cover
Contact Name
Haeranto Haerul K
Contact Email
mpi@apps.ipb.ac.id
Phone
+628111102950
Journal Mail Official
mpi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Program Studi Magister Pengembangan Industri Kecil Menengah, Sekolah Pascasarjana IPB Jl. Raya Pajajaran, Kampus IPB Baranangsiang, Bogor 16144
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah
ISSN : 20858418     EISSN : 26229250     DOI : https://doi.org/10.29244/mikm
Perintisan jurnal sebagai berkala ilmiah berwawasan nasional dimulai sejak Februari 2006 dengan nama Jurnal MPI dengan No. ISSN 1907-3127 yang memuat 9 judul artikel pada setiap edisi. Mulai terbitan edisi September 2009, judulnya dirubah menjadi Jurnal Manajemen IKM dengan No. ISSN 2085-8418 dan E-ISSN 2622-9250. Jurnal Manajemen IKM selama ini mampu menjadi sarana penyebarluasan informasi ilmiah kepada para dosen atau peneliti lainnya, maupun masyarakat pengguna, serta sarana pengembangan. Manajemen IKM (P-ISSN 2085-8418; E-ISSN 2622-9250) merupakan Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM) yang diterbitkan oleh Program Studi Magister Pengembangan Industri Kecil Menengah (MPI) Sekolah Pascasarjana IPB sejak September 2006, memuat kegiatan dunia usaha kecil menengah (UKM), khususnya IKM beserta instansi yang terkait seperti perbankan, departemen teknis dan usaha swasta besar dan petani/nelayan, dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris. Manajemen IKM terbit setiap 6 bulan sekali (Februari dan September) dan ditujukan sebagai wadah untuk mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian dari kajian tugas akhir mahasiswa MPI, khususnya yang terkait dengan pembinaan dan pengembangan IKM. Namun demikian, tulisan yang diterima Manajemen IKM terbuka bagi berbagai kalangan yang memiliki ketertarikan dalam pembinaan dan pengembangan IKM, baik itu peneliti, penyuluh, maupun pengusaha. Dengan diterbitkannya jurnal ini, maka kedepannya diharapkan lebih dipahami potensi, kendala dan pengembangan IKM melalui pendekatan holistik dan sinergi yang dilihat dari faktor-faktor ekonomi, manajerial dan faktor-faktor lainnya seperti kemitraan
Articles 305 Documents
Prospek Pengembangan Minuman Teh Dalam Kemasan Merek Teh Asyik Berbasis Atribut Produk Nur Asyik, Mochamad; Hubeis, Musa; Muhandri, Tjahja Muhandri
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 14 No. 2 (2019): Manajemen IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/mikm.14.2.109-117

Abstract

Pengembangan minuman teh dalam kemasan merek Teh Asyik sebagai pendatang baru dikategori minuman teh dalam kemasan di tengah persaingan pasar ketat merupakan tantangan terbesar bagi PT Citra Pangan Mandiri untuk merebut perhatian konsumen dan pangsa pasar yang sebelumnya sudah dikuasai pesaing. Penelitian ini bertujuan: (1) Menganalisis atribut-atribut produk yang dipertimbangkan konsumen dalam membeli minuman teh dalam kemasan; (2) Menganalisis posisi produk merek Teh Asyik terhadap merek teh kemasan lainnya; dan (3) Menyusun strategi pengembangan produk merek Teh Asyik dalam meningkatkan daya saing. Metode sampling adalah non-probability sampling dengan teknik convience sampling 22 responden dan tahap berikutnya dengan probabilty sampling dengan area sampling 406 responden. Hasil penelitian menunjukkan 12 atribut yang dijadikan parameter konsumen dalam menilai minuman teh dalam kemasan sesuai prioritas, yaitu: (1) harga, (2) volume (isi), (3) kemasan cup, (4) aroma, (5) cita rasa teh murni, (6) variasi rasa, (7) rasa manis, (8) merek, (9) tanggal kadaluarsa, (10) label halal, (11) kemudahan memperoleh dan (12) kebersihan cup. Berdasarkan analisis biplot dengan membandingkan Teh Asyik dengan Teh Gelas dan Mountea, maka Teh Asyik dipersepsikan memiliki keunggulan dalam harga; Teh Gelas dipersepsikan memiliki keunggulan atribut aroma, kebersihan cup dan rasa teh; dan Mountea dipersepsikan sebagai merek dengan variasi rasa beragam dan memiliki rasa manis pas. Berdasarkan analisis Internal Factor Evaluation (IFE) diperoleh total skor 3,015, analisis External Factor Evaluation (EFE) diperoleh total skor 2,538, matriks internal dan eksternal (IE) yang disusun dari total skor matriks IFE dan EFE menunjukkan posisi perusahaan terletak pada kuadran IV, yaitu produk Teh Asyik dalam kemasan cup berada di posisi tumbuh dan berkembang.
Peningkatan Mutu Sensori Bakso di IKM X Melalui Reformulasi Bumbu Muhandri, Tjahja; Hunaefi , Dase; Hafiz, Muhammad Farhan
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 14 No. 2 (2019): Manajemen IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/mikm.14.2.118-126

Abstract

IKM X merupakan industri yang memproduksi tiga jenis bakso, yaitu Bakso Super Polos (BSP), Unyil, dan sari baso (SB) yang memiliki mutu di bawah kompetitor. Perbaikan mutu sensori dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu dan daya saing produknya. Penelitian ini dilakukan melalui reformulasi bahan pada ketiga jenis bakso dengan acuan produk benchmark. Reformulasi terfokus pada komponen bumbu (garam, beef flavor, dan bawang putih) dan tidak mengubah proporsi daging, pati, dan bahan lainnya. Analisis yang dilakukan adalah uji organoleptik (uji ranking hedonik, dan uji beda dari kontrol) dan analisis proksimat. Hasil penelitian menunjukkan, formula terpilih bakso BSP adalah kadar garam, beef flavor, dan bawang putih berturut-turut 2.5%; 0.5%; 5% dari total bobot daging dan pati, Bakso Unyil 3.0%; 1.5%; 5% dan Bakso SB 2.5%; 0.5%; 3.5%. Bakso BSP dan SB belum dapat menyamai mutu sensori produk benchmark, sedangkan Bakso Unyil telah menyamai mutu sensori produk benchmark (rasa dan aroma). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Bakso Unyil dapat lebih bersaing dengan produk pesaing dan telah memenuhi persyaratan SNI
Strategi Peningkatan Mutu dan Keamanan Pangan Olahan Pertanian Melalui Penerapan Good Manufacturing Practices pada UMKM Berdaya Saing di Kota Bandung Dewi, Ani Rahayuni Ratna; Hubeis, Musa; Cahyadi, Eko Ruddy
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 14 No. 2 (2019): Manajemen IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/mikm.14.2.127-133

Abstract

Salah satu faktor yang menentukan daya saing suatu produk pangan dalam perdagangan bebas adalah adanya jaminan mutu dan keamanan pangan (food safety). Upaya minimal yang harus dilakukan oleh setiap pelaku usaha termasuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) pangan olahan pertanian untuk terciptanya jaminan mutu dan keamanan pangan adalah dengan menerapkan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik atau Good Manufacturing Practices (GMP). Penelitian bertujuan mengidentifikasi penerapan GMP, mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan penerapan GMP dengan analisis korelasi bivariat, dan menyusun rekomendasi strategi peningkatan mutu dan keamanan pangan dengan analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities dan Threats (SWOT) dan Analytic Herarchy Process (AHP). Penelitian melibatkan 30 UMKM di Kota Bandung yang ditetapkan melalui teknik purposive sampling dengan produk olahan aneka keripik (pisang, singkong, tempe, dan sayur), bawang goreng, sale pisang, nugget jamur, abon, rendang, dendeng, cokelat, dan serundeng kelapa. Hasil observasi penerapan GMP menunjukkan bahwa UMKM di Kota Bandung telah mulai melakukan upaya penerapan GMP, namun masih memerlukan berbagai usaha perbaikan dalam penerapannya untuk meningkatkan mutu dan keamanan pangan. Mayoritas temuan ketidaksesuaian adalah pada bangunan; fasilitas dan program pemeliharaan sanitasi; pengawasan proses; karyawan; dokumentasi dan pencatatan; pelatihan; serta penarikan produk. Alternatif strategi yang dipilih berdasarkan SWOT dan AHP adalah investasi teknologi dan penerapan standar, public awareness (promosi, edukasi, apresiasi), dan peningkatan kompetensi SDM.
Pengembangan Perancangan Model Kawasan/Sentra IKM Halal Dalam Rangka Meningkatkan Daya Saing IKM Indonesia Purwaningrum, Cucu Rina; Hubeis, Musa; Raharja, Sapta
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 14 No. 2 (2019): Manajemen IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/mikm.14.2.134-142

Abstract

Industri Kecil Menengah (IKM) sebagai salah satu penggerak perekonomian Indonesia harus memiliki daya saing yang kuat. Salah satu cara untuk meningkatkan daya saing UMKM adalah dengan mengembangkan kawasan/sentra Halal UMKM, dimana terdapat komponen-komponen yang ada untuk mendukung UMKM dalam memproduksi produk halal secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi kendala dan menentukan strategi pendukung UKM agar memiliki sertifikat halal; (2) menganalisis regulasi kawasan/pusat UKM Halal di Indonesia dibandingkan Malaysia; (3) meng-identifikasi kendala dan menentukan strategi yang diperlukan untuk memperkuat sentra UKM yang telah ditetapkan di Indonesia; (4) membuat model alternatif Kawasan/Pusat UKM Halal yang dapat diterapkan di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara tenaga ahli dari LP POM MUI, survey kepada UKM secara purposive sampling, analisis regulasi tentang UKM kawasan halal/sentra di Indonesia dan Malaysia, serta wawancara koordinator sentra UKM. Analisis data dilakukan dengan menggunakan matriks IFE, EFE, SWOT dan QSPM. Hasil penelitian ini: (1) Faktor internal dan eksternal UKM masih lemah dan telah diperoleh beberapa strategi dengan menggunakan analisis SWOT dan QSPM; (2) Saat ini Indonesia masih belum memiliki regulasi terkait UKM Halal center dan beberapa regulasi tentang Halal Park di Malaysia dapat dijadikan acuan; (3) Berdasarkan hasil wawancara dengan pengelola Halal Park dan analisis SWOT ditemukan strategi penguatan sentra UKM eksisting; (4) Model alternatif zona/sentra UKM Halal diperoleh dengan mempertimbangkan kondisi UKM dan sentra UKM yang ada di Indonesia.
Strategi Pengembangan Usaha Kapal Wisata Berbasis Model Bisnis Kanvas di Pulau Pahawang Lampung Wati, Sri Anggun Kemala; Hubeis, Musa; Sarma, Ma'mun
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 14 No. 2 (2019): Manajemen IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/mikm.14.2.143-151

Abstract

Industri pariwisata di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Potensi wisata bahari, diantaranya wisata kapal, wisata alam dan ekowisata, wisata pantai dan snorkling, serta wisata bawah laut telah menjadikan wisata bahari menjadi salah satu pilihan utama para wisatawan saat ini. Kapal Wisata sebagai bagian dari wisata bahari adalah salah satu alternatif pilihan berwisata di Indonesia. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah Komunitas Open Trip yang tujuannya menikmati wisata kapal khususnya di Pulau Pahawang Lampung melalui Travel organizer sebagai penghubung dengan usahawan kapal wisata lokal. Oleh karena itu, diperlukan suatu model bisnis yang tepat untuk mempercepat pengembangan bisnis usaha kapal wisata ini. Metode yang digunakan adalah memetakan kondisi usaha kapal wisata dengan model bisnis kanvas, kemudian melakukan analisis deskriptif, analisis kuantitatif yang terdiri dari matriks Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), Internal-External (IE), matriks Strengths, Weakneses, Opportunities & Threats (SWOT) dan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk perbaikan model bisnisnya di masa mendatang. Hasil perhitungan IFE 2.053 dan hasil perhitungan EFE 3.025, maka dipetakan pada matriks IE pengembangan usaha posisi nilai tersebut berada pada sel II, yang berarti tumbuh dan kembangkan. Hasil dari penentuan prioritas strategi dengan AHP terfokus kepada empat unsur bisnis model kanvas, yaitu saluran, hubungan pelanggan, mitra usaha kunci dan aktivitas kunci, sehingga perlu ditambahkan alternatif strategi baru yang lebih relevan dan spesifik menurut kebutuhan usaha kapal wisata pada saat ini dan mendatang.
Strategi Pengembangan Pasar Usahatani Pembesaran Ternak Babi di Kabupaten Tolikara, Papua Wenda, Datina; Hubeis, Musa; Pandjaitan, Nora H
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 14 No. 2 (2019): Manajemen IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/mikm.14.2.160-168

Abstract

Usaha peternakan babi sudah berjalan lama di Indonesia, tetapi pada umumnya masih dalam bentuk usaha sampingan yang bersifat tradisional. Peternak yang memelihara ternak babi secara tradisional (semi intensif) memanfaatkan ternaknya sebagai penampung sisa-sisa dapur atau sisa makanan dari restoran, yang sewaktu-waktu dapat dipasarkan menurut umur dan keperluan (tabungan). Tujuan penelitian adalah (1) mengidentifikasi faktor internal dan eksternal usahatani ternak babi; (2) menganalisis kondisi pemasaran ternak babi; dan (3) menyusun alternatif strategi pengembangan pasar usahatani ternak Babi di Kabupaten Tolikara Papua. Penentuan responden dilakukan dengan metode purposive sampling, dimana pakar yang dipilih lima orang dan lima usaha tani. Pengolahan dan analisis data menggunakan analisis deskriptif; analisis matriks EFE (External Factor Evaluation) dan IFE (Internal Factor Evaluation), matriks IE (Internal External); analisis SWOT (strengths, weaknesses, opportunities and threats), dan analisis QSPM (quantitative strategic planning matrix). Berdasarkan hasil penjumlahan skor total pada matriks IFE 2,69, terlihat posisi strategi usahatani berada pada tingkat rataan yang mampu merespon iklim internal dan eksternal yang dimiliki. Matriks EFE 2,70, mengindikasikan posisi strategi usahatani pembesaran ternak Babi stabil dalam merespon situasi eksternal yang dihadapi. Perumusan strategi dengan matriks SWOT menghasilkan alternatif strategi yang diterapkan. Pemilihan strategi yang paling tepat untuk diimplementasikan dengan matriks QSP adalah (a) memperluas jaringan pemasaran; (b) meningkatkan pelayanan dan loyalitas konsumen; dan (c) memperkuat permodalan agar dapat bersaing dengan pesaing
Analisis Dampak Pariwisata Bahari Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Sekitar Kawasan Pulau Pari, Kepulauan Seribu Bahukeling, Trukan Sri; Hubeis, Musa; Trilaksani, Wini
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 14 No. 2 (2019): Manajemen IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/mikm.14.2.152-159

Abstract

Mayoritas masyarakat Pulau Pari memiliki mata pencaharian sebagai nelayan dan petani rumput laut. Penurunan pendapatan mayoritas masyarakat memerlukan solusi dalam bentuk alternatif mata pencaharian dengan mengoptimalkan potensi Sumber Daya Alam (SDA) di Pulau Pari berupa pariwisata bahari. Pariwisata bahari menjadi alternatif mata pencaharian utama maupun sampingan di Pulau Pari melalui Usaha Kecil Menengah (UKM). Hasil kajian meliputi (1) Faktor-faktor yang diuji berpengaruh nyata terhadap pendapatan masyarakat Pulau Pari adalah pendidikan, jumlah anggota keluarga, tingkat pengeluaran dan jarak serta terdapat perbedaan nyata pendapatan antara rumahtangga MP yang lebih tinggi dibandingkan rumahtangga TMP; (2) Berdasarkan 21 indikator keluarga sejahtera yang dikeluarkan BKKBN, rumahtangga MP cenderung lebih sejahtera dibanding-kan dengan responden TMP, pada kategori KS3 plus rumahtangga MP 75% lebih banyak dibandingkan rumahtangga TMP serta terdapat perbedaan nyata kesejahteraan antara rumahtangga MP dan rumahtangga TMP; (3) Kekuatan utama dalam perumusan alternatif strategi kebijakan pemanfaatan potensi pariwisata bahari melalui UKM dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat adalah tingginya kesadaran masyarakat untuk menjadikan sektor pariwisata bahari sebagai sumber mata pencaharian alternatif, sedangkan kelemahan utama adalah rendahnya tingkat pendidikan masyarakat dalam pengelolaan pariwisata bahari. Dukungan regulasi pemerintah terhadap pengembangan pariwisata bahari menjadi peluang yang paling mungkin diraih oleh Pulau Pari, sedangkan masih tingginya tingkat kerawanan kawasan merupakan ancaman terkuat. Sehingga dihasilkan 13 alternatif strategi kebijakan pemanfaatan potensi pariwisata bahari melalui UKM dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat di Pulau Pari dimana perbaikan tata ruang penempatan UKM di lokasi unggulan pariwisata adalah alternatif strategi yang paling prioritas
Prospek Pengolahan Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) Dalam Bentuk Tempe Bermutu Kusnandar, Feri; Wicaksono, Alexander Tommy; Firlieyanti, Antung Sima; Purnomo, Eko Hari
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 15 No. 1 (2020): Manajemen IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/mikm.15.1.1-9

Abstract

Kacang merah (Phaseolus vulgaris L) berpotensi untuk diolah menjadi tempe. Mutu tempe dipengaruhi oleh proses pengolahan dan cara pengemasan selama proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh ketebalan kacang merah dan persen aerrasi dari kemasan terhadap mutu tempe kacang merah yang dihasilkan. Grits kacang merah 10 mesh yang telah direbus diinokulasi dengan campuran kapang Rhizopus oryzeae dan Rhizopus oligosporus, dikemas plastik dengan perlakuan ketebalan (1, 2, dan 3 cm) dan aerasi (1%, 2,5% dan 4%), dan difermentasi selama 36 jam pada suhu 30 oC untuk menghasilkan tempe. Mutu tempe dievaluasi berdasarkan parameter fisik (kekompakan, rendemen, dan warna), dan kimia (kadar protein, protein terlarut, dan daya cerna protein). Tempe yang dikemas dengan ketebalan satu cm dan aerasi satu persen memberikan mutu paling baik dibandingkan perlakuan lain, yaitu kompak, rendemen tinggi (94,7%), dan warna putih kekuningan (L=61,23; a*=2,33; b*=13,29). Tempe tersebut mengandung protein (23.75%bb), protein terlarut (25.1%), dan daya cerna protein (87,1%) yang tinggi. Namun demikian, penerimaan secara organoleptik terhadap tempe kacang merah grits ini masih belum sebaik tempe kedelai.
Evaluasi Bantuan Modal Pengembangan Usaha Mina Pedesaan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan di Kabupaten Bogor (Studi Kasus UKM Penerima Bantuan PUMP-P2HP Tahun 2012-2014) Prasetyo, Budi; Hubeis, Musa; Purwanto, Budi
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 15 No. 1 (2020): Manajemen IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/mikm.15.1.10-18

Abstract

Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) merupakan kegiatan pemberdayaan melalui fasilitasi bantuan pengembangan usaha bagi pengolah dan pemasar hasil perikanan dalam wadah Kelompok Pengolah dan Pemasar (POKLAHSAR). Tujuan penelitian: (1) Mengidentifikasi masalah mekanisme penyaluran, pemanfaatan dan pendampingan dalam program PUMP-P2HP, (2) Mengidentifikasi model bisnis kanvas POKLAHSAR, dan (3) Merumuskan alternatif strategi peningkatan daya saing kelompok UKM penerima Bantuan Langsung Masyarakat PUMP-P2HP di Kabupaten Bogor. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan kuesioner. Metode pengambilan contoh dilakukan secara sensus pada 13 POKLAHSAR. Metode analisis yang digunakan adalah model bisnis kanvas dan analisis SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities dan Threats). Berdasarkan model bisnis kanvas, ditemukan unsur paling kuat dimiliki oleh POKLAHSAR adalah value preposition, karena memenuhi kebutuhan pelanggan dalam citarasa produk yang enak dan gurih, mutu bahan baku ikan yang baik dan harga yang ditawarkan cenderung lebih murah. Unsur yang kurang saat ini adalah channel, karena media yang digunakan saat ini hanya promosi dari mulut ke mulut, sehingga pemasaran tidak berkembang. Berdasarkan analisis SWOT diperoleh tujuh rumusan alternatif strategi, yaitu (1) memanfaatkan teknologi informasi untuk pemasaran atau promosi melalui sosial media atau e-commerce, (2) klasterisasi pusat pengolahan sesuai kebutuhan pasar, (3) meningkatkan efisiensi bahan baku, (4) menggunakan peralatan pengolahan secara optimal, (5) meningkatkan dan mempertahankan mutu produk, (6) mengikuti pelatihan manajemen pemasaran dan keuangan, (7) menjalin kerjasama yang baik dengan instansi pemerintah, dan (h) menjadi anggota koperasi perikanan
Analysis of Supply Chain And Value Added of Soybean Commodity In Grobogan Regency Puspita, Nurul; Mulyatno, bambang; Setiadi, Agus
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 15 No. 1 (2020): Manajemen IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/mikm.15.1.19-29

Abstract

Soybean as one of national important food commodities has a central role in national food policy and the fulfillment of community nutrition. Indonesia is the largest soybean market in Asia by importing as much as 67.28% or 1.96 million tons of domestic soybean needs, while the remaining 32.72% is produced through domestic soybean production. The length of the supply chain from producers to consumers causes the selling value of products to fluctuate and tends to decrease. This study aims to analyze: (1) Supply chain performance and the factors influencing the marketing channel choice of soybeans in Grobogan Regency. (2) Activities that add value carried out in the soybean supply chain and the distribution of value added of these actors in Grobogan Regency. This research was conducted in Grobogan Regency, Central Java. Primary data were collected through interview techniques using a questionnaire. The types and number of respondents consisted of 100 soybean farmers, 10 collecting traders and 3 processing industries. Analysis of the description of the soybean supply chain is carried out using the FSCN process framework. Marketing efficiency is measured from marketing margins, farmer's share analysis, profit and cost ratio.The factors that determine the choice of farmers to the supply chain used, the quantitative approach to the multinomial logit regression model, and the added value analysis used is the Hayami method. Viewed from the marketing margin, farmer's share, also the profit and cost ratio, channel four is more efficient than other channels.There are several factors that influence the decision making of soybean farmers to sell soybeans. Some of the factors are the knowledge that the farmers have, number of sales (harvest) and selling prices. All secondary soy products produced will be able to increase the income of businesses, including soybean farmers

Filter by Year

2006 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 1 (2026): Manajemen IKM Vol. 20 No. 2 (2025): Manajemen IKM Vol. 20 No. 1 (2025): Manajemen IKM Vol. 19 No. 2 (2024): Manajemen IKM Vol. 19 No. 1 (2024): Manajemen IKM Vol. 18 No. 2 (2023): Manajemen IKM Vol. 18 No. 1 (2023): Manajemen IKM Vol. 17 No. 2 (2022): Manajemen IKM Vol. 17 No. 1 (2022): Manajemen IKM Vol. 16 No. 2 (2021): Manajemen IKM Vol. 16 No. 1 (2021): Manajemen IKM Vol. 15 No. 2 (2020): Manajemen IKM Vol. 15 No. 1 (2020): Manajemen IKM Vol. 14 No. 2 (2019): Manajemen IKM Vol. 14 No. 1 (2019): Manajemen IKM Vol. 13 No. 2 (2018): Manajemen IKM Vol. 13 No. 1 (2018): Manajemen IKM Vol. 12 No. 2 (2017): Manajemen IKM Vol. 12 No. 1 (2017): Manajemen IKM Vol. 11 No. 2 (2016): Manajemen IKM Vol. 11 No. 1 (2016): MANAJEMEN IKM Vol. 10 No. 2 (2015): MANAJEMEN IKM Vol. 10 No. 1 (2015): Manajemen IKM Vol. 9 No. 2 (2014): Manajemen IKM Vol. 9 No. 1 (2014): Manajemen IKM Vol. 8 No. 2 (2013): Manajemen IKM Vol. 8 No. 1 (2013): Manajemen IKM Vol. 7 No. 2 (2012): Manajemen IKM Vol. 7 No. 1 (2012): Manajemen IKM Vol. 6 No. 2 (2011): Manajemen IKM Vol. 6 No. 1 (2011): Manajemen IKM Vol. 5 No. 1 (2010): Manajemen IKM Vol. 4 No. 2 (2009): Manajemen IKM Vol. 4 No. 1 (2009): Jurnal Magister Profesional Industri Kecil Menengah Vol. 3 No. 1 (2008): Jurnal Magister Profesional Industri Kecil Menengah Vol. 2 No. 1 (2007): Jurnal Magister Profesional Industri Kecil Menengah Vol. 1 No. 2 (2006): Jurnal Magister Profesional Industri Kecil Menengah Vol. 1 No. 1 (2006): Jurnal Magister Profesional Industri Kecil Menengah More Issue