cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,901 Documents
PENGARUH PUPUK HIJAU LAMTORO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN UBI JALAR Darmawanti, Systena Feri; Santoso, Eddy; Sasli, Iwan
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk hijau lamtoro dan dosis terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman ubi jalar. Penelitian dilaksanakan di Jalan dr. Rubini Kelurahan Tengah, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Pontianak. Penelitian dilaksanakan selama lima bulan, dari tanggal 4 Oktober 2012 sampai dengan 28 Februari 2013. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima taraf perlakuan pupuk hijau lamtoro yaitu 5% bahan organik dalam tanah (setara dengan 28 kg/petak), 7% bahan organik dalam tanah ( setara dengan 51 kg/petak), 9% bahan organik dalam tanah (setara dengan 74 kg/petak), 11% bahan organik dalam tanah (setara dengan 97 kg/petak) dan 13% bahan organik dalam tanah (setara dengan 119 kg/petak) yang terdiri atas lima ulangan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah berat kering tanaman (g), jumlah umbi per tanaman (buah), diameter umbi per tanaman (cm), berat umbi per tanaman (g) dan berat umbi per petak (kg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk hijau lamtoro dengan dosis yang berbeda berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan. Pelakuan pupuk hijau lamtoro dengan dosis 11% bahan organik dalam tanah (setara dengan 97 kg/petak) merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman ubi jalar pada tanah alluvial. Kata Kunci : Pupuk Hijau Lamtoro, Ubi Jalar, Tanah Alluvial
RESPONSE GROWTH AND PRODUCTION OF LETTUCE (Lactuca sativa L.) AGAINST GIVING OF ORGANIC FERTILIZER FITRI CANDRA; ACHMAD MULYADI; MAULIDI SP
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.25386

Abstract

This reseach aims to determine the response growth and production of lettuce against giving of organic fertilizer. This reseach using the design of random group with the treatment dose of organic fertilizer : without organic fertilizer, dose of 10% organic fertilizer/polybag, dose of 12% organic fertilizer/polybag, dose of 14% organic fertilizer/polybag, dose of 16% organic fertilizer/ polybag, dose of 18% organic fertilizer/polybag. The results of research suggests that giving organic fertilizer can increase growth and production of lettuce. Organic fertilizer with dose of 16% organic fertilizer/polybag giving root volume, number of leaves, weight of dry economically, weight of fresh economically.Keywords : lettuce, organic fertilizer, growth, production
POPULASI WALANG SANGIT (Leptocorisa oratorius F) DAN TINGKAT PARASITASI TELURNYA PADA BEBERAPA VARIETAS PADI DI LAHAN TADAH HUJAN Andi Andi; Tris Haris Ramadhan; Indri Hendarti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.413 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.24742

Abstract

Walang sangit (Leptocorisa Oratorius F) merupakan hama utama yang menyerang tanaman padi. Kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan walang sangit mengakibatkan penurunan hasil dan gabah menjadi hampa. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari serangan walang sangit pada beberapa varietas padi serta jenis dan potensi parasitoid yang menyerang telur walang sangit. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan BPP Tekarang dengan tahapan pembibitan, penanaman dengan jarak 20 cm X 10 cm sistem jarwo, pemeliharaan tanaman meliputi penyiangan gulma dan penyulaman, pengambilan sampel, dan panen. Pengambilan sampel dimulai setelah tanaman padi berumur satu bulan setelah tanam kemudian diamati setiap seminggu sekali, setiap telur yang didapat dimasukkan ke dalam kantong plastik. Selain pengamatan telur dilakukan juga perhitungan populasi walang sangit pada tiap-tiap petak contoh, sampai padi mendekati panen. Telur yang telah diambil dari lapangan kemudian dipelihara di Petridish, Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Populasi walang sangit mulai muncul pada saat masa primordia dan populasi tertingggi pada varietas Situ Bagendit serta pada varietas Inpara 2 mengalami lonjakan populasi pada minggu terakhir. Jumlah telur walang sangit tertinggi pada varietas Inpara 2 dan pada varietas Situ Bagendit tidak ditemukan telur walang sangit. Persentase rerata bulir hampa tertinggi pada varietas Situ Bagendit dan terendah varietas Inpago 8. Rerata Berat 1000 biji tertinggi pada varietas Inpago 8 dan terendah varietas Situ Bagendit. Hasil panen tertinggi pada varietas Inpara 2 dan terendah pada varietas Situ Bagendit.Kata kunci : Lahan Tadah Hujan, padi, Parasitoid Telur, Walang Sangit.
Pengaruh Kompos Limbah Kecambah Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sawi Putih Pada Tanah Aluvial Arif Pramono; Rini Susana; Patriani Patriani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9702

Abstract

Penggunaan bahan organik sebagai alternatif dalam peningkatan produktivitas tanah aluvial ditujukan terutama untuk memperbaiki sifat fisik tanah. Salah satu jenis pupuk organik yang dapat digunakan adalah kompos limbah kecambah. Limbah dari sisa olahan pabrik kecambah memiliki manfaat bagi tanah untuk penambahan bahan organik serta nutrisi tanah dengan melakukan pengolahan limbah tersebut menjadi kompos.Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui dosis terbaik kompos limbah kecambah terhadap pertumbuhan dan hasil sawi putih pada tanah aluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan AcakLengkap (RAL)terdiri dari 6 taraf perlakuan, 4 kali ulangan dan 3 sampel tanaman pada setiap ulangan, sehingga jumlah unit pengamatan 72 tanaman. Media tanam berupa tanah aluvial ditambah dengan kompos limbah kecambah dengan berbagai dosis perlakuan yaitu k0 (tanpa penambahan kompos limbah kecambah), k1 (83,32 g/polybag kompos limbah kecambah setara dengan 6,9% bahan organik), k2 (274,43 g/polybag kompos limbah kecambah setara dengan 9,08% bahan organik), k3 (465,54g/polybag kompos limbah kecambah setara dengan 11,13% bahan organik), k4 (656,64g/polybag kompos limbah kecambah setara dengan 13,06% bahan organik), k5 (847,75 g/polybag kompos limbah kecambah setara dengan 14,89% bahan organik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos limbah kecambah dengan dosis perlakuan 13,06% bahan organik menunjukkan hasil terbaik pada variabel luas daun, bobot kering, bobot segar bagian atas tanaman dan volume akar tanaman.     Kata kunci : Aluvial, Kompos, Sawi Putih.
KAJIAN LIDAH BUAYA (ALOE VERA) DAN JERUK SAMBAL (CITRUS MICOCARPA) PADA PEMBUATAN PERMEN JELLY Nurhayati Nurhayati; Yohana Sutiknyawati Kusuma Dewi; Lucky Hartanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.636 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v6i2.19758

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi lidah buaya dan jeruk sambal untuk menghasilkan karakteristik fisikokimia dan sensori dari permen jelly terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yang terdiri dari enam perlakuan lidah buaya : jeruk sambal yaitu 100 : 0 %, 90 : 10 %, 80 : 20 %, 70 : 30 %, 60 : 40 %, dan 50 : 50 %. Setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali. Variabel pengamatan meliputi kadar abu, total asam, tingkat kekerasan dan uji sensori yang meliputi kekenyalan, rasa, dan warna. Hasil penelitian terbaik permen jelly lidah buaya dan jeruk sambal adalah lidah buaya 80 % dan jeruk sambal 20 % dengan hasil analisis kadar abu (0,49 %), total asam (0,12 %), dan tingkat kekerasan (0,17 kg force). Hasil uji organoleptik terbaik yaitu kekenyalan 3,24 (kenyal), rasa 2,64 (asam), dan warna 3,04 (kuning).
Pengaruh Pemberian Bokasi Kulit Durian Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Cabai Rawit Pada Tanah Alluvial mardianto mardianto; Rahmidiyani Rahmidiyani; Darussalam Darussalam
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.028 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.26372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis bokasi kulit durian yang memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik pada tanaman cabe rawit di tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian dilaksanakan selama ± 6 bulan, mulai tanggal 16 Mei 2017 sampai tanggal 28 Agustus 2017. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan satu faktor yaitu bokasi kulit durian yang terdiri dari 5 taraf perlakuan. Dengan satu Faktor yaitu bokasi kulit durian (10,15,20,25 dan 30 ton/ha). Variabel yang diamati pada penelitian adalah tinggi tanaman, jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman, volume akar, berat kering bagian atas dan bawah tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian bokasi kulit durian dengan dosis sebesar 20 ton/ha setara dengan 700g/polybag menunjukkan hasil tertinggi terhadap jumlah buah dan berat buah.Kata kunci :aluvial, bokasi,cabe rawit.
PENGARUH KONSENTRASI DAN WAKTU PENYEMPROTAN PAKLOBUTRAZOL TERHADAP PERTUMBUHAN PADI BERAS HITAM DI TANAH ALUVIAL Nur Fatimah; Darussalam Darussalam; Tantri Palupi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.162 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i2.24242

Abstract

Padi beras hitam merupakan salah satu jenis padi yang diketahui memiliki kandungan antosianin yang berguna bagi kesehatan manusia. Kalimantan Barat memiliki varietas lokal yaitu padi beras hitam di Kabupaten Landak daerah Senakin. Budidaya tanaman padi beras hitam di daerah Kalimantan Barat dilakukan dengan sistem sawah dan memiliki tinggi tanaman melebihi 120 cm. Tujuan dari penelitian ini ingin mengetahui interaksi antara konsentrasi dan waktu penyemprotan paklobutrazol terhadap pertumbuhan padi beras hitam dan mengetahui konsentrasi paklobutrazol dengan waktu penyemprotan yang tepat. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial, dimana faktor pertama konsentrasi paklobutrazol yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm dan 200 ppm, faktor kedua waktu penyemprotan paklobutrazol yang terdiri dari 2 taraf yaitu 15 hari dan 30 hari setelah tanam.Parameter yang diamatiyaitu pertambahan tinggi tanaman, kehijauan daun, diameter batang, panjang ruas batang, total luas daun, berat kering tanaman dan berat kering akar. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terjadi interaksi antara konsentrasi dan waktu penyemprotan paklobutrazol terhadap pertumbuhan padi hitam di tanah aluvial. Konsentrasi 100 ppm paklobutrazol menunjukan lebih baik dalam memacu jumlah klorofil daun, diameter batang, panjang ruas batang dan total luas daun.
Pengaruh Model Budidaya terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Jagung di Lahan Sulfat Masam emelda, emelda; Dr.Ir. H. radian MS, Dr.Ir. H. radian MS; Maulidi, M. Sc, Maulidi, M. Sc
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acid sulphate soil has potential and prospect in agricultural development for the future to support the improvement of food security. Corn is one of food cop tahat is important to be cultivated in that land. The development of farming system and agribusiness of corn in swamp land shows good perspective, when it consider water management and soil improvement. This study aims to determine the best growth and yield of corn varieties best on some models of cultivation. This study was conducted at the village of Punggur Besar,district of Sungai Kakap provience Kubu Raya using the Split Blok Design that consised of two factors. Themodels of cultivation (Saturated Cultivation System = SBJA) as the main plot consisted of 4 levels: S1 (SBJA 40 cm - dolomite), S2 (SBJA 40 cm + dolomite), S3 (SBJA 30 cm - dolomite) and S4 (SBJA 30 cm + dolomite); and varieties as the subplot consised of 3 levels: Pionir31, Sukmaraga, and ST201341. The variables were observed in the study leaf length, dry weight of arial patsof plant, time of harvesting, and cob weight. The results showed the model of cultivation of the best on the growth and yield of corn are in the treatment of the culture system water-saturated groundwater levels 40 cm below the soil surface with the provision of lime , corn varieties showed growth and the best results in the area of acid sulphate are varieties of Pioneer 31 and the interaction between culture system saturated with water depth of 40 cm below the soil surface with varieties of lime on Pioneer 31 indicates growth and the best results in acid sulfate soil .
Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Ayam dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi dengan Metode SRI Dalmasius Alberto A.S; Kiswan Muhammad; Nurjani Nurjani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i1.4416

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang ayam dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi dengan metode SRI. Penelitian ini menggunakan metoda eksperimen lapangan dalam bentuk faktorial dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor yaitu pupuk kandang ayam (P) yang terdiri dari 2 taraf yaitu P1 (2 ton/ha) dan P2 (3 ton/ha), dan pupuk NPK (V) yang terdiri dari 5 taraf yaitu V1 (20% rekomendasi), V2 (40% rekomendasi), V3 (60% rekomendasi), V4 (80% rekomendasi) dan V5 (100% rekomendasi). Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 3 sampel, sehingga terdapat 30 satuan perlakuan dan 90 tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah anakan maksimum (anakan), jumlah anakan produktif (anakan), persentase gabah isi per malai (%), kerapatan malai (bulir/cm), berat 1000 biji gabah (g) dan barat gabah per rumpun (g).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kandang ayam berpengaruh tidak nyata terhadap semua variable pengamatan. Pupuk NPK berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan. Interaksi pupuk kandang ayam dan pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman minggu ke-6. Perlakuan pupuk kandang ayam 18,75 g/ember setara dengan 3 ton/ha dan pupuk NPK 40% rekomendasi yaitu Urea 0,225 g/ember, SP36 0,30 g/ember dan KCl 0,13 g/ember atau setara dengan Urea 36kg/ha, SP36 48kg/ha dan KCl 21,6kg/ha memberikan pertumbuhan terbaik terhadap variabel tinggi tanaman minggu ke-6 yaitu 67,33 cm meskipun di bawah rerata deskripsi. Pada komponen hasil berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan. Namun rerata jumlah anakan produktif mencapai 15,10 anakan dan sama seperti yang tertera dalam deskrispi. Persentase gabah isi per malai tergolong rendah yaitu 75,55 % gabah isi. Kerapatan malai juga tergolong rendah yaitu 3,97 bulir/cm. Hal ini terlihat dari rerata jumlah gabah per malai yang tergolong rendah yaitu 85,62 bulir sementara pada deskripsi 157 bulir dan panjang malai yang tergolong sedang dengan rerata yaitu 21,52 cm. Barat 1000 bulir gabah tergolong rendah dengan rerata 26,48 g sementara pada deskripsi 28 g. Hal ini disebabkan oleh serangan hama penggerek batang padi atau biasa di sebut beluk.
PENGARUH KOMBINASI PUPUK KANDANG AYAM DAN KCl TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH ALUVIAL MURNI 1
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i1.30536

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas hortikultura yang tergolong sayuran rempah memiliki banyak manfaat dan bernilai ekonomi tinggi. Usaha untuk meningkatkan produksi bawang merah di Kalimantan Barat dapat dilakukan pada berbagai jenis tanah, termasuk tanah aluvial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis kombinasi yang terbaik dari pupuk kandang ayam dengan KCl terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di Desa Parit Bugis, Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah. Penelitian dimulai dari tanggal 21 Mei 2018 sampai 19 Agustus 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 taraf perlakuan yaitu A= 50 g/tanaman pupuk kandang ayam setara dengan 10 ton/ha dan 1,5 g KCl/tanaman setara dengan 300  kg/ha, B= 75 g/tanaman pupuk kandang ayam setara dengan                 15 ton/ha dan 1,25 g KCl/tanaman setara dengan 250  kg/ha, C= 100 g/tanaman pupuk kandang ayam setara dengan 20 ton/ha dan 1 g KCl/tanaman setara dengan 200  kg/ha, D= 125 g/tanaman pupuk kandang ayam setara dengan 25 ton/ha dan 0,75 g KCl/tanaman setara dengan 150  kg/ha, E= 150 g/tanaman pupuk kandang ayam setara dengan 30 ton/ha dan 0,5 g KCl/tanaman setara dengan 100 kg/ha. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan setiap ulangan terdiri dari 3 tanaman sampel sehingga tanaman seluruhnya berjumlah 75 tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun per rumpun (helai), jumlah umbi per rumpun (buah), berat segar umbi per rumpun (g), berat kering angin umbi per rumpun (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi pupuk kandang ayam dan KCl memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan.Kata kunci : aluvial, bawang merah, KCL dan pupuk kandang ayam.

Page 24 of 191 | Total Record : 1901