cover
Contact Name
Akmaliyah
Contact Email
az.zahra@uinsgd.ac.id
Phone
+628562297375
Journal Mail Official
az.zahra@uinsgd.ac.id
Editorial Address
Lecture Hall Building Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Jalan A.H. Nasution No. 105, Cibiru Bandung, Jawa Barat, Indonesia, 40614 Phone: 022- 7802276 e-mail: az.zahra@uinsgd.ac.id
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies
ISSN : 27468585     EISSN : 27468593     DOI : https://doi.org/10.15575/azzahra
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies is a journal that publishes original studies on gender issues and family studies from a religious and general perspective. Another journal scope is related to the topic of gender and family which includes the various studies on women, men, children, the elderly, and people with disabilities in religious perspectives and various perspectives in the field of science.
Articles 75 Documents
From Policy to Practice: Gender Sensitivity and Persistent Biases in Tubod, Lanao del Norte, Philippines Khalid Datu Daud; Jamaliah Aimo Hadali
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies Vol. 6 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : UIN Sunan Gunung Dajti Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines gender sensitivity in Tubod, Lanao del Norte, Philippines, with an emphasis on political competition, career promotion, education, and family roles. Although national-level research shows gender inequities in the Philippines, there is little empirical information on how gender-sensitive strategies work across several areas. Following a gender-mainstreaming approach, we conducted a descriptive survey with a structured questionnaire to assess respondents' awareness of gender issues and perceived fairness in the four areas. The analysis included descriptive statistics and group comparisons based on gender, age, and education. Results show higher perceived gender parity in political competition and job promotion, but education and family roles reveal persistent gendered expectations: most respondents said girls/women face educational barriers, and several others supported traditional family-role norms that limit women's career mobility. These domain-specific patterns indicate that while local governments and workplaces in Tubod have begun to implement gender-sensitive initiatives, deeply rooted cultural norms continue to perpetuate inequality in schooling and the family. The study provides the first community-level baseline for Tubod, highlighting where interventions should be focused — school-based gender-awareness programs and family-targeted community campaigns — and making locally tailored suggestions to legislators and educators. Convenience sampling and cross-sectional design are limitations; longitudinal and probability-sample studies should be used to examine the causal effects of gender-sensitive policy
Perempuan dan Beban Ganda dalam Generasi Sandwich: Kajian Sosiologis Terhadap Konflik Peran Keluarga Farida Hakim
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies Vol. 6 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : UIN Sunan Gunung Dajti Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/azzahra.v6i2.42532

Abstract

Generasi sandwich merujuk pada kelompok individu yang menanggung tanggung jawab merawat orang tua lanjut usia dan anak-anak yang masih bergantung secara bersamaan, sebuah posisi struktural yang menempatkan mereka di antara dua generasi dengan tuntutan yang saling bersaing. Penelitian ini mengkaji bagaimana perempuan dalam generasi sandwich mengalami dan menegosiasikan konflik peran dalam keluarga, dengan perhatian khusus pada distribusi kerja pengasuhan yang bias gender. Dengan pendekatan kualitatif fenomenologis, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap tiga informan perempuan di Surabaya yang sekaligus bekerja dan mengelola tanggung jawab rumah tangga serta pengasuhan, dilengkapi dengan analisis dokumen berbasis kasus. Konsep role-set dari Robert K. Merton digunakan sebagai kerangka analitis untuk menjelaskan munculnya ketegangan peran (role strain) dan konflik peran (role conflict) ketika berbagai tuntutan peran tidak dapat dipenuhi secara bersamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga informan mengalami beban finansial, emosional, dan waktu yang saling tumpang tindih, dan beban tersebut secara konsisten dimaknai, baik oleh informan maupun lingkungan sosial di sekitarnya, sebagai perpanjangan alamiah dari peran domestik perempuan, bukan sebagai persoalan struktural yang memerlukan intervensi kelembagaan. Pola ini mengindikasikan bahwa fenomena generasi sandwich di kalangan perempuan bukan sekadar persoalan adaptasi individual, melainkan direproduksi melalui ekspektasi sosial berbasis gender yang menempatkan perempuan sebagai pengasuh utama secara default. Penelitian ini merekomendasikan agar program literasi keuangan, dukungan sebaya berbasis komunitas, serta kebijakan tempat kerja dan pemerintah dirancang dengan memperhatikan secara eksplisit struktur gender dalam pengasuhan, bukan diperlakukan sebagai intervensi yang netral gender.
Relasi Kuasa Atas Perempuan dalam Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa Chintya Anggie Permatasari; Ahmad Ridwan; Arief Sudrajat
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies Vol. 6 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : UIN Sunan Gunung Dajti Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/azzahra.v6i2.43252

Abstract

Representasi penindasan gender dalam film kontemporer sering kali masih dipengaruhi oleh bias patriarki dan dominasi moralitas keagamaan yang tidak seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana relasi kuasa atas perempuan ini bekerja dalam film Tuhan Izinkan Aku Berdosa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis Michel Foucault untuk menganalisis berbagai adegan, dialog, serta interaksi visual yang terdapat dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penindasan gender berlangsung secara sistematis melalui tiga mekanisme utama, yaitu penggunaan wacana keagamaan sebagai instrumen power/knowledge yang mengendalikan kesadaran, praktik eksklusi dan pembungkaman terhadap korban melalui media sosial yang berfungsi sebagai pengawas digital massal (panopticon), serta pengendalian fisik dan emosional melalui biopower. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kekuasaan patriarki telah menyebar secara luas dan bekerja secara fleksibel di media sosial. Namun, kekuasaan tersebut tidak bersifat tetap karena dapat memunculkan perlawanan dari karakter perempuan untuk merebut kembali otonomi atas dirinya. Temuan ini memberikan kontribusi bagi kajian gender dan media dengan menunjukkan bahwa perempuan merupakan individu yang aktif dan mempunyai peran strategis, bukan hanya sebagai pihak yang lemah dan berada dalam posisi subordinat.
Dalih Religius dan Budaya dalam Praktik Pemotongan dan/atau Pelukaan Genitalia Perempuan (P2GP): Rekonsiderasi Tawaran Susan Moller Okin Putri Nurfitriani; Abby Gina Boang Manalu
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies Vol. 6 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : UIN Sunan Gunung Dajti Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/azzahra.v6i2.51714

Abstract

Abstrak: Pemotongan dan/atau Pelukaan Genitalia Perempuan (P2GP) masih berlangsung di berbagai komunitas di Indonesia meskipun telah dilarang melalui regulasi pemerintah. Artikel ini bertujuan menganalisis dalih religius dan budaya yang digunakan untuk mempertahankan P2GP serta mengevaluasinya melalui perspektif multikulturalisme feminis Susan Moller Okin. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan feminis terhadap karya Susan Moller Okin, laporan lembaga terkait, dan penelitian terdahulu mengenai P2GP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legitimasi religius dan budaya yang digunakan untuk membenarkan P2GP tidak memiliki dasar yang cukup kuat, sementara praktik tersebut justru mereproduksi kontrol atas tubuh dan seksualitas perempuan. Melalui perspektif Okin, artikel ini menunjukkan bahwa penghormatan terhadap budaya tidak dapat dijadikan alasan untuk mempertahankan praktik yang merugikan perempuan. Oleh karena itu, penghapusan P2GP memerlukan transformasi sosial melalui edukasi, penguatan perspektif keagamaan yang berkeadilan gender, serta peningkatan partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan budaya.
Penguatan Nilai Akhlak melalui Pembelajaran Hadis dengan Pendekatan Pendidikan Ramah Anak Akmaliyah Akmaliyah; Mohammad Rosyid Ridho; Hendar Riyadi; Ahmad Nur Fuad; Zalifa Nuri
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies Vol. 6 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : UIN Sunan Gunung Dajti Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/azzahra.v6i2.51801

Abstract

Pendidikan adalah hal mendasar yg harus dipenuhi oleh anak. Dalam kajian ini akan difokuskan pada pendidikan yang layak untuk anak atau biasa dikenal dengan pendidikan yang ramah untuk anak, terutama pendidikan akhlak bagi anak melalui pembelajaran hadis. Pendidikan pada anak dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan hak anak, baik secara materi maupun caranya. Tujuan kajian ini adalah mengungkapkan upaya pendidikan akhlak pada anak dengan cara yang ramah; menjelaskan pembelajaran hadis tentang akhlak sebagai upaya pendidikan akhlak yang baik untuk anak. Penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif dengan  metode  kajian pustaka (library research) Hasil penelitian menunjukkan pendekatan ramah anak dalam pembelajaran hadis akhlak efektif membentuk karakter anak melalui penerapan prinsip sekolah ramah anak yang menciptakan lingkungan belajar inklusif dan menyenangkan, dan penyampaian materi hadis akhlak dengan metode yang sesuai perkembangan anak.Penelitian ini dapat menggambarkan bahwa pembelajaran hadis tentang akhlak dapat diwujudkan melalui pendekatan ramah untuk membentuk akhlak anak.