cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 2,161 Documents
PENGARUH KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH IBA TERHADAP PERTUMBUHAN SETEK PUCUK JAMBU AIR MERAH Lestari, Suka Mardyatno; Anggorowati, Dini; Hadijah, Siti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58325

Abstract

Jambu air (Syzygiumaqueum) merupakan komoditi tanaman buah yang hidup di daerah tropis. Buah jambu air memiliki daging buah yang tebal, berwarna merah, rasa manis, bertekstur renyah, dan kadar air yang tinggi. Upaya dalam pemanfaatan pangkasan pucuk cabang atau pucuk ranting pada tanaman jambu air sehingga menghasilkan bibit yang unggul dan berkualitas maka dilakukan pembudidayaan tanaman dengan cara setek. Mengaplikasikan ZPT sintetik dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya yaitu konsentrasi. Pada konsentrasi yang rendah tanaman tidak memberikan respon yang cukup baik sebaliknya juga pada konsentrasi tinggi juga dapat menghambat pertumbuhan tanaman, sehingga perlu dicari konsentrasi yang tepat untuk pertumbuhan setek pucuk jambu air. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan konsentrasi ZPT IBA yang memberikan pertumbuhan setek jambu air yang terbaik. Penelitian ini telah dilaksanakan di Dusun Bali, Desa Sebarra, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau. Penelitian berlangsung pada tanggal 29 Maret 2022 sampai 29 Juni 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 ulangan terdiri 5 tanaman sampel, sehingga total jumlah keseluruhan tanaman adalah 125 tanaman. Perlakuan yang diberikan adalah k0 = 0 ppm, k1 = 1000 ppm, k2 = 2000 ppm, k3 = 3000 ppm, k4 = 4000 ppm. Variabel yang diamati adalah jumlah akar, jumlah daun, volume akar, panjang akar, persentase setek hidup. Hasil Penelitian menunjukkan pemberian konsentrasi ZPT IBA berpengaruh nyata terhadap variabel jumlah akar, panjang akar, volume akar dan jumlah daun. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pemberian IBA dengan konentrasi 2000 ppm memberikan konsentrasi terbaik terhadap semua variabel pengamatan. Kata kunci: IBA, Jambu air, Konsentrasi, ZPT
PERTUMBUHAN TANAMAN SELADA PADA SISTEM AKUAPONIK MINI DENGAN PENAMBAHAN PUPUK KANDANG AYAM Atika, Uray Vami Imra; Sasli, Iwan; Nurjani, Nurjani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58418

Abstract

Selada (Lactuca sativa, L.) merupakan salah satu tanaman sayuran daun yang banyak dibudidayakan dan memiliki prospek yang cukup baik. Namun produksi tanaman selada secara kontinyu masih tergolong rendah. Oleh karena itu diperlukannya inovasi teknologi dalam meningkatkan hasil dan produksi pertumbuhan tanaman selada. Akuaponik dapat menjadi salah satu inovasi teknologi dalam memproduksi tanaman selada secara kontinyu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk kandang ayam yang terbaik dalam memperbaiki kualitas kontainer air kolam agar dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman selada pada sistem akuaponik mini. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 5 taraf perlakuan, yaitu perbedaan takaran dosis pupuk kandang ayam, dan tiap perlakuan terdiri dari 25 populasi dengan 15 tanaman sampel. Adapun perlakuan tersebut yaitu (1) P0 = Kontrol/Tanpa perlakuan pupuk kandang ayam, (2) P1 = Penambahan 3 g pupuk kandang ayam, (3) P2 = Penambahan 15 g pupuk kandang ayam, (4) P3 = Penambahan 30 g pupuk kandang ayam, (5) P4 = Penambahan 45 g pupuk kandang ayam. Variabel yang diamati adalah jumlah daun (helai), panjang daun (cm), lebar daun (cm), volume akar (cm ³), berat kering tanaman (g), dan berat segar tanaman bagian atas (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam pengaruh yang nyata terhadap jumlah daun umur 3 "“ 4 mst, panjang daun, lebar daun, dan berat segar tanaman selada bagian atas. Adapun takaran dosis penambahan pupuk kandang ayam terbaik terjadi pada perlakuan 45 g pupuk kandang ayam berdasarkan potensi hasil tanaman merupakan perlakuan terbaik terhadap berat segar tanaman selada bagian atas. Kata Kunci : Akuaponik, Pupuk Kandang Ayam, Selada
PENGARUH FREKUENSI PEMBERIAN PUPUK DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS TANAMAN TOMAT PADA BUDIDAYA AKUAPONIK Septio, Septio; Basuni, Basuni; Nurjani, Nurjani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58525

Abstract

Tanaman tomat (Lycopersicum esculentum M.) yang merupakan famili dari Solanaceae adalah salah satu tanaman sayuran terpenting di Indonesia. Buah tomat yang masak banyak digemari orang karena rasanya segar, enak, dan sedikit masam. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat (2018), produksi tanaman tomat pada tahun 2017 sebesar 1.805 ton dengan produktivitas 4,89 ha/ton pada luasan lahan 369 ha, mengalami penurunan pada tahun 2018 dengan hasil produksi yaitu 1.128 ton/ha dengan produktivitas 3,06 ha/ton pada luas lahan 369 ha. Rendahnya produksi tomat di Kalimantan Barat karena kemungkinan disebabkan varietas yang ditanam tidak cocok, kultur teknis yang kurang baik serta pemupukan yang kurang tepat atau tidak sesuai. Salah satu teknik budidaya tanaman yang diharapkan dapat meningkatkan hasil dan kualitas tomat adalah akuaponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari frekuensi pemberian pupuk daun yang digunakan terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa varietas tomat dan untuk mengetahui pengaruh dari beberapa varietas tomat terhadap pertumbuhan dan hasil tomat pada budidaya akuaponik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Blok Terpisah (Split Blok), terdiri dari 2 faktor perlakuan, yaitu frekuensi pemberian pupuk daun sebagai main plot dan beberapa varietas tomat sebagai sub plot. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali, dengan 4 tanman sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah faktor frekuensi (f) yang terdiri atas 2 taraf yaitu seminggu 2 kali (f1) dan seminggu 1 kali (f2) serta faktor varietas yang terdiri atas 4 taraf yaitu Servo F1 (v1), Betavila F1 (v2), tymoti F1 (v3) dan Tiffani F1 (v4), dengan demikian, terdapat 8 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan yang masing-masing terdiri atas 4 tanaman sampel. Hasil menunjukan bahwa Frekuensi pemberian pupuk daun berpengaruh pada pertumbuhan dan hasil tanaman tomat, dimana pemberian seminggu 2 kali (f1) lebih baik daripada seminggu 1 kali (f2) dan Varietas memberikan respon berbeda terhadap frekuensi pemupukan daun, varietas Betavila (v2) dan tiffani (v4) memberikan respon lebih baik daripada varietas servo (v1) dan tymoti (v3).Kata kunci : Akuaponik, Frekuensi, Pemupukan, Tomat, Varietas
PENGARUH KOMBINASI PUPUK ORGANIK DAUN CENGKODOK DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI PERENGGI PADA TANAH ALUVIAL Wijayanto, Titis; Surachman, Surachman; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58568

Abstract

Tanaman cabai menjadi salah satu komoditas sayuran yang penting di Indonesia. Ketergantungan terhadap rasa pedas pada cabai terbilang tinggi sehingga menjadikan Indonesia salah satu pengkonsumsi cabai terbesar. Cabai menjadi komoditas tanaman sayuran yang sangat prospektif dan handal, karena tanaman cabai mempunyai nilai ekonomi tinggi. Kebutuhan terhadap cabai terus meningkat setiap tahun sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk dan perekonomian nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi pupuk organik daun cengkodok dan pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil cabai perenggi pada tanah Alluvial. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jalan Reformasi, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak. Waktu pelaksanaan penelitian ini direncanakan selama ± 4 bulan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 taraf perlakuan kombinasi pupuk organik daun cengkodok + pupuk NPK Mutiara dengan 4 kali ulangan dimana setiap satuan unit percobaan terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga total keseluruhan 96 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah k1 = 100 % (1.000 g pupuk organik daun cengkodok), k2 = 80 % (800 g pupuk organik) + 20% (4 g pupuk NPK Mutiara), k3 = 60 % (600 g pupuk organik) + 40% (8 g pupuk NPK Mutiara), k4 = 40 % (400 g pupuk organik) + 60% (12 g pupuk NPK Mutiara), k5 = 20 % (200 g pupuk organik) + 80% (16 g pupuk NPK Mutiara), k6 = 100% (20 g pupuk NPK/ dosis anjuran). Variabel yang di amati pada penelitian ini antara lain : tinggi tanaman (cm), kadar klorofil daun (spad unit), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah buah per tanaman (buah), berat buah pertanaman (g) dan berat buah per buah (g). Pada variabel hasil menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi bokasi daun cengkodok dan NPK berpengaruh nyata terhadap berat buah per tanaman dan berat per buah dan berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah buah per tanaman. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini yaitu 60% bokashi daun cengkodok (600 g/polybag) + 40% NPK (8 g/tanaman) di tolak, karena perlakuan yang optimal terdapat pada perlakuan 20% bokashi daun cengkodok (20 g/polybag) + 80% NPK (16 g/tanaman) pada variabel berat buah per tanaman dan berat buah perbuah.Kata Kunci : Bokasi daun cengkodok, pupuk organik, cabai perenggi
PENINGKATAN VIABILITAS DAN VIGOR BENIH PORANG DENGAN PERENDAMAN AIR KELAPA Sianturi, Tota Selvia; Palupi, Tantri; Darussalam, Darussalam
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.58593

Abstract

Porang merupakan salah satu jenis tumbuhan umbi-umbian yang belum banyak dibudidayakan. Tanaman porang dapat diperbanyak dengan cara generatif menggunakan biji. Namun, terdapat kendala dari perbanyakan benih porang secara generatif yaitu benih porang mengalami dorman. Upaya untuk mempercepat dan menyeragamkan perkecambahan benih porang yakni dengan metode invigorasi benih yaitu perendaman benih dengan air kelapa muda sebagai zpt alami. Adapun tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui konsentrasi terbaik sebagai bahan perendaman benih porang dalam air kelapa muda untuk meningkatkan viabilitas dan vigor benih porang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang diteliti adalah Konsentrasi Air Kelapa Muda terdiri dari 6 perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Perlakuan dimaksud adalah: a0 = Tanpa air kelapa, a1= 10%, a2 = 20%, a3= 30%, a4 = 40%, a5 = 50%. Hasil penelitian menunjukan bahwa perendaman air kelapa dengan berbagai konsentrasi berpengaruh tidak nyata terhadap indeks vigor, keserempakan tumbuh, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, panjang plumula dan panjang radikula benih porang.Kata Kunci : Air Kelapa, Perkecambahan, Porang.
PENILAIAN TIGA MODEL INFILTRASI TERHADAP KECOCOKAN TIGA PENGGUNAAN LAHAN PADA TANAH INCEPTISOLS DESA TANJUNG BUNUT KECAMATAN TAYAN HILIR KABUPATEN SANGGAU Widarti, Yuliani; Widiarso, Bambang; Krisnohadi, Ari
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.59358

Abstract

ABSTRAKPenelitian dilakukan di Desa Tanjung Bunut Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau, pada penggunaan lahan hutan sekunder, kelapa sawit dan lahan terbuka. Kecamatan Tayan Hilir mengalami kemajuan dalam segi pembangunan, alih fungsi lahan menjadi perkebunan, pemukiman dan industri, mempengaruhi ketersediaan air tanah dan daya serap tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses laju infiltrasi pada tiga model persamaan infiltrasi yakni Horton, Philip dan Kostiakov dalam memprediksi kecepatan proses masuknya air kedalam tanah pada tiga penggunaan lahan yaitu hutan sekunder, perkebunan kelapa sawit dan lahan terbuka menggunakan perbandingan MAE (Mean Absolute Error). Metode penelitian adalah pengambilan sampel tanah utuh dan terganggu. Parameter yang diamati pada penelitian ini meliputi tekstur, bobot isi, kadar air lapangan, porositas, permeabilitas tanah, kedalaman muka air tanah, profil tanah, C-Organik tanah dan laju infiltrasi. Setelah dilakukan uji validasi menggunakan MAE (Mean Absolute Error) didapatkan model infiltrasi pada hutan sekunder valid dengan nilai MAE 0,99 menggunakan parsamaan Horton. Model infiltrasi pada Kelapa sawit valid dengan nilai MAE 8,53 menggunakan persamaan Philip dan model infiltrasi untuk lahan terbuka dengan nilai MAE 7,25 persamaan Horton.Kata Kunci : Penggunaan lahan, Infiltrasi, MAE (Mean Absolute Error)
PENGARUH PUPUK KANDANG AYAM DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG PULUT (Zea mays ceratina) PADA LAHAN GAMBUT Muzanni, Muzanni; Warganda, Warganda; Hariyanti, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.59508

Abstract

Jagung merupakan salah satu jenis tanaman serealia yang sangat penting di dunia dan banyak dibudidayakan di Indonesia, termasuk di Kalimantan Barat. Produktivitas jagung di Kalimantan Barat tahun 2018 hanya mencapai 3,76 ton/ha, lebih rendah dari produktivitas tahun sebelumnya yang mencapai 3,98 ton/ha. Upaya peningkatan produktivitas jagung dapat dilakukan dengan usaha intensifikasi meliputi perbaikan kualitas tanah/lahan dengan pupuk kandang ayam serta pemupukan NPK. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi pupuk kandang ayam dan NPK yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil jagung pulut pada lahan gambut. Penelitian ini dilaksanakan di jl. Parit Demang gg. Nurhidayat Pontianak (22 September "“ 10 Desember 2021). Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan sembilan taraf perlakuan kombinasi pupuk kandang ayam dan NPK. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali, setiap ulangan terdiri dari enam tanaman sampel. Kombinasi pupuk kandang ayam (ton/ha) dan NPK (kg/ha) yang diberikan yaitu a1p1 = 10 ton/ha Pukan ayam + 150 kg/ha NPK; a1p2 = 10 ton/ha pukan ayam + 200 kg/ha NPK; a1p3 = 10 ton/ha pukan ayam + 250 kg/ha NPK; a2p1 = 15 ton/ha pukan ayam + 150 kg/ha NPK; a2p2 = 15 ton/ha pukan ayam + 200 kg/ha NPK; a2p3 = 15 ton/ha pukan ayam + 250 kg/ha NPK; a3p1 = 20 ton/ha pukan ayam + 150 kg/ha NPK ; a3p2 = 20 ton/ha pukan ayam + 200 kg/ha NPK ; a3p3 = 20 ton/ha pukan ayam + 250 kg/ha NPK. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, luas daun, diameter batang, volume akar, berat kering tanaman, berat tongkol berklobot, berat tongkol tanpa klobot, berat tongkol tanpa klobot per petak, berat tongkol tanpa klobot per petak, panjang tongkol, diameter tongkol, dan berat 100 biji per petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam 15 ton/ha dan NPK 200 kg/ha merupakan dosis yang efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung pulut pada lahan gambut. Kata kunci : gambut, jagung pulut, NPK, pupuk kandang ayam
PENGARUH SISTEM TANAM DOUBLE ROW DENGAN MODIFIKASI JARAK ANTAR BARIS DAN DALAM BARIS TANAMAN JAGUNG MANIS PADA LAHAN GAMBUT DI DESA RASAU JAYA II Revo, Oktavianus; Maulidi, Maulidi; Warganda, Warganda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.60316

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharata L.) merupakan tanaman yang mengandung karbohidrat lebih banyak sehingga menjadi salah satu komoditi terpenting kedua setelah padi, baik sebagai sumber pangan maupun pakan. Jarak antar baris dan dalam baris yang terlalu sempit akan membuat populasi tanaman meningkat sehingga serapan hara lebih tinggi yang mengakibatkan kompetisi unsur hara, air, sinar matahari, dan ruang tumbuh, selain itu proses fotosintesis tanaman juga terganggu dengan tajuk tanaman lainnya. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan jarak antar baris dan dalam baris yang terbaik pada modifikasi sistem tanam double row tanaman jagung manis pada lahan gambut di Desa Rasau Jaya II. Penelitian dilakukan di lahan milik bapak Sugianto yang berada di patok 28 Desa Rasau Jaya II, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian berlangsung dari tanggal 09 Juli 2022 - 17 September 2022. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 5 taraf perlakuan yaitu j1 =(15+15)cm x 80 cm, j2 =(20+20)cm x 80 cm, j3 =(25+25)cm x 80 cm, j4 =(30+30)cm x 80 cm, j5 =(35+35)cm x 80 cm, setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Variabel pengamatan terdiri dari volume akar, diameter batang, jumlah daun, bobot jagung tanpa kelobot, dan panjang tongkol. Hasil penelitian modifikasi jarak antar baris dan dalam baris pada sistem tanam double row berpengaruh nyata terhadap volume akar, diameter batang, berat jagung tanpa kelobot, dan panjang tongkol, namun tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah dau. Jarak tanam (20 + 20)cm x 80 cm menunjukkan hasil terbaik dibandingkan modifikasi jarak tanam lainnya. Jarak tanam yang rapat menghasilkan produksi pertanaman sedikit, karena populasi tinggi, walaupun sedikit hasil produksinya lebih tinggi dibandingkan jarak tanam lebar. Jarak tanam lebar menghasilkan produksi pertanaman banyak dan kualitas yang bagus karena jumlah populasinya sedikit maka hasil produksi pertanaman lebih rendah dibandingkan jarak tanam rapat.Kata Kunci: Double Row, Jagung Manis, Jarak Tanam, Kompetisi Tanaman, Lahan Gambut
PENGARUH KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN dan HASIL SAWI HUMA pada TANAH ALUVIAL Jimiando, Mantius; Zulfita, Dwi; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.60337

Abstract

The purpose of this study was to obtain the best interaction of various doses of sawdust ash and NPK fertilizer on peat soil. The research was carried out on peat land, Jungle Jaya hamlet, Sungai Duri village, Sungai Raya sub-district, Bengkayang Regency, West Kalimantan. The research design used was a randomized block design with 2 factors and 3 treatment levels. Powder ash factor consisting of a1=1.8 kg/plot, a2=2.7 kg/plot, a3=3.5 kg/plot and NPK fertilizer factor consisting of m1=22.25 gr/plot, m2= 37.50 gr/plot, m3=45.00 gr/plot. Planting is done by placing the seeds in each planting hole with a total of two seeds with a spacing of 25 cm x 25 cm per planting hole. Variable observations were made on plant height, plant dry weight, number of pods, weight of pods, number of filled pods, and number of seeds. The results showed that the application of sawdust ash and NPK fertilizer doses of 2.7 kg/plot and 37.50 g/plot had a significant effect on all observed variables.Keywords: compost empty bunches of oil palm, mustard huma, alluvial soil.
PENGARUH NITROGEN DAN FOSFOR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH GAMBUT Iswiyanto, Andi; Radian, Radian; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.60354

Abstract

Edamame soybeans contain antioxidants and isoflavones. Consumption of foods rich in antioxidants is associated with strengthening the body's immune system and reducing the risk of cancer. Application of N fertilizer to stimulate overall plant growth, is part of the plant cell itself, for the synthesis of amino acids and proteins in plants and stimulates vegetative growth. P fertilizer is useful for transporting energy from metabolism in plants, stimulating flowering and fruiting, stimulating root growth, stimulating seed formation, stimulating plant cell division and enlarging cell tissue. This study aims to determine the effect of applying N and P fertilizers and the interaction of N and P fertilizers on the growth and yield of edamame soybeans on peat soils. This study used a factorial Completely Randomized Design (CRD) consisting of 2 factors which were repeated 3 times. The first factor was N fertilizer consisting of 3 levels (n1: 50 kg/ha, n2: 100 kg/ha, n3: 150 kg/ha) and P fertilizer consisting of 3 levels (p1: 150 kg/ha, p2: 200 kg /ha, p3: 250 kg/ha Observational variables observed in this study were plant height, dry weight of plants, root volume, number of pods/plant, weight of pods/plant, weight of 100 seeds.Based on the research results that the interaction of N fertilizer and P fertilizer was able to affect plant height 2 WAP, but root volume, plant dry weight, plant height 3 WAP and 4 WAP, number of pods/plant, weight of pods/plant, and weight of 100 seeds had no significant effect and the same good growth was obtained. Keywords : nitrogen, phosphorus, soya bean, edamame, peat soil