cover
Contact Name
Yoni Sunaryo
Contact Email
yonisunaryo@unigal.ac.id
Phone
+6282317426278
Journal Mail Official
sunaryoyoni@gmail.com
Editorial Address
Jl. R.E. Martadinata No. 150 Ciamis
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan)
Published by Universitas Galuh
ISSN : -     EISSN : 27226069     DOI : http://dx.doi.org/10.25157/j-kip.v1i2
Core Subject : Education, Social,
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) merupakan jurnal untuk mempublikasikan hasil penelitian dalam bidang Pendidikan. Terbit secara berkala satu tahun tiga kali yakni pada bulan Februari, Juni dan Oktober. J-KIP dikelola oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh dan mempublikasikan kajian teori ataupun penelitian dalam bidang Pendidikan baik itu dari Peneliti, Mahasiswa, Guru, Dosen, dan Praktisi Pendidikan. Ruang lingkup artikel ilmiah yang dapat diterbitkan dalam J-KIP meliputi: Kurikulum dalam Pengajaran Kemampuan Berpikir Model Pembelajaran Media dan Multimedia Pembelajaran Penilaian (Assesment) dan Evaluasi dalam Pengajaran Pengembangan Profesional Guru Konsep Materi Pelajaran DDR
Articles 531 Documents
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION PADA SISWA KELAS VI SDN 2 KARANGPARI Maman Suparman
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 1, No 1 (2020): JUNI
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS GALUH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v1i1.9351

Abstract

Dewasa ini tumbuh kesadaran yang semakin kuat dikalangan dunia pendidikan bahwa proses belajar mengajar akan lebih efektif apabila siswa aktif berpartisipasi dalam proses tersebut. Banyak kalangan siswa yang menganggap bahwa belajar adalah aktivitas yang tidak menyenangkan, duduk berjam-jam dengan mencurahkan perhatian dan pikiran pada suatu pokok bahasan, baik yang sedang disampaikan guru maupun yang sedang dihadapi di meja belajar. Namun permasalahan yang lebih menonjol dan sering muncul yaitu adanya anggapan siswa bahwa IPS adalah pelajaran hafalan yang membosankan dan menjenuhkan, sehingga hal tersebut menyebabkan hasil belajar mereka rendah. Terkait belum optimalnya hasil belajar siswa kelas VI SDN 2 Karangpari maka penulis berupaya untuk menerapkan model pembelajaran Group Investigation pada Pokok Bahasan Negara-Negara Tetangga sebagai salah satu alternatif pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar IPS. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan dalam 2 siklus. Pada setiap siklus ada 4 tahapan yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan dan (4) refleksi. Hasil belajar siswa pada siklus I adalah 61,29%, siklus II adalah 90,32%. Hasil belajar siswa meningkat 29,03% dan sudah memenuhi indikator keberhasilan yaitu sekurang- kurangnya ketuntasan klasikal mencapai 75% dengan KKM IPS kelas VI SDN 2 Karangpari adalah 65. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPS melalui model pembelajaran Group Investigation dapat meningkatkan hasil belaja siswa kelas VI SDN 2 Karangpari tahun ajaran 2019-2020.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS DESKRIPSI SISWA KELAS V SDN I CILAMPUNGHILIR TASIKMALAYA Atikah Atikah
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 1, No 1 (2020): JUNI
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS GALUH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v1i1.9331

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya permasalahan siswa kelas IIB SDN I Cilampunghilir  Tasikmalaya  yang masih belum mampu mengembangkan ide atau gagasan yang dimiliki.Tujuan yang akan dicapai pada penelitian ini yaitu mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran, mendeskripsikan hasil belajar, dan mendeskripsikan kendala-kendala yang ditemui. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang setiap siklusnya dilaksanakan melalui tiga tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan dan pengamatan, serta refleksi.Penerapan pembelajaran dengan memanfaatkan media benda kongkret dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menulis deskripsi. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil belajar dalam menyelesaikan tugas mengalami peningkatan pada siklus I dan II. Pada siklus I ketuntasan klasikal siswa mencapai 72.5%, dan pada siklus II ketuntasan klasikal siswa mencapai 95%. Kendala yang ditemukan observer dan guru seperti masih ada siswa yang menggunakan bahasa ibu dalam menemukan kosa kata yang sesuai dengan objek yang dideskripsikan dan siswa masih malu-malu dalam mempresentasikan hasil kedepan kelas.
KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI SELF-CONFIDENCE SISWA Rizky Nur Afifah; Yoni Sunaryo; Angra Meta Ruswana
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 3, No 3 (2022): OKTOBER
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS GALUH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v3i3.8769

Abstract

Latar belakang masalah pada penelitian ini adalah kemampuan komunikasi matematis siswa yang masih rendah. Pembelajaran matematika tidak hanya membentuk siswa menjadi paham dengan materi-materi matematika saja, akan tetapi kemampuan lain yang dimiliki siswa ditumbuhkan dalam pembelajaran matematika seperti kemampuan berpikir matematis. Salah satu jenis kemampuan berpikir matematis yaitu kemampuan komunikasi matematis. Kemampuan komunikasi merupakan salah satu bagian penting dalam matematika, karena merupakan alat bantu dalam transmisi pengetahuan matematika atau sebagai pondasi dalam membangun pengetahuan matematika. Selain itu, self-confidence juga merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran matematika, karena seseorang yang memiliki rasa percaya diri akan yakin dengan kemampuannya untuk menyelesaikan suatu masalah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kemampuan komunikasi matematis ditinjau dari self-confidence tinggi, sedang dan rendah. Metode penelitian yang dipakai adalah kualitatif. Penelitian dilakukan di kelas XI IPA 1 yang terdiri dari 15 orang. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah intrumen tes kemampuan komunikasi dan angket self-confidence. Pokok bahasan materi yang dibahas dalam soal tes yaitu materi matriks. Hasil penelitian ini adalah siswa dengan self-confidence tinggi dapat memenuhi 3 indikator kemampuan komunikasi matematis yaitu indikator written text, drawing dan mathematical expressions, siswa dengan self-confidence sedang dapat memenuhi 2 indikator kemampuan komunikasi matematis. Subjek S-1 dapat memenuhi indikator 1 (written text) dan indikator 3 (mathematical expressions), sedangkan subjek S-2 dan S-3 dapat memenuhi indikator 1 (written text) dan indikator 2 (drawing), siswa dengan self-confidence rendah hanya dapat memenuhi 1 indikator kemampuan komunikasi matematis yaitu semua subjek R-1, R-2 dan R-3 dapat memenuhi indikator 1 (written text).
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI BERBASIS TPACK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Novita Permatasari; Toto Toto; Endang Hardi
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 3, No 3 (2022): OKTOBER
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS GALUH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v3i3.8590

Abstract

Pembelajaran di Indonesia pada abad 21 menuntut siswa untuk memiliki kemampuan berpikir kritis karena pembelajaran saat ini tidak cukup hanya dengan memiliki kemampuan mengingat saja namun harus mampu menganalisis, memecahkan masalah, mengidentifikasi serta mengembangkan penalaran yang dimiliki. Selain itu, pembelajaran di Indonesia juga harus mampu mengikuti perkembangan digitalisasi di abad 21. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh penerapan model pembelajaran inkuiri berbasis TPACK terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Waktu penelitian dilaksanakan mulai bulan Januari s.d bulan Juli 2022. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Baregbeg. Sampel yang digunakan yaitu siswa kelas X IPA 1 sebanyak 34 siswa. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling. Penelitian ini menggunakan metode Pre-Eksperimental dengan desain penelitian One-Grup Pretest-Posttest Design. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan berpikir kritis berupa pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Z. Hasil penelitian diperoleh Zhitung ˃ Ztabel yaitu 3,42 ˃ 1,65. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada pengaruh penerapan model pembelajaran inkuiri berbasis TPACK terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. 
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMA NEGERI 2 CIAMIS Siti Maysaroh; Ilah Ilah; Dedeh Dedeh
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 3, No 3 (2022): OKTOBER
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS GALUH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v3i3.8695

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa merupakan masalah dalam penelitian ini, karena hasil belajar merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan proses pembelajaran, maka pendidik dituntut untuk segera mencari berbagai upaya untuk mencapai keberhasilan, rendahnya hasil belajar dilatarbelakangi oleh berbagai faktor diantaranya pemilihan model pembelajaran dengan tipe yang tepat digunakan oleh pendidik, adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui: 1) Perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada pengukuran awal (pretest) dan pengukuran akhir (posttest); 2) Perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran konvensional pada pengukuran awal (pretest) dan pengukuran akhir (posttest); 3) Perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada pengukuran akhir (posttest). Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian eskperimen dengan bentuk quasi experimental design tipe nonequivalent control group design. Teknik analisis data yang digunakan yaitu Uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada pengukuran awal (pretest) dan pengukuran akhir (posttest); 2) Terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran konvensional pada pengukuran awal (pretest) dan pengukuran akhir (posttest); 3) Terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada pengukuran akhir (posttest).
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI IMPLEMENTASI MODEL DISCOVERY LEARNING Maryam Maryam
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 1, No 1 (2020): JUNI
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS GALUH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v1i1.9338

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran IPA padamateri ciri-ciri makhluk hidup melalui penggunaan Model Pembelajaran Discovery Learningdi kelas VI-A SD Negeri 2 Patakaharja Tahun Pelajaran 2018-2019. Manfaat penelitian ini untuk menambah referensi dan teori baru dalam bidang pendidikan terutama dalam pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas dengan menerapkan berbagai modelatau metode pembelajaran sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Untuk mencapai hal tersebut, langkah yang perlu dilaksanakan adalah dengan penggunaan Model Pembelajaran Discovery Learning. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif yang datanya bersumber dari tes formatif serta hasil pengamatan kelas. Penelitian ini di laksanakan dalam dua siklus, tiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini yang diharapkan yaitu meningkatnya ketuntasan belajar siswa yang mencapai 85%secara klasikal. Hasil penelitian menunjukkan, pada siklus I (satu) nilai rata-rata siswa berjumlah 71.25 dan ketuntasan belajar mencapai 58.33%. Hasil ini menunjukkan peningkatan dari kondisi awal yang nilai rata-ratanya hanya 59,79 dan ketuntasan belajar baru 33.33%. Sedangkan pada siklus II (dua) nilai rata-rata siswa 79.58 dan ketuntasan belajar mencapai 95.83%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan Model Pembelajaran Discovery Learning pada pembelajaranIPA materi ciri-ciri makhluk hidupdapat berpengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas VI-A SD Negeri 2 Patakaharja Tahun Pelajaran 2018-2019.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PROFESIONAL GURU PADA MASA PANDEMI COVID-19 MELALUI PROGRAM PELATIHAN PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE DI SMAN 10 TASIKMALAYA Yonandi Yonandi
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 1, No 2 (2020): OKTOBER
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS GALUH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v1i2.9199

Abstract

Guru dipersyaratkan mempunyai kompetensi dalam bidang akademis yang cukup kompleks. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa kompetensi akademik guru masih rendah. Salah satu bentuk program pengembangan profesional guru yang penting dilaksanakan adalah peningkatan pemahaman dan penerapan PCK bagi guru. Agar rumusan masalah lebih operasional maka diuraikan lebih rinci menjadi beberapa pertanyaan penelitian, sebagai berikut. 1) Apakah karakteristik program pelatihan PCK pada pembelajaran Bahasa Indonesia? 2) Bagaimana kemampuan guru dalam menyusun dokumen CoRe (Content Representation) dan PaP-eR (Pedagogical and Professional experience Repertoire) yang merupakan representasi PCK ? 3) Apa saja faktor penunjang dan kendala yang dihadapi para guru dalam menerapkan PCK dalam pembelajaran daring ?  Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan pendidikan meliputi 10 langkah penelitian yaitu: (1) penelitian dan pengumpulan data (research & information collecting), (2) perencanaan (planning), (3) pengembangan draft produk (develop preliminary form of product), (4) uji coba lapangan awal (preliminary field testing), (5) merevisi hasil uji coba (main product revision), (6) uji coba utama, (7) revisi produk operasional, (8) uji pelaksanaan lapangan, (9) penyempurnaan produk akhir, dan (10) diseminasi dan implementasi (dissemination and implementation). Berdasarkan hasil-hasil penelitian secara umum dapat disimpulkan bahwa program peningkatan profesional guru melalui pelatihan PCK merupakan program yang tepat dalam membantu guru meningkatkan kompetensi profesionalnya. Peningkatan kompetensi profesional guru pada penerapan PCK direpresentasikan melalui dokumen Core (Content Representation) dan PaP-eR (Pedagogical and Professional experience Repertoire).
NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL UPACARA ADAT MUPUNJUNG SITUS GUNUNG SURANDIL KECAMATAN RANCAH KABUPATEN CIAMIS Muhammad Zafar Sidiq; Yeni Wijayanti; Dewi Ratih
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 3, No 3 (2022): OKTOBER
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS GALUH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v3i3.8348

Abstract

Upacara Adat Mupunjung memiliki nilai-nilai kearifan lokal yang banyak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang proses Upacara Adat Mupunjung dan nilai-nilai kearifan lokal Upacara Adat Mupunjung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian Sejarah. Hasil penelitian menunjukan pelaksanaan upacara adat ini dilaksanakan setiap tahun sekali pada bulan Maulid yang sebulan sebelumnya telah di persiapkan untuk dana, sesaji, pusaka, panitia, dan situs. Prosesi pelaksanaan upacara adat dilaksanakan pada pagi hari dengan acara puncaknya yaitu tawasulan, membaca ikrar bubuka, wawacan Nabi Adam serta diakhiri dengan berdoa bersama. Nilai-nilai kearifan yang terkandung dalam Upacara Adat Mupunjung adalah nilai agama, nilai sosial, nilai bahasa, nilai seni, nilai sejarah, nilai budaya, nilai ekonomi, nilai pendidikan, nilai etika, nilai estetis.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN REALISTICS MATHEMATICS EDUCATION (RME) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA Roro Tsabita Imanisa; Adang Effendi
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 3, No 3 (2022): OKTOBER
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS GALUH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v3i3.8747

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada permasalahan masih rendahnya kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Kemampuan berpikir kreatif matematis siswa sangat penting untuk dikuasai, terutama untuk mengembangkan konsep-konsep matematika secara fluency, flexibility, originality dan elaboration yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Berpikir kreatif matematis akhir-akhir ini menjadi isu penting untuk dikembangkan dalam kajian pembelajaran matematika. Namun berpikir kreatif matematis belum menjadi tujuan utama dalam pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan RME dengan siswa yang memperoleh pembelajaran dengan metode pembelajaran konvensional. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain non-equivalent pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Majenang yang terdiri dari sepuluh kelas. Adapun sampelnya dipilih dengan teknik purposive sampling dan yang terpilih yaitu kelas VIII D sebanyak 32 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII E sebanyak 31 siswa sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen menggunakan pendekatan Realistics Mathematics Education (RME) dan kelas kontrol menggunakan metode pembelajaran konvensional. Instrumen dalam penelitian ini adalah tes kemampuan berpikir kreatif matematis. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistika. Hasil dari hipotesis penelitian diterima. Tidak menutup kemungkinan peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dipicu oleh pembelajaran dengan pendekatan RME yang dalam pelaksanaan pembelajarannya selalu menitikberatkan pada matematika dalam dunia nyata yang dekat dengan kehidupan siswa. Kata Kunci : Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis; Pendekatan Realistics Mathematics Education (RME)
PENGARUH PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMA NEGERI 1 KAWALI Agnis Fauziah Fitriany; Maman Herman; Ilah ilah
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 3, No 3 (2022): OKTOBER
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS GALUH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v3i3.8707

Abstract

Penelitian di latarbelakangi bahwa adanya hasil belajar siswa yang masih rendah di Sma Negeri 1 Kawali. Adapun rendahnya hasil belajar siswa di sebabkan oleh beberapa faktor diantaranya metode pembelajaran yang guru terapkan kurang tepat, kurangnya media pembelajaran yang guru terapkan dan kurangnya antusias siswa dalam belajar. Adapun tujuan dari penelitian ini: (1) Perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL)   pada pengukuran awal (pre-test) dan pengukuran akhir (post-test). (2) Perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan metode pembelajaran Konvensional pada pengukuran awal (pre-test) dan pengukuran akhir (post-test). (3) Perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) dengan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran Konvensional pada pengukuran akhir (post-test). Di dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah Quasi Eksperimental Design yaitu Nonequivalent Control Group Design.Penelitian ini menghasilkan kesimpulan sebagai berikut: (1) Terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan pendekatan contextual teaching and learning (CTL) pada pengukuran awal (pretest) dan pengukuran akhir (posttest). (2) Terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan metode pembelajaran konvensional pada pengukuran awal (pretest) dan pengukuran akhir (posttest). (3) Terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan pendekatan contextual teaching and learning (CTL) bila dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang menggunakan metode pembelajaran konvensional pada pengukuran akhir (posttest).