cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Cakrawala Kependidikan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 71 Documents
PEMANFAATAN MEDIA INTERNET DALAM BELAJAR DAN IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN ., Zainuddin
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 9, No 1 (2011): JCK Maret 2011
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.064 KB)

Abstract

Internet sesungguhnya dapat bermanfaat bagi semua orang karena fungsinya sebagai informasi tanpa batas. Semua orang pada dasarnya membutuhkan informasi. Mereka yang mendapatkan informasi lebih dahulu bisa lebih unggul daripada yang lain. Dari sudut ilmu pengetahuan, internet merupakan sebuah perpustakaan yang luas dan tidak mengenal batas jarak dan waktu. Manfaat Internet, khususnya di bidang pendidikan, siswa dapat dengan mandiri memanfaatkan situs-situs pendidikan secara berulang-ulang tanpa terikat oleh jam pelajaran yang terbatas di kelas. Internet dapat dijadikan sebagai sumber belajar dan ajang uji kompetensi bagi siswa, baik di kelas dalam mengerjakan tugas-tugas dari guru, maupun di rumah, atau di mana saja yang dapat mengakses internet secara mandiri. Kata Kunci: media internet, belajar, implikasi pendidikan
COOPERATIVE LEARNING SEBAGAI SUMBER PEMEROLEHAN BAHASA KEDUA/ASING, KETRAMPILAN SOSIAL DAN KEBERHASILAN AKADEMIK Apriliaswati, Rahayu
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 7, No 2 (2009): JCK September 2009
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.074 KB)

Abstract

Tulisan ini membahas bagaimana Cooperative Learning (pembelajaran kooperatif) menjadi sumber pemerolehan bahasa Inggris sebagai kedua/asing, ketrampilan sosial dan keberhasilan akademik. Dari berbagai hasil penelitian telah dibuktikan bahwa Cooperative Learning merupakan salah satu alternatif pendekatan pembelajaran yang dapat mengembangkan tidak saja pada kemampuan akademik, dan psikomotor untuk mengembangkan ketrampilan berbahasa namun juga kemampuan affektif yang berhubungan dengan ketrampilan sosial dalam berinteraksi dengan teman sejawat. Selain itu secara ringkas dibahas bagaimana hubungan cooperative learning dengan teori-teori pemerolehan bahasa kedua/asing, bagaimana prinsip-prinsip cooperative learning dan beberapa teknik serta rencana pembelajaran bahasa Inggris berdasarkan cooperative learning. Kata kunci: Cooperative Learning, second language acquisition.
POTRET GURU TAMAN KANAK-KANAK PROFESIONAL Rasyid, Harun
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 6, No 2 (2008): JCK September 2008
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.033 KB)

Abstract

Kompetensi guru taman kanak-kanak pada dasarnya secara generik sama dengan kompetensi guru pada satuan pendidikan di atasnya. Namun, penjabaran kompetensi secara spesifik sangat berbeda dengan guru pada satuan pendidikan lainnya, karena terkait dengan masa-masa perkembanagn dan pertumbuhan anak yang dijuluki sebagai masa emas (the golden age). Kompetensi guru TK secara generik meliputi tujuh kompetensi. Ketujuh konsep tersebut merupakan penjabaran dari kompetensi paedagogik yang bersifat spesifik sebagai ciri khusus guru taman kanak-kanak. Hal ini perlu disadari bahwa di TK tidak ada tujuan untuk mencapai prestasi akademik, apalagi sampai pada penetapan peringkat kejuaraan skolastik. Pada siswa TK yang ada hanya tingkat perkembangan dan pertumbuhan kemampuan.Kata Kunci: Generic skills teaching, specific skills teaching
PROFIL PEMBELAJARAN APRESIASI PROSA FIKSI SEBAGAI KEGIATAN REKREATIF DAN PROKREATIF ., Kaswari
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 7, No 2 (2009): JCK September 2009
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.309 KB)

Abstract

Profil pembelajaran apresiasi prosa fiksi dapat dibedakan menjadi dua tingkatan, yakni rekreatif dan prokreatif. Tingkatan rekreatif ditekankan pada kenikmatan membaca karya fiksi yang dilandasi pemahaman. Prokreatif ditekankan pada bentuk-bentuk responsi dan memproduksi karya fiksi yang dilandasi oleh kepekaan emotif, berpikir kritis, dan imajinasi kreatif. Perencanaan pembelajaran apresiasinya bertolak dari profil apresiasi itu sendiri dikaitkan dengan landasan kurikuler sebagai kerangka acuan operasionalnya. Langkah-langkah yang ditempuh (a) pengidentifikasian isi program pengajaran, (b) pengiden-tifikasian butir-butir pembelajaran yang dapat dipadukan dan dipayungkan dengan unit tematis tertentu, (c) perumusan tujuan kelas, (d) perumusan tujuan khusus pembelajaran persemester, (e) pemilihan bahan pembelajaran, dan (f) penilaian respon pembelajaran. Kata kunci: Apresiasi, prosa, fiksi, rekreatif, prokreatif.
PEMANFAATAN PROGRAM M.Y.O.B DALAM PEMBELAJARAN AKUNTANSI ., Achmadi
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 7, No 1 (2009): JCK Maret 2009
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.296 KB)

Abstract

Program Minding Your Own Business (M.Y.O.B) Accounitng merupakan paket program komputer untuk bidang akuntansi yang dibuat secara terpadu (integrated software) untuk membuat laporan keuangan. Pemberian muatan penggunaan program dalam penyelesaian laporan keuangan kepada mahasiswa akan membantu mahasiswa untuk memahami bidang-bidang akuntansi secara komprehensif. Selain itu dengan keahlian yang dimiliki setelah mempelajari program M.Y.O.B Accounting, mahasiswa akan mampu bersaing di dunia kerja khususnya bidang keuangan.Kata kunci: M.Y.O.B Accounting, pemahaman komprehensif.
Pembelajaran Bahasa Berbasis Nilai-nilai Cinta (LOVE VALUES): Model Bahasa Guru (TEACHER TALK) yang Santun Sada, Clarry
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 8, No 2 (2010): JCK September 2010
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.675 KB)

Abstract

Bahasa sebagai medium komunikasi berperan penting dalam mengelola hubungan antarindividu atau kelompok. Komunikasi yang baik akan menghasilkan hubungan yang lebih erat dan bersahabat, sedangkan komunikasi yang kurang baik akan menghasilkan hubungan yang kurang baik pula. Dengan demikian, komunikasi harus ditata dengan indah agar komunikasi dapat berjalan dengan lancar. Mengajar adalah suatu proses berdialog antara dua individu atau lebih. Dialog adalah suatu proses menyampaikan ide atau menyampaikan pendapat kepada orang lain. Penyampaian pendapat atau ide tersebut sama saja dengan proses berkomunikasi. Oleh karenanya, mengajar sama saja dengan berkomunikasi.Kata kunci: love values, teacher talk
PERAN REPRESENTASI DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATERI PERSAMAAN GARIS Hudiono, Bambang
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 8, No 1 (2010): JCK Maret 2010
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.261 KB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengembangan kemampuan siswa dalam memahami konsep persamaan garis melalui berbagai representasi. Penelitian ini melibatkan dua kelompok eksperimen, dan satu kelompok kontrol dengan 216 siswa yang berpartisipasi ecara aktip. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa hasil belajar siswa yang terlibat pembelajaran dengan multi representasi dalam bentuk kelompok, lebih baik daripada yang klasikal, namun demikian keduanya lebih baik bila dibandingkan dengan siswa yang terlibat pembelajaran konvensional.Kata Kunci: Multi representasi, Persamaan garis
PEMAHAMAN KONSEPTUAL DAN PENGETAHUAN PROSEDURAL MATERI PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL SISWA KELAS VII SMP (STUDI KASUS DI MTs. USHULUDDIN SINGKAWANG Suratman, Dede
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 9, No 2 (2011): JCK September 2011
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.715 KB)

Abstract

Pemahaman konseptual terbagi pada lima indikator yaitu mengidentifikasi fakta-fakta yang berkaitan; mengenali contoh dan noncontoh; menafsirkan tanda-tanda, simbol dan istilah; memanipulasi ide-ide terkait; menyempurnakan hubungan konsep dan prinsip. Pemahaman konseptual siswa masih rendah, hal ini dapat dilihat dari pengetahuan prosedural mereka. Pengetahuan procedural siswa masih kurang, hal ini disebabkan kurang terbiasanya mengembangkan berbagai cara yang kemungkinan dalam memecahkan suatu permasalahan matematika. Mereka hanya meniru pola yang diajarkan guru tanpa memahami mengapa menggunakan langkah-langkah yang demikian.Kata kunci: pemahaman, pengetahuan, konseptual, prosedural, kemampuan
PENELUSURAN BUDAYA DAN TEKNOLOGI LOKAL DALAM RANGKA REKONSTRUKSI DAN PENGEMBANGAN SAINS DI SEKOLAH DASAR (Kajian Etnosains dan Etnoteknologi terhadap Masyarakat Tradisonal Lingkungan Pertanian Suku Melayu dan Dayak di Kabupaten Pontianak) ., Kartono; ., Hairida; Bujang, Gusti
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 9, No 1 (2011): JCK Maret 2011
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.74 KB)

Abstract

Pendidikan sains dapat dikembangkan dengan bertumpu pada keunikan dan keunggulan suatu daerah, termasuk budaya dan teknologi lokal (tradisional). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan budaya dan teknologi lokal masyarakat tradisional lingkungan pertanian suku Melayu dan Dayak di Kabupaten Pontianak. Budaya tersebut masih diyakini dan digunakan dalam mempertahankan hidup, serta mengintegrasikan budaya dan teknologi lokal tersebut dalam pengembangan silabus berbasis budaya lokal. Pendekatan kualitatif melalui studi etnografi (kajian etnosains dan etnoteknologi) dengan penekanan pada kajian-kajian kritis dan interpretasi, dilakukan dalam menelusuri budaya dan teknologi lokal masyarakat tradisional lingkungan pertanian suku Melayu dan Dayak dengan teknik observasi dan wawancara secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam budaya dan teknologi lokal masyarakat tradisional lingkungan pertanian suku Melayu dan Dayak teridentifikasi konsep sains sekolah dasar dengan draft pengembangan silabus berbasis budaya lokal yang sesuai dengan budaya setempat.Kata kunci: budaya, teknologi lokal, suku Melayu, suku Dayak, rekonstruksi
UPAYA PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR PADA KELOMPOK KKG GUGUS I PONTIANAK BARAT Machumi, Fauziah
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 6, No 2 (2008): JCK September 2008
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.857 KB)

Abstract

Kualitas pendidikan, khususnya pendidikan matematika di Sekolah Dasar, sangat penting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya siswa-siswa tidak senang dengan pembelajaran matematika, Hal ini juga disebabkan gaya pembelajaran dari guruguru mereka yang kaku sehingga mereka merasa tegang sewaktu proses pembelajaran matematika berlangsung. Pendekatan Berlajar Sambil Bermain diterapkan ini adalah pengembangan dari Problem posing (pengajuan soal) yaitu soal diolah menjadi suatu teka-teki yang mengandung operasi pecahan. Obyek atau sasaran penelitian pada siswa kelas dua dan kelas satu. Pembelajaran dimulai dengan sebuah teka teki atau suatu permainan menyembunyikan angka, digunakan pengantar sebagai soal cerita sehingga siswa-siswa telibat di dalamnya membuat mereka gembira sehingga mereka lebih aktif dan kreatif sehingga hasil yang diperoleh lebih baik dari yang pembelajaran biasa.Kata kunci : Belajar, Bermain (Study by Playing)