cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,901 Documents
Respon Pertumbuhan Anggrek Phalaenopsis Hibrid pada Media MS dan Berbagai Media Alternatif Secara In Vitro AYU DIAH PUTU LAKSMI PUTRI; ASNAWATI ASNAWATI; NUR ARIFIN
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.23975

Abstract

Media kultur merupakan salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan perbanyakan dengan kultur in vitro. Media dasar kultur in vitro seperti Murashige and Skoog (MS) dalam pembuatannya rumit serta bahan-bahan kimia yang relatif mahal dan terkadang sulit untuk didapat. Media  alternatif pupuk dapat dijadikan sebagai alternatif karena harga bahan-bahan yang murah, mudah didapat dan kandungan unsur haranya lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan anggrek Phalaenopsis hibrid pada media MS dan berbagai jenis media alternatif secara in vitro. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 27 Maret hingga 27 Juli 2017 di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian ini menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu media MS, Growquick S, Growmore, Hyponex hijau dan Gandasil D dengan penambahan BAP 1,5 ppm dan air kelapa 100 ml/l. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi pertambahan jumlah daun (helai), pertambahan jumlah akar (helai), waktu terbentuk tunas (MST), jumlah tunas (tunas) dan persentase eksplan membentuk tunas (%). Hasil penelitian menunjukkan media alternatif lebih mampu mendorong pembentukan tunas dibandingkan media MS pada persentase eksplan membentuk tunas meskipun respon pertumbuhan anggrek Phalaenopsis hibrid secara umum sama baiknya pada media MS maupun media alternatif. Media alternatif pupuk Gandasil D menunjukkan hasil yang lebih baik pada persentase eksplan membentuk tunas, yaitu sebesar 75% dibandingkan dengan media alternatif lainnya. Kata kunci : Anggrek, In Vitro, Media Alternatif, Media MS, Phalaenopsis Hibrid
PENGARUH PENAMBAHAN AIR JERUK SAMBAL (Citrus microcarpa) PADA AIR MINUM TERHADAP KADAR LEMAK DAGING BROILER rizqa adisti az; zakiatulyakin zakiatulyakin; marjoko purnomosidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.22261

Abstract

PENGARUH PENAMBAHAN AIR JERUK SAMBAL (Citrus microcarpa) PADA AIR MINUM TERHADAP KADAR LEMAK DAGING BROILERABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan air jeruk sambal (Citrus microcarpa) pada air minum terhadap kadar lemak daging broiler terbaik penurunan dan taraf lemak daging broiler. Materi yang digunakan adalah ayam umur 1 hari (DOC) strain CP 707 sebanyak 80 ekor yang ditempatkan dalam kandang berukuran (5,5 x 2,5 x 2 m) yang disekat menjadi 20 unit dengan setiap unit percobaan di isi 4 ekor broiler. Pakan yang digunakan adalah pakan komersial (BR10, BR11 dan BR12). metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan dengan taraf perlakuan p0 (0% jeruk sambal per 1 L air), p1 (0,4% jeruk sambal per 1 L air), p2 (0,8% jeruk sambal per 1 L air) dan p3( 1,2% jeruk sambal per 1 L air). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) pada taraf 5% dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan dapat meningkatkan persentase bobot karkas, penurunan persentase lemak abdominal dan persentase lemak daging broiler. Kesimpulan penambahan air jeruk sambal pada air minum dapat menurunkan lemak daging  dengan taraf terbaik pemberian terjadi pada taraf 0,8%. Kata kunci: broiler, jeruk sambal, lemak daging
PENGARUH BEBERAPA JENIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI MERAH PADA TANAH GAMBUT Nurjannah, Ifatrul Yani; Santoso, Eddy; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1: Desember 2012
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang sering muncul pada pertanaman cabai merah pada tanah gambut yaitu kurang tersedianya unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Tanah gambut sangat kaya akan bahan organik tetapi ketersediaan unsur haranya seperti N, P, K, Ca dan Mg masih kurang serta tingkat keasaman tanahnya sangat tinggi. Oleh karena itu, perlu pemberian pupuk kandang sapi, pupuk kandang kambing, bebek dan ayam. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian beberapa jenis pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil cabai merah pada tanah gambut. Penelitian ini menggunakan metode eksprimen lapangan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 6 ulangan dan yang terdiri dari 4 sampel tanaman sehingga jumlah tanaman 96 tanaman. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah di tanah gambut. Dari uji BNJ dapat diketahui bahwa pemberian pupuk kandang ayam berbeda nyata terhadap pemberian jenis pupuk kandang kambing, sapi, dan bebek pada variabel pengamatan jumlah buah dan berat buah, pemberian pupuk kandang ayam dan pupuk kandang bebek berbeda nyata terhadap pemberian jenis pupuk kandang kambing, dan sapi pada variabel tinggi tanaman, berat kering, volume akar dan jumlah batang produktif. Jenis pupuk kandang ayam yang diberikan terhadap tanaman cabai merah pada tanah gambut merupakan perlakuan terbaik bila dibandingkan dengan jenis pupuk kandang lainnya. Kata kunci : cabai merah, pupuk kandang,tanah gambut.
HUBUNGAN PERSEPSI DENGAN PARTISIPASI MASYARAKAT SEKITAR EKOWISATA MANGROVE DI KABUPATEN MEMPAWAH Puput Ningsih; Eva Dolorosa; Imelda imelda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.31559

Abstract

Participation is community involvement in the process of planning, implementation, utilization and evaluation. This study aims to determine the relationship of perceptions with community participation on mangrove ecotourism. The study was conducted on communities around the Polari Ecotourism of Tanjung Pagar in Mendalok Village, Sungai Kunyit Subdistrict, Mempawah Regency with 100 respondents taken by simple random sampling. Analysis of community perception is measured from economic aspects and ecological aspects. The relationship of each variable is measured using Spearman rank correlation. The results of the analysis state that the public perception of the economic aspects is good, because the existence of mangrove ecotourism provides additional income for the community, and viewed from the ecological aspects of community perception is also good, because the existence of mangrove ecotourism in the neighborhood is clean, well maintained, and protected by the presence of trees mangrove tree. Community participation is high, seen from the enthusiasm of the community involved in planning, implementing, utilizing, and evaluating every activity carried out in mangrove ecotourism. Thus, there is a strong relationship between perceptions and community participation, which means that if people's perceptions are increased then community participation also increases.Keywords: Perception , Participation, Ecotourism, Mangrove, Mempawah District. 
SIFAT FISIKA DAN SIFAT KIMIA TANAH DARI TIGA PERIODE SETELAH DIBAKAR PADA LADANG BERPINDAH DI KABUPATEN MELAWI Rossie Wiedya Nusantara Rita Hayati Nova Agustiya Yeilty
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.32053

Abstract

ABSTRAKMembakar hutan merupakan suatu metode praktis dalam persiapan lahan untuk keperluan perladangan yang paling murah dan sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sifat fisika dan sifat kimia tanah dari tiga periode setelah dibakar pada ladang berpindah 3 tahun (PB3), 5 tahun (PB5), 10 tahun (PB10) dan hutan sekunder (HS) di Desa Kayu Bunga, Kecamatan Belimbing Hulu, Kabupaten Melawi. Variabel penelitian meliputi sifat kimia tanah yaitu bobot isi, kadar air kapasitas lapang, porositas total, pH. Sifat kimia yaitu nitrogen total (N-total), fosfor tersedia, kalium dapat dipertukarkan (K-dd), kalsium dapat dipertukarkan (Ca-dd), magnesium dapat dipertukarkan (Mg-dd), natrium dapat dipertukarkan (Na-dd), kejenuhan basa (KB), kapasitas tukar kation dan C-organik. Hasil penelitian menunjukkan PB5, PB3 dan HS bertekstur lempung berliat sedangkan PB10 bertekstur liat. Sifat fisika tanah bobot isi tertinggi dari keempat lahan terdapat pada  lahan HS (1,13 g/cm3), kadar air tertinggi pada PB10 (61,36%), porositas tertinggi pada PB10 (58,96%). Sifat kimia tanah N-total tertinggi pada lahan HS, PB10 dan PB5 yaitu sebesar 0,27%, C-organik pada HS sebesar 0,27%, pH tanah dengan nilai tertinggi pada PB3 yaitu 5,36, P-tersedia pada HS (16,66 ppm), Ca-dd tertinggi pada PB3 sebesar 1,11 cmol/kg, Mg-dd pada lahan PB3 yaitu 0,51 cmol/kg, Na-dd dengan niai tertinggi pada lahan PB 5 sebesar 0,46 cmol/kg, nilai tertinggi K-dd terdapat pada lahan PB5 yaitu 0,31 cmol/kg, KTK tertinggi pada lahan HS sebesar 12,15 cmol/kg dan KB pada lahan PB3 sebesar 21,68%.  Kata kunci: Sifat kimia tanah, sifat fisika tanah , periode setelah dibakar.
PENGARUH DOSIS KASCING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI HIJAU PADA TANAH ALLUVIAL aponius, aponius; Susana, Rini; Asnawati, Asnawati
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mencari dosis kascing yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau pada tanah alluvial. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan  diulang sebanyak lima kali, setiap ulangan terdiri dari tiga sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu k1: 7 ton/ha setara dengan 21 g/polybag, k2: 12 ton/ha setara dengan 36 g/polybag, k3: 17 ton/ha setara dengan 51 g/polybag, k4: 22 ton/ha setara dengan 66 g/polybag dan k5: 27 ton/ha setara dengan 81 g/polybag. Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah volume akar, jumlah daun, luas daun, klorofil daun dan berat segar tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kascing belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah alluvial. Dosis kascing yang efisien untuk pertumbuhan adalah 21 g/polybag setara dengan 7 ton/ha.     Kata kunci : Alluvial, Kascing, Sawi Hijau.  
PENGARUH KOMPOS JERAMI PADI DENGAN DEKOMPOSER Trichoderma sp. TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS DI LAHAN ULTISOL iwanto iwanto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i3.16703

Abstract

ABSTRACK Rice straw is one of the agricultural waste as a potential enhancer nutrients in the soil. To speed up the composting process are treated the role of microorganisms such as Trichoderma sp. the objective of this study is determine the effect of rice straw compost with decomposers Trichoderma sp. the growth and yield of sweet corn on the ground ultisol Village Nyangau Ella Hilir Subdistrict Melawi. The study was conducted from July 2015 until November 2015. This study uses a RAL is composed of 5 treatments and 5 replicates, the study was conducted in the field by making treatment experimental plots of 3.5 m x 1 m. these treatments were coded K0 (without composting rice straw), K1 (straw compost 10 tons / ha), K2 (composted rice straw 20 tons / ha), K3 (composted rice straw 30 tons / ha) and K4 (composted rice straw 40 tons / ha). The results showed that administration of rice straw compost affect the growth of corn plants but has no effect on crops such as sweet corn cob weight, ear length and cob diameter.
DENSITY AND DISTRIBUTION PATTERN OF KEPAH (Polymesoda spp) IN MANGROVE FORESTS OF MENDALOK VILLAGE SUNGAI KUNYIT SUB DISTRICTS MEMPAWAH REGENCY LIA WATI; AHMAD MULYADI SIROJUL; INPURWANTO M.SI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.33880

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the density and pattern of distribution of kepah (Polymesoda spp) in the mangrove forest of Mendalok village. The sampling study used the method of sweeping with excavation (MSDG). To determine the location of sampling using purposive random sampling method that is how to collect samples from members of the population randomly by selecting the regions that tepresent the location of the study. The research area was divided into 3 stations, namely station I zone mangrove Rhizophora, station II zone mangrove Bruguiera and station III zone mangrove Nypah. The distance between stations was 50 m2. Earch station is divided into 3 transect lines with a distance of 10 m2 and each transect line consists of 8 plots with a distance of 10 m2. Sampling of mussels was carried out one time during the study. Substrate retrieval and measurement of environmental parameters such as temperature, pH, and salinity were carried out at each station two times during the study. This research was conducted in September-November 2018. The populasin of kepah in this study location is classified as very low, with Polymesda erosa densities ranging from 0.25-1.83 individual/m², the density of Polymesoda expansa ranges from 0.13-0.25 individual/m². The distribution pattern in the location of this study as a whole is clustered on this matter, as indicated by the morisita (id) index value of Polyesoda erosa 1.74 and Polymesoda expansa 1.72 greater than 1(>1), which means the distribution pattern is clustered.Keywords : Density, Distribution pattern, Kepah shells
PENGARUH BOKASI JERAMI PADI TERHADAP TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAYAM PADA TANAH ALLUVIAL -, Kasini; Safwan, Mulyadi; -, Asnawati
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah alluvial sebagai media tumbuh tanaman umumnya menghadapi beberapa kendala, diantaranya miskin unsur hara, reaksi tanah masam hingga basa, kandungan bahan organik yang rendah sehingga perlu upaya untuk tanah alluvial siap digunakan untuk bididaya tanaman cabut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pemberian bokasi jerami padi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam pada tanah alluvial. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL), terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 kali ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 5 sampel. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah klorofil daun, luas daun, volume akar, berat segar tanaman, berat volume tanah. Hasil penelitian menunjukan pemberian bokasi jerami padi sebanyak 377 g/polybag memberikan hasil terbaik pada tanaman bayam untuk variabel tinggi tanaman, luas daun dan berat segar tanaman. Kata kunci: alluvial, bayam, bokasi jerami padi.
PENINGKATAN MUTU FISIOLOGIS BENIH PADI YANG TERINFEKSI PENYAKIT BLAS MELALUI COATING BENIH DIPERKAYA AGEN HAYATI Marianus Tomi; Tantri Palupi; Agus Ruliyansyah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.32877

Abstract

Mutu benih merupakan faktor yang sangat penting dalam produksi padi. Penyakit Blas yang disebabkan oleh patogen Pyricularia grisea merupakan penyakit terbawa benih padi yang dapat menyebabkan kehilangan hasil panen yang serius di Indonesia. Penelitian dilakukan di Laboratorium Agronomi dan Klimatologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan viabilitas benih padi yang terkontaminasi P. grisae melalui coating benih yang diperkaya agen hayati. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap faktor tunggal yang terdiri dari 9 perlakuan, yaitu: A=Formula coating diperkaya bakteri filosfer isolat SP21; B=Formula coating diperkaya bakteri filosfer isolat SP31; C=Formula coating diperkaya bakteri filosfer isolat RP21; D=Formula coating diperkaya bakteri filosfer isolat TP11; E=Formula coating diperkaya bakteri filosfer isolat TP12; F=Fungisida (benih dikontaminasi); G=Kontrol positif (benih yang terkontaminasi P. grisea); H=Kontrol negatif (benih tanpa coating dan tanpa agen hayati); I=Kontrol (benih dicoating tanpa bakteri). Masing-masing ulangan dibuat duplo sebanyak 2 gulungan. Hasil pemberian formula coating benih menggunakan agen hayati, perlakuan D (coating + isolat TP12) sudah mampu meningkatkan vigor benih padi pada pariabel pengamatan indek vigor dimana benih yang terkontaminasi sebelum dicoating memiliki nilai 42,00 meningkat menjadi 71,33%, daya berkecambah dari 73,33 meningkat menjadi 85,33-90,67%. serta mampu memperbaiki viabilitas benih menjadi lebih optimal pada pariabel kecepatan tumbuh, dimana benih yang terkontaminasi penyakit blas yang semula sebelum dicoating memiliki nilai sebesar 15,57 meningkat menjadi 19,47% / et mal

Page 25 of 191 | Total Record : 1901