cover
Contact Name
Bahril Hidayat
Contact Email
jurnaljpiapi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaljpiapi@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Psychology and Socio-cultural Sciences. (Dr. Soekiman Wirjosandjojo Building) Universitas Islam Indonesia. Jln. Kaliurang KM 14.5 Sleman, Yogyakarta. Indonesia.
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Psikologi Islam
ISSN : 18581161     EISSN : 25499297     DOI : https://doi.org/10.47399/jpi
Jurnal Psikologi Islam Focus and Scope is integration of Psychology and Islamic values, such as Islamic psychology measuring instruments, Islamic psychology intervention, Study of classical and modern Islamic Psychology, Study of classical and modern Islamic Psychology figures, Muslim community, Islamic spirituality and religiosity, Study of developing Islamic psychology concept from Al-Quran and Hadith, Study of the concept of the moral in psychological development.
Articles 112 Documents
Religiusitas Sebagai Moderator Fear of Missing Out dan Pembelian Impulsif Salsabila Alifianissa Az-zahra
Jurnal Psikologi Islam Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47399/jpi.v10i1.251

Abstract

Perkembangan era digital memengaruhi belanja online sekaligus memunculkan tantangan seperti Fear of Missing Out (FoMO) yang mendorong pembelian impulsif. Religiusitas diperkirakan dapat membantu mengendalikan perilaku ini. Penelitian kuantitatif ini melibatkan 184 responden pengguna e-commerce, menggunakan Skala The Factorial structure of the four basic dimensions of religiousness (4-BDRS), Online Fear of Missing Out (ON-FOMO), dan Impulsive Buying Tendency Scale. Hasil menunjukkan hubungan positif signifikan antara FoMO dan pembelian impulsif (estimasi 0,5313, p < 0,001). Namun, religiusitas tidak memoderasi hubungan tersebut secara signifikan (koefisien 0,1075, p = 0,135). Oleh karena itu, individu yang mengalami FOMO perlu mempertimbangkan faktor lain, seperti pengelolaan diri atau kesadaran diri, dalam mengatasi dorongan untuk melakukan pembelian impulsif yang tidak terencana.
The Role of Religiosity in Shaping Self-Concept among University Students with Divorced Parents Khansa, Shofia; Hanan Zahara, Fidia; Endi, Endi
Jurnal Psikologi Islam Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47399/jpi.v10i1.253

Abstract

The phenomenon of divorce inWest Java, the highest in Indonesia, serves as the backdrop for this study, which examines its impact on children, particularly in their adulthood. This research aims to analyze the effect of religiosity on self-concept among college students aged 18-25 years from divorced families in West Java. Data were collected from 245 students through an online survey using a validated and reliable questionnaire. The normality test confirmed that the data were normally distributed (Asymp. Sig. = 0.136, p > 0.05) and linearuty test indicated a linear relatonship between religiosity and self-concept (p > 0.05). Additionally, the heteroscedasticity test showed no symptoms of heteroscedasticity (p > 0.05). A simple linear regression analysis was conducted to test the research hypothesis. The result show that religiosity has a statistically significant effect on self-concept, with a coefficient of determination (R²) of 2.7%. indicating that religiosity contributes minimally to self-concept. The regression model yielded an F-value of 6.838 (p < 0.05), confirming the significance of the relationship. However, 97.3% of the variation in self-concept is influenced by other factors. These findings highlight the limited but notable role of religiosity in shaping self-concept among students with divorced parents.
Resiliensi Mahasiswa Penghafal Al-Qur'an di Era Digital : Studi Fenomenologis Akhfadatul Ulya, Assyifa
Jurnal Psikologi Islam Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47399/jpi.v10i2.285

Abstract

Perkembangan era digital menghadirkan tantangan tersendiri bagi mahasiswa penghafal Al-Qur’an yang merupakan bagian dari generasi digital native. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi strategi dan dinamika resiliensi psikologis mereka dalam konteks kehidupan digital. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, lima informan dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis dengan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil menunjukkan bahwa strategi resiliensi dibangun melalui koneksi spiritual yang kuat, dukungan komunitas dan keluarga, serta strategi pengaturan diri yang mengintegrasikan praktik spiritual dan manajemen teknologi. Para penghafal Al-Qur’an juga menetapkan batasan digital sebagai bentuk komitmen spiritual, serta memiliki motivasi jangka panjang untuk hidup bersama Al-Qur’an, bukan sekadar menyelesaikan hafalan. Meskipun teknologi menjadi tantangan, mereka mampu memanfaatkannya secara strategis dalam mendukung proses hafalan.
Hubungan antara Religious Coping dengan Caregiver Burden pada Pengasuh Utama Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Habibi, Muhammad Alif; Amna, Zaujatul
Jurnal Psikologi Islam Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47399/jpi.v10i2.304

Abstract

Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) sering kali tidak mampu untuk melaksanakan peran sesuai dengan harapan keluarga dan lingkungan sekitar, sehingga membutuhkan perhatian, pengasuhan serta dukungan dari pihak keluarga. Kehadiran keluarga sangat dibutuhkan oleh penderita gangguan jiwa untuk memantau proses pengobatan serta memberikan dukungan emosional. Namun, apabila pengasuh tidak mampu memberikan penanganan yang tepat dapat meningkatkan keparahan penyakit yang dirasakan dan menimbulkan beban pengasuhan (caregiver burden) bagi pengasuh. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan koping religius (religious coping), upaya tersebut dilakukan seseorang ketika menghadapi suatu tantangan atau permasalah dengan cara berdoa, berzikir, serta menyerahkan segalanya kepada Tuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religious coping dengan caregiver burden pada pengasuh utama Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasional dan cluster random sampling sebagai teknik pengambilan data. Sebanyak 252 pengasuh utama Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berpartisipasi dalam pengisian alat ukur The Zarit Burden Interview (ZBI): New Short Version dan Iranian Religious Coping Scale (IRCOPE). Hasil analisis data menunjukkan nilai p=0,030 dengan nilai r=0,137 yang artinya terdapat hubungan antara religious coping dengan caregiver burden pada pengasuh utama Orang Dengan Gangguan Jiwa.
Qur’anic Basic Cognitive Therapy sebagai Praktik Agama yang Adaptif Budaya : Telaah Reflektif pada Masyarakat Jawa Nabilah, Igriya fauzi; Putri Nirmala, Amelia; Dita Kusuma Putri, Vania
Jurnal Psikologi Islam Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47399/jpi.v10i2.315

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengevaluasi Qur’anic-Based Cognitive Therapy (QCT) sebagai pendekatan konseling Islami kontemporer yang mengintegrasikan nilai-nilai wahyu ke dalam teknik restrukturisasi kognitif. Berbeda dari pendekatan kuantitatif sebelumnya, artikel ini menggunakan metode literature review reflektif-kritis dengan fokus pada relevansi kultural QCT dalam konteks masyarakat Jawa modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun QCT memiliki kekuatan teoretis dan spiritual yang berbasis ayat Al-Qur’an, penerapannya masih minim mempertimbangkan sistem makna lokal. Budaya Jawa yang menjunjung nilai-nilai seperti nrimo, eling, dan harmoni batin memerlukan pendekatan terapi yang tidak hanya Islami dalam kontennya, tetapi juga kontekstual dalam penyampaiannya. Artikel ini merekomendasikan pengembangan model QCT yang adaptif budaya dan menyatukan aspek spiritual, kognitif, dan simbolik masyarakat lokal, serta menyerukan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam pengembangan konseling Islami berbasis budaya.
Peran Identitas Sosial dan Determinasi Diri terhadap Sikap Berhenti Merokok pada Perokok Muslim Hamzah, Imam Faisal; Mustikawati, Irma Finurina; Satata, Dian Bagus Mitreka
Jurnal Psikologi Islam Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47399/jpi.v10i2.336

Abstract

Majelis Ulama Indonesia (MUI) memfatwakan merokok itu haram dan makruh, sementara Muhammadiyah memfatwakan haram. Hal tersebut menimbulkan sikap beragam pada muslim yang merokok itu sendiri, khususnya yang terafiliasi dengan Muhammadiyah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran identitas sosial dan determinasi diri terhadap sikap berhenti merokok pada perokok Muslim. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan analisis regresi. Partisipan penelitian berjumlah 38 orang. Penelitian ini menggunakan skala identitas sosial, determinasi diri, dan sikap berhenti merokok. Hasil menunjukan bahwa identitas sosial dan determinasi diri tidak signifikan dalam memengaruhi sikap berhenti merokok. Sehingga dapat dikatakan bahwa seorang berhenti merokok bukan karena afiliasi terhadap organisasi atau agama tertentu, tetapi juga bukan kehendak dirinya. Penelitian ini berimplikasi perlunya upaya aktif untuk menghentikan perilaku merokok pada kelompok Muslim.
Student Engagement pada Siswa MTsN yang Tinggal di Pondok Pesantren: Kontribusi Self Efficacy dan Iklim Sekolah Fitriyah, Ayik Lailatul; Khotimah, Siti Khorriyatul
Jurnal Psikologi Islam Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47399/jpi.v10i2.337

Abstract

Student engagement  dibutuhkan siswa untuk meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran  di dalam kelas maupun diluar kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi antara self efficacy dan iklim sekolah dalam meningkatkan student engagement pada siswa MTsN 4 Jombang yang tinggal dipondok pesantren. Subjek dalam penelitian ini merupakan siswa kelas VII MTsN 4 Jombang yang tinggal dipondok pesantren sejumlah 143 siswa dari jumlah populasi sebanyak 300 siswa melalui teknik pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Dengan penelitian kuantitatif korelasional, teknik analisis data yang digunakan adalah product moment dan multiple correlation. Tiga instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Student Engagement Scale (SES), Skala Self Efficacy (SSE) dan California School Climate Inventory (CSCI). Dari hasil dari penelitian diketahui kontribusi varibale bebas terhadap varibael terikat bahwa secara parsial self efficacy dan iklim sekolah berhubungan positif dengan student engagement.  Hasil penelitian juga menunjukkan hubungan self efficacy dan iklim sekolah dengan student engagement secara bersama-sama.
Perbandingan Sosial dan Kebersyukuran Terhadap Citra Tubuh Wanita Dewasa Awal Himah, Nida Paiqotul
Jurnal Psikologi Islam Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47399/jpi.v11i1.236

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi secara mendalam pengaruh perbandingan sosial dan kebersyukuran terhadap citra tubuh pada wanita dewasa awal. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena meningkatnya perhatian terhadap penampilan fisik pada masa dewasa awal, yang sering kali dipengaruhi oleh interaksi sosial serta tingkat penerimaan diri. Penelitian menggunakan rancangan korelasional dengan tujuan menganalisis hubungan kausalitas antarvariabel. Subjek penelitian berjumlah 100 wanita dewasa awal yang rutin mengikuti kegiatan senam di Desa Pageraji, Desa Paniis, dan Desa Candrajaya. Data dianalisis dengan teknik regresi berganda untuk menguji kontribusi simultan maupun parsial dari kedua variabel bebas. Hasil analisis menunjukkan bahwa perbandingan sosial dan kebersyukuran secara bersama-sama memberikan pengaruh signifikan terhadap citra tubuh dengan kontribusi sebesar 84%. Namun, hasil uji parsial memperlihatkan bahwa perbandingan sosial memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan kebersyukuran dalam membentuk citra tubuh subjek. Temuan ini menegaskan bahwa meskipun kebersyukuran berperan dalam meningkatkan penerimaan diri, kecenderungan individu untuk membandingkan dirinya dengan orang lain lebih dominan dalam memengaruhi persepsi tubuh. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan program intervensi psikologis yang menekankan keseimbangan antara syukur dan pengelolaan perbandingan sosial.
Pengaruh Religiusitas terhadap Prasangka Muslim kepada Non-Muslim Salsabila, Bunga Anggriani
Jurnal Psikologi Islam Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47399/jpi.v11i1.252

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan instrumen penelitian berupa skala religiositas dan skala prasangka. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah incidental sampling. Uji statistik dilakukan melalui analisis korelasi Pearson, korelasi, dan regresi dengan bantuan program SPSS 26.0 for Windows. Dari hasil penelitian terhadap 231 responden berusia 17–40 tahun yang beragama Islam, diketahui bahwa nilai signifikansi sebesar 0,035 < 0,05 dengan nilai korelasi Pearson sebesar -0,139. Hasil ini menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan namun tergolong lemah. Pada uji korelasi ganda, hanya dua dimensi yang memiliki hubungan signifikan dengan variabel prasangka, yaitu dimensi believing (0,000 < 0,05) dengan nilai korelasi Pearson -0,281 dan dimensi behaving (0,003 < 0,05) dengan nilai korelasi Pearson -0,193. Sementara itu, hasil analisis regresi ganda menunjukkan bahwa hanya dimensi belief yang berpengaruh terhadap variabel prasangka (0,000 < 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat religiositas, maka semakin rendah tingkat prasangka. Keempat dimensi religiositas secara simultan memengaruhi variabel prasangka sebesar 10,6%, sedangkan sisanya sebesar 89,4% dipengaruhi oleh variabel lain.
Pengaruh Frekuensi Berdzikir terhadap Tingkat Kecemasan Praktikum pada Mahasiswa Psikologi Nurhalimah, Dede; Rohman, Ujang; Ismail, Shalahudin
Jurnal Psikologi Islam Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47399/jpi.v11i1.263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah frekuensi berdzikir berpengaruh terhadap tingkat kecemasan yang muncul pada mahasiswa Psikologi dalam mengikuti praktikum participation chart di Bandung. Kecemasan akademik sering kali menjadi hambatan bagi mahasiswa ketika harus menghadapi situasi evaluatif, sehingga perlu dikaji faktor-faktor yang berpotensi memengaruhinya, termasuk aktivitas spiritual seperti berdzikir. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan regresi linear sederhana. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan jumlah partisipan sebanyak 33 mahasiswa. Uji regresi menunjukkan hasil P-value = 0,360 yang lebih besar dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa frekuensi berdzikir tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat kecemasan mahasiswa dalam konteks praktikum tersebut. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun berdzikir dapat memberikan ketenangan secara subjektif bagi sebagian individu, secara statistik tidak terbukti memengaruhi tingkat kecemasan praktikum participation chart. Temuan ini memberikan implikasi bahwa faktor kecemasan mahasiswa mungkin lebih dipengaruhi oleh variabel lain, seperti strategi coping, dukungan sosial, atau kepercayaan diri. Penelitian lanjutan dengan jumlah sampel lebih besar dan melibatkan variabel moderator maupun mediator disarankan agar diperoleh gambaran lebih komprehensif mengenai hubungan antara aktivitas spiritual dan kecemasan akademik.

Page 10 of 12 | Total Record : 112