Jurnal Psikologi Islam
Jurnal Psikologi Islam Focus and Scope is integration of Psychology and Islamic values, such as Islamic psychology measuring instruments, Islamic psychology intervention, Study of classical and modern Islamic Psychology, Study of classical and modern Islamic Psychology figures, Muslim community, Islamic spirituality and religiosity, Study of developing Islamic psychology concept from Al-Quran and Hadith, Study of the concept of the moral in psychological development.
Articles
112 Documents
Analisis Dampak Ketidakberadaan Ayah Terhadap Perkembangan Agama dan Moral Anak Usia Dini
Salsabila, Desriani;
Nabila Mukti, Isnaini;
Hazizah Rahmah, Nur;
Fitriyan, Rieke
Jurnal Psikologi Islam Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47399/jpi.v11i1.291
Penelitian ini menunjukan bahwa anak-anak yang dibesarkan tanpa ayah lebih mungkin mengalami kesulitan menginternalisasi prinsip agama dan moral. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat dampak ketidakberadaan ayah terhadap perkembangan agama dan moral anak-anak usia dini serta cara terbaik untuk membantu anak-anak yang tumbuh tanpa figur ayah untuk memperoleh pendidikan agama dan moral yang kuat. Peneliti menggunakan metode studi kasus ketika hendak memahami fenomena secara mendalam, bahkan mengeksplorasi dan mengolaborasinya. Para ibu anak usia dini melaporkan pengalaman mereka dalam mengasuh anak dan menggantikan peran ayah dalam keluarganya. Ayah di sini tidak melakukan tugas dan tanggung jawabnya sebagai peran ayah. Tidak adanya sosok ayah dalam proses pengasuhan dan membesarkan anak usia dini memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan serta pembentukan nilai agama dan moral anak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak-anak yang dibesarkan tanpa figur ayah cenderung mengalami kekosongan dalam teladan keagamaan dan moral serta kesulitan dalam memahami nilai-nilai tersebut secara mendalam. Implikasi praktis dari temuan ini menegaskan bahwa sangat penting intervensi yang mendukung seorang ibu dalam menjalankan peran ganda serta perlunya membangun hubungan yang teratur antara ayah dan anak meskipun dalam kondisi perceraian.
Psikoterapi Islam dan Pengelolaan Adiksi: Studi Kasus Tunggal pada Klien dengan Adiksi Judi Online
Izwar, Dian L.
Jurnal Psikologi Islam Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47399/jpi.v11i1.322
Dewasa ini judi online makin marak di Indonesia. Adiksi judi online mempunyai pengaruh negatif pada individu dalam banyak aspek kehidupan. Psikoterapi Islam terbukti efektif meningkatkan kesehatan mental. Namun belum banyak studi yang melaporkan faktor apa yang berperan untuk meningkatkan kesehatan mental dalam proses psikoterapi Islam. Studi kasus tunggal ini menggambarkan proses yang terjadi dalam psikoterapi Islam melalui pendekatan teori 4 potensi dasar manusia: sensing, reasoning, empathy, dan conscience. Faktor yang berperan dalam meningkatkan kesehatan mental pada studi ini adalah penguatan conscience. Conscience yang jernih dan kuat akan mengarahkan empathy dan reasoning untuk memilih perilaku yang tepat. Intervensi praktik keagamaan (shalat, zikir, membaca Alquran dan sedekah) selama 6 pekan efektif menghentikan kebiasaan judi online pada klien dengan riwayat adiksi lebih dari 1 tahun. Intervensi ini dapat menjadi pilihan terapi bagi psikolog dan psikoterapis untuk membantu klien dengan kasus serupa.
Pengaruh Amanah dan Work Family Balance terhadap Kinerja Pegawai
Salsabila, Julia
Jurnal Psikologi Islam Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47399/jpi.v11i2.239
Perilaku amanah dan keseimbangan kerja-keluarga merupakan dua faktor krusial dalam meningkatkan kinerja karyawan. Perilaku amanah mengacu pada kemampuan individu untuk menjaga kepercayaan dan rasa aman dalam organisasi, sementara keseimbangan kerja-keluarga berkaitan dengan kapasitas individu untuk mengalokasikan waktu dan energi antara tanggung jawab pekerjaan dan kewajiban keluarga. Dalam konteks organisasi, perilaku amanah dan keseimbangan kerja-keluarga dapat berdampak signifikan terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan korelasional untuk mengkaji bagaimana kedua variabel ini memengaruhi kinerja karyawan di BPSDM Provinsi Kalimantan Selatan. Hasil penelitian menunjukkan nilai R Square sebesar 0,339, yang menunjukkan bahwa keseimbangan kerja-keluarga (X2) berkontribusi sebesar 33,9% terhadap varians kinerja karyawan (Y).
Pengaturan Posisi Tubuh dalam Menurunkan Agresivitas pada Anak Autis
Robbi Rodhiyah, Raychana;
Andayani, Tri Rejeki
Jurnal Psikologi Islam Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47399/jpi.v11i2.249
Perilaku agresi merupakan salah satu bentuk ekspresi emosi yang sering ditunjukkan oleh anak autis ketika marah atau tantrum. Berbeda dari anak dengan perkembangan normal, perilaku agresi pada anak autis cenderung bersifat persisten atau menetap. Hal tersebut dikarenakan anak autis memiliki hambatan dalam mengenali dan mengelola emosi. Oleh karena itu, perlu ada intervensi untuk membantu menurunkannya. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen yang bertujuan untuk menguji pengaruh pelukan disertai pengaturan posisi tubuh dalam menurunkan agresivitas pada anak autis. Penelitian ini melibatkan lima subjek anak autis di SLB Negeri Surakarta dengan rentang usia 7-13 tahun dan kriteria inklusi tanpa komorbid dan disfungsi sensorik. Analisis statistik dalam penelitian ini menggunakan uji non-parametrik Wilcoxon dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelukan disertai pengaturan posisi tubuh ke duduk berpengaruh positif dalam menurunkan agresi pada anak autis ketika marah.
Pengaruh Musik terhadap Kecerdasan Emosional di Kalangan Mahasiswa Muslim
Fadilla, Salma Nur;
Rahmawati, Wulandari Nur Aulia;
Abdillah, Hilman Taufiq
Jurnal Psikologi Islam Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47399/jpi.v11i2.265
Penelitian ini mengeksplorasi peran musik dalam memengaruhi kondisi emosional. Kehidupan saat perkuliahan tentunya mendorong mahasiswa untuk tetap menjaga kestabilan diri dengan kecerdasan emosional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana musik memiliki kontribusi dalam mempengaruhi kecerdasan emosional mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui kuesioner. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 90 responden yang merupakan mahasiswa muslim dan suka mendengarkan musik. Hasil penelitian menunjukan bahwa musik memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kecerdasan emosional mahasiswa baik dari aspek mengenali emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri sendiri, serta mengenali emosi orang lain dan membina.
Peran Tawakal dan Dukungan Keluarga pada Mahasiswa Rantau dalam Menghadapi Tekanan Akademik
Ana, Silviana
Jurnal Psikologi Islam Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47399/jpi.v11i2.296
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana mahasiswa rantau semester enam menyikapi stres akademik melalui sikap tawakal dan dukunga keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan melibatkan tiga mahasiswa rantau UIN Antasari Banjarmasin sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres akademik pada mahasiswa rantau semester enam dipicu oleh tugas akhir, magang, seminar proposal, dan tekanan menyelesaikan studi. Dua subjek merasa jauh dari keluarga bukan menjadi sumber stres utama karena telah terbiasa hidup mandiri, sementara satu subjek mengaku cukup stres karena keterpisahan dengan keluarga. Kendati demikian, ketiganya menunjukkan bahwa dukungan emosional dari keluarga dan praktik tawakal kepada Allah menjadi faktor utama dalam membentuk resiliensi mahasiswa. Tawakal membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan fokus terhadap usaha maksimal tanpa terlalu terbebani oleh hasil. Kesimpulannya, tawakal dan dukungan keluarga berperan penting dalam memperkuat ketahanan mahasiswa rantau dalam menghadapi tekanan akademik.
Pengaruh Interpersonal Skill terhadap Sikap Husnuzan Mahasiswa
Yulizar, Muhammad Rafa
Jurnal Psikologi Islam Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47399/jpi.v11i2.297
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interpersonal skill terhadap sikap husnuzan mahasiswa Gen Z di Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin. Husnuzan sebagai sikap berpikir positif dalam Islam mencakup dimensi spiritual dan sosial yang relevan dalam konteks pendidikan tinggi berbasis nilai agama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis melalui uji regresi linear sederhana dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 23. Sampel penelitian terdiri dari 33 mahasiswa Gen Z yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan karakteristik yang sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa interpersonal skill memiliki pengaruh signifikan terhadap sikap husnuzan, dengan nilai signifikansi 0,009 dan nilai R Square sebesar 0,199. Ini menunjukkan bahwa interpersonal skill memberikan kontribusi sebesar 19,9% terhadap pembentukan sikap husnuzan mahasiswa. Temuan ini menegaskan bahwa mahasiswa dengan kemampuan interpersonal yang tinggi cenderung lebih mudah menumbuhkan sikap husnuzan, baik kepada sesama maupun kepada Tuhan. Dengan demikian, penguatan interpersonal skill di lingkungan kampus Islami menjadi strategi penting dalam membentuk mahasiswa yang tangguh secara psikologis, mampu menjaga hubungan sosial yang harmonis, serta menginternalisasi nilai-nilai spiritual dalam kehidupan akademik dan keseharian mereka.
Makna Tawakal pada Pasien Rawat Jalan Penyakit Dalam
Alvina, Alvina
Jurnal Psikologi Islam Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47399/jpi.v12i1.299
Pasien rawat jalan adalah mereka yang mendapatkan perawatan kesehatan tanpa harus dirawat inap di rumah sakit. Penyakit dalam merupakan salah satu yang penyakit yang sering menjalani rawat jalan di rumah sakit. Dalam Islam, konsep tawakal sangat penting dalam mengajarkan kita untuk tetap percaya dan berserah diri sepenuhnya kepada Allah SWT sambil tetap berusaha (berikhtiar) dan berdoa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna tawakal pada pasien rawat jalan penyakit dalam di RSUD Ulin Banjarmasin. metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan fenomenologi kepada tiga narasumber yang sedang melakukan perawatan. Adapun hasil penelitian ini menunjukan bahwa ketiga subjek dengan penyakit dalam yang berbeda-beda awalnya mengalami reaksi kaget dan sedih ketika pertama kali mengetahui hal ini, namun seiring berjalannya waktu para subjek belajar menerima kondisi dengan sikap sabar dan tawakal. Tawakal memberikan makna ketenangan batin, mengurangi tekanan, dan memotivasi mereka untuk berjuang sembuh. Makna tawakal yang yakini oleh ketiga subjek berbeda-beda, intinya yaitu penyakit dapat menjadi penghapus dosa, mengandung hikmah kebaikandan segala sesuatu terjadi atas izin Allah.
Shalat sebagai Mekanisme Coping: Studi Fenomenologis pada Mahasiswa Rantau Muslim
Nur Rahmah, Hanifa;
Yanto, M. Aldi;
Dahlia, Dahlia;
Hariry, Sheila
Jurnal Psikologi Islam Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47399/jpi.v12i1.320
Mahasiswa rantau Muslim kerap menghadapi berbagai tekanan psikososial selama proses adaptasi di lingkungan baru, mulai dari stres akademik hingga rasa kesepian. Shalat menjadi salah satu mekanisme koping religius yang berperan penting dalam membantu mereka mengelola tekanan tersebut secara spiritual, emosional, dan sosial. Penelitian ini bertujuan menggali secara mendalam pengalaman subjektif mahasiswa rantau Muslim dalam menjadikan shalat sebagai strategi koping utama selama perkuliahan. Pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis digunakan dalam studi ini, dengan partisipan berjumlah 15 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, catatan reflektif harian, dan observasi terbatas, lalu dianalisis menggunakan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa shalat memiliki fungsi multidimensi: sebagai sumber ketenangan emosional, penguat makna hidup dan spiritualitas, jembatan dukungan sosial, pengelola stres akademik dan homesickness, serta sarana penguatan resiliensi. Temuan ini menegaskan bahwa shalat bukan sekadar ibadah ritual, melainkan mekanisme koping yang efektif dan holistik. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan layanan kesehatan mental berbasis spiritual di lingkungan pendidikan tinggi.
Pengaruh Pemaafan dan Religiusitas terhadap Kualitas Hidup Narapidana di Lapas Kelas IIA
Khasanah, Zulvia
Jurnal Psikologi Islam Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47399/jpi.v12i1.324
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemaafan dan religiusitas terhadap kualitas hidup narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang. Narapidana kerap mengalami tekanan psikologis, rasa bersalah, dan keterbatasan dalam kehidupan sehari-hari yang berdampak pada kualitas hidup mereka. Pemaafan dan religiusitas dianggap sebagai dua faktor psikologis yang mampu meningkatkan kualitas hidup individu, termasuk narapidana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik regresi linear berganda. Sampel berjumlah 191 narapidana yang diambil dengan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan berupa skala pemaafan, skala religiusitas, dan skala kualitas hidup yang disusun berdasarkan teori dan aspek masing-masing variabel. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemaafan dan religiusitas secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 91,1% terhadap kualitas hidup narapidana. Peningkatan sikap pemaafan dan religiusitas dapat menjadi strategi efektif dalam pembinaan narapidana untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.