cover
Contact Name
Haeranto Haerul K
Contact Email
mpi@apps.ipb.ac.id
Phone
+628111102950
Journal Mail Official
mpi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Program Studi Magister Pengembangan Industri Kecil Menengah, Sekolah Pascasarjana IPB Jl. Raya Pajajaran, Kampus IPB Baranangsiang, Bogor 16144
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah
ISSN : 20858418     EISSN : 26229250     DOI : https://doi.org/10.29244/mikm
Perintisan jurnal sebagai berkala ilmiah berwawasan nasional dimulai sejak Februari 2006 dengan nama Jurnal MPI dengan No. ISSN 1907-3127 yang memuat 9 judul artikel pada setiap edisi. Mulai terbitan edisi September 2009, judulnya dirubah menjadi Jurnal Manajemen IKM dengan No. ISSN 2085-8418 dan E-ISSN 2622-9250. Jurnal Manajemen IKM selama ini mampu menjadi sarana penyebarluasan informasi ilmiah kepada para dosen atau peneliti lainnya, maupun masyarakat pengguna, serta sarana pengembangan. Manajemen IKM (P-ISSN 2085-8418; E-ISSN 2622-9250) merupakan Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM) yang diterbitkan oleh Program Studi Magister Pengembangan Industri Kecil Menengah (MPI) Sekolah Pascasarjana IPB sejak September 2006, memuat kegiatan dunia usaha kecil menengah (UKM), khususnya IKM beserta instansi yang terkait seperti perbankan, departemen teknis dan usaha swasta besar dan petani/nelayan, dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris. Manajemen IKM terbit setiap 6 bulan sekali (Februari dan September) dan ditujukan sebagai wadah untuk mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian dari kajian tugas akhir mahasiswa MPI, khususnya yang terkait dengan pembinaan dan pengembangan IKM. Namun demikian, tulisan yang diterima Manajemen IKM terbuka bagi berbagai kalangan yang memiliki ketertarikan dalam pembinaan dan pengembangan IKM, baik itu peneliti, penyuluh, maupun pengusaha. Dengan diterbitkannya jurnal ini, maka kedepannya diharapkan lebih dipahami potensi, kendala dan pengembangan IKM melalui pendekatan holistik dan sinergi yang dilihat dari faktor-faktor ekonomi, manajerial dan faktor-faktor lainnya seperti kemitraan
Articles 305 Documents
Analisis Pengaruh Pemberian Kredit terhadap Kinerja Debitur Mikro: Kasus pada ULM ABC, PT Bank XYZ di Jakarta Hasan Supriadi; Musa Hubeis; Illah Sailah
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 2 No. 1 (2007): Jurnal Magister Profesional Industri Kecil Menengah
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One way to support an attempt to activate reel sectors of national economy is by empowering the roles of micro entrepreneurs. Such empowerment can be employed by providing guidance, direction, and assistance so that fundamental problems slowing down the growth of micro entrepreneur empowerment can be overcome. One of the basic problems generally faced by micro entrepreneurs is the problem of finance or source of financing. The objectives of this study are to find out whether financing or credit provision from the Micro Service Unit (MSU) of ABC to micro entrepreneurs can improve the performance of micro entrepreneurs, and to identify the schemes of credit provision from the MSU of ABC to micro entrepreneurs and their problems in the field. The methods used in this study were direct observation to the field and questionnaires distributed to 40 selected respondents of micro entrepreneurs who have been debtors of the MSU of ABC and of those 40 respondents, 34 were selected, especially those who got the facility to obtain productive credit. The data of the selected respondents were analyzed using SPSS 11.0 program to analyze the correlation and to find out the impact of credit provision on the performance of micro entrepreneurs. The type of data in this study was those of ratio and they were analyzed statistically using pair t-test or t-test with a significant level of 5%. The results of the analysis show that on the significant level of 5%, the average result of Profit Margin (PM) after the credit provision increased significantly compared to that before the credit provision; there was no significant decline in the average Return on Asset (ROA) after the credit provision compated to that before the credit provision; there was a really significant increase on the average of Return on Equity (ROE) after the credit provision compared to that before the credit provision; the average of Asset after the credit provision increased quite significantly compared to that before the credit provision; and the average sales after the credit provison increased significantly compared to that before the credit provision. The results on the study on the schemes of credit provision as reflected on features of credit products of the MSU show that all the features of credit products of the MSU are aflopen in nature (with the maximum credit declining periodically based on the schedule) with the minimum duration of 1 (one) year. The results of the observation on the field show that the financing need of the micro entrepreneurs is transactional in nature or seasonal with the duration of between 1 and 6 months not having been accommodated in the product features of the MSU of ABC, PT. Bank XYZ.
Strategi Lembaga Keuangan Mikro Syariah dalam Mengembangkan Usaha Mikro (Kasus LKMS BMT KUBE SEJAHTERA Unit 20, Sleman-Yogyakarta) Dian Pratomo; Musa Hubeis; Illah Sailah
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 4 No. 1 (2009): Jurnal Magister Profesional Industri Kecil Menengah
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is done in Microfinance Institute (LKMS) Baitul Mal wat Tanwil (BMT) Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Sejahtera unit 20 at Mlati subdistrict, Sleman Regency, Special District of Yogyakarta. The aim of this research is (1) identifying basic needs of micro enterprise, (2) identifying how far LKMS BMT towards the development of micro enterprise and (3) defining strategy needed in developing capacity of LKMS BMT and Micro Enterprise. Methods taken in this reseach are collecting data and analysis method. Primary data are taken distributing questionnaire to 100 BMT customers, secondary data are taken from literatures, journals, bulletins, and seminar journals. Quantitative data analysis is done by analyzing the chi square, while the qualitative ones using Strengths, Weakness, Opportunities and Threats (SWOT). From the result of this research it is obtained that BMT is giving chances by giving finance to the customers to make new enterprise. It is detected from the enterprises which are owned by the customers have brief period, that is less than 1 year (36%), 1 - 5 year (32%), over 5 year (32%). It is proved that they are interested to make new business along with the presence of BMT that offers fair and profitable profit sharing. From the aspect of total income before joining the BMT, is gained that their income in common is less than Rp. 200.000 (40%). After joining BMT the income in major raise between Rp. 200.000 - Rp. 2.999.999 (96%). This significant improvement shows that capital given by BMT is effectively used by the customers, and they are able to organized the capital well to make good profit. Here, BMT role as assistant, BMT is guiding and directing, technically and the management of the enterprise. So than the members do not feel that they are fighting by themselves, but together with BMT. From the analysis of internal and external strategic factor total score with IFAS total score = 2,9 and EFAS = 3,2, are gained IE matrix shown the growth condition, then implementation strategy is necessary; increasing capital credits for micro enterprise/industry, costs of customer’s saving such as administrative cost and interest cost should be eliminated, so that the customers are not oppressed by unnecessary cost, minimizing cost in costing process such as administration process, offering unique costing packages that is not offered by other costing package in other finance institution that has interesting profit sharing, choosing location closed to customers characterized by their enterprises, such as market place. There is BMT employee who is taking debitor deposits to the place of each debitor, if necessary. Advertorial is done by putting advertorial page in local paper. Testimony is gained through meeting with customers of the enterprise group. Sales force is necessary because not any customer is able to come, ask, and making transaction in the BMT office.
Pengaruh Fungsi Pengayom Pada Induk Koperasi Syariah BMT Terhadap Tingkat Kesehatan Koperasi Syariah (Studi kasus pada INKOPSYAH BMT) Irwan, Muhammad; Hubeis, Musa; Suryahadi, Suryahadi
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 15 No. 2 (2020): Manajemen IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/mikm.15.2.95-101

Abstract

Induk Koperasi Syariah Baitul Maal Wa Tamwil (Inkopsyah BMT) yang berperan sebagai APEX (Pengayom) BMT mempunyai fungsi utama yakni sebagai lembaga resmi dalam menangani sistem likuiditas para anggotanya (BMT) dan mempermudah segala urusan transaksi antar lembaga BMT maupun antar anggota BMT yang berlainan, serta membantu setiap anggota agar memiliki tingkat kepastian dan kenyamanan bagi setiap penggunanya. Fungsi tersebut sebagai berikut: (1) Melakukan fungsi penghimpunan simpanan wajib minimum (SWM) atau pooling of funds dan dana padanan (commited facility line), (2) Melakukan fungsi dukungan pendanaan (financial assistance), (3) Melakukan fungsi dukungan teknis (technical assistance), (4) Melakukan fungsi pelaporan (reporting) terhadap koperasi primer syariahnya, serta (5) Melakukan fungsi pengukuran dan pemeringkatan cepat (quick rating). Berdasarkan fungsi tersebut peran Inkopsyah BMT sebagai APEX BMT sangat diperlukan, karena keberhasilan anggota primernya menjadi koperasi yang berkualitas secara tidak langsung memerlukan peran Inkopsyah BMT sebagai pembimbing dan pengayom. Metode penelitian melalui (1) Angket, (2) Interview dan (3) Observasi, serta (4) Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi pengayom Inkopsyah BMT belum memberikan pengaruh pada tingkat kesehatan anggota primer syariah, perlu dukungan terhadap sistem jaringan nasional yang difasilitasi oleh pemerintah berupa dibangunnya insfrastruktur sistem informasi atas penilaian Kesehatan koperasi primer, sehingga mempercepat proses update informasi dari Inkopsyah BMT menjadi lebih mampu dalam melakukan pengawasan serta pengendalian terhadap para anggotanya.
Strategi Pengembangan Loyalitas Anggota Koperasi Karyawan Danakita Syariah Novijanti, Erma; Hubeis, Musa; Zakaria, Fransiska R
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 15 No. 2 (2020): Manajemen IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/mikm.15.2.102-109

Abstract

Koperasi memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia dan diharapkan dapat berperan sebagai pilar ekonomi untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia secara adil dan merata. Tujuan penelitian ini: (1) menganalisis mutu pelayanan yang diberikan Koperasi Karyawan Danakita Syariah dalam meningkatkan loyalitas anggota, dan (2) menyusun strategi pengembangan loyalitas anggota Koperasi Danakita Syariah dalam mencapai target penjualan. Penelitian ini menggunakan teknik random sampling dengan 220 orang responden, teknik analisis data Structural Equation Modeling Partial Least Square (SEM PLS) dan analisis Strength, Weaknesses, Opportunity and Threats (SWOT). Berdasarkan hasil analisis data dengan metode SEM PLS memuat nilai Outer Loading, anggota tidak puas dengan pelayanan dari Koperasi Karyawan Danakita Syariah, namun masih sangat setia dengan keberadaannya yang ditunjukkan dengan nilai Outer Loading pada peubah loyalitas pelanggan/anggota sangat loyal. Strategi pengembangan loyalitas anggota Koperasi Karyawan Danakita Syariah dapat dilakukan melalui: (1) Pengoptimalan diversifikasi usaha dalam mencegah risiko usaha; (2) Peningkatan mutu pelayanan dengan meningkatkan komunikasi antara anggota dengan pengurus, transparansi pengurus terhadap anggota koperasi dan pembiayaan terhadap kebutuhan anggota; (3) Menambah dan meningkatkan akses pemasaran koperasi agar pendapatan koperasi menjadi lebih besar; (4) Penyediaan dana kredit yang mudah dan terjangkau bagi anggota koperasi
Strategi dan Penyaluran Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PT Angkasa Pura II pada UKM Kota Tangerang Laksono, Rudi; Hubeis, Musa; Raharja, Sapta
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 15 No. 2 (2020): Manajemen IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/mikm.15.2.110-117

Abstract

Pentingnya Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di negara-negara sedang berkembang seringkali lebih dikaitkan dengan upaya pemerintah mengatasi berbagai masalah ekonomi maupun sosial, yaitu mengurangi pengangguran, pengentasan kemiskinan, dan pemerataan pendapatan. Tujuan Kajian ini secara umum mengkaji strategi dan penyaluran dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Angkasa Pura (AP) II pada UKM di Kota Tangerang. Kajian menggunakan metode survei dan pengamatan langsung di lapangan dengan metode deskriptif dan analitik dengan alat analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) terbobot. Responden meliputi Deputi Direktur PKBL, Asisten Deputi Perencanaan dan Penyaluran PKBL, Asisten Deputi Pengawasan dan Pelaporan PKBL dan Supervisor. Penelitian ini dilakukan dari November 2015 sampai Maret 2016. Berdasarkan hasil pengamatan dan data yang dikaji diperoleh analisis strategik penyaluran dana program kemitraan yang telah dilakukan dengan matriks Internal-Eksternal (IE), posisi pengembangan penyaluran dana program kemitraan berada pada kotak kuadran II (grow and build). Strategi perusahaan berdasarkan analisis SWOT berbobot difokuskan pada pengembangan mutu dan kapasitas SDM; strategi pengembangan pasar dari produk PKBL; pengembangan jaringan pembinaan UKM dengan pihak lain.
Faktor-Faktor Dominan Komunikasi Pemasaran untuk Meningkatkan Wisata Kuliner Kopi Masa Pandemi Covid-19 Di Bogor Santoso, Hudi; Priatna, Wahyu Budi; Mulyana, Bedi
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 15 No. 2 (2020): Manajemen IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/mikm.15.2.118-127

Abstract

Penelitian ini memfokuskan pada faktor-faktor komunikasi pemasaran yang mencerahkan, kredibel, terarah yang dapat memandu masyarakat, terutama para pelaku usaha untuk dapat kembali bangkit dengan meningkatkan kapasitas pelaku dalam keberlanjutan usaha wisata kuliner kopi melalui kolaborasi dan inovasi di tengah dinamika perubahan dan kondisi pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan: (1) Mendeskripsikan tingkat faktor internal dan eksternal, ketersediaan sarana prasarana, komunikasi pemasaran dan kapasitas pelaku wisata kuliner kopi di Bogor; (2) Menganalisis pengaruh faktor internal dan eksternal, ketersediaan sarana prasarna, komunikasi pemasaran terhadap kapasitas pelaku wisata kuliner kopi di tengah pandemi Covid-19 di Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan multianalisis, yaitu analisis deskriptif, uji regresi sederhana, dan partial least square (PLS). Unit analisis adalah pengelola kedai kopi yang aktif dan terdampak pandemi Covid-19 di Kota Bogor. Hasil penelitian dengan kategori tinggi faktor internal, pemanfaatan media komunikasi, komunikasi pemasaran dan kapasitas pelaku usaha; dan faktor eksternal dan sarana dan prasarana temasuk kategori rendah. Terdapat pengaruh dari Faktor Eksternal (FE) dan media komunikasi terhadap Komunikasi Pemasaran (KP), selain itu Sarana dan Prasarana (SP) berpengaruh terhadap Media Komunikasi (MK), sedangkan Komunikasi Pemasaran (KP) berpengaruh terhadap Kapasitas Pelaku Usaha (KPU). Untuk rekomendasi penelitian perlu kajian mendalam terkait pengunjung wisata kuliner kopi, respon dan fasilitasi pemerintah terhadap pengembangan dan pembangunan pariwisata kuliner kopi di Bogor (kebijakan, peraturan, insentif pelaku hospitality industry dan yang lainnya), dengan stakeholders dalam mendukung pengembangan dan pembangunan pariwisata Kota Bogor.
Strategi Pemasaran Produk Kopi Ready to Drink (RTD) Industri Kecil Menengah Agroindustri Kopi Dompet Dhuafa di Bogor Hidayat, Adhi Nur; Raharja, Sapta; Suharjo, Budi
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 15 No. 2 (2020): Manajemen IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/mikm.15.2.128-137

Abstract

Industri Kecil Menengah Agroindustri Kopi Dompet Dhuafa (IKM DD) memproduksi kopi olahan serta memasarkannya di Bogor dan sekitarnya. Sejak diluncurkan pada November 2019, penjualan IKM DD belum mencapai target dan bersifat fluktuatif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bauran pemasaran produk Kopi RTD, mengevaluasi dan merumuskan strategi bauran pemasaran yang tepat bagi IKM DD. Metode penelitian dilaksanakan secara deskriptif dengan mengevaluasi strategi bauran pemasaran dan tahap komunikasi pemasaran yang melibatkan konsumen dan calon konsumen IKM DD. Hasil evaluasinya digunakan untuk menginisiasi program yang relevan untuk mengoptimalkan strategi bauran pemasaran. Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk menentukan prioritas strategi bauran pemasaran oleh pihak pengelola IKM DD. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan kuesioner. Hasil penilaian konsumen menunjukkan bauran pemasaran sudah efektif kecuali pada faktor promosi yang bernilai cukup. Hasil penilaian calon konsumen diperoleh tahap perhatian telah efektif sedangkan tahapan komunikasi berikutnya belum efektif. Hasil AHP menunjukkan bahwa tujuan strategi yang tepat bagi IKM DD adalah peningkatan pendapatan penjualan dengan menitikberatkan pada faktor bauran harga produk dari Kopi RTD. Adapun inisiasi program yang dapat dijalankan oleh IKM DD adalah menetapkan bauran harga berdasarkan kualitas produk, mengurus izin edar dan halal, menambah jumlah agen pada aspek distribusi, serta mengembangkan promosi produk yang lebih menarik.
Peran Gaya Kepemimpinan, Budaya Organisasi, Perubahan Organisasi, terhadap Kinerja Sumber Daya Manusia (Studi Kasus pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) Kurniadewi, Yogtavia Indah; Hubeis, Musa; Slamet, Alim Setiawan
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 16 No. 1 (2021): Manajemen IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/mikm.16.1.1-8

Abstract

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) merupakan lembaga pemerintah non-kementerian yang berfungsi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran gaya kepemimpinan, budaya organisasi dan perubahan organisasi terhadap kinerja sumber daya manusia (SDM). Sample dalam penelitian ini adalah SDM di lingkungan LIPI dimana penentuan samplenya menggunakan purposive sampling method. Pengumpulan data diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada 356 orang responden. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif dan pengujian hipotesis menggunakan IBM SEM Amos. Peubah eksogen dalam penelitian ini adalah gaya kepemimpinan, budaya organisasi dan perubahan organisasi. Sedangkan peubah endogennya adalah perubahan organisasi dan kinerja SDM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja SDM. Gaya kepemimpinan dan perubahan organisasi tidak mempunyai pengaruh yang signifikan dan positif terhadap kinerja SDM. Gaya kepemimpinan dan budaya organisasi memengaruhi secara signifikan dan positif terhadap perubahan organisasi.
Strategi Pengembangan Komoditas Kopi Excelsa Di Kabupaten Jombang Provinsi Jawa Timur Saifullah, Rikza; Raharja, Sapta; Suharjo, Budi
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 16 No. 1 (2021): Manajemen IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/mikm.16.1.17-24

Abstract

Excella coffee is one of the plantation commodities in Jombang Regency which is currently being developed as a leading commodity. This study aims to see the existing condition of the commodity and the appropriate development strategy. The results of the study show that the Location Quotient value of Excella Coffee is 1,62 in 2019 with a potential land of 8.454,32 hectares. The recommended derivative product based on the Analytical Hierachy Process method is ground coffee with a score of 0,541. The Internal Factor Evaluation matrix shows that the main strengths of commodities are distinctive flavors (0.6673) and regional specialties (0,4643). The weakness is the product has not yet known to the market (0,3121). The External Factor Evaluation matrix shows that the opportunities in the form of large market potential (0,7980) and Information Technology Development (0,8937). The existing threat is competition with other regional commodities (0,.4731). The main recomended strategies of SWOT analysis are: accelerating IG certificate (0,135), increasing product promotion (0,122), strengthening quality assistance processes (0,117), and establishing coffee farmer cooperative (0,117).
Keragaan Produksi dan Pendapatan Industri Kemplang Berdasarkan Skala Usaha Di Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung Yuliyanti; Apriyani, Marlinda; Zaini, M
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 16 No. 1 (2021): Manajemen IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/mikm.16.1.53-61

Abstract

UMKM merupakan sektor ekonomi nasional yang paling strategis dan memiliki peran yang sangat penting terutama dalam hal penciptaan kesempatan kerja. Kecamatan Bumi Waras sebagai sentra industri kemplang di Bandar Lampung hal tersebut sangat berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi disekitar Kecamatan Bumi Waras. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi keragaan produksi, menghitung pendapatan, dan menganalisis kelayakan usaha industri kemplang di Kecamatan Bumi Waras. Metode penelitian ini menggunakan metode analisis biaya dan pendapatan serta r/c ratio (kelayakan usaha), hasil penelitian menunjukan (a) Keragaan produksi pada usaha kemplang di Kecamatan Bumi Waras meliputi penggunaan input produksi, proses produksi, dan output (b) Pendapatan usaha industri kemplang skala mikro di Kecamatan Bumi Waras rata-rata sebesar Rp20.600.358,33 dan Pendapatan usaha industri kemplang skala kecil Rp107.248.166,7 (c) Rata-rata nilai R/C rasio produsen sebesar 3,55 dan B/C rasio sebesar 2,55 pada usaha industri kemplang skala mikro dan rata-rata nilai R/C rasio produsen sebesar 3,73 dan B/C rasio sebesar 2,73 pada usaha kemplang skala kecil. Berarti kegiatan usaha kemplang yang ada di Kecamatan Bumi Waras layak untuk dijalankan karena nilai R/C ≥ 1 dan B/C ≥ 0

Filter by Year

2006 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 1 (2026): Manajemen IKM Vol. 20 No. 2 (2025): Manajemen IKM Vol. 20 No. 1 (2025): Manajemen IKM Vol. 19 No. 2 (2024): Manajemen IKM Vol. 19 No. 1 (2024): Manajemen IKM Vol. 18 No. 2 (2023): Manajemen IKM Vol. 18 No. 1 (2023): Manajemen IKM Vol. 17 No. 2 (2022): Manajemen IKM Vol. 17 No. 1 (2022): Manajemen IKM Vol. 16 No. 2 (2021): Manajemen IKM Vol. 16 No. 1 (2021): Manajemen IKM Vol. 15 No. 2 (2020): Manajemen IKM Vol. 15 No. 1 (2020): Manajemen IKM Vol. 14 No. 2 (2019): Manajemen IKM Vol. 14 No. 1 (2019): Manajemen IKM Vol. 13 No. 2 (2018): Manajemen IKM Vol. 13 No. 1 (2018): Manajemen IKM Vol. 12 No. 2 (2017): Manajemen IKM Vol. 12 No. 1 (2017): Manajemen IKM Vol. 11 No. 2 (2016): Manajemen IKM Vol. 11 No. 1 (2016): MANAJEMEN IKM Vol. 10 No. 2 (2015): MANAJEMEN IKM Vol. 10 No. 1 (2015): Manajemen IKM Vol. 9 No. 2 (2014): Manajemen IKM Vol. 9 No. 1 (2014): Manajemen IKM Vol. 8 No. 2 (2013): Manajemen IKM Vol. 8 No. 1 (2013): Manajemen IKM Vol. 7 No. 2 (2012): Manajemen IKM Vol. 7 No. 1 (2012): Manajemen IKM Vol. 6 No. 2 (2011): Manajemen IKM Vol. 6 No. 1 (2011): Manajemen IKM Vol. 5 No. 1 (2010): Manajemen IKM Vol. 4 No. 2 (2009): Manajemen IKM Vol. 4 No. 1 (2009): Jurnal Magister Profesional Industri Kecil Menengah Vol. 3 No. 1 (2008): Jurnal Magister Profesional Industri Kecil Menengah Vol. 2 No. 1 (2007): Jurnal Magister Profesional Industri Kecil Menengah Vol. 1 No. 2 (2006): Jurnal Magister Profesional Industri Kecil Menengah Vol. 1 No. 1 (2006): Jurnal Magister Profesional Industri Kecil Menengah More Issue