cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
contact@unismuhpalu.ac.id
Editorial Address
Jalan Jabal Nur No.1, Talise, Mantikulore, Talise, Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94118
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Kolaboratif Sains
ISSN : -     EISSN : 26232022     DOI : https://doi.org/10.31934/jom
Jurnal Kolaboratif Sains merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Palu. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dalam bentuk Hasil Penelitian, Laporan Penelitian, Literatur Review. Semua manuskrip yang dikirimkan adalah peer review oleh para ahli di bidang yang relevan. Tujuan dan Lingkup Jurnal Kolaboratif Sains untuk mendukung para akademisi/peneliti pada penelitian multidisiplin untuk mempublikasikan karya ilmiahnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,264 Documents
Hubungan Tingkat Kecukupan Gizi, Status Gizi dan Pola Menstruasi dengan Kejadian Anemia Pada Mahasiswi Gizi Universitas Negeri Surabaya: The Relationship Between Nutritional Adequacy Level, Nutritional Status, and Menstrual Patterns with the Incidence of Anemia Among Nutrition Students at Surabaya State University Prisma Amanda Syaharani; Ratna Candra Dewi; Cleonara Yanuar Dini; Noor Rohmah Mayasari
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11706

Abstract

Anemia masih menjadi masalah kesehatan pada mahasiswi yang dipengaruhi oleh tingkat kecukupan gizi, status gizi, dan pola menstruasi. Kekurangan asupan energi, protein, dan zat besi serta pola menstruasi yang tidak normal dapat meningkatkan risiko anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecukupan gizi, status gizi, dan pola menstruasi dengan kejadian anemia pada mahasiswi Gizi Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian sebanyak 78 mahasiswi yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data tingkat kecukupan gizi diperoleh menggunakan metode Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), status gizi diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), pola menstruasi diperoleh melalui kuesioner menstruasi, dan kadar hemoglobin diukur menggunakan alat Easy Touch. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square pada variabel tingkat kecukupan protein dan pola menstruasi, serta uji Fisher's Exact Test pada variabel tingkat kecukupan energi, zat besi dan status gizi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat kecukupan energi (p = 0,006), protein (p = 0,040), zat besi (p = 0,031) dan pola menstruasi (p = 0,039) dengan kejadian anemia, sedangkan status gizi (p = 1,000) tidak terdapat hubungan dengan kejadian anemia. Disimpulkan bahwa tingkat kecukupan gizi dan pola menstruasi berhubungan dengan kejadian anemia, sedangkan status gizi tidak berhubungan dengan kejadian anemia pada mahasiswi Gizi Universitas Negeri Surabaya. ABSTRACT Anemia remains a health problem among female students, influenced by nutritional adequacy, nutritional status, and menstrual patterns. Insufficient energy, protein, and iron intake, as well as abnormal menstrual patterns, can increase the risk of anemia. This study aims to determine the relationship between nutritional adequacy, nutritional status, and menstrual patterns with the incidence of anemia in female students of Nutrition Sciences at Surabaya State University. This study used an observational analytical design with a cross-sectional approach. The study subjects were 78 female students selected using a simple random sampling technique. Data on nutritional adequacy were obtained using the Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) method, nutritional status was measured using Body Mass Index (BMI), menstrual patterns were obtained through a menstrual questionnaire, and hemoglobin levels were measured using the Easy Touch tool. Data analysis was performed using the Chi-Square test on the variables of protein adequacy and menstrual patterns, and the Fisher's Exact Test on the variables of energy, iron, and nutritional status. The results showed that there was a relationship between the level of energy adequacy (p = 0.006), protein (p = 0.040), iron (p = 0.031) and menstrual patterns (p = 0.039) with the incidence of anemia, while nutritional status (p = 1.000) had no relationship with the incidence of anemia. It was concluded that the level of nutritional adequacy and menstrual patterns were related to the incidence of anemia, while nutritional status was not related to the incidence of anemia in Nutrition students at Surabaya State University.
Pengaruh Penambahan Kultur Mikroorganisme Em-4 Terhadap Kualitas Limbah Cair Berdasarkan Parameter Fisika dan Kimia Air: Ph dan Turbiditas: The Effect of Adding EM-4 Microorganism Culture on Wastewater Quality Based on Physical and Chemical Water Parameters: pH and Turbidity Ayu Sundari; Indah Komalasari; Shyfa Dwi Yulianty
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11708

Abstract

Limbah cair yang dihasilkan dari berbagai aktivitas domestik berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak diolah dengan baik. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas limbah cair adalah pemanfaatan effective Microorganisms 4 (EM-4) yang mengandung berbagai mikroorganisme bermanfaat dalam proses biodegradasi bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan EM-4 terhadap kualitas limbah cair berdasarkan parameter pH dan turbiditas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan pretest-posttest design. Sampel limbah cair sebanyak 500 mL diberikan perlakuan penambahan EM-4 sebanyak 10 mL, kemudian diinkubasi selama 5 hari pada suhu ruang. Pengukuran pH dan turbiditas dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan nilai pH yang signifikan dari 8,47 (hari ke-0) menjadi 3,71 (hari ke-5), dengan titik keasaman terendah dicapai pada hari ke-3 yaitu sebesar 3,59. Selain itu, nilai turbiditas (kekeruhan) mengalami penurunan yang konsisten dari 364 NTU menjadi 91,5 NTU pada hari terakhir, dengan efisiensi penurunan sebesar 74,86%. Hasil ini mengindikasikan bahwa penambahan EM-4 efektif dalam menurunkan kekeruhan limbah, meskipun menyebabkan kondisi air limbah menjadi asam. ABSTRACT Liquid waste generated from various domestic activities has the potential to cause environmental pollution if it is not properly treated. One method that can be used to improve the quality of liquid waste is the application of Effective Microorganisms 4 (EM-4), which contains various beneficial microorganisms involved in the biodegradation of organic matter. This study aims to analyze the effect of EM-4 addition on the quality of liquid waste based on pH and turbidity parameters. The research employed an experimental method using a pretest-posttest design. A 500 mL liquid waste sample was treated with 10 mL of EM-4 and then incubated for 5 days at room temperature. Measurements of pH and turbidity were conducted before and after the treatment. The results of the study showed a significant decrease in pH from 8.47 (day 0) to 3.71 (day 5), reaching the lowest point on day 3 at 3.59. Furthermore, turbidity values decreased consistently over the 5 days of incubation from 364 NTU to 91.5 NTU, achieving a total reduction efficiency of 74.86%. These findings indicate that the application of EM-4 is effective in reducing turbidity, although it shifts the wastewater into an acidic condition.
Evaluasi Kelengkapan Obat pada Emergency Trolley di IGD Rumah Sakit Umum Daerah Sayang Rakyat Makassar: Evaluation of Medication Completeness in the Emergency Trolley at the Emergency Department of Sayang Rakyat Regional General Hospital Makassar Susilawaty Mantulangi; Widy Susanti Abdulkadir; Karunita Ika Astuti; Teti Sutriyati Tuloli; Multiani S. Latif
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i8.11709

Abstract

Emergency trolley merupakan troli berisi obat-obatan dan alat kesehatan yang digunakan untuk penanganan kondisi darurat seperti henti jantung dan syok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian kelengkapan obat pada emergency trolley di IGD RSUD Sayang Rakyat Makassar berdasarkan standar yang berlaku. Metode penelitian menggunakan kuantitatif deskriptif melalui observasi dan dokumentasi langsung periode Januari–Februari 2026. Sampel ditentukan dengan teknik total sampling terhadap unit emergency trolley dan seluruh stok obat di dalamnya. Hasil evaluasi kuantitas dari 21 jenis obat menunjukkan 17 jenis berkondisi lengkap (100%), namun terdapat defisit kuantitas pada 4 jenis sediaan (Amiodaron injeksi, Isosorbid dinitrat injeksi, Furosemid injeksi, dan Isosorbid dinitrat tablet 5 mg). Dari total 52 unit volume ideal, hanya tersedia 45 unit fisik di lapangan (capaian 86,54% dan defisit 13,46%). Dari aspek kualitas, ditemukan sediaan kedaluwarsa (Methyl prednisolon 125 mg injeksi dan Amiodaron injeksi) serta sediaan kritis dekat kedaluwarsa (Epinefrin injeksi dan Stesolid 5 mg), meskipun kemasan 100% baik. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian kelengkapan obat belum sepenuhnya memenuhi standar yang telah ditentukan. ABSTRACT Emergency trolley is a cart containing medicines and medical devices used to manage emergency conditions such as cardiac arrest and shock. This study aims to determine the suitability of drug completeness in the emergency trolley at the Emergency Department (ED) of Sayang Rakyat Regional General Hospital Makassar based on applicable standards. The research method used descriptive quantitative through direct observation and documentation during January–February 2026. The sample was determined using a total sampling technique on the emergency trolley unit and all drug stocks within it. The quantity evaluation of 21 drug types showed that 17 types were complete (100%), yet a quantity deficit was found in 4 preparations (Amiodarone injection, Isosorbide dinitrate injection, Furosemide injection, and Isosorbide dinitrate tablet 5 mg). Of the total 52 ideal volume units, only 45 physical units were available in the field (achievement 86.54% and deficit 13.46%). In terms of quality, expired preparations (Methyl prednisolone 125 mg injection and Amiodarone injection) and critical near-expiry preparations (Epinephrine injection and Stesolid 5 mg) were found, although 100% of the packaging was in good condition. The study concludes that the drug completeness has not fully met the predetermined standards.
Analisis Strategi Penggunaan Media Sosial oleh Calon Petahana (Incumbent) dalam Kampanye Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Manggarai Barat Tahun 2025: Analysis of Social Media Usage Strategies by Incumbent Candidates in the 2025 Regional Head Election Campaign in West Manggarai Regency Defiloyaliani Ngadu; Yeftha Yerianto Sabaat; Boli Tonda Baso
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i8.11722

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penggunaan media sosial oleh pasangan calon petahana Edistasius Endi dan Yulianus Weng (Edi-Weng) dalam kampanye Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Manggarai Barat. Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana media sosial digunakan untuk membangun citra diri, menyampaikan program kerja, dan berinteraksi dengan masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam bersama pasangan calon petahana, admin media sosial, ketua tim kampanye, dan perwakilan partai pengusung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan Edi-Weng menggunakan media sosial, khususnya Facebook, sebagai saluran komunikasi utama karena memiliki jangkauan luas hingga ke pelosok desa di Manggarai Barat. Strategi yang diterapkan berfokus pada narasi keberlanjutan melalui jargon "Jual Bukti, Bukan Janji," di mana konten yang disajikan berupa video dan foto nyata dari pencapaian pembangunan infrastruktur serta fasilitas publik selama masa jabatan sebelumnya. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa efektivitas kampanye digital didukung oleh integrasi yang kuat antara tim kreatif dan mesin partai politik pengusung (Hanura, Gerindra, PKS, PKB, PBB, NasDem, dan PDIP) dalam menyebarkan konten secara organik serta menjaga citra harmonis pasangan calon. Media sosial juga berfungsi sebagai sarana untuk membangun kedekatan emosional dengan warga dan menangkal berita bohong (hoax). Secara keseluruhan, strategi media sosial petahana bersifat taktis dan terukur dengan memanfaatkan data interaksi serta tren platform untuk mendominasi percakapan publik di wilayah Kabupaten Manggarai Barat. ABSTRACT This study aims to analyze the social media strategies used by the incumbent candidate pair, Edistasius Endi and Yulianus Weng (Edi-Weng), in the Regional Head Election (Pilkada) campaign of West Manggarai Regency. The main focus of this research is how social media is utilized to build personal branding, communicate work programs, and interact with the public amidst rapid information technology developments.The research method used is qualitative, with data collection techniques through in-depth interviews with the incumbent candidates, social media administrators, campaign chairs, and representatives of the supporting political parties. The results indicate that the Edi-Weng pair uses social media, particularly Facebook, as their primary communication channel due to its extensive reach to rural villages in West Manggarai, where approximately 59.61% of the population are users. The strategy implemented focuses on a narrative of continuity through the jargon "Selling Evidence, Not Promises," where the content presented consists of real videos and photos of infrastructure achievements and public facilities from their previous term.Furthermore, the study finds that digital campaign effectiveness is supported by strong integration between the creative team and the supporting political party machinery Hanura, Gerindra, PKS, PKB, PBB, NasDem, and PDIP to distribute content organically and maintain the harmonious image of the candidates. Social media also serves as a tool to build emotional closeness with citizens and counter fake news (hoax). Overall, the incumbent's social media strategy is tactical and measured, utilizing interaction data and platform trends to dominate public discourse in West Manggarai Regency.
Relasi Kuasa dalam Kontrol Akses Kapal di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Oeba Kota Kupang: Power Relations in Ship Access Control at the Oeba Fish Landing Port (PPI) in Kupang City Maria Novia Lawotan; Diana S.A.Natalia Tabun; Maria M. Niis
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i8.11723

Abstract

ABSTRAK Pelabuhan perikanan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pendaratan hasil tangkapan ikan, tetapi juga sebagai ruang pengaturan aktivitas kapal melalui berbagai aturan dan prosedur administratif. Dalam proses tersebut, berbagai aktor seperti syahbandar, staf administrasi, nelayan, dan pemilik kapal saling berinteraksi dalam pengaturan akses kapal. Kondisi ini menunjukkan bahwa akses kapal tidak hanya ditentukan oleh kebutuhan operasional, tetapi juga oleh relasi kuasa yang terbentuk dalam praktik pelayanan pelabuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi kuasa dalam kontrol akses kapal di PPI Oeba Kota Kupang. Penelitian menggunakan teori relasi kuasa Michel Foucault dan teori mekanisme akses Ribot dan Peluso. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan dengan melibatkan 13 informan yang terdiri atas koordinator pelabuhan, staf administrasi, pemilik kapal, nakhoda, nelayan, dan anak buah kapal (ABK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi kuasa dalam kontrol akses kapal berlangsung melalui pelaksanaan aturan dan prosedur administratif oleh syahbandar dan petugas pelabuhan. Kekuasaan sebagai relasi terlihat dari ketergantungan nelayan terhadap keputusan administratif dalam memperoleh akses berlayar. Kekuasaan disipliner tampak melalui pemeriksaan dokumen dan penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) yang mendorong kepatuhan nelayan terhadap aturan. Sementara itu, power/knowledge terlihat dari penguasaan informasi dan prosedur administrasi oleh petugas pelabuhan yang memengaruhi proses pelayanan. Selain itu, akses kapal dipengaruhi oleh hak formal berupa dokumen kapal, struktur kelembagaan pelabuhan, serta relasi sosial antaraktor. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kontrol akses kapal di PPI Oeba merupakan bentuk relasi kuasa yang dijalankan melalui aturan, kewenangan administratif, dan pengetahuan yang dimiliki aktor pelabuhan dalam menentukan akses kapal terhadap layanan dan aktivitas pelayaran. ABSTRACT Fisheries ports function not only as landing sites for fish catches but also as spaces for regulating vessel activities through various administrative rules and procedures. In this process, various actors harbormasters, administrative staff, fishermen, and vessel owners interact in managing vessel access. This condition shows that vessel access is determined not only by operational needs but also by power relations formed in port service practices. This study aims to analyze power relations in vessel access control at PPI Oeba, Kupang City. It employs Michel Foucault's theory of power relations and Ribot and Peluso's theory of access mechanisms. A qualitative descriptive method was used, with data collected through observation, interviews, documentation, and literature review involving 13 informants, including port coordinators, administrative staff, vessel owners, captains, fishermen, and crew members. Results indicate that power relations in vessel access control occur through the implementation of rules and administrative procedures by harbormasters and port officers. Power as a relation is evident in fishermen's dependence on administrative decisions to obtain sailing permits. Disciplinary power appears through document inspection and issuance of Sailing Approval Letters (SPB), encouraging compliance with regulations. Meanwhile, power/knowledge is seen in port officers' mastery of information and administrative procedures, influencing service processes. Additionally, vessel access is affected by formal rights (vessel documents), port institutional structures, and social relations among actors. The study concludes that vessel access control at PPI Oeba is a form of power relations exercised through rules, administrative authority, and the knowledge held by port actors in determining vessel access to services and shipping activities.
Revitalisasi Kampung Adat Ruteng Pu’u sebagai Model Pembangunan Kolaboratif Berbasis Budaya di Kabupaten Manggarai: Revitalization of Ruteng Pu'u Traditional Village as a Model of Culture-Based Collaborative Development in Manggarai Regency Hipolitus Demoris Ngambur; Frans Wilmat Muskanan; Yohanes Jimmy Nami
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i8.11724

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis revitalisasi kolaboratif Kampung Adat Beo Ruteng Pu’u sebagai model pembangunan berbasis budaya di Kabupaten Manggarai. Revitalisasi dilakukan sebagai upaya mengatasi rendahnya kunjungan wisatawan, keterbatasan fasilitas pendukung wisata budaya, menurunnya partisipasi generasi muda dalam kegiatan adat, serta tantangan modernisasi yang dapat memengaruhi keberlanjutan budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan dianalisis menggunakan Teori Collaborative Governance dari Ansell dan Gash (2008). Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi Kampung Adat Beo Ruteng Pu’u dilaksanakan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga adat, komunitas pariwisata, dan masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut berkontribusi terhadap pelestarian budaya, penataan ruang adat, peningkatan partisipasi masyarakat, serta pengembangan pariwisata berbasis budaya. Namun, proses revitalisasi masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan sumber daya, perbedaan kepentingan antaraktor, dan belum optimalnya keterlibatan generasi muda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tata kelola kolaboratif memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan revitalisasi kampung adat dan dapat menjadi model pembangunan berbasis budaya yang berkelanjutan. ABSTRACT This study aims to analyze the collaborative revitalization of Beo Ruteng Pu’u Traditional Village as a culture-based development model in Manggarai Regency. The revitalization was carried out to address low tourist visitation, limited cultural tourism facilities, declining youth participation in traditional activities, and the challenges of modernization that may affect the sustainability of local culture. This research employed a qualitative approach using a case study method and was analyzed through Ansell and Gash’s (2008) Collaborative Governance Theory. Data were collected through interviews, observations, documentation, and literature review. The findings show that the revitalization process was implemented through collaboration among the local government, traditional institutions, tourism communities, and local residents. This collaboration contributed to cultural preservation, improvement of traditional village management, increased community participation, and the development of culture-based tourism. However, several challenges remain, including limited resources, differences in stakeholder interests, and the low involvement of younger generations. The study concludes that collaborative governance plays an important role in supporting the successful revitalization of traditional villages and can serve as a sustainable model for culturebased development.
Manajemen Komunikasi Bisnis Warung Mindo36 dalam Membangun Loyalitas Mahasiswa melalui Pengalaman Ruang dan Pelayanan Digital: Business Communication Management of Warung Mindo36 in Building Student Loyalty through Spatial Experience and Digital Service Ari Indrawan; Najwa Nur Utami Dewi; Abiyu Razaq; Isna Siskawati
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i8.11727

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis revitalisasi kolaboratif Kampung Adat Beo Ruteng Pu’u sebagai model pembangunan berbasis budaya di Kabupaten Manggarai. Revitalisasi dilakukan sebagai upaya mengatasi rendahnya kunjungan wisatawan, keterbatasan fasilitas pendukung wisata budaya, menurunnya partisipasi generasi muda dalam kegiatan adat, serta tantangan modernisasi yang dapat memengaruhi keberlanjutan budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan dianalisis menggunakan Teori Collaborative Governance dari Ansell dan Gash (2008). Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi Kampung Adat Beo Ruteng Pu’u dilaksanakan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga adat, komunitas pariwisata, dan masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut berkontribusi terhadap pelestarian budaya, penataan ruang adat, peningkatan partisipasi masyarakat, serta pengembangan pariwisata berbasis budaya. Namun, proses revitalisasi masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan sumber daya, perbedaan kepentingan antaraktor, dan belum optimalnya keterlibatan generasi muda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tata kelola kolaboratif memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan revitalisasi kampung adat dan dapat menjadi model pembangunan berbasis budaya yang berkelanjutan. ABSTRACT This study aims to analyze the collaborative revitalization of Beo Ruteng Pu’u Traditional Village as a culture-based development model in Manggarai Regency. The revitalization was carried out to address low tourist visitation, limited cultural tourism facilities, declining youth participation in traditional activities, and the challenges of modernization that may affect the sustainability of local culture. This research employed a qualitative approach using a case study method and was analyzed through Ansell and Gash’s (2008) Collaborative Governance Theory. Data were collected through interviews, observations, documentation, and literature review. The findings show that the revitalization process was implemented through collaboration among the local government, traditional institutions, tourism communities, and local residents. This collaboration contributed to cultural preservation, improvement of traditional village management, increased community participation, and the development of culture-based tourism. However, several challenges remain, including limited resources, differences in stakeholder interests, and the low involvement of younger generations. The study concludes that collaborative governance plays an important role in supporting the successful revitalization of traditional villages and can serve as a sustainable model for culturebased development.
Model Pelayanan Kesehatan Islami di Rumah Sakit Muhammadiyah dalam Perspektif Hukum Kesehatan Indonesia: The Islamic Healthcare Service Model at Muhammadiyah Hospitals from the Perspective of Indonesian Health Law Andika Afriansyah; Eko Arianto; Milana Abdilah Subarkah
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i8.11728

Abstract

Artikel ini bertujuan merumuskan model pelayanan kesehatan Islami di Rumah Sakit Muhammadiyah dalam perspektif hukum kesehatan Indonesia. Kajian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan yuridis-normatif dan konseptual. Sumber kajian terdiri atas artikel akademik mengenai pelayanan Islami, rumah sakit syariah, keperawatan Islami, kepuasan pasien, SIRSMA, serta regulasi kesehatan Indonesia, meliputi UU No. 17 Tahun 2023, PP No. 28 Tahun 2024, Permenkes No. 6 Tahun 2026, Permenkes No. 11 Tahun 2017, Permenkes No. 24 Tahun 2022, dan standar akreditasi rumah sakit. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan Islami di Rumah Sakit Muhammadiyah tidak dapat dipahami hanya sebagai ekspresi simbolik keagamaan, tetapi harus menjadi sistem pelayanan yang mengintegrasikan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dengan hak pasien, keselamatan pasien, mutu layanan, rekam medis, akreditasi, serta tata kelola rumah sakit. Artikel ini menawarkan Model IKHLAS Berbasis Hukum Kesehatan yang terdiri atas integrasi AIK-SIRSMA, kepatuhan hukum, hak pasien, layanan holistik spiritual, akhlak pelayanan, dan sistem mutu-keselamatan pasien. Model ini menegaskan bahwa nilai Islam harus memperkuat, bukan menggantikan, kewajiban hukum rumah sakit. ABSTRACT This article aims to formulate an Islamic healthcare service model for Muhammadiyah Hospitals from the perspective of Indonesian health law. The study employs a literature review method using normative-juridical and conceptual approaches. The sources include academic articles on Islamic healthcare services, Sharia hospitals, Islamic nursing, patient satisfaction, the Muhammadiyah Hospital Management Information System (SIRSMA), and Indonesian health regulations, including Law No. 17 of 2023, Government Regulation No. 28 of 2024, Minister of Health Regulation No. 6 of 2026, Minister of Health Regulation No. 11 of 2017, Minister of Health Regulation No. 24 of 2022, and hospital accreditation standards. The findings indicate that Islamic healthcare services in Muhammadiyah Hospitals should not be understood merely as a symbolic expression of religiosity but rather as a comprehensive service system that integrates Al-Islam and Kemuhammadiyahan (AIK) values with patient rights, patient safety, service quality, medical records, hospital accreditation, and hospital governance. This article proposes the IKHLAS Model Based on Health Law, which comprises the integration of AIK and SIRSMA, legal compliance, patient rights, holistic spiritual care, ethical service conduct, and a quality and patient safety system. The model emphasizes that Islamic values should reinforce, rather than replace, the legal obligations of hospitals.
Pengaruh Environmental, Social, and Governance, Profitabilitas, Firm Size, dan Earnings per Share terhadap Nilai Perusahaan yang Diprosikan dengan Tobin's Q pada Perusahaan Indeks LQ45 Periode 2021–2024: The Influence of Environmental, Social, and Governance, Profitability, Firm Size, and Earnings Per Share on Corporate Value Prosed by Tobin's Q in LQ45 Index Companies for the 2021–2024 Period Ferella Lazuardi; Zaenal Abidin
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i8.11729

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Environmental, Social, and Governance (ESG), Return on Assets (ROA), Firm Size, dan Earnings per Share (EPS) terhadap nilai perusahaan yang diproksikan dengan Tobin's Q pada perusahaan indeks LQ45 periode 2021–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif kausal dengan 27 perusahaan sampel yang dipilih melalui purposive sampling, sehingga diperoleh 108 observasi. Data dianalisis menggunakan regresi data panel dengan model Random Effect Model melalui perangkat lunak EViews 13 dan estimasi robust standard error. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan ESG, ROA, Firm Size, dan EPS berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Secara parsial, ESG dan ROA tidak berpengaruh signifikan, Firm Size berpengaruh negatif dan signifikan, sedangkan EPS berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Nilai koefisien determinasi sebesar 35,21% menunjukkan bahwa variabel dalam model menjelaskan variasi nilai perusahaan, sementara sisanya dijelaskan oleh variabel lain di luar model. ABSTRACT This study aims to analyze the effect of Environmental, Social, and Governance (ESG), Return on Assets (ROA), Firm Size, and Earning per Share (EPS) on firm value proxied by Tobin's Q in LQ45 index companies for the 2021–2024 period. This research uses a causal associative quantitative approach with 27 sample companies selected through purposive sampling, resulting in 108 observations. The data were analyzed using panel data regression with the Random Effect Model through EViews 13 software and robust standard error estimation. The results show that simultaneously ESG, ROA, Firm Size, and EPS have a significant effect on firm value. Partially, ESG and ROA have no significant effect, Firm Size has a significant negative effect, while EPS has a significant positive effect on firm value. The coefficient of determination of 35.21% indicates that the variables in the model explain the variation in firm value, while the remainder is explained by other variables outside the model.
Analisis Kecelakaan Pesawat Cessna Caravan C208B EX PK-SNW di Runway Bandara Sinak Papua dalam Perspektif Runway Excursion, Unstabilized Approach, dan Human Factors: Analysis of the Cessna Caravan C208B EX PK-SNW Aircraft Accident on the Runway at Sinak Airport, Papua, from the Perspectives of Runway Excursion, Unstabilized Approach, and Human Factors Verdy Pranata Tarigan; Elfi Amir; Rany Adiliawijaya Putriekapuja; Anggi Reh Ngenana Bukit
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i8.11731

Abstract

Kecelakaan pesawat Cessna Caravan C208B EX registrasi PK-SNW di Runway 35 Bandara Sinak, Papua, pada 30 Agustus 2022 memperlihatkan interaksi antara performa pendaratan, lingkungan operasi, kepatuhan prosedural, dan faktor manusia. Artikel ini menganalisis kecelakaan tersebut melalui studi kasus berbasis dokumen dan narrative literature review. Sumber utama artikel berasal dari laporan final KNKT KNKT.22.08.13.04, sedangkan sumber pendukung meliputi standar ICAO, peraturan Pemerintah Indonesia, buku terbitan sepuluh tahun terakhir, serta artikel ilmiah lima tahun terakhir. Analisis dilakukan dengan mengelompokkan fakta kecelakaan ke dalam lima kategori, yaitu runway excursion, unstabilized approach, landing performance, recorded electronic data, dan human factors. Hasil kajian menunjukkan bahwa pesawat melewati ambang landasan dengan ketinggian dan kecepatan di atas kondisi ideal, mengalami sink rate berlebih, melakukan touchdown melewati touchdown zone, mengalami bounce, dan kehilangan margin jarak berhenti pada runway basah. Dari sisi manusia, plan continuation bias dan tekanan internal untuk menyelesaikan penerbangan berpotensi memengaruhi keputusan pilot untuk tetap mendarat meskipun parameter pendekatan tidak memenuhi kriteria stabilized approach. Artikel ini menegaskan bahwa pencegahan kejadian serupa membutuhkan disiplin go-around, pelatihan pengambilan keputusan berbasis skenario, pemantauan data penerbangan, penguatan fungsi pilot monitoring, dan pengawasan operasional berbasis risiko. ABSTRACT The accident involving a Cessna Caravan C208B EX aircraft, registered PK-SNW, at Runway 35 of Sinak Airport, Papua, on 30 August 2022 demonstrates the interaction between landing performance, operating environment, procedural compliance, and human factors. This article analyzes the accident using a document-based case study and narrative literature review. The primary source is the KNKT final report(KNKT, 2025), supported by ICAO standards, Indonesian aviation regulations, aviation books published within the last ten years, and scientific articles published within the last five years. The analysis classifies accident facts into five categories: runway excursion, unstabilized approach, landing performance, recorded electronic data, and human factors. The review indicates that the aircraft crossed the runway threshold at a higher altitude and speed than the ideal condition, experienced an excessive sink rate, touched down beyond the touchdown zone, bounced, and lost stopping-distance margin on a wet runway. From the human factors perspective, plan continuation bias and self-imposed pressure to complete the flight may have influenced the pilot’s decision to land despite the approach parameters not meeting stabilized approach criteria. This article argues that preventing similar occurrences requires go-around discipline, scenario-based decision-making training, flight data monitoring, stronger pilot-monitoring functions, and risk-based operational oversight.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 7: Juli 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 6: Juni 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 5: Mei 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 4: April 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 3: Maret 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 2: Februari 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 1: Januari 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026 (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) April 2026 (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Mei 2026 Vol. 8 No. 12: Desember 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 11: November 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 10: Oktober 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 9: September 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 8: Agustus 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 7: Juli 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 6: Juni 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 5: Mei 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 4: April 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 3: Maret 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 2: Februari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 1: Januari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Mei 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - September 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - November 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025 Vol. 7 No. 12: Desember 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 11: November 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 10: Oktober 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 9: September 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 8: Agustus 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 7: July 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 6: Juni 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 5: MEI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 4: APRIL 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 3: MARET 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 11: NOVEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 10: OKTOBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 11: NOVEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 9: SEPTEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 7: JULI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 6: JUNI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 5: MEI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 4: APRIL 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 3: MARET 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 2: FEBRUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 1: JANUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 9: SEPTEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 7: JULI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 6: JUNI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 5: MEI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 4: APRIL 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 3: MARET 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 2: FEBRUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 1: JANUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 10: OKTOBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 12: DESEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 11: NOVEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 10: OKTOBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2022 Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 8: AGUSTUS 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 7: JULI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 6: JUNI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 5: MEI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 4: APRIL 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 3: MARET 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 2: FEBRUARI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 1: JANUARI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 9: DESEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 8: NOVEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2021 Vol. 3 No. 7: OKTOBER 2021 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 6: SEPTEMBER 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 5: AGUSTUS 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 4: JULI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 3: JUNI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 2: MEI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 1: APRIL 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 2 No. 1: Oktober 2019 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 1 No. 1: Oktober 2018 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) More Issue