Articles
71 Documents
MEMBANGUN KARAKTER SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
., Sulistyarini
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 8, No 1 (2010): JCK Maret 2010
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (179.143 KB)
Proses pendidikan yang berlangsung selama ini lebih menekankan pada pengembangan ranah kognitif peserta didik dan cenderung mengabaikan ranah afektif dan psikomotorik. Akibatnya, sekolah lebih berfungsi sebagai tempat pengajaran dari pada pendidikan. Sebuah sistem pendidikan yang berhasil adalah yang dapat membentuk manusia-manusia berkarakter yang sangat diperlukan dalam mewujudkan sebuah negara kebangsaan yang terhormat. Karakter itu berkaitan dengan kekuatan moral.Komponen karakter ada tiga yaitu moral knowing, moral feeling dan moral action. Pembelajaran Kontekstual dengan tujuh komponennya yaitu (1) Konstruktivistik; (2) Inquiry; (3) Questioning; (4) learning community; (5) Modelling; (6) reflection dan (7) authentic assessment, dapat dijadikan sebagai cara untuk membangun karakter siswa.Kata Kunci: Karakter, Pembelajaran Kontekstual
Menyibak Ciri Inflektif dalam Bahasa Nusantara: ANALISIS SINTAKSIS DAN MORFOLOGIS BENTUK PRONOMINA PERSONA BAHASA BATAK TOBA
Simanjuntak, Hotma
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 9, No 2 (2011): JCK September 2011
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (176.478 KB)
Bahasa Indonesia dan bahasa Batak Toba (BBT) adalah dua bahasa yang serumpun, yaitu rumpun bahasa Austronesia. Kesamaan ini ditunjukkan dalam banyak tataran bahasa, seperti ciri bunyi (fonem), ciri kata, frasa, dan kalimat. Dalam bahasa Indonesia yang diungkapkan melalui berbagai penelitian tidak tampak adanya gejala perubahan intern, suplisi, atau modifikasi kosong. Oleh karena itu, tulisan ini bertujuan untuk memperlihatkan/ mendeskripsikan perubahan intern dalam BBT melalui kasus pemakaian PP BBT. Pembahasan ini diarahkan untuk mengkaji lebih lanjut tentang persoalan yang terungkap/tertangkap dari gejala yang diperlihatkan oleh bentuk-bentuk PP BBT dalam kalimat maupun dalam frase. Gejala dan sekaligus yang menjadi masalah pembahasan ini ialah apakah gejala yang diperlihatkan oleh pemakaian bentuk-bentuk PP BBT itu dalam konstruksi aktif dan pasif BBT dan dalam konstruksi frase pemilikan adalah ciri inflektif atau aglutinatif? Dengan perkataan lain, apakah dalam BBT terdapat/terjadi perubahan intern atau suplisi atau modifikasi kosong seperti dalam ciri bahasa rumpun Indogerman?
IMPLIKASI LINGUISTIK DALAM MEMBACA DAN PROBLEMATIKANYA
Saman, Sisilya
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 9, No 1 (2011): JCK Maret 2011
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (187.93 KB)
Kontribusi linguistik terhadap pengajaran membaca sangat besar dan tak dapat dipungkiri. Walaupun anak dalam perkembangan bahasanya secara alamiah dapat berkomunikasi dengan baik, namun pengetahuan linguistiknya lebih mendukungnya dalam proses membaca. Pengetatuhan linguistik dari tatarannya yang paling kecil, fonem, hingga yang paling besar yakni kalimat, akan menjadi pedoman dalam proses membaca untuk menafsirkan bacaan karena bacaan dirangkai dalam struktur-struktur kalimat.Pengajaran membaca sebagai satu disiplin ilmu, harus terus mengikuti perkembangan keilmuannya melalui penelitian dalam bidang tersebut. Karakteristik penelitian linguistik dapat diterapkan ke dalam bidang pengajaran membaca.Kata Kunci: implikasi linguistik, membaca, problematika
PENINGKATAN KUALITAS HASIL DAN PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN ARIAS (ASSURANCE, RELEVANCE, INTEREST, ASSESMENT, DAN SATISFACTION) PADA MAHASISWA S-1 PGSD FKIP UNTAN PONTIANAK
Jamiah, Yulis
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 6, No 2 (2008): JCK September 2008
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (230.18 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hasil dan proses pembelajaran mahasiswa tentang materi Bilangan dan Lambang Bilangan melalui penerapan Model Pembelajaran ARIAS Penelitian ini berbentuk penelitian tindakan dengan subyek penelitiannya mahasiswa semester tiga S-1 PGSD FKIP Untan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar maupun kuliatas proses pembelajarannya, dan tanggapan/respon mahasiswa melalui angket meunjukkan bahwa model pemebelajaran ARIAS, dapat menanamkan percaya diri, membangkitkan semangat/ minat dalam belajar, menumbuhkan rasa dihargai/bangga untuk menyajikan atau mempresen-tasikan materi dalam rangka untuk menguasai konsep-konsep pada materi yang dipelajari.Kata Kunci: Kualitas hasil, Kualitas proses, Pembelajaran ARIAS
STRATEGI MENUMBUHKAN MOTIVASI PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS NILAI
BsY, Bistari
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 8, No 2 (2010): JCK September 2010
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (198.3 KB)
Motivasi merupakan suatu dorongan dalam diri seseorang yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Dorongan yang ada tersebut dapat muncul atau tidak, tergantung pada ada tidaknya tujuan yang ingin dicapai. Dalam pembelajaran matematika peranan belajar yang disertai dengan makna bernuansa kontekstual sangat diperlukan, agar peserta didik berhasrat dalam mencapai tujuan. Untuk memunculkan hasrat tersebut, maka motivasi perlu ditumbuhkembangkan pada diri peserta didik. Dalam pembelajaran matematika maupun pembelajaran lainnya, menumbuhkan motivasi dapat dengan berbagai cara. Dalam tulisan ini dipaparkan cara menumbuhkan motivasi peserta didik yang disertai dengan nilai.Kata Kunci: Motivasi, pembelajaran matematika, nilai.
ASSESSMENT, MENGUKUR KOMPETENSI MENULIS PADA LEVEL PEMULA
., Sofian
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 7, No 1 (2009): JCK Maret 2009
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1259.619 KB)
Assessement terhadap kemampuan menulis pada level pemula pembelajaran bahasa Inggris merupakan suatu keharusan. Tugas-tugas seperti menyalin, mendengarkan dan menuliskan kata-kata yang hilang, terka gambar (picture-cued), melengkapi format, menuliskan nomor dan menuliskan singkatan kata-kata digunakan untuk mengassess pada tahap menulis imitatif, kemudian pada tahapan intensif digunakan grammar transformation tasks, picure-cued tasks, ordering tasks, serta short-answer and sentence completetion tasks.Kata Kunci: Assessment, Kompetensi menulis, Level pemula.
Pentingnya Pendidikan Humanistik di Era Globalisasi
., Sulistyarini
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 8, No 2 (2010): JCK September 2010
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (180.521 KB)
Dalam kancah pergulatan global dewasa ini, kekhawatiran yang muncul adalah hancurnya rasa kemanusiaan dan terkikisnya semangat religius serta kaburnya nilai-nilai kemanusiaan ditambah lagi hilangnya jatidiri bangsa. Globalisasi menjadikan dunia tanpa batas, lebih transparan dan terbuka, dunia telah menjadi sebuah big village. Humanisasi adalah proses membangun karakter kemanusiaan dalam diri manusia, yang menghargai harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang paling sempurna, dengan berbagai anugerah kelebihan. Humanisasi pendidikan untuk mewujudkan pendidikan yang manusiawi merupakan suatu upaya menjadikan pendidikan sebagai suatu proses pembudayaan.Kata Kunci: Pendidikan Hunanistik, Globalisasi
FILSAFAT PENDIDIKAN PROGRESIVISME DAN PENDIDIKAN BAHASA
., Ikhsanudin
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 7, No 1 (2009): JCK Maret 2009
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (205.652 KB)
Pumpunan (fokus) penelitian ini adalah kandungan pemikiran filsafat progresivisme dalam pendidikan bahasa atau pengajaran bahasa pada abad dua puluh. Penelitian dimaksudkan untuk mengeksplorasi seberapa besar pengaruh pemikiran tersebut terhadap teori-teori dan praktik-praktik pendidikan bahasa pada abad dua puluh. Melalui penelitian historis, ditemukan bahwa pada abad dua puluh terdapat kecenderungan adanya kandungan pemikiran progresivisme terhadap teori-teori dan praktik-praktik pendidikan dan pengajaran bahasa yang semakin tinggi dari waktu ke waktu, dengan sedikit pengecualian. Kata Kunci: progresivisme, pengajaran bahasa, linguistik terapan
SEJARAH DAN PENDIDIKAN SEJARAH
Marli, Suhardi
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 9, No 2 (2011): JCK September 2011
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (162.354 KB)
Sejarah dan Pendidikan Sejarah adalah suatu disiplin ilmu yang setara dengan disiplin ilmu yang lain. Pelajaran ini berusaha untuk mencapai suatu tujuan yaitu tujuan pendidikan nasional yang di dalamnya terkandung aspek-aspek kognitif dan afektif yang mampu mengembangkan kecakapan, kreativitas, mandiri serta bertanggung jawab. Di dalam sejarah, manusia menjadi fokus sentral. karena manusia merupakan subjek sekaligus sebagai objek dari suatu kajian yang telah dilakukan (terjadi, peristiwa) yang dialami oleh manusia baik individu maupun kelompok masyarakat. Peristiwa yang terjadi yang dialami oleh manusia pada masa lampau dapat berupa jejak-jejak peninggalan bukti-bukti yang menyangkut kehidupan masyarakat manusia. Pendidikan sejarah di masa mendatang harus dapat mempersiapkan siswa untuk kehidupan yang dikuasai oleh arus informasi yang begitu beragam dalam tingkat accessibility yang luas dan kecepatan yang tinggi. Kata Kunci: Sejarah, pendidikan sejarah, sikap toleransi
SOSIOLINGUISTIK SEBAGAI ILMU ANTARDISIPLINER
Wartiningsih, Agus
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 9, No 1 (2011): JCK Maret 2011
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (180.458 KB)
Sebagai alat komunikasi dan alat interaksi yang hanya dimiliki oleh manusia, bahasa dapat dikaji secara internal maupun secara eksternal. Kajian secara internal yaitu kajian yang hanya dilakukan terhadap struktur internal bahasa itu saja, seperti struktur fonologisnya, struktur morfologisnya atau struktur sintaksisnya. Kajian secara eksternal artinya kajian itu di dilakukan terhadap faktor-faktor yang berada di luar bahasa, yang berkaitan dengan para penuturnya di dalam kelompok-kelompok sosial kemasyarakatan. Kajian bahasa secara eksternal ini melibatkan dua disiplin ilmu, sehingga wujudnya berupa ilmu antardisiplin yang namanya merupakan gabungan dari disiplin ilmu bergabung, yaitu antara linguistik dan sosiologi sehingga namanya menjadi sosiolinguistik.Kata Kunci: bahasa, sosiolinguistik, komunikasi, interaksi