cover
Contact Name
Lukmanulhakim
Contact Email
ukmanulhakim@fkip.untan.ac.id
Phone
+6281345635378
Journal Mail Official
jurnalvisi@untan.ac.id
Editorial Address
FKIP Universitas Tanjungpura Jl. Prof. Dr. Hadari Nawawi, Pontianak 78124 Telp: (0561) 740144 Kotak Post 1049
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan
ISSN : 20859848     EISSN : 2579552X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jvip.vi.id
Core Subject : Education,
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan published manuscripts on research in education, particularly related to teaching and learning, theory and practice in education, education policy, curriculum and materials development, education on culture and characters of nation, teacher education, and other relevant activities. The journal welcomes submissions from around the world Focus and Scope: 1. Research in education, 2. Teaching and learning, 3. Theory and practice in education, 4. Education policy, 5. Curriculum and materials development, 6. Education on culture and characters of nation, 7. Teacher education,
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 374 Documents
PELAKSANAAN SUPERVISI AKADEMIK UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU SMA Paulus Joko Prayitno
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 11, No 2 (2019): JULI 2019
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.211 KB) | DOI: 10.26418/jvip.v11i2.33209

Abstract

Pada kenyataan guru belum maksimal dalam mengelola pembelajaran. Penelitian ini bertujuan: untuk meningkatkan  pelaksanaan supervisi Akademik dalam meningkatkan kemampuan pedagogik guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas.  Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif . Prosedur pelaksanaan penelitian terdiri dari tahap : (1)  Perencanaan,(2)  Pelaksanaan, (3) Observasi  dan (4) Refleksi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Pada siklus I kemampuan guru melaksanakan pembelajaran masih rendah hal ini dibuktikan dengan nilai akhir yang diperoleh setiap, dan nilai rata-rata kemampuan guru dari hasil observasi pembelajaran dimana guru yang memperoleh skor nilai 1 (kurang) dengan rentang nilai dibawah 55% adalah 1 orang guru, skor nilai 2 (cukup) dengan rentang nilai 55%-69% adalah 10 orang guru, skor nilai 3 (baik) rentang nilai 70%-85% adalah 2 orang guru, dan tidak ada guru yang memperoleh skor nilai 4 (sangat baik).Pada siklus II terjadi peningkatan kemampuan mengajar guru yang dari siklus I, pada siklus guru yang memperoleh skor nilai 2 (cukup) dengan rentang nilai 55%-69% adalah 3 orang, dan skor nilai 3 (baik) rentang nilai 70%-.85% adalah 10 orang guru, dan tidak ada guru yang memperoleh skor nilai 1 (kurang) dan skor nilai 4 (sangat baik). Dilihat dari nilai rata-rata yang diperoleh 13 orang guru juga terjadi peningkatan, yaitu pada siklus I rata-rata yang diperoleh hanya 64,72 menjadi 74,53 pada siklus II. terjadi peningkatan 9,81%.
EKSISTENSI SEKOLAHRUMAH (HOMESCHOOLING) DALAM KHASANAH PENDIDIKAN Wahyudi Wahyudi
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 1, No 1 (2009): Volume 1 Nomor 1 Edisi Januari 2009
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.22 KB) | DOI: 10.26418/jvip.v1i1.43

Abstract

Abstrak: Keberadaan pendidikan formal dan nonformal yang ada sekarang ini dirasa belum cukup, maka pada dasawarsa terakhir ini muncul bentuk penyeleggaraan pendidikan yang dikenal dengan sebutan homeschooling atau sekolahrumah yaitu suatu bentuk pendidikan yang dilakukan oleh orang tua dengan menggunakan rumah sebagai basis pendidikannya. Keberadaan sekolahrumah diharapan dapat mengembangkan potensi peserta didik sesuai dengan tingkat kecerdasan, kebutuhan dan bakat yang dimiliki. Kata kunci: Sekolahrumah, Pendidikan Non Formal, Potensi Diri.
Keefektifan Kalimat dalam Makalah Mahasiswa Nonreguler Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia FKIP Untan Amriani Amir
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 5, No 2 (2011): Volume 5 Nomor 2 Edisi April 2011
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.048 KB) | DOI: 10.26418/jvip.v5i2.59

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keefektifan kalimat dalam makalah mahasiswa Program Nonreguler Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Untan ditinjau dari kehematan dan kesejajaran bentuk. Penelitian ini dilakukan di kampus FKIP Untan Jalan Ahmad Yani Pontianak. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif yang diarahkan pada data kebahasaan. Sumber data penelitian ini adalah kalimat dalam makalah mahasiswa Program Nonreguler Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Untan. Pengambilan sampel dilakukan secara bertahap (multistage sampling). Data dianalisis melalui tahap identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 44 kalimat yang tidak efektif dalam makalah ditinjau dari kehematannya meliputi kehematan kata, bentuk ganda, dan konjungsi. Terdapat 57 kalimat yang tidak efektif dalam makalah ditinjau dari kesejajaran bentuk, berupa kesejajaran unsur, pasangan konjungsi, dan kesejajaran penyusunan kalimat. Jadi, jumlah keseluruhan kalimat yang tidak efektif sebanyak 101 (49%) kalimat dari 205 jumlah kalimat. Kata Kunci: efektif, kalimat, kesejajaran, kehematan
MENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS VII MELALUI PENDEKATAN LEARNING COMMUNITY widiawati widiawati
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 11, No 2 (2019): JULI 2019
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.583 KB) | DOI: 10.26418/jvip.v11i2.32572

Abstract

ABSTRAKHasil ulangan harian IPS yang pertama di Kelas VII SMPN 2 Seponti pada kompetensi dasar mendeskripsikan keragaman bentuk muka bumi, proses pembentukan dan dampaknya terhadap kehidupan mencapai rata – rata 57,8 dan hanya 50 % siswa mencapai nilai 70 atau > 70. Padahal idealnya minimal harus mencapai 100% siswa mendapat 70 atau > 70.. Kondisi tersebut disebabkan oleh kenyataan sehari – hari yang menunjukkan bahwa siswa kelihatannya jenuh mengikuti pelajaran IPS. Pembelajaran sehari – hari menggunakan metode ceramah dan latihan – latihan soal secara individual dan tidak ada interaksi antar siswa yang pandai, sedang dan normal. Hal ini terbukti sebagian besar siswa mengeluh apabila diajak belajar IPS. Kenyataan tersebut, menunjukkan bahwa proses yang dilakukan oleh guru untuk pembelajaran IPS belum aktif. Setelah memperhatikan situasi kelas yang seperti itu, maka perlu dipikirkan cara penyajian dan suasana pembelajaran IPS yang cocok untuk siswa, sehingga siswa dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Saat ini pemerintah sudah sering mensosialisasikan berbagai model pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang disosialisasikan adalah model pembelajaran learning communitySetelah diterapkannya pembelajaran dengan model pembelajaran learning komuniti hasil belajar pada siklus I terdapat kenaikan prestasi belajar berupa rata – rata kelas menjadi 69,89 dan sebanyak 65 % siswa memperoleh nilai tuntas. Nilai terendah adalah 50 dan nilai tertinggi adalah 90. 3. Hasil belajar pada siklus II terdapat kenaikan prestasi belajar berupa rata – rata kelas menjadi 83.3 dan sebanyak 90 % siswa memperoleh nilai tuntas. Nilai terendah adalah 70 dan nilai tertinggi adalah 100Kata Kunci: Pembelajaran, Learning, Comunity
Implementasi KTSP dan Kendalanya ( Antara Harapan dan Kenyataan) Nuraini Asriati
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 3, No 2 (2010): Volume 3 Nomor 2 Edisi Agustus 2010
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.032 KB) | DOI: 10.26418/jvip.v3i2.84

Abstract

Tulisan ini memaparkan bagaimana KTSP diterapkan dan apa kendala kendala yang muncul dari penerapannya di lapangan. KTSP merupakan kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi(SI), proses, kompetensi lulusan(SKL), tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Implementasinya adalah bagaimana menyampaikan pesan-pesan kurikulum kepada peserta didik untuk membentuk kompetensi mereka sesuai dengan karakteristik dan kemampuan masing-masing. Tugas gurulah memberikan kemudahan belajar kepada peserta didik, agar mereka mampu berinteraksi dengan lingkungan eksternal sehingga terjadi perubahan perilaku sesuai dengan yang dikemukakkan dalam standar isi (SI) dan Standar kompetensi lulusan (SKL).Namun terkadang guru masih mendapatkan kendala di lapangan. Jika disandingkan dengan pengimplementasikan KTSP, tidak dapat dipastikan semua guru mampu menerapkan KTSP dengan baik dan tepat. Hingga hari ini pun, persoalan penerapan KTSP masih menjadi tanda tanya besar bagi sebagian guru. Hal ini membutuhkan skill tersediri untuk melahirkan kurikulum yang mencerdaskan, bukan kurikulum yang sebaliknya karena guru garda terdepan. Kata Kunci : Implementasi KTSP
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL THINK PAIR SHARE PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI Wasilah, Lili
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 12, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.55 KB) | DOI: 10.26418/jvip.v12i1.39232

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  dan menganalisis pengaruh pembelajaran kooperatif model thimk fair share terhadap hasil belajar Biologi siswa kelas XII MIA 2 Tahun Pelajaran 2018/2019. Dengan menggunakan teknik penelitian observasi langsung dan teknik pengukuran data yang diperoleh  meliputi: hasil belajar siswa yang diambil dari pemberian soal tes pada akhir siklus, kemampuan guru dalam pembelajaran yang diambil dari lembar observasi dan aktivitas siswa. Adapun Indikator keberhasilan pada penelitian ini adalah: (1) apabila nilai rata-rata hasil belajar siswa ≥ 65, ketuntasan belajar secara klasikal ≥ 75  %, dengan ketuntasan individu sebesar 61 (2) apabila aktivitas siswa dalam pembelajaran meningkat yang diukur dengan melihat lembar hasil belajar siswa. Hasil penelitian pada siklus 1 menunjukkan rata-rata hasil belajar siswa sebesar 57,4 dan persentase ketuntasan belajar sebesar 70%. Dari penelitian ini diperoleh simpulan bahwa dengan menggunakan Model pembelajaran Think Pair Share   dapat meningkatkan hasil belajar Biologi siswa kelas XII MIA 2  SMA Negeri 1 Menjalin Kabupaten Landak . Kata Kunci : Hasil Belajar, Metode Think Pair Share,  Pembelajaran Biologi
Meningkatkan Kreativitas Anak Melalui Media Pembelajaran Bermain di Kelompok Bermain Damar Sugiharto Sugiharto
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 2, No 1 (2010): Volume 2 Nomor 1 Edisi Januari 2010
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.313 KB) | DOI: 10.26418/jvip.v2i1.369

Abstract

Media pembelajaran mempunyai peranan penting dalam kegiatan pembelajaran karena dengan menggunakan media pembelajaran, maka kegiatan menjadi lebih efektif. Penggunaan media pembelajaran disesuaikan dengan tujuan dan sasaran yang hendak dicapai. Jika tujuan pembelajaran untuk meningkatkan kreativitas anak maka terdapat berbagai pilihan media yang digunakan, salah satunya adalah media pembelajaran bermain. Kata-kata Kunci: Kreativitas Anak, Media Pembe- lajaran Bermain, Kelompok Bermain
PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS DARING TERHADAP PRESTASI MAHASISWA PRODI DIPLOMA III KEBIDANAN Norma Jeepi Margiyanti; Trisna Yuni Handayani*; Nelli Roza
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 13, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.133 KB) | DOI: 10.26418/jvip.v13i2.46448

Abstract

Pandemic situation covid-19 that hit the world, made everyone forced to isolate themselves in the house, causing all activities to be done at home, including the teaching and learning process. Home learning activities are still carried out using online methods.The purpose of this study is to find out the influence of online-based learning on student learning achievement. The samples in this study were all students of Diploma Three Midwifery Program numbering 70 people.This research uses descriptive design with quantitative approach, data analysis used chi square. The results of the study have the effect of online-based learning on student achievement. Obtained a significance score of 0.025 smaller than 0.05 which means that online learning has an influence on student achievement (P<0.05). It is expected that parents can supervise during the implementation of learning, and it is expected that lecturers can use the right methods so that the material can be absorbed by students properly.
BUDAYA SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI AKADEMIK Fitriani .
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 10, No 1 (2013): Volume 10 Nomor 1 Edisi Januari 2013
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.601 KB) | DOI: 10.26418/jvip.v10i1.2060

Abstract

Pentingnya membangun budaya organisasi di sekolah terutama berkenaan dengan upaya pencapaian tujuan pendidikan sekolah dan peningkatan kinerja sekolah. Proses pendidikan tidak akan terjadi dengan sendirinya melainkan harus direncanakan, diprogram, dan difasilitasi dengan dukungan dan partisipasi aktif guru sebagai pendidik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi(1) pengamatan/observasi (2) wawancara mendalam (3) studi dokumentasi. Semua data yang diperoleh dari ketiga teknik tersebut diorganisasikan, ditafsirkan, dan dianalisis guna menyusun temuan di lapangan. Temuan dalam penelitian ini adalah (1) nilai-nilai yang berlaku untuk membangun budaya sekolah di Madrasah Tsanawiyah Muhammad Basiuni Imran Sambas ; (2)budaya organisasi yang dilakukan warga sekolah; (3) prestasi yang dicapai Madrasah Tsanawiyah Muhammad Basiuni Imran Sambas, serta (4) faktor- faktor yang menjadi pendukung dan penghambat penerapan nilai-nilai budaya sekolah di Madrasah Tsanawiyah Muhammad Basiuni Imran Sambas. Kata kunci : Budaya Sekolah, Prestasi Akademik
PEMBIASAAN ORANG TUA DALAM MENERAPKAN TOILET TRAINING (TT) PADA ANAK USIA 2 -3 TAHUN DI PONTIANAK Halida -; Dita Habsari
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 8, No 2 (2012): Volume 8 Nomor 2 Edisi Mei 2012
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.34 KB) | DOI: 10.26418/jvip.v8i2.13997

Abstract

Anak balita dapat diartikan sebagai kelompok anak yang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat dan bersifat unik. Itu  artinya anak tersebut memiliki proses pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan motorik kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan  emosi, kecerdasan spiritual), sosio-emosional (sikap dan prilaku serta agama), bahasa dan komunikasi yang khusus sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan yang dilaluinya. Anak usia 2-3 merupakan salah satu bagian yang sangat peka terhadap penyerapan terhadap lingkungan. Toilet training merupakan hal yang sangat urgen untuk dilatih sehingga menjadi pembiasaan yang positif baik untuk orangtuanya maupun untuk anak itu sendiri. Kebiasaan yang salah dan keliru dalam mengontrol BAB dan BAK akan menimbulkan hal-hal yang buruk pada anak dimasa mendatang. Hal ini menyebabkan konsep hidup anak kurang baik, manja, kurang mandiri, kurang bisa mengontrol emosi, dan yang terpenting adalah dimana nanti pada saatnya anak akan mengalami masalah psikologi, anak akan merasa berbeda dan tidak dapat secara mandiri mengontrol buang air besar dan buang air kecil. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada orangtua yang mempunyai anak usia 2-3 tahun di Pontianak dapat dilihat hasilnya bahwa pengetahuan orangtua tentang penerapan Toilet Traning (TT) yang benar sebesar 62,55%. Tingkat keberhasilan orangtua dalam menerapkan toilet training sebesar 65,85% serta faktor-faktor yang menjadi penyebab gagalnya anak melakukan toilet traning. Hal ini disebabkan karena orangtua kurang mempunyai pengetahuan dan wawasan yang luas tentang perkembangan anak sehingga anak tidak dilatih sesuai usia dan kemampuan anak tentang toilet training, orangtua kurang sabar, orangtua kurang konsekwen dan orangtua kurang disiplin dalam menerapkan toilet training yang benar pada anak.

Page 10 of 38 | Total Record : 374


Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 17, No 3 (2025): Oktober 2025 Vol 17, No 2 (2025): Mei 2025 Vol 17, No 1 (2025): Januari 2025 Vol 16, No 3 (2024): Oktober 2024 Vol 16, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 16, No 1 (2024): Januari 2024 Vol 15, No 2 (2023): Juli 2023 Vol 15, No 1 (2023): Januari 2023 Vol 14, No 2 (2022): Juli 2022 Vol 14, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13, No 2 (2021): Juli 2021 Vol 13, No 1 (2021): Januari 2021 Vol 12, No 2 (2020): Juli 2020 Vol 12, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11, No 2 (2019): JULI 2019 Vol 11, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 10, No 2 (2018): JULI 2018 Vol 10, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 9, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 8, No 2 (2012): Volume 8 Nomor 2 Edisi Mei 2012 Vol 8, No 2 (2016): APRIL 2016 Vol 8, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 7, No 2 (2015): April 2015 Vol 6, No 3 (2014): Oktober 2014 Vol 12, No 1 (2014): Januari 2014 Vol 7, No 3 (2015): Agustus 2015 Vol 7, No 1 (2015): Januari 2015 Vol 10, No 1 (2013): Volume 10 Nomor 1 Edisi Januari 2013 Vol 11, No 2 (2013): Edisi April 2013 Vol 9, No 3 (2012): Volume 9 Nomor 3 Edisi Agustus 2012 Vol 7, No 1 (2012): Volume 7 Nomor 1 Edisi Januari 2012 Vol 6, No 3 (2011): Volume 6 Nomor 3 Edisi Agustus 2011 Vol 5, No 2 (2011): Volume 5 Nomor 2 Edisi April 2011 Vol 4, No 1 (2011): Volume 4 Nomor 1 Edisi Januari 2011 Vol 2, No 1 (2010): Volume 2 Nomor 1 Edisi Januari 2010 Vol 3, No 2 (2010): Volume 3 Nomor 2 Edisi Agustus 2010 Vol 1, No 2 (2009): Volume 1 No. 2 Edisi Agustus 2009 Vol 1, No 1 (2009): Volume 1 Nomor 1 Edisi Januari 2009 More Issue