cover
Contact Name
Hidayatus Sibyan
Contact Email
hsibyan@unsiq.ac.id
Phone
+622863326102
Journal Mail Official
jiars@fastikom-unsiq.ac.id
Editorial Address
Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo Jl. KH. Hasyim Asy'ari Km. 03, Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo, Jawa Tengah, Indonesia, 56351
Location
Kab. wonosobo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Arsitektur
ISSN : 18299431     EISSN : 27460584     DOI : https://doi.org/10.32699/jiars
Core Subject : Engineering,
Jurnal mengundang penulis dari berbagai disiplin ilmu yang melakukan penelitian tentang arsitektur dari berbagai bidang ilmu. Jurnal Ilmiah Arsitektur merupakan jurnal open access. Focus jurnal meliputi tema building science, sejarah bangunan, urban design, permukiman, tata ruang dalam dan semua tema yang relevan dengan arsitektur.
Articles 154 Documents
PEMANFAATAN RUANG TERBUKA PUBLIK DALAM KAJIAN PENGEMBANGAN POTENSI DAYA TARIK WISATA KOTA KUPANG Messakh, Jeni; Ndoen, Rhodys; Riwu, Doris Duarson
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 15 No 1 (2025): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v15i1.8578

Abstract

Kota sebagai pusat aktifitas menunjukan upayanya agar memiliki citra kota. Ruang terbuka publik sebagai wadah sarana rekreasi serta meningkatkan ekonomi, sosial dan budaya. Taman kota sebagai ruang terbuka hijau, dalam tatanan pengembangan wisata kota, maka ruang terbuka publik ditunjang oleh faktor pendukung dengan memiliki taman kota yang menarik dan memiliki fasilitas yang memadai sehingga tercipta aktifitas yang beragam. Taman kota yang dijadikan objek penelitian ini memiliki tingkat kunjungan yang bervariasi, fenomena ini menjadi nilai ukur tingkat kepuasan pengunjung menemukan faktor penghambat dan pendukung serta mengevaluasi tingkat kesesuaian strategi pengembangan wisata kota. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan hasil kuesioner sebagai data primer untuk mengetahui tingkat kepuasan pengunjung melalui analisa CSI. Hasil analisis ini dipakai sebagai dasar mengevaluasi pengembangan taman kota yang memiliki potensi daya tarik wisata. Temuan yang dihasilkan adalah tingkat kunjungan pada taman kota bervariasai, karna kondisi setiap lokasi memiliki kualitas berbeda menghadirkan rasa nyaman bagi pengunjung. Pemerintah sebagai pengambil kebijakan mempunyai peranan penting dalam pengembangan taman kota sebagai destinasi wisata, sehingga perlu ada aturan-aturan dalam pengembangan dan pengelolaan serta berkoordinasi antar instansi serta masyarakat juga berperan dalam keberlangsungan taman kota sebagai objek wisata di kota Kupang.
KARAKTERISTIK FASAD BANGUNAN VERNAKULAR DI KAMPUNG GEDUNG BATIN, LAMPUNG Fajarwati, Galuh; Lestari, A Dwi Eva; Matondang, Adelia Enjelina
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 15 No 1 (2025): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v15i1.9200

Abstract

Arsitektur vernakular menjadi bentuk wujud budaya lokal yang masih dapat dilihat secara langsung oleh Masyarakat dan menjadi symbol. Tidak lestarinya dari bangunan tradisional di pengaruhi juga oleh perkembangan zaman. Karakteristik kelokalan pada bangunan tradisional masih banyak tercermin pada banguna vernacular. karakteristik ini semakin berkembangnya zaman mengalami perubahan dan adaptasi. Tujuan dari penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi karakteristik dari bangunan vernakular melalui tampilan fasade bangunan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode komparatif. Identifikasi yang dilakukan pada fase bangunan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang telaah budaya dan kelokalan banguna vernakular kampung Gedung batin. Tipe fasade pada banguna vernakular gedung batin belum banyak perubahan desain. Bangunan vernakular memiliki dua tipe berdasarkan bentuk beranda dan menerapka unsur ukiran alam dalam menghias fasedenya.
SOCIAL INTERACTION SPACES IN KAMPUNG PASIR GINTUNG, BANDAR LAMPUNG, INDONESIA Tamariska, Stirena Rossy; Fatna, Agestha Bio Moze
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 15 No 1 (2025): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v15i1.9202

Abstract

The rapid growth of settlements in Indonesian metropolitan areas compels migrants to establish territories spontaneously, resulting in increasingly dense communities and the need for deliberate social spaces. These spaces emerge organically among residents who share long-term living experiences, cultural backgrounds, and daily activities. This study explores the characteristics of communal spaces in urban kampungs using a qualitative narrative method. Data were collected by observing the Sukamampir road corridor in Pasar Gintung, Bandar Lampung, Indonesia. The findings show that residents have transformed the road corridor into meaningful spaces for interaction, focusing on gathering activities at specific points. Given the limited spatial resources in the kampung, the study examines how citizens adaptively create places for social interaction within the remaining available areas. Activities such as sitting, standing, playing, eating, and buying and selling food occur within the corridor, facilitating daily interactions. This research highlights the adaptive strategies employed by residents to sustain social engagement amidst spatial constraints.
SHADING DEVICE PADA JENDELA BANGUNAN TINGGI UNTUK MENCIPTAKAN PENGHEMATAN ENERGI Saleh, Muhammad Fadly
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 15 No 1 (2025): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v15i1.9271

Abstract

Bangunan tinggi memiliki tuntutan tinggi pula atas kenyamanan di dalam ruang. Besarnya kebutuhan atas kenyaman termal lahir karena besarnya energi panas yang masuk ke dalam bangunan melalui selubung bangunan khususnya selubung transparan seperti kaca jendela. Untuk itu perlu dilakukan peneduh untuk mengurangi masuknya sinar matahari yang membawa panas untuk langsung masuk ke dalam bangunan. Salah satu metode peneduh adalah dengan menggunakan shading device. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan shading device pada bangunan tinggi dalam meminimalisir penggunaan energi pada bangunan Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimental dengan menggunakan program simulasi energi eQuest. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh positif dalam usaha meminimalisir penggunaan energi pada bangunan tinggi dengan menerapkan shading device pada jendela bangunan. Semakin luas area jendela yang tertutupi oleh shading device, maka semakin besar pula beban energi yang dapat dikurangi.
EKSPLORASI STRUKTUR DAN MATERIAL ARSITEKTUR PADA NAUNGAN ATAP GEREJA PUHSARANG KEDIRI Masruchin, Febby Rahmatullah; Tohar, Ibrahim; Murti, Farida; Farrelino, Christian; Remetwa, Apolinaris; Riadi, Riadi
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 15 No 1 (2025): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v15i1.9279

Abstract

Gereja Puhsarang merupakan salah satu obyek arsitektur di Indonesia yang menerapkan naungan sebagai ciri khas arsitektur vernakular dan upaya adaptasi pada iklim tropis. Struktur dan material pada naungan atap Gereja Puhsarang memiliki perbedaan dengan bangunan vernakular lainnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan eksplorasi yang fokus terkait struktur dan material pada naungan atap Gereja Puhsarang. Metode deskriptif kualitatif digunakan sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai melalui pengamatan di lapangan dan wawancara dengan narasumber. Hasil yang didapatkan terdapat perubahan dari kondisi awal Gereja 1936 dan kondisi saat ini 2025. Pada kondisi awal, struktur rangka atap terdiri dari 4 kuda-kuda lengkung yang menggunakan material sambungan papan kayu. Untuk menopang material penutup atap genteng tanah liat, terdapat gording, reng dan usuk dari material kawat dengan struktur kabel yang diikat dengan sistem ring. Penutup atap genting memiliki adaptasi yaitu berbentuk profil U yang dipasang berlawanan arah (atas dan bawah) serta diberi lubang untuk diikat pada sistem kabel. Sementara itu pada kondisi sekarang, kuda-kuda lengkung diganti dengan tabung baja serta penggantian sistem ring menjadi sambungan las permanen. Penelitian ini dapat dijadikan dasar dalam pengembangan struktur dan material sesuai dengan teknologi saat ini serta penerapan pada obyek arsitektur masa kini.
TRANSFORMASI RUANG PUBLIK ANAK MELALUI TAMAN BERMAIN EDUKATIF STUDI TAPAK KABUPATEN TOLITOLI Ali, Moh. Mudassir; Fadilah, Fadilah
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 15 No 1 (2025): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v15i1.9336

Abstract

Keterbatasan ruang publik anak di Tolitoli menunjukkan pentingnya perancangan taman bermain yang aman, edukatif, dan mendukung tumbuh kembang anak. Penelitian ini bertujuan merancang taman bermain edukatif yang mendorong perkembangan anak secara kognitif, sosial, dan motorik. Pendekatan desain berbasis lingkungan psikologis digunakan dengan mempertimbangkan tahapan usia dan kebutuhan aktivitas anak. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara dengan orang tua dan pemangku kepentingan, serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa taman bermain yang menggabungkan zonasi usia, unsur edukatif, serta fasilitas inklusif dan mudah diakses dapat meningkatkan kualitas ruang publik anak. Taman ini juga berfungsi sebagai sarana pembelajaran informal. Studi tapak dilakukan di Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, yang memiliki jumlah anak usia 0–14 tahun cukup tinggi dan memiliki aksesibilitas yang baik, sehingga dinilai tepat untuk pengembangan ruang publik ramah anak.
PERUBAHAN BENTUK FASAD DAN RUANG PADA ARSITEKTUR MASJID CIPAGANTI KOTA BANDUNG Asri, Shirli Putri
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 15 No 1 (2025): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v15i1.9460

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan bentuk fasad dan ruang pada arsitektur Masjid Raya Cipaganti di Kota Bandung dengan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Masjid Raya Cipaganti merupakan salah satu landmark sejarah yang mencerminkan perubahan arsitektur tradisional dalam konteks urbanisasi modern dan Islam. Melalui analisis terhadap dokumentasi visual, wawancara dengan pengurus masjid, dan observasi langsung terhadap perubahan bentuk fasad dan ruang, penelitian ini mengungkap evolusi bentuk arsitektural serta transformasi ruang dalam menanggapi perubahan sosial dan budaya lokal. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana arsitektur masjid dapat mempertahankan identitasnya sambil menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman.
PENERAPAN ARSITEKTUR BIOMIMIKRI PADA BENTUK BANGUNAN BUDIDAYA PERIKANAN AIR TAWAR DI KABUPATEN BOJONEGORO Aromacho, Ahmad Ridhoi; Masruchin, Febby Rahmatullah
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 14 No 1 (2024): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v14i1.4597

Abstract

Di kabupaten Provinsi Jawa Timur tepatnya di kabupaten Bojonegoro terkenal dengan adanya kegiatan dalam perikanan namun sesuai dengan keadaan wilayang ada di Bojonegoro aktivitas perikanan ini sendiri kurang sesuai untuk dapat dilaksanakan salah satu penyebab utama belum belum berkembanya kegiatan perikanan di kabupaten Bojonegoro adalah belum optimalnya stok sumber daya air dan letak wilayah yang tidak memiliki laut. Kontribusi sektor perikanan Bojonegoro hanya 0,25% dari total produksi ikannya di Jawa Timur yang mencapai 1,4 juta ton per tahun (BPS Jawa Timur, 2018). Permasalahan yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro adalah rendahnya daya saing ekonomi daerah yang bertumpu pada potensi sumberdaya daerah. Program Perikanan Seperti yang dialami langsung oleh masyarakat pembudidaya tambak, permasalahan utamanya adalah tidak adanya strategi yang lebih rinci dalam program pengembangan budidaya perikanan. Memfasilitasi kolaborasi antar beberapa kelompok untuk memenuhi tujuan masyarakat difasilitasi oleh fitur perencanaan kolaboratif. Mengklarifikasi permasalahan yang dihadapi petani dan nelayan adalah landasan perencanaan yang responsif dalam situasi ini. Meningkatkan ketersediaan ikan dan produk budidaya perikanan, memberdayakan petani dan nelayan melalui inisiatif pembangunan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar dengan meningkatkan konsumsi pangan merupakan tujuan utama pembangunan kelautan dan perikanan. dimaksudkan untuk meningkatkan Rencana kerjasama dalam penyusunan program pengembangan budidaya air tawar didasarkan pada kerjasama permodalan dan dukungan pemasaran antara organisasi daerah, kelompok daerah dan asosiasi teknis yang terkait dengan pembudidaya/nelayan. Sebagai inisiator pembangunan, Dinas Kelautan Perikanan Bojonegoro harus selalu berperan sebaik mungkin dalam mewujudkan masyarakat sejahtera. Sebagai pemegang kekuasaan atau penegak, pemerintah diharapkan mampu menjalin kerjasama yang efektif, termasuk fungsi pelibatan, koordinasi dan partisipasi.
PELATIHAN BUDIDAYA IKAN AIR PAYAU DI KABUPATEN LAMONGAN DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR ANALOGI Arbiansyah, Frendy; Hastijanti, R.A. Retno; Prakasa, Darmansjah Tjahja
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 14 No 1 (2024): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v14i1.4601

Abstract

Tambak, persawahan, dan sungai, serta perikanan tangkap (laut) di wilayah Brondong dan Paciran merupakan sebagian besar potensi perikanan Kabupaten Lamongan. Air tawar dan air payau digunakan untuk mengembangkan akuakultur. Sekitar 1.380 hektar pertanian air payau terletak di sepanjang pantai utara. Kabupaten lamongan sendiri memiliki Jumlah persebarana Usaha Budidaya Ikan Air Payau Berbasis Rumah yang masih belum begitu banyak, yaitu mencapai 388 Usaha Budidaya Ikan Air Payau Berbasis Rumah. Oleh karena itu perlu adanya fasilitas pelatihan budidaya ikan air payau dengan konsep yang ideal untuk meningkatakan kualitas budidaya perikanan, meningkatkan jumlah prodiksi perikanan daerah dan Usaha Budidaya Ikan Air Payau Berbasis Rumah,dan meningkatkan kualitas SDM yang sudah ada di bidang budidaya ikan air payau. Metode yang digunakan pada Pelatihan Budidaya Ikan Air Payau adalah metode deskriptif dan pengumpulan data menggunakan sumber primer dan sekunder (melalui kutipan dari beberapa buku, jurnal dan karya ilmiah) lalu setelah data-data tersebut didapatkan maka akan diolah dan dianalisis. Konsep yang digunakan adalah “Alongan” yaitu tangkapan melimpah. Menunjukkan bahwa Kabupaten Lamongan memiliki potensi perikanan tangakap maupun budidayanya. Alongan juga merupakan doa dan harapan untuk kejayaan perikanan kabupaten lamongan. Dengan pengguannan konsep alongan diaharapkan dapat memberikan semngat untuk para nelayan dan petani tambak untuk terus meningkatkan nilai produksi perikanan daerah. Disamping itu fasilitas ini juga sebagai tempat sertifikasi profesi dan tempat wisata pemancingan. Dengan desain menggunakan pendekatan analogi pada bentuk bangunan.
IMPLEMENTASI ARSITEKTUR HIJAU PADA PERUMAHAN SUBSIDI PADA STUDI KASUS PERUMAHAN KOKOH CITY BANGKALAN MADURA Masruchin, Febby Rahmatullah; Faisal, Muhammad; Dani, Moch Yasin Alfa; Haq, Dayyan Rizkyansyah Diyaul
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 14 No 2 (2024): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v14i2.4710

Abstract

Penerapan Arsitektur HIjau pada Perumahan Subdisi dapat memberikan hunian yang tidak hanya layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah, namun juga memberikan kualitas lebih baik bagi penghuni dan lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan di perumahan Kokoh City yang terletak di Bangkalan yang merupakan salah satu perumahan subsidi yang mengimplementasikan Arsitektur Hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan teori Arsitektur HIjau pada studi kasus yang dinilai memiliki keterbatasan yaitu perumahan subsidi. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivistik dengan metode pengumpulan data secara observasi obyek studi kasus dan wawancara langsung serta melakukan analisa secara kualitatif. Teori utama yang digunakan untuk analisa adalah Arsitektur Hijau yang dikemukakan oleh Brenda dan Robert Vale yang memiliki 6 prinsip. Kegiatan di lapangan meliputi pengamatan kesesuaian teori terhadap implementasi di dalam contoh rumah studi kasus dan wawancara terhadap penghuni. Hasil yang dicapai menunjukkan penerapan seluruh prinsip Arsitektur Hijau yaitu Conserving Energy dengan desain bukaan pencahayaan alami untuk meminimalkan pencahayaan buatan dari pagi hingga sore hari, Working with Climate dengan desain yang adaptif terhadap hujan dan panas, Minimizing New Resources dengan menggunakan material lokal batu kapur, Respect for Site dengan meminimalkan cut and fill pada lahan berkontur dan Respect for User dengan sistem struktur yang adaptif terhadap bencana untuk penghuni.