dd, KTK dan KB. Nilai pH bervariasi mulai dari 3,46-5,13 (sangat masam hingga masam); C-organik 0,21-1,28% (sangat rendah); N-total 0,04-0,18% (sangat rendah hingga rendah); P-tersedia 7,74-13,96 ppm (sangat rendah hingga rendah); K-dd 0,05-0,09 cmol(+)kg-1 (sangat rendah); KTK 4,23-7,56 cmol(+)kg-1 (sangat rendah hingga rendah); KB 10,32-13,71% (sangat rendah).Kata Kunci : Dusun Goa Boma, Lahan pasca PETI, Sifat kimia tanah.
PERBEDAAN LAJU INFILTRASI DI LAHAN PENAMBANGAN EMAS TANPA IZIN (PETI) DI KECAMATAN MANDOR KALIMANTAN BARAT Ade Dodi Al Fayedra, Tino Orciny Chandra, U. Edi Suryadi,
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.50175

Abstract

ABSTRAKPenambangan emas merupakan suatu kegiatan yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, namun demikian penambangan emas juga dapat merugikan dan merusak alam apabila dalam pelaksanaannya tanpa diikuti dengan proses pengolahan limbah hasil secara baik dan pengelolaan lahan setelah proses tambang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui infiltrasi tanah pada lahan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang dilaksanakan di Kecamatan Mandor Kalimantan Barat. Metode yang digunakan dalam penelitan ini yaitu metode pengukuran infiltrasi di lapangan serta pengambilan sampel untuk analisis sifat fisika dan kimia tanah, dengan 5 ulangan pada lahan sekunder, semak belukar pasca PETI dan lahan tambang aktif, sehingga diperoleh total 15 sampel.Hasil pengukuran di lapangan dengan menggunakan double ring infiltrometer didapatkan nilai laju infiltrasi awal tertinggi sampai terendah berturut-turut yaitu semak belukar laju infiltrasi awal sebesar 162,1 cm/jam, tambang aktif 157,4 cm/jam dan hutan sekunder 115,2 cm/jam. Laju infiltrasi konstan tertinggi sampai terendah berturut-turut yaitu pada tambang aktif 58,79 cm/jam (sangat cepat), semak belukar 57,43 cm/jam (sangat cepat) dan hutan sekunder 50,04 cm/jam (sangat cepat). Rata-rata laju infiltrasi tertinggi sampai terendah berturut-turut yaitu pada lokasi semak belukar dengan rata-rata laju infiltrasi sebesar 87,21 cm/jam, tambang aktif 84,41 cm/jam dan hutan sekunder 67,16 cm/jam. Hasil perbandingan uji t infiltrasi, pada hutan sekunder dan semak belukar menunjukkan hasil t tabel sebesar 0.000<0,05 sehingga berbeda nyata. Pada tambang aktif dibandingkan dengan hutan sekunder juga menunjukkan hasil t tabel sebesar 0,000<0,05 yang menunjukkan hasil berbeda nyata. Hasil uji t pada tambang aktif dan semak belukar juga menunjukkan hasil t tabel sebesar 0,000<0,05 sehingga didapat laju infiltrasi yang berbeda nyata. Kata kunci : Lahan pasca PETI, Infiltrasi tanah, Fisika tanah
Pengaruh Biochar Tongkol Jagung terhadap Ketersediaan Fosfor dan Hasil Tanaman Sawi Hijau (Brassica rapa var. parachinensis L.) pada Tanah Pasca Pertambangan Emas Fiqi Safari Putra, Sutarman Gafur, Asrifin Aspan,
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.50284

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis biochar tongkol jagung yang baik bagi pertumbuhan sawi hijau pada tanah pasca tambang emas. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian biochar terhadap beberapa karakteristik tanah. Perlakuan yang diberikan adalah perbedaan dosis biochar P0 = 0 g Biochar + 62,5 g pupuk kandang + 0,375 g SP36; P1 = 7,5 g Biochar + 62,5 g pupuk kandang + 0,375 g SP36; P2 = 12,5 g Biochar + 62,5 g pupuk kandang + 0,375 g SP36 dan; P3 = 17,5 g Biochar + 62,5 g pupuk kandang + 0,375 g SP36. Hasil menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh nyata pemberian biochar terhadap ketersediaan P, pH tanah dan KTK serta tinggi tanaman, jumlah lembardaun. Biochar hanya mempengaruhi pH tanah dimana perlakuan P3 berpengaruh nyata terhadap P0 dan P1 namun tidak berpengaruh pada P2.Kata kunci : biochar, hasil sawi, karakteristik tanah
PENGARUH KOMBINASI BIOCHAR, PUKAN AYAM DAN PUPUK ANORGANIK TERHADAP KETERSEDIAAN N, P, K DAN PERTUMBUHAN VEGETATIF JAGUNG MANIS (Zea Mays L. Saccharata Sturt) DI TANAH ALUVIAL Andri Suryansyah, Urai Suci Yulies Vitri Indrawati, Tino Orciny Chandra,
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50499

Abstract

ABSTRAKTanah dari Ordo Entisol merupakan tanah tanpa horizon yang baru mulai terbentuk dengan ciri-ciri tidak adanya perkembangan profil yang nyata. Bahan yang diendapkan atau menyusun tanah Aluvial di dataran beriklim basah umunya tergolong lebih kurus dibandingkan tanah endapan di daerah kering. Upaya peningkatan produksi tanaman jagung manis dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya yaitu dengan cara pemupukan, baik pupuk organik maupun pupuk anorganik, upaya meningkatkan kesuburan tanah pada budidaya jagung manis salah satunya dapat menggunakan biochar. Penambahan biochar ke tanah meningkatkan ketersediaan kation utama, Fospor, Nitrogen Total dan Kapasitas Tukar Kation tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian biochar tankos, pukan ayam dan pupuk anorganik terhadap ketersediaan N, P, dan K dan pertumbuhan vegetatif jagung manis (Zea Mays L. Saccharata Sturt) di tanah Aluvial. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri 6 perlakuan dan 3 ulangan sehingga diperoleh 18 unit percobaan. Berdasarkan hasil pengamatan pemberian biochar tankos meningkatkan pH tanah pada perlakuan P5=6,75, parameter C-organik pada perlakuan P5=2,9, parameter N-Total pada perlakuan P5=0,83 lebih tersedia ke dalam tanah dikarenakan diberikan biochar tankos 20 ton (88.50 g/polybag). Pada parameter P-Tersedia perlakuan P4=625.94 dan parameter K-Tersedia perlakuan P4=27,30 pada perlakuan tersebut pemberian pukan ayam lebih banyak sehingga tersedia bagi tanaman dan Tinggi Tanaman pun meningkat terlihat pada perlakuan P1=67.72, dikarenakan pemberian pukan ayam 20 ton (88.50 g/polybag).Kata Kunci: Biochar, Jagung Manis, Pukan Ayam, Pupuk Anorganik, Tanah Aluvial
Pengaruh Pupuk Kandang Sapi dan Pupuk P Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Lobak pada Tanah Aluvial RISTIYONO, BAYU; Bandem, Putu Dupa; Susana, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50680

Abstract

Lobak merupakan jenis tanaman sayuran umbi yang potensial dikembangkan pembudidayaannya. Namun, sampai saat ini produktivitas lobak di Kalimantan barat masih tergolong rendah. Usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi lobak yaitu dengan pemberian pupuk kandang sapi dan pupuk P. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis kombinasi pupuk kandang sapi dan pupuk P terhadap pertumbuhan dan hasil lobak yang terbaik pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sungai Raya Dalam, Kabupaten Kubu Raya selama 12 minggu. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen lapangan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam taraf perlakuan kombinasi pupuk kandang sapi dan pupuk P. masing-masing perlakuan diulang sebanyak empat kali, setiap ulangan terdiri dari empat tanaman sampel. Kombinasi pupuk kandang sapi (ton) dan pupuk P (kg) diberikan yaitu p1 = 0 ton/ha pukan sapi + 350 kg/ha pupuk P; p2 = 10 ton/ha pukan sapi + 300 kg/ha pupuk P; p3 = 15 ton/ha pukan sapi + 250 kg/ha pupuk P; p4 = 20 ton/ha pukan sapi + 200 kg/ha pupuk P; p5 = 25 ton/ha pukan sapi + 150 kg/ha pupuk P; dan p6 = 30 ton/ha pukan sapi + 100 kg/ha pupuk P. Variabel yang diamati meliputi jumlah daun, panjang umbi, diameter umbi, berat segar tanaman, berat segar umbi, berat kering bagian atas tanaman, berat kering umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi 30 ton/ha pupuk kandang sapi + 100 kg/ha pupuk SP-36 atau setara 450 g/tanaman pupuk kandang sapi + 1,5 g/tanaman SP-36 memberikan hasil yang terbaik untuk meningkatkan panjang umbi, berat segar tanaman, berat kering bagian atas tanaman dan berat kering umbi lobak pada tanah aluvial.Kata kunci : aluvial, lobak, pupuk kandang sapi, pupuk P
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI AKIBAT PEMBERIAN KOMBINASI POC LIMBAH SAYURAN HIJAU DAN PUPUK UREA PADA TANAH GAMBUT Hamdani, Hamdani Hamdani; Dwi Zulfita, Dwi Zulfita Dwi Zulfita; surachman, surachman surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50790

Abstract

Pemanfaatan tanah gambut sebagai media tumbuh tanaman sawi pada umumnya dihadapkan pada permasalahan rendahnya kandungan unsur hara yang tersedia dalam tanah diantaranya adalah unsur hara N, P dan K. Penambahan unsur hara N, P, dan K salah satunya dapat dilakukan dengan cara menambahkan Pupuk Organik Cair limbah sayuran hijau pada tanah yang diharapkan dapat menjadi bahan dekomposer yang baik dan dapat memberikan ketersediaan unsur hara pada tanah gambut. Penambahan Unsur N melalui pemupukan dengan urea juga diperlukan agar ketersediaan unsur hara dapat terpenuhi, sehingga tanaman sawi bisa tumbuh dengan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi Pupuk Organik Cair limbah sayuran hijau dan pupuk urea terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan kebun percobaan fakultas pertanian, mulai dari Mei sampai Juni 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan pertama yaitu b1 = 100% Pupuk Organik Cair Limbah sayuran hijau setara dengan 300 ml/liter air, b2 = 80% Pupuk Organik Cair limbah sayuran hijau setara dengan 240 ml/liter air + 20% Urea setara dengan 0,16g, b3 = 60% Pupuk Organik Cair limbah sayuran hijau setara dengan 180 ml/liter air + 40% Urea setara dengan 0,32, b4 = 40% Pupuk Organik Cair limbah sayuran hijau setara dengan 120 ml/liter air + 60% Urea setara dengan 0,48g, b5 = 100% Pupuk Urea hasil penelitian setara dengan 0,8g. Variabel yang di amati yaitu jumlah daun, luas daun, volume akar, berat kering tanaman, berat segar tanaman, dan kadar klorofil daun. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian 100% pupuk urea (0,8 g/polybag) memberikan pertumbuhan dan hasil sawi yang terbaik pada tanah gambut walaupun dengan pemberian 40% Pupuk Organik Cair (120 ml/L air) + 60% urea (0,48 g) juga menunjukkan petumbuhan dan hasil tanaman sawi.
KARAKTERISASI PADI BERAS HITAM BELIAH DI LAHAN SAWAH sodiqin, sodiqin; Palupi, Tantri; Wasi'an, Wasi'an
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50832

Abstract

Padi Beras Hitam Beliah Kabupaten Bengkayang belum teridentifikasi dengan baik, maka perlu pengembangan lebih lanjut sebagai varietas padi lokal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakter agronomi dan morfologi pertumbuhan padi beras hitam Beliah pada fase vegetatif sampai fase generatif yang ada di Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang. Penelitian ini dilaksanakan dilahan sawah tadah hujan Desa Naram, Kota Singkawang dimulai pada tanggal 25 Februari sampai 21 Agustus 2020. Pada pengamatan karakteristik tanaman mengunakan 100 sampel tanaman dengan jarak tanam 25 x 25 cm. Beberapa hasil dari penelitian ini kemapuan menghasilkan akan sebanyak 13 anakan, tinggi tanaman 144 cm, memiliki warna helaian daun hijau muda Yellow-Green Group (144A), bentuk lidah daun 2-cleft, sangat bervariasi baik dari sifat agronomi maupun morfologinya. Menghindari terjadinya kelangkaan padi beras hitam Beliah maka perlu untuk dilakukan karakterisasi agronomi dan morfologi yang bertujuan untuk menginventarisasi sifat-sifat agronomi maupun morfologi padi beras hitam Beliah. Setelah diketahui sifat-sifat agronomi maupun morfologi diharapkan bisa memberikan informasi kepada pemerintah, perguruan tinggi maupun para pemulia agar bisa melestarikan atau melakukan pemuliaan terhadap padi beras hitam ini.
UJI KEMAMPUAN ISOLAT BAKTERI AZOTOBACTER DARI RHIZOSFER BERBAGAI MACAM TANAMAN PADA LAHAN GAMBUT TERHADAP SERAPAN NITROGEN OLEH TANAMAN PADI (Oryza sativa L) Prihatin, Siti Widia
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50941

Abstract

ABSTRAK Gambut terutama yang berada di daerah tropis memiliki sifat fisika, kimia dan biologi tertentu yang mencerminkan ciri khas dari tanah tersebut.Sifat-sifat yang menjadi ciri khas dari gambut tersebut adalah pH relatif rendah. Nitrogen merupakan unsur hara utama yang dibutuhkan oleh semua tanaman untuk mencapai pertumbuhan dan hasil yang optimal. Diantara satu bakteri penambat nitrogen adalah bakteri Azotobacter. Azotobacter merupakan salah satu bakteri penambat nitrogen aerobik non- simbiotik yang mampu menambat nitrogen dalam jumlah yang cukup tinggi dan membuat nitrogen tersedia untuk semua tumbuhan.Secara alamiah tanah gambut memiliki tingkat kesuburan rendah, karena kandungan unsur haranya rendah dan mengandung beragam asam - asam organik yang sebagian bersifat racun bagi tanaman. Gambut yang kekurangan unsur hara N pada umumnya jika diberi pupuk N, tanaman yang tumbuh pada gambut akan merespon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan isolat bakteri azotobacter dari rhizosfer berbagai macam tanaman terhadap serapan N2 pada tanaman padi dan untuk membandingkan kemampuan isolat azotobacter yang di isolasi dari rhizosfer berbagai macam tanaman di lahan gambut terhadap serapan N2 pada tanaman padi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari satu faktor perlakuan dan tiga ulangan, yaitu isolat bakteri Azotobacter yang terdiri dari 7 taraf. Total jumlah semuanya terdapat 21 unit percobaan. Berdasarkan hasil dari penelitian adalah pemberian bakteri azotobacter dapat meningkatkan parameter tinggi tanaman dan serapan nitrogen.Kata Kunci : Azotobacter, Nitrogen, Tanah Gambut