cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
contact@unismuhpalu.ac.id
Editorial Address
Jalan Jabal Nur No.1, Talise, Mantikulore, Talise, Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94118
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Kolaboratif Sains
ISSN : -     EISSN : 26232022     DOI : https://doi.org/10.31934/jom
Jurnal Kolaboratif Sains merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Palu. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dalam bentuk Hasil Penelitian, Laporan Penelitian, Literatur Review. Semua manuskrip yang dikirimkan adalah peer review oleh para ahli di bidang yang relevan. Tujuan dan Lingkup Jurnal Kolaboratif Sains untuk mendukung para akademisi/peneliti pada penelitian multidisiplin untuk mempublikasikan karya ilmiahnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,264 Documents
The Effect of Soaking in Various Concentration of PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) on The Growth of Mung Bean Seed Sprouts (Vigna radiata L.) : Pengaruh Perendaman dalam Berbagai Konsentrasi PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) terhadap Pertumbuhan Kecambah Biji Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Muhammad Zaki; Fakhrurrozi; Laksmi Nur Fajriani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 7: Juli 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11782

Abstract

Mung bean (Vigna radiata L.) is one of the important legume plants in Indonesia that has high nutritional value, but its productivity is still relatively low. One effort to increase plant growth is through the application of Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR). This study aims to determine the effect of PGPR administration on the growth of mung bean plants. The study used a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments, namely control (0 mL/L), 5 mL/L, 10 mL/L, and 15 mL/L PGPR, each with three replications. The parameters observed included plant height, number of leaves, leaf length, leaf width, and root length for 1–8 days after planting (DAP). The results showed that PGPR administration affected plant height, leaf length, leaf width, and root length, but did not affect the number of leaves. The best treatment for plant height, leaf length, and leaf width was obtained at a concentration of 10 mL/L, while the highest root length was obtained at a concentration of 15 mL/L. Thus, PGPR has been shown to enhance early vegetative growth of mung bean plants. Further research is recommended using longer observation periods and more comprehensive growth and production parameters. Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan salah satu tanaman legum penting di Indonesia yang memiliki nilai gizi tinggi, namun produktivitasnya masih relatif rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman adalah melalui aplikasi Bakteri Peningkat Pertumbuhan Tanaman (PGPR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian PGPR terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (CRD) dengan empat perlakuan, yaitu kontrol (0 mL/L), 5 mL/L, 10 mL/L, dan 15 mL/L PGPR, masing-masing dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, dan panjang akar pada 1–8 hari setelah tanam (DAP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian PGPR berpengaruh terhadap tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, dan panjang akar, namun tidak berpengaruh terhadap jumlah daun. Perlakuan terbaik untuk tinggi tanaman, panjang daun, dan lebar daun diperoleh pada konsentrasi 10 mL/L, sedangkan panjang akar tertinggi diperoleh pada konsentrasi 15 mL/L. Dengan demikian, PGPR telah terbukti meningkatkan pertumbuhan vegetatif awal tanaman kacang hijau. Penelitian lebih lanjut disarankan dengan menggunakan periode pengamatan yang lebih lama dan parameter pertumbuhan dan produksi yang lebih komprehensif.
Pengaruh Pemberian Madu terhadap Proses Penyembuhan Luka Gangren pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II di RSUD Ogan Ilir Tahun 2025: The Effect of Honey Administration on the Healing Process of Gangrene Wounds in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus at Ogan Ilir Regional General Hospital in 2025 Septerina; Yofa Anggriani Utama; Sustrisari Sabrina Nainggolan; Mujahidin
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i8.11783

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) dengan gangren adalah kondisi kronis pada kelompok penyakit metabolik yang ditandai oleh meningkatnya kadar glukosa darah (hiperglikemia) akibat gangguan produksi insulin atau resistensi insulin, dan disertai munculnya komplikasi gangren berupa kerusakan jaringan yang parah. Pada penelitian ini, pendekatan one-group pretest–posttest digunakan untuk mengukur pengaruh pemberian madu terhadap proses penyembuhan luka gangren pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Ogan Ilir. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien DM Tipe II yang datang ke RSUD Ogan Ilir dengan komplikasi gangren sebanyak 425 pada tahun 2025. Sampel pada penelitian ini sebanyak 38 responden. Berdasarkan hasil penelitian, uji Wilcoxon menunjukkan nilai ? value < 0,001. Karena nilai ? value lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian madu terhadap proses penyembuhan luka gangren pada pasien Diabetes Mellitus Tipe II di RSUD Ogan Ilir Tahun 2025. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian madu efektif dalam membantu mempercepat proses penyembuhan luka, yang ditandai dengan adanya perubahan derajat luka sebelum dan sesudah intervensi. Saran penelitian ini adalah tenaga kesehatan diharapkan dapat mempertimbangkan penggunaan madu sebagai terapi pendamping dalam perawatan luka gangren sesuai dengan standar prosedur dan kondisi pasien. ABSTRACT Type 2 diabetes mellitus (T2DM) with gangrene is a chronic condition in the group of metabolic diseases characterized by elevated blood glucose levels (hyperglycemia) due to impaired insulin production or insulin resistance, and accompanied by the complication of gangrene in the form of severe tissue damage. In this study, a one-group pretest–posttest approach was used to measure the effect of honey administration on the healing process of gangrenous wounds in Type 2 Diabetes Mellitus patients at Ogan Ilir Regional Hospital. The population of this study was all 425 Type II Diabetes Mellitus patients who presented to Ogan Ilir Regional Hospital with gangrene complications in 2025. The sample size was 38 respondents. Based on the study results, the Wilcoxon test showed a ? value < 0.001. Since the ? value was less than 0.05, it can be concluded that honey administration had an effect on the wound healing process of gangrenous wounds in Type II Diabetes Mellitus patients at Ogan Ilir Regional Hospital in 2025. This indicates that honey administration was effective in helping accelerate the wound healing process, as indicated by changes in wound severity before and after the intervention. Therefore, healthcare professionals are encouraged to consider the use of honey as an adjunctive therapy in gangrenous wound management, while adhering to established clinical guidelines and taking each patient's condition into account.
Pengaruh Konseling Keluarga Berencana terhadap Kepatuhan Penggunaan Metode Kontrasepsi pada Usia Subur di UPT Puskesmas Kedabu Rapat: The Influence of Family Planning Counseling on Compliance with Contraceptive Method Use among Reproductive-Age Individuals at the Kedabu Rapat Technical Operational Unit Health Center Isnani
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i8.11786

Abstract

Kepatuhan penggunaan kontrasepsi pada Pasangan Usia Subur (PUS) sangat krusial bagi keberhasilan program Keluarga Berencana (KB). Rendahnya kepatuhan sering kali dipicu oleh kurangnya pengetahuan dan kualitas konseling yang diterima. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konseling KB terhadap kepatuhan penggunaan metode kontrasepsi di UPT Puskesmas Kedabu Rapat tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen melalui rancangan one group pretest-posttest. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, mayoritas responden (87,0%) tidak patuh dalam penggunaan KB. Setelah diberikan konseling, tingkat kepatuhan meningkat signifikan menjadi 95,7%. Analisis statistik menghasilkan nilai p-value 0,000 (< 0,05), yang membuktikan adanya pengaruh signifikan konseling KB terhadap kepatuhan responden. Kesimpulannya, konseling KB efektif meningkatkan kepatuhan PUS dalam menggunakan kontrasepsi. Tenaga kesehatan disarankan untuk meningkatkan kualitas dan intensitas konseling secara berkelanjutan. ABSTRACT Compliance with contraceptive use among couples of reproductive age (PUS) is a crucial factor in the success of family planning (KB) programs. Low compliance remains a challenge influenced by limited knowledge, understanding, and the quality of family planning counseling received. This study aims to determine the effect of family planning counseling on compliance with contraceptive methods among couples of reproductive age at the UPT Puskesmas Kedabu Rapat in 2025. This is a quantitative study with a quasi-experimental design using a one-group pretest–posttest approach. The sample was selected through total sampling. Data were collected using questionnaires before and after the counseling intervention. The results showed that before the intervention, the majority of respondents (87.0%) were non-compliant, and after counseling, compliance increased significantly to 95.7%. Statistical analysis indicated a p-value of 0.000 (< 0.05), demonstrating a significant effect of family planning counseling on contraceptive compliance. In conclusion, family planning counseling significantly affects compliance with contraceptive use among couples of reproductive age. It is recommended that health workers enhance the quality and intensity of family planning counseling to improve the effectiveness of KB programs.
Efektivitas Pemberian Aromaterapi Lavender untuk Mengurangi Emesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester 1 di Desa Tenggayun Raya Rangsang Pesisir: The Effectiveness of Lavender Aromatherapy Administration in Reducing Emesis Gravidarum among First-Trimester Pregnant Women in Tenggayun Raya Village, Rangsang Pesisir Putri Muharromah
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i8.11787

Abstract

Emesis Gravidarum merupakan keluhan mual dan muntah yang sering dialami ibu hamil trimester I akibat perubahan hormonal, yang dapat mengganggu aktivitas dan kualitas hidup ibu. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengatasi Emesis Gravidarum adalah aromaterapi lavender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian aromaterapi lavender terhadap ibu hamil trimester I yang mengalami Emesis Gravidarum. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 11 ibu hamil trimester I yang mengalami Emesis Gravidarum, diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan dengan mengukur tingkat Emesis Gravidarum sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi lavender, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata tingkat Emesis Gravidarum sebelum pemberian aromaterapi lavender sebesar 11,36 dan menurun menjadi 5,27 setelah pemberian. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi 0,003 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara tingkat Emesis Gravidarum sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi lavender. Dapat disimpulkan bahwa aromaterapi lavender efektif dalam menurunkan tingkat Emesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I dan dapat direkomendasikan sebagai terapi nonfarmakologis yang aman dan mudah dalam asuhan kebidanan. ABSTRACT Emesis Gravidarum is a common condition characterized by nausea and vomiting experienced by pregnant women in the first trimester due to hormonal changes, which may interfere with daily activities and quality of life. One non-pharmacological intervention that can be used to reduce Emesis Gravidarum is lavender aromatherapy. This study aimed to determine the effectiveness of lavender aromatherapy in reducing Emesis Gravidarum among first trimester pregnant women. This study employed a pre-experimental design with a one group pretest–posttest approach. The sample consisted of 11 first trimester pregnant women experiencing Emesis Gravidarum, selected through total sampling. Data were collected by measuring the level of Emesis Gravidarum before and after the administration of lavender aromatherapy and analyzed using the Wilcoxon Signed Ranks Test. The results showed that the mean score of Emesis Gravidarum before the intervention was 11.36, which decreased to 5.27 afterward. The Wilcoxon test showed a significance value of 0.003 (p < 0.05), indicating a statistically significant difference. In conclusion, lavender aromatherapy is effective in reducing Emesis Gravidarum among first trimester pregnant women and can be recommended as a safe and easy non-pharmacological therapy in midwifery care.
Efektivitas Teknik Relaksasi Nafas Dalam untuk Menurunkan Nyeri pada Ibu Bersalin Kala 1 di UPT Puskesmas Kedabu Rapat: The Effectiveness of Deep Breathing Relaxation Technique in Reducing Pain among Laboring Mothers in the First Stage of Labor at the Kedabu Rapat Technical Operational Unit Health Center Maryana
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i8.11788

Abstract

Persalinan merupakan serangkaian proses yang berakhir dengan keluarnya bayi, dan selalu disertai dengan rasa nyeri, sehingga diperlukan metode nonfarmakologis untuk membantu mengurangi nyeri yang dialami ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif di UPT Puskesmas Kedabu Rapat Kabupaten Kepulauan Meranti. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain quasi experiment. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus–September 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin sebanyak 80 orang dengan jumlah sampel sebanyak 22 orang ibu. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden sebelum diberikan relaksasi nafas dalam mengalami nyeri sedang sebanyak 18 orang (81,8%) dan sesudah diberikan relaksasi nafas dalam mengalami nyeri ringan sebanyak 20 responden (90,9%). Rata-rata intensitas nyeri sebelum yaitu 4,64 dan sesudah 2,23. Terdapat efektivitas relaksasi nafas dalam terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif (p=0,000). Disarankan agar teknik ini lebih dipraktikkan dan diajarkan kepada ibu bersalin sebagai inovasi dan alternatif pilihan pengobatan. ABSTRACT Labor is a series of events that culminates in the delivery of the baby, and is always accompanied by pain; therefore, non-pharmacological methods are needed to help reduce the pain experienced by mothers. This study aims to determine the effect of the deep breathing relaxation technique on reducing pain during the active phase of the first stage of labor at UPT Puskesmas Kedabu Rapat, Meranti Islands Regency. This research is a quantitative study with a quasi-experimental design conducted from August to September 2025. The population consisted of all mothers who gave birth, totaling 80, with a sample size of 22 mothers. The research instrument used was an observation sheet based on the Numeric Rating Scale (NRS). Data analysis was performed using univariate and bivariate analysis with the Wilcoxon test. The results showed that before the intervention, most respondents experienced moderate pain (18 mothers, 81.8%), and after the intervention, the majority experienced mild pain (20 mothers, 90.9%). The average pain intensity before the intervention was 4.64 and decreased to 2.23 afterward. There was a significant effect of the deep breathing relaxation technique on reducing labor pain (p = 0.000). It is recommended that this technique be further implemented and taught to mothers as an innovation and alternative treatment option.
Pengetahuan Remaja Putri tentang Risiko Kehamilan pada Usia Remaja di SMAN 2 Rangsang Pesisir: Adolescent Girls' Knowledge about the Risks of Teenage Pregnancy at SMAN 2 Rangsang Pesisir Mahdalena Herawaty Lorentah
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i8.11789

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Masalah yang sering muncul akibat perubahan fisik, emosional, dan sosial pada remaja antara lain perilaku seksual bebas dan kehamilan dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan remaja putri tentang risiko kehamilan pada usia remaja. Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental menggunakan rancangan one group pretest-posttest. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar kuesioner pretest dan posttest. Uji statistik yang digunakan adalah Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan edukasi, mayoritas responden memiliki pengetahuan kategori kurang (66,7%), dan setelah dilakukan edukasi mayoritas responden memiliki pengetahuan kategori baik (86,7%). Nilai rata-rata pengetahuan sebelum edukasi sebesar 2,67 dan setelah edukasi sebesar 1,13, dengan hasil uji statistik memperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (p < 0,05), yang berarti signifikan. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pemberian edukasi terhadap pengetahuan remaja putri tentang risiko kehamilan pada usia remaja. ABSTRACT Adolescence is a transitional period from childhood to adulthood. Problems that frequently arise as a result of physical, emotional, and social changes in adolescents include promiscuous sexual behavior and early pregnancy. This study aimed to determine the knowledge of adolescent girls regarding the risks of pregnancy during adolescence. This type of research is quantitative with a quasi-experimental design using a one-group pretest–posttest approach. The sampling technique used was accidental sampling. The instrument in this study used pretest and posttest questionnaires. The statistical test used was the Wilcoxon Signed Ranks Test. The results showed that before the education, the majority of respondents had knowledge in the poor category (66.7%), and after the education, the majority had knowledge in the good category (86.7%). The mean knowledge score before the education was 2.67 and after the education was 1.13, with the statistical test obtaining a Sig. (2-tailed) value of 0.000 (p < 0.05), which is significant. It can be concluded that there is a significant effect of education on the knowledge of adolescent girls regarding the risks of pregnancy during adolescence.
Efektivitas Penggunaan Rebusan Air Sirih Hijau terhadap Penyembuhan Luka Perineum di UPT Puskesmas Kedabu Rapat: The Effectiveness of Green Betel Leaf Decoction on Perineal Wound Healing at the Kedabu Rapat Technical Operational Unit Health Center Mimi Asmida
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i8.11790

Abstract

Luka Perineum merupakan kondisi umum yang dialami ibu Postpartum akibat robekan jalan lahir atau episiotomi, yang bila tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan infeksi, nyeri berkepanjangan, hingga gangguan aktivitas. Salah satu pengobatan tradisional yang dipercaya efektif adalah penggunaan rebusan air sirih hijau yang mengandung senyawa antiseptik alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas rebusan air sirih hijau terhadap penyembuhan luka Perineum pada ibu Postpartum di UPT Puskesmas Kedabu Rapat Kabupaten Kepulauan Meranti. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment menggunakan pendekatan one group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus–Oktober 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 18 orang. Instrumen penelitian berupa lembar observasi menggunakan skala REEDA. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebanyak 66,7% ibu mengalami penyembuhan luka yang buruk, dan setelah intervensi kondisi berubah signifikan menjadi 72,2% penyembuhan luka yang baik. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian rebusan air sirih hijau. Dapat disimpulkan bahwa rebusan air sirih hijau efektif dalam mempercepat penyembuhan luka Perineum. ABSTRACT Perineal wounds are a common condition experienced by Postpartum mothers due to birth canal tears or episiotomy. If not managed properly, these wounds may lead to infection, prolonged pain, and limitations in daily activities. One traditional treatment believed to be effective is the use of green betel leaf decoction, which contains natural antiseptic compounds. This study aimed to determine the effectiveness of green betel leaf decoction on perineal wound healing among Postpartum mothers at UPT Puskesmas Kedabu Rapat, Meranti Islands Regency. This study employed a quantitative approach with a quasi-experimental design using a one-group pretest–posttest method. The research was conducted from August to October 2025 with a total sample of 18 respondents. The research instrument was an observation sheet using the REEDA scale. Data analysis was performed using univariate and bivariate analyses with the Wilcoxon test. The results showed that before the intervention, 66.7% of mothers experienced poor wound healing, and after the intervention, the condition significantly improved, with 72.2% of respondents experiencing good wound healing. Statistical analysis yielded a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference before and after the administration of green betel leaf decoction. It can be concluded that green betel leaf decoction is effective in accelerating perineal wound healing.
Pengembangan Sistem Manajemen Dan Monitoring Data Siswa Berbasis Website Pada MTS Cipasung Menggunakan Metode Waterfall Irma Wati Ita; Alam
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i8.11791

Abstract

Perkembangan teknologi informasi mendorong institusi pendidikan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan data dan proses administrasi sekolah. Pada MTS Cipasung, pengelolaan data siswa masih dilakukan secara manual sehingga menyebabkan proses pencatatan, pencarian, serta monitoring data siswa menjadi kurang efisien dan rentan terhadap kesalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem manajemen dan monitoring data siswa berbasis website yang dapat membantu pihak sekolah dalam mengelola data siswa secara lebih efektif, akurat, dan terintegrasi. Metode pengembangan sistem yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Waterfall yang terdiri dari tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Sistem dibangun menggunakan teknologi berbasis web sehingga dapat diakses dengan mudah oleh pihak administrasi dan guru melalui jaringan internet maupun intranet sekolah. Fitur utama pada sistem meliputi pengelolaan data siswa, data kelas, absensi, nilai siswa, serta monitoring perkembangan akademik siswa secara real-time. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu meningkatkan efisiensi dalam proses pengelolaan data siswa, mempermudah pencarian informasi, serta meminimalkan kesalahan dalam pencatatan data. Selain itu, sistem ini juga memberikan kemudahan bagi pihak sekolah dalam melakukan monitoring perkembangan siswa secara lebih cepat dan terstruktur, pengembangan sistem manajemen dan monitoring data siswa berbasis website pada MTS Cipasung diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan administrasi sekolah dan pengambilan keputusan yang lebih tepat
Analisis Komparatif Ekstraksi Polifenol dari Chlorella vulgaris Menggunakan Metode Microwave-Assisted Extraction (MAE) dan Metode Konvensional Faizal Jannu Aryanto Sahidana Putra
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i8.11792

Abstract

Polifenol adalah senyawa bioaktif yang terkenal memiliki manfaat sebagai antioksidan. Salah satu mikroorganisme sumber polifenol adalah mikroalga Chlorella vulgaris yang susah diekstraksi karena berdinding sel tebal. Selain itu, proses ekstraksi diharapkan lebih ramah lingkungan. Kombinasi ini memaksa inovasi metode ekstraksi baru seperti Microwave Assisted Extraction (MAE) yang memiliki keunggulan pada waktu ekstraksi yang singkat dan memungkinkan untuk dilakukan subtitusi pelarut organik. Berbagai faktor dapat mempengaruhi hasil ekstraksi. Oleh karena itu diperlukan studi komparasi antara MAE dan metode konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar polifenol antara metode MAE, maserasi konvensional dan soxhletasi. Kuantifikasi polifenol dilakukan dengan metode Folin-Ciocalteu. Secara berturut-turut kadar polifenol (mg GAE/ g Sampel) dari tinggi ke rendah yakni soxhletasi (188.73), MAE (3.53) dan maserasi (3.13). MAE tanpa pelarut organik dapat bersaing dengan maserasi konvensional. Namun untuk mencapai efisiensi soxhletasi masih diperlukan upaya optimasi lebih lanjut. Meskipun demikian uji statistik Welch ANOVA (p-value = 0.145) menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan antara metode ekstraksi karena soxhletasi mempunyai variasi data yang tinggi. Oleh karena itu diperlukan studi lebih lanjut dengan memperhatikan ukuran sampel dan optimasi kondisi ekstraksi agar diperoleh analisis komparatif yang lebih komprehensif.
Pengaruh Kompensasi dan Stres Kerja terhadap Turnover Intention Karyawan di PT Gapura Angkasa Cabang Halim Perdanakusuma: The Effect of Compensation and Job Stress on Employee Turnover Intention at PT Gapura Angkasa, Halim Perdanakusuma Branch Nini Nurafiqa; Rintis Eko Widodo
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i8.11795

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi dan stres kerja terhadap turnover intention di PT Gapura Angkasa. Latar belakang penelitian berangkat dari fenomena tingginya tingkat perputaran karyawan yang diduga dipengaruhi oleh rendahnya kepuasan terhadap kompensasi serta tingkat stres kerja. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal dan teknik pengumpulan data melalui kuesioner. Sampel penelitian ditentukan sebanyak 118 karyawan menggunakan rumus Slovin, namun hasil kuesioner yang terkumpul dan valid sebanyak 120 responden. Analisis data dilakukan dengan uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, serta regresi linear berganda menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention, sehingga semakin tinggi kepuasan terhadap kompensasi maka semakin rendah niat karyawan untuk keluar. Stres kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention, sehingga semakin tinggi tingkat stres kerja maka semakin tinggi niat karyawan untuk meninggalkan perusahaan. Kompensasi dan stres kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap turnover intention, di mana rendahnya kompensasi dan tingginya stres kerja menjadi faktor utama yang mendorong turnover intention karyawan. ABSTRACT This study aims to analyze the influence of compensation and job stress on turnover intention at PT Gapura Angkasa. The research is motivated by the phenomenon of high employee turnover, which is believed to be driven by low satisfaction regarding compensation and high levels of job stress. A quantitative approach with a causal-associative design was employed, using questionnaires for data collection. The sample was determined to be 118 employees using the Slovin formula; however, data was ultimately processed from 120 valid respondents. Data analysis involved validity and reliability testing, classical assumption testing, and multiple linear regression using SPSS software. The results indicate that compensation has a significant negative effect on turnover intention, where higher satisfaction with compensation correlates with lower turnover intention. Conversely, job stress has a significant positive effect on turnover intention, where higher stress levels increase the likelihood of employees leaving the company. Thus, compensation and job stress simultaneously exert a significant influence on turnover intention, with inadequate compensation and high job stress identified as the primary factors driving employee turnover.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 7: Juli 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 6: Juni 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 5: Mei 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 4: April 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 3: Maret 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 2: Februari 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 1: Januari 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026 (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) April 2026 (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Mei 2026 Vol. 8 No. 12: Desember 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 11: November 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 10: Oktober 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 9: September 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 8: Agustus 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 7: Juli 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 6: Juni 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 5: Mei 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 4: April 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 3: Maret 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 2: Februari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 1: Januari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Mei 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - September 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - November 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025 Vol. 7 No. 12: Desember 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 11: November 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 10: Oktober 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 9: September 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 8: Agustus 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 7: July 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 6: Juni 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 5: MEI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 4: APRIL 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 3: MARET 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 11: NOVEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 10: OKTOBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 11: NOVEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 9: SEPTEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 7: JULI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 6: JUNI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 5: MEI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 4: APRIL 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 3: MARET 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 2: FEBRUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 1: JANUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 9: SEPTEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 7: JULI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 6: JUNI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 5: MEI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 4: APRIL 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 3: MARET 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 2: FEBRUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 1: JANUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 10: OKTOBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 12: DESEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 11: NOVEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 10: OKTOBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2022 Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 8: AGUSTUS 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 7: JULI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 6: JUNI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 5: MEI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 4: APRIL 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 3: MARET 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 2: FEBRUARI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 1: JANUARI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 9: DESEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 8: NOVEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2021 Vol. 3 No. 7: OKTOBER 2021 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 6: SEPTEMBER 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 5: AGUSTUS 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 4: JULI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 3: JUNI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 2: MEI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 1: APRIL 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 2 No. 1: Oktober 2019 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 1 No. 1: Oktober 2018 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) More Issue