cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,901 Documents
PENGARUH KONSENTRASI PUPUK HAYATI CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT PALA DI TANAH ALUVIAL AZHARI, AZHARI; SUSANA, RINI; HADIJAH, SITI
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh konsentrasi pupuk hayati feng shou serta untuk mengetahui konsentrasi terbaik terhadap pertumbuhan bibit pala di tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Agustus sampai dengan Nopember 2016 di rumah penelitian yang terletak di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak  Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan konsentrasi pupuk hayati cair yaitu  p0 = tanpa pupuk hayati cair, p1 = 5 ml/liter air, p2 = 10 ml/liter air, p3 = 15 ml/liter air, p4 = 20 ml/liter air. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali, dan setiap satuan percobaan terdiri dari 3 sampel tanaman. Variabel pada penelitian ini yaitu pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah daun, klorofil daun, volume akar, luas daun dan berat kering. Hasil analisis keragaman pada penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi pupuk hayati cair berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan, hasil penelitian menunjukkan konsentrasi yang dicoba dari 5 ml sampai dengan 20 ml dan tanpa pupuk hayati cair menunjukkan pertumbuhan cenderung sama baiknya. Kata kunci : Aluvial, Pala, Pupuk Hayati Cair
PENGARUH PERLAKUAN KOMBINASI LUMPUR LAUT DAN BIOCHAR TERHADAP KETERSEDIAAN HARA N, P, K DAN PERTUMBUHAN TANAMAN BAYAM MERAH (Alternanthera amoena Voss) PADA TANAH PASCA PETI Denah Suswati Rini Hazriani Devi Fatmala
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.31494

Abstract

ABSTRAKPemanfaatan lahan pasca PETI sebagai lahan pertanian memerlukan sejumlah upaya untuk mengembalikan kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian lumpur laut dan biochar terhadap ketersediaan hara N, P dan K pada tanaman bayam merah pada tanah pasca PETI di Kecamatan Singkawang Tengah, Kota Singkawang. Penelitian  berlangsung dari bulan juli 2018. Penelitian ini disusun menggunakan  Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal yang terdiri dari dosis lumpur laut: LL 0%, LL1 5%, LL2 10% dan LL3 15% dan dosis ampas tebu:  B0 %,  B1 2%, B2  4% dan  B3 6%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian lumpur laut dan biochar berpengaruh nyata terhadap parameter pH, C-organik, N-total, P-tersedia, K-dd, KTK, berat basah, dan berat kering tanaman. Namun, pemberian lumpur laut dan biochar tidak berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman dan jumlah daun. Perlakuan L2B3 (lumpur laut 10% dan biochar 6%) dapat meningkatkan pH, C-Organik, dan K-dd dibandingkan dengan kontrol yaitu masing-masing sebesar 8,01, 0,95%, dan 0,42 cmol(+)kg-1. Perlakuan L2B0 (lumpur laut 10% dan tanpa biochar) dapat meningkatkan N-total dan KTK dibandingkan dengan kontrol yaitu masing-masing sebesar 1,29% dan 6,05 cmol(+)kg-1. Perlakuan L1B3 (lumpur laut 5% dan biochar 6%) dapat meningkatkan P-tersedia, berat basah dan berat kering tanaman dibandingkan dengan kontrol yaitu masing-masing sebesar 123,54 ppm, 17,87 g, dan 1,37 g. Pemberian perlakuan L1B3 (lumpur laut 5% dan biochar 6%) dapat meningkatkan berat basah dan berat kering tanaman bayam merah dibandingkan kontrol masing-masing sebesar 201,12% dan 156,25%. Kata Kunci : bayam merah (Alternanthera amoena Voss), biochar, lumpur laut, tanah pasca PETI
PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS SORGUM (Sorghum bicolor L.) PADA LAHAN GAMBUT JUMADI, JUMADI; RAHMIDIYANI, RAHMIDIYANI; RAHAYU, SRI
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman sorgum adalah tanaman serelia yang banyak manfaatnya, namun belum banyak dikembangkan beberapa wilayah di Indonesia, karena faktor lingkungan seperti sebagian keadaan lahan yang belum sesuai untuk ditanamani sorgum. Pengembangan tanaman sorgum perlu dilakukan kegiatan pengujian dilapangan untuk menentukan varietas yang cocok disuatu lokasi seperti lahan gambut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui varietas tanaman sorgum yang sesuai ditanam di lahan gambut. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 22 Mei  – 20 September 2016 di Jl. Reformasi, Pontianak, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari satu faktor, dengan 4 taraf perlakuan yaitu p1 (Numbu), p2 (Kwali), p3 (Super 1), p4 (Super 2). Masing-masing perlakuan di ulang sebanyak 6 kali. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helaian), berat kering tanaman (g), panjang malai (cm), berat biji per malai (g), berat per 1.000 biji (g) dan berat biji per petak (g). Hasil konversi per satuan luas/ Ha menunjukkan semua varietas, hasil yang diperoleh lebih tinggi dibandingkan deskripsi. Berdasarkan hasil penelitian beberapa varietas sorgum dapat tumbuh dan memberikan hasil yang baik pada lahan gambut.   Kata  kunci: Gambut, Varietas sorgum
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN DALAM PEMBELIAN PRODUK KERAJINAN ROTAN NURIAH DI KOTA PONTIANAK Wahyu Diansyah; Eva Dolorosa; Maswadi Maswadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 3: Desember 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.31 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v2i3.3802

Abstract

Perilaku konsumen menyangkut masalah keputusan yang diambil seseorang dalam penentuan untuk mendapatkan dan mempergunakan barang dan jasa, termasuk konsumen yang membeli kerajinan rotan Nuriah. Perilaku konsumen merupakan hal yang kompleks, karena hal tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor dominan yang biasanya terdapat pada setiap perilaku konsumen di dalam keputusan pembelian. Oleh karena itu perlu bagi pengusaha atau pengrajin untuk menganalisis faktor-faktor perilaku konsumen dalam pembelian kerajinan rotan untuk mengetahui pola pembeliannya, mengenai apa yang dibeli konsumen, dimana mereka membeli, bagaimana dan berapa banyak mereka membeli, serta mengapa mereka membeli. Adapun tujuan dari harian regional adalah untuk mengkaji faktor budaya, sosial, pribadi, dan psikologis apakah memiliki pengaruh yang nyata terhadap perilaku konsumen dalam pembelian produk kerajinan rotan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan sampel penelitian sebanyak 30 responden, Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik Accidental Sampling dan teknik analisis yang digunakan adalah Rank Spearman. Variabel yang diteliti yaitu faktor budaya, sosial, pribadi dan psikologis yang merupakan variabel bebas dan perilaku pembelian konsumen merupakan variabel terikat dalam penelitian ini. Hasil analisis dengan menggunakan SPSS Versi 19 menunjukkan bahwa : (1). Faktor budaya diketahui r = 0,625 > Rho tabel 0,364. Ini berarti bahwa, faktor budaya memiliki hubungan atau pengaruh yang nyata dan signifikan terhadap pembelian kerajinan rotan yang dilakukan oleh konsumen. (2). Faktor sosial diketahui r = 0,495 > Rho tabel 0,364. Ini berarti bahwa, faktor sosial memiliki hubungan atau pengaruh yang nyata dan signifikan terhadap pembelian kerajinan rotan yang dilakukan oleh konsumen. (3). Faktor pribadi diketahui r = 0,389 > Rho tabel 0,364. Ini berarti bahwa, faktor pribadi memiliki hubungan atau pengaruh yang nyata dan signifikan terhadap pembelian kerajinan rotan yang dilakukan oleh konsumen. (4). Faktor psikologis diketahui r = 0,580 > Rho tabel 0,36. Ini berarti bahwa, faktor psikologis memiliki hubungan atau pengaruh yang nyata dan signifikan terhadap pembelian kerajinan rotan yang dilakukan oleh konsumen.
PENGARUH MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI HIJAU christofer, ardy; Safwan, Mulyadi; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.223 KB)

Abstract

Penelitian ini mempelajari pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbandingan campuran tanah media tanam siap pakai, pupuk kandang sapi, arang sekam, serbuk sabut kelapa, dan arang tempurung kelapa sebagai media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 16 Juli 2018 sampai dengan 15 Agustus 2018, dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat 5 Perlakuan media tanam yaitu A, B, C, D, dan E, masing-masing perlakuan memiliki 4 ulangan dan setiap ulangan ditanam satu individu tanaman. Variabel pertumbuhan dan hasil yang diukur adalah berat segar bagian atas tanaman, berat kering tanaman, berat kering akar, volume akar, dan jumlah daun. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisa dengan sidik ragam dan apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji BNJ. Perlakuan media tanam yang berbeda berpengaruh nyata terhadap berat segar tanaman, volume akar, dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media tanam aluvial + arang sekam dan aluvial + arang tempurung kelapa dapat mempengaruhi pertumbuhan volume akar tanaman dan berat kering tanaman sawi hijau sedangkan media tanam siap pakai dan aluvial + pupuk kandang sapi sebagai media tumbuh tanaman sawi hijau dapat meningkatkan jumlah daun dan hasil berat segar tanaman sawi hijau yang terbaik.
PENGARUH KEPADATAN HAMA KEPIK LABU (Leptoglossus australis F.) TERHADAP KERUSAKAN BUAH MENTIMUN (Cucumis sativus L.) HANDAYANI, WURI; SARBINO, SARBINO; RAMADHAN, TRIS HARIS
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK                  Leptoglossus australis F. is one of the pests of cucumber that reduce the quality and quantity of yield. This study was aimed to see how many L. australis can cause damage. The study was conducted in the village of Rasau Jaya 1, subdistrict. Rasau Jaya, district. Kubu Raya. The design used was a randomized block design (RAK) with the level of treatment were the number of  L. australis infested (control without bug, 1 bug, 2 bug, and 4 bug L. australis) with six repetitions. L. australis used for the test is the tree instars of  Leptoglossus at the age of infested fruit 4 days after anthesis. Cucumber damage is measured by the length of the fruit, fruit diameter and weight of cucumber. The results showed that one bug is already capable of inflicting damage and loss of cucumber fruit.
PengaruhTakaran Pupuk Kandang Sapi dan CMA terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Pre – Nursery Pada Media Tanah PMK. Sinaga, Sahata Patuan Rungga; Anggorowati, Dini; Rahayu, Sri
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh takaran dan interaksi pupuk kandang sapi dan CMA terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensiss Jacq) pre – nursery pada media tanah podsolik merah kuning. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 25 November 2016 sampai dengan tanggal 25 Maret 2017 di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini menggunakan pola Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari faktor pertama 3 taraf pupuk kandang sapi dan faktor kedua 2 pemberian CMA dan tidak diberi CMA, diperoleh 6 kombinasi perlakuan  yang diulang sebanyak 4 kali, setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel. Faktor pertama yaitu p1= tanah + pasir (3:1) + pupuk kandang sapi 200 g/polybag setara (10%), p2 = Tanah + Pasir (3:1) + pupuk kandang sapi 600 g/polybag setara (30%), p3 = Tanah + Pasir (3:1) + pupuk kandang sapi 1000 g/polybag setara (50%). Faktor kedua pemberian CMA 10 g/polybag yaitu m1= dengan CMA dan m0 = tanpa CMA. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi bibit, jumlah daun, diameter batang, volume akar, panjang akar, berat kering akar, berat kering tajuk dan persentase infeksi akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi dengan takaran 10% pupuk kandang sapi dengan diberi CMA memberikan pengaruh yang efektif  menghasilkan tinggi bibit kelapa sawit dan jumlah daun lebih baik. Takaran pupuk kandang sapi sebanyak 50% yang tidak diberi CMA juga memberikan hasil pertumbuhan bibit lebih tinggi terhadap variabel diameter batang, volume akar, panjang akar, berat kering akar, dan berat kering tajuk.Kata kunci :bibit kelapa sawit, cma, podsolik merah kuning, pupuk kandang sapi.
ANALISIS KEUNTUNGAN DAN DAYA SAING KOMPETITIF USAHATANI JAGUNG HIBRIDA PIONER DAN BERSARI BEBAS DI KAWASAN USAHA AGRIBISNIS TERPADU (KUAT) SANGGAU LEDO KOMPLEK Hendrawanto, Frangky; Yudiono, Sugeng; Aritonang, Marisi
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1: Desember 2012
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Corn is one of the commodities that has a great potential to the economy of Sanggau Ledo district. Issues discussed in the study are 1) what is the average profit of farmers who use pioneered hybrid varieties and freely pollinated varieties (composite). 2) whether the varieties of pioneered hybrids are able to compete against freely pollinated varieties (composite). The purposes of this study are 1) to determine the profit levels of farming hybrid varieties of maize pioneer and freely pollinated varieties. The method used in this study was a survey. Data were collected through direct interviews with the respondents (farmers), and recording of documents from the government or related agencies. The research was deliberately located in Lembang village on the consideration that the village is one of the central areas of Jangang production in sub Sanggau Ledo district. The technique applied in this research was random sample, i.e. with population of 479 farmers, namely 177 pioneer farmers and 302 composite farmers which were taken 60 composite maize farmers. The results showed that the average profit of farming maize of pioneered hybrid varieties is Rp 6,059,000/acre/Mt); and in terms of productivity, the varieties of pioneered hybrid maize have competitiveness against composite maize varieties; Moreover, in terms of price, the varieties of pioneered hybrid maize have reasonable competitiveness against composite maize varieties. Thus, it can be concluded that the varieties of pioneered hybrid maize are competitive against the freely pollinated varieties (composite). keywords: jagung hibrida terbaik, profit, competitiveness, pioneered hybrid maize and freely pollinated maize.
Respon Pertumbuhan Anggrek Cattleya sp. Setelah Aklimatisasi Terhadap Pemberian Berbagai Konsentrasi Pupuk Organik Cair Novianti, Evi; Listiawati, Agustina; Asnawati, Asnawati
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsentrasi pemberian pupuk yang tepat sangat diperlukan untuk mendapatkan pertumbuhan bibit anggrek yang optimal.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi pupuk organik cair yang terbaik terhadap pertumbuhan bibit anggrek Cattleya sp. setelah diaklimatisasi. Penelitian dilaksanakan di rumah penelitian Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, mulai dari tanggal 28 Oktober 2017 sampai dengan 12 Februari 2018. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pola rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan terdiri dari 5 taraf konsentrasi pupuk organik cair Bio Sugih yaitu p1= 0,5 ml/l, p2= 1,0 ml/l, p3= 1,5 ml/l, p4= 2,0 ml/l dan p5= 2,5 ml/l dengan 5 kali ulangan yang terdiri dari 4 tanaman sampel. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu: pertambahan jumlah daun (helai), pertambahan panjang daun (cm), pertambahan lebar daun (cm), pertambahan jumlah akar (helai), pertambahan panjang akar (cm) dan jumlah anakan per tanaman (anakan).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair pada berbagai konsentrasi memberikan respon pertumbuhan yang baik terhadap panjang daun dan lebar daun anggrek Cattleya sp. setelah aklimatisasi. Konsentrasi pemberian pupuk organik cair yang efektif untuk pertumbuhan anggrek Cattleya sp. adalah 0,5 ml/l.ABSTRAKKonsentrasi pemberian pupuk yang tepat sangat diperlukan untuk mendapatkan pertumbuhan bibit anggrek yang optimal.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi pupuk organik cair yang terbaik terhadap pertumbuhan bibit anggrek Cattleya sp. setelah diaklimatisasi. Penelitian dilaksanakan di rumah penelitian Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, mulai dari tanggal 28 Oktober 2017 sampai dengan 12 Februari 2018. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pola rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan terdiri dari 5 taraf konsentrasi pupuk organik cair Bio Sugih yaitu p1= 0,5 ml/l, p2= 1,0 ml/l, p3= 1,5 ml/l, p4= 2,0 ml/l dan p5= 2,5 ml/l dengan 5 kali ulangan yang terdiri dari 4 tanaman sampel. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu: pertambahan jumlah daun (helai), pertambahan panjang daun (cm), pertambahan lebar daun (cm), pertambahan jumlah akar (helai), pertambahan panjang akar (cm) dan jumlah anakan per tanaman (anakan).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair pada berbagai konsentrasi memberikan respon pertumbuhan yang baik terhadap panjang daun dan lebar daun anggrek Cattleya sp. setelah aklimatisasi. Konsentrasi pemberian pupuk organik cair yang efektif untuk pertumbuhan anggrek Cattleya sp. adalah 0,5 ml/l.
A STUDY OF ECOTOURISM POTENTIAL IN MANGROVE FOREST AT MENDALOK VILLAGE SUNGAI KUNYIT SUBDISTRICT MEMPAWAH REGENCY muchri insiardi; Inpurwanto Inpurwanto; Ahmad Mulyadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.31973

Abstract

ABSTRACT Mangrove forests in Mendalok Village have an area of 6 ha and ± 500 m2 which have been managed by BUMDes as mangrove tourism, which is named Polaria Tanjungpagar. This study aims to determine the potential of mangrove ecotourism seen from the perceptions, motivations of the society and visitors, knowing the density of the type of mangrove forest vegetation and knowing the suitability of mangrove ecotourism. This research was conducted from July-December 2018 in the mangrove forest area of Mendalok Village, Sungai Kunyit Subdistrict, Mempawah Regency, using survey, literature study and interview methods. The analysis of the data used in this research was the percentage of perception, motivations of society and visitors, tourist suitability analysis, analysis of attractions of ecotourism activities, analysis of regional carrying capacity and density analysis of mangrove vegetation. The results of the research on mangrove forests in Mendalok Village have ecotourism potential in the form of a high level of community participation for ecotourism activities of 83.33%, having the potential of mangrove resources for ecotourism development in the form of 12 species of mangroves that make the area suitable for ecotourism. The level of mangrove density in trees is classified as medium with a value of 1011.12 ind / ha, the level of saplings and seedlings is classified as a value of 12755.56 ind / ha and 38257.78 ind / ha which means that it has good regenersion and is suitable for ecotourism. Ecotourism suitability index in the area of organic waste flow with a very suitable category (SS), ecotourism areas have a very suitable category (SS) and unmanaged areas have conditional appropriate categories then the carrying capacity of Tanjungpagar Polaria mangrove area can only accommodate 40 tourists person / day. Based on the research findings of mangrove forests in Mendalok Village, it has the potential to be used as ecotourism. Keywords: Ecotourism, Potency, Mangrove

Page 27 of 191 | Total Record : 1901