cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Cakrawala Kependidikan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 71 Documents
ALIRAN NEW CRITICISM DALAM DUNIA SASTRA (SEBUAH KAJIAN) ., Martono
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 8, No 2 (2010): JCK September 2010
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.849 KB)

Abstract

Aliran ini sangat berpengaruh di Amerika Serikat. Aliran New Criticism berpengaruh dalam dunia sastra di Amerika serikat semenjak tahun dua puluhan sampai dengan tahun enam puluhan. Aliran ini menganggap bahwa satra harus didekati melalui struktur. Sebagai struktur yang otonom maka karya sastra harus dipahami secara intrinsik, lepas dari latar belakang sejarah, lepas dari diri dan niat penulis. New Criticsm memandang bahwa teks sastra sebagai suatu sistem, suatu struktur yang utuh. Prinsip struktur yakni : kesatuan, keseluruhan, kebulatan, dan keterjalinan (Wholeness, unity, complexity, coherence). Pengertian tersebut menunjukkan bahwa unsur-unsur dalam suatu struktur tersebut membentuk suatu totalitas dan bahwa antara unsur-unsur dalam suatu struktur tersebut terdapat saling jalin-menjalin makna. Kata kunci: aliran, karya sastra, new criticism, struktur
PENDIDIKAN KEAKSARAAN FUNGSIONAL: KONSEP DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PROGRAM Syukri, M.
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 6, No 2 (2008): JCK September 2008
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.663 KB)

Abstract

Pendidikan keaksaraan merupakan kebutuhan dasar yang memiliki daya ungkit bagi pembangunan masyarakat dan berkaitan dengan kemampuan dasar yang sangat bermanfaat untuk berbagai macam aktivitas kehidupan sehari-hari. Bahkan, ide mengenai keaksaraan fungsional pada awalnya bertujuan untuk menjadikan warga belajar buta aksara mampu berfungsi sesuai dengan budayanya sendiri, tetapi sejak konferensi UNESCO di Teheran-Iran tahun 1965, terjadi peralihan pemikiran dan keaksaraan fungsional menjadi lebih dikaitkan dengan ekonomi, yang berarti bahwa tujuan akhir dari keaksaraan adalah untuk membantu pihak penerima (sasaran didik) mampu berfungsi dalam kehidupan ekonomi. Kata Kunci: konsep, strategi, keaksaraan fungsional
Globalisasi Ditinjau Melalui Perspektif Pendidikan Nilai Jamiah, Yulis
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 8, No 2 (2010): JCK September 2010
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.798 KB)

Abstract

Globalisasi merupakan suatu proses penyebaran hasil karya dan pemikiran suatu budaya sehingga melembaga dalam kebudayaan di seluruh dunia. Era globalisasi membawa berbagai perubahan yang menyentuh sampai pada dasar kehidupan manusia. Perubahan tersebut disebabkan oleh peningkatan kualitas hidup, pelestarian lingkungan hidup serta perjuangan hak asasi manusia. Pendidikan nilai hendaknya membantu manusia untuk berkembang menjadi manusia yang berpribadi yang lebih manusiawi, berguna, berpengaruh di dalam masyarakat, yang bertanggungjawab dan bersifat produktif dan kooperatif.Globalisasi merupakan suatu proses penyebaran hasil karya dan pemikiran suatu budaya sehingga melembaga dalam kebudayaan di seluruh dunia. Era globalisasi membawa berbagai perubahan yang menyentuh sampai pada dasar kehidupan manusia. Perubahan tersebut disebabkan oleh peningkatan kualitas hidup, pelestarian lingkungan hidup serta perjuangan hak asasi manusia. Pendidikan nilai hendaknya membantu manusia untuk berkembang menjadi manusia yang berpribadi yang lebih manusiawi, berguna, berpengaruh di dalam masyarakat, yang bertanggungjawab dan bersifat produktif dan kooperatif.Kata Kunci: Globalisasi, Pendidikan Nilai.
PEMBELAJARAN MEMBACA PERMULAAN DENGAN STRATEGI KOPASUS PERMAINAN KUBUS DI KELAS I SEKOLAH DASAR Halidjah, Siti
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 7, No 1 (2009): JCK Maret 2009
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.213 KB)

Abstract

Keluhan tentang rendahnya kemampuan membaca permulaan di kelas I sekolah dasar bukan merupakan rahasia lagi. Banyak faktor yang menjadi belum maksimalnya kemampuan siswa. Namun, dalam hal ini yang menjadi faktor utama adalah kurangnya kreativitas dan kemauan dari guru untuk mencoba menggunakan strategi dan media pembelajaran yang bervariasi. Tujuan utama tulisan ini adalah menginformasikan, mengidentifikasikan, dan menguraikan teori yang berkaitan dengan pembelajaran membaca permulaan di kelas I sekolah dasar menggunakan strategi kopasus. Dengan bertambahnya wawasan mengenai teori dan implikasinya serta peningkatan kreativitas guru dalam menggunakan media yang lebih bervariasi, diharapkan kemampuan membaca siswa lebih meningkat.Kata kunci: pembelajaran, strategi kopasus, permainan, karakteristik siswa
AKSESIBILITAS DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN DASAR 9 TAHUN DI DAERAH PERBATASAN KABUPATEN SAMBAS DAN SANGGAU PROVINSI KALIMANTAN BARAT Bunau, Eusabinus; Sada, Clarry; Salem, Laurensius; Hanye, Paternus
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 9, No 2 (2011): JCK September 2011
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.701 KB)

Abstract

Data untuk penelitian ini diperoleh dari Kecamatan Paloh, Sajingan, Subah dan Teluk Keramat Kabupaten Sambas dan dari Kecamatan Entikong, Sekayam, Beduai dan Kembayan Kabupaten Sanggau. Teknik yang dipergunakan untuk pengambilan data adalah teknik survey. Alat pengumpul data terdiri atas format isian data untuk mengumpulkan data mengenai lulusan SD dan data mengenai lulusan SD yang melanjutkan ke SMP dan pedoman wawancara untuk menghimpun informasi yang bersifat kualitatif dari sumber data seperti Kepala Dinas dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan. Data diolah dengan menggunakan metode deskriptif. Masalah yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah gambaran aksesibilitas dan partisipasi masyarakat dalam Pendidikan Dasar 9 Tahun berdasarkan angka transisi dan faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaan Program Wajib Belajar 9 Tahun di daerah perbatasan di Kabupaten Sambas dan Sanggau. Temuan penelitian menunjukkan bahwa (1) sebanyak 456 atau 18,38 % dari 2479 orang lulusan Sekolah Dasar dan/atau sederajat di 4 kecamatan daerah perbatasan di kabupaten Sambas pada tahun 2008/2009 tidak melanjutkan sekolah ke tingkat Sekolah Menengah Pertama dan/atau sederajat; (2) sebanyak 305 atau 17,93 % dari 1701 orang lulusan Sekolah Dasar dan/atau sederajat di 4 kecamatan daerah perbatasan di kabupaten Sanggau pada tahun 2008/2009 tidak melanjutkan sekolah ke tingkat Sekolah Menengah Pertama dan/atau sederajat; (3) faktor-faktor penghambat meliputi: sosial-budaya, ekonomi, geografi dan demografi. Kata Kunci: Aksesibilitas dan Partisipasi Masyarakat, Pendidikan Dasar 9 Tahun, dan Daerah Perbatasan
PENDIDIKAN BERBASIS KARAKTER MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Syukri, M.
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 8, No 1 (2010): JCK Maret 2010
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.993 KB)

Abstract

Masyarakat atau orang tua berharap sekolah-sekolah tidak hanya dapat membuat anak-anak menjadi pintar tetapi juga untuk membuat mereka menjadi baik, yang kelak akan menjadikan mereka warganegara dan pemimpinnya yang baik.. Karakter yang baik terdiri dari mengetahui kebaikan (loving ordesiring the good), dan melakukan kebaikan (acting the good). kecerdasan otak plus karakter itulah tujuan hakiki dari pendidikan sebenarnya. Pendidikan karakter dapat memberikan harapan tersebut. Dalam pembelajaran anak akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan alamiah. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami' apa yang dipelajarinya, bukan mengetahuinya. Kata Kunci: pendidikan. karakter, pembelajaran kontekstual
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN AKTIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE STAD PADA KELAS XII-A SMTI PONTIANAK Wahyuni, Esti
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 7, No 2 (2009): JCK September 2009
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.817 KB)

Abstract

Siswa kelas XII-A SMTI Pontianak tingkat pemahaman pelajaran fisika masih rendah. Penyebabnya, pembelajaran fisika belum menerapkan konsep pembelajaran yang bersifat kontesktual. Agar pembelajaran fisika menjadi pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan, maka penerapan model pembelajaran kooperatif dengan tipe STAD. Pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah pembelajaran yang secara sadar dan sengaja mengembangkan interaksi yang saling asuh antarsiswa untuk menghindari ketersinggungan dan kesalahpahaman yang dapat menimbulkan permusuhan. Sedangkan tahapan pelaksanaan tipe STAD adalah: (1) penjelasan materi pembelajaran; (2) diskusi atau kerja kelompok belajar; (3) validasi oleh guru; (4) evaluasi ( tes); (5) menentukan nilai individu dan kelompok; (6) penghargaan individu atau kelompok. Kata Kunci: Kooperatif tipe STAD
MEMBELAJARKAN ANAK USIA DINI MELALUI BERMAIN ., Ngatiyo
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 6, No 2 (2008): JCK September 2008
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.819 KB)

Abstract

Bermain adalah dunia kerja anak usia prasekolah dan menjadi hak setiap anak, tanpa dibatasi usia. Melalui bermain, anak dapat memetik manfaat bagi perkembangan aspek fisik-motorik, kecerdasan dan sosial emosional. Ketiga aspek ini saling menunjang satu sama lain dan tidak dapat dipisahkan. Bila salah satu aspek tidak diberikan kesempatan untuk berkembang, akan terjadi ketimpangan. Pada usia inilah anak mampu menyerap informasi yang sangat tinggi sekaligus untuk pengembangan intelegensi permanen. Kata kunci: Anak Usia Dini, bermain
PEMBELAJARAN KONSTEKSTUAL BERBASIS MASALAH BERORIENTASI PADA SCL DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SEKOLAH DASAR ., Hairida; ., Rosnita
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 7, No 2 (2009): JCK September 2009
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.46 KB)

Abstract

Ada keprihatinan masyarakat tentang proses pembelajaran IPA di Kalimantan Barat. Pada umumnya, pengajaran lebih bersifat teacher centered daripada student centered. Akibatnya, kualitas hasil belajar siswa kurang memuaskan. Demikian juga kreativitas dan kemampuan berpikir kritis mereka kurang memadai. Penelitian tindakan kelas berorientasi pada SCL melalui pembelajaran kontekstual berbasis masalah yang dilaksanakan di SDN No. 10 Pal IX Kabupaten Pontianak dalam tahun ajaran 2008-2009 semester gazal diarahkan untuk menjawab keprihatinan itu. Sebanyak 35 orang siswa kelas V berpartisipasi dalam kedua siklus penelitian ini. Ditemukan bahwa para siswa ini lebih aktif dan kreatif, serta kemampuan menyelesaikan masalah mereka meningkat. Kata Kunci: Pembelajaran Kontekstual Berbasis Masalah, SCL
MISTERI RORO JONGRANG ., Martono
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 7, No 1 (2009): JCK Maret 2009
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.541 KB)

Abstract

Sebagai bagian dari kebudayaan, sastra lisan merupakan suatu bentuk pernyataan kehidupan masyarakat di masa lampau yang diwariskan secara turun-temurun kepada masyarakat pendukung secara lisan. Misteri Roro Jongrang merupakan sastra lisan. Ada kearifan lokal yang dapat diambil dalam cerita itu. Sangat banyak nilai moral dan nilai-nilai filsafatnya yang dapat digunakan untuk kehidupan sekarang. Ada sikap hidup Roro Jongrang yang sangat berhubungan dengan wanita sekarang, misalnya ia lebih memikirkan masa depan anak gadisnya daripada cintanya kepada Bandung Bondowoso. Ia rela memendam cintanya kepada Bandung Bondowoso asalkan anaknya bahagia. Kata kunci: Sastra lisan, fungsinya, kearifan lokal