cover
Contact Name
Yoni Sunaryo
Contact Email
yonisunaryo@unigal.ac.id
Phone
+6282317426278
Journal Mail Official
sunaryoyoni@gmail.com
Editorial Address
Jl. R.E. Martadinata No. 150 Ciamis
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan)
Published by Universitas Galuh
ISSN : -     EISSN : 27226069     DOI : http://dx.doi.org/10.25157/j-kip.v1i2
Core Subject : Education, Social,
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) merupakan jurnal untuk mempublikasikan hasil penelitian dalam bidang Pendidikan. Terbit secara berkala satu tahun tiga kali yakni pada bulan Februari, Juni dan Oktober. J-KIP dikelola oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh dan mempublikasikan kajian teori ataupun penelitian dalam bidang Pendidikan baik itu dari Peneliti, Mahasiswa, Guru, Dosen, dan Praktisi Pendidikan. Ruang lingkup artikel ilmiah yang dapat diterbitkan dalam J-KIP meliputi: Kurikulum dalam Pengajaran Kemampuan Berpikir Model Pembelajaran Media dan Multimedia Pembelajaran Penilaian (Assesment) dan Evaluasi dalam Pengajaran Pengembangan Profesional Guru Konsep Materi Pelajaran DDR
Articles 531 Documents
NILAI-NILAI FILOSOFIS BATIK BANJAR JAWA BARAT Indah Mulyani; Yeni Wijayanti; Egi Nurholis
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 2, No 3 (2021): OKTOBER
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS GALUH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.668 KB) | DOI: 10.25157/j-kip.v2i3.6008

Abstract

Batik khas Kota Banjar merupakan hasil kerajinan yang tercipta setelah diselenggarakan lomba desain batik oleh Dewan Kerajinan dan Kesenian Nasional daerah Kota Banjar pada tahun 2010, motif batik yang terpilih menjadi juara adalah Motif Tarum yang menggambarkan kondisi lingkungan Kota Banjar karya Heri Susanto, motif batik Tarum dijadikan juara lomba dan dijadikan batik Khas Kota Banjar yang diresmikan pada tahun 2011. Saat ini batik khas Kota Banjar dijadikan sebagai pakaian dinas yang wajib dikenakan oleh seluruh aparatur pemerintahan Kota Banjar setiap hari Kamis yang di atur dalam Perubahan Atas Peraturan Wali Kota Nomor 23 Tahun 2018. Kemudian pada tahun 2020 dilakukannya pengajuan hak paten terhadap motif-motif batik khas Kota Banjar pada Ditjen Haki (Hak Kekayaan Intelektual). Nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam batik Kota Banjar meliputi nilai estetik, nilai ekonomi, nilai sosial-budaya dan nilai Pendidikan.
PERBEDAAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA MELALUI PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL DAN MEDIA PETA KONSEP PADA MATERI EKOSISTEM Resta Agustiany; Endang Hardi; Nur Ilmiyati
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 2, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS GALUH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.327 KB) | DOI: 10.25157/j-kip.v2i1.4815

Abstract

 Pengajaran biologi yang berlangsung di Sekolah pada umumnya sudah sangat baik terlebih dengan adanya penggunaan teknologi zaman sekarang yang semakin berkembang. Penggunaan berbagai macam teknologi sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa. Oleh karena itu,  penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kognitif siswa melalui penggunaan media audio visual dan media peta konsep pada materi ekosistem. Penelitian ini dilakukan secara online melalui aplikasi zoom  pada bulan April 2020 terhadap 20  siswa kelas X IPA 1 dan 20 siswa X IPA 2 di SMA Negeri 2 Ciamis yang dipilih  menggunakan teknik purposive sampling. Kelas X IPA 1  menggunakan media audio visual dan kelas X IPA 2 menggunakan media peta konsep. Penelitian ini menggunakan  metode quasi eksperimental dengan instrumen  penelitian berupa tes tertulis sebanyak 20 nomor untuk menganalisis hasil belajar kognitif siswa. Adapun hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t pada taraf α = 5% diperoleh nilai  t-hitung sebesar 8,91 dan  t- tabel (0,975) sebesar  2,02, karena t- hitung  >   t- tabel, maka Ho  ditolak dan Ha  diterima. Artinya terdapat perbedaan hasil belajar kognitif siswa dengan menggunakan media audio visual dan media peta konsep pada materi ekosistem.Kata kunci : Media Audio Visual, Media Peta Konsep, Hasil Belajar Kognitif
Kesalahan Penyelesaian Mathematical Word Problem Siswa SMK Teknik dan Bisnis Sepeda Motor Berdasarkan Taksonomi SOLO Desi Rahmawati; Ai Tusi Fatimah; Yoni Sunaryo
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 2, No 2 (2021): JUNI 2021
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS GALUH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.128 KB) | DOI: 10.25157/j-kip.v2i2.5319

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk  mendeskripsikan  kesalahan  siswa  dalam  menyelesaikan Mathematical Word Problems  yang disusun berdasarkan taksonomi SOLO. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah tes dan  wawancara. Subjek penelitian ini adalah enam orang siswa SMK Al-Masturiyah Langkaplancar Kompetensi Keahlian Teknik dan Bisnis Sepeda Motor yang mewakili kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesalahan konsep dilakukan oleh siswa pada kelompok kemampuan matematika sedang dan rendah. Kesalahan konsep yang dilakukan adalah penggunaan teorema atau rumus oleh siswa tidak sesuai  dengan kondisi prasyarat berlakunya rumus tersebut. Kesalahan menggunakan data dilakukan oleh semua kelompok kemampuan yaitu tidak menggunakan data yang seharusnya dipakai. Kesalahan interpretasi bahasa dilakukan oleh siswa pada kelompok kemampuan  sedang dan rendah yaitu kesalahan  dalam  menyatakan  bahasa  sehari-hari  dalam  Bahasa matematika dan kesalahan menginterpretasikan simbol-simbol, grafik dan tabel ke dalam Bahasa matematika. Kesalahan teknis hanya dilakukan oleh siswa pada kelompok sedang yaitu kesalahan penulisan bentuk pertidaksamaan. Kesalahan penarikan kesimpulan dilakukan oleh semua kelompok kemampuan yaitu melakukan penyimpulan tanpa alasan pendukung yang benar dan melakukan penyimpulan  pernyataan  yang  tidak  sah  dengan  penalaran logis Kata Kunci : Kesalahan, Taksonomi SOLO
PENERAPAN STRATEGI EKSPOSITORI UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN SISWA TENTANG PELUANG KEJADIAN MAJEMUK Totong Budiarto
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 1, No 2 (2020): OKTOBER
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS GALUH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.233 KB) | DOI: 10.25157/j-kip.v1i2.4402

Abstract

Sebuah penelitian tindakan kelas telah dilaksanakan di kelas XII IPA 6 SMA Negeri 1 Kawali tahun pelajaran 2018/2019 dengan topik penerapan strategi pembelajaran ekspositori dalam mata pelajaran matematika pada pokok materi peluang kejadian majemuk.  Penelitian tindakan kelas ini  berlangsung dalam dua siklus masing- masing terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah 35 siswa kelas XII IPA 6 SMA Negeri 1 Kawali tahun pelajaran 2018/2019.  Pengumpulan data diperoleh dari observasi dan tes. Sedangkan teknik analisis data diolah secara kualitatif yang terdiri dari tiga tahap pokok, yaitu reduksi data, paparan data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi ekspositori dapat meningkatkan pengetahuan tentang peluang kejadian majemuk siswa kelas XII IPA 6 SMA Negeri 1 Kawali tahun pelajaran 2018/2019. Hal ini ditandai dengan adanya perubahan kinerja guru dan keterampilan belajar siswa menjadi lebih positif terhadap pembelajaran. Selain itu, adanya peningkatan dalam persentase penguasaan materi dengan nilai rata-rata sebesar 20.0% dan peningkatan ketuntasan belajar sebesar 88.6%. Selain itu, setelah mendapatkan tindakan melalui strategi ekspositori, siswa kelas XII IPA 6 lebih memiliki sugesti positif terhadap pembelajaran, memahami tujuan pembelajaran yang harus dicapai, memiliki keingintahuan terhadap materi, konsentrasi, antusias, berpikir kritis, dan bersungguh-sungguh dalam belajar. Kata Kunci: Strategi Ekspositori, Pengetahuan Siswa, Peluang Kejadian Majemuk
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING MELALUI CLASSROOM TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA SUB MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN DI SMA NEGERI 1 KAWALI Rika Novianti; Adun Rusyana; Lia Yulisma
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 2, No 3 (2021): OKTOBER
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS GALUH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.42 KB) | DOI: 10.25157/j-kip.v2i3.6332

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Problem Based Learning melalui aplikasi Google Classroom terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Quasi Eksperimen Design. Desain penelitian yang digunakan yaitu one group pretest-posttest design. Populasi penelitian yaitu siswa kelas X SMA Negeri 1 Kawali yang berjumlah 216 siswa. Sample penelitian ini adalah kelas X IPA 1 dengan jumlah 36 siswa, teknik pengambilan sample secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa tes keterampilan berpikir kritis, dengan mengacu pada indikator berpikir kritis menurut Piaw yaitu inferensi, mengenal asumsi, dan interpretasi. Data yang diperoleh diolah secara statistik. Hasil perhitungan uji Z (α = 5% ) pada nilaii gain diperoleh nilai z hitung sebesar 1,92>1,64. Kesimpulan yang diperoleh adalah penerapan Model Problem Based Learning melalui Google Classroom terhadap keterampilan berpikir kritis siswa pada sub Materi Pencemaran Lingkungan di SMA Negeri 1 Kawali berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis siswa.Kata kunci : PBL, Keterampilan Berpikir kritis, Google Classroom
PERBEDAAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK YANG MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE INVESTIGASI KELOMPOK (GROUP INVESTIGATION) DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KONVENSIONAL Dinda Putri Handayani; Maman Herman; Rizka Andhika Putra
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 2, No 3 (2021): OKTOBER
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS GALUH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.128 KB) | DOI: 10.25157/j-kip.v2i3.6330

Abstract

Hasil belajar peserta didik yang masih rendah merupakan masalah didalam penelitian ini, mengingat hasil belajar adalah faktor penting karena dijadikan salah satu tolak ukur pencapaian proses pembelajaran. Hasil belajar peserta didik yang masih rendah ini dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya pemilihan model pembelajaran yang tepat sesuai dengan kompetensi dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif  Tipe Investigasi Kelompok (Group Investigation) pada pengukuran awal dan pengukuran akhir di kelas eksperimen. (2) Perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan Model Pembelajaran Konvensional pada pengukuran awal dan pengukuran akhir di kelas kontrol. (3) Perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok (Group Invstigation) dengan yang menggunakan Model Pembelajaran Konvensional pada pengukuran akhir. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen dengan desain Quasi Eksperimental Design Nonequivalent Control  Group Design. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan melalui test, metode observasi dan metode dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan dengan uji korelasi product  moment  kemudian menganalisis koefisien korelasi dengan uji validitas dan normalitas, dilanjutkan dengan uji hipotesis dengan menggunakan rumus uji t dan N-Gain. Populasi terdiri dari 56 orang yaitu kelas X IPA 1 sebagai kelas eksperimen sebanyak 28 peserta didik dan kelas X IPA 2 sebagai kelas kontrol sebanyak 28 peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik pada pengukuran awal (pretest) dan pengukuran akhir (posttest) di kelas eksperimen yang menggunakan Model Pembeljaran Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok (Group Investigation) dengan memperoleh peninkatan rata-rata yang cukup baik (signifikan) dengan N-Gain nya sebesar 0,75, an kelas kontrol yang menggunakan Model Pembelajaran Konvensional memperoleh peningkatan yang cukup (signifikan) dengan N-Gain nya yaitu sebesar 0,52 pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Baregbeg. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok (Group Investigation), Model  Pembelajaran   Konvensional, Hasil Belajar.
PELAKSANAAN QUESTION STUDENT HAVE METHOD DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMA Firman Aryansah
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 2, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS GALUH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.603 KB) | DOI: 10.25157/j-kip.v2i1.4880

Abstract

Rendahnya prestasi belajar atau hasil belajar siswa merupakan masalah yang menjadi topik utama di Lembaga Pendidikan. Hal ini dapat tergambar dari tidak tercapainya Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Untuk itu diperlukan penerapan metode pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1)Memperoleh gambaran tentang peningkatan hasil belajar siswa menggunakan metode pembelajaran Konvensional pada pengukuran awal dan akhir; 2)Memperoleh gambaran tentang peningkatan hasil belajar siswa menggunakan metode pembelajaran Question Student Have pada pengukuran awal dan akhir. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimen denga Non equivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah SMA N 1 Banjarsari. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa: 1)Terdapat perbedaan hasil belajar siswa kelas eksperimen 1 dengan pencapaian nilai rata-rata pretest 55,29 dan nilai rata-rata posttest 86,91. Kelas eksperimen 1 mendapatkan nilai rata-rata N-Gain 0,71 (tinggi); 2)Terdapat perbedaan hasil belajar siswa kelas eksperimen 2 dengan pencapaian nilai rata-rata pretest 54,39 dan nilai rata-rata posttest 83,10. Kelas eksperimen 1 mendapatkan nilai rata-rata N-Gain 0,63 (sedang) dan 3)Terdapat perbedaan antara hasil belajar siswa menggunakan metode pembelajaran Konvensional dengan hasil belajar siswa menggunakan metode pembelajaran Question Student Have. Hasil perhitungan Uji F menyatakan bahwa harga fhitung yang diperoleh dari hasil posttest yakni sebesar 2,035 dan harga ftabel sebesar 1,851. Hasil analisis menunjukan fhitung > ftabel, maka dapat dikatakan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran Konvensional lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran menggunakan metode pembelajaran Question Student Have. Kata Kunci: Hasil Belajar, Metode Pembelajaran Question Student Have
ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN Sry Nurhanifah; Adang Effendi; Ida Nuraida
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 2, No 3 (2021): OKTOBER
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS GALUH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.688 KB) | DOI: 10.25157/j-kip.v2i3.6173

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis merupakan bagian dari tujuan pembelajaran matematika yang harus dimiliki siswa. Kemampuan komunikasi matematis dapat diketahui melalui tipe kepribadian siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa SMP yang memiliki tipe kepribadian dalam pembelajaran blended learning, terdapat dua tipe kepribadian yaitu extrovert dan introvert.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik triangulasi. Subjek yang diambil adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Cikoneng Tahun Pelajaran 2020/2021 dengan cara mengisi angket tipe kepribadian, melakukan tes kemampuan komunikasi matematis berupa 4 butir soal uraian, dan wawancara kepada 6 orang siswa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari kemampuan komunikasi matematis berdasarkan tipe kepribadian extrovert dalam pembelajaran blended learning, subjek SE-1 mampu memenuhi 1 indikator yaitu memahami dan mengungkapkan gagasan matematis yang disajikan dalam tulisan atau lisan. Sedangkan tipe kepribadian introvert, subjek SI-1, SI-2 dan SI-3 mampu memenuhi 1 indikator yaitu dalam menggunakan representasi matematika (rumus, diagram, table, grafik, model) untuk menyatakan informasi matematis. Kata Kunci : Kemampuan Komunikasi Matematis, Blended Learning, Tipe Kepribadian.
KESENIAN GEMBYUNG SEBAGAI MEDIA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA NEGERI 1 LUMBUNG KELAS X IPS 1 TAHUN AJARAN 2018-2019 Rizki Adinda Putri; Sri Pajriah; Yadi Kusmayadi
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 2, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS GALUH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.572 KB) | DOI: 10.25157/j-kip.v2i1.4770

Abstract

Pembelajaran sejarah yang dilaksahakan di sekolah mengajarkan materi yang jauh dari realitas kehidupan siswa. Mereka dihadapkan pada serentetan catatan fakta yang membentuk suatu peristiwa. Salah satu cara mendekatkan siswa pada materi sejarah adalah dengan menggunakan media pembelajaran sejarah lokal. Salah satunya adalah kesenian Gembyung yang dapat membantu siswa dalam pembelajaran sejarah agar siswa tidak tercerabut dari akar budaya dan sejarah lokalitasnya dengan mengenal kembali nilai- lokal warisan leluhur kebudayaan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna kesenian Gembyung di Kecamatan Panjalu dalam proses pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Lumbung kelas X IPS 1. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang mencakup beberapa tahap yaitu rencana penelitian, pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi, historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat makna atau nilai-nilai dari kesenian Gembyung, diantaranya nilai kebersamaan, nilai penghormatan, nilai keagamaan dan nilai nasionalisme. Kesenian Gembyung sebagai media dalam pembelajaran sejarah dapat membantu siswa untuk mengetahui kebudayaan lokal khususnya kesenian lokal daerah. Selain itu, pembelajaran sejarah dengan media kesenian Gembyung ini menjadi lebih mudah dipahami karena peserta didik melihat langsung kesenian Gembyung. Akibatnya, peserta didik mempunyai gambaran nyata terhadap pembelajaran kesenian Gembyung untuk mengaitkannya dengan materi sejarah lokal dan materi masuknya dan penyebaran  Islam di Indonesia.Kata Kunci : Kesenian Gembyung, Media Pembelajaran Sejarah.
PERKEMBANGAN TEOLOGI ISLAM KLASIK DAN MODERN Udung Hari Darifah; Nurwadjah Ahmad; Andewi Suhartini
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 2, No 3 (2021): OKTOBER
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS GALUH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.468 KB) | DOI: 10.25157/j-kip.v2i3.6521

Abstract

Perkembangan teologi Islam dari waktu ke waktu senantiasa mengalami pasang surut. Sepeninggalan Rasul, area utama refleksi sistematis teologis bersumber pada sumber yang paling otoritatif yaitu Al-quran dan Hadis, karena keduanya merupakan yurisprudensi (fiqh) yang paling utama. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Objek yang diteliti adalah perkembangan teologi Islam klasik dan modern. Pengumpulan data melalui metode kepustakaan (search library) melalui penjelasan buku-buku yang menunjang penjelasan perkembangan teologi Islam klasik dan modern. Pemikiran Islam klasik  merupakan warisan yang sangat berharga untuk membantu memecahkan problem kontemporer yang semakin akut. Oleh karena itu, mempelajari dan mengambil khazanah pemikiran Islam klasik harus dilakukan dalam dunia yang sangat modern sekalipun. Tetapi pengambilan warisan itu harus tetap disertai dengan sikap kritis-analitik. Karenanya diperlukan membumikan teologi islam dalam konteks islam pada negara modern, sehingga bisa menyampaikan mengenai Islam di ruang publik namun tidak menyinggung atau mengancam Agama lain disana, kemungkinan besar hal itu melalui dialog antar Agama. Membumikan teologi Islam dalam konteks kehidupan modern memang memerlukan strategi dan metodologi yang akurat.Kata kunci: Sistematis Teologi, Teologi Islam Klasik, Teologi Modern, Al-Quran, Hadist

Page 7 of 54 | Total Record : 531