cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
contact@unismuhpalu.ac.id
Editorial Address
Jalan Jabal Nur No.1, Talise, Mantikulore, Talise, Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94118
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Kolaboratif Sains
ISSN : -     EISSN : 26232022     DOI : https://doi.org/10.31934/jom
Jurnal Kolaboratif Sains merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Palu. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dalam bentuk Hasil Penelitian, Laporan Penelitian, Literatur Review. Semua manuskrip yang dikirimkan adalah peer review oleh para ahli di bidang yang relevan. Tujuan dan Lingkup Jurnal Kolaboratif Sains untuk mendukung para akademisi/peneliti pada penelitian multidisiplin untuk mempublikasikan karya ilmiahnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,264 Documents
Tinjauan Hukum Islam dan Perspektif Muhammadiyah terhadap Kedokteran Defensif dalam Pasal 440 Ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan: Islamic Law Review and Muhammadiyah Perspective on Defensive Medicine in Article 440 Paragraphs (1) and (2) of Law Number 17 of 2023 on Health Telaga Biroe; Johannes Aritonang; Milana Abdillahh Subarkah
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i8.11736

Abstract

Pasal 440 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan (UUK 2023) menetapkan sanksi pidana bagi tenaga medis yang kealpaannya mengakibatkan luka berat atau kematian pasien (Republik Indonesia, 2023). Ketentuan ini memicu lonjakan kedokteran defensif (defensive medicine) yang berkarakter pedang bermata dua: mendorong tertib administrasi (defensif positif/pro), sekaligus memicu over-testing dan penghindaran pasien berisiko (defensif negatif/kontra) (Chazawi, 2024; Joecy Editorial, 2025). Penelitian ini bertujuan menganalisis implikasi Pasal 440 UUK 2023 terhadap praktik tersebut, serta memperdalam analisisnya melalui doktrin hukum Islam (fikih medis) dan nilai-nilai Kemuhammadiyahan. Menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, penelitian ini menghasilkan temuan: (1) hukum positif mengandalkan inspanningsverbintenis yang rentan terdistorsi oleh ketakutan terhadap ancaman pidana; (2) hukum Islam secara tajam membedah hal ini melalui konsep Dhaman (pertanggungjawaban), di mana kaidah Dar'ul Mafasid mengharamkan sisi kontra (defensif negatif) karena mengorbankan nyawa demi keamanan pribadi dokter; (3) Muhammadiyah mengharmonisasi ambivalensi pro-kontra ini melalui Teologi Al-Ma'un (untuk mengeliminasi sisi kontra yang menelantarkan pasien) dan prinsip wasathiyah berbasis Syura (untuk merawat sisi pro dengan melindungi dokter melalui Majelis Disiplin Profesi) (Studdert et al., 2005; Hakim & Rahman, 2026). Penelitian ini merekomendasikan Majelis Disiplin Profesi (MDP) sebagai ahlul halli wal aqd (penapis mutlak) guna meredam ekses destruktif dari ancaman pidana. ABSTRACT Article 440 paragraphs (1) and (2) of Law Number 17 of 2023 on Health (UUK 2023) stipulates criminal sanctions for medical personnel whose negligence results in serious injury or patient death (Republik Indonesia, 2023). This provision triggers a surge in defensive medicine, which acts as a double-edged sword: encouraging administrative order (pro/positive defensive) while also triggering over-testing and risk avoidance (contra/negative defensive) (Chazawi, 2024; Joecy Editorial, 2025). This study aims to analyze the implications of Article 440 of UUK 2023 on this practice and deepen the analysis through Islamic legal doctrines (medical fiqh) alongside Muhammadiyah values. Using a normative juridical method with statutory and conceptual approaches, this study reveals: (1) positive law relies on inspanningsverbintenis, which is vulnerable to distortion by the fear of criminal threats; (2) Islamic law acutely dissects this through the concept of Dhaman (liability), where the maxim of Dar'ul Mafasid prohibits the contra side (negative defensive) for sacrificing lives for personal security; (3) Muhammadiyah harmonizes this pro-contra ambivalence through the Theology of Al-Ma'un (to eliminate the contra side that neglects patients) and the principle of wasathiyah based on Syura (to maintain the pro side by protecting doctors through the Professional Discipline Council) (Studdert et al., 2005; Hakim & Rahman, 2026). This study recommends the Professional Discipline Council (MDP) as ahlul halli wal aqd (the absolute filter) to mitigate the destructive excesses of criminal threats.
Pengaruh Edukasi Skala Nyeri Numeric Rating Scale terhadap Pengetahuan NRS pada Pasien Anestesi Spinal di RSUD Brebes: The Effect of Numeric Rating Scale Pain Scale Education on Knowledge of NRS Among Patients Undergoing Spinal Anesthesia at RSUD Brebes Rayyisa Sekar Nabila; Rahmaya Nova Handayani; Feti Kumala Dewi
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i8.11744

Abstract

Nyeri pascaoperasi merupakan salah satu keluhan yang umum dialami pasien setelah menjalani tindakan pembedahan dan dapat memengaruhi proses pemulihan apabila tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi skala nyeri Numeric Rating Scale (NRS) terhadap tingkat pengetahuan nyeri pada pasien yang menjalani anestesi spinal di RSUD Brebes. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-experimental design melalui rancangan pretest-posttest with one group. Sampel penelitian berjumlah 50 responden pasien yang menjalani anestesi spinal di RSUD Brebes yang dipilih dengan teknik purposive sampling, dan penelitian dilaksanakan pada tanggal 10-22 April 2026. Sebelum diberikan intervensi edukasi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan pada kategori cukup (60%) dan kategori kurang (22%). Setelah diberikan edukasi, terjadi peningkatan pengetahuan, dengan 82% responden berada pada kategori baik dan tidak terdapat lagi responden dalam kategori kurang. Analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p-value p < 0,001 (p < 0,05) yang mengindikasikan adanya pengaruh signifikan dari edukasi NRS terhadap peningkatan pengetahuan nyeri pasien. Karakteristik responden didominasi perempuan (76%), pendidikan terakhir SMA (48%), tidak memiliki riwayat operasi sebelumnya (56%), dan berada pada rentang usia 20-35 tahun (72%). Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi skala nyeri NRS efektif dalam meningkatkan pemahaman pasien, mendukung komunikasi yang lebih baik antara pasien dan tenaga kesehatan, serta berkontribusi pada manajemen nyeri yang optimal. ABSTRACT Postoperative pain is one of the most common complaints experienced by patients after undergoing surgery and may affect the recovery process if not properly managed. This study aimed to examine the effect of Numeric Rating Scale (NRS) education on pain-related knowledge among patients undergoing spinal anesthesia at Brebes Regional General Hospital. Employing a quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest-posttest design, the study involved 50 surgical patients selected through purposive sampling, and was conducted from April 10 to 22, 2026. Initial assessments revealed that most participants had suboptimal knowledge of pain measurement, with 60% categorized as sufficient and 22% as insufficient. Following the educational intervention, a significant shift was observed: 82% of respondents achieved a good knowledge rating, with no participants remaining in the insufficient category. Statistical analysis using the Wilcoxon Signed-Rank Test yielded a p-value of p < 0.001 (p < 0.05), indicating that NRS education significantly improves patient knowledge. Demographic data showed the group was predominantly female (76%) and aged 20-35 years (72%); 48% were high school graduates and 56% had no prior surgical history. These findings suggest that targeted NRS education is an effective strategy for enhancing patient literacy regarding pain, facilitating clearer communication with healthcare providers, and ultimately contributing to more effective postoperative pain management.
Analisis Pertanggungjawaban Thomas Lubanga dalam Perspektif Hukum Pidana Internasional: Analysis of Thomas Lubanga’s Criminal Responsibility from the Perspective of International Criminal Law Najla Alyaa; Muhammad Rama Marsaputra; Fayza Abhinaya Nasution; Bryan Dimas Wibisono Fajari; Muhammad Alfarizi
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i8.11747

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pertanggungjawaban pidana Thomas Lubanga Dyilo dalam perspektif hukum pidana internasional serta mengkaji peran, efektivitas, dan kendala International Criminal Court (ICC) dalam penegakan hukum internasional. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan kasus melalui analisis Putusan Prosecutor v. Thomas Lubanga Dyilo oleh ICC tahun 2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Thomas Lubanga terbukti memenuhi seluruh unsur pertanggungjawaban pidana individu atas kejahatan perang berupa perekrutan dan penggunaan anak di bawah usia 15 tahun dalam konflik bersenjata di Republik Demokratik Kongo. Unsur actus reus, mens rea, serta command responsibility terbukti berdasarkan Statuta Roma, sehingga ICC menjatuhkan pidana penjara selama 14 tahun. Putusan ini memperkuat prinsip individual criminal responsibility, mempertegas perlindungan anak dalam konflik bersenjata, serta menjadi preseden penting dalam perkembangan yurisprudensi hukum pidana internasional. Meskipun demikian, efektivitas ICC masih menghadapi kendala berupa keterbatasan yurisdiksi, ketergantungan pada kerja sama negara, dan lamanya proses peradilan. Oleh karena itu, penguatan implementasi prinsip komplementaritas serta kerja sama internasional diperlukan untuk meningkatkan efektivitas penegakan hukum pidana internasional. ABSTRACT This study aims to analyze the international criminal responsibility of Thomas Lubanga Dyilo and examine the role, effectiveness, and challenges of the International Criminal Court (ICC) in enforcing international criminal law. This research employs a normative legal method using a case approach by analyzing the 2012 ICC judgment in Prosecutor v. Thomas Lubanga Dyilo. The findings demonstrate that Thomas Lubanga fulfilled all elements of individual criminal responsibility for the war crime of recruiting and using children under the age of fifteen in the armed conflict in the Democratic Republic of the Congo. The elements of actus reus, mens rea, and command responsibility were established under the Rome Statute, leading the ICC to sentence him to fourteen years of imprisonment. The judgment reinforces the principle of individual criminal responsibility, strengthens legal protection for children in armed conflict, and establishes an important precedent in the development of international criminal jurisprudence. Nevertheless, the ICC continues to face significant challenges, including limited jurisdiction, dependence on state cooperation, and lengthy judicial proceedings. Strengthening the principle of complementarity and international cooperation is therefore essential to improving the effectiveness of international criminal law enforcement.
ANALISIS FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS PERLAYUAN KECAMATAN RANTAU UTARA Alya Az Zahra
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i8.11751

Abstract

Menurut WHO, hipertensi telah memengaruhi lebih dari 1,28 miliar orang dewasa di dunia. Di UPT Puskesmas Perlayuan, hipertensi menempati peringkat kedua dari 10 penyakit terbanyak dengan 523 kasus pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja UPT Puskesmas Perlayuan, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian hipertensi yaitu usia (p- value=0,038), riwayat penyakit keluarga(p-value=0,007), overweight (p- value=0,003), merokok (p-value=0,000), aktivitas fisik(p-value=0,000). Sementara variabel jenis kelamin (p-value=0,458) dan konsumsi natrium (p-value=0,156) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian hipertensi. Saran untuk masyarakat lebih sadar dan aktif dalam menjaga gaya hidup sehat, untuk pemerintah melalui upt puskesmas perlayuan memperkuat program pencegahan dan pengendalian hipertensi dengan pendekatan promotif dan preventif dan untuk peneliti selanjutnya menambahkan variabel lain yang berpotensi berpengaruh terhadap kejadian hipertensi.
Analisis Sistem Penggajian Karyawan pada Mode Fashion Tembung: Analysis of the Employee Payroll System at Mode Fashion Tembung Natalia Waruwu
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i8.11756

Abstract

Mode Fashion merupakan perusahaan yang bergerak pada penjualan pakaian dan asesoris kelengkapan pakaian. Dalam pemberian gaji karyawan dipengaruhi oleh beberapa faktor yang membedakan gaji yang diterima oleh karyawan. Salah satu faktor penentu dalam kinerja suatu perusahaan sebagai sarana untuk mencapai tujuan perusahaan adalah sumber daya manusia (SDM). Oleh karena itu, SDM yang baik berhak untuk memperoleh gaji yang sesuai dengan kualitasnya. Sistem penggajian yang efektif akan mempengaruhi kepuasan karyawan dalam bekerja dan tentu akan mempengaruhi kinerja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem penggajian yang diterapkan perusahaan dan bagaimana pengendalian internal yang diterapkan dalam sistem pembayaran gaji karyawan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan dengan melakukan peninjauan langsung ke lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mode Fashion telah menerapkan sistem akuntansi penggajian yang dapat dilihat dari penyusunan organisasi dengan melibatkan semua bagian baik bawahan maupun atasan serta digunakannya pengendalian intern sebagai salah satu alat penilaian kinerja pimpinan dalam memberikan pertanggungjawaban. Sedangkan jika dilihat dari struktur organisasinya, perusahaan telah memberi wewenang dan tanggungjawab kepada masing-masing bagian dalam organisasi. ABSTRACT Mode Fashion is a company engaged in the sale of clothing and fashion accessories. In employee salary distribution, several factors influence the differences in wages received by employees. One of the determining factors in a company’s performance as a means to achieve its goals is human resources (HR). Therefore, qualified human resources are entitled to receive wages that correspond to their quality. An effective payroll system will affect employee job satisfaction and, of course, influence performance. This research is a descriptive study aimed at determining how the payroll system is implemented by the company and how internal control is applied in the employee salary payment system. Data collection techniques were carried out through field observation by conducting direct on-site review. The results of the study show that Mode Fashion has implemented an accounting payroll system, which can be seen from the organizational structure involving all departments, both subordinates and superiors, as well as the use of internal control as one of the tools for evaluating management performance in providing accountability. Meanwhile, in terms of organizational structure, the company has assigned authority and responsibility to each department within the organization.
Pengaruh Penambahan Arang Aktif Terhadap Karakteristik Bioplastik Berbasis Pati Singkong Arum Lailan Safitri; Aidina Seisila Yanti; Triana Adelika; Nurul Fitria Miraza; Dedek Sibuea; Miftahul Husnah
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11757

Abstract

Bioplastik merupakan salah satu alternatif material ramah lingkungan yang dapat menggantikan plastik berbasis petrokimia. Penelitian ini bertujuan untuk membuat bioplastik berbahan dasar pati singkong dengan penambahan gliserol sebagai plasticizer dan arang aktifsebagai filler , serta menganalisis karakteristiknya melalui uji Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), uji tarik, uji kadar air, dan uji daya serap air. Bioplastik dibuat menggunakan metode gelatinisasi dengan variasi penambahan arang aktifsebesar 0 g, 0,3 g, dan 0,5 g. Hasil analisis FTIR menunjukkan bahwa seluruh sampel memiliki gugus fungsi utama yang sama, yaitu O–H, C–H, H–O–H, C–O–C, dan C–O, sehingga penambahan arang aktiftidak membentuk gugus fungsi baru. Hasil uji tarik menunjukkan bahwa kekuatan tarik meningkat seiring bertambahnya karbon aktif, dari 0,0993 MPa pada sampel A menjadi 0,1261 MPa pada sampel C. Uji kadar air menunjukkan penurunan nilai dari 25% menjadi 20%, yang mengindikasikan struktur bioplastik semakin rapat. Sementara itu, uji daya serap air menghasilkan nilai sebesar 70%, 45,45%, dan 61,54% untuk masing-masing sampel. Secara keseluruhan, penambahan arang aktifmampu meningkatkan sifat mekanik serta menurunkan kadar air bioplastik tanpa mengubah struktur kimia utamanya, sehingga berpotensi meningkatkan kualitas bioplastik berbasis pati singkong.
Kesenjangan Brand Awareness dan Brand Loyalty pada Kafe Inklusif Disabilitas (Studi Kasus Komunikasi Inklusif Sunyi Coffee melalui Pendekatan Customer-Based Brand Equity): The Gap Between Brand Awareness and Brand Loyalty in Disability-Inclusive Cafes (A Case Study of Sunyi Coffee's Inclusive Communication Using a Customer-Based Brand Equity Approach) Maryam Dewi Pusparini; Susie Perbawasari; Anwar Sani
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i8.11767

Abstract

Sunyi Coffee merupakan kafe inklusif di Jakarta yang mengusung model kewirausahaan sosial dengan mempekerjakan penyandang disabilitas Tuli sebagai barista. Meskipun dikenal luas sebagai kafe inklusif, Sunyi Coffee menghadapi kesenjangan antara tingginya brand awareness dengan rendahnya brand loyalty. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aktivitas Public Relations Sunyi Coffee dalam mengomunikasikan nilai inklusivitas, menganalisis respons konsumen berdasarkan Customer-Based Brand Equity (CBBE) Model Keller, serta menganalisis penyebab kesenjangan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara mendalam terhadap pihak internal Sunyi Coffee, enam narasumber pelanggan non-disabilitas dan disabilitas, serta seorang triangulator ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sunyi Coffee memiliki visi komunikasi edukatif yang selaras dengan prinsip kewirausahaan sosial, namun eksekusinya menghadapi kelemahan struktural pada kanal komunikasi, penetapan target audiens, konsistensi strategi, dan sistem keanggotaan. Kelemahan ini berkorelasi langsung dengan hambatan pada setiap lapisan piramida CBBE, mulai dari brand salience yang rapuh hingga brand resonance yang hanya “ditemukan” secara kebetulan, bukan “dibangun” melalui mekanisme sistematis. Penelitian menyimpulkan bahwa akar kesenjangan bukan pada kelemahan visi, melainkan pada belum matangnya fondasi bisnis model. Penelitian merekomendasikan empat pendekatan Public Relations sebagai satu ekosistem komunikasi, yaitu merancang pengalaman edukatif yang terstruktur, membangun komunikasi pasca kunjungan yang menumbuhkan sense of belonging, mendokumentasikan dampak sebagai narasi merek yang kohesif, dan mempertajam positioning sebagai fondasi bagi ketiga pendekatan lainnya. ABSTRACT Sunyi Coffee is an inclusive cafe in Jakarta that adopts a social entrepreneurship model by employing Deaf individuals as baristas. Despite being widely recognized as an inclusive cafe, Sunyi Coffee faces a gap between its high brand awareness and low brand loyalty. This research aims to describe the Public Relations activities carried out by Sunyi Coffee in communicating inclusivity values, to analyze consumer responses based on Keller’s Customer-Based Brand Equity (CBBE) Model, and to analyze the causes of the gap. This research employs a qualitative approach using a case study method through in-depth interviews with Sunyi Coffee’s internal stakeholders, six non-disabled and Deaf customer informants, and an expert triangulator. The findings reveal that Sunyi Coffee possesses an educational communication vision aligned with social entrepreneurship principles; however, its execution faces structural weaknesses in communication channels, target audience determination, strategic consistency, and its membership system. These weaknesses correlate directly with obstacles at every layer of the CBBE pyramid, ranging from fragile brand salience to brand resonance that is merely “discovered” by chance rather than “built” through a systematic mechanism. This research concludes that the root cause of the gap lies not in a weak vision, but in the immaturity of the business model foundation. It recommends four mutually reinforcing Public Relations approaches as a single communication ecosystem: designing structured educational experiences, building post-visit communication that fosters a sense of belonging, documenting impact as a cohesive brand narrative, and sharpening brand positioning as the foundation for the other three approaches.
Kemenangan Kepala Desa Perempuan di Desa Oinlasi, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten TTS Tahun 2022 (Studi tentang: Budaya Patriarki dalam Konteks Kekuatan Politik Calon Kepala Desa Perempuan): The Victory of a Female Village Head in Oinlasi Village, South Mollo District, TTS Regency in 2022 (A Study of Patriarchal Culture in the Context of the Political Power of Female Village Head Candidates) Novari Dalita Hans Reke; Rex Tiran; Yeftha Yerianto Sabaat
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i8.11768

Abstract

Budaya patriarki yang sering dipandang sebagai hambatan bagi perempuan yang ingin maju sebagai pemimpin di ruang publik, dalam penelitian ini dikaji dari perspektif lain, yakni budaya patriarki dalam konteks kekuatan politik calon kepala desa perempuan di Desa Oinlasi pada Pilkades 2022. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana budaya patriarki beroperasi dalam konteks kekuatan politik calon kepala desa perempuan pada Pilkades 2022 di Desa Oinlasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-analitis, dengan sumber data primer dan sekunder yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian dilandaskan pada konsep bargaining with patriarchy dari Deniz Kandiyoti (1988) yang didukung konsep modal simbolik dari Pierre Bourdieu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemenangan kepala desa pada Pilkades 2022 merupakan hasil negosiasi dalam patriarki yang dimungkinkan oleh statusnya sebagai keturunan Usif, keturunan tuan tanah, sekaligus anak dari mantan kepala desa yang memimpin selama 20-an tahun dan sangat disegani. Proses legitimasinya berjalan melalui sistem adat yang otonom, bukan melalui transfer kekuasaan yang dirancang keluarga. Fenomena ini terjadi karena sistem adat yang masih berlaku serta peran tokoh adat dalam menjaga kelestarian adat Desa Oinlasi, sehingga seorang perempuan dalam hierarki patriarkal dapat dipilih melalui sistem adat menjadi kepala desa perempuan pertama di Desa Oinlasi. Kemenangan ini bukan proses melawan patriarki, melainkan kemenangan yang dimungkinkan atau bekerja dalam patriarki itu sendiri. ABSTRACT Patriarchal culture, which is often viewed as an obstacle for women seeking to advance as leaders in the public sphere, is examined in this study from a different perspective: patriarchal culture in the context of the political power of female village head candidates in Oinlasi Village during the 2022 village head election. This study aims to describe and analyze how patriarchal culture operates in the context of the political power of female village head candidates in the 2022 village head election in Oinlasi Village. The method used is qualitative with a descriptive-analytical design; data were obtained from primary and secondary sources collected through interviews, observations, and documentation. The research was grounded in Deniz Kandiyoti's (1988) concept of bargaining with patriarchy, supported by Pierre Bourdieu's concept of symbolic capital. The results indicate that the victory in the 2022 village head election was the result of negotiation within patriarchy, made possible by her status as a descendant of Usif, a descendant of a landowner, and the daughter of a former village head who led for over twenty years and was highly respected. The legitimation process took place through an autonomous customary system, not through a family-orchestrated transfer of power. This phenomenon occurred because of the customary system still in place and the role of traditional leaders in preserving the customs of Oinlasi Village, so that a woman within a patriarchal hierarchy could be elected through the customary system to become the first female village head in Oinlasi Village. This victory is not a triumph over patriarchy, but rather one made possible by—or operating within—patriarchy itself.
Analisis Strategi PT Tempo Scan Pacific Tbk. dalam Mempertahankan Eksistensi Perusahaan Menggunakan Pendekatan SWOT: Analysis of PT Tempo Scan Pacific Tbk.'s Strategy for Sustaining the Company's Long-Term Competitiveness Using the SWOT Approach Aprilia Putri Andriani; Steven Lay; Siti Rohmah Aladaniati Ainnaya; Harti Budi Yanti
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i8.11773

Abstract

Penelitian ini difokuskan untuk mengkaji strategi yang diimplementasikan PT Tempo Scan Pacific Tbk dalam mempertahankan eksistensi perusahaan melalui pendekatan analisis SWOT. Penelitian menerapkan penelitian kualitatif berbasis deskripsi dengan rancangan studi kasus. Informasi dikumpulkan melalui telaah dokumen berupa Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report), publikasi resmi perusahaan, serta berbagai literatur ilmiah yang relevan selama periode 2018–2023. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi aspek internal berupa keunggulan dan keterbatasan serta aspek eksternal mencakup kesempatan dan risiko, kemudian diformulasikan ke dalam Matriks SWOT untuk menghasilkan alternatif strategi perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Tempo Scan Pacific Tbk memiliki kekuatan utama berupa diversifikasi portofolio produk, ekuitas merek yang kuat, jaringan distribusi yang terintegrasi, serta pemanfaatan teknologi dalam rantai pasok. Di sisi eksternal, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, perkembangan kanal pemasaran digitalisasi serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) menjadi peluang strategis yang mampu dimanfaatkan perusahaan. Berdasarkan hasil analisis SWOT, perusahaan berada pada posisi yang mendukung penerapan strategi agresif melalui optimalisasi kapabilitas organisasi dalam menangkap kesempatan dari lingkungan luar, sekaligus meningkatkan kemampuan perusahaan dalam menghadapi ancaman persaingan dan ketidakpastian lingkungan bisnis. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kolaborasi antara pengembangan produk dan digitalisasi, penguatan sistem distribusi, dan penerapan strategi keberlanjutan menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing serta keberlanjutan bisnis PT Tempo Scan Pacific Tbk. This study aims to analyze the strategies implemented by PT Tempo Scan Pacific Tbk to sustain its corporate existence using the SWOT analysis approach. This research adopted a qualitative inquiry using a case-based design. Information was obtained from corporate annual disclosures, sustainability documents, official organizational records, and scholarly references covering the 2018–2023 period. The analysis was conducted by identifying organizational capabilities and limitations together with environmental prospects and potential risks. These factors were subsequently formulated into a SWOT matrix to generate strategic alternatives for the company. The findings indicate that PT Tempo Scan Pacific Tbk possesses several key strengths, including a diversified product portfolio, strong brand equity, an integrated distribution network, and the effective utilization of technology within its supply chain. Externally, growing public awareness of health, the expansion of digital marketing channels, the adoption of Environmental, Social, and Governance (ESG) practices generates substantial strategic opportunities for the company. Based on the SWOT analysis, the company is positioned to pursue an expansion-oriented approach by maximizing organizational capabilities to seize market prospects while enhancing its capability to address competitive pressures and the uncertainties within the commercial landscape. The study concludes that the synergy among product innovation, digital transformation, distribution system enhancement, and the implementation of sustainability strategies constitutes a critical factor in maintaining the competitiveness and long-term business sustainability of PT Tempo Scan Pacific Tbk.
Hubungan Kadar Carboxyhemoglobin dengan Hematokrit pada Perokok Aktif di Asrama Mahasiswa Bangka: - Hafidz Ramadhani
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i8.11781

Abstract

Merokok merupakan kebiasaan yang dapat meningkatkan paparan karbon monoksida dan memengaruhi sistem transport oksigen dalam darah melalui pembentukan karboksihemoglobin (COHb) serta perubahan nilai hematokrit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar karboksihemoglobin dengan hematokrit pada perokok aktif di Asrama Mahasiswa Bangka. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif observasional analitik dengan desain cross-sectional pada 25 mahasiswa perokok aktif yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pemeriksaan kadar COHb dilakukan menggunakan metode spektrofotometri ultraviolet-visible, sedangkan pemeriksaan hematokrit menggunakan alat hematologi analyzer. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden memiliki kadar COHb di atas nilai normal dengan rata-rata 7,13±0,716% serta nilai hematokrit yang cenderung meningkat dengan rata-rata 47,5±3,013%. Meskipun kedua parameter menunjukkan peningkatan, hasil uji korelasi Spearman memperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,130 dengan nilai signifikansi p=0,535 (p>0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar COHb dengan nilai hematokrit pada perokok aktif di Asrama Mahasiswa Bangka. Peningkatan kadar COHb dan hematokrit pada responden menunjukkan kebiasan merokok tetap perlu mendapat perhatian karena berpotensi mengganggu sistem transport oksigen dan sistem hematologi tubuh.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 7: Juli 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 6: Juni 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 5: Mei 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 4: April 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 3: Maret 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 2: Februari 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 1: Januari 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026 (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) April 2026 (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Mei 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026 Vol. 8 No. 12: Desember 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 11: November 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 10: Oktober 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 9: September 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 8: Agustus 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 7: Juli 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 6: Juni 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 5: Mei 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 4: April 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 3: Maret 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 2: Februari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 1: Januari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - November 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Mei 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - September 2025 Vol. 7 No. 12: Desember 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 11: November 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 10: Oktober 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 9: September 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 8: Agustus 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 7: July 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 6: Juni 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 5: MEI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 4: APRIL 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 3: MARET 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 11: NOVEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 10: OKTOBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 11: NOVEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 9: SEPTEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 7: JULI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 6: JUNI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 5: MEI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 4: APRIL 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 3: MARET 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 2: FEBRUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 1: JANUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 9: SEPTEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 7: JULI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 6: JUNI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 5: MEI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 4: APRIL 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 3: MARET 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 2: FEBRUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 1: JANUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 10: OKTOBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 12: DESEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 11: NOVEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 10: OKTOBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2022 Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 8: AGUSTUS 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 7: JULI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 6: JUNI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 5: MEI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 4: APRIL 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 3: MARET 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 2: FEBRUARI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 1: JANUARI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 9: DESEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 8: NOVEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2021 Vol. 3 No. 7: OKTOBER 2021 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 6: SEPTEMBER 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 5: AGUSTUS 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 4: JULI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 3: JUNI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 2: MEI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 1: APRIL 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 2 No. 1: Oktober 2019 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 1 No. 1: Oktober 2018 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) More Issue