cover
Contact Name
Gary Raya Prima
Contact Email
garyrayaprima@unsil.ac.id
Phone
+6281383733569
Journal Mail Official
akselerasi@unsil.ac.id
Editorial Address
Jl. Siliwangi no. 24, Kahuripan, Tawang, Tasikmalaya, Jawa Barat 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Akselerasi Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : -     EISSN : 27157296     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Ilmu teknik sipil yang meliputi: bidang ilmu struktur, manajemen transportasi (pelabuhan, jalan, dan jembatan), pengembangan sumber daya air (PSDA), geoteknik, dan manajemen konstruksi/manajemen proyek.
Articles 113 Documents
Komparasi Prediksi Penyelesaian Proyek dengan Earned Value dan Earned Schedule Elok Dewi Widowati
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2025): November
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v7i2.16407

Abstract

Manajemen waktu merupakan aspek krusial dalam kesuksesan proyek konstruksi, terutama dalam menghadapi dinamika pelaksanaan yang kerap berubah. Salah satu tantangan utama adalah menyediakan estimasi penyelesaian proyek yang akurat dan responsif terhadap perkembangan aktual di lapangan. Selama ini, metode Earned Value Management (EVM) banyak digunakan untuk memantau kinerja biaya dan jadwal, namun pendekatan ini memiliki keterbatasan dalam menggambarkan keterlambatan atau percepatan proyek dalam satuan waktu. Untuk menjawab kekurangan tersebut, Earned Schedule Management (ESM) hadir sebagai metode alternatif yang mengubah indikator jadwal dari berbasis biaya menjadi berbasis waktu. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan akurasi prediksi durasi penyelesaian proyek antara metode EVM dan ESM pada proyek pembangunan gedung perbelanjaan di Kota Malang. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan deskriptif melalui analisis data mingguan progres proyek dari minggu ke-1 hingga ke-20. Indikator utama yang dianalisis meliputi SPI (Schedule Performance Index) dan IEAC (Independent Estimate at Completion), baik dalam bentuk biaya maupun waktu. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode ESM lebih akurat dalam memperkirakan durasi penyelesaian proyek. Pada minggu ke-19, nilai SPI(t) sebesar 1,530 menghasilkan estimasi waktu penyelesaian proyek sekitar 197 hari, atau 103 hari lebih cepat dari rencana awal 300 hari. Sementara itu, EVM menunjukkan kecepatan progres, tetapi kurang sensitif terhadap pergeseran waktu aktual. Dengan demikian, ESM direkomendasikan sebagai pendekatan yang lebih efektif dalam memantau dan meramalkan jadwal proyek konstruksi secara dinamis dan realistis.
Evaluasi Sistem Drainase di Jalan Cilolohan Kota Tasikmalaya Menggunakan Pemodelan EPA SWMM 5.2 M. Rafli Al Faroji; Revi Fudla Amalia; Allysa Fikri Hamid; Adryan Shidqi Mulyana; Zulfa Abbiy Musyaffa; Pengki Irawan; Galih Rahmat Jatnika
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2025): November
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v7i2.17606

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja sistem drainase di persimpangan Jalan Cilolohan, Kota Tasikmalaya, yang kerap menghadapi masalah banjir akibat kapasitas saluran yang tidak memadai serta tingginya akumulasi sedimentasi. Evaluasi teknis dilakukan melalui pendekatan pemodelan hidrologi dan hidraulika menggunakan Storm Water Management Model (SWMM) 5.2. Pemodelan ini didukung oleh pemetaan topografi dan delineasi daerah tangkapan air (catchment area) berbasis GIS, serta verifikasi spasial presisi melalui Google Earth. Data curah hujan harian maksimum periode 2014–2023 dianalisis secara statistik menggunakan metode distribusi probabilitas untuk menetapkan hujan rencana. Berdasarkan uji kesesuaian, distribusi Log Pearson III terpilih sebagai model terbaik untuk wilayah tersebut. Hasil simulasi menunjukkan bahwa segmen saluran SSA, SSC, SSD, SSE, dan SSF mengalami over-capacity pada kondisi puncak hujan. Fenomena limpasan ini dipicu oleh kombinasi intensitas hujan tinggi, koefisien limpasan impervious yang besar pada kawasan perkotaan, dan sedimentasi yang mereduksi dimensi tampungan efektif secara signifikan. Sebagai solusi, dilakukan desain ulang dimensi saluran melalui proses iterasi trial-and-error pada perangkat lunak SWMM hingga tercapai konfigurasi penampang yang mampu menyalurkan debit rencana tanpa indikasi luapan. Selain penyesuaian dimensi fisik, pembersihan sedimentasi secara berkala sangat direkomendasikan sebagai langkah operasional rutin guna menjaga kapasitas hidraulik tetap optimal. Temuan ini diharapkan menjadi acuan teknis bagi pemerintah daerah dalam perencanaan mitigasi banjir dan peningkatan sistem drainase perkotaan.
Perencanaan Struktur Portal Beton Bertulang Menggunakan Metode Elemen Hingga Nur Ilham Sulaeman; Yusep Ramdani; Mohammad Syarif Al-Huseiny; Intan Nuriskha Rachma
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v7i1.17630

Abstract

Tingkat pertumbuhan penduduk Kota Tasikmalaya pada tahun 2022–2023 mengalami peningkatan signifikan, sehingga pembangunan gedung bertingkat diimplementasikan sebagai solusi ekspansi vertikal guna memitigasi kepadatan bangunan. Analisis perencanaan struktur diperlukan untuk memastikan kapasitas daya dukung sebelum konstruksi dilaksanakan. Penelitian ini memanfaatkan perangkat lunak Metode Elemen Hingga (MEH) Sederhana dan MEH Tingkat Lanjut guna mengoptimalkan desain struktur melalui penerapan Metode Elemen Hingga (MEH). MEH Tingkat Lanjut dipilih untuk meningkatkan efisiensi perencanaan struktur kompleks dengan kemampuan pemodelan material lanjut. MEH sebagai basis metodologi memodelkan struktur melalui asemblase elemen-elemen sederhana, yang diimplementasikan secara lebih granular dalam MEH Tingkat Lanjut. Hasil verifikasi komparatif antarperangkat lunak menunjukkan reaksi pada perletakan struktur sebesar 2,14% (FX) dan 5% (FY). Deviasi tegangan rata-rata tercatat 4,40% (pelat), 3,28% (balok), dan 5,13% (kolom), dengan displacement tiap lantai di bawah 5%. Variasi ini disebabkan perbedaan parameter input, khususnya penambahan properti plastisitas pada MEH Tingkat Lanjut, perbedaan pemodelan geometri, serta divergensi konfigurasi mesh. Dimensi elemen final yang dihasilkan meliputi kolom 650×650 mm (lantai 1–2) dan 500×500 mm (lantai 3–5), balok 350×500 mm, serta pelat 120 mm. Material struktur menggunakan beton fc' 29,05 MPa (K350), tulangan utama fy 420 MPa (D26 untuk kolom-balok; D16 untuk pelat), dan tulangan sengkang fy 280 MPa (D16).

Page 12 of 12 | Total Record : 113