cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 2,161 Documents
PENGARUH KAPUR DOLOMIT DAN POC AMPAS SAGU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS PADA TANAH GAMBUT Joko, Joko; Astina, Astina; Darussalam, Darussalam
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.57956

Abstract

Tanaman jagung manis merupakan salah satu tanaman pangan yang telah banyak dibudidayakan dikerenakan jagung ini memiliki rasa lebih manis dan umur panen yang cepat dibandingkan jagung biasa. Jagung manis yang dikonsumsi mengandung energi, karbohidrat, protein, lemak, fosfor, zat besi dan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi dari pemberian kapur dolomit dan POC ampas sagu yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis pada tanah gambut. Lokasi penelitian berada di Desa Pancaroba Jl. Trans Kalimantan, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini akan dilaksanakan dari 09 Februari-22 Mei 2022. Penelitian ini menggunakan faktorial dengan pola rancangan acak kelompok (RAK), dimana faktor pertama yaitu kapur dolomit (D) dan faktor kedua yaitu POC ampas sagu (P) setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan yang dimaksud adalah sebagai berikut : Faktor pertama yaitu kapur dolomit (D), d1 = Kapur Dolomit 16,25 ton/ha, d2 = Kapur Dolomit 32,5 ton/ha dan d3 = Kapur Dolomit 48,75 ton/ha. Faktor kedua yaitu POC ampas sagu (P) : p1 = POC Ampas Sagu 300 ml/l, p2 = POC Ampas Sagu 600 ml/l dan p3 = POC Ampas Sagu 900 ml/l. Pelaksanaan penelitian meliputi pembuatan POC ampas sagu, persiapan tempat penelitian, pengapuran, penanaman benih, pemberian pupuk dasar, pemberian poc ampas sagu, pemeliharaan dan pemanenan. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, panjang tongkol, berat tongkol berkelobot dan hasil tongkol/petak. Hasil menunjukan bahwa interaksi pemberian kapur dolomit 32,5 ton/ha dan POC ampas sagu 600 ml/l menunjukan rerata tertingi terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis.
PENGARUH KOMBINASI BOKASHI GULMA DAN ABU KAYU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS DI TANAH ALUVIAL Yohana, Yohana; Astina, Astina; Asnawati, Asnawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57966

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) merupakan komoditas palawija yang memiliki potensi untuk dibudidayakan di Kalimantan barat. Salah satu jenis tanah yang dapat digunakan untuk budidaya tanaman jagung manis yaitu tanah aluvial. Tanah aluvial sebagai media tanam memiiki kendala seperti struktur tanah jelek, pH rendah, ketersediaan unsur hara sedikit dan kandungan bahan organik rendah. Upaya untuk mengatasi sifat tanah aluvial tersebut yaitu dengan pemberian bahan pembenah tanah seperti penggunaan bokashi gulma dan abu kayu. Penggunaan bokashi sangat dibutuhkan untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis yang maksimal. Abu kayu merupakan bahan organik yang dijadikan alternatif pengganti kapur pertanian pada media tanah aluvial yang dapat memperbaiki sifat kimia tanah aluvial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis kombinasi bokashi gulma dan abu kayu terbaik yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada tanah aluvial.Penelitian dilaksanakan pada tanggal 17 Februari "“ 11 Mei 2022 bertempat di Jalan Budi Utomo, Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Kombinasi bokashi gulma dan abu kayu sebagai taraf perlakuan terdiri dari 6 taraf yaitu k0 = Kontrol, k1 = bokashi gulma 5 ton/ha dan abu kayu 30 ton/ha, k2 = bokashi gulma 10 ton/ha dan abu kayu 28 ton/ha, k3 = bokashi gulma 15 ton/ha dan abu kayu 26 ton/ha, k4 = bokashi gulma 20 ton/ha dan abu kayu 24 ton/ha, k5 = bokashi gulma 25 ton/ha dan abu kayu 22 ton/ha, diulang sebanyak 4kali dan di setiap ulangan memiliki 4 sampel. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol, dan diameter tongkol.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kombinasi bokashi gulma 15 ton/ha setara dengan 5,2 kg/plot dan abu kayu 26 ton/ha setara dengan 9,1 kg/plot memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik terhadap variabel pengamatan tinggi tanaman pada semua tahapan pengamatan, berat kering tanaman, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol dan diameter tongkol. Efisiensi penggunaan bokashi gulma dan abu kayu adalah dengan dosis 5 ton/ha setara dengan 1,75 kg/plot dan abu kayu 30 ton/ha setara dengan 10,5 kg/plot.Kata kunci : Bokashi gulma, Abu kayu, Jagung manis, Aluvial
PENGARUH KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR KULIT BUAH-BUAHAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN OKRA MERAH PADA TANAH GAMBUT Lestari, Pelagia; Abdurrahman, Tatang; Sasli, Iwan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.58108

Abstract

Tanaman okra merupakan tanaman sayuran yang termasuk ke dalam family Malvaceae. Salah satu faktor pembatas pemanfaatan tanah gambut untuk pengembangan tanaman okra adalah sifat kimia tanah yang tergolong rendah. Usaha untuk mengatasi kendala tersebut dengan cara pemupukan melalui penambahan pupuk organik cair kulit buah -buahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi pupuk organik cair kulit buah-buahan yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman okra merah pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian dimulai dari bulan Oktober sampai Desember 2021. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari satu faktor dengan 5 taraf perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 ulangan dan setiap perlakuan terdiri dari 4 sampel tanaman sehingga terdapat 100 satuan percobaan dengan beberapa konsentrasi POC kulit buah-buahan sebagai berikut: P1= 25 ml/L, P2= 45 ml/L, P3= 65 ml/L, P4= 85 ml/L, P5= 105 ml/L. Variabel yang diamati yaitu variabel tinggi tanaman, klorofil daun, volume akar, berat kering tanaman, berat per buah, berat buah per tanaman dan jumlah buah per tanaman. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pemberian pupuk organik cair kulit buah-buahan pada tanah gambut dengan konsentrasi 85 ml/L dapat mempercepat umur berbunga yaitu 35,5 hari dan pemberian pupuk organik cair kulit buah-buahan pada tanah gambut dengan konsentrasi 25 ml/L sampai 105 ml/L menunjukkan pertumbuhan dan hasil yang sama pada tanaman okra merah.
PERTUMBUHAN SUBKULTUR PISANG CAVENDISH DENGAN TEKNIK IN VITRO PADA MEDIA ½ MS DENGAN PENAMBAHAN AIR KELAPA Setiawan, Donny Agung; Asnawati, Asnawati; Arifin, Nur
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.58120

Abstract

Tanaman pisang cavendish pada umumnya selalu diperbanyak secara vegetatif, yaitu dengan menggunakan anakan yang tumbuh dari bonggolnya dan hanya memperoleh sekitar 5-10 anakan per tahun. Salah satu cara untuk memperbanyak tanaman pisang cavendish adalah dengan menggunakan teknik in vitro. Perbanyakan secara in vitro dapat menyediakan bibit dalam jumlah banyak dengan waktu relatif singkat. Media tanam yang digunakan untuk kultur in vitro harus mengandung unsur hara makro, mikro, vitamin dan ZPT. Air kelapa dapat digunakan sebagai media modifikasi MS agar biaya produksi dapat berkurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi air kelapa terbaik untuk pertumbuhan subkultur pisang Cavendish pada media ½ MS. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan konsentrasi air kelapa yang terdiri atas 6 taraf perlakuan diulang sebanyak 4 kali dan tiap ulangan terdiri dari 4 sampel jumlah unit percobaan yaitu 96 botol. Perlakuannya yaitu A0 = tanpa air kelapa, A1 = ½ MS + 5% air kelapa, A2 = ½ MS + 10% air kelapa, A3 = ½ MS + 15% air kelapa, A4 = ½ MS + 20% air kelapa, dan A5 = ½ MS + 25% air kelapa pada media ½ MS. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali dan tiap ulangan terdiri dari 4 sampel. Variabel yang diamati adalah waktu muncul tunas (mst), jumlah akar (helai), jumlah daun (helai), jumlah tunas (tunas), dan panjang tunas (cm). Hasil menunjukkan bahwa pertumbuhan eksplan pisang cavendish yang menggunakan media ½ MS tanpa air kelapa relatif sama dengan pertumbuhan pisang cavendish dengan media ½ MS + air kelapa
PENGARUH BOKASHI PAKIS DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI BESAR PADA TANAH ALUVIAL Oktala, Frestin Rif'at Yoga; Budi, Setia; Warganda, Warganda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58190

Abstract

Cabai besar (Capsicum annum L.) adalah salah satu komoditas yang dikenal sebagai penyedap rasa dan pelengkap menu masakan khas Indonesia sehingga banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Penggunaan tanah aluvial memiliki kendala yaitu tekstur yang pejal dan tergolong liat atau liat berpasir serta miskin kandungan bahan organik, mikroorganisme dan unsur hara, sehingga diperlukan penambahan bokashi pakis dan pupuk NPK. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi pemberian bokashi pakis dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil cabai besar pada tanah aluvial serta untuk mendapatkan dosis terbaik dari bokashi pakis dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil cabai besar pada tanah aluvial. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan percobaan Faktorial Rancangan Acak Kelompok (RAK Faktorial) yang terdiri atas 3 taraf pemupukan bokashi pakis dan 3 taraf pemupukan NPK sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan yaitu b1p1 (bokashi pakis 10 ton/ha dan NPK 150 kg/ha), b1p2 (bokashi pakis 10 ton/ha dan NPK 200 kg/ha), b1p3 (bokashi pakis 10 ton/ha dan NPK 250 kg/ha), b2p1 (bokashi pakis 15 ton/ha dan NPK 150 kg/ha), b2p2 (bokashi pakis 15 ton/ha dan NPK 200 kg/ha), b2p3 (bokashi pakis 15 ton/ha dan NPK 250 kg/ha), b3p1 (bokashi pakis 20 ton/ha dan NPK 150 kg/ha), b3p2 (bokashi pakis 20 ton/ha dan NPK 200 kg/ha), dan b3p3 (bokashi pakis 20 ton/ha dan NPK 250 kg/ha). Variabel yang diamati pada penelitian ini meliputi tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, jumlah buah per petak, berat buah per buah, berat buah per tanaman, dan berat buah per petak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi bokashi pakis 10 ton/ha dan pupuk NPK 200 kg/ha memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan dan hasil cabai besar pada tanah aluvial.Kata Kunci : Bokashi Pakis, Cabai Besar, Pupuk NPK, Tanah Aluvial
PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH DENGAN PEMBERIAN TANAH MINERAL PADA BERBAGAI TINGKAT KEMATANGAN TANAH GAMBUT Khairiyah, Hana Madia; Radian, Radian; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58201

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serta mendapatkan dosis pemberian tanah mineral yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada berbagai tingkat kematangan tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Reformasi Gg. Matematika, Bansir Darat, Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, dimulai sejak tanggal 15 Oktober hingga 14 Desember 2021. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial sebagai rancangan dasar. Perlakuan tanah mineral terdiri dari 3 taraf yaitu m1 = 5% berat tanah gambut (400 g/polybag), m2 = 10% berat tanah gambut (800 g/polybag), m3 = 15% berat tanah gambut (1.200 g/polybag) dan tingkat kematangan gambut terdiri dari 3 taraf perlakuan g1 = fibrik, g2 = hemik, g3 = saprik, sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan dan 3 sampel tanaman. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan per rumpun, berat basah umbi per rumpun dan berat kering umbi per rumpun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian tanah mineral dan tingkat kematangan tanah gambut memiliki interaksi terhadap variabel jumlah daun umur 2 MST, secara mandiri tingkat kematangan tanah gambut saprik berpengaruh nyata pada tinggi tanaman dan berat segar umbi per rumpun, serta pada tingkat kematangan tanah gambut fibrik berpengaruh nyata pada jumlah daun, namun pemberian perlakuan tanah mineral secara mandiri berpengaruh tidak nyata pada semua variabel pengamatan.Pemberian kedua perlakuan menunjukan bahwa ditemukan pengaruh interaksi antara pemberian tanah mineral dan tingkat kematangan tanah gambut pada jumlah daun umur 2 MST. Secara mandiri, tingkat kematangan tanah gambut saprik berpengaruh nyata pada tinggi tanaman dan berat segar umbi per rumpun, serta pada tingkat kematangan tanah gambut fibrik berpengaruh nyata pada jumlah daun, namun pemberian tanah mineral 5%, 10% dan 15% secara mandiri berpengaruh tidak nyata pada semua variabel pengamatan.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI EDAMAME PADA PEMBERIAN BIOCHAR SEKAM PADI DAN PUPUK P DI TANAH GAMBUT Vebiola, Febriyati; Warganda, Warganda; Surachman, Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58210

Abstract

Tanaman edamame (Glycine max (L.) Merill) merupakan tanaman multiguna yang memiliki peluang cukup besar untuk dikembangkan di Indonesia. Optimalisasi lahan gambut untuk areal produksi kedelai edamame dapat dilakukan dengan penambahan biochar yang memiliki sifat khelat yang dapat mengikat asam "“ asam organik yang bersifat racun bagi tanaman dan dapat meningkatkan ketersedian P. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh interaksi biochar sekam padi dan pupuk P dan mengetahui berapa dosis biochar sekam padi dan pupuk P yang terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai edamame di tanah gambut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan RAL yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu biochar sekam padi (b) sebagai petak utama yang terdiri dari 3 taraf perlakuan dan faktor kedua yaitu pupuk P (p) sebagai anak petak yang terdiri dari 3 taraf perlakuan. Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel. Jumlah keseluruhan tanaman terdapat 108 petak percobaan. Perlakuan tersebut terdiri dari b1p1 = biochar sekam padi 80 g/polybag + pupuk P 0,8 g/polybag, b1p2 = biochar sekam padi 80 g/polybag + pupuk P 1,2 g/polybag, b1p3 = biochar sekam padi 80 g/polybag + pupuk P 1,6 g/polybag, b2p1 = biochar sekam padi 120 g/polybag + pupuk P 0,8 g/polybag, b2p2 = biochar sekam padi 120 g/polybag + pupuk P 1,2 g/polybag, b2p3 = biochar sekam padi 120 g/polybag + pupuk P 1,6 g/polybag, b3p1 = biochar sekam padi 160 g/polybag + pupuk P 0,8 g/polybag, b3p2= biochar sekam padi 160 g/polybag + pupuk P 1,2 g/polybag, b3p3 = biochar sekam padi 160 g/polybag + pupuk P 1,6 g/polybag. Variabel pengamatan meliputi : tinggi tanaman (cm), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah polong per tanaman (buah), berat polong per tanaman (g), dan berat polong isi per tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar sekam padi 20 ton/ha dan pupuk P 150 kg/ha dapat meningkatkan jumlah polong yaitu 24,44 buah/tanaman, berat polong yaitu 75,61 g/tanaman, dan berat polong isi 67,58 g/tanaman.Kata kunci : Biochar, Gambut, Kedelai Edamame, Pupuk P.
Inventarisasi Jenis Ikan Hasil Tangkapan Nelayan Di Taman Nasional Danau Sentarum Veronica, Velda; Padmarsari, Widadi; Sirojul, Ahmad Mulyadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.58216

Abstract

Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) terletak di dataran banjir Sungai Kapuas di Kalimantan Barat. Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) seluas 132.000 hektar terdiri atas sekumpulan danau musiman dan beberapa formasi hutan rawa yang unik dan kaya akan keanekaragaman hayati (Giesen and Aglionby). Selain itu, di dalam kawasan terdapat juga beberapa bukit yang merupakan habitat dari hutan meranti dan kerangas. Sejak tahun 194, kawasan ini telah dinyatakan sebagai situs ramsar, sebagai bukti pengakuan masyarakat internasional sebagai lahan basah yang penting bagi pelestarian keanekaragaman hayati. Taman Nasional Danau Sentarum mendukung industri perikanan tradisional skala besar dan menjadi penyumbang sumberdaya perikanan air tawar terbesar di Kalimantan Barat. Taman Nasional Danau Sentarum adalah tempat hidup ikan arwana (Scleropages formosus) jenis super merah (super red dragon fish) yang harganya sangat mahal, dan termasuk dalam daftar CITES. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jenis ikan hasil tangkapan nelayan di Taman Nasional Danau Sentarum Kapuas Hulu. Penelitian telah dilaksanakan selama 2 bulan di Taman Nasional Danau Sentarum dan identifikasi ikan di Laboratorium Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive berdasarkan informasi dari masyarakat dan hasil penelitian terdahulu. Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan survey lapangan, pengambilan dan pemeriksaan sampel ikan dan kualitas fisika dan kimia perairan. Variabel pengamatan dilakukan dengan pengamatan jenis ikan, jumlah individu disetiap spesies, parameter fisika dan kimia perairan Danau Sentarum, pemanfaatan ikan dan status konservasi. Berdasarkan hasil penelitian hasil penelitian tangkapan nelayan di Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS), ditemukan ikan sebanyak 17300 ekor yang termasuk kedalam 69 spesies dan 22 famili. Ikan famili Cyprinidae yang paling banyak diperoleh yaitu 29 spesies.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH TERHADAP PEMBERIAN PUPUK KOTORAN SAPI DAN KALIUM PADA TANAH GAMBUT Sofiani, Zizi; Santoso, Eddy; Surachman, Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58283

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura yang banyak dikonsumsi manusia sebagai campuran bumbu masak setelah cabe. Selain sebagai campuran bumbu masak, bawang merah juga dijual dalam bentuk olahan seperti ekstrak bawang merah, bubuk, minyak atsiri, bawang goreng bahkan sebagai bahan obat untuk menurunkan kadar kolesterol, gula darah, mencegah penggumpalan darah, menurunkan tekanan darah serta memperlancar aliran darah. Sebagai komoditas hortikultura yang banyak dikonsumsi masyarakat maka diperlukan upaya untuk meningkatkan produksi bawang merah, salah satunya adalah pemanfaatan lahan gambut sebagai areal tanam bawang merah. Tanah gambut memiliki beberapa masalah berupa rendahnya ketersediaan unsur hara, terutama kalium. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas lahan gambut adalah dengan pemberian pupuk kotoran sapi dan kalium. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dosis interaksi pemberian pupuk kotoran sapi dan kalium terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah gambut. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan faktor pertama adalah pupuk kotoran sapi dan faktor kedua adalah kalium. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat interaksi terhadap pemberian pupuk kotoran sapi dan kalium pada semua variabel pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah gambut.Kata Kunci : Bawang Merah, Gambut, Kalium, Pupuk Kotoran Sapi
PENGARUH BERBAGAI KOMPOS LIMBAH KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK PADA TANAH OVERBURDEN Fahlevi, Reza; Listiawati, Agustina; Warganda, Warganda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58323

Abstract

ABSTRAK Tanah bekas tambang (overburden) merupakan tanah yang telah terdegradasiakibat kegiatan pertambangan. Tanah overburden memiliki permasalahan yangkompleks terutama pada sifat fisik. Perbaikan sifat fisik tanah dapat dilakukandengan pemberian bahan organik. Penambahan bahan organik mampu meningkatkankemampuan tanah untuk mengikat air dan hara sehingga dapat mengatasipermasalahan pada sifat fisik tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jeniskompos limbah kelapa sawit yang tebaik untuk pertubuhan lobak putih padaoverburden. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Sungai Mayam Desa SungaiMayam Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat.Penelitan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4perlakuan dan 6 ulangan, masing-masing ulangan terdiri dari 5 sampel tanamansehingga terdapat 120 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah A= KomposTandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS), B= Kompos Wet Decenter Solid (WDS), C=Kompos Kernel Kelapa Sawit (KKS) dan D= Kompos Pelepah Kelapa Sawit (PKS)masing- masing perlakuan diberikan sebanyak 2500 gram/polybag. Variabel yangdiamati pada peneltian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), beratsegar umbi (gram), diameter umbi (cm), panjang umbi (cm) dan berat kering bagianatas tanaman (gram). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai jeniskompos limbah kelapa sawit berpengaruh nyata pada variabel tinggi tanaman, jumlahdaun, berat segar umbi, panjang umbi dan berat kering bagian atas tanamansedangkan pada variabel diameter umbi berbeda tidak nyata. Pemberian kompos WetDecenter Solid memberikan hasil terbaik terhadap variabel pengamatan tinggitanaman, jumlah daun, panjang umbi, berat segar umbi dan berat kering bagian atastanaman.Kata Kunci : kompos limbah kelapa sawit, lobak, tanah bekas tambang (overburden)