cover
Contact Name
Akmaliyah
Contact Email
az.zahra@uinsgd.ac.id
Phone
+628562297375
Journal Mail Official
az.zahra@uinsgd.ac.id
Editorial Address
Lecture Hall Building Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Jalan A.H. Nasution No. 105, Cibiru Bandung, Jawa Barat, Indonesia, 40614 Phone: 022- 7802276 e-mail: az.zahra@uinsgd.ac.id
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies
ISSN : 27468585     EISSN : 27468593     DOI : https://doi.org/10.15575/azzahra
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies is a journal that publishes original studies on gender issues and family studies from a religious and general perspective. Another journal scope is related to the topic of gender and family which includes the various studies on women, men, children, the elderly, and people with disabilities in religious perspectives and various perspectives in the field of science.
Articles 65 Documents
Perempuan dan Bisnis Online di Masa Pandemi Covid-19: Pengalaman di Kota Bandung, Jawa Barat Paelani Setia; Eni Zulaiha; Yeni Huriani
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : UIN Sunan Gunung Dajti Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/azzahra.v2i1.12702

Abstract

Tulisan ini akan mendiskusikan tentang perempuan dan bisnis online di masa pandemi Covid-19. Diketahui bahwa Pandemi Covid-19 menyebabkan krisis ekonomi yang menimpa berbagai kalangan. Hal ini juga turut dirasakan oleh para perempuan. Melalui metode kualitatif, penelitian ini diharapkan bisa mengupas apa, dan bagaimana perempuan mengorganisasi diri pada bisnis mereka disamping tetap bertanggung jawab pada ranah keluarga. Proses pengumpulan data dilakukan melalui observasi online dan wawancara terhadap pelaku bisnis perempuan berbasis online di Kota Bandung, Jawa Barat. Penelitian ini diperoleh temuan bahwa digitalisasi ekonomi terutama di masa pandemi Covid-19 berpengaruh pada kuasa perempuan terhadap teknologi sekaligus membantah argumen yang meragukan kemampuan perempuan atas teknologinya. Perempuan juga lebih bisa mengorganisir waktu bersama keluarga karena digitalisasi ekonomi memudahkan proses transaksi. Penelitian ini juga turut berargumen bahwa proses digitalisasi kehidupan menjadi lahan baru bagi perempuan dalam aktualisasi diri dan interaksi dengan dunia luar, selain upaya pemberdayaan ekonomi. Namun, hal tersebut tidak bernilai sama sekali ketika berhadapan dengan sistem patriarki yang masih diwariskan dari waktu ke waktu.
Ideologi Kesetaraan dan Kebebasan Perempuan dalam Novel Al-Hubb Fii Zamani Nafti Puji Lestari; Mawardi Mawardi
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : UIN Sunan Gunung Dajti Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/azzahra.v1i1.9359

Abstract

Penelitian ini membahas tentang ideologi kesetaraan dan kebebasan perempuan menggunakan analisis kritik sastra feminis. Ideologi kesetaraan dalam feminis berkaitan dengan kesetaraan gender bahwa laki-laki dan perempuan mempunyai peran yang sama dalam hal apapun, termasuk dalam hal pekerjaan dan kebudayaannya. Kemudian kebebasan perempuan dalam feminis disebut dengan kebebasan seorang perempuan untuk melakukan hal-hal kearah yang positif, seperti melakukan kebebasan terhadap pekerjaan. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui ideologi kesetaraan dan kebebasan perempuan dalam novel Al-hubb fii zamani nafti. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang mendeskripsikan data dengan jelas. Sumber data berupa novel Al-hubb fii zamani nafti. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik studi pustaka dengan cara membaca, memahami, mencari, dan menandai data. Hasil penelitian yang terdapat dalam novel Al-hubb fii zamani nafti adalah mendeskripsikan ideologi kesetaraan terhadap manusia, alat, budaya. Dan mendeskripsikan kebebasan perempuan terhadap pekerjaannya sebagai pemahat patung yang pada umumnya pekerjaan tersebut dilakukan oleh laki-laki. 
Realisasi Hak Anak Dalam Film Capharnaum Karya Nadine Labaki (kajian Strukturalisme Obyektif) Alima Nuri Ayati; Khomisah Khomisah; Karman Karman; Amiq Amiq
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : UIN Sunan Gunung Dajti Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/azzahra.v1i2.11606

Abstract

Film Capharnaum merupakan film yang berasal dari Lebanon yang disutradai oleh seorang sutradai perempuan yang sekaligus menciptakan Naskah filmnya, bernama Nadine Labaki. Dia terinpirasi untuk membuat film tersebut dari pengalamannya yang melakukan riset dengan mengelilingi penjara anak yang ada di Suriah, mewawancarai anak-anak yang ada didalam penjara tersebut dan mengambil suara-suara anak yang mengalami konflik dimasa kecilnya. Lalu sutradara mengambil kesimpulan dan ia tuangkan dalam naskah film. Mengambil narasi berlatar Beirut modern, yang sangat cocok untuk menggambarkan keadaan anak-anak yang mengalami kesengseraan dan kemiskinan yang luar biasa dikalangan anak-anak serta keterbaian oleh orangtuanya. Ditambah dengan para pemain actor yang diambil Nadine dari tempat pengungsian Suriah yang mengalami hal tersebut di kehidupan realitanya. Karna actor yang diambil bukan actor yang professional, menjadika peran yang mereka mainkan menjadi penuh emosional sesuai yang mereka alami. Tema film ini menceritakan tentang kejahatan yang terjadi terhadap anak berbentuk eksploitasi anak, banyak ketidakadilan hak anak dalam film Capharnaum ini. Dengan demikian, untuk mencari makna teks yang mengandung bentuk eksploitasi anak tersebut perlu dicari menggunakan pendekatan kajian strukturalisme obyektif. Dalam intertekstual penelitian ini, meneliti dari segi struktur dan keterkaitan antar struktur tersebut sehingga membentuk satu kesatuan makna yang utuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui teks –teks naskah film Capharnaum karya Nadine Labaki yang mengandung makna kata yang memiliki arti kedalam bentuk eksploitasi anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif.
Pemberdayaan Perempuan Melalui Kegiatan Bank Sampah Ngudi Makmur Dusun Serut Arifka Maulida Nurazizah
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : UIN Sunan Gunung Dajti Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/azzahra.v2i1.13051

Abstract

Perempuan merupakan bagian dari penyumbang separuh dari kekuatan sumber daya manusia di negeri ini. Perannya pun tidak kalah penting dibandingkan dengan laki-laki. Berbagai upaya dapat dilakukan untuk menyetarakan peran perempuan dan meningkatkan potensinya menjadi salah satu cara untuk menyetarakan posisi perempuan dan laki-laki, salah satunya melalui program pemberdayaan perempuan. Terlepas dari masalah kesetaraan gender permasalahan lingkungan masih terus menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia karena sampah masih terus menjadi penyebab lingkungan yang tidak sehat. Melalui program bank sampah Ngudi Makmur, ibu-ibu PKK dusun Serut berjuang mengatasi permasalah sampah rumah tangga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana proses kegiatan dan hasil program bank sampah Ngudi Makmur dalam memberdayakan perempuan di Dusun Serut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif-analitis_ yang menjabarkan beberapa penemuan dengan_menarasikannya_dalam_bentuk uraian. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kegiatan pengelolaan sampah di bank sampah Ngudi Makmur berjalan dengan baik dan mendapat respon baik dari masyarakat sekitar. Selain dapat mengatasi permasalahan sampah, program bank sampah ini juga mampu memberikan memberdayakan ibu-ibu PKK di dusun Serut. Hasil penjualan sampah di bank sampah ini juga memberikan pendapatan tambahan bagi ibu-ibu rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meskipun demikian dalam pelaksanaan program tidak lepas dari faktor pendukung dan penghambat.  
Proses Pemberdayaan Perempuan pada Program Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-cita (Sekoper Cinta) Dini Anjani Nurlatifah; Deden Sumpena; Fathin Anjani Hilman
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : UIN Sunan Gunung Dajti Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/azzahra.v1i1.9463

Abstract

Perempuan merupakan salah satu elemen masyarakat yang memiliki peran dan fungsinya. Perempuan sebagai mitra sejajar laki-laki harus bisa mengoptimalkan peran strategisnya dalam sebuah pembangunan. Namun untuk mencapai itu, perempuan masih dihadapkan dengan berbagai permasalahan yang beragam terlebih dalam lingkup gender. Oleh sebab itu untuk mengaktifkan dan mengoptimalkan peran perempuan, perlu didukung dan diberdayakan dengan memberikan mereka kesempatan dan peluang yang sama dengan laki-laki. Islam memandang laki-laki dan perempuan memiliki derajat sama yang membedakan hanyalah tingkat ketaqwaannya saja. Program Sekoper Cinta merupakan salah satu program pemberdayaan perempuan yang bertujuan untuk menyetarakan akses dan peran perempuan, dengan memberikan pengajaran dan berbagai pelatihan untuk memberikan kemampuan dan kekuatan untuk menjadi perempuan hebat yang mandiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses pemberdayaan yang dilakukan oleh program Sekoper Cinta dan hasil yang dirasakan oleh perempuan dan lingkungan Kampung Munjul Kelurahan Karikil. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptis-analitis yang menggambarkan beberapa penemuan dengan menarasikannya dalam bentuk uraian. Dalam pengumpulan data penyusunan menggunakan metode observasi pastisifatif sebagai metode utama, sedangkan metode wawancara dan dokumentasi sebagai metode pelengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan yang dilakukan oleh program Sekoper Cinta ini cukup efektif, terlihat dari prosesnya yang tersusun secara sistematis dan memberikan dampak yang aplikatif di kalangan masyarakat yang dibuktikan dengan terjaganya hubungannya baik dalam keluarga serta munculnya rasa percaya diri pada masing-masing peserta Sekoper Cinta untuk mengekspresikan diri seperti ada yang mulai berdagang, membuka usaha tata rias pengantin, dan mampu terlibat dalam ruang-ruang publik seperti keterlibatan menjadi ketua RT dan aktif dalam organisasi masyarakat lainnya.
Keadilan Gender dan Hak-Hak Perempuan dalam Islam Muhammad Adres Prawira Negara
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : UIN Sunan Gunung Dajti Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/azzahra.v2i2.15840

Abstract

Pada zaman ini, membicarakan persoalan tentang perempuan masih sangat diperlukan dan difokuskan, karena perempuan belum mendapatkan hak sepenuhnya. Penyingkiran hak perempuan sebagai manusia ini disebabkan oleh kepercayaan, budaya, dan agama. Maka dari itu, pentingnya sosok Asghar Ali Engineer yang menghasilkan pemikiran berlandaskan pembebasan, dimana pembebasan ini berlaku dalam seluruh aspek, terutama pembebasan perempuan dan hak-haknya dalam Islam. Dalam penyusunan tulisan ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Asghar Ali dalam karyanya menyuguhkan tentang hak-hak wanita dalam Islam yaitu nikah, warisan, mahar, kesaksian, perceraian dan sebagainya. Ia merupakan tokoh yang sangat menolak terhadap budaya patriarki yang nilai menindas kaum perempuan. Lebih lanjut Asghar Ali mengkritik berbagai penafsiran Al-Qur’an yang mengagungkan satu jenis kelamin saja, ia mempraktekan ayat-ayat Al-Qur’an dengan dua pendekatan yaitu pragmatis dan kotekstual, tujuan dari hal ini ialah adanya penafsiran ulang terhadap ayat-ayat Al-Qur’an dan menjadi ayat yang sesuai dengan zaman. Dengan demikian, keadilan gender bisa dicapai.
Hak Cuti Haid Tenaga Kerja Perspektif Maślaĥah Al-Mursalah dan Gender Muhammad Julijanto; Devi Andrianti
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : UIN Sunan Gunung Dajti Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/azzahra.v2i2.16896

Abstract

This article discusses the right to menstrual leave as stated in Article 81 of Law No. 13 of 2003 on Employment in PT Jaya Asri Garmin do. This research data was obtained through interviews with relevant parties, namely personnel, and the female workforce, observation, and documentation. This research uses theories about the understanding of labor in general, labor rights according to Law No. 13 of 2003 on Employment, Gender Concepts and Analysis, menstrual understanding, and also contains theories about Maŝlaĥah Al-Mursalah. This study found that menstrual leave rights as in Law No. 13 of 2003 on Employment have been applied at PT Inti Sukses Garmindo but replaced with money or cashed. The award of bonus to replace menstrual leave amounted to Rp 89,195, - which will be received every month. But it is not by Law No. 13 of 2003 on Employment that should replace the cashed menstrual leave rights 2 x 89,195, - every month. The application of menstrual leave rights in Law No. 13 of 2003 on Employment at PT Inti Sukses Garmindo if reviewed with Maŝlaĥah Al-Mursalah then includes maintaining the soul. If analyzed using Gender Analysis APKM (Access, Participation, Control, Benefits). With the provision of menstrual leave, it can protect against the exploitation of women because menstruating women often feel pain, dizziness, and weakness. The provision of menstrual leave can be used as a time of rest and avoid evil.
Peran Gereja dalam Menyikapi Kekerasan Terhadap Istri dalam Lingkup Domestik Yohanes Krismantyo Susanta; Yeremia Yordani Putra
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : UIN Sunan Gunung Dajti Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/azzahra.v2i2.16269

Abstract

Kekerasan terhadap perempuan dalam konteks pernikahan adalah sebuah persoalan serius dan banyak dijumpai dalam hidup sehari-hari. Tulisan ini bertujuan menyorot persoalan tersebut dari perspektif teologi Kristen sebab kekerasan tersebut juga terjadi dalam konteks keluarga-keluarga Kristen. Kekristenan, dalam hal ini gereja memiliki tanggung jawab guna mengatasi persoalan tersebut. Dengan memanfaatkan studi literatur atas sejumlah tulisan yang membahas problem tersebut, tulisan ini memperlihatkan bahwa kekerasan domestic berdampak negatif terhadap korban. Korban mengalami trauma mendalam, rasa malu, rasa bersalah, dan takut untuk mempercayai orang lain. Kekerasan terhadap istri juga dianggap sebagai fenomena budaya dan dianggap lumrah. Dalam konteks inilah gereja perlu hadir dalam memberikan pelayanan dan pendampingan. Gereja adalah instrument shalom Allah dan perlu menghadirkan pelayanan shalom kepada para istri korban kekerasan rumah tangga sebagai perwujudan dari karya Allah yang merengkuh, menyembuhkan, merawat, menyayangi dan memberdayakan.
Nasihat Syeikh Muhammad Syakir dalam Kitab Washoya Al- Abâ Lil Abnâ Hikmah Nafarozah; Akmaliyah Akmaliyah; Muhammad Nurhasan; Karman Karman
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : UIN Sunan Gunung Dajti Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/azzahra.v2i2.9527

Abstract

Kitab Washoya al-abâ li al abnâ merupakan kitab klasik yang sampai sekarang masih digunakan di beberapa pesantren salaf sebagai media pembelajaran akhlak. Kitab Washoya berisi nasihat-nasihat dalam kehidupan sehari-hari yang diperuntukan bagi para pelajar. Setiap Nasihat yang disampaikan Muhammad Syakir memiliki teks yang menjadi referensi dalam penulisan kitab ini. Dengan demikian, teks-teks yang berkaitan dengan teks nasihat tersebut bersumber dari alquran, hadits, ataupun teks-teks dari kitab akhlak yang lain. Untuk mencari teks-teks yang memiliki keterkaitan dengan teks nasihat tersebut peneliti menggunakan Teori Semiotika Intertekstual Julia Kristeva. Dalam Intertekstual Julia Kristeva, Setiap teks lahir tidak berdiri sendiri, ia memiliki keterkaitan dengan teks lain yang menjadi referensinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui teks-teks  yang berkiatan dengan nasihat yang disampaikan Muhammad Syakir dalam kitab Washoya al-abâ li al abnâ. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif.
Study of Language Features Used by Male and Female in #SaveJohnnyDepp on Instagram and Twitter Dewi Ginarti; Irman Nurhapitudin; Ruminda Ruminda; Hasanah Hj. Iksan
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : UIN Sunan Gunung Dajti Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/azzahra.v2i2.14388

Abstract

This study aims to determine the language features used by male and female in social media, especially Instagram and Twitter. The data used in this study are based on ten characteristics of women's language features which presented by Robin Lakoff in her book entitled Language and Women's Place. This study also uses an additional theory about the characteristics of men’s language which is presented by Jennifer Coates as a supporter of the main theory. The data collected comes from Instagram and Twitter posts containing hashtag #SaveJohnnyDepp. The results showed that male and female users use the same language characteristics, but the frequency is slightly different. The difference lies in the focus of the topics discussed and the use of language features proposed by Lakoff and Coates. This study also found that the purpose of using #SaveJohnnyDepp on Instagram and Twitter both male and female users is to provide support and ask for the justice that Johnny Depp deserves.