cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 2,161 Documents
IDENTIFIKASI BEBERAPA SIFAT KIMIA TANAH PADA BERBAGAI PENGGUNAAN LAHAN GAMBUT UNTUK TANAMAN BUDIDAYA DI DESA RASAU JAYA I KABUPATEN KUBU RAYA Riduansyah, Siti Nurhalifa, Denah Suswati,
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i2.53118

Abstract

ABSTRAK Berbagai tipe penggunaan lahan gambut yang berbeda mengakibatkan perubahan lingkungan seperti kedalaman muka air tanah, dan kematangan tanah gambut. Perubahan sifat kimia tanah gambut dapat terjadi akibat perubahan alih fungsi lahan yang terjadi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui sifat kimia tanah pada berbagai penggunaan lahan gambut untuk tanaman budidaya (kelapa sawit, karet dan jagung) di Desa Rasau Jaya I Kabupaten Kubu Raya. Pengambilan sampel tanah untuk analisis sifat kimia tanah di setiap lokasi penelitian masing masing 1 kg dengan kedalaman 0-20 cm menggunakan metode diagonal. Setiap penggunaan lahan ada 5 titik pengamatan kemudian dikompositkan per masing-masing lahan dengan kode sampel kelapa sawit (S), karet (K), dan jagung (J) sehingga jumlah sampel pada beberapa penggunaan lahan sebanyak 3 sampel. Sampel tanah yang diambil yaitu sampel tanah utuh dan sampel tanah tidak utuh (terganggu). Sampel tanah tidak utuh (terganggu) diambil memakai bor gambut untuk analisis sifat kimia: pH tanah, c- organik tanah, n-total tanah, p- tersedia tanah, k- dd tanah, kb tanah dan ktk tanah. Sampel tanah utuh ( tidak terganggu) diambil menggunakan ring sampel untuk parameter penunjang yang meliputi : kematangan gambut, kedalaman muka air tanah, bobot isi tanah, dan porositas tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tiga penggunaan lahan gambut di Rasau Jaya I yaitu pada pengamatan pH tanah rata-rata sangat masam, C- organik, N-total, P-tersedia, dan KTK tanah termasuk dalam kriteria sangat tinggi, sedangkan Kdd dan KB tanah termasuk dalam kriteria sangat rendah. Kata kunci: Sifat Kimia Tanah,Tanah Gambut, Tiga Penggunaan Lahan.
STUDI KOLONI BAKTERI PENDEGRADASI FENOL PADA LAPISAN ACROTELM DAN CATOTELM DI LAHAN GAMBUT Sutarman Gafur, Velyn Claristhya, Gusti Zakaria Anshari,
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i2.53250

Abstract

ABSTRAK Senyawa fenol merupakan salah satu bahan organik di dalam tanah gambut yang sulit terdegradasi. Degradasi dapat dilakukan secara enzimatis oleh bakteri pendegradasi fenol. Tujuan dari penelitian ini untuk membandingkan jumlah koloni bakteri pendegradasi senyawa fenol pada lapisan acrotelm dan catotelm di lahan gambut. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2021 hingga Oktober 2021. Sampel tanah diambil dari 2 plot dengan bor gambut. Setiap plot kemudian diambil 3 titik bor tanah yang membentuk pola segitiga dengan jarak masing-masing 20 meter dengan tingkat kedalaman gambut (acrotelm) 0-10 cm, 10-20 cm dan kedalaman gambut (catotelm) 300-310 cm, 310-320 cm. Koloni bakteri dihitung dengan metode Total Plate Count pada media agar selektif Mineral Salt Medium sedikit modifikasi dengan menambahkan larutan fenol. Untuk mengetahui jumlah senyawa fenol pada lahan gambut dilakukan pengujian dengan menggunakan larutan Folin-Ciocalteu Assays 10% dan Na2CO3 2%. Hasil penelitian menunjukkan jumlah koloni bakteri pendegradasi fenol memiliki hasil yang cenderung lebih banyak pada lapisan acrotelm dengan rata "“ rata populasi sebesar 1,6 x 104 cfu/ml dari pada lapisan catotelm dengan populasi rata "“ rata terkecil yaitu 6,15 x 101 cfu/ml. Berdasarkan hasil Anova One-Way, kadar air gravimetrik terdapat perbedaan yang nyata antara kedua lapisan (p-value = 0,000), namun tidak terdapat perbedaan yang nyata pada senyawa fenol, senyawa tanin dan pH. Hasil analisis korelasi yang dilakukan didapatkan nilai Total Plate Count dan senyawa fenol menunjukkan korelasi yang tidak signifikan, tetapi berkorelasi yang nyata dengan kadar air dan pH. Kata Kunci : Senyawa Fenol, Bakteri Fenol, Degradasi, Acrotelm dan Catotelm, Tanah Gambut.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN KARET DAN PADI DI DESA LEMBAH BERINGIN KECAMATAN NANGA MAHAP Ari Krisnohadi, Wawan Setiawan, Rini Hazriani,
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i2.53492

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menentukan kelas kesesuaian lahan aktual dan sub kelas kesesuaian lahan potensial untuk tanaman karet dan padi serta memberikan saran perbaikan sesuai dengan faktor pembatas untuk kelas kesesuian lahan potensial. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode survey dan analisis tanah di laboratorium. Hasil penelitian menunjukan Pada lokasi penelitian terdapat 2 satuan peta tanah (SPT). SPT 1 (Typic Dystrudepts) memiliki topografi datar (3-5%), berdrainase baik, memiliki kelas kesesuaian lahan aktual S3-wa,na untuk tanaman karet dan S3-nr,na untuk tanaman padi. SPT 2 (Typic Udurtens) memiliki tofografi datar (3-5%), berdrainase baik, memiliki kelas kesesuaian lahan aktual S3-wa,rc,na untuk tanaman karet dan S3-rc,nr,na untuk tanaman padi. Pada lokasi penelitian untuk meningkatkan kelas kesesuaian lahan perlu dilakukan perbaikan-perbaikan seperti pemberian kapur untuk memperbaikai pH tanah. Pengelolaan tata air untuk mengendalikan kelebihan air. Kata Kunci : Aktual, Evaluasi Kesesuaian Lahan, Potensial
IDENTIFIKASI BEBERAPA SIFAT KIMIA TANAH DI LAHAN PASANG SURUT UNTUK TANAMAN PADI DI DESA SUNGAI ITIK KABUPATEN KUBU RAYA Feira Budiarsyah Arief, Tri Laksono, Denah Suswati,
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i2.53786

Abstract

ABSTRAK Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan satu diantara makanan pokok di Indonesia. Sekitar 90 % masyarakat Indonesia mengkonsumsi beras yang merupakan hasil olahan padi sebagai makanan utamanya, oleh karena itu padi menjadi tanaman pangan yang banyak diusahakan di Indonesia. Namun, dalam pengembangan pertanian di lahan pasang surut memiliki berbagai kendala seperti sulitnya pengendalian tata air (drainase buruk), kemasaman yang tinggi, teroksidasinya pirit, ketersediaan unsur hara yang rendah dan intrusi air asin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi beberapa sifat kimia tanah di lahan pasang surut dan saran pemupukan pada tanaman padi di Desa Sungai Itik, Kabupaten Kubu Raya. sampel tanah pada setiap lahan diambil 5 titik di kedalaman 0-30 cm kemudian sampel tanah kemudian dikopositkan. Jumlah sampel tanah yang dianalisis 4 sampel. Hasil penelitian ini menunjukan analisis sifat kimia tanah pada, Lahan sawah 1 dengan nilai pH tanah 3,85 sangat masam, C-Organik 5,29 sangat tinggi, N-Total 0,76 Tinggi, P-Tersedia 2,48 sangat rendah, K-dd 0,19 sangat rendah, Ca-dd 3,09 rendah, Mg-dd 0,65 rendah, Na-dd 0,30 rendah, KTK 29,42 rendah, KB 23,15 rendah dan bobot isi 0,63 rendah. Lahan sawah 2 dengan nilai pH tanah 3,89 sangat masam, C-Organik 6,65 sangat tinggi, N-Total 0,95 sangat tinggi, P-Tersedia 2,90 sangat rendah, K-dd 0,20 sangat rendah, Ca-dd 3,53 rendah, Mg-dd 0,49 rendah, Na-dd 0,33 rendah, KTK 36, 99 rendah, KB 20,41 rendah dan bobot isi 0,76 rendah. lahan sawah 3 dengan nilai pH tanah 3,93 sangat masam, C-Organik 5,95 sangat tinggi, N-Total 0,83 sangat tinggi, P-Tersedia 2,49 sangat rendah, K-dd 0,19 sangat rendah, Ca-dd 3,36 rendah, Mg-dd 0,60 rendah, Na-dd 0,31 rendah, KTK 33,03 rendah, KB 22,56 rendah dan bobot isi 0,49 rendah. lahan sawah 4 dengan nilai pH tanah 3,98 sangat masam, C-Organik 7,03sangat tinggi, N-Total 1,00 sangat tinggi, P-Tersedia 4,14 sangat rendah, K-dd 0,28 rendah, Ca-dd 3,70 rendah, Mg-dd 0,85 rendah, Na-dd 0,46 sedang, KTK 39,07 rendah, KB 21,01 rendah dan bobot isi 0,54 rendah. Kata Kunci: Lahan Pasang Surut , Sifat Kimia Tanah , Tanaman Padi.
PENGELOLAAN KONSERVASI TANAH BERDASARKAN KELAS KEMAMPUAN LAHAN DI KEBUN RAYA SAMBAS Ari Krisnohadi, Fitriana, Urai Edi Suryadi,
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i2.53905

Abstract

ABSTRAKKebun Raya Sambas memiliki topografi yang bervariasi dan kemiringan lereng yang curam beresiko terjadinya degradasi lahan. Upaya untuk mengurangi degradasi lahan maka perlu dilakukan konservasi tanah berdasarkan dengan kelas kemampuan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik tanah, menentukan sub-kelas kemampuan lahan, dan menentukan pengelolaan konservasi tanah berdasarkan kelas kemampuan lahan di Kebun Raya Sambas. Lokasi Penelitian di Kebun Raya Sambas Kecamatan Subah Kabupaten Sambas dengan luas 151,84 Ha. Metode yang digunakan adalah analisis kemampuan lahan berdasarkan Arsyad (2006). Hasil penelitian menunjukan karakteristik tanah di lokasi penelitian Kebun Raya Sambas memiliki iklim yang sangat basah, bentuk lahan yang bervariasi dari datar hingga curam, penggunaan lahan merupakan hutan sekunder (hutan lahan rendah), jenis tanah Typic Kandiudult, Typic Hapludults, Typic Udipsamments, dan Typic Endoaquepts. Terdapat 4 kelas kemampuan dengan subkelas : IIIs, IVs, IVe, VIws, VIe, dan dan VIIIs. Pengelolaan konservasi tanah pada kelas kemampuan lahan III dapat dilakukan konservasi secara vegetatif dengan penamaman menurut strip crroping. Pada kelas kemampuan lahan IV dan VI dapat dilakukan dengan pembuatan teras dan saluran bervegetasi. Pada kelas kemampuan lahan VIII didaerah yang tergenang dapat menerapkan saluran bervegetasi akan tetapi lebih baiknya kelas kemampuan lahan VIII dibiarkan dalam keadaan alami untuk menjaga ciri khas Kebun Raya Sambas sebagai daerah riparian. Kata Kunci : Kelas Kemampuan Lahan, Konservasi Tanah, Kebun Raya Sambas
UJI KOMBINASI BIOCHAR KOTORAN AYAM TERHADAP KETERSEDIAAN HARA N, P, K DAN PERTUMBUHAN TANAMAN TOMAT (Lycopersicum Esculentum Mill) DI TANAH GAMBUT Abdul Mujib Alhadad, Brisa Dhea Dwy Putri, Urai Suci Yulies.V.I,
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i2.54063

Abstract

ABSTRAKPemanfatan tanah gambut untuk digunakan sebagai lahan pertanian memerlukan sejumlah perbaikan yang dapat meningkatkan kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi biochar kotoran ayam terhadap ketersedian hara N, P, K dan pertumbuhan tinggi tanaman tomat. Penelitian ini di lakukan dari bulan Agustus 2021 pada tanah gambut di Jl. Gusti Hamzah, Gg. Pancasila IV, dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dosis biochar kotoran ayam : B0 0 ton/ha, B1 15 ton/ha, B2 30 ton/ha, B3 45 ton/ha, B4 60 ton/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar kotoran ayam berpengaruh nyata terhadap parameter pH, C/N Rasio, N-total, P-tersedia, K-tersedia, dan tinggi tanaman. Perlakuan biochar kotoran ayam pada 1.666gr/polybag dapat meningkatkan pH, C/N Rasio, N-total, dan P-tersedia dibandingkan dengan kontrol (tanpa biochar kotoran ayam) yaitu masing-maisng 3,0000, 1,3300, 1,500, 25,93 cmol(+)kg-1. Perlakuan biochar kotoran ayam pada 1.250gr/polybag dapat meningkatkan K-tersedia dibandingkan dengan kontrol (tanpa biochar kotoran ayam) yaitu 2,23 cmol(+)kg-1. Perlakuan biochar kotoran ayam pada dosis 1.666gr/polybag nilai rerata tertinggi yaitu 10,10 dibandingkan dengan perlakuan lainnya.Kata Kunci : biochar, tanaman tomat (Lycopersicum Esculentum Mill), tanah gambut
PENGARUH KOMBINASI BOKASHI AMPAS SAGU DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI RAWIT PADA TANAH ALUVIAL Gunawan, Gunawan; Santoso, Eddy; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57634

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frustescens L.) merupakan komoditi hortikultura yang memiliki fluktuasi harga yang paling tinggi jika dibandingkan dengan komoditi hortikultura lainnya. Tujuan penelitian untuk mendapatkan dosis kombinasi bokashi ampas sagu dan NPK yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil cabai rawit pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di lahan yang berlokasi di Jalan Pramuka, Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat yang dilaksanakan dari tanggal 11 Januari sampai dengan 17 April 2022. Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah benih cabai rawit varietas Dewata 43 F1, tanah aluvial, bokashi limbah ampas sagu, NPK, kapur dolomit, polybag, pestisida dan lanjaran. Alat yang digunakan dalam penelitian adalah cangkul, parang, ayakan, terpal, gembor, paranet, meteran, kertas label, penggaris, corong, jerigen, timbangan digital, timbangan duduk, hand sprayer, termohigrometer, tali rapia, ember, oven, gunting, kamera, pulpen dan buku tulis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan yang diulang sebanyak 5 kali dan terdiri atas 4 tanaman sampel sehingga seluruhnya terdiri atas 100 tanaman sampel. Adapun perlakuannya adalah sebagai berikut b1= 0 ton/ha Bokashi Ampas Sagu + NPK 100%, b2 = 10 ton/ha Bokashi Ampas Sagu + NPK 75%, b3 = 20 ton/ha Bokashi Ampas Sagu + NPK 50%, b4 = 30 ton/ha Bokashi Ampas Sagu + NPK 25% dan b5 = 40 ton/ha Bokashi Ampas Sagu + NPK 0%. Pelaksanaan penelitian meliputi pembuatan bokashi ampas sagu, pembersihan lahan, persemaian benih, persiapan tanah aluvial, pemberian kapur dolomit dan bokashi ampas sagu, penanaman, pemberian NPK, pemeliharaan tanaman dan panen. Variabel penelitian meliputi tinggi tanaman (cm), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah buah per tanaman (buah) dan berat buah per tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi yang paling efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil cabai rawit pada tanah aluvial yaitu kombinasi bokashi ampas sagu 20 ton/ha dan NPK 50%.Kata Kunci: Bokashi Ampas Sagu, Cabai Rawit, NPK, Tanah Aluvial
PENGARUH VARIETAS DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL GAMBAS DI TANAH GAMBUT Supriandi, Dandy; Anggorowati, Dini; Sasli, Iwan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57655

Abstract

Tanaman Gambas (Luffa acutangula L.) merupakan tanaman sayuran merambat dengan alat pemegang berbentuk pilin, batang panjang dan kuat, dapat mencapai puluhan meter. Daerah asal gambas dari India, tanaman ini telah beradaptasi lama di daerah Asia Tenggara termasuk Indonesia. Buah gambas berkhasiat untuk membersihkan darah, selain berguna untuk obat, kulit buah yang telah kering baik sekali untuk penggosok tempat cucian. pemilihan varietas tanaman yang tidak tepat menjadi salah satu masalah dalam budidaya tanaman, pengunaan bahan tanam yang bukan berasal dari varietas unggul akan sangat berpengaruh bagi budidaya tanaman. pengaturan jarak tanam merupakan faktor penting dalam upaya meningkatan hasil dari tanaman. Jarak tanam yang terlalu jarang mengakibatkan besarnya proses penguapan air dari dalam tanah, sehingga proses pertumbuhan dan perkembangan terganggu. Penelitian ini telah dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jalan Sungai Raya Dalam Ujung, Desa Punggur. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 9 Febuari sampai 30 April 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sebagai rancangan dasar. Sistem Jarak Tanam ditentukan sebagai petak utama (main plot) yang terdiri dari 3 taraf dan Varietas sebagai anak petak (sub plot) yang terdiri dari 3 taraf dan setiap kombinasi 9 perlakuan diulang sejumlah 3 (kelompok). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman, berat buah perbuah, berat buah perpetak, panjang buah, diameter buah. Hasil penelitian menunjukkan varietas Hibrida Prima dengan jarak tanam 70 cm x 70 cm memberikan pertumbuhan yang terbaik dan jarak tanam 70 cm x 70 cm mampu memberikan hasil yang terbaik untuk tanaman gambas pada tanah gambut. Kata Kunci : Gambas, Gambut, Jarak Tanam, Varietas.
PENGARUH BOKASI BERANGKASAN TEBU DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI PADA TANAH ALUVIAL Sulan, Ilumanita; Sasli, Iwan; Susana, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57696

Abstract

Pemanfaatan tanah aluvial sebagai media tumbuh kedelai dihadapkan pada beberapa kendala seperti struktur tanah yang pejal dan ketersediaan unsur hara yang rendah. Kendala tersebut dapat diatas dengan pemberian bokasi berangkasan tebu dan pupuk NPK. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan dosis bokasi berangkasan tebu yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai pada tanah aluvial, untuk mendapatkan dosis pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai pada tanah aluvial, dan untuk mendapatkan interaksi bokasi berangkasan tebu dan pupuk NPK yang memberikan pertumbuhan dan hasil kedelai yang terbaik pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Parit Buluh, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian berlangsung dari Tanggal 28 Desember 2021 "“ 30 April 2022. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor perlakuan dan diperoleh 9 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan. Faktor pertama bokasi berangkasan tebu terdiri dari 3 taraf yaitu t1=10 ton/ha, t2=15 ton/ha, dan t3=20 ton/ha. Faktor kedua pupuk NPK terdiri dari 3 taraf yaitu n1=250 kg/ha, n2=450 kg/ha, dan n3=650 kg/ha. Variabel pengamatan terdiri dari tinggi tanaman, klorofil daun, bintil akar, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong per tanaman, berat biji kering per tanaman, dan berat 100 biji. Hasil penelitian menunjukkan bokasi berangkasan tebu dengan dosis 15 ton/ha merupakan dosis yang paling efektif terhadap variabel berat kering tanaman, jumlah polong per tanaman dan berat biji kering per tanaman kedelai pada tanah aluvial. Dosis pupuk NPK 650 kg/ha merupakan dosis yang paling efektif terhadap tinggi tanaman kedelai terhadap 2 MST dan 4 MST pada tanah aluvial. Dosis bokasi berangkasan tebu 10 ton/ha dan pupuk NPK 650 kg/ha memberikan interaksi yang efektif terhadap tinggi tanaman kedelai 3 MST pada tanah aluvial.
PENGARUH DOSIS KOMPOS TKKS DAN NPK PLUS TERHADAP PERTUMBUHAN KELAPA SAWIT DI PRE NURSERY PADA TANAH PMK Pratama, Yoshafat Andika; Listiawati, Agustina; Warganda, Warganda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57761

Abstract

Pembibitan awal atau pre nursery merupakan tahap awal pada budidaya kelapa sawit. Tanah PMK merupakan salah satu media tanam yang banyak diusahakan pada pembibitan pre nursery karena ketersediaanya yang luas terutama di Kalimantan Barat. Pengunaan tanah PMK sebagai media tanam memiliki permasalahan pada sifat fisik dan kimia tanahnya sehingga diperlukan penambahan kompos TKKS dan NPK plus. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendapatkan interaksi kompos tandan kosong kelapa sawit dan pupuk NPK plus yang terbaik terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery pada tanah PMK.Penelitian yang dilakukan menggunakan metode eksperimen lapangan dengan percobaan Faktorial Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas 2 faktor yaitu kompos tkks (K) dan NPK plus (N) dengan 3 taraf pemupukan kompos tkks serta 3 taraf pemupukan NPK plus sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan yaitu kompos TKKS 20 ton + NPK plus 60 kg, kompos TKKS 20 ton + NPK plus 120 kg, kompos TKKS 20 ton + NPK plus 180 kg, kompos TKKS 30 ton + NPK plus 60 kg, kompos TKKS 30 ton + NPK plus 120 kg, kompos TKKS 30 ton + NPK plus 180 kg, kompos TKKS 40 ton + NPK plus 60 kg, kompos TKKS 40 ton + NPK plus 120 kg, kompos TKKS 40 ton + NPK plus 180 kg.Variabel yang diamati pada penelitian meliputi tinggi tanaman, jumlah pelepah daun, diameter bonggol, volume akar, dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa interaksi kompos TKKS 30 ton + NPK plus 120 kg memberikan pertumbuhan terbaik terhadap bibit kelapa sawit di pre nursery.