cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,903 Documents
The Effect of Planting Media and Taerh Bean Sprout POC on the Growth of Red Betel Setek Siti Aisyah; Dini Anggorowati; Siti Hadijah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i4.35122

Abstract

This study aims to determine the interaction of planting media and the concentration of POC bean sprouts that provide the best growth of red betel cuttings. This research was carried out from February to May 2018 in the Maya Island sub-district of Kemboja village. The study used factorial experimental methods with a completely randomized design (CRD) consisting of two factors, namely planting media (m) POC bean sprouts (p). The media consists of two levels, namely (husk charcoal and manure soil), POC factor consists of 4 levels, namely (0%, 20%, 40%, and 60%), there are 8 combinations of treatments with 3 replications and each replication consists of 3 sample plants. The combination of treatments meant is m1p0, m1p1, m1p2, m1p3, m2p0, m2p1, m2p2, and m2p3. Observation variables observed were cut length (cm), number of leaves (strands), root volume (cm3), and shoot dry weight (g). The results showed that there was a significant interaction in root volume and dry weight, and gave the highest mean treatment (soil and manure + POC 40%), which was 2.63 cm3 for root volume and 1.56 g for shoot dry weight.Keyword : land, husk charcoal, manure, POC bean sprouts
SIFAT FISIKA TANAH ALUVIAL PADA SAWAH TADAH HUJAN TANPA DAN DENGAN OLAH TANAH DI DESA TEMPURUKAN KECAMATAN MUARA PAWAN KABUPATEN KETAPANG Darwin Darwin
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i2.16400

Abstract

ABSTRACK This study aims to determine differences in physical properties of the soil in rainfed with and no tillage at Tempurukan village of Muara Pawan subdistrict of Ketapang regency. The study was conducted in January and March 2016, this research using field survey methods to conduct observations and sampling of soils, in rainfed areas with rice vegetation on three locations, namely at the location A no-tillage (5-10 years) , location B with tillage (10-15 years), and the location C with tillage (20-25 years). Variable observations include: soil physical properties (texture, aggregate stability, bulk density, porosity and moisture content of field capacity), then supporting variable (pH, organic C, total-N and C / N ratio). The results showed the soil texture is generally dominated by the clay fraction and classified into class dusty clay texture, different aggregate stability at a depth of 0-20 cm, while the depth of 20-40 cm aggregate value of all 100%, the highest bulk density on the location of no tillage on depth of 0-20 cm and 20-40 cm, orthogonal contrast test showed highly significant at a depth of 0-20 cm, increasing porosity classified among the rice fields of untreated degan treated soil and duration management fields, field capacity water content tends to increase because of the high clay fraction so that the soil's ability to pass water is also low, slightly acid soil pH that is classified (from 5.6 to 6.5), C-organic classified as very low to moderate, namely (from 0.23 to 2.16), N-total are classified as moderate (0.21 to 0.50), C/N ratio is relatively very low to low, (4.60 to 8.71).
Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Risiko Pendapatan Usahatani Jagung Manis di Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya Ayu Dilla Kirana Sakti; Abdul Hamid A. Yusra; Imelda Imelda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i4.34069

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan, risiko pendapatan, dan faktor-faktor yang mempengaruhi risiko pendapatan usahatani jagung manis di Kecamatan Rasau Jaya. Responden pada penelitian ini berjumlah 88 responden. Analisis data menggunakan model fungsi pendapatan, koefisien variasi, dan residual model fungsi pendapatan dengan alat analisis SPSS 22. Hasil dari analisis menunjukkan rata-rata pendapatan usahatani jagung manis sebesar Rp 6.841.224 per musim tanam. Koefisien variasi risiko pendapatan usahatani jagung manis sebesar 0,51 atau 51%. Variabel yang dapat meningkatkan risiko pendapatan adalah harga sewa lahan, harga benih, dan harga herbisida. Sementara faktor harga pupuk NPK, harga pupuk ureaharga insektisida, dan upah tenaga kerja tidak berpengaruh secara signifikan terhadap risiko pendapatan usahatani jagung manis.
KARAKTERISTIK KIMIA TANAH SAWAH IRIGASI BERBEDA LAMA PENGELOLAAN LAHAN DI DESA PAKUMBANG KABUPATEN LANDAK Heri Toyo, Bambang Widiarso Rini Hazriani
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan di Desa Pakumbang Kabupaten Landak pada tiga lahan sawah irigasi berbeda lama pengelolaan lahan, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sifat kimia tanah sawah irigasi berbeda lama pengelolaan lahan di Desa Pakumbang Kabupaten Landak. Penentuan titik pengamatan penelitian ini menggunakan sistem diagonal, dengan 5 titik sampel pada setiap petakan sawah dengan kedalaman 0-20 cm.Hasil analisis tanah menunjukan bahwa pH tanah  termasuk dalam kriteria sangat masam, C-organik termasuk dalam kriteria sangat rendah sampai rendah, N-total termasuk kriteria rendah-sedang, Fosfor tersedia termasuk kriteria rendah, sedang sampai sangat tinggi, Kalium dapat di tukar masuk kriteria rendah, KTK masuk kriteria rendah, Kejenuhan Basa masuk kriteria sangat rendah, Kejenuhan Al termasum kriteria sedang-tinggi, Tekstur tanah masuk kriteria liat berdebu, dan bobot isi tanah termasuk kriteria rendah, sedang sampai tinggi. Hasil analisis statistik uji-t berpasangan pada sifat kimia tanah dan fisika tanah, pH tanah tidak berbeda nyata, C-organik berbeda nyata, N-Total berbeda nyata, Fosfor tersedia berbeda nyata, Kalium dapat ditukar tidak berbeda nyata, tekstur tanah untuk fraksi pasir, debu, liat tidak berbeda nyata, bobot isi  berbeda nyata.
PENGARUH BOKASHI LIMBAH PADAT TAPIOKA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI MERAH PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Candra Prastyo; Rahmidiyani Rahmidiyani; Edy Santoso
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.22791

Abstract

PENGARUH BOKASHI LIMBAH PADAT TAPIOKA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI MERAH PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Candra Prastyo1), Rahmidiyani2), Eddy Santoso2)1)      Mahasiswa Fakultas Pertanian dan 2) Dosen Fakultas PertanianUniversitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAK Cabai merah (Capsicum annum L.) merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura multifungsi yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi. Tanah podsolik merah kuning berpotensi untuk perluasan areal budidaya tanaman cabai merah.  Pemanfaatan tanah podsolik merah kuning sebagai media tanam tanaman cabai dihadapkan pada beberapa kendala terutama sifat fisik dan kandungan bahan organik yang rendah. Alternatif untuk memperbaiki struktur tanah PMK yang padat yaitu dengan menambahkan bahan organik berupa bokashi limbah padat tapioka. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis bokashi limbah padat tapioka yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan yaitu dari tanggal 27 Mei – 27 Agustus 2017 di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 ulangan dan tiap ulangan terdiri dari 3 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah pemberian bokashi limbah padat tapioka dengan dosis 480, 600, 720, 840 dan 960 g/tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman, berat kering tanaman, volume akar, jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman, diameter buah dan panjang buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokashi limbah padat tapioka dengan dosis 600 g/tanaman merupakan dosis yang efektif dibandingkan dengan dosis lainnya. Kata Kunci : podsolik merah kuning, bokashi limbah padat tapioka, cabai merah
THE EFFECT OF ALOE VERA WASTE LIQUID ORGANIC FERTILIZER ON THE GROWTH AND YIELDS OF BABY CUCUMBERS IN PEAT SOIL EFI .; Rahmidiyani .; Warganda .
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i4.35768

Abstract

This study aims to determine the effect of aloe vera waste liquid fertilizer on the growth and yield of baby cucumbers on peat soil. The study was conducted in the Pontianak from May 5, 2019 to June 14, 2019. The method of the study was designed in a Completely Randomized Design (CRD) with one factor, i.e. the concentration of Aloe vera waste manure, which consisted of 5 treatments with 5 replications and each replication consisted of 5 sample plants. The treatment were set as p1 = 3%, p2 = 5%, p3 = 7%, p4 = 9%, p5 = 11% of aloe vera waste manure were applied by watering directly on to the peat soil media with 600 ml/liter of water correspond to soil field capacity. The variables observed in this study were root volume, root dry weight, dry weight of the plant shoot, number of fruits per plant, fruit diameter, weight per fruit and weight of fruit per plant. The results showed that the application of aloe vera waste liquid manure have increased the growth and yield of baby cucumbers grown in peat soil. It was concluded that the application of 7% concentration of aloe vera waste manure was noted as an effective concentration for the growth, and weight of baby cucumber fruits.  Keywords: baby cucumber, peat soil, aloe vera waste, liquid organic fertilizer,  
KAJIAN BAKTERI AZOTOBACTER PADA TANAH GAMBUT DI BEBERAPA TIPE PENGGUNAAN LAHAN KELURAHAN SIANTAN KOTA PONTIANAK Wira, Saeri Sagiman Ismahan Umran
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 9, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAzotobacter merupakan bakteri yang berperan dalam penyediaan Nitrogen pada tanah karena bakteri tipe ini mampu menambat Nitrat dengan mengoksidasi ion ammonium pada tanah sehingga dapat terikat dengan kuat pada komponen-komponen humus yang menyebabkan Nitrat tidak mudah terbilas keluar tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bakteri Azotobacter di beberapa penggunaan lahan diantaranya lidah buaya, pepaya, sawi, kelapa sawit, nanas dan hutan sekunder pada lahan gambut. Penelitian ini dimulai pada bulan Agustus sampai November 2018 dengan lokasi pengambilan sampel tanah bertempat di Sungai Selamat, kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara dan inokulasi bakteri Azotobacter di Laboratorium Bioteknologi dan Biologi Tanah serta Analisis kimia tanah bertempat di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah dan untuk analisis Fisika tanah bertempat di Laboratorium Fisika dan Konservasi tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis keragaman klasifikasi satu arah (One Way Anova) dengan rancangan acak lengkap yaitu 6 penggunaan lahan (lidah buaya, pepaya, sawi, kelapa sawit, nanas dan hutan sekunder). Variabel pengamatan terdiri dari parameter utama (jumlah bakteri Azotobacter) dan analisis tanah ( pH, C-organik, kadar abu, N-total, rasio C/N, bahan organik, kematangan tanah, kadar air tanah dan bobot isi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil jumlah populasi bakteri Azotobacter berpengaruh tidak nyata. Hasil Azotobacter terbanyak pada lahan lidah buaya yaitu 4,21055 x 106CFU/ml tanah dan yang paling sedikit pada hutan sekunder yaitu 2,07767 x 106CFU/ml tanah. Pada penggunaan lahan Sawi jumlah bakteri Azotobacter yang ditemukan sebanyak 2,90010 x 106CFU/ml tanah, kelapa sawit ditemukan sebanyak 2,23322 x 106CFU/ml tanah dan pada lahan pepaya ditemukan sebanyak 2,73272 x 106CFU/ml tanah.  Kata Kunci: Azotobacter,bakteri tanah, Gambut, Nitrogen,
Karakteristik Kimia dan Sensori Croissant dengan Formulasi Tepung Keribang (Dioscorea alata L.) Kinanti, Risky Putri
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 9, No 2 (2020): April 2020
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Croissant adalah salah satu produk pastry  terbuat dari adonan yang berlapiskan lemak padat sehingga terbentuk tekstur adonan dan lemak yang berlapis. Pembuatan croissant umumnya menggunakan tepung terigu 100%, maka perlu dilakukan usaha diversifikasi olahan pangan untuk mengurangi penggunaan dan ketergantungan terigu melalui formulasi dengan tepung keribang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi tepung keribang pada pembuatan croissant terhadap karakteristik kimia dan sensori yang terbaik. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) satu faktor, yaitu tingkat subtitusi tepung terigu dengan tepung keribang (100:0 g ; 90:10 g ; 80:20 g ; 70:30 g ; 60:40 g ; 50:50 g )  yang diulang sebanyak 4 kali. Parameter analisis yang dilakukan adalah  kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, kadar karbohidrat dan sensori. Data yang diperoleh dianalisis dengan Anova (α=5%), jika hasil Anova menunjukkan pengaruh nyata maka pengolahan data dilanjutkan dengan uji BNJ. Hasil penelitian terbaik  croissant  dengan formulasi tepung keribang diperoleh dengan uji indeks efektivitas. Perlakuan croissant dengan formulasi tepung terigu 60 g dan tepung keribang 40 g merupakan perlakuan terbaik yang menghasilkan rerata uji fiskokimia kadar air (19,15%), kadar lemak (31,13%), kadar abu (1,91%), kadar protein (6,21%), kadar karbohidrat (41,61%). Hasil uji sensori terbaik yaitu kerenyahan (3,92), struktur (3,8), warna (3,8), rasa (3,48).Kata Kunci : Croissant, Tepung, Keribang, Formulasi, Korsvet
MORFOMETRY OF GOATS (Capra aegagrus) IN RASAU JAYA III VILLAGE, RASAU JAYA DISTRICT KUBU RAYA DISTRICT, PROVINCE KALIMANTAN BARAT Guntur, Muhammad; Tohardi, Ahmad; Rohayeti, Yeti
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 9, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the morphometry of the Goat Goat which is maintained intensively in Rasau Jaya III Village, Rasau Jaya District, Kubu Raya Regency, West Kalimantan Province. The variables observed were chest circumference, chest width, chest depth, shoulder height, hip height, body length and body weight. The results showed that adult male breast circumference was 74.53 ± 6.99 cm and adult female was 72.36 ± 6.43 cm. adult male chest width 20.93 ± 4.54 cm and adult female 19.71 ± 6.94 cm, in adult male chest 30.73 ± 3.67 cm and adult female 28.93 ± 6.17 cm, shoulder height adult males 60.47 ± 3.70 cm and adult females 66.43 ± 5.37 cm, adult male hip height 63.33 ± 4.02 cm and adult females 64.79 ± 6.61 cm, adult male body length 67 , 27 ± 5.28 cm and adult female 76.07 ± 6.73 cm, adult male body weight 30.06 ± 4.50 kg and adult female 27.8 ± 10.0 kg. Based on the results of the morphometry research of Kacang Goat in Rasau Jaya III Village is higher than the Decree of the Minister of Agriculture, 2012. Keywords: Goat Nut, chest circumference, chest width, chest height, shoulder height, hip height, body length and body weight 
Pemanfaatan Lumpur Laut Sebagai Alternatif Pengganti Kapur Terhadap Serapan Unsur Hara P, K dan Hasil Tanaman Jagung (Zea mays L.) Pada Tanah Alluvial Hadari Hadari; Denah Suswati; Rini Hazriani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 3: Desember 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i3.4085

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian lumpur laut sebagai alternatif pengganti kapur terhadap serapan unsur hara P, K dan hasil tanaman jagung pada tanah Alluvial. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor perlakuan yaitu faktor pemberian lumpur laut (L) terdiri 8 taraf perlakuan yaitu L0 (tanpa lumpur laut), L1 (70 g/polibag), L2 (140 g/polibag), L3 (210 g/polibag), L4 (280 g/polibag), L5 (350 g/polibag), L6 (420 g/polibag) dan L7 (490 g/polibag). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah serapan fosfor, serapan kalium dan berat kering bagian atas tanaman serta berat pipilan kering per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian lumpur laut berpengaruh nyata terhadap serapan fosfor, serapan kalium dan berat kering bagian atas tanaman, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap berat pipilan kering per tanaman. Perlakuan lumpur laut yang terbaik terhadap semua parameter yang diamati yaitu pada perlakuan L3 yaitu 210 g/polibag.

Page 78 of 191 | Total Record : 1903