cover
Contact Name
Santa Maria Pangaribuan
Contact Email
santamaria@akperrscikini.ac.id
Phone
+6221-3153440
Journal Mail Official
jurnal@akperrscikini.ac.id
Editorial Address
Jl. Raden Saleh No.40, Kel. Cikini, Kec. Menteng, Jakarta Pusat 11130 - INDONESIA
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Cikini
ISSN : 26861976     EISSN : 26861984     DOI : 10.55644/jkc
Core Subject : Health,
JURNAL KEPERAWATAN CIKINI is a peer-reviewed journal providing an open access facility for scientific articles of academics, researchers and nurse practitioners, JURNAL KEPERAWATAN CIKINI is published two times a year, specifically in January, and July. JURNAL KEPERAWATAN CIKINI invites authors to submit manuscripts in the various topics of medical and surgical nursing, basic and emergency nursing, nursing education and management, child and maternity nursing, community nursing, and health. Jurnal Keperawatan Cikini cover all nursing area including basic research in nursing, management nursing, emergency and critical nursing, medical surgical nursing, mental health nursing, maternity nursing, pediatric nursing, gerontological nursing, community nursing, family nursing education nursing, complementary and alternative medicine (CAM) in nursing
Articles 65 Documents
Gambaran Kebiasaan Sarapan dengan Tingkat Konsentrasi Mahasiswa Di Asrama Akademi Perawatan RS PGI Cikini Jakarta Pusat Sici Lewi Masleni Masleni; Lince Siringo-Ringo; Loritta Yemina
JURNAL KEPERAWATAN CIKINI Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Keperawatan Cikini
Publisher : JURNAL KEPERAWATAN CIKINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.042 KB) | DOI: 10.55644/jkc.v2i2.61

Abstract

Sarapan merupakan suatu hal yang wajib dilakukan setiap pagi karena tubuh membutuhkan asupan glukosa untuk meningkatkan kemampuan otak untuk dapat konsentrasi dalam belajar. Dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisa gambaran kebiasaan sarapan pagi dengan tingkat konsentrasi mahasiswa di Asarama Akademi Perawatan RS PGI Cikini Jakarta Pusat. Penelitian ini dilakukan pada 64 mahasiswa di Asrama Akademi Perawatan RS PGI Cikini, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling. Kuesioner yang digunakan untuk memperoleh kebiasaan sarapan dan tingkat konsentrasi. Hasil penelitian menunjukkan dominan mahasiswa jarang melakukan sarapan pagi (58,7%), tingkat konsentrasi sedang (59%). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah mahasiswa di Asrama Akademi Perawatan RS PGI Cikini memiliki kebiasaan jarang melakukan sarapan 58,7%. Mahasiswa di Asrama Akademi Perawatan RS PGI Cikini memiliki tingkat konsentrasi sedang 59%.
Religiositas dan Perilaku Caring Perawat dan Bidan di Wilayah Indonesia Tengah Dayning Tyas Pratiwi; Ester Collin Marbun; Octavinny Christiani Zai; Juniarta Juniarta; Kinanthi Lebdawicaksaputri
JURNAL KEPERAWATAN CIKINI Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Keperawatan Cikini
Publisher : JURNAL KEPERAWATAN CIKINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.341 KB) | DOI: 10.55644/jkc.v3i1.64

Abstract

Religiositas perawat dan bidan dapat membentuk perilaku caring mereka. Perilaku caring dapat terlihat saat memberikan perhatian melalui sikap, rasa peduli, hormat dan menghargai kepada seseorang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara religiositas dengan perilaku caring perawat dan bidan. Metode yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan populasi berjumlah 127 orang yaitu perawat dan bidan dengan latar belakang agama Kristen dan Katolik yang bekerja di satu rumah sakit swasta di Indonesia tengah. Teknik convinience sampling digunakan dengan jumlah sampel yang didapatkan sebanyak 89 orang. Dua kuesioner versi bahasa Indonesia digunakan yaitu The Four Basic Dimensions of Religiousness Scale (4BDRS) untuk mengukur religiositas (Cronbach’s Alpha 0,89) dan kuesioner penelitian mengenai perilaku caring mengacu pada Teori Swanson (Cronbach’s Alpha 0,891). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara religiositas dan perilaku caring perawat dan bidan di Indonesia Tengah (p value=0.47). Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan berbagai lokasi dan karakteristik responden penelitian sehingga dapat tergambar hubungan antara religiositas dan perilaku caring perawat dan bidan di Indonesia.
MODEL PRIMORDIAL PRECAUTION TOKSEMIA GRAVIDARUM BERBASIS FAKTOR RESIKO PADA REMAJA PUTRI (PRA NIKAH) DI KABUPATEN BONDOWOSO Syaiful Bachri; Sutrisno Sutrisno; Jenie Palupi
JURNAL KEPERAWATAN CIKINI Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Keperawatan Cikini
Publisher : JURNAL KEPERAWATAN CIKINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.696 KB) | DOI: 10.55644/jkc.v3i1.66

Abstract

Kabupaten Bondowoso angka kesakitan dan kematian maternal termasuk kelima kabupaten tertinggi di Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan data pada tahun 2018 salah satu penyebab kematian maternal yang paling tinggi adalah akibat toksemia gravidarim. Upaya mengatasi kesakitan akibat toksemia gravidarum selama ini masih sebatas melalui pencegahan sekunder, belum ada upaya pencegahan primordial atau pencegahan awal sebelum faktor resiko toksemia gravidarum tersebut muncul. Tujuan pada penelitian adalah intervensi model primordial precaution berbasis faktor resiko di Kabupaten Bondowoso. Desain penelitian menggunakan kuasi eksperimen dengan populasi 3320 remaja putri dan jumlah sampel 360 remaja putri. Teknik sampling random sampling dengan analisa data menggunakan analisa univariate dan analisa bivariate dengan uji t. hasil penelitian sebagian besar remaja putri di Kabupaten Bondowoso ada resiko toksemia gravidarum. Analisa pada variabel pengetahuan, attitude dan intention primordial precaution toksemi gravidarum ketiganya diperoleh hasil 0.000 yang artinya ada perbedaan sebelum dan sesudah intervensi model primordial precaution toksemia gravidarum pada remaja putri di Kabupaten Bondowoso. Bidan khususnya penanggung jawab wilayah dinas kesehatan Kabupaten Bondowoso perlu memberikan edukasi tentang primordial precaution toksemia gravidarum pada remaja putri. Demikian juga dengan institusi sekolah khususnya SMA dan SMK perlu memberikan support pentingnya melakukan primordial precaution pada siswinya. Kata Kunci: Primordial Precaution Toksemia Gravidarum
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Self Management (Manajemen Diri) pada Pasien Hipertensi : - Hella Meldy Tursina; Eky Madyaning Nastiti; Achmad Sya'id
JURNAL KEPERAWATAN CIKINI Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Keperawatan Cikini
Publisher : JURNAL KEPERAWATAN CIKINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.202 KB) | DOI: 10.55644/jkc.v3i1.67

Abstract

Gerakan internasional simultan tersebut tercantum dalam program Global Non-Communicable Disease/NCD Target mengenai komitmen untuk mencapai target bersama untuk menurunkan hipertensi. Penatalaksanaan hipertensi yang merupakan penyakit kronis meliputi pengobatan rutin dan perubahan gaya hidup sehat dan memerlukan self management yang baik. Manajemen diri (self-management) adalah upaya pasien yang secara aktif berpartisipasi dalam rencana perawatan, membuat pilihan gaya hidup yang berbeda, seperti kebiasaan makan, pilihan olahraga, dan kondisi hidup, dan memantau gejala sendiri. Pengetahuan tentang proses penyakit, peran obat dan rencana perawatan mereka sangat penting untuk kemampuan pasien hipertensi untuk berhasil mengelola kemampuan diri sendiri. Pasien hipertensi melaporkan bahwa jika tidak mengetahui alasan dan cara mengelola penyakit hgipertensi yang dialaminya, maka upaya manajemen diri terhambat. Mengetahui faktor yang berpengaruh pada self management pasien hipertensi secara dini bisa membantu pasien mengelola penyakit lebih optimal. Variable yang dinyatakan berhubungan dengan kemampuan self management pasien adalah usia dan durasi lama sakit. Sedangkan kualitas hidup dinyatakan tidak berhubungan secara signifikan (p<0.05). Dengan mengetahui faktor yang mempengaruhi self management maka perawat dirasakan perlu untuk memodifikasi proses perawatan pasien hipertensi dengan memperhatikan faktor yang mendetail dengan tujuan pasien hipertensi dapat mengelola penyakitnya dengan mandiri
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PENGENDARA OJEK ONLINE TENTANG LOW BACK PAIN (LBP) DI KOTA PONTIANAK 2018 Hidayah hidayah; Uji Kawuryan
JURNAL KEPERAWATAN CIKINI Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Keperawatan Cikini
Publisher : JURNAL KEPERAWATAN CIKINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.726 KB) | DOI: 10.55644/jkc.v3i1.68

Abstract

Latar Belakang:LBP merupakan penyebab kedua kehilangan waktu kerja, penyebab kelima untuk hospitalisasi, dan alasan ketiga prosedur bedah. Hasil Riset Kesehatan Dasar (2018), prevalensi penyakit muskuloskeletal di Indonesia yang pernah di diagnosis oleh tenaga kesehatan tercatat sebesar 11,9% dan berdasarkan diagnosis atau gejala yaitu 24,7%. Jumlah penderita nyeri punggung bawah di Indonesia tidak diketahui pasti, namun diperkirakan antara 7,6% sampai 37% Posisi duduk yang salah telah menyebabkan terjadinya sekitar 80% keluhan nyeri punggung bawah pada manusia. Apabila terjadi nyeri punggung bawah pada para pengendara jasa layanan ojek tersebut, secara tidak langsung akan menurunkan produktivitas.Tujuan: Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pengendara ojek online tentang Low Back Pain (LBP) di Kota Pontianak. Metode Penelitian: Desain penelitian yang akan digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan metode survey. Sampel penelitian ini adalah pengendara ojek online yaitu Go-Jek sebanyak 151 responden, yang diambil dengan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan dengan uji statistika deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil Penelitian: Hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan bahwa dari 151 responden, mayoritas usia responden sebagian besar adalah 17 – 25 tahun (remaja akhir) sebanyak 48 responden (31,8%). Mayoritas jenis kelamin para pengendara ojek online adalah laki-laki sebanyak 138 orang (91,4%). Pendidikan responden adalah SMA/SMK sederajat sebanyak 65 responden (43%). Tingkat pengetahuan responden tentang Low Back Pain yang terbanyak adalah rendah yaitu sebanyak 151 responden (100%). Kesimpulan: Tingkat pengetahuan responden tentang Low Back Pain, secara keseluruhan menunjukkan pengetahuan rendah.. Pengetahuan rendah responden pada penelitian ini disebabkan oleh tingkat pendidikan yang rendah serta sebagian besar belum mengetahui informasi tentang Low Back Pain baik dari tenaga kesehatan maupun media informasi.
Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Diet Hipertensi Pada Pasien Hemodialisis Di RS PGI CIKINI Cristy G Butar-butar; Santa Maria Pangaribuan; Yenny Yenny
JURNAL KEPERAWATAN CIKINI Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Keperawatan Cikini
Publisher : JURNAL KEPERAWATAN CIKINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.926 KB) | DOI: 10.55644/jkc.v3i1.69

Abstract

Dukungan keluarga merupakan faktor yang tidak bisa diabaikan karena mempengaruhi kepatuhan pasien dalam menjalankan diet hipertensi pada pasien yang menjalani hemodialisis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran dukungan keluarga terhadap kepatuhan diet hipertensi pada pasien hemodialisa di RS PGI Cikini. Jenis dan desain penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang menjalani hemodialisa di RS PGI CIkini. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling yaitu seluruh pasien yang menjalani hemodialisis di RS PGI Cikini sebanyak 46 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dan diisi langsung oleh responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 46 responden, yang memiliki Dukungan keluarga baik sebanyak 52,2%, sedangkan dukungan keluarga yang diberikan kepada pasien hemodialisa dalam mematuhi diet hipertensi yang kurang sebanyak 47,8%. Kesimpulannya adalah dukungan keluarga terhadap kepatuhan diet hipertensi bagi pasien hemodialisisi di RS PGI Cikini tergolong kategori baik.
Kualitas Hidup Pasien dengan Penyakit Ginjal Kronis dengan Terapi Hemodialisa di RS PGI Cikini Indri Irene; Loritta Yemina; Santa Maria Pangaribuan
JURNAL KEPERAWATAN CIKINI Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Keperawatan Cikini
Publisher : JURNAL KEPERAWATAN CIKINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.335 KB) | DOI: 10.55644/jkc.v3i1.72

Abstract

Penyakit ginjal kronik merupakan penyakit ginjal tahap akhir yang disebabkan oleh hilangnya fungsi tubuh untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan, elektrolit sehingga mengakibatkan tingginya kadar ureum dalam darah yang membutuhkan terapi hemodialisa akan berdampak pada kualitas hidup pasien ginjal kronik. Kualitas hidup yang baik akan memberikan manfaat positif bagi individu. Individu dengan kualitas hidup yang baik akan merasa bahagia, terus mampu mempertahankan keberlangsungan hidup, serta mampu berkontribusi kepada sesuatu yang lebih luas di luar diri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kualitas hidup pasien ginjal kronik dengan terapi hemodialisa di Rumah Sakit PGI Cikini. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskritif. populasi dan sampel menggunakan rumus slovin yang berjumlah 47 responden. Pengumpulan data menggunakan skala kualitas hidup dari Word Health Organization Quality Of Life (WHOQOL-BREF) yang berisi 26 item pertanyaan meliputi domain fisik, psikologis, lingkungan dan sosial. Analisis data menggunakan uji univariat dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil menunjukan didapatkan kualitas hidup pasien ginjal kronik dilihat dari dimensi kesehatan fisik dan psikologis termasuk pada katagori sedang, sedangkan untuk domain lingkungan dan sosial pada katagori baik. Kesimpulan kualitas hidup merupakan indikator penting untuk di teliti
Gambaran Rasa Haus Pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis di RS PGI Cikini Esti Esti; Yenny Yenny; Loritta Yemina
JURNAL KEPERAWATAN CIKINI Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Keperawatan Cikini
Publisher : JURNAL KEPERAWATAN CIKINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.723 KB) | DOI: 10.55644/jkc.v3i1.74

Abstract

Hemodialisis merupakan proses terapi pengganti ginjal yang berfungsi mengeluarkan sisa-sisa metabolik dalam tubuh pada pasien PGK. Pasien PGK mengalami kelebihan volume cairan, sehingga perlu adanya pembatasan ciran, adanya pembatasan cairan pada pasien hemodialisa menyebabkan mulut kering. Mulut kering yang dialami pasien dapat menyebabkan rasa haus yang tinggi, rasa haus yang tinggi dapat menyebabkan ketidakpatuhan terhadapa diet pembatasan cairan. Akibat dari pembatasan cairan atau pengurangan intake cairan yang dilakukan pada pasien hemodialisis mengakibatkan timbulnya rasa haus menyebabkan pasien punya keinginan untuk minum. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran rasa haus yang dialami oleh pasien selama menjalani hemodialisa. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif, dengan metode metode studi survei. Jumlah responden yang diteliti sebanyak 113 orang yang menjalani hemodialisis di unit Hemodialisa RS PGI Cikini. Hasil penelitian ini menemukan bahwa jumlah reponden yang merasa haus paling banyak pada level sedang dengan jumlah 80 responden dengan jumlah persentase 77,36%. Kesimpulan gambaran level rasa haus pada responden adalah tingkat sedang.
Tingkat Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia Toddler di Paud Santa Maria Monica Bekasi Timur Eva Natsha Prasma; Lince Siringoringo; Sri Hunun Widiastuti; Samsinar Butarbutar
JURNAL KEPERAWATAN CIKINI Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Keperawatan Cikini
Publisher : JURNAL KEPERAWATAN CIKINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.854 KB) | DOI: 10.55644/jkc.v2i2.78

Abstract

Usia 1-3 tahun (toddler) merupakan usia emas (golden age) dimana pertumbuhan dan perkembangan berlangsung cepat dalam segala aspek. Tingkat pertumbuhan dan perkembangan perlu dideteksi sejak dini agar dapat diketahui dan ditangani sejak dini adanya kelainan dalam pertumbuhan dan perkembangan pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak serta mendeteksi sejak dini adanya kelainan pertumbuhan dan perkembangan. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia 1-3 tahun (toddler) di PAUD Santa Maria Monica Bekasi Timur sebanyak 40 orang. Hasil dari 40 orang responden yang diteliti menunjukkan 95% anak dengan gizi normal, 75% pertumbuhan tinggi badan sesuai usia, 100% lingkar kepala normal. Hasil penelitian terhadap tingkat perkembangan menunjukkan 90% perkembangan anak sesuai usia, 100% normal untuk Tes Daya Lihat dan Tes Daya Dengar. Hasil penelitian terhadap perilaku emosional menunjukkan 100% anak tidak mengalami masalah terhadap perilaku emosional. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar anak usia 1-3 tahun (toddler) di PAUD Santa Maria Monica Bekasi Timur mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang normal sesuai usia.
Pengetahuan Ibu Tentang ASI Ekslusif di Klinik Bersalin Tanti Depok Anisa Firdaus; Lince Siringoringo; Sri Hunun Widiastuti; Samsinar Butarbutar
JURNAL KEPERAWATAN CIKINI Vol. 1 No. 2 (2020): Jurnal Keperawatan Cikini
Publisher : JURNAL KEPERAWATAN CIKINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.784 KB) | DOI: 10.55644/jkc.v1i2.82

Abstract

Anak mempunyai hak untuk mendapatkan air susu ibu secara ekslusif selama 6 bulan pertama kehidupannya, karena memiliki komposisi gizi yang seimbang untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu tentang air susu ibu eksklusif di Klinik Bersalin Tanti Depok. Desain penelitian adalah one group pre-test dan post-test dengan pendekatan metode Action Research. Sampel dalam penelitian ini 30 responden, menggunakan teknik purposive sampling. Data didapatkan dengan menggunakan kuesioner, dianalisis dengan analisis univariate. Hasil penelitian didapatkan: ibu yang mempunyai pengetahuan cukup sebelum diberi pendidikan kesehatan 14 responden (46,7%) dan setelah diberikan pendidikan kesehatan meningkat menjadi 30 responden (100%). Peningkatan pengetahuan sebesar 36,7 %. Kesimpulan penelitian adanya pengaruh setelah diberikan pendidikan kesehatan pada tingkat pengetahuan ibu hamil tentang ASI Ekslusif. Diharapkan bagi klinik dapat bermanfaat agar bisa meningkatkan cakupan pemberian ASI Ekslusif dan untuk peneliti selanjutnya dengan mencari hubungan atau analisa faktor yang mempengaruhi pemberian ASI Ekslusif