cover
Contact Name
Haeranto Haerul K
Contact Email
mpi@apps.ipb.ac.id
Phone
+628111102950
Journal Mail Official
mpi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Program Studi Magister Pengembangan Industri Kecil Menengah, Sekolah Pascasarjana IPB Jl. Raya Pajajaran, Kampus IPB Baranangsiang, Bogor 16144
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah
ISSN : 20858418     EISSN : 26229250     DOI : https://doi.org/10.29244/mikm
Perintisan jurnal sebagai berkala ilmiah berwawasan nasional dimulai sejak Februari 2006 dengan nama Jurnal MPI dengan No. ISSN 1907-3127 yang memuat 9 judul artikel pada setiap edisi. Mulai terbitan edisi September 2009, judulnya dirubah menjadi Jurnal Manajemen IKM dengan No. ISSN 2085-8418 dan E-ISSN 2622-9250. Jurnal Manajemen IKM selama ini mampu menjadi sarana penyebarluasan informasi ilmiah kepada para dosen atau peneliti lainnya, maupun masyarakat pengguna, serta sarana pengembangan. Manajemen IKM (P-ISSN 2085-8418; E-ISSN 2622-9250) merupakan Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM) yang diterbitkan oleh Program Studi Magister Pengembangan Industri Kecil Menengah (MPI) Sekolah Pascasarjana IPB sejak September 2006, memuat kegiatan dunia usaha kecil menengah (UKM), khususnya IKM beserta instansi yang terkait seperti perbankan, departemen teknis dan usaha swasta besar dan petani/nelayan, dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris. Manajemen IKM terbit setiap 6 bulan sekali (Februari dan September) dan ditujukan sebagai wadah untuk mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian dari kajian tugas akhir mahasiswa MPI, khususnya yang terkait dengan pembinaan dan pengembangan IKM. Namun demikian, tulisan yang diterima Manajemen IKM terbuka bagi berbagai kalangan yang memiliki ketertarikan dalam pembinaan dan pengembangan IKM, baik itu peneliti, penyuluh, maupun pengusaha. Dengan diterbitkannya jurnal ini, maka kedepannya diharapkan lebih dipahami potensi, kendala dan pengembangan IKM melalui pendekatan holistik dan sinergi yang dilihat dari faktor-faktor ekonomi, manajerial dan faktor-faktor lainnya seperti kemitraan
Articles 305 Documents
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Ekuitas Merek Gerai Buah Durian Di Kota Medan (Studi Kasus: CV Si Bolang Durian) Andriano, Rui; Rifin, Amzul; Sanim, Bunasor
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 15 No. 1 (2020): Manajemen IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/mikm.15.1.30-39

Abstract

CV Si Bolang Durian merupakan sebuah usaha gerai durian di Kota Medan yang sedang berkembang. Dalam meningkatkan daya saing perusahaan, CV Si Bolang Durian berupaya mencari perencanaan pemasaran yang lebih ideal. Penurunan penjualan yang terjadi pada tiap tahunnya menunjukkan angka yang cukup signifikan. Hal tersebut membuktikan bahwa perencanaan pemasaran CV Si Bolang Durian saat ini kurang ideal untuk bersaing dengan kompetitornya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi ekuitas merek dari gerai buah durian Si Bolang Durian (CV Si Bolang Durian). Analisis Structural Equation Model (SEM) dilakukan untuk mengetahui faktor-faktro apa saja yang mempengaruhi ekuitas merek dari gerai Si Bolang Durian. Selanjutnya menetukan strategi pemasaran yang tepat untuk meningktakan ekuitas merek dari hasil yang telah di dapat. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, seluruh variabel yang ada tidak semua memiliki t-hitung diatas 1,96. Variabel brand awareness, brand association dan brand loyalty (3,63, 4,66 dan 3,22) mengindikasikan bahwa brand equity dipengaruhi secara langsung oleh ketiga variabel tersebut. Sedangkan brand perceived quality yang memiliki t-hitung dibawah 1,96, yaitu 0,26 mengindikasikan bahwa brand equity tidak dipengaruhi secara langsung oleh variabel tersebut. Hal tersebut mengindikasikan bahwa untuk meningkat ekuitas mereknya, Si Bolang Durian harus meningkat ataupun membangun staretegi pemasaran yang tepat dari sisi brand awareness, brand association dan brand loyalty.
Strategi Pengembangan untuk UKM Abon Ayam Cap Jago di Purwokerto Mela, Ervina; Wijonarko, Gunawan; Choirunisa, Destya
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 15 No. 1 (2020): Manajemen IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/mikm.15.1.40-47

Abstract

Perusahaan Abon Cap Jago merupakan Usaha Kecil Menengah di Purwokerto yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Namun seiring waktu, persaingan usaha sejenis semakin ketat. Perusahaan menyadari perlu adanya upaya memenangkan persaingan dengan cara memperbaiki berbagai atribut abon Cap Jago yang masih lemah berdasarkan penilaian kepuasan dan kepentingan konsumen. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menentukan atribut yang menjadi prioritas perbaikan dan mendapatkan strategi perbaikan untuk UKM abon ayam Cap Jago. Penelitian dilakukan dengan observasi dan survey dengan alat bantu kuesioner secara purposive sampling kepada konsumen yang berjumlah 100 orang, dianalisis dengan metode Importance Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukan atribut yang menjadi prioritas perbaikan adalah metode promosi melalui diskon, umur simpan produk, dan tekstur abon ayam. Strategi untuk perbaikan abon ayam Cap Jago meliputi pemberian potongan harga untuk pembelian dalam jumlah banyak, penggantian kemasan dengan jenis polipropilen (PP), penambahan kalimat berisi saran pada label kemasan tentang penyimpanan dan penggunaan produk setelah kemasan dibuka, penambahan jumlah karyawan yang menangani daging ayam segar, pengurangan waktu perebusan daging ayam, penggunaan alat pengukur suhu dan waktu untuk perebusan dan penggorengan, serta penyusunan SOP (Standard Operation Procedure) yang lengkap
Strategi Pengembangan Sapi Potong di Wilayah Pengembangan Sapi Bali Kabupaten Barru Hajirin; Hubeis, Musa; Suryahadi
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 15 No. 1 (2020): Manajemen IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/mikm.15.1.48-61

Abstract

Kabupaten Barru merupakan salah satu dari tujuh kawasan pengembangan Sapi Bali di Indonesia. Pengembangan Sapi Bali yang berkelanjutan ditentukan oleh faktor Internal dan Ekternal. Oleh sebab itu dibutuhkan langkah dan strategi efektif, agar faktor-faktor tersebut dapat dikendalikan. Tujuan penelitian menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pengembangan usaha peternakan Sapi Bali dengan analisis Strengths, Weakness,Opportunities dan Threats (SWOT). Faktor internal dan eksternal dianalisis dengan matriks Internal External (IE) untuk memperoleh matriks SWOT dan strategi pengembangannya dirumuskan dengan matriks Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Populasi penelitian ini seluruh peternak Sapi Bali di Kecamatan Barru (1.250 peternak) Pada setiap desa diambil acak sederhana 10% dari populasi, sehingga diperoleh 125 peternak dari 10 desa dengan purposive sampling untuk memilih tujuh orang pedagang Sapi Bali yang mempunyai tempat pemotongan hewan (TPH) mulai dari Barru, Balusu, Tanete Rilau dan Tanete Riaja sebagai contoh dan tiga pakar. Hasil analisis matriks Internal Factor Evaluation (IFE) menunjukkan Pengembangan Sapi Potong di Kabupaten Barru memiliki faktor internal di atas rataaan (2,740), sedangkan total nilai matriks External Faktor Evaluation (EFE) adalah 2,519, maka pengembangan Sapi Potong di Kabupaten Barru cukup baik dalam merespon peluang dan meminimalisasi ancaman. Untuk mengetahui posisi usaha pengembangan sapi potong di Kabupaten Barru terhadap faktor internal dan eksternal yang dihadapinya dilakukan dengan analisis matriks IE. Perpaduan skor IFE dan EFE dalam matriks IE menunjukkan bahwa posisi pengembangan usaha sapi potong di Kabupaten Baru berada pada kuadran V (stabilitas dan pertumbuhan). Hal ini mengindikasikan pengembangan sapi potong di kabupaten Barru memiliki peluang dipertahankan dan terus dipelihara dengan strategi pengembangan yang meningkatkan motivasi beternak bagi masyarakat dengan penerapan usaha ekonomis, yang didukung oleh tersedianya pelayanan kesehatan hewan dan Inseminasi Buatan (IB).
Strategi Pengembangan Agribisnis Rumput Laut Gracillaria di Karangantu Serang Banten Nurcomariah; Hubeis, Musa; Trilaksani, Wini
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 15 No. 1 (2020): Manajemen IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/mikm.15.1.62-69

Abstract

Pengembangan agribisnis rumput laut meliputi subsistem input (hulu), subsistem budidaya (onfarm), subsistem hilir, dan aspek kelembagaan. Susbsistem hulu terkait dengan input yang berhubungan dengan kegiatan usahatani atau budidaya. Pengembangan rumput laut memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan yang tersebar hampir diseluruh wilayah pesisir Indonesia dengan pemanfaatannya masih 50% dari seluruh potensi areal budidaya yang ada. Tujuan penelitian adalah (1) Identifikasi bentuk pengelolaan usaha budidaya rumput laut di Karangantu Kabupaten Serang Banten, (2) Analisis faktor-faktor yang memengaruhi peningkatan produksi dan pendapatan petani rumput laut di Karangantu Kabupaten Serang Banten, dan (3) Menyusun strategi pengembangan usaha rumput laut berkelanjutan di Karangantu Kabupaten Serang Banten. Metode penelitian deskriptif, diolah dan dianalisis menggunakan strengths, weaknesses, opportunities dan threats (SWOT) dan quantitative strategic planning matrix (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan, terdapat tiga strategi paling prioritas dalam pengembangan agribisnis rumput laut di Karangantu, yaitu (1) kebijakan Pemerintah berupa peningkatan insentif bagi petani rumput laut yang dapat diwujudkan dalam bentuk subsidi produksi dan harga yang layak ditingkat petani, (2) adopsi teknologi tepat guna dan inovasi on farm dalam mencegah terjadinya kegagalan produksi rumput laut, berupa jaring pembatas atau alat pembatas antara tambak budidaya rumput laut dengan laut lepas, dan (3) menjalankan kegiatan usahatani secara efektif dan efisien.
Strategi Peningkatan Konsumsi Ikan pada Masyarakat Berpendapatan Rendah Di Provinsi Jawa Tengah Subakir, Andi Agus; Hubeis, Musa; Trilaksani, Wini
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 15 No. 1 (2020): Manajemen IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/mikm.15.1.70-76

Abstract

Masalah gizi pada anak usia balita masih menjadi masalah serius di beberapa kabupaten/kota di Jawa Tengah. Tujuan penelitian (1) mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi konsumsi ikan masyarakat berpenghasilan rendah di Provinsi Jawa Tengah, (2) merumuskan strategi peningkatan konsumsi ikan masyarakat berpenghasilan rendah di Provinsi Jawa Tengah, (3) tersusunnya rencana aksi dan program peningkatan konsumsi ikan masyarakat berpenghasilan rendah di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan alat analisis strengths, weaknesses, opportunities, dan threats (SWOT) dan analytical hierarchy process (AHP). Berdasarkan analisis SWOT, terdapat beberapa alternatif strategi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman untuk meningkatkan konsumsi ikan masyarakat berpenghasilan rendah di kabupaten Boyolali dan Demak, yaitu (1) Pelatihan dan Pendidikan Nelayan, Pembudidaya dan UKM, (2) Sosialisasi Promosi dan Sosialisasi melalui Media Cetak, Sosial, dan Elektronik, (3) Alternatif bank benih ikan untuk menjaga keberlanjutan produksi ikan dan permintaan konsumen, (4) Meningkatkan sistem distribusi dan mata rantai pengelolaan ikan dari produsen hingga konsumen akhir, (5) adanya kebijakan penetapan standar harga ikan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, serta (6) Menciptakan persaingan usaha yang sehat antara pihak swasta dan UKM. Hasil analisis AHP menemukan bahwa alternatif strategi yang menjadi prioritas utama peningkatan konsumsi ikan pada masyarakat berpenghasilan rendah adalah promosi dan sosialisasi gerakan memasyarakatkan makan ikan (Gemarikan) melalui media cetak, sosial, dan elektronik
Strategi Pemasaran UMKM Dalam Meningkatkan Daya Saing di Pasar Ritel Modern Carrefour (Kasus PT MadaniFood, Jakarta) Dewi, Mariena; Hubeis, Musa; Riani, Etty
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 15 No. 1 (2020): Manajemen IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/mikm.15.1.77-83

Abstract

Salah satu permasalahan yang harus dihadapi oleh usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan juga sebagai salah satu peluang untuk mengembangkan usahanya adalah memperluas akses pasar, baik dalam maupun luar negeri. Tujuan penelitian menganalisis kondisi UMKM di Pasar Ritel Modern; menganalisis karakteristik perilaku konsumen produk UMKM di Pasar Ritel Modern; menyusun strategi pemasaran pengembangan usaha UMKM di Pasar Ritel Modern. Penelitian dilaksanakan di PT MadaniFood. Analisis data dalam penelitian ini adalah Importance Performance Analysis (IPA), Analisis Faktor Internal (IFE), Analisis Faktor Eksternal (EFE), Matriks Internal-Eksternal (IE) dan analisis Strength, Weakness, Opportunities and Threats (SWOT). Berdasarkan analisis perilaku konsumen Carrefour terhadap produk PT MadaniFood, ada komponen-komponen yang harus dikembangkan, yaitu keberagaman produk ikan segar, ketersediaan jenis ikan segar yang mengikuti selera pasar, keberagaman ikan bandeng tanpa duri yang dijual, ketersediaan produk ikan bandeng tanpa duri saat dibutuhkan, ketersediaan ukuran ikan bandeng tanpa duri yang mengikuti selera pasar, adanya diskon untuk kuantitas tertentu, kecepatan dalam melayani pelanggan, pengetahuan pelayan took terhadap produk yang tersedia, adanya sistem pembayaran dengan kredit, adanya sistem titip jual, dan ketersediaan nama toko yang jelas. Strategi pemasaran yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan daya saing di pasar ritel modern adalah meningkatkan omzet penjualan dari sisi produk dan pemasaran; mengembangkan kemitraan dengan perusahaan besar; menjalin dan meningkatkan hubungan kerjasama dengan pemasok, ritel modern dan pemerintah; meningkatkan daya saing; memanfaatkan teknologi informasi sebagai sarana promosi dan memperluas jaringan pasar; mempertahankan dan meningkatkan mutu produk yang lebih sehat dalam rangka kompetisi harga; meningkatkan mutu sumber daya manusia dalam hal manajemen dan pemasaran; dan mengelola rantai pasok bahan baku dan produk jadi secara efektif dan efisien.
Strategi Keberlanjutan Pemanfaatan Biogas Industri Tapioka di PD XYZ Emerseon, Errick; Syarief, Rizal; Asmara, Alla
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 15 No. 1 (2020): Manajemen IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/mikm.15.1.84-93

Abstract

Limbah industri tapioka berasal dari proses pencucian dan proses ekstraksi yang kaya akan kandungan bahan organik seperti pati, serat protein, dan gula. Komponen limbah ini merupakan bagian sisa pati yang tidak terekstrak dan komponen selain pati yang terlarut dalam air. Salah satu upaya pemanfaatan gas hasil industri tapioka dapat digunakan sebagai sumber bioenergi. Pemanfaatan teknologi anaerobik dengan memberikan perlakuan tertentu terhadap limbah cair tapioka dapat meningkatkan produksi biogas dan kadar gas metan yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi status keberlanjutan biogas, mengetahui faktor eksternal dan internal biogas, dan memformulasi alternatif strategi keberlanjutan untuk menyokong implementasi biogas pada industri tapioka. Penentuan responden dilakukan secara purposive random sampling. Responden berasal dari divisi pemasaran, operasional, administrasi, keuangan, dan pakar pada bidang terkait dengan total 6 responden. Untuk memperoleh strategi terbaik, studi kasus pada perusahaan agroindustri tapioka di PD XYZ, Pesawaran, Lampung, menggabungkan analisis keberlanjutan, analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats), dan analisis QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix). Untuk skala multidimensi, biogas memiliki status “cukup berkelanjutan” dan dengan analisis SWOT dan didapatkan delapan faktor internal dan delapan faktor eksternal. Strategi terbaik ialah menyusun kerangka konseptual terintegrasi dengan melibatkan seluruh stakeholders dalam pengembangan biogas.
Prospek Usaha Pembuatan Arang Tempurung Kelapa (Studi kasus UD. Beringin Jaya) Subandiyono Subandiyono; Bambang Pramudya; Nora H Pandjaitan
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 2 No. 1 (2007): Jurnal Magister Profesional Industri Kecil Menengah
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A coconut plant has a comparatively competitive advantage compared to other estate commodities due to its highly competitive advantage of each part of this plant for human lives. One example is a coconut industry that performs processing of husk, hard shell, coconut meat, and coconut liquid (horizontal diversity) and further processing of other parts into various products, either as raw materials or other supplementary materials for other industries (vertical diversity). One of the products from the hard shell with its vertical diversity, which has high economic value, is the processing of hard shell into charcoal, which is the raw material for industries of active coal for export. This study aims to evaluate the prospect of the coconut coal production business and identify necessary information required for the business development. All the information regarding the data of this study was analyzed by Strength, Weaknesses, Opportunities and Threats (SWOT) and feasibility aspect by using Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Break Event Point (BEP), Payback Period (PBP) and Benefit Cost Ratio (B/C). The results of the study show that the operation of 3-6 processing units to produce coconut charcoal was considered prospective and feasible, as it was shown by its NPV of IDR 259,675,377, IRR of 99.3%-105.0%, BEP of 461,01 kg – 651,42, 1 year PBP and B/C Ratio of 3.14 – 3.42. Another aspect is that the availability of coconut charcoal production unit such as the of Beringin Jaya, doing business in this line, although located in an isolated area, can offer job opportunities for the local people.
Analisis Tekno Ekonomi Industri Kecil untuk Akses ke Lembaga Perbankan (Studi Kasus Pada Perusahaan Kecap Damai di Purwokerto) Bambang Sumpeno; Rizal Syarief; Nora H Pandjaitan
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 3 No. 1 (2008): Jurnal Magister Profesional Industri Kecil Menengah
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In 1997 Indonesia experienced an economic crisis which is started with the decrease in value of Rupiah towards the US Dollar. Many industries were closed, but a lot of small and medium scale industries survived and still exist until now. One of them is “Damai” kecap industry in Purwokerto. For most of small and medium scale industries, the limited capital is one of the problems to developing their business. There were several requirements to gain access to banking services, such as current ratio (CR), debt equity ratio (DER) and value of warranty. To establish a kecap industry a working capital of Rp. 62.099.500,- is needed to fulfill a one-month operational cost. Fixed assets require approximately Rp. 211.350.000,- (excluding land), so the total capital needed is Rp. 273.449. 500,-. The marketing analysis shows that the break-even point (BEP) of the kecap industry is 14.625 bottles or approximately Rp. 68.471.671,-, and CR is 165,90%. It means that the kecap industry should be able (liquid) to settle current liabilities from its current assets. The banks ask for a minimum current ratio of 120,00%. DER of this kecap industry is 20,45%, which means that the kecap industry has enough capital to settle its liabilities. The banks ask for maximum DER of 200,00%. In order to enlarge its business, the industry needs to increase its capacity. It means that “Damai” kecap Industry needs an extra credit from bank or kecap industry can cooperate with the third party as investor. An industry needs a lot of time to gain credit from a bank. The “Damai” kecap Industry can obtain extra credit of Rp. 100.000.000,- from its land and building because their value is more than Rp. 400.000.000,-.
Dampak Penilaian Prestasi Kerja Terhadap Motivasi dan Produktivitas Karyawan Outsourcing PT Perdana Perkasa Elastindo Asrul Siregar; Illah Sailah; M Hasjim Bintoro
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 1 No. 2 (2006): Jurnal Magister Profesional Industri Kecil Menengah
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The role of consultant services of human resources is to assist people to find the right job in accordance to their skills, and emphasize on the shaping and caring of employees, and improving work productivity through membership in organizations. A worker’s position in a contract is the uncertainty in his work period, which means that if his contract expires, he should be ready to find another job. This causes less seriousness in his work when approaching the termination of his contract, and his motivation and productivity will decrease. It has been found that based on their answers, the average respondents do not understand the functions and objectives of the performance assessment and its result. This indicates a lack of socialization on the company side concerning the execution of assessment. A scale of 0.00 – 0.25 or –0.25 – 0.00 on the Champion scale, categorized as no association, was found when searching for a correlation between the performance assessment and work motivation (to work hard, cooperate, and be responsible). This indicates that there is no clear correlation between those two at PT Perdana Perkasa Elastindo. Some productivities do not have a clear effect on the performance assessment because the respondents have already been required to use all the skills they have at the company. The result of the Rank Spearmen correlation test shown in Table 15 indicates that correlation between the workers’ performance assessment and their maturity ranges between 0.26 and 0.50 or -0.50 and –(0.26), with a correlation of 0.411. This is due to the level of maturity of the workers, who already have understanding and responsibility, and are graduates of tertiary education. Based on the result of this research, the company needs to perform a study concerning the factors influencing the workers’ motivation and productivity periodically, because this research is based only on the condition of the company at this moment, whereas changes can happen any time.

Filter by Year

2006 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 1 (2026): Manajemen IKM Vol. 20 No. 2 (2025): Manajemen IKM Vol. 20 No. 1 (2025): Manajemen IKM Vol. 19 No. 2 (2024): Manajemen IKM Vol. 19 No. 1 (2024): Manajemen IKM Vol. 18 No. 2 (2023): Manajemen IKM Vol. 18 No. 1 (2023): Manajemen IKM Vol. 17 No. 2 (2022): Manajemen IKM Vol. 17 No. 1 (2022): Manajemen IKM Vol. 16 No. 2 (2021): Manajemen IKM Vol. 16 No. 1 (2021): Manajemen IKM Vol. 15 No. 2 (2020): Manajemen IKM Vol. 15 No. 1 (2020): Manajemen IKM Vol. 14 No. 2 (2019): Manajemen IKM Vol. 14 No. 1 (2019): Manajemen IKM Vol. 13 No. 2 (2018): Manajemen IKM Vol. 13 No. 1 (2018): Manajemen IKM Vol. 12 No. 2 (2017): Manajemen IKM Vol. 12 No. 1 (2017): Manajemen IKM Vol. 11 No. 2 (2016): Manajemen IKM Vol. 11 No. 1 (2016): MANAJEMEN IKM Vol. 10 No. 2 (2015): MANAJEMEN IKM Vol. 10 No. 1 (2015): Manajemen IKM Vol. 9 No. 2 (2014): Manajemen IKM Vol. 9 No. 1 (2014): Manajemen IKM Vol. 8 No. 2 (2013): Manajemen IKM Vol. 8 No. 1 (2013): Manajemen IKM Vol. 7 No. 2 (2012): Manajemen IKM Vol. 7 No. 1 (2012): Manajemen IKM Vol. 6 No. 2 (2011): Manajemen IKM Vol. 6 No. 1 (2011): Manajemen IKM Vol. 5 No. 1 (2010): Manajemen IKM Vol. 4 No. 2 (2009): Manajemen IKM Vol. 4 No. 1 (2009): Jurnal Magister Profesional Industri Kecil Menengah Vol. 3 No. 1 (2008): Jurnal Magister Profesional Industri Kecil Menengah Vol. 2 No. 1 (2007): Jurnal Magister Profesional Industri Kecil Menengah Vol. 1 No. 2 (2006): Jurnal Magister Profesional Industri Kecil Menengah Vol. 1 No. 1 (2006): Jurnal Magister Profesional Industri Kecil Menengah More Issue