cover
Contact Name
Gary Raya Prima
Contact Email
garyrayaprima@unsil.ac.id
Phone
+6281383733569
Journal Mail Official
akselerasi@unsil.ac.id
Editorial Address
Jl. Siliwangi no. 24, Kahuripan, Tawang, Tasikmalaya, Jawa Barat 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Akselerasi Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : -     EISSN : 27157296     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Ilmu teknik sipil yang meliputi: bidang ilmu struktur, manajemen transportasi (pelabuhan, jalan, dan jembatan), pengembangan sumber daya air (PSDA), geoteknik, dan manajemen konstruksi/manajemen proyek.
Articles 113 Documents
Evaluasi Sistem Drainase Menggunakan Program EPA SWMM 5.2 di Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Soekardjo Kota Tasikmalaya Indah Kisma Fauziah; Rani Sulistia Rahman; Gusti Fikri Pirdaus; Agim Fizar Syaban; Erra Nabila; Pengki Irawan; Raden Roro Dita Arviananda
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v7i1.15447

Abstract

Sistem drainase merupakan serangkaian prasarana dan sarana yang berfungsi untuk mengurangi atau menghilangkan kelebihan air pada suatu area atau lahan agar dapat dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sistem drainase di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya dengan menggunakan perangkat lunak EPA SWMM 5.2. Tingginya intensitas curah hujan yang terjadi serta keterbatasan kapasitas saluran drainase eksisting menyebabkan kawasan RSUD dr. Soekardjo, yang berada di wilayah perkotaan, memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap genangan dan banjir. Penelitian ini memanfaatkan data curah hujan dari 4 (empat) Pos Curah Hujan (PCH), yaitu PCH Cimulu, Kawalu, Lanud, dan Cikunten, dengan periode data selama sepuluh tahun terakhir. Hasil analisis menggunakan metode poligon Thiessen menunjukkan bahwa PCH Cimulu memiliki pengaruh dominan terhadap wilayah studi. Curah hujan rencana dihitung menggunakan distribusi Log Pearson III untuk berbagai periode ulang, sedangkan intensitas hujan ditentukan berdasarkan distribusi waktu hujan. Data dimensi saluran drainase eksisting diperoleh melalui survei lapangan dan selanjutnya digunakan sebagai input dalam pemodelan hidraulika menggunakan EPA SWMM 5.2. Hasil simulasi menunjukkan beberapa saluran, seperti C4, C7, dan C8, mengalami kondisi meluap (overflow), sementara saluran lainnya mendekati kapasitas maksimum, sehingga evaluasi EPA SWMM 5.2. memberikan gambaran kondisi drainase eksisting serta dasar perumusan solusi teknis yang lebih efisien.
Evaluasi Kebutuhan Jumlah Fondasi Tiang Pancang pada Proyek Pembangunan Gedung Rumah Sakit di Jakarta Timur Puan Padya Pamelagiyanti; Iman Handiman; Zakwan Gusnadi; Empung Empung; Yusep Ramdani; Fitriana Sarifah; Herwan Dermawan; Asrinia Desilia
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2025): November
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v7i2.17523

Abstract

Fondasi tiang pancang merupakan elemen penting dalam mendukung struktur bangunan, terutama pada tanah lunak yang memiliki daya dukung rendah. Fondasi berfungsi sebagai struktur bawah yang menyalurkan beban dari struktur di atasnya ke tanah yang cukup keras sehingga fondasi mampu memikul beban secara aman dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebutuhan jumlah fondasi tiang pancang pada titik B6-BE dalam Proyek Pembangunan Gedung Rumah Sakit di Jakarta Timur melalui pendekatan analitik dan pengujian komprehensif lapangan. Analisis dilakukan menggunakan metode API RP2A dan software Tiang, serta pengujian Static Loading Test (SLT) aksial dan lateral. Interpretasi hasil uji pembebanan statik dilakukan dengan metode Davisson, Chin, Mazurkiewicz, dan pendekatan p-y curve. Hasil evaluasi menggunakan software Kelompok Tiang menunjukkan bahwa konfigurasi tiang pancang rencana dengan jumlah 10 tiang mampu menahan beban aksial dan lateral dengan deformasi yang masih berada dalam batas aman, sehingga memungkinkan dilakukannya analisis terhadap konfigurasi tiang yang lebih efisien. Analisis konfigurasi tiang dengan jumlah 9 dan 8 tiang menunjukkan bahwa desain tersebut masih memenuhi kriteria daya dukung aksial, dengan kapasitas masing-masing sebesar 1225,4 kN untuk konfigurasi 9 tiang dan 1374,3 kN untuk konfigurasi 8 tiang. Konfigurasi dengan 7 tiang menghasilkan daya dukung aksial maksimum sebesar 1566,3 kN, yang melebihi daya dukung izin sebesar 1395,5 kN sehingga konfigurasi tersebut dinyatakan tidak aman secara struktural.
Analisis Stabilitas Galian dengan Menggunakan Metode Secant Pile Tammy Flafiana Nabillah; Iman Handiman; Zakwan Gusnadi; Fitriana Sarifah; Yusep Ramdani
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v7i1.17519

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada galian untuk basement gedung di kawasan padat penduduk daerah Bandung, Jawa Barat. Galian diperkuat menggunakan secant pile karena sifatnya yang fleksibel, minim getaran dan tidak membutuhkan lahan luas, sesuai dengan kondisi dengan bangunan eksisting terdekat pada jarak 24,3 m. Analisis difokuskan pada faktor keamanan, deformasi lateral dan deformasi aksial. Metode elemen hingga digunakan melalui perangkat lunak berbasis elemen hingga dengan peninjauan pada dua potongan, yaitu potongan melintang (potongan 1) dan potongan memanjang (potongan 2). Parameter tanah yang digunakan diperoleh dari uji lapangan SPT dan uji laboratorium pada empat titik bor log dengan kedalaman muka air tanah bervariasi, yaitu 1,2 m, 3,3 m, 0,8 m dan 2 m pada masing-masing titik bor log. Kondisi tanah sekitar galian hingga kedalaman secant pile berdiameter 60 didominasi oleh tanah lunak, dengan kedalaman galian 4,5 m dan panjang secant pile 9 m. Hasil analisis menunjukkan nilai faktor keamanan pada galian potongan 1 sebesar ,934 ( 1,5) dan pada potongan 2 sebesar 1,946 ( 1,5) serta FK terhadap heave, blow-in dan piping  berturut-turut sebesar 1,6 ( 1,25), 1,274 ( 1,25) dan 1,66 ( 1,5). Deformasi lateral yang terjadi pada dinding secant pile sebesar 4,16 cm ( 4,5 cm) pada potongan 1 dan 4,22 cm ( 4,5 cm) pada potongan 2 serta deformasi aksial (penurunan tanah di area sekitar galian) potongan 1 sebesar 0,03 cm dan 0,27 cm pada potongan 2. Keseluruhan hasil analisis menunjukkan galian dengan perkuatan secant pile aman sesuai dengan batas izin geoteknik.
Optimalisasi Sumber Daya Manusia dan Pengaplikasian Building Information Modeling (BIM) 5D pada Proyek Konstruksi Gedung Rizaldi Athmanziyad Hidayat; Empung Empung; Hidayanto Hidayanto; Muhammad Ridha Al-Mustafa; Intan Nuriska Rachma
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2025): November
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v7i2.17632

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendukung peningkatan efisiensi proyek konstruksi melalui optimalisasi sumber daya manusia dan penerapan Building Information Modeling (BIM) 5D pada perhitungan biaya serta perencanaan tenaga kerja. Penelitian ini membahas permasalahan tidak efisiennya perhitungan biaya dan alokasi sumber daya manusia pada proyek konstruksi yang sering terjadi ketika menggunakan metode konvensional. Tujuan penelitian adalah menganalisis Rencana Anggaran Biaya (RAB) pada pekerjaan struktur dan arsitektur menggunakan Autodesk Revit, mengevaluasi fluktuasi tenaga kerja berdasarkan Bill of Quantity (BOQ) existing, serta membandingkan perhitungan RAB konvensional dengan BIM 5D dan alokasi tenaga kerja setelah dilakukan resource leveling dengan Microsoft Project. Penelitian ini menggunakan studi kasus proyek pembangunan Gedung Mandiri Area Tasikmalaya dengan metode analisis data dokumen proyek berupa data RAB metode konvensional dan data DED. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BIM 5D memberikan estimasi biaya yang lebih akurat dan detail dibandingkan metode konvensional, sedangkan analisis tenaga kerja mengungkapkan adanya fluktuasi pada jalur kritis yang menyebabkan leveling tidak dapat dilakukan tanpa memperpanjang durasi proyek. Kesimpulannya, implementasi BIM 5D dapat meningkatkan akurasi biaya serta mendukung perencanaan tenaga kerja, namun pada jalur kritis penambahan tenaga kerja menjadi solusi utama. Penelitian ini menyarankan penerapan BIM 5D sejak tahap perencanaan dan pengembangan penelitian lanjutan mengenai dimensi BIM lain seperti clash detection dan analisis biaya MEP berbasis AHSP.
Analisis Kerusakan Jalan Menggunakan Metode Surface Distress Index (SDI) Studi Kasus Jalan KH. Muhammad Syabandi Fauzi Fardiansyah; Ade Rizki Nurmayadi; Risnandar Nurdianto
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v7i1.16491

Abstract

Kondisi infrastruktur jalan yang baik merupakan faktor yang sangat penting dalam mendukung aktivitas masyarakat, khususnya dalam menunjang kelancaran mobilitas, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta memperlancar distribusi barang dan jasa. Seiring dengan meningkatnya volume lalu lintas dan beban kendaraan yang melintas, ditambah dengan kurang optimalnya pelaksanaan pemeliharaan rutin secara berkelanjutan, kerusakan pada perkerasan jalan menjadi suatu kondisi yang sulit dihindari. Permasalahan tersebut juga terjadi pada ruas Jalan KH. Muhammad Syabandi di Kabupaten Tasikmalaya, yang saat ini menunjukkan berbagai jenis dan tingkat kerusakan perkerasan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis serta tingkat kerusakan jalan yang terjadi, sekaligus menentukan jenis pemeliharaan yang paling tepat dengan menggunakan metode Surface Distress Index (SDI). Metode SDI merupakan pendekatan kuantitatif berbasis survei visual di lapangan yang menilai empat parameter utama kerusakan jalan, yaitu luas retakan, lebar retakan, jumlah lubang, dan kedalaman bekas roda. Ruas jalan yang diteliti memiliki panjang total 10 km dan dibagi menjadi 50 segmen, masing-masing sepanjang 200 meter, guna mempermudah proses pengamatan dan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 34 segmen berada dalam kondisi baik dengan nilai SDI kurang dari 50 dan direkomendasikan untuk pemeliharaan rutin, 15 segmen berada dalam kondisi sedang dengan nilai SDI antara 50 hingga 100 yang memerlukan pemeliharaan berkala, serta 1 (satu) segmen tergolong rusak berat dengan nilai SDI lebih dari 150 yang membutuhkan tindakan rekonstruksi. Hasil analisis ini memberikan gambaran kondisi aktual infrastruktur jalan dan dapat dijadikan dasar bagi pihak terkait dalam menetapkan prioritas penanganan serta perencanaan pemeliharaan jalan yang efektif dan efisien.
Analisis Kapasitas Lateral Fondasi Tiang Pancang dengan Metode Broms dan Metode P-y Yuli Yulianti; Iman Handiman; Zakwan Gusnadi; Fitriana Sarifah; Rosi Nursani
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2025): November
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v7i2.17582

Abstract

Dalam perencanaan sebuah pembangunan harus dilakukan perhitungan dari struktur atas sampai struktur bawah bangunan. Struktur bawah bangunan dipengaruhi oleh kondisi tanah di lapangan, maka perlu dilakukan analisis kondisi tanah di lapangan. Selain analisis tanah terdapat beberapa perencanaan pada fondasi bangunan yang dapat dilakukan berupa analisis penurunan, stabilitas tanah, daya dukung tanah dan analisis lainnya. Daya dukung merupakan aspek penting dalam perencanaan fondasi tiang pancang, daya dukung yang dianalisis berupa daya dukung aksial dan daya dukung lateral. Daya dukung lateral merupakan kemampuan struktur menahan beban lateral yang akan diterima oleh fondasi. Beban lateral berupa beban yang berasal dari gempa bumi, angin, lalu lintas dan beban lainnya. Dalam analisis daya dukung lateral terdapat beberapa metode yang dapat digunakan, berdasarkan metode analitik untuk tiang panjang dapat menggunakan metode Broms dan hanya dapat digunakan untuk kondisi tanah homogen. Sedangkan berdasarkan metode numerik dapat menggunakan metode P-y yang dapat memberikan nilai tekanan tanah lateral (p) dan defleksi lateral (y) pada sepanjang tanah yang akan dilakukan analisis metode ini memperkuat metode Broms karena metode P-Y dapat dilakukan pada semua jenis kondisi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas lateral tiang pancang dengan metode Broms dan metode P-y dengan hasil akhir akan dibandingkan dengan hasil uji lateral statis. Hasil dari penelitian ini didapatkan hasil perhitungan pada metode P-y lebih mendekati dengan hasil uji lateral statis dengan metode Broms memiliki nilai defleksi yang jauh lebih besar dengan kenaikan yang linear. Maka berdasarkan hasil perhitungan analisis metode P-y dapat digunakan sebagai alternatif perhitungan pada perencanaan daya dukung lateral tanah.
Analisis Kinerja Ruas Jalan Cimanuk Kabupaten Garut Muhamad Ilham Sahid; Nina Herlina; Fitriana Sarifah; Muhamad Anugerah Ramadhan; Kartika Seinari Manggala
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v7i1.17594

Abstract

Jalan Cimanuk merupakan jalan kolektor yang memiliki lebar jalan 9 meter dan menjadi salah jalan satu jalan menuju pusat kota dan RSU dr. Slamet. Pada sepanjang Jalan Cimanuk terdapat toko-toko, tempat makan, sekolah, taman yang menjadikan pusat tarikan masyarakat sehingga sangat padat pada jam-jam tertentu serta volume kendaraan pada ruas jalan ini termasuk penyumbang kendaraan terbesar terhadap Simpang Maktal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Kinerja ruas Jalan Cimanuk dan memberikan alternatif penanganan jika terjadi kejenuhan dalam lima tahun kedepan dengan metode mengacu pada PKJI (2023). Data Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR) dan hambatan samping diperoleh melalui survei langsung ke lapangan dan proyeksi pertumbuhan kendaraan untuk tahun mendatang. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa volume kendaraan tertinggi kondisi eksisting terjadi pada Selasa, 18 Maret 2025 sebesar 2139 SMP/jam, Kapasitas = 2835 SMP/jam, Derajat Kejenuhan = 0,75 (D), Kecepatan Tempuh = 28,68 km/jam, dan Waktu Tempuh = 1,80 menit. Hasil proyeksi lima tahun kedepan menunjukan terjadinya kenaikan nilai DJ pada tahun ke-5 sebesar 0,85 (E). Untuk mengatasi permasalahan ini, Solusi yang diambil yaitu dengan melakukan penertiban kendaraan parkir atau berhenti (PSV) dan pengaturan jam operasional kendaraan. Hasil analisis alternatif solusi didapat kapasitas naik menjadi 3080 SMP/jam, Volume arus lalu lintas berkurang menjadi 2376,38 SMP/jam, Kecepatan Tempuh sebesar 29,75 km/jam, Waktu Tempuh sebesar 1,74 menit, dan derajat kejenuhan pada tahun ke-5 turun menjadi 0,84 (D).
Analisis Jalur Kritis dan Percepatan dengan Metode Precedence Diagram Method (PDM) dan Metode Crashing pada Pekerjaan Struktur Proyek Pembangunan Gedung Aura Sekar Widyaningrum; Empung Empung; Hidayanto Hidayanto; Shanti Astri Noviani
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v7i1.17600

Abstract

Percepatan dalam pembangunan proyek adalah strategi yang diterapkan untuk menyelesaikan proyek lebih cepat dari jadwal yang direncanakan tanpa mengorbankan kualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang jalur kritis, yang lebih lanjut akan digunakan untuk analisis perubahan durasi dan biaya setelah percepatan. Penelitian ini menganalisis pekerjaan struktur pada Proyek Pembangunan Gedung Pelayanan dengan metode Precedence Diagram Method (PDM) untuk mendapatkan jalur kritis dengan software. Selain itu diterapkan pula metode crashing  pada aktivitas yang berada di jalur kritis dengan alternatif penambahan tenaga kerja, penambahan jam lembur, serta kombinasi dari kedua alternatif tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh aktivitas pekerjaan berada pada jalur kritis, sehingga penjadwalan dengan metode PDM terbukti efektif dalam mengidentifikasi aktivitas yang memengaruhi penyelesaian proyek. Strategi percepatan yang diterapkan mampu mengurangi durasi proyek dengan variasi efektivitas, di mana kombinasi penambahan tenaga kerja dan jam lembur memberikan hasil paling optimal dengan peningkatan biaya yang relatif kecil. Penelitian ini juga merekomendasikan penggunaan metode PDM dalam proyek konstruksi karena kemampuannya dalam memetakan jalur kritis secara jelas. Kajian lebih lanjut diperlukan untuk menilai dampak percepatan terhadap kualitas pekerjaan, khususnya risiko penurunan mutu akibat jam lembur, serta penerapan pendekatan Time Cost Trade Off (TCTO) yang lebih komprehensif, mencakup aspek biaya material, peralatan, dan risiko keterlambatan, sehingga hasil perhitungan percepatan dapat lebih aplikatif. 
Implementasi Building Information Modeling (BIM) 5D pada Perencanaan Kampus di Kabupaten Majalengka Yayi Pilar Pertiwi; Empung Empung; Hidayanto Hidayanto; Intan Nuriskha Rachma
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2025): November
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v7i2.17598

Abstract

Building Information Modeling (BIM) merupakan inovasi teknologi dalam industri konstruksi yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas perencanaan, perancangan, serta pengelolaan proyek secara terintegrasi. Penerapan BIM, khususnya BIM 5D, memungkinkan penggabungan pemodelan tiga dimensi dengan analisis waktu dan biaya, sehingga mampu meningkatkan akurasi perencanaan, efisiensi pelaksanaan, serta pengendalian biaya proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis estimasi biaya dan durasi pelaksanaan melalui implementasi BIM 5D pada pekerjaan struktur, arsitektur, serta mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP) pada tahap perencanaan pembangunan kampus di Kabupaten Majalengka dengan menggunakan perangkat lunak BIM 5D. Metode penelitian dilakukan melalui penyusunan model 3D berbasis BIM yang dikembangkan menjadi proses quantity takeoff, analisis penjadwalan, serta estimasi biaya terintegrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemodelan 3D berbasis BIM mampu mempermudah proses perhitungan volume pekerjaan secara lebih akurat serta mengidentifikasi potensi clash antar elemen struktur, arsitektur, dan MEP sejak tahap perencanaan. Analisis penjadwalan menggunakan BIM 5D menghasilkan estimasi durasi pelaksanaan selama 30 minggu atau setara dengan 209 hari kalender. Sementara itu, hasil perbandingan estimasi biaya antara metode BIM 5D dan metode konvensional menunjukkan adanya selisih sebesar 2,20%, yang mengindikasikan efisiensi biaya melalui penerapan BIM. Secara keseluruhan, implementasi BIM 5D terbukti mampu meningkatkan akurasi pemodelan, mempercepat proses penyusunan jadwal, serta menghasilkan estimasi biaya yang lebih efisien dan andal dibandingkan dengan metode konvensional, sehingga berpotensi mendukung pengambilan keputusan yang lebih efektif dalam perencanaan proyek konstruksi.
Perencanaan Struktur Gedung Serbaguna Menggunakan Elemen Struktur Baja Azmi Rosanti Alya; Yusep Ramdani; Rosi Nursani; Intan Nuriskha Rachma; Sri Wanto
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v7i1.17612

Abstract

Perkembangan populasi dan kemajuan zaman mendorong peningkatan kebutuhan bangunan serta kemajuan sektor konstruksi di Indonesia, terutama dalam penggunaan material yang semakin beragam seperti material baja. Material baja sendiri memiliki berbagai variasi bentuk, seperti baja profil Wide Flange (WF) dan profil  yang mengalami bentuk modifikasi dari material baja itu sendiri yaitu jenis profil kastela. Profil kastela meningkatkan kekuatan inersia dan kapasitas penampang secara signifikan tanpa menambah berat, sehingga kemampuan menahan beban menjadi lebih besar. Struktur portal baja dengan sistem gable frame merupakan salah satu alternatif desain bangunan untuk bentang lebar, seperti gedung serbaguna. Perencanaan struktur gedung serbaguna bentang 25 m menganalisis perbandingan antara dua jenis profil baja yang digunakan pada elemen rafter WF 350.350.12.19 dan kastela HC 525.350.12.19 hasil modifikasi dari profil WF. Analisis kekuatan penampang dilakukan dengan metode Load Resistance and Factor Design (LRFD) berdasarkan SNI 1729:2020 dengan software struktur untuk memperoleh respon struktur secara keseluruhan. Jenis sambungan yang direncanakan meliputi sambungan rafter balok-balok, rafter balok-kolom, dan base plate.  Hasil analisis profil balok rafter kastela mengalami peningkatan kapasitas momen nominal sebesar 51,97% dibandingkan profil aslinya. Evaluasi respon struktur pada dua jenis balok rafter menghasilkan perbedaan kinerja yang cukup signifikan, balok rafter kastela displacement maksimum, lendutan, serta periode alami struktur yang terjadi lebih kecil dari balok rafter WF, sehingga struktur dengan balok kastela menunjukkan perilaku yang lebih kaku. Dengan demikian, meskipun profil kastela memiliki kekakuan yang lebih tinggi, profil ini juga memberikan kapasitas penampang yang lebih besar sehingga mampu menahan beban yang bekerja dengan lebih efisien.

Page 11 of 12 | Total Record : 113