cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Cakrawala Kependidikan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2011): JCK September 2011" : 10 Documents clear
STRATEGI MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN MELALUI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH ., Sukmawati
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 9, No 2 (2011): JCK September 2011
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.881 KB)

Abstract

Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan banyak cara yang sudah ditempuh oleh Pemerintah. Satu di antaranya adalah menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). MBS merupakan model pengelolaan yang memberikan otonomi atau kewenangan dan tanggung jawab lebih besar kepada sekolah, memberikan fleksibelitas, mendorong partisipasi secara langsung dari warga sekolah, masyarakat untuk meningkatkan mutu sekolah berdasarkan kebijakan pendidikan nasional dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Menyibak Ciri Inflektif dalam Bahasa Nusantara: ANALISIS SINTAKSIS DAN MORFOLOGIS BENTUK PRONOMINA PERSONA BAHASA BATAK TOBA Simanjuntak, Hotma
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 9, No 2 (2011): JCK September 2011
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.478 KB)

Abstract

Bahasa Indonesia dan bahasa Batak Toba (BBT) adalah dua bahasa yang serumpun, yaitu rumpun bahasa Austronesia. Kesamaan ini ditunjukkan dalam banyak tataran bahasa, seperti ciri bunyi (fonem), ciri kata, frasa, dan kalimat. Dalam bahasa Indonesia yang diungkapkan melalui berbagai penelitian tidak tampak adanya gejala perubahan intern, suplisi, atau modifikasi kosong. Oleh karena itu, tulisan ini bertujuan untuk memperlihatkan/ mendeskripsikan perubahan intern dalam BBT melalui kasus pemakaian PP BBT. Pembahasan ini diarahkan untuk mengkaji lebih lanjut tentang persoalan yang terungkap/tertangkap dari gejala yang diperlihatkan oleh bentuk-bentuk PP BBT dalam kalimat maupun dalam frase. Gejala dan sekaligus yang menjadi masalah pembahasan ini ialah apakah gejala yang diperlihatkan oleh pemakaian bentuk-bentuk PP BBT itu dalam konstruksi aktif dan pasif BBT dan dalam konstruksi frase pemilikan adalah ciri inflektif atau aglutinatif? Dengan perkataan lain, apakah dalam BBT terdapat/terjadi perubahan intern atau suplisi atau modifikasi kosong seperti dalam ciri bahasa rumpun Indogerman?
SEJARAH DAN PENDIDIKAN SEJARAH Marli, Suhardi
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 9, No 2 (2011): JCK September 2011
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.354 KB)

Abstract

Sejarah dan Pendidikan Sejarah adalah suatu disiplin ilmu yang setara dengan disiplin ilmu yang lain. Pelajaran ini berusaha untuk mencapai suatu tujuan yaitu tujuan pendidikan nasional yang di dalamnya terkandung aspek-aspek kognitif dan afektif yang mampu mengembangkan kecakapan, kreativitas, mandiri serta bertanggung jawab. Di dalam sejarah, manusia menjadi fokus sentral. karena manusia merupakan subjek sekaligus sebagai objek dari suatu kajian yang telah dilakukan (terjadi, peristiwa) yang dialami oleh manusia baik individu maupun kelompok masyarakat. Peristiwa yang terjadi yang dialami oleh manusia pada masa lampau dapat berupa jejak-jejak peninggalan bukti-bukti yang menyangkut kehidupan masyarakat manusia. Pendidikan sejarah di masa mendatang harus dapat mempersiapkan siswa untuk kehidupan yang dikuasai oleh arus informasi yang begitu beragam dalam tingkat accessibility yang luas dan kecepatan yang tinggi. Kata Kunci: Sejarah, pendidikan sejarah, sikap toleransi
PEMAHAMAN KONSEPTUAL DAN PENGETAHUAN PROSEDURAL MATERI PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL SISWA KELAS VII SMP (STUDI KASUS DI MTs. USHULUDDIN SINGKAWANG Suratman, Dede
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 9, No 2 (2011): JCK September 2011
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.715 KB)

Abstract

Pemahaman konseptual terbagi pada lima indikator yaitu mengidentifikasi fakta-fakta yang berkaitan; mengenali contoh dan noncontoh; menafsirkan tanda-tanda, simbol dan istilah; memanipulasi ide-ide terkait; menyempurnakan hubungan konsep dan prinsip. Pemahaman konseptual siswa masih rendah, hal ini dapat dilihat dari pengetahuan prosedural mereka. Pengetahuan procedural siswa masih kurang, hal ini disebabkan kurang terbiasanya mengembangkan berbagai cara yang kemungkinan dalam memecahkan suatu permasalahan matematika. Mereka hanya meniru pola yang diajarkan guru tanpa memahami mengapa menggunakan langkah-langkah yang demikian.Kata kunci: pemahaman, pengetahuan, konseptual, prosedural, kemampuan
AKSESIBILITAS DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN DASAR 9 TAHUN DI DAERAH PERBATASAN KABUPATEN SAMBAS DAN SANGGAU PROVINSI KALIMANTAN BARAT Bunau, Eusabinus; Sada, Clarry; Salem, Laurensius; Hanye, Paternus
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 9, No 2 (2011): JCK September 2011
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.701 KB)

Abstract

Data untuk penelitian ini diperoleh dari Kecamatan Paloh, Sajingan, Subah dan Teluk Keramat Kabupaten Sambas dan dari Kecamatan Entikong, Sekayam, Beduai dan Kembayan Kabupaten Sanggau. Teknik yang dipergunakan untuk pengambilan data adalah teknik survey. Alat pengumpul data terdiri atas format isian data untuk mengumpulkan data mengenai lulusan SD dan data mengenai lulusan SD yang melanjutkan ke SMP dan pedoman wawancara untuk menghimpun informasi yang bersifat kualitatif dari sumber data seperti Kepala Dinas dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan. Data diolah dengan menggunakan metode deskriptif. Masalah yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah gambaran aksesibilitas dan partisipasi masyarakat dalam Pendidikan Dasar 9 Tahun berdasarkan angka transisi dan faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaan Program Wajib Belajar 9 Tahun di daerah perbatasan di Kabupaten Sambas dan Sanggau. Temuan penelitian menunjukkan bahwa (1) sebanyak 456 atau 18,38 % dari 2479 orang lulusan Sekolah Dasar dan/atau sederajat di 4 kecamatan daerah perbatasan di kabupaten Sambas pada tahun 2008/2009 tidak melanjutkan sekolah ke tingkat Sekolah Menengah Pertama dan/atau sederajat; (2) sebanyak 305 atau 17,93 % dari 1701 orang lulusan Sekolah Dasar dan/atau sederajat di 4 kecamatan daerah perbatasan di kabupaten Sanggau pada tahun 2008/2009 tidak melanjutkan sekolah ke tingkat Sekolah Menengah Pertama dan/atau sederajat; (3) faktor-faktor penghambat meliputi: sosial-budaya, ekonomi, geografi dan demografi. Kata Kunci: Aksesibilitas dan Partisipasi Masyarakat, Pendidikan Dasar 9 Tahun, dan Daerah Perbatasan
Rosnita: STANDAR PENDIDIKAN UNTUK CALON GURU SAINS: PEDAGOGI MATERI SUBJEK SEBAGAI SARANA PENGEMBANGAN PENGETAHUAN KONTEN PEDAGOGI CALON GURU ., Rosnita
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 9, No 2 (2011): JCK September 2011
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.864 KB)

Abstract

Pengetahuan profesional yang penting bagi guru yaitu; pengetahuan konten materi subjek (konten akademik), pengetahuan konten pedagogi dan pengetahuan kurikuler. Pengembangan pengetahuan konten pedagogi sangat penting dikuasai oleh calon guru dan guru. Penguasaan konten pedagogi merupakan salah satu tuntutan dari standar kompetensi Guru yang meliputi; kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Pengetahuan konten pedagogi merupakan bentuk representasi dari materi subjek yang sangat berguna, karena banyak mengandung analologi, ilustrasi, contoh, eksplanasi, dan demonstrasi.Kata Kunci: standar pendidikan, pedagogi materi subjek, pengetahuan konten
KETERAMPILAN MEMBACA NOTASI BALOK DENGAN PENDEKATAN LAGU MODEL MAHASISWA PGSD FKIP UNTAN PONTIANAK Ghozali, Imam
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 9, No 2 (2011): JCK September 2011
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.286 KB)

Abstract

Permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah lemahnya mahasiswa PGSD dalam membaca notasi musik balok pada mata kuliah Pendidikan Seni Musik. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian mahasiswa PGSD FKIP Untan. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa pada setiap siklus selalu mengalami peningkatan. Pada siklus I tingkat keberhasilan yang dicapai 67,88 %, sedangkan pada siklus II tingkat pencapaiannya 94,12 %. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan lagu model dalam pembelajaran musik dapat meningkatkan keterampilan membaca notasi balok mahasiswa PGSD FKIP Untan. Kata Kunci: Notasi musik, notasi balok, lagu model
KEMATANGAN PSIKOLOGIS DALAM MEMBANGKITKAN MINAT BELAJAR SISWA ., Zainuddin
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 9, No 2 (2011): JCK September 2011
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.768 KB)

Abstract

Kematangan psikologis berkaitan erat dengan proses pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada diri seseorang. Kematangan psikologis merupakan hasil proses pertumbuhan dan perkembangan individu yang berlangsung bertahap hingga memunculkan kepribadian dalam diri individu itu sendiri. Kematangan adalah terlaksananya dengan baik tugas-tugas pertumbuhan dan perkembangan seseorang menuju struktur tingkah laku yang lebih tinggi. Kematangan psikologis adalah hasil proses pertumbuhan dan perkembangan yang terlaksana dengan baik sehingga mencapai tingkat kepribadian yang lebih tinggi dalam bertingkah laku secara wajar. Untuk membantu siswa mencapai kematangan psikologisnya agar tumbuh minat belajar yang tinggi, peran lembaga pendidikan formal seperti sekolah begitu besar dan sangat strategis.. Salah satu upaya yang perlu terus dilakukan di lembaga sekolah yang menjadi tempat siswa mengembangkan diri dan menimba ilmu pengetahuan dan teknologi adalah dengan memanfaatkan layanan bimbingan, seperti bimbingan pribadi dan bimbingan belajar. Kata Kunci: Kematangan psikologis, minat belajar
MODEL PROBLEM SOLVING DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MELAHIRKAN KEMAMPUAN BERPIKIR PADA MATA PELAJARAN EKONOMI ., Aminuyati
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 9, No 2 (2011): JCK September 2011
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.628 KB)

Abstract

Dalam kegiatan pembelajaran, pada dasarnya tidak ada strategi, metode, model, pendekatan atau serangkaian prosedur yang paling baik dalam pembelajaran. Tiap-tiap metode, model, pendekatan memunyai kelebihan maupun kelemahan. Dengan menyadari paradigma baru dalam proses pembelajaran, yaitu pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, menyenangkan (PAIKEM), maka salah satu model yang dapat diterapkan pada mata pelajaran ekonomi adalah model problem solving dengan pendekatan kontekstual. Untuk menunjang melahirkan kemampuan berpikir, diperlukan upaya untuk memperoleh informasi lewat membaca, mendengar, dan memahami informasi. Informasi tersebut diinterpretasikan dan dievaluasi secara akurat dan mengomunikasikannya lewat pembicaraan dan penulisan yang objektif.Kata kunci: Problem solving, pendekatan kontekstual, kemampuan berpikir
KEBIJAKAN DAN PENGEMBANGAN MUTU DOSEN Suib, Masluyah
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 9, No 2 (2011): JCK September 2011
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.882 KB)

Abstract

Komponen sumber daya manusia di perguruan tinggi harus dikembangkan. Dosen adalah ujung tombak dan motor institusi untuk melaksanakan kegiatan Tridharma. Sebagai tenaga profesional, dosen dituntut untuk senantiasa melakukan upaya-upaya inovatif dan inventif dalam bidang ilmu yang menjadi tanggung jawabnya. Seorang dosen bukan hanya merupakan seorang pendidik profesional pada perguruan tinggi, tapi juga merupakan seorang ilmuwan. tugas pokok dosen meliputi bidang Pendidikan, Penelitian, serta Pengabdian dan Pelayanan Kepada Masyarakat. Disamping tugas pokoknya seorang dosen juga mempunyai tugas lain yaitu pengembangan akademik dan profesi serta partisipasi dalam tata pamong institusi. Standar Mutu Profesionalisme Dosen: Kepakaran, Pengembangan kepakaran, Menerapkan teknologi instruksional, dan menerapkan etika.Kata Kunci: Kebijakan, pengembangan, dosen

Page 1 of 1 | Total Record : 10